WhatsApp Icon

BAZNAS RI Dorong Penguatan Zakat dan Wakaf Berbasis Digital di Forum Internasional Kuala Lumpur

14/04/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I.

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS RI Dorong Penguatan Zakat dan Wakaf Berbasis Digital di Forum Internasional Kuala Lumpur

Dokumentasi BAZNAS RI

MAJALENGKA, BAZNAS  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Mewakili Indonesia, BAZNAS mendorong penguatan sistem terpadu antara Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) melalui transformasi digital dalam fundraising guna meningkatkan penghimpunan serta memperluas dampak sosial bagi umat di tingkat global.

Hal tersebut ditegaskan oleh Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM., saat menjadi pembicara dalam forum Global WaqfTech Conference and Exhibition yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (12/4/2026).

Transformasi Digital: Kunci Kepercayaan Publik

Dalam forum tersebut, Arifin menyampaikan bahwa penguatan fundraising digital merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi yang kian pesat. Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan solusi nyata untuk meningkatkan transparansi.

"Indonesia percaya bahwa penguatan fundraising digital dapat menjadi solusi dalam meningkatkan penghimpunan zakat dan wakaf sekaligus memperluas dampak sosialnya, khususnya untuk mendukung berbagai program pemberdayaan, termasuk keberlanjutan pendidikan Islam," ujar Arifin.

Ia menambahkan, transformasi ini mencakup tiga pilar utama:

  1. Pemanfaatan Teknologi Mutakhir: Mempermudah akses donasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

  2. Penguatan Transparansi dan Pelaporan: Memastikan setiap rupiah yang dikelola dapat dipertanggungjawabkan secara real-time.

  3. Peningkatan Pengalaman Donatur: Memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para muzaki dan wakif dalam menunaikan kewajibannya.

Integrasi Zakat dan Wakaf: Solusi Jangka Pendek dan Panjang

Salah satu poin krusial yang dipaparkan adalah model integrasi antara zakat dan wakaf. Arifin menjelaskan bahwa zakat difungsikan sebagai solusi jangka pendek (kebutuhan dasar), sementara wakaf dikembangkan untuk pembiayaan jangka panjang.

"Dalam implementasinya, dana wakaf produktif diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan penguatan kelembagaan pendidikan, sedangkan zakat difokuskan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu," jelasnya.

Gagasan ini menuai apresiasi dari para tokoh dunia, termasuk Direktur Awqaf Africa, Ibrahim Abdul Mugis, yang menilai pemikiran BAZNAS memberikan nilai tambah besar bagi pengembangan wakaf digital global.

Inspirasi Bagi Majalengka

Menanggapi capaian BAZNAS RI tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus menyelaraskan program di daerah dengan visi nasional. Semangat transformasi digital yang diusung di Kuala Lumpur menjadi motivasi bagi BAZNAS Majalengka untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Majalengka, baik dalam kemudahan berzakat maupun penyaluran yang tepat sasaran.

Konferensi Global WaqfTech ini sendiri dihadiri oleh para regulator, akademisi, dan pemimpin teknologi dunia, di antaranya dari ISRA Institute, INCEIF University, dan Malaysia University of Science and Technology (MUST).


#BAZNAS #BAZNASMajalengka #ZakatPilihanPertama #PilihanMuzaki #ZakatDigital #WakafDigital #WaqfTech2026 #MajalengkaLangkungSae #ZakatIndonesia

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →