WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Pimpinan BAZNAS Majalengka Hadiri Silaturahmi BAZNAS se-Jawa Barat di Bandung Barat
Pimpinan BAZNAS Majalengka Hadiri Silaturahmi BAZNAS se-Jawa Barat di Bandung Barat
ANDUNG BARAT Unsur Pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka menghadiri kegiatan silaturahmi para pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Barat yang digelar di Kampus Darul Hikam Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (11 September 2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, solidaritas, dan sinergi antarpimpinan BAZNAS di Jawa Barat dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka yang hadir terdiri atas Ketua H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., Wakil Ketua I H. Muhamad Ridwan, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua III Embed Humed, M.Pd., serta Wakil Ketua IV Drs. H. Idi Purnama, M.M. Silaturahmi tersebut turut dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan BAZNAS RI H. Rizaluddin Kurniawan, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat H. Anang Jauharuddin, jajaran Wakil Ketua BAZNAS Jawa Barat, serta para pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Jawa Barat H. Anang Jauharuddin menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI dan pihak Darul Hikam yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan silaturahmi tersebut. Menurutnya, pertemuan para pimpinan BAZNAS se-Jawa Barat tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga penting untuk membangun solidaritas dan memperkuat langkah bersama dalam menjalankan berbagai program zakat. “Alhamdulillah hari ini saya memakai batik bergambar maung meski kondisi BAZNAS Jabar memang lagi kurang baik,” ungkap H. Anang. Ia menekankan bahwa solidaritas antarpimpinan BAZNAS menjadi salah satu kekuatan penting agar berbagai program yang dijalankan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan pandangannya mengenai arah dan tujuan utama pengelolaan zakat melalui BAZNAS. Ia menegaskan bahwa keberadaan BAZNAS memiliki peran strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap upaya pengurangan kemiskinan. “Tujuan utama BAZNAS adalah kesejahteraan masyarakat dan pengurangan kemiskinan. Pak Presiden itu komitmen untuk mengurangi kemiskinan dan pengamanan kekayaan bangsa,” ujarnya. Sodik juga menjelaskan bahwa pengalaman selama kurang lebih 10 tahun sebagai anggota DPR RI, khususnya ketika berada di sejumlah komisi yang berkaitan dengan bidang keagamaan dan sosial serta pendidikan dan kesehatan, menjadi salah satu bekal dalam menjalankan amanah di BAZNAS RI. Pengalaman tersebut, menurutnya, memberikan perspektif mengenai berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat serta pentingnya menghadirkan kebijakan dan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret. Dalam kesempatan itu, Sodik turut menyinggung Buku Islam Ala Prabowo yang belakangan menjadi perhatian dan diperbincangkan oleh berbagai pihak hingga berkembang menjadi isu nasional. Pertemuan pimpinan BAZNAS se-Jawa Barat tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten/Kota. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola zakat yang semakin profesional, amanah, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, kehadiran unsur pimpinan dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat jejaring kelembagaan serta membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan program zakat, infak, dan sedekah yang berdampak bagi masyarakat. Melalui semangat kebersamaan dan solidaritas antarlembaga, BAZNAS diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang hadir di tengah masyarakat dan berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan serta pengurangan kemiskinan di Jawa Barat.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNASJabar #BAZNASRI #BAZNAS #Zakat #Infak #Sedekah #ZakatUntukKesejahteraan #SinergiBAZNAS #JawaBarat #Majalengka #PengentasanKemiskinan
11/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Dari Sekolah, BAZNAS Majalengka Tumbuhkan Kebiasaan Peduli Lewat SIGAP dan ASIK di SMAN 1 Ligung
Dari Sekolah, BAZNAS Majalengka Tumbuhkan Kebiasaan Peduli Lewat SIGAP dan ASIK di SMAN 1 Ligung
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus mendorong tumbuhnya budaya kepedulian dan semangat berbagi sejak lingkungan pendidikan. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) dan ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) di SMA Negeri 1 Ligung, Kabupaten Majalengka, Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang diikuti para siswa tersebut berlangsung dengan antusias dan mendapat sambutan hangat dari jajaran guru. Dari BAZNAS Kabupaten Majalengka, kegiatan dihadiri Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail bersama Tim Media Center & Digital. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mengenalkan sekaligus membangun kebiasaan berbagi di lingkungan sekolah secara berkelanjutan. Melalui SIGAP, para siswa diajak untuk mengenal nilai kepedulian melalui infak dan sedekah serta membiasakan diri berbagi sejak usia dini. Sementara itu, program ASIK ditujukan bagi guru dan karyawan sebagai ruang kolaborasi untuk menghadirkan manfaat secara bersama-sama di lingkungan sekolah. Dalam sosialisasi tersebut, BAZNAS juga menjelaskan bahwa ASIK bukan merupakan pengganti zakat profesi. Bagi guru maupun karyawan yang telah menunaikan zakat profesi, tetap tersedia ruang untuk berkolaborasi melalui infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian tambahan. Pelaksanaan ASIK pun dirancang secara fleksibel dengan mengedepankan keikhlasan. Tidak terdapat paksaan, baik terkait nominal maupun waktu tertentu. Semangat utama yang dibangun adalah kesadaran untuk berbagi sesuai kemampuan dan ketulusan masing-masing. Hal tersebut menjadi penting karena tujuan program bukan semata-mata mengejar besaran nominal yang berhasil dihimpun. Lebih dari itu, SIGAP dan ASIK diarahkan untuk menumbuhkan kebiasaan baik, kepedulian sosial, serta karakter gemar berbagi yang dapat berkembang secara bersama-sama di lingkungan sekolah. Lingkungan pendidikan dinilai menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai tersebut. Ketika kepedulian mulai dibiasakan sejak sekolah, nilai berbagi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari karakter generasi muda dalam kehidupan sehari-hari. “SIGAP untuk siswa. ASIK untuk guru dan karyawan. Bersama, tumbuhkan generasi yang peduli dan gemar berbagi.” Melalui kolaborasi antara BAZNAS, sekolah, siswa, guru, dan karyawan, semangat berbagi diharapkan terus tumbuh dari lingkungan pendidikan dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat. BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus memperluas edukasi zakat, infak, dan sedekah dengan pendekatan yang dekat dengan masyarakat, termasuk melalui lingkungan sekolah dan dunia kerja, sebagai bagian dari ikhtiar membangun budaya kepedulian di Kabupaten Majalengka. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #SIGAP #ASIK #Sedekah #Infak #GenerasiPeduli #GemarBerbagi #SMAN1Ligung #PendidikanKarakter #Majalengka
11/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Solidaritas Majalengka untuk NTT Makin Kuat, Donasi Bencana Tembus Rp278,1 Juta
Solidaritas Majalengka untuk NTT Makin Kuat, Donasi Bencana Tembus Rp278,1 Juta
MAJALENGKA Solidaritas masyarakat Kabupaten Majalengka untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Jumat, 11 September 2026 pukul 15.53 WIB, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mencatat total donasi kemanusiaan yang telah dihimpun mencapai Rp278.106.224. Capaian tersebut menjadi gambaran kuatnya kepedulian masyarakat Majalengka terhadap sesama. Donasi dihimpun dari berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kantor kecamatan, kegiatan webinar BAZNAS, masyarakat secara perorangan, organisasi, hingga berbagai lembaga lainnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat, OPD, kecamatan, lembaga, organisasi, dan semua pihak yang telah memberikan kepercayaan serta kepeduliannya untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal yang bernilai di hadapan Allah SWT dan memberikan manfaat bagi para penerima,” ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka. Donasi Bertambah Lebih dari Rp116 Juta Perolehan donasi tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan pencatatan sebelumnya. Hingga 10 September 2026, BAZNAS Kabupaten Majalengka mencatat dana kemanusiaan untuk NTT sebesar Rp161.658.124. Dalam perkembangan pencatatan berikutnya, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp278.106.224 per 11 September 2026 pukul 15.53 WIB. Dengan demikian, terdapat tambahan penghimpunan sebesar Rp116.448.100. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat Majalengka masih terus bergerak. Dukungan yang datang dari berbagai unsur menjadi kekuatan bersama dalam menghadirkan bantuan bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Kepedulian Datang dari Berbagai Lapisan Penggalangan donasi untuk NTT tidak hanya bertumpu pada satu kelompok masyarakat. Partisipasi datang dari lingkungan pemerintahan melalui OPD dan kantor kecamatan, serta masyarakat luas yang memberikan dukungan secara perorangan. BAZNAS Kabupaten Majalengka juga mengoptimalkan berbagai ruang edukasi dan komunikasi publik, salah satunya melalui kegiatan webinar yang menjadi bagian dari upaya menguatkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana. Keterlibatan organisasi dan lembaga lainnya turut memperluas jangkauan gerakan solidaritas tersebut. Bagi BAZNAS, keberagaman sumber donasi merupakan bentuk nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Amanah yang Harus Dipertanggungjawabkan Di balik meningkatnya jumlah donasi, terdapat amanah besar yang harus dijaga. Setiap rupiah yang dititipkan masyarakat merupakan bentuk kepercayaan yang harus dikelola secara profesional dan bertanggung jawab. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus melakukan pencatatan dan rekapitulasi dana yang masuk dari berbagai sumber. Proses tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban administrasi sekaligus mendukung prinsip amanah, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalitas dalam pengelolaan dana kemanusiaan. BAZNAS juga menegaskan bahwa angka Rp278.106.224 merupakan jumlah donasi yang tercatat hingga 11 September 2026 pukul 15.53 WIB. Nilai tersebut masih dapat berubah seiring dengan adanya donasi yang masuk serta proses verifikasi dan pencatatan dari berbagai pihak. Dari Majalengka, Menguatkan Solidaritas untuk NTT Gerakan kemanusiaan ini bukan semata-mata mengenai besarnya nominal dana yang berhasil dihimpun. Lebih dari itu, gerakan tersebut membawa pesan bahwa masyarakat Majalengka ikut merasakan duka dan kesulitan yang dialami saudara-saudara di NTT. Jarak geografis yang jauh tidak menghalangi masyarakat untuk berbagi kepedulian. Setiap donasi menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Semangat tersebut sejalan dengan nilai ajaran Islam tentang pentingnya saling membantu dalam kebaikan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ma’idah ayat 2: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa...” Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari nilai kebaikan yang harus terus dirawat. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap solidaritas masyarakat untuk NTT dapat terus terjaga hingga seluruh proses penghimpunan, penyaluran, dan pelaporan bantuan selesai dilaksanakan. Dari Majalengka untuk NTT, setiap kepedulian adalah harapan, setiap donasi adalah amanah, dan setiap kebaikan menjadi ikhtiar untuk meringankan beban sesama. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNASPeduli #MajalengkaPeduli #DonasiNTT #BantuanKemanusiaan #SolidaritasKemanusiaan #PeduliSesama #KebaikanUntukSesama #DariMajalengkaUntukNTT #NTT #Zakat #Infak #Sedekah
11/09/2026 | Media BTB Baznas Majalengka

Agenda Pimpinan

Hangat di Tengah Gerimis: Safari Ramadhan Pemkab Majalengka Pererat Silaturahmi di Argapura
Hangat di Tengah Gerimis: Safari Ramadhan Pemkab Majalengka Pererat Silaturahmi di Argapura
ARGAPURA – Semangat kebersamaan antara pimpinan daerah dan masyarakat Kabupaten Majalengka tak surut meski diguyur hujan. Bertempat di halaman Desa Sukasari Kaler, Kecamatan Argapura, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, MM , melaksanakan agenda Safari Ramadhan ke-2 dengan penuh khidmat. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membangun daerah. Simbol Kekompakan Lintas Sektoral Acara ini menjadi potret nyata soliditas birokrasi di Kabupaten Majalengka. Selain Bupati dan Ketua BAZNAS, tampak hadir pula: Wakil Bupati Majalengka Sekretaris Daerah (Sekda) Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Para Kepala Dinas/OPD Camat dan Kepala Desa dari 4 Kecamatan ( Banjaran, Maja, Argapura, dan Sindang ) “Kehadiran seluruh elemen pimpinan ini melambangkan kekompakan Kami dalam mendukung penuh setiap program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Majalengka,” ujar Bupati dalam Berbagainya. Capaian Satu Tahun Pemerintahan "Hade" Dalam kesempatan tersebut, Bupati Eman Suherman memaparkan sejumlah rencana pembangunan yang akan terfokus di wilayah Banjaran, Maja, Argapura, dan Sindang. Beliau juga membagikan kabar baik mengenai pencapaian-capaian signifikan yang telah diraih selama satu tahun pemerintahan Hade . Suasana Akrab di Tengah Hujan Menjelang waktu berbuka, suasana semakin menyejukkan dengan ceramah singkat (kultum) yang disampaikan oleh Ketua MUI, Drs. KH. Anwar Sulaiman, MMPd. Menariknya, meski hujan terus menemani, kehangatan justru tumbuh saat momen berbuka puasa tiba. Diwarnai gurauan kecil dan berbincang santai, Bupati tampak begitu membaur tanpa sekat dengan para kepala OPD dan kepala desa. Keakraban ini mencerminkan gaya kepemimpinan yang merakyat dan komunikatif. Diskusi "Serius tapi Santai" Pasca shalat Maghrib berjamaah, rombongan tidak langsung berangkat. Sembari menikmati hidangan berbuka, diadakan diskusi ringan namun substantif mengenai isu-isu lokal di 4 kecamatan tersebut. Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan ke-2 ini ditutup dengan pelaksanaan shalat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Nurul Huda, Desa Sukasari Kaler, yang diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh rombongan dan warga setempat. #safariramadhan #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial

26-02-2026 | Eman Suherman, S.Pd.I

Tingkatkan Kesadaran Zakat ASN, Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Rapim Khusus Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Daerah
Tingkatkan Kesadaran Zakat ASN, Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Rapim Khusus Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Daerah
etua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menghadiri undangan Rapat Pimpinan Khusus (Rapimsus) sekaligus Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Majalengka. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar di Gedung Yudha Pendopo Majalengka pada Senin (23/02/2026). Acara ini merupakan momentum evaluasi capaian kinerja pemerintah daerah selama setahun terakhir, yang dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan Dinas, jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Komitmen Penguatan Zakat Profesi Dalam arahannya, Bupati Majalengka memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya optimalisasi instrumen keagamaan dalam mendukung kesejahteraan sosial masyarakat. Bupati secara langsung menyampaikan ajakan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Majalengka untuk meningkatkan kesadaran dalam membayar zakat profesi. "Zakat profesi bukan sekadar kewajiban agama, tetapi merupakan instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Majalengka. Saya mengajak seluruh ASN untuk menjadi teladan dalam menunaikan kewajiban ini melalui BAZNAS," tegas Bupati dalam sambutannya. Respon Ketua BAZNAS Majalengka Menanggapi arahan tersebut, H. Agus Asri Sabana mengapresiasi dukungan penuh dari pihak eksekutif. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS adalah kunci utama dalam mengelola potensi zakat yang besar di Majalengka. Beberapa poin penting dari kehadiran BAZNAS dalam Rapimsus ini antara lain: Sinergitas Program: Menyelaraskan program BAZNAS dengan visi misi pembangunan daerah. Transparansi: Memastikan penyaluran zakat dari ASN kembali kepada masyarakat Majalengka yang membutuhkan secara tepat sasaran. Edukasi Berkelanjutan: Meningkatkan literasi zakat di setiap kedinasan dan unit kerja. Kehadiran Ketua BAZNAS dalam agenda refleksi ini menegaskan bahwa peran lembaga zakat kini semakin sentral dalam mendukung roda pembangunan, khususnya dalam aspek jaminan sosial bagi masyarakat kurang mampu di bawah naungan pemerintah daerah.

23-02-2026 | Eman Suherman, S.Pd.I

BAZNAS Majalengka & BTB Berdiri Tegak di Garis Depan Longsor Argapura
BAZNAS Majalengka & BTB Berdiri Tegak di Garis Depan Longsor Argapura
ARGAPURA Di bawah langit yang kelabu dan rintik hujan yang tak kunjung usai, sebuah pemandangan mengharukan terekam di titik nol bencana longsor Blok Calingcing, Desa Sukasari Kidul. Di sana, di tengah tanah yang labil dan ancaman badai, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama pasukan oranye BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) hadir sebagai pilar kekuatan, berjalan beriringan dengan Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, MM Kehadiran BAZNAS di lokasi ini bukan sekadar pendampingan protokoler, melainkan wujud nyata dari amanah zakat yang bergerak cepat saat duka menyapa rakyat. Kesaksian dari Garis Depan: "Rakyat Sedang Tidak Baik-Baik Saja" Dengan sepatu yang terbenam lumpur, Ketua BAZNAS Majalengka menyaksikan langsung getirnya kondisi warga. Dia tidak hanya mengadakan pertemuan dari perselisihan, tapi masuk ke tenda-tenda darurat dan menyentuh tangan-tangan warga yang mengalami ketakutan. Namun, kami hadir di sini bersama Bapak Bupati untuk memastikan bahwa mereka tidak akan menghadapi malam-malam dingin ini sendirian,” ujar Ketua BAZNAS dengan nada yang dalam dan penuh empati. Tim BTB (BAZNAS Tanggap Bencana) yang melatih secara profesional, dengan sigap menyisir area berbahaya untuk melakukan serangan cepat. Mereka menjadi "mata dan telinga" yang memastikan tepat sasaran dan keselamatan menjadi jiwa hukum tertinggi. "Waspada adalah harga mati!" tegas Bupati Eman Suherman yang diamini dengan sigap oleh Tim BTB di lapangan. Sinergi antara kebijakan umara (pemimpin) dan gerakan kedermawanan BAZNAS ini menjadi oasis di tengah bencana. Zakat Anda, Nafas Mereka Tragedi di Argapura adalah panggilan bagi hati nurani kita. BAZNAS Majalengka membuktikan bahwa setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang Anda titipkan, berubah menjadi selimut hangat, makanan bergizi, dan harapan baru bagi mereka yang sedang diuji. #BAZNASMajalengka #BTBSigap #Kemanusiaan #ArgapuraDuka #ZakatMenjagaNegeri #MajalengkaReligi #EmanSuherman #RelawanBAZNAS #ZakatTumbuhBermanfaat

14-02-2026 | Eman Suherman, S.Pd.I

Berita Pendistribusian

BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan (Saraga) untuk Mushola Baitu
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan (Saraga) untuk Mushola Baitu
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus berkomitmen dalam mendukung peningkatan fasilitas ibadah di wilayah Kabupaten Majalengka. Pada hari ini, Selasa (28/04/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan Program Sarana Keagamaan (Saraga) untuk Mushola Baitussalam yang berlokasi di Desa Sindangwangi, Kecamatan Sindangwangi. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., bertempat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bapak Mustopa selaku perwakilan panitia pembangunan/pemanfaat Mushola Baitussalam. Mendukung Kenyamanan Ibadah Masyarakat Dalam keterangannya, Drs. H. Idi Purnama, M.M. menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki untuk kepentingan umat. "Kami berharap bantuan Saraga ini dapat mempercepat proses renovasi atau pemenuhan fasilitas di Mushola Baitussalam, sehingga masyarakat di Desa Sindangwangi dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk," ujar H. Idi Purnama. Sementara itu, Bapak Mustopa menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas respon cepat dan kepedulian terhadap sarana ibadah di pelosok desa. "Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada BAZNAS Majalengka dan para muzaki. Semoga keberkahan menyertai kita semua," ungkap Mustopa. Tentang Program Saraga Program Saraga merupakan salah satu pilar pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka yang fokus pada perbaikan sarana prasarana keagamaan seperti Masjid, Mushola, dan Madrasah. Hal ini bertujuan untuk memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas sarana ibadah di lingkungan masyarakat Kabupaten Majalengka. #BAZNAS #BAZNASMajalengka #Majalengka #Zakat #Infak #Sedekah #ProgramSaraga #Sindangwangi #MembangunUmat #PilihanPertamaPembayarZakat #KhidmatZakatUmat
29/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan bagi Warga Desa Weragati
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan bagi Warga Desa Weragati
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Pada hari ini, Selasa (28/04/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan kesehatan kepada saudari Inggit Nur Dwi, warga Desa Weragati, Kecamatan Palasah. Penyerahan bantuan dilakukan langsung di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka oleh Pengawas BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. H. Nursiwanjaya. Kepedulian Nyata untuk Sesama Drs. H. Nursiwanjaya menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki di wilayah Kabupaten Majalengka. "Alhamdulillah, hari ini kami dapat menyerahkan bantuan kesehatan secara langsung kepada saudari Inggit. Harapan kami, bantuan ini dapat membantu meringankan biaya pengobatan dan mempercepat proses pemulihan yang bersangkutan. BAZNAS hadir sebagai jembatan kebaikan antara para muzaki dan mereka yang membutuhkan," ujar Drs. H. Nursiwanjaya. Ungkapan Syukur Penerima Manfaat Saudari Inggit Nur Dwi, yang hadir langsung menerima bantuan tersebut, menyampaikan rasa terima kasihnya atas respon cepat dan kepedulian BAZNAS Kabupaten Majalengka. "Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS Majalengka dan seluruh donatur atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk menjalani pengobatan. Semoga keberkahan senantiasa menyertai para muzaki dan pengurus BAZNAS," ungkap Inggit dengan nada haru. Program bantuan kesehatan ini merupakan salah satu pilar utama dalam program Majalengka Sehat, yang bertujuan memastikan masyarakat kurang mampu mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai melalui dukungan dana sosial keagamaan. #BAZNASMajalengka #MajalengkaSehat #ZakatMenyejahterakan #Weragati #Palasah #InfoMajalengka #Kemanusiaan #ZakatNikmatBerzakat
29/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Salurkan Beasiswa di Reuni Akbar MAN 1 Talaga
BAZNAS Majalengka Salurkan Beasiswa di Reuni Akbar MAN 1 Talaga
MAJALENGKA Momen penuh kenangan dalam acara Halal Bihalal dan Reuni Akbar IKA MAN Talaga (MAN 1 Majalengka) lintas angkatan 1994, 1995, dan 1996 menjadi semakin bermakna dengan adanya aksi nyata kepedulian sosial. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 1 Majalengka tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan bagi para siswa, Sabtu (25/04/2026). Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., yang juga merupakan bagian dari keluarga besar alumni angkatan 1995. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai pimpinan lembaga, namun juga sebagai bentuk pengabdian kepada almamater yang telah membentuk karakter dan spiritualitasnya. Daftar Penerima Bantuan Stimulan Pendidikan Dalam suasana reuni yang penuh kekeluargaan, BAZNAS menyalurkan bantuan stimulan biaya pendidikan dengan total nilai Rp 5.000.000,-. Bantuan tersebut diberikan kepada lima orang siswa berprestasi yang membutuhkan dukungan finansial, dengan nominal masing-masing sebesar Rp 1.000.000,-. Adapun para penerima bantuan tersebut adalah: Tika (Sindang, Cikijing) Agung (Cimangguhilir, Bantarujeg) Dwi Khofifah (Cibeureum, Talaga) Sida Nurul (Kagok, Banjaran) Azmi (Jatipamor, Talaga) H. Agus Asri Sabana menjelaskan bahwa dana zakat, infaq, dan sedekah yang dikelola BAZNAS harus memberikan manfaat nyata bagi umat, khususnya di bidang pendidikan. "Alhamdulillah, bertepatan dengan momen silaturahmi angkatan 94, 95, dan 96 ini, BAZNAS dapat berkontribusi untuk membantu siswa-siswi MAN 1 Majalengka. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dititipkan para muzakki menjadi penyemangat bagi siswa untuk terus belajar tanpa harus terhambat kendala biaya," ujar H. Agus. Disaksikan Pimpinan Kemenag dan Para Guru Prosesi penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.PKIM., yang juga merupakan sosok guru yang sangat dihormati oleh para alumni. Kehadiran beliau menambah kekhidmatan acara yang mempertemukan guru dan murid lintas generasi tersebut. Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap dapat memicu semangat gotong royong di kalangan alumni untuk terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Majalengka. Langkah ini sejalan dengan visi "Majalengka Langkung Sae", di mana kesejahteraan masyarakat dibangun melalui sinergi berbagai pihak dan pengelolaan zakat yang profesional serta transparan. Acara penyerahan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan MAN 1 Majalengka dan keberkahan bagi para muzakki yang telah mempercayakan pengelolaan dananya melalui BAZNAS. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatMensejahterakanUmat #MANTalaga #ReuniAkbar #PendidikanMajalengka #AlumniPeduli
29/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I

Artikel Terbaru

BAZNAS Majalengka Bagikan Panduan Syar'i dan Tips Mengolah Daging Kurban Agar Empuk, Nikmat, dan Bernilai Ibadah
BAZNAS Majalengka Bagikan Panduan Syar'i dan Tips Mengolah Daging Kurban Agar Empuk, Nikmat, dan Bernilai Ibadah
MAJALENGKA, BAZNAS Menyambut momentum suci Hari Raya Idul Adha 1447 H yang penuh dengan cucuran rahmat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka secara resmi menerbitkan panduan komprehensif mengenai tata cara mengolah dan membakar daging kurban pada Kamis (28/05/2026). Langkah edukatif ini diinisiasi langsung di wilayah Kabupaten Majalengka guna memastikan seluruh lapisan masyarakat—khususnya para mustahik dan muzakki—dapat menikmati hidangan kurban dalam kondisi terbaik, sehat, sekaligus tetap bersandar pada adab-adab Islami yang menyentuh hati dan bernilai pahala di hadapan Allah SWT. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh tingginya antusiasme warga Majalengka dalam tradisi "nyate" atau membakar daging bersama keluarga dan tetangga selepas prosesi penyembelihan hewan kurban. Melalui rilis resmi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka tidak hanya menitikberatkan pada aspek kelezatan kuliner semata, melainkan mengedukasi umat agar memperlakukan daging kurban sebagai amanah ibadah yang suci, menjauhi perilaku tabzir (sia-sia), serta mempererat tali ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat demi mewujudkan visi daerah yang harmonis dan religius. Makna Keberkahan dan Syiar di Balik Daging Kurban Daging kurban yang didistribusikan merupakan simbol ketaatan seorang hamba dan manifestasi kepedulian sosial yang nyata. Oleh karena itu, mengolahnya dengan penuh rasa syukur adalah bagian dari syiar Islam. Allah SWT telah menegaskan pentingnya berbagi dan menikmati rezeki kurban ini dalam firman-Nya: “Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj: 28) Setiap tetes keringat dalam mempersiapkan hidangan untuk keluarga dan kaum dhuafa akan menjelma menjadi aliran berkah apabila diawali dengan niat yang ikhlas demi mengharap rida-Nya. Tahap Persiapan Syar'i Sebelum Proses Pembakaran Guna menghasilkan tekstur daging yang empuk dan higienis, BAZNAS Majalengka merangkum beberapa langkah teknis krusial yang wajib diperhatikan oleh masyarakat: Pemilihan Bagian Daging: Prioritaskan bagian daging yang memiliki serat halus dan sedikit lemak, seperti has dalam (tenderloin), paha, atau bagian iga segar agar proses pematangan berlangsung lebih cepat. Pemotongan yang Seragam: Potonglah daging dengan ukuran yang sama rata (tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis). Hal ini sangat memengaruhi tingkat kematangan agar tidak ada bagian yang gosong di luar namun masih mentah di dalam. Menjaga Kebersihan (Thaharah): Cuci daging seperlunya dengan air mengalir untuk membersihkan kotoran yang menempel tanpa menghilangkan sari daging alami. Ingatlah bahwa kebersihan adalah bagian tak terpisahkan dari iman. Rahasia Marinasi dan Teknik Bakar yang Sempurna Kunci utama dari kelezatan daging bakar terletak pada proses marinasi (perendaman bumbu). Campuran bumbu alami seperti bawang putih, ketumbar, merica, garam secukupnya, kecap manis, serta perasan jeruk nipis tidak hanya memperkaya rasa, tetapi juga berfungsi sebagai pengempuk alami dan penghilang aroma amis. Masyarakat disarankan mendiamkan daging yang telah dibumbui selama 1 hingga 3 jam di dalam wadah yang bersih. Saat proses pembakaran tiba, gunakanlah arang dari kayu keras berkualitas untuk mendapatkan bara api yang stabil dan aroma asap yang sedap. Hindari meletakkan tusukan daging terlalu dekat dengan bara api, dan baliklah daging secara berkala sembari mengoleskan sisa bumbu marinasi yang telah dicampur sedikit madu atau mentega. Langkah kecil ini memastikan hidangan kurban matang dengan sempurna dan menggugah selera. Menghindari Kesalahan Demi Menjaga Kemaslahatan Sebagai informasi latar belakang, BAZNAS Majalengka juga mengingatkan warga untuk menghindari beberapa kekeliruan fatal, seperti membakar daging langsung tanpa dimarinasi, menggunakan api yang terlalu besar karena ego ingin cepat matang, serta mengabaikan kebersihan alat panggangan. Kesalahan-kesalahan tersebut berpotensi merusak kualitas gizi daging kurban yang seharusnya menjadi berkah kesehatan bagi tubuh kita. Melalui panduan ini, diharapkan momentum Idul Adha di Kabupaten Majalengka dapat berjalan dengan penuh khidmat, membawa kebahagiaan yang merata, serta menguatkan semangat gotong royong antarwarga. Semoga setiap kunyahan daging kurban yang dinikmati oleh keluarga dan para fakir miskin menjadi saksi kebaikan kita di akhirat kelak. #MajalengkaLangkungSae #BAZNASMajalengka #IdulAdha1447H #KurbanBerkah #InfoMajalengka #TuntunanKurban #ZakatTumbuhBermanfaat
29/05/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Hari ke-12: Fase Transisi yang Menentukan
Hari ke-12: Fase Transisi yang Menentukan
Jika Ramadhan dibagi menjadi tiga bagian, maka hari ke-12 berada di awal fase kedua—fase Maghfirah (Ampunan). Setelah berhasil melewati 10 hari pertama yang penuh adaptasi fisik, tubuh kita biasanya sudah mulai "berdamai" dengan rasa lapar dan haus. Namun, secara psikologis, hari ke-12 sering kali menjadi titik jenuh. Masjid mulai sedikit lebih longgar dibanding malam pertama, dan daftar menu buka puasa tidak lagi menjadi obrolan utama. Justru di titik inilah, kualitas ibadah kita sedang diuji. Mengapa Hari ke-12 Spesial? Tubuh Mencapai Autofagi Optimal Secara biologis, memasuki pekan kedua, sel-sel tubuh sudah melakukan proses pembersihan diri (autofagi) dengan lebih efisien. Racun-racun mulai luruh, dan fokus energi tidak lagi habis untuk pencernaan, melainkan untuk regenerasi sel. Ujian Konsistensi (Istiqomah) Banyak orang bisa memulai dengan kuat, tapi hanya sedikit yang bisa menjaga ritme. Hari ke-12 adalah waktu yang tepat untuk menata ulang niat agar tidak sekadar "ikut arus" rutinitas. Menuju Malam-Malam Istimewa Ini adalah jembatan menuju sepuluh malam terakhir. Ibarat pelari maraton, hari ke-12 adalah saatnya mengatur napas agar tidak kelelahan sebelum mencapai garis finish. Tips Tetap "On Track" di Hari ke-12 Agar Ramadhan tidak terasa hambar di pertengahan jalan, coba lakukan beberapa hal ini: Variasi Ibadah: Jika mulai bosan dengan bacaan yang itu-itu saja, coba baca terjemahan atau tafsir singkat agar ada koneksi batin yang baru dengan Al-Qur'an. Sedekah Spontan: Lakukan satu kebaikan kecil yang tidak direncanakan hari ini. Memberi air mineral pada pengemudi ojek online atau berbagi takjil sederhana bisa memicu hormon kebahagiaan (dopamine) yang positif. Evaluasi Target: Lihat kembali checklist Ramadhan Anda. Jika ada yang bolong di 10 hari pertama, hari ke-12 adalah momen "balas dendam" terbaik untuk memperbaikinya. Refleksi Diri "Puasa bukan hanya soal memindahkan jam makan, tapi soal mengosongkan perut untuk mengisi ruang di hati." Sudahkah di hari ke-12 ini lisan kita lebih terjaga sesegar tenggorokan kita saat berbuka nanti? Ramadhan masih panjang, namun setiap detiknya terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja.
02/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Integritas di Dunia Kerja: Melampaui Slogan, Menghapus "Korupsi Halus"
Integritas di Dunia Kerja: Melampaui Slogan, Menghapus "Korupsi Halus"
Di era profesionalisme modern yang serba cepat, kata "integritas" seringkali hanya berakhir sebagai hiasan di dinding kantor atau slogan di laman situs perusahaan. Padahal, esensi integritas yang sesungguhnya bukan terletak pada kepatuhan formalitas, melainkan pada kejujuran yang dibawa dari meja makan keluarga hingga ke meja kerja. Integritas berarti memutuskan untuk berhenti melakukan "korupsi halus"—tindakan-tindakan kecil yang dianggap lumrah namun perlahan mengikis kepercayaan publik dan profesionalisme. Baik bagi Gen-Z yang menjunjung tinggi fleksibilitas, maupun para pemegang amanah jabatan yang memiliki tanggung jawab besar, integritas adalah komitmen tanpa kompromi pada tiga aspek utama: 1. Kejujuran terhadap Waktu Fleksibilitas dalam bekerja (seperti WFA atau remote working) adalah privilese, bukan celah untuk "korupsi waktu". Menjadi integritas berarti tetap produktif meski tanpa pengawasan fisik. Tidak ada lagi alasan "lemas" atau urusan pribadi yang dijadikan tameng untuk melakukan ghosting terhadap tanggung jawab. Menghargai waktu kantor adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap hak orang lain dan perusahaan yang telah memberikan kepercayaan. 2. Amanah dalam Menjaga Aset dan Prosedur Amanah bukan sekadar menjaga barang fisik, tetapi juga menjaga marwah jabatan. Ini mencakup penggunaan aset kantor sesuai peruntukannya, menjauhi segala bentuk suap atau gratifikasi, dan bekerja tegak lurus sesuai prosedur (SOP). Fondasi dari sikap ini bukanlah rasa takut terhadap teguran atasan atau audit lembaga, melainkan kesadaran spiritual yang mendalam. Kita bekerja dengan prinsip bahwa setiap ketikan jari dan setiap keputusan yang diambil selalu berada dalam pengawasan-Nya. Kesadaran bahwa Allah selalu "online" memantau adalah kontrol internal yang jauh lebih efektif daripada kamera CCTV tercanggih sekalipun. 3. Budaya Silih Emutan: Kearifan Lokal untuk Profesionalisme Integritas tidak harus dijalankan dalam kesunyian. Kita bisa mengadopsi nilai luhur Silih Emutan—budaya saling mengingatkan yang menjadi ciri khas masyarakat Majalengka. Dalam lingkungan kerja, budaya ini diterjemahkan sebagai keberanian untuk saling menegur dalam kebaikan (reminding each other) antar rekan sejawat. Ketika ada rekan yang mulai melenceng dari jalur, kita tidak mendiamkan, melainkan merangkul dan mengingatkan agar tetap di jalur yang benar. Dengan Silih Emutan, lingkungan kerja akan menjadi ekosistem yang sehat, di mana setiap individu menjadi penjaga bagi integritas rekannya. Kesimpulan Membangun dunia kerja yang bersih dimulai dari mematikan bibit-bibit korupsi kecil dalam diri kita sendiri. Dengan membawa nilai kejujuran dari rumah ke tempat usaha, kita tidak hanya menjadi pekerja yang kompeten, tetapi juga insan yang bermartabat. Mari jadikan integritas sebagai identitas, bukan sekadar tugas.
01/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I

BAZNAS TV