Bahaya Virus Kesombongan dalam Komunikasi: Penghambat Keberkahan dan Relasi Sosial
12/04/2026 | Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I
Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA – Manusia, dalam fitrahnya sebagai makhluk sosial, mustahil dapat menjalani kehidupan tanpa dukungan orang lain. Di balik setiap kesuksesan seorang pengusaha, pendidik, hingga politisi, terdapat jalinan komunikasi yang sehat dan efektif. Namun, di tengah upaya membangun relasi tersebut, terdapat satu "virus ganas" yang sering kali menjadi penyebab utama kegagalan interaksi manusia: Sifat Sombong.
Sombong sebagai Penghambat Komunikasi Multi-Dimensi
Kesombongan bukan sekadar sikap mental, melainkan penyakit hati yang merusak struktur komunikasi manusia secara vertikal maupun horizontal. Dalam perspektif komunikasi profetik (kenabian), kesombongan memutus dua koneksi utama:
-
Hubungan Vertikal (Hablum Minallah): Sifat sombong menjadi tirai penghalang masuknya kebenaran Ilahi. Seseorang yang merasa "lebih" sulit untuk tunduk pada sumber kebenaran hakiki, yakni Allah SWT.
-
Hubungan Horizontal (Hablum Minannas): Secara sosial, individu yang terjangkit virus ini akan sulit menemukan titik koneksi dengan sesama. Mereka cenderung meremehkan orang lain, sehingga kehilangan empati, rasa hormat, dan apresiasi yang merupakan pilar utama komunikasi yang efektif.
Definisi Sombong dalam Tuntunan Rasulullah SAW
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah memberikan peringatan keras mengenai bahaya al-kibr (keangkuhan) melalui sabdanya:
"Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada penyakit al-kibr (keangkuhan/sombong)." (HR. Muslim, no. 2749).
Lebih lanjut, beliau mendefinisikan sombong secara gamblang:
"Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim no. 91).
Dua indikator inilah—menolak kebenaran dan meremehkan sesama—yang menjadi penghancur pesan dalam setiap proses komunikasi.
Belajar dari Kelembutan Hati Sahabat
Sejarah mencatat bahwa pesan wahyu yang dibawa Rasulullah SAW paling cepat diterima oleh mereka yang memiliki hati yang bersih dari kesombongan, seperti kaum dhuafa dan para budak. Namun, kualitas keimanan yang paling luar biasa ditunjukkan oleh sosok Abu Bakar As-Siddiq.
Meskipun ia berasal dari kalangan bangsawan Quraisy yang terhormat, Abu Bakar tidak memiliki setitik pun rasa angkuh. Ketulusan hatinya membuat pesan-pesan wahyu terkoneksi secara instan tanpa hambatan ego. Hal ini membuktikan bahwa kesuksesan komunikasi dakwah sangat bergantung pada kerendahan hati penerimanya.
Strategi Komunikasi Bebas "Virus" Sombong
Bagi seorang komunikator—termasuk para penggiat zakat dan relawan kemanusiaan—membangun daya tarik melalui apresiasi kepada lawan bicara adalah kunci. Komunikasi akan menuai kegagalan jika disampaikan dengan nada tinggi atau sikap merendahkan.
Untuk meraih kesuksesan dalam setiap interaksi, beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
-
Membangun Koneksi Vertikal: Berdoa dan memohon petunjuk Allah SWT sebelum memulai penyampaian pesan.
-
Apresiasi Sejak Awal: Memberikan penghargaan dan penghormatan kepada komunikan (penerima pesan).
-
Pemilihan Narasi yang Tepat: Menggunakan diksi yang santun dan mencari momentum waktu yang pas.
Penutup
Kesombongan adalah musuh nyata bagi keberhasilan hubungan antarmanusia. Dengan membersihkan hati dari rasa angkuh, kita tidak hanya membuka pintu kesuksesan di dunia melalui komunikasi yang efektif, tetapi juga mengamankan jalan menuju jannah-Nya di akhirat kelak.
Wallahu a’lam Bisshawab.
Taggar: #BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #KajianIslam #KomunikasiEfektif #BahayaSombong #EtikaMuslim #MajalengkaLangkungSae #ZakatMensejahterakanUmat
Berita Lainnya
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah
BAZNAS Majalengka Bersama CSR PT Diamond Internasional Indonesia Tebar Senyum untuk 100 Anak Yatim dan Dhuafa Melalui Program Back To School 2026
BAZNAS Kabupaten Majalengka Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Korban Musibah Robohnya Videotron Akibat Angin Kencang
Mengapa Zakat Penting untuk Mengurangi Kemiskinan? BAZNAS Majalengka Dorong Pemberdayaan Mustahik Berkelanjutan
Jumat Berkah, Momentum Menebar Kebaikan dan Meraih Keberkahan Bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka
Cara Menghitung Zakat Usaha Online dan Toko Digital, Panduan Resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ketua BAZNAS Majalengka: Kolaborasi Adalah Jalan Menghadirkan Keberkahan dan Membangun Generasi Masa Depan
Jumat Berbagi BAZNAS Majalengka Hadirkan Senyum Jamaah, Ketua BAZNAS Pimpin Langsung Aksi Berbagi di Masjid Al Abror
Peran Zakat dalam Membantu Korban Bencana dan Krisis Kemanusiaan
BAZNAS RI Buka Jalan Ikhtiar Mustahik Bekerja di Jepang, BAZNAS Majalengka Siap Tangkap Peluang untuk Wujudkan Majalengka Langkung Sae
Refleksi Hari Mangrove Sedunia: BAZNAS Kabupaten Majalengka Dorong Zakat Hijau demi Kelestarian Umat dan Lingkungan
Bupati Majalengka Apresiasi Sinergi BAZNAS dan CSR PT Diamond, Dorong Semakin Banyak "Kasaean-Kasaean" untuk Masyarakat
BAZNAS Majalengka Lanjutkan Survei RLHB di Desa Batujaya, Pastikan Kesiapan Penerima Bantuan
Hari Perawatan Diri Internasional 2026: Menjaga Diri adalah Amanah, Berbagi kepada Sesama adalah Ibadah
Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Harumkan Jawa Barat di Forum Pelajar Indonesia 2026

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →