Di Mana Posisi Nurani Kita? Menakar Ulang Makna Kemenangan di Tengah Krisis Kemanusiaan
24/03/2026 | Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I
Dokumentasi BAZNAS Kabupaten Majalengka
Langit Idulfitri tahun ini terasa berbeda. Di balik gema takbir yang memenuhi angkasa, ada rasa haru yang menyeruak, membuat pandangan tak sepenuhnya bening. Di hari ke-4 kemenangan ini, sebuah perenungan hadir di tengah-tengah kita: Apakah kemenangan yang kita rayakan hari ini benar-benar telah utuh?
Otot diafragma serasa tak bisa mengembang sempurna saat bernapas. Ada isak yang tertahan dari negeri-negeri yang retak oleh konflik, serta dari dapur-dapur sunyi yang mulai kehilangan asap harapan. Di saat sebagian besar dari kita merayakan dengan penuh kelapangan, ada saudara-saudara kita di belahan bumi lain yang bertahan dalam tekanan dan ancaman.
Kembali pada Fitrah, Kembali Merasakan
Idulfitri memang merupakan momentum untuk kembali pada kesucian (fitrah). Namun, lebih dari itu, ia adalah panggilan untuk kembali "peka".
Dunia saat ini semakin bising oleh konflik dan amarah keserakahan. Akar masalahnya seringkali sederhana namun mendasar: manusia perlahan kehilangan kepekaannya. Kita melihat anak-anak yang harus kehilangan anggota keluarganya karena konflik, atau orang-orang dewasa yang menghitung hari bukan dengan kalender, melainkan dengan sisa uang di dompet yang kian menipis.
Di tengah situasi tersebut, kita patut bersyukur masih bisa merayakan hari raya dengan pakaian terbaik, hidangan lezat, dan keluarga yang masih dalam dekapan. Namun, syukur tersebut harus melahirkan pertanyaan besar: “Siapa yang kita ingat di tengah perayaan ini?”
Zakat dan Sedekah sebagai Jembatan Sunyi
Ramadan telah melatih kita menahan diri, amarah, keinginan, hingga ego. Kini, Idulfitri menguji hal yang lebih sulit: mampukah kita menunda atau melepas kepentingan diri demi merengkuh kepentingan sesama yang lebih luas?
Di sinilah makna Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menemukan ruhnya. Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka, instrumen ini bukan sekadar ritual tahunan atau penggugur kewajiban. Ia adalah "jembatan sunyi" yang menghubungkan rasa kenyang kita dengan rasa lapar orang lain. Ia adalah bahasa cinta yang nyata terasa tanpa perlu banyak bicara.
Menjadi Manusia di Tengah Dunia yang Kehilangan Rasa
Krisis ekonomi dan konflik global bukan sekadar persoalan angka atau benturan kepentingan, melainkan cermin kegagalan manusia dalam merawat kemanusiaannya. Idulfitri hadir memantulkan wajah kita yang sebenarnya: Apakah kita menjadi lebih lembut dan peduli, atau justru kembali keras dan sibuk dengan diri sendiri?
Kita mungkin tidak memiliki kuasa untuk menghentikan perang dunia atau mengendalikan krisis ekonomi global secara langsung. Namun, kita selalu punya pilihan untuk tidak menjadi bagian dari ketidakpedulian. Dunia tidak hancur oleh kebencian segelintir orang, tetapi oleh diamnya banyak orang yang sebenarnya mampu berbuat sesuatu.
Penutup: Kemenangan Sejati
Mari kita rayakan kemenangan tahun ini dengan cara yang lebih mendalam. Mari tumbuhkan empati yang tidak sebatas musiman dan hidupkan kepedulian yang tidak sekadar seremonial. Menjaga nurani agar tetap menyala adalah tugas kita, meski cahaya di sekeliling mungkin mulai meredup.
Sebab, kemenangan terbesar bukanlah sebatas kembali menjadi suci, tetapi tetap teguh menjadi manusia—di saat dunia perlahan kehilangan rasa kemanusiaannya.
Ditulis Oleh: Eman Suherman Staf Media dan Publikasi BAZNAS Kabupaten Majalengka H+4 Idul Fitri 1447 H
#SigapBaznas #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
Berita Lainnya
Harapan Baru untuk Junanta, BAZNAS Majalengka Hadir melalui Program Rumah Layak Huni
Kepedulian untuk Rumah Ibadah Terus Berlanjut, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan bagi Mushola Al Amin
Djedjen Sukmadja Terima Bantuan Modal Usaha dari BAZNAS Majalengka untuk Memperkuat Kemandirian Ekonomi
BAZNAS Majalengka Tinjau Rumah Aal Maulana di Jatiwangi, Atap Bocor dan Penyangga Rapuh Jadi Perhatian
Wakil Ketua I BAZNAS Majalengka Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ligung
Kepedulian yang Terus Mengalir, Nursiwandjaya Serahkan Bantuan Kesehatan untuk Warga Desa Gandu
Perkuat Syiar Islam hingga Pelosok Desa, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Mushola Al Barokah
Buka Peluang, Tumbuhkan Kemandirian: BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha bagi Tiga Warga Desa Kepuh
BAZNAS RI dan Pemuda Masjid Dunia Perkuat Sinergi Pemberdayaan Umat, dari Pengentasan Kemiskinan hingga Dakwah Berbasis Masjid
Rawat Rumah Ibadah, Tumbuhkan Kepedulian: BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk Mushola Al Ahmad di Lebakwangi
BAZNAS dan Kemenag Majalengka Perkuat Literasi Zakat Profesi di MTsN 8, Libatkan 45 Tenaga Pendidik
Dukung Pendidikan Berbasis Karakter, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk SDN Lebakwangi I
BAZNAS Majalengka Wujudkan Harapan Ibu Yayah, Penyandang Stroke, Miliki Kamar Mandi Layak di Rumah Sendiri
BAZNAS Majalengka Berduka, Doakan Ana Triana, S.T. Mendapat Tempat Terbaik di Sisi Allah SWT
Merawat Rumah Allah, Menebar Keberkahan: BAZNAS Majalengka Hadirkan Dukungan bagi Masjid Al Imam

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →