Berita Terbaru
Apresiasi Capaian Pemkab Majalengka, BAZNAS Komitmen Dukung Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka atas diraihnya penghargaan dari Pikiran Rakyat sebagai “Institusi Pemerintah Daerah Peduli Tata Kelola Lingkungan.”
Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti nyata atas komitmen kolektif jajaran pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan ekosistem lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Capaian ini sekaligus mempertegas langkah nyata menuju visi Majalengka yang Langkung SAE.
Selaras dengan Visi Nasional dan Program Daerah
Keberhasilan ini dinilai sangat relevan dengan arah kebijakan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Di tingkat lokal, visi tersebut diimplementasikan secara konsisten oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui program unggulan GEBER JUM’AT (Gerakan Bersih-Bersih dan Berkah di Hari Jum’at).
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyatakan bahwa sinergi antara pengelolaan lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan adalah kunci keberkahan daerah.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Pemerintah Kabupaten Majalengka. Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras dan gotong royong seluruh pihak. BAZNAS Majalengka akan terus berdiri beriringan dengan pemerintah untuk memastikan lingkungan tetap terjaga melalui dukungan program-program berbasis pemberdayaan dan kepedulian masyarakat," ungkap H. Agus Asri Sabana.
Peran Aktif BAZNAS dalam Pelestarian Lingkungan
Sebagai lembaga non-struktural, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen mengintegrasikan program pendayagunaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) dengan upaya pelestarian lingkungan. Beberapa langkah strategis yang dijalankan meliputi:
Aksi Kebersihan Lingkungan: Melibatkan Para Amilin , relawan dalam menjaga kebersihan fasilitas umum dan tempat ibadah secara berkala.
Pengelolaan Sampah: Mendorong edukasi pengelolaan limbah domestik untuk meminimalisir dampak lingkungan di tingkat internal kantor dan keluarga.
Pengelolaan Zakat Profesional: Memastikan dana umat dikelola secara transparan untuk kesejahteraan masyarakat, yang mencakup aspek kesehatan lingkungan hidup.
Ajakan Gotong Royong
Melalui momentum prestasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi mendatang.
Mari bersama-sama kita jaga bumi, mulai dari langkah kecil di lingkungan sendiri, demi terwujudnya Majalengka yang semakin bersih, nyaman, dan Langkung SAE.
#IndonesiaASRI #GeberJumat #BAZNASMajalengka #SaekeunMajalengka #LingkunganHidup #AgusAsriSabana
BERITA25/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Kolaborasi Program Prioritas Presiden Bersama Mensos RI di GGM Talaga Manggung
MAJALENGKA, BAZNAS Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menghadiri kegiatan strategis bertajuk "Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Kabupaten Majalengka". Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Talaga Manggung pada Jumat sore, 24 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Ibu Noneng Komara Nengsih, S.E., M.A.P., Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Apresiasi Sekolah Rakyat dan Kemandirian Ekonomi
Acara dibuka dengan penampilan memukau paduan suara siswa-siswi Sekolah Rakyat Majalengka yang menunjukkan metode pengajaran inovatif. Dalam sambutannya, Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial.
"Kami sangat berterima kasih karena Majalengka terpilih sebagai lokasi Sekolah Rakyat Rintisan dari 164 sekolah di seluruh Indonesia. Ini adalah wujud nyata perhatian terhadap peningkatan kualitas SDM di daerah kita," ujar Bupati Eman.
Transformasi Data dan Labelisasi Penerima Bansos
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah berani Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mengentaskan kemiskinan, salah satunya melalui program labelisasi rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sempat viral. Langkah ini dinilai efektif mendorong graduasi mandiri bagi masyarakat yang sudah mampu.
Gus Ipul juga menekankan pentingnya akurasi data melalui Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan bantuan sosial sangat bergantung pada dedikasi operator data di tingkat desa.
"Bantuan sosial harus tepat sasaran agar keluarga penerima bisa 'naik kelas'. Inilah tugas kita bersama untuk memastikan tidak ada lagi the invisible people atau warga membutuhkan yang luput dari pendataan," tegas Mensos.
Tinjau SRMP 34 Majalengka
Usai kegiatan di GGM, rombongan bertolak meninjau Sekolah Rakyat Majalengka (SRMP 34). Di sana, Gus Ipul menyaksikan perubahan karakter siswa yang lebih disiplin dan percaya diri. Selain berdialog dengan siswa seperti Zeni Indriyani dan Muhammad Rega Ardiansyah, rombongan juga menyaksikan simulasi pembelajaran matematika berbahasa Inggris serta pidato dalam bahasa Arab dan Inggris.
Peran BAZNAS dalam Kolaborasi Program
Kehadiran Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam acara ini menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan Pusat. Sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Majalengka siap mendukung penguatan data kemiskinan dan program pemberdayaan ekonomi guna mewujudkan masyarakat Majalengka yang lebih mandiri dan sejahtera.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #KemensosRI #GusIpul #SekolahRakyat #PemberdayaanEkonomi #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaBertaqwa
BERITA24/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Sinergi Membangun Pendidikan, BAZNAS Majalengka Hadiri KONKERKAB I PGRI Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA BAZNAS Kabupaten Majalengka menghadiri kegiatan Konferensi Kerja Kabupaten (KONKERKAB) I PGRI Kabupaten Majalengka yang digelar pada Jumat, 24 April 2026. Acara yang bertempat di Gedung Aula PGRI Kabupaten Majalengka ini mengusung tema besar “PGRI Penggerak Inovasi dan Kreativitas Menuju Majalengka Langkung SAE”.
Hadir mewakili pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka, Wakil Ketua IV, Drs. H. Idi Purnama, M.M., bergabung bersama jajaran tokoh penting daerah, di antaranya Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Kepala Dinas Pendidikan, Kabag BKPSDM, Ketua PGRI Kabupaten Majalengka, serta Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jawa Barat.
Kolaborasi untuk Kemanfaatan Luas
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Majalengka mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari BAZNAS terhadap berbagai program PGRI. Kehadiran BAZNAS dalam forum strategis ini dipandang sebagai simbol energi kolaboratif yang mempertegas bahwa kiprah PGRI tidak hanya terbatas pada internal organisasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jawa Barat menekankan bahwa kekuatan sebuah organisasi terletak pada jejaringnya. "Kita tidak akan besar jika merasa bisa sendiri, namun insyaAllah kita akan besar jika kita berkolaborasi," ujarnya.
Arahan Bupati Majalengka
Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., saat membuka acara secara resmi, menyampaikan arahannya mengenai pilar organisasi yang kuat. Beliau menekankan pentingnya sarana penunjang, program kerja yang terukur, SDM yang mumpuni, serta dukungan anggaran yang efektif.
Lebih lanjut, Bupati berharap PGRI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal visi Majalengka Langkung SAE, khususnya pada sektor peningkatan kualitas pendidikan di Bumi Sindangkasih.
Komitmen BAZNAS dalam Bidang Pendidikan
Melalui kehadiran di KONKERKAB I ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka kembali menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan organisasi profesi seperti PGRI. BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung program-program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, memastikan dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola untuk mewujudkan Majalengka yang lebih maju dan sejahtera.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #PGRIMajalengka #KolaborasiKebaikan #ZakatUntukPendidikan #KonkerkabIPGRI #MajalengkaSejahtera
BERITA24/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Upaya Mengetuk Pintu Langit Melalui Kebersihan: BAZNAS Majalengka Gelar Aksi GeBer Jumat
MAJALENGKA, BAZNAS Pagi yang cerah di hari Jumat, 24 April 2026, suasana di kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka tampak berbeda. Seluruh jajaran Komisioner, Dewan Pengawas, hingga staf amilin berkumpul dengan semangat gotong royong dalam agenda Gerakan Bersih-bersih Jumat (GeBer Jumat).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini difokuskan pada pembersihan area halaman timur hingga bagian belakang kantor BAZNAS. Aksi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung program pembangunan daerah serta menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan terawat dengan baik.
Sinergi Lintas Sektoral Menuju Majalengka Langkung Sae
Program GeBer Jumat merupakan inisiasi Pemerintah Kabupaten Majalengka yang kini telah mencapai puluhan chapter. Program ini menyasar berbagai titik fasilitas umum dan area sungai yang memerlukan penanganan kebersihan ekstra.
BAZNAS Majalengka hadir sebagai bagian dari kolaborasi lintas dinas—bersinergi dengan BKPSDM, DLH, Disdik, dan Puskesmas—guna mewujudkan visi Majalengka yang Langkung Sae, khususnya dalam aspek kebersihan lingkungan dan penguatan ikatan kebersamaan antarinstansi.
Makna Spiritual: Kebersihan Sebagian dari Iman
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, yang turut terjun langsung memangkas dahan pohon di sekitar kantor, menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam program ini memiliki dimensi teologis dan sosiologis yang mendalam.
"Bagi kami di BAZNAS, Geber Jumat bukan sekadar menyapu jalan atau memungut sampah. Ini adalah pengejawantahan dari nilai An-Nazhafatu Minal Iman (Kebersihan adalah sebagian dari iman). Kami ingin memastikan kehadiran BAZNAS membawa dampak nyata pada kelestarian lingkungan," ujar H. Agus.
Beliau menekankan tiga esensi utama dari kegiatan ini:
Manifestasi Zakat dalam Lingkungan: Sebagaimana zakat menyucikan harta, gotong royong ini adalah upaya menyucikan ruang publik dari polusi dan potensi bencana.
Penguatan Silaturahmi: Aksi fisik di lapangan mencairkan sekat birokrasi, mempererat interaksi antara lembaga pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat.
Kepedulian Sosial Berkelanjutan: Lingkungan yang bersih meningkatkan kesehatan masyarakat, yang secara langsung membantu meringankan beban sosial-ekonomi para mustahik.
Komitmen untuk Kemaslahatan Umat
H. Agus juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka atas konsistensi menjaga program ini. BAZNAS menyatakan kesiapannya untuk selalu bersinergi dalam setiap langkah yang bertujuan bagi kemaslahatan umat.
"Kami berharap gerakan ini menginspirasi masyarakat agar tumbuh kesadaran mandiri dalam menjaga keasrian lingkungan. Bersih lingkungannya, berkah hidupnya," pungkas beliau.
Aksi bersih-bersih ini diakhiri dengan evaluasi singkat dan ramah tamah antar-amilin, memperkuat soliditas internal BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Majalengka.
#BAZNASMajalengka #GeberJumat #MajalengkaAsri #ZakatMensejahterakan #KebersihanLingkungan #GotongRoyong #JumatBerkah
BERITA24/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Optimalkan Layanan Digital, BAZNAS Majalengka dan BSI Lakukan Aktivasi CUZ
MAJALENGKA BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen meningkatkan efisiensi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui transformasi digital. Bertempat di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka Lantai 2, telah dilaksanakan agenda aktivasi CUZ (Centralized Ummah Zeal) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Majalengka pada hari ini, Jumat (24/04).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kesekretariatan BAZNAS Majalengka, didampingi oleh Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail. Sementara itu, pihak Bank BSI Cabang Majalengka hadir untuk memandu secara teknis proses aktivasi fitur layanan perbankan syariah terintegrasi tersebut.
Sinergi Strategis untuk Transparansi
Aktivasi layanan CUZ BSI ini bertujuan untuk menyelaraskan sistem keuangan BAZNAS dengan platform perbankan digital guna mempermudah proses rekonsiliasi data dan transaksi secara real-time.
"Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat ekosistem digital di lingkungan BAZNAS Majalengka. Dengan sistem yang terintegrasi, kita berharap layanan kepada muzaki maupun penyaluran kepada mustahik menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel," ujar Kepala Kesekretariatan di sela-sela kegiatan.
Mendorong Kemudahan Berzakat
Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail menambahkan bahwa kolaborasi ini akan sangat mendukung performa penghimpunan dana di ranah retail. Penggunaan teknologi perbankan yang mutakhir diharapkan mampu memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat Majalengka dalam menunaikan kewajiban ZIS melalui kanal-kanal digital yang tersedia.
Dengan adanya aktivasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka dan BSI Cabang Majalengka sepakat untuk terus bersinergi dalam menggerakkan ekonomi syariah di wilayah Kabupaten Majalengka, demi kemaslahatan umat.
#BAZNAS #BAZNASMajalengka #BSIMajalengka #ZakatDigital #AktivasiCUZ #EkonomiSyariah #MajalengkaLangkungSae #ZakatTumbuhBermanfaat #PengelolaanZIS
BERITA24/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Kolaborasi Strategis: Ketua BAZNAS Majalengka Dampingi Mensos Gus Ipul dan Bupati Eman Tinjau SRMP 34
MAJALENGKA, BAZNAS – Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., turut hadir mendampingi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Bupati Majalengka, Eman Suherman, dalam kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Model Persatuan (SRMP) 34 Majalengka pada Jumat (24/4).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda strategis bertajuk "Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Kabupaten Majalengka". Kehadiran BAZNAS dalam momentum ini menegaskan peran penting lembaga zakat dalam mendukung penguatan SDM dan pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Transformasi Karakter Siswa
Dalam tinjauannya, Mensos Gus Ipul memberikan apresiasi tinggi terhadap perubahan nyata pada karakter siswa SRMP 34. Ia menyaksikan bagaimana nilai-nilai disiplin dan tata krama telah menjadi budaya sehari-hari, mulai dari kebiasaan sederhana seperti berdoa sebelum beraktivitas hingga tata cara makan yang tertib.
"Kami melihat ada perubahan perilaku yang luar biasa. Siswa menjadi lebih disiplin dan tertib. Ini membuktikan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya soal akademik, tapi juga pembentukan karakter," ujar Gus Ipul.
Harapan Baru bagi Anak Putus Sekolah
Kehadiran SRMP 34 menjadi secercah harapan bagi anak-anak di Kabupaten Majalengka. Zeni Indriyani (14), salah satu siswi, mengungkapkan kegembiraannya bisa bersekolah kembali. Hal senada dirasakan oleh Muhammad Rega Ardiansyah (17), yang sempat putus sekolah selama dua tahun, namun kini merasa bangga bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat untuk mengejar cita-citanya.
Sinergi Menuju Kemandirian Ekonomi
Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyatakan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam kolaborasi program prioritas presiden ini adalah wujud nyata komitmen lembaga dalam membangun SDM yang unggul di Majalengka. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan para siswa kelak mampu menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi keluarga dan daerah.
Kunjungan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan bakat siswa, seperti pidato dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, paduan suara, serta simulasi pembelajaran Matematika dalam Bahasa Inggris oleh Guru Dinda Rani Saputri.
Sinergi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Majalengka, dan BAZNAS ini diharapkan terus berlanjut demi memastikan tidak ada lagi anak di Majalengka yang putus sekolah.
#BAZNASMajalengka #AgusAsriSabana #GusIpul #BupatiMajalengka #EmanSuherman #SRMP34 #KemandirianEkonomi #SDMUnggul #SekolahRakyat #MajalengkaLangkungSae #ZakatUntukPendidikan
BERITA24/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menemukan Solusi di Balik Kalam Ilahi: Al-Qur’an sebagai Sumber Motivasi dan Penawar Jiwa
MAJALENGKA Dalam mengarungi samudera kehidupan, manusia seringkali dihadapkan pada badai persoalan yang seolah tak kunjung usai. Bagi sebagian masyarakat modern, kebahagiaan terasa seperti bayang-bayang yang sulit digapai. Dada terasa sesak, pikiran kalut, dan masalah datang bertubi-tubi layaknya bola salju yang kian membesar. Namun, di tengah keputusasaan tersebut, seringkali kita lupa bahwa ada satu sumber kekuatan yang tak tertandingi: Al-Qur’anul Karim.
Lebih dari Sekadar Kata Motivasi
Banyak manusia mencari ketenangan melalui buku-buku pengembangan diri atau pelatihan motivasi yang menjanjikan kesuksesan instan. Namun, Al-Qur’an menawarkan sesuatu yang jauh melampaui itu. Ia bukan sekadar deretan kata penyemangat, melainkan Kalam Ilahi yang berisi janji pasti dan solusi mumpuni bagi setiap persoalan hamba-Nya.
Sejak diturunkan 1400 tahun silam hingga sangkakala ditiup kelak, mukjizat Al-Qur’an tetap abadi. Kehebatannya dalam menyentuh relung jiwa tidak akan pernah bisa ditandingi oleh karya manusia manapun.
Kisah Nabi Yusuf: Pelajaran Tentang Harapan dan Tawakal
Al-Qur’an dipenuhi dengan lembar sejarah yang sarat inspirasi. Salah satu yang paling menggetarkan hati adalah kisah Nabi Yusuf AS. Bayangkan seorang anak kecil yang dibuang ke dalam sumur tua yang dalam, sempit, dan gelap di tengah padang pasir oleh saudara-saudaranya sendiri.
Secara logika manusia, mungkin tidak ada jalan keluar. Namun, Yusuf AS memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh mereka yang berputus asa: Iman dan Ilmu.
Ilmu: Keyakinan yang diajarkan ayahnya, Nabi Ya’qub AS, bahwa Allah SWT selalu membersamai hamba-Nya.
Solusi: Tawakal yang total dan doa yang tak putus.
Hasilnya? Allah menggerakkan hati rombongan musafir untuk menurunkan timba ke sumur tersebut. Sebuah skenario langit yang membuktikan bahwa di balik kesulitan yang menghimpit, selalu ada jalan keluar yang terang benderang bagi mereka yang yakin.
Mengapa Pertolongan Terasa Jauh?
Seringkali muncul gugatan dalam hati ketika ujian datang: "Dimana pertolongan Allah?". Tanpa disadari, rupanya kita sendirilah yang menjauhi sumber pertolongan itu.
Mushaf yang Berdebu: Al-Qur’an hanya tersimpan di lemari tanpa pernah dibuka, apalagi dipelajari maknanya.
Haus Duniawi: Sibuk mengejar harta dan jabatan namun mengabaikan urusan agama. Ibarat meminum air laut, semakin dikejar, semakin haus pula jiwa ini.
Lalai Shalat: Padahal shalat adalah sarana komunikasi paling efektif untuk mengadukan setiap beban hidup kepada Sang Pencipta.
Kesimpulan: Kembali ke Cahaya Al-Qur’an
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Bahwa sabar yang disertai iman niscaya sanggup menyelesaikan masalah. Ilmu yang berkah bukan sekadar teori di kepala, melainkan keyakinan yang menghujam di dada.
Jangan biarkan jiwa kering dan fisik letih hanya untuk mengejar fatamorgana dunia. Mari hiasi hari-hari dengan tilawah, tadabbur, dan amal shaleh. Karena sungguh, Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang bersandar pada-Nya.
Zakat, Infak, dan Sedekah adalah salah satu bentuk syukur dan pengamalan isi Al-Qur’an. Salurkan kepedulian Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk membantu sesama yang membutuhkan.
#BAZNASMajalengka #AlQuranMotivasi #InspirasiIslam #KisahNabiYusuf #SolusiHidup #Tawakal #ZakatMensejahterakan #MajalengkaReligius
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ilmu, Harta, dan Senjata sang Pendekar: Mengapa Beraksi Lebih Utama daripada Sekadar Memiliki?
MAJALENGKA – Dalam kitab legendarisnya, Ayyuhal Walad, Hujjatul Islam Imam al-Ghazali memberikan sebuah perumpamaan yang sangat mendalam bagi kita semua. Beliau mengisahkan seorang pendekar yang ahli bela diri, lengkap dengan persenjataan di sekujur tubuhnya, namun hanya terpaku mematung saat dikepung kawanan binatang buas di tengah hutan.
Pertanyaannya: Apa gunanya ilmu dan senjata sang pendekar jika tidak digunakan untuk membela diri?
Narasi ini menjadi pengingat tajam bagi kita dalam menjalani kehidupan, baik dalam konteks menuntut ilmu maupun dalam mengelola harta kekayaan.
Ilmu Tanpa Amal: Pohon Tanpa Buah
Seringkali kita terjebak pada ambisi mengumpulkan gelar, wawasan, dan teori, namun lupa pada esensi utamanya: Penerapan. Sebuah pepatah Arab masyhur menyebutkan:
“Al-ilmu bi la amalin ka syajaratin bi la tsimar.” (Ilmu tanpa amal ibarat pohon yang tidak berbuah).
Ilmu sejatinya hanyalah perantara (wasilah), bukan tujuan akhir. Jika seseorang merasa cukup hanya dengan memiliki ilmu tanpa pernah memanfaatkannya untuk kemaslahatan sesama, maka kerja kerasnya mengejar ilmu tersebut nyaris kehilangan makna. Bukti nyata dari manfaat ilmu adalah lahirnya kepedulian dan kepekaan sosial.
Harta dan Potensi: Koleksi atau Kontribusi?
Analogi "pendekar yang mematung" juga berlaku bagi pemilik harta. Dalam pandangan Al-Qur'an, manusia yang hanya memikirkan kepuasan pribadi—urusan perut dan kesenangan duniawi semata—diserupakan dengan binatang ternak. Mereka merasa segala pencapaian adalah mutlak karena kerja keras sendiri tanpa ada tanggung jawab sosial di dalamnya.
Bagi orang beriman, fitrah manusia adalah hidup berjamaah dalam bingkai ukhuwah imaniah. Kita belajar dari para sahabat Rasulullah SAW:
Abu Hurairah RA: Tidak memiliki harta, namun namanya abadi karena dedikasi ilmunya.
Abdurrahman bin Auf RA: Kekayaannya melimpah, namun ia gunakan sebagai "senjata" untuk dakwah, jihad, dan jaminan sosial.
Amru bin Jamuh & Abdullah bin Ummi Maktum RA: Meski memiliki keterbatasan fisik, mereka menorehkan prestasi melalui pengabdian yang nyata.
Menebar Manfaat Melalui Zakat dan Sedekah
Di Kabupaten Majalengka, spirit "pendekar yang beraksi" inilah yang ingin kita bangun bersama. BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir sebagai wadah bagi para "pendekar" masa kini—yakni para muzaki dan munfik—agar ilmu dan harta yang dimiliki tidak hanya menjadi koleksi yang dipamerkan, melainkan senjata yang digunakan untuk mengentaskan kemiskinan dan menolong sesama.
Takaran kemuliaan manusia tidak dilihat dari apa yang ia tumpuk, melainkan dari kadar iman dan kemanfaatannya bagi orang lain. Mari kita fungsikan "senjata" kita. Jangan biarkan ilmu dan harta kita membeku tanpa makna.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berkah.
#BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #ImamAlGhazali #InspirasiIslami #MajalengkaLangkungSae #AmalNyata #ZakatPilihanPertama
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Hidayah adalah Hak Prerogatif Allah: Belajar dari Kesedihan Rasulullah SAW
MAJALENGKA, BAZNAS – Dalam perjalanan dakwahnya, Nabi Muhammad SAW pernah merasakan duka yang sangat mendalam. Sebuah fragmen sejarah yang menggetarkan jiwa terjadi saat paman beliau, Abu Thalib, berpulang ke hadirat Ilahi. Sosok yang menjadi tameng dan pelindung dakwah Nabi sejak kecil itu wafat tanpa sempat mengucapkan kalimat tauhid di penghujung usianya.
Kesedihan Nabi bukan tanpa alasan. Sebagai manusia terbaik, beliau telah mengupayakan segala daya dan bujukan agar orang terkasihnya meraih keselamatan hakiki di akhirat. Namun, takdir berkata lain. Peristiwa ini menjadi momentum turunnya penghibur lara dari Allah SWT melalui lisan firman-Nya:
“Sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya...” (QS. Al-Qashash: 56).
Makna di Balik Ketetapan Ilahi
Ayat ini bukan sekadar pelipur lara bagi Rasulullah, melainkan pelajaran bagi seluruh umat manusia, khususnya bagi kita di Kabupaten Majalengka. Hikmah dari kisah ini mengajarkan bahwa tugas manusia hanyalah berikhtiar dan bekerja secara maksimal, sementara hasil akhir sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah Yang Maha Bijak.
Dalam konteks kehidupan sosial dan beragama, seringkali manusia merasa frustrasi ketika realitas tidak sejalan dengan ekspektasi. Orang yang jauh dari agama cenderung menyalahkan keadaan, bahkan mempertanyakan takdir saat rencana hebatnya gagal di tengah jalan. Namun bagi seorang Mukmin yang berilmu, setiap ketetapan Allah—baik pahit maupun manis—adalah warna-warni pelangi yang membangun keindahan jiwa.
Zakat sebagai Manifestasi Tawakal dan Syukur
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam berbagai kesempatan senantiasa menekankan bahwa pengabdian melalui zakat, infak, dan sedekah adalah bentuk nyata dari pengakuan akan kelemahan manusia di hadapan Sang Khalik.
"Kita berusaha mengentaskan kemiskinan dan membantu sesama di Majalengka dengan ilmu dan kompetensi yang kita miliki. Namun, kita tetap bersujud dan memohon hidayah serta keberkahan dari Allah agar setiap ikhtiar kita membuahkan kemaslahatan bagi umat," tuturnya.
Belajar dari Imam Zarnuji dalam kitab Ta’lim Muta’allim, jangan sampai ilmu yang kita kejar justru membuat kita haus akan ego dan merasa paling benar. Ilmu seharusnya membawa kita pada sifat sabar saat diuji dan syukur saat diberi kelimpahan.
Kesimpulan: Menjadi Mukmin yang Beruntung
Sesuai pesan Rasulullah SAW, seorang Mukmin adalah pribadi yang paling beruntung. Jika mendapatkan kesenangan ia bersyukur, dan jika ditimpa kesulitan ia bersabar. Keduanya menjadi ladang pahala yang tak terputus.
Mari kita jadikan setiap dinamika kehidupan di Kabupaten Majalengka ini sebagai sarana untuk memperkuat iman. Sebagaimana pelangi yang hanya muncul setelah hujan, kebahagiaan sejati hanya akan lahir setelah kita melewati berbagai ujian dengan penuh ketaatan kepada Allah SWT.
#BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #Hidayah #MajalengkaLangkungSae
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengobati Sariawan Hati: Menemukan Kembali Kelezatan Berislam
MAJALENGKA Makanan dan minuman selezat apa pun tidak akan bisa dinikmati jika mulut dipenuhi luka sariawan. Alih-alih merasakan kelezatan, setiap suapan justru menjadi siksaan yang menyakitkan. Begitulah perumpamaan lezatnya sajian syariat Islam; ia tidak mungkin dinikmati oleh hati yang sedang mengalami ‘sariawan’.
Hati yang dilanda sariawan spiritual akan merasakan setiap aturan Allah sebagai beban. Larangan-Nya dianggap sebagai tembok penjara, sementara perintah-Nya seperti beban berat yang mematahkan punggung. Larangan mengumbar aurat dinilai sebagai penindasan, dan shalat lima waktu dianggap sebagai gangguan di tengah kesibukan harian yang menggunung.
Lantas, bagaimana cara mengobatinya? Mengutip naskah dari kitab Ihya’ ‘Ulumiddin, zahid termasyhur Sahl al-Tustari (w. 283 H) memberikan empat resep utama untuk mencapai hakikat iman dan menyembuhkan "sariawan hati" tersebut:
1. Melaksanakan yang Fardhu Sesuai Sunnah
Kewajiban dalam Islam sebenarnya telah ditakar sedemikian tepat agar tidak memberatkan (QS. Al-A’raf: 157). Ibadah menjadi berat biasanya karena kesalahan praktik, seperti menunda-nunda waktu atau terjebak dalam rasa was-was (ekstrem dalam bersuci/niat). Cobalah shalat tepat waktu, dan rasakan betapa lapangnya waktu setelahnya untuk aktivitas lain.
2. Bersikap Wara’ dalam Konsumsi
Wara’ adalah sikap hati-hati menjaga diri dari yang syubhat (samar) agar tidak terjatuh pada yang haram. Makanan haram, baik dari zat maupun cara mendapatkannya, akan membuat organ tubuh "memberontak" saat diajak menaati Allah. Sahl al-Tustari berpesan: "Siapa memakan yang haram niscaya organ-organ tubuhnya akan bermaksiat, entah dia mau atau tidak."
3. Menjauhi Maksiat Lahir dan Batin
Di era gempuran informasi dan visual saat ini, menjaga mata dan hati dari kemaksiatan menjadi tantangan besar. Namun, sebagai Muslim yang hidup di zaman ini, kita dituntut berjuang semaksimal mungkin menjalankan amar ma’ruf nahi munkar serta memohon perlindungan Allah dari godaan yang merusak keimanan.
4. Sabar Hingga Akhir Hayat
Sabar adalah bekal hidup yang paling melimpah. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada karunia yang lebih baik dan lebih lapang bagi seseorang selain kesabaran. Konsistensi dalam berislam memerlukan nafas panjang kesabaran sampai maut menjemput.
Melalui momentum ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali membenahi cara berislam kita. Dengan hati yang sehat, setiap amal ibadah—termasuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah—tidak akan lagi terasa sebagai beban, melainkan sebuah kenikmatan dan kebutuhan rohani yang menyejukkan.
Semoga Allah SWT menyembuhkan hati-hati kita yang sedang "sariawan" dan membimbing kita menuju keistiqomahan.
#BAZNASMajalengka #SariawanHati #TausiyahIslam #ZakatMenyucikanHati #MajalengkaLangkungSae #HikmahIslam #SahlAlTustari
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Misteri Terkabulnya Doa: Menemukan Perantara Langit Melalui Kebaikan untuk Sesama
MAJALENGKA Demi terkabulnya sebuah doa dan pengharapan, manusia terkadang bersedia melakukan apa saja. Ada yang menempuh jalan lurus sesuai syariat, namun tidak sedikit yang tanpa sadar justru terjerumus dalam praktik-praktik yang mendekati kemaksiatan karena desakan hajat yang tinggi.
Fenomena ini sering kita jumpai. Ada yang rela menempuh perjalanan jauh demi mendatangi makam-makam, melarung sesaji ke sungai, hingga menyerahkan "mahar" kepada oknum-oknum tertentu dengan harapan keinginan mereka lekas terkabul. Padahal, urusan doa adalah perkara gaib yang mutlak menjadi hak prerogatif Allah SWT.
Faktor Kebersihan Jiwa dan Rasa Percaya Diri
Terkabulnya doa ditentukan oleh banyak faktor. Salah satu yang terpenting adalah sosok yang berdoa—terkait kebersihan jiwanya, ketaatannya, serta kedekatannya dengan Allah SWT.
Seringkali, seseorang merasa kurang percaya diri dengan kualitas ibadahnya sehingga mereka mencari perantara (wasilah). Namun, berhati-hatilah, sebab wasilah ada yang bersifat syar’i dan ada pula yang dilarang. Meminta kepada mereka yang telah wafat, bahkan kepada para Nabi sekalipun saat ini, tentu tidak relevan karena mereka telah menyelesaikan tugas dunianya.
Strategi Langit: Melibatkan Doa Malaikat
Jika kita merasa membutuhkan perantara yang pasti dekat dengan Allah dan terjamin kemaksumannya, syariat sebenarnya telah menunjukkan jalannya. Perantara itu adalah para Malaikat.
Pertanyaannya, bagaimana cara agar Malaikat mendoakan kita? Jawabannya ada pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah ? bersabda:
“Doa seorang muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu pasti dikabulkan (mustajabah). Di sisi kepalanya ada seorang malaikat yang dikirim mendampinginya. Setiap kali orang itu mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang mendampinginya itu akan berkata: Aamiin (ya Allah, kabulkanlah!), dan untukmu hal yang serupa.”
Mendoakan Orang Lain adalah Cara Menolong Diri Sendiri
Inilah rahasia besar dalam berdoa. Ketika Anda mendoakan agar rekan Anda mendapatkan kelaparan rezeki, kesehatan, atau kelancaran urusan tanpa ia ketahui, maka makhluk yang tidak pernah bermaksiat kepada Allah—yakni Malaikat—akan mengaminkan doa tersebut untuk Anda.
Secara logika spiritual, mendoakan orang lain adalah cara tercepat untuk mendapatkan bantuan langit. Anda mendoakan manusia biasa, namun Anda sendiri didoakan oleh penghuni langit.
Penutup: Syukuri dan Berbagi
Di BAZNAS Kabupaten Majalengka, kami meyakini bahwa salah satu bentuk mendoakan saudara adalah melalui kepedulian nyata. Dengan berzakat, berinfak, dan bersedekah, kita secara tidak langsung mendoakan kesejahteraan para mustahik. Doa tulus dari mereka yang terbantu, ditambah kesaksian para malaikat atas kebaikan Anda, adalah kunci pembuka pintu-pintu langit.
Mari kita biasakan mendoakan kebaikan bagi sesama muslim tanpa perlu mereka ketahui. Karena dengan mengangkat derajat saudara kita dalam doa, Allah akan mengangkat derajat kita melalui lisan para malaikat-Nya.
Sumber: Redaksi BAZNAS Kabupaten Majalengka
#BAZNAS #Majalengka #ZakatMensejahterakan #ThePowerOfDoa #MalaikatMendoakan #SpiritualitasIslam #InfoMajalengka #ZakatPemberdayaan
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memaknai Kebodohan dan Adab Menghadapinya Menurut Al-Qur'an
MAJALENGKA Seringkali kita menyempitkan makna "bodoh" hanya sebatas kurangnya pendidikan formal. Namun, merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), meski bodoh berarti tidak memiliki pengetahuan, realitas kehidupan menunjukkan dimensi yang lebih luas. Kebodohan sejati tidak selalu berkorelasi dengan ijazah atau gelar akademik. Seorang yang bergelar Doktor sekalipun dapat terjebak dalam "kebodohan" jika ia kehilangan attitude (perilaku) dan akhlak yang mulia.
Kebodohan dalam Perspektif Al-Qur'an
Kebodohan erat kaitannya dengan penolakan terhadap kebenaran dan keengganan berbuat ma’ruf (kebajikan). Allah SWT memberikan panduan yang jelas dalam menghadapi fenomena ini melalui Surat Al-A’raf ayat 199:
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.”
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa manusia terbagi menjadi dua golongan. Pertama, orang baik yang harus kita terima kebajikannya tanpa membebani mereka. Kedua, orang yang buruk (cenderung pada kebodohan), yang harus kita ajak pada kebaikan. Namun, jika mereka tetap membangkang dan tenggelam dalam kesesatannya, maka perintah Allah sangat tegas: Berpalinglah.
Berpaling di sini bukan berarti memusuhi, melainkan menjaga diri agar tidak terjebak dalam perdebatan yang sia-sia. Sebagaimana dijelaskan Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar dalam Zubdatut Tafsir, kita dilarang membalas kebodohan mereka dengan cara yang sama (mencela atau menghina kembali).
Karakteristik "Orang Bodoh" di Era Modern
Dalam kehidupan bersosial, orang yang "bodoh" secara spiritual dan etika seringkali menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:
Enggan Berbuat Ma'ruf: Lebih condong pada hal-hal munkar.
Gemar Mengganggu: Suka menghina, mengejek, memfitnah, dan memancing permusuhan.
Merasa Paling Tahu: Seringkali sok tahu padahal hanya memahami permukaan masalah, sehingga jawabannya berputar-putar saat ditanya lebih dalam.
Resep Menghadapi Kebodohan
Tafsir As-Sa’di memberikan panduan praktis bagi kita dalam berinteraksi dengan lingkungan:
Jangan Membebani: Terimalah orang lain apa adanya dan jangan menuntut sesuatu di luar tabiat mereka.
Rendah Hati: Jangan menyombongkan diri kepada siapa pun, baik karena usia, ilmu, maupun status ekonomi.
Tetap Berbuat Baik: Jika disakiti, jangan membalas dengan rasa sakit. Jika dizhalimi, tetaplah berlaku adil.
Menanyakan Ilmu Sebagai Obat
Rasulullah ? memberikan solusi bagi kita agar terhindar dari penyakit ketidaktahuan. Dalam hadits riwayat Abu Dawud, beliau bersabda:
“Tidakkah mereka bertanya jika tidak mengetahui (hukumnya), sesungguhnya tiada lain obat penyakit bodoh adalah bertanya.”
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan literasi, baik literasi agama maupun sosial. Mari kita penuhi ruang kehidupan kita dengan amal perbuatan yang ma’ruf dan menjaga lisan serta sikap dari sifat-sifat yang menjerumuskan kita pada kebodohan.
Semoga kita senantiasa dilindungi Allah SWT dari penyakit hati dan kebodohan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Wallahu a’lam bish-shawab.
Editor: Admin BAZNAS Majalengka
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir As-Sa'di, Zubdatut Tafsir
#BAZNAS #BAZNASMajalengka #Zakat #Infaq #Sedekah #KajianIslam #AkhlakMulia #LiterasiDakwah #MajalengkaReligius
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Refleksi Idul Qurban 1447 H: Muhasabah Diri dan Komitmen Membangun Peradaban Zakat di Majalengka
MAJALENGKA Menjelang peringatan Hari Raya Idul Qurban 1447 H yang tinggal menghitung hari, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sejenak berhenti dari rutinitas dan melakukan muhasabah (evaluasi diri).
Melalui untaian kalimat thoyyibah—Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Hauqalah—kita diajak merenungkan sejauh mana peran kita sebagai hamba Allah ('Abdullah) dan pemakmur bumi (Khalifah fil Ardh) telah dijalankan dengan amanah untuk mewujudkan Majalengka yang jauh lebih baik.
1. Tasbih: Menyucikan Diri dari Debu Digital dan Kealpaan
Mengucapkan Subhanallah adalah pengakuan akan kesucian Allah sekaligus tamparan bagi kotornya diri kita. Di era digital ini, menjaga anggota tubuh menjadi tantangan besar. Telinga sering kali lebih peka terhadap ghibah daripada firman-Nya; mata lebih asyik memandang hal sia-sia daripada ayat kauniyah; dan jari-jemari lebih lincah mengetik narasi kebencian daripada bertasbih atau menyebarkan pesan infaq.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-An’am: 46, kita diingatkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati adalah pinjaman yang bisa dicabut kapan saja. Sudahkah tangan kita hari ini dikelola untuk berinfaq melalui lembaga resmi guna membantu sesama?
2. Tahmid dan Tahlil: Syukur atas Karunia dan Keteguhan Iman
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah. BAZNAS Majalengka menekankan pentingnya mensyukuri keberadaan orang-orang di sekitar kita sebagai anugerah, bukan rival. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak mensyukuri manusia, maka ia tidak mensyukuri Allah." Implementasi syukur yang paling nyata adalah dengan berbagi. Dengan Tahlil (Laa ilaha illallah), kita memurnikan niat bahwa segala amal sosial dan zakat yang kita tunaikan semata-mata demi menggapai ridha-Nya.
3. Takbir dan Hauqalah: Menyadari Kekecilan Diri
Allahu Akbar, kita sangatlah kecil. Harta, pangkat, dan ilmu kita tidak lebih dari sebutir kelereng di tanah lapang jagat raya. Dengan Hauqalah (La haula wa laa quwwata illa billah), kita menyadari bahwa BAZNAS tidak akan mampu mengentaskan kemiskinan di Majalengka tanpa pertolongan Allah dan dukungan nyata dari para muzakki (pembayar zakat).
4. Membangun Negeri: Belajar dari Tragedi Kaum Saba’
Indonesia, khususnya Majalengka yang subur, sering disebut sebagai "sepenggal surga di bumi". Namun, sejarah kaum Saba’ dalam QS. Saba: 15-19 memberikan peringatan keras. Negeri yang makmur hancur seketika hanya karena penduduknya kufur nikmat dan terpecah belah.
Pelajaran penting untuk kemajuan daerah:
Jangan Menjadi Manusia Instan: Kesuksesan peradaban dan daerah butuh proses konstan, bukan "bim salabim".
Membangun Jiwa dan Raga: Pembangunan fisik harus selaras dengan pembangunan mental-spiritual penduduknya.
Jangan Merusak: Jika belum sanggup membangun, setidaknya jangan menjadi perusak melalui perilaku koruptif atau destruktif.
5. Menjaga Kebun Dunia dari Bendera Iblis
Dunia ini ibarat kebun yang dihiasi lima hal: ilmu ulama, keadilan pemimpin, ibadah hamba, amanah pedagang, dan profesionalisme pekerja. Namun, Iblis selalu berusaha menanamkan "bendera" tandingan berupa hasad, kezaliman, riya, khianat, dan pembangkangan.
Zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS adalah instrumen nyata untuk mencabut "bendera khianat" dalam harta kita dan menggantinya dengan keberkahan yang membuat tatanan sosial kita menjadi Langkung Sae.
Penutup: Apa yang Sudah dan Belum Kita Raih?
Menyongsong Idul Qurban 1447 H, mari kita bertanya pada diri sendiri: Berapa banyak prestasi (amal shalih) yang akan kita wariskan untuk generasi pelanjut? BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk terus menjadi mitra dalam mewujudkan visi Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur di Bumi Sindangkasih.
Jangan remehkan kebaikan sekecil apa pun, karena akumulasi aura positiflah yang akan membawa perubahan besar bagi kemajuan bangsa.
Selamat menyambut Idul Qurban 1447 H.
#BAZNASMajalengka #IdulQurban1447H #Muhasabah #ZakatMensejahterakan #MajalengkaLangkungSae #BaldatunThayyibatun #KajianIslam #Majalengka
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menakar Bekal Hari Esok: Membedah Pesan Muhasabah dalam Surah Al-Hasyr Ayat 18
Pernahkah kita sejenak berhenti dari hiruk-pikuk urusan dunia untuk bertanya pada diri sendiri: "Apa yang sudah saya siapkan untuk hari esok?" Pertanyaan ini bukanlah tentang tabungan pensiun atau investasi properti, melainkan tentang hakikat bekal yang akan kita bawa menghadap Sang Khalik.
Dalam Al-Qur'an Surah Al-Hasyr ayat 18, Allah SWT memberikan peringatan yang sangat indah sekaligus tegas bagi orang-orang yang beriman:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Ayat ini mengandung filosofi mendalam tentang manajemen spiritual yang harus dimiliki setiap muslim. Berikut adalah poin-poin penting yang perlu kita renungkan bersama:
1. Taqwa: Perintah yang Tak Boleh Main-Main
Jika kita perhatikan, perintah bertaqwa dalam ayat ini disebut sebanyak dua kali. Dalam kaidah bahasa, pengulangan ini menunjukkan betapa pentingnya perkara tersebut. Allah mengingatkan agar kita tidak "main-main" dengan ketaqwaan. Taqwa harus hadir dalam setiap helaan napas, baik saat kita berada di tengah keramaian maupun saat sunyi sendiri.
2. Seni Memperhatikan Amal (Nadhor)
Menariknya, Allah menggunakan kata Faltandhur (hendaklah memperhatikan). Secara etimologi, nadhor bukan sekadar melihat sekilas, melainkan memperhatikan dengan seksama, teliti, dan penuh minat.
Ibarat seseorang yang meneliti keaslian uang dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang, begitulah seharusnya kita memperlakukan amal ibadah kita. Kita perlu memastikan: apakah zakat kita sudah tepat sasaran? Apakah sedekah kita murni karena Allah atau terselip riya? Apakah ibadah kita sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah?
3. Kematian adalah "Hari Esok" yang Terdekat
Allah menggunakan kata Ghod (Besok) untuk menggambarkan hari kiamat atau akhirat. Ini adalah sebuah majas (kinayah) yang menunjukkan betapa dekatnya perpindahan dimensi dari dunia ke akhirat. Pintu pertama akhirat adalah kematian, dan kematian bisa datang kapan saja tanpa permisi. Menunda amal shalih sama saja dengan berangkat menempuh perjalanan jauh tanpa membawa bekal yang cukup.
4. Muhasabah sebagai Kunci Keselamatan
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menekankan bahwa muhasabah harus menyentuh seluruh anggota badan—mata, telinga, mulut, hingga kaki. Kita harus bertanya, digunakan untuk apa semua nikmat ini? Sebagaimana pesan Umar bin Khattab RA, kita diminta untuk menghisab diri sendiri di dunia sebelum Allah menghisab kita di pengadilan-Nya yang maha adil.
5. Beramal dengan Landasan Ilmu
Kita tidak mungkin bisa melakukan nadhor (pengamatan) terhadap amal jika tidak memiliki ilmunya. Oleh karena itu, ayat ini secara tersirat mengajak kita untuk terus menuntut ilmu. Mengetahui fiqh zakat, tata cara ibadah yang benar, dan adab-adab bermuamalah adalah syarat mutlak agar amal kita tidak sia-sia.
Penutup Allah menutup ayat ini dengan peringatan bahwa Dia Maha Mengetahui atas segala yang kita kerjakan. Tidak ada yang tersembunyi. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas amal kita. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan, kita sedang menanam pohon yang buahnya akan kita petik di "hari esok" yang abadi.
#BAZNASMajalengka #Muhasabah #Taqwa #AlHasyr18 #ZakatSesuaiSyariat #BekalAkhirat #IslamKaffah
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Diplomasi Langit Nabi Ibrahim: Kunci Keamanan Negeri dan Keberkahan Rezeki
MAJALENGKA, BAZNAS – Keimanan dan ketakwaan adalah fondasi utama dalam membangun peradaban yang makmur dan aman. Salah satu figur sentral yang memberikan pelajaran abadi mengenai hal ini adalah Nabi Ibrahim as. Melalui kisah beliau yang diabadikan dalam Al-Qur'an, kita diajak merenungi bagaimana kaitan erat antara ketauhidan, keamanan wilayah, dan kelimpahan rezeki.
1. Tauhid sebagai Fondasi Rasa Aman
Nabi Ibrahim as mengajarkan bahwa rasa aman suatu negeri berawal dari pemurnian tauhid. Dalam QS. Ibrahim ayat 35, beliau berdoa:
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.”
Pesan ini sangat relevan bagi kita di Kabupaten Majalengka. Keamanan bukan sekadar urusan fisik, melainkan ketenangan batin yang lahir dari ketaatan kepada Sang Pencipta. Tanpa rasa aman, pembangunan ekonomi dan kesehatan akan sulit dicapai.
2. Menjaga Alam, Menghindari Kezaliman
Kesyirikan dan mempertuhankan hawa nafsu adalah akar dari kerusakan di muka bumi (al-fasad). Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 41:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia...”
Sebagai khalifah, kita bertanggung jawab menjaga ekosistem yang telah Allah titipkan. BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan, mengajak masyarakat untuk kembali ke jalan yang benar dengan menjaga keseimbangan alam dan menjauhi perilaku zalim yang merugikan sesama dan lingkungan.
3. Shalat dan Zakat sebagai Pintu Rezeki
Dalam kesunyian lembah Bakkah yang gersang, Nabi Ibrahim tidak mengkhawatirkan sandang dan pangan. Beliau justru mengutamakan penegakan shalat bagi keturunannya (QS. Ibrahim: 37). Beliau meyakini bahwa jika hak Allah ditunaikan, maka Allah akan menggerakkan hati manusia dan mendatangkan rezeki dari berbagai penjuru.
Hal ini sejalan dengan misi BAZNAS. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), kita sedang menghidupkan ekosistem keberkahan. Sebagaimana janji Allah, rezeki tidak akan berkurang karena ibadah, justru akan bertambah dan barokah.
4. Muraqabatullah: Merasa Diawasi Allah
Keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang nyata maupun tersembunyi (QS. Ibrahim: 38) melahirkan sifat Ihsan. Dalam konteks pengelolaan dana umat, sifat ini menjadi sangat krusial. Transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran zakat adalah bentuk implementasi dari rasa merasa diawasi oleh Allah SWT.
5. Syukur dan Istighfar
Nabi Ibrahim menutup rangkaian kisahnya dengan rasa syukur atas anugerah keturunan di masa tua dan permohonan ampun (istighfar) bagi diri, orang tua, dan seluruh kaum mukminin. Semangat saling mendoakan dan membersihkan hati dari kedengkian adalah kunci ukhuwah Islamiyah yang kokoh.
Kesimpulan Kisah Nabi Ibrahim as adalah cetak biru bagi kita untuk membangun Majalengka yang lebih baik. Dengan memperkuat tauhid, mendirikan shalat, menjaga alam, dan peduli terhadap sesama melalui zakat, kita optimis Allah akan melimpahkan keberkahan dan keamanan bagi negeri kita.
Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan religius.
Taggar: #BAZNAS #Majalengka #ZakatPilihanPalingTepat #HikmahNabiIbrahim #Tauhid #KeberkahanRezeki #MajalengkaLangkungSae #Kemanusiaan #IslamRahmatanLilAlamin
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perkuat Sinergi dan Akselerasi Program, BAZNAS Majalengka Dampingi Kunker Komisi IV DPRD ke Garut
GARUT – Dalam upaya memperkuat tata kelola kelembagaan dan mempertajam efektivitas program pendayagunaan zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka melakukan kunjungan strategis ke BAZNAS Kabupaten Garut pada Kamis, 23 April 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendampingi Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka. Kehadiran rombongan dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bersama jajaran pimpinan dan struktural, di antaranya Wakil Ketua III, Kepala Pelaksana, Sekretaris, Kepala Divisi Keuangan, serta Kepala Divisi Humas dan Protokoler.
Fokus pada Tata Kelola dan Inovasi Program
Pertemuan yang berlangsung hangat di kantor BAZNAS Kabupaten Garut ini menjadi ruang diskusi mendalam mengenai berbagai aspek krusial dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Fokus utama pembahasan meliputi:
Keamanan Regulasi: Memastikan seluruh tahapan pengelolaan zakat selaras dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.
Akuntabilitas & Transparansi: Penguatan sistem keuangan dan pelaporan agar kepercayaan muzaki tetap terjaga.
Inovasi Pendayagunaan: Transformasi program bantuan agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berdampak jangka panjang bagi mustahik.
"Kolaborasi ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah nyata kami untuk terus belajar dan mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practices) dari daerah lain. Kami ingin memastikan BAZNAS Majalengka semakin adaptif dan profesional dalam melayani umat," ujar H. Agus Asri Sabana.
Sinergi Lintas Sektor
Keterlibatan Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka dalam kunjungan ini menegaskan adanya dukungan legislatif yang kuat terhadap penguatan peran BAZNAS di tengah masyarakat. Sinergi antara amil (pengelola zakat) dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengelolaan zakat yang lebih masif dan terstruktur.
Melalui sharing insight ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk mengimplementasikan gagasan-gagasan inovatif yang didapat guna meningkatkan kualitas layanan dan jangkauan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Majalengka.
Dengan semangat transparansi dan profesionalisme, BAZNAS Majalengka optimis dapat terus menjadi lembaga pilihan utama masyarakat dalam menunaikan kewajiban ZIS, demi mewujudkan kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
#BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #SinergiKebaikan #KunjunganKerja #DPRDMajalengka #TataKelolaZakat #Garut #MajalengkaReligius #AmilProfesional #ZakatTumbuhBermanfaat
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Hadir di MTs PUI Cikijing, BAZNAS Majalengka Targetkan Program SIGAP Berikan Manfaat Nyata bagi Sarana Pendidikan
CIKIJING – BAZNAS Kabupaten Majalengka terus memperluas jangkauan edukasi filantropi melalui Program SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli). Hari ini, Kamis (23/4/2026), sosialisasi program tersebut resmi dilaksanakan di MTs PUI Cikijing dengan menghadirkan Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Majalengka, Iwan Setiawan, sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian inovasi BAZNAS untuk menyasar lebih dari 300 sekolah di seluruh Kabupaten Majalengka, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP/MTs.
Fokus Manfaat: Kembali ke Sekolah
Dalam paparannya di hadapan civitas akademika MTs PUI Cikijing, Iwan Setiawan menekankan bahwa Program SIGAP memiliki skema yang sangat menguntungkan bagi lembaga pendidikan. Dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikelola melalui sektor pendidikan ini akan dikembalikan kepada pihak sekolah minimal enam bulan setelah program berjalan.
"Program ini bukan sekadar menghimpun dana, tetapi mengelolanya untuk dikembalikan lagi ke sekolah guna memenuhi kebutuhan sosial keagamaan serta perbaikan sarana pendidikan secara mandiri," ujar Iwan.
Dampak Nyata Ratusan Juta Rupiah
Keberhasilan program ini telah terbukti sejak tahun 2025. Hingga April 2026, Program SIGAP tercatat telah menyalurkan dana sebesar ratusan juta rupiah untuk perbaikan sarana pendidikan di berbagai sekolah. Manfaat nyata yang dirasakan meliputi:
Peningkatan Fasilitas Belajar: Membantu renovasi dan pemeliharaan prasarana sekolah agar lebih layak.
Dukungan Kegiatan Keagamaan: Menunjang sarana ibadah dan kegiatan religi siswa di lingkungan sekolah.
Edukasi Karakter: Menanamkan kebiasaan berinfak dan rasa peduli sosial sejak usia dini.
Membangun Generasi Peduli di Cikijing
Kehadiran BAZNAS di MTs PUI Cikijing hari ini disambut baik sebagai langkah strategis dalam membangun karakter dermawan di kalangan siswa. Dengan melibatkan siswa dari tingkat dasar hingga menengah, diharapkan muncul kemandirian dalam pengelolaan potensi sosial di internal sekolah.
Melalui Program SIGAP, BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk terus transparan dan inovatif dalam memastikan bahwa setiap rupiah yang disedekahkan oleh para siswa dapat memberikan dampak langsung bagi kemajuan dan kenyamanan fasilitas pendidikan mereka sendiri.#SIGAPBaznasmajalengka #SIGAP #Majalengkalangkungsae #pendidikankarakter #BAZNASMajalengka #ProgramSIGAP #SedekahInfaqGenerasiAnakPeduli #ZakatMembangunUmat #PilihanPertamaPembayarZakat #KemandirianSekolah #DanaAbadiPendidikan #SaranaIbadah #DigitalFundraising #InovasiBAZNAS
BERITA23/04/2026 | Humas Pengumpulan
Muhasabah: Kunci Keselamatan Sebelum Hari Penghisaban
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah kesibukan aktivitas duniawi, seorang mukmin diperintahkan untuk sejenak berhenti dan menoleh ke dalam diri. Aktivitas ini dikenal sebagai muhasabah (introspeksi diri). Muhasabah bukanlah sekadar refleksi moral atau aktivitas psikologis biasa, melainkan bagian dari amal hati yang memiliki konsekuensi ibadah dan terikat erat dengan bimbingan Al-Qur’an dan Sunnah.
Landasan Syariat Muhasabah
Para ulama Ahlus Sunnah menekankan bahwa muhasabah memiliki dasar yang sangat kuat. Allah Ta’ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr: 18)
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini merupakan perintah Allah kepada hamba-Nya untuk menghisab diri sebelum dihisab pada hari Kiamat kelak. Dengan melihat kembali modal amal shalih maupun tumpukan dosa, seseorang dapat mempersiapkan bekal yang lebih baik. Senada dengan itu, Al-Imam Ibnul Qayyim menyebut muhasabah sebagai salah satu ibadah hati yang paling agung.
Hakikat Muhasabah: Modal, Keuntungan, dan Kerugian
Untuk memudahkan kita memahami hakikat muhasabah, Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi dalam kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin menganalogikan muhasabah seperti seorang pedagang yang menghitung neraca keuangannya:
Modal Utama: Adalah ibadah-ibadah wajib (seperti Shalat lima waktu, Zakat, dan Puasa Ramadhan).
Keuntungan: Adalah ibadah-ibadah sunnah (seperti shalat rawatib, sedekah, dan amalan nawafil lainnya).
Kerugian/Kebangkrutan: Adalah perbuatan maksiat dan hal-hal yang dilarang oleh syariat.
Dengan pembagian ini, kita dapat menilai secara objektif apakah "perniagaan" kita dengan Allah sedang mengalami kemajuan atau justru berada di ambang kebangkrutan.
Kapan Waktu Terbaik Melakukan Muhasabah?
Muhasabah tidak terikat pada momen tertentu seperti pergantian tahun baru Hijriyah atau Masehi—karena pengkhususan waktu tanpa dalil tidak dikenal dalam bimbingan Rasulullah ?. Sebaliknya, muhasabah adalah amalan harian yang dilakukan dalam dua waktu utama:
1. Muhasabah Sebelum Beramal
Ini adalah upaya menahan diri sebelum bertindak. Pastikan apakah amalan tersebut dilakukan karena Allah (ikhlas) dan sesuai syariat (ittiba’). Sebagaimana perkataan Al-Hasan al-Bashri: “Jika amalannya karena Allah, ia lanjutkan. Jika karena selain Allah, ia tinggalkan.”
2. Muhasabah Setelah Beramal
Setelah aktivitas selesai, evaluasi kembali tiga hal:
Apakah ketaatan yang dilakukan sudah sempurna?
Apakah ada amalan yang seharusnya ditinggalkan namun tetap dilakukan?
Bagaimana dengan perkara mubah (duniawi); apakah sudah diniatkan sebagai wasilah ibadah?
Urgensi Muhasabah bagi Kita
Sebagai manusia yang sering lupa dan khilaf, muhasabah adalah obat penawar. Rasulullah ? bersabda: "Setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat." (HR. Tirmidzi).
Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu memberikan nasihat emas bagi kita semua:
“Hasibuu anfusakum qabla an tuhasabu (Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab).”
Kesimpulan
Mari jadikan muhasabah sebagai kebiasaan setiap waktu, bukan sekadar seremoni tahunan. Dengan meluruskan niat sebelum beramal dan mengevaluasi kekurangan setelah beramal, kita berharap Allah Ta’ala menerima amal ibadah kita, terutama dalam menunaikan kewajiban sosial seperti zakat, infak, dan sedekah.
Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan taufik-Nya agar kita menjadi hamba yang selalu memperbaiki diri. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
#BAZNASMajalengka #MuhasabahDiri #IntrospeksiDiri #DakwahIslam #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaReligius #FiqihIbadah #SelfReminder
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Kesabaran Nabi Ayyub AS: Manifestasi Iman dalam Menghadapi Ujian Kehidupan
MAJALENGKA, BAZNAS Dalam dinamika kehidupan, ujian berupa hilangnya harta, kesehatan, maupun keluarga merupakan keniscayaan yang kerap melanda umat manusia. Namun, di balik setiap cobaan, terdapat hikmah besar mengenai arti kesabaran dan ketawakkalan. Salah satu potret keteladanan tertinggi dalam sejarah peradaban Islam adalah kisah Nabi Ayyub ‘alaihissalam, seorang hamba yang disanjung Allah SWT melalui firman-Nya dalam Al-Qur'an:
“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) adalah seorang yang sabar.” (QS. Shad: 44).
Kejayaan dan Ujian Kehilangan Harta
Nabi Ayyub AS pada mulanya adalah representasi dari sosok yang diberkahi kelimpahan materi. Beliau memiliki ternak yang tak terhitung jumlahnya, aset tanah yang luas, hamba sahaya, serta keluarga yang harmonis dengan banyak keturunan. Namun, status sosial dan kekayaan tersebut tidak sedikit pun melalaikannya dari ketaatan kepada Allah SWT.
Ujian dimulai ketika Allah SWT mengambil seluruh harta kekayaannya dan mewafatkan anak-anaknya. Tidak berhenti di situ, beliau ditimpa penyakit fisik yang berat dalam kurun waktu yang sangat lama—diriwayatkan mencapai 18 tahun. Kondisi tersebut membuat beliau terisolasi dari lingkungan sosial, kecuali sang istri setianya yang terus mendampingi dengan penuh pengorbanan.
Esensi Kesabaran dan Kekuatan Doa
Puncak dari keteladanan Nabi Ayyub AS adalah ketika beliau menolak untuk mengeluh meskipun kondisi ekonominya jatuh ke titik nadir, hingga sang istri harus menjual kepangan rambutnya demi menyambung hidup. Saat ditawari untuk berdoa memohon kesembuhan, Nabi Ayyub menjawab dengan penuh ketulusan:
"Aku telah hidup tujuh puluh tahun dalam kondisi sehat. Lantas apakah sedikit bagi Allah dengan aku bersabar karena-Nya selama tujuh puluh tahun?"
Kesabaran ini bukan berarti pasif. Nabi Ayyub mengajarkan adab berdoa yang luar biasa saat mencapai puncak penderitaannya: "(Wahai Rabbku,) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, sedangkan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83). Doa ini tidak bernada menuntut, melainkan sebuah pengakuan atas kelemahan diri di hadapan kasih sayang Sang Khalik.
Restorasi Keberkahan dan Pelajaran Bagi Muzaki
Allah SWT akhirnya mengabulkan doa Nabi Ayyub dengan memerintahkannya menghentakkan kaki ke bumi, yang kemudian memancarkan air sebagai obat dan minuman. Allah tidak hanya menyembuhkan fisiknya, tetapi juga mengembalikan harta dan keluarganya berlipat ganda sebagai ganjaran atas kesabaran yang tak bertepi.
Dari kisah ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk memetik beberapa pelajaran penting:
Harta adalah Titipan: Kehilangan harta bukanlah tanda kebencian Allah, melainkan sarana peningkatan derajat keimanan.
Solidaritas dalam Kesulitan: Peran istri Nabi Ayyub dan dua sahabat setianya menunjukkan pentingnya sistem pendukung (support system) dalam menghadapi masa sulit.
Optimisme Filantropi: Sebagaimana Allah memulihkan ekonomi Nabi Ayyub, zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen yang Allah syariatkan untuk membantu sesama yang sedang diuji dengan kemiskinan dan penyakit.
Semoga melalui momentum refleksi ini, kita senantiasa diberikan kekuatan untuk bersabar atas setiap ketetapan Allah dan tetap istiqamah dalam menebar kemaslahatan bagi sesama.
BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.
#BAZNAS #Majalengka #KisahNabi #NabiAyyub #Kesabaran #ZakatPemberdayaan #IslamRahmatanLilAlamin #HikmahKehidupan
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjalin Ukhuwah, Mengukir Prestasi: Memaknai Kebersamaan Tim dalam Perspektif Islam
MAJALENGKA Prestasi yang membanggakan bukanlah hasil dari kerja keras individu semata, melainkan buah dari sinergi, harmoni, dan kebersamaan dalam sebuah tim. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, pencapaian dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar angka, melainkan amanah umat yang hanya bisa ditunaikan melalui kesolidan kolektif.
Dalam perspektif Islam, kerja sama tim (teamwork) bukan hanya urusan manajerial, melainkan ibadah yang berlandaskan nilai-nilai tauhid dan kemanusiaan. Berikut adalah cara memaknai dan menjaga kebersamaan tim agar meraih keberkahan dan prestasi yang gemilang:
1. Menyatukan Niat (Ikhlas) sebagai Pondasi
Kebersamaan yang kokoh dimulai dari titik berangkat yang sama, yaitu niat karena Allah SWT. Ketika setiap anggota tim memiliki visi yang sama untuk mencari ridha-Nya, maka ego pribadi akan luruh. Prestasi tidak lagi menjadi ajang pamer kekuatan individu, melainkan sarana untuk menebar manfaat lebih luas.
2. Membangun Spirit "Bunyanun Marshush"
Islam mengibaratkan sebuah tim seperti satu bangunan yang kokoh. Jika satu bata rapuh, maka seluruh bangunan terancam rubuh. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS. Ash-Shaff: 4)
Dalam konteks organisasi, "barisan yang teratur" berarti adanya pembagian tugas (job desk) yang jelas, saling mendukung, dan tidak saling menjatuhkan.
3. Komunikasi Berlandaskan Tabayyun dan Syura
Kebersamaan seringkali retak karena miskomunikasi. Islam mengajarkan prinsip Syura (musyawarah) untuk mengambil keputusan dan Tabayyun (klarifikasi) saat terjadi gesekan.
Musyawarah: Menghargai setiap pendapat anggota tim tanpa memandang jabatan.
Saling Menasehati: Mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran dengan cara yang santun (Bil-Hikmah).
4. Menghargai Peran dan Menghindari Hasad
Prestasi besar lahir dari kumpulan kontribusi kecil yang konsisten. Rasulullah SAW bersabda:
"Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam." (HR. Muslim)
Menjaga kebersamaan berarti ikut bangga atas keberhasilan rekan kerja dan membuang jauh sifat iri dengki (hasad), karena setiap orang memiliki porsi rezeki dan peran masing-masing dalam tim.
Strategi Menjaga Kesolidan Tim BAZNAS Majalengka
Untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih dan mencapai target yang lebih tinggi, BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa menerapkan nilai-nilai berikut:
Ta’aruf (Saling Mengenal): Mengenali karakter, kelebihan, dan kekurangan rekan kerja untuk menciptakan empati.
Tafahum (Saling Memahami): Memahami beban kerja dan tantangan yang dihadapi rekan sejawat.
Takaful (Saling Menanggung): Memberikan bantuan saat rekan tim mengalami kesulitan dalam tugasnya.
Penutup
Kebersamaan adalah anugerah. Dengan menjaga ukhuwah di dalam tim, tantangan seberat apa pun akan terasa ringan. Prestasi yang membanggakan adalah bonus dari Allah SWT atas ketaatan kita dalam bekerja sama secara baik (Amal Shalih).
Mari kita jadikan setiap peluh keringat dalam tim sebagai saksi pengabdian kita untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Majalengka.
BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →