Dilema Pasca Hadirnya MBG: Apakah Profesi Guru Madrasah Masih Diminati di Masa Depan?
25/04/2026 | Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I
Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA, BAZNAS Belakangan ini, ruang diskusi publik diramaikan dengan kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membawa harapan baru bagi pemenuhan gizi siswa sekaligus membuka lapangan kerja baru dengan standar upah yang menjanjikan. Namun, di balik antusiasme tersebut, terselip sebuah refleksi mendalam dari balik ruang-ruang kelas Madrasah: Mengapa penghargaan terhadap sektor penunjang pendidikan tampak lebih cepat terwujud, sementara guru—yang memikul inti dari pendidikan itu sendiri—masih sering dibiarkan berjuang di ambang batas kelayakan?
Kesenjangan yang Telanjang
Kehadiran program baru dengan struktur upah yang lebih jelas sering kali memicu rasa kecil hati bagi para guru madrasah yang telah mengabdi bertahun-tahun. Dengan honorarium yang terkadang hanya berkisar Rp350 ribu per bulan, mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa profesi yang membentuk akal dan adab justru dihargai jauh di bawah pekerjaan penunjang teknis di lingkungan sekolah.
Bagi seorang guru madrasah, ini bukan sekadar soal angka, melainkan soal "tangga nilai". Bagaimana mungkin bangsa ini menaruh harapan besar pada pundak pendidik untuk menjaga moral generasi, namun di saat yang sama membiarkan mereka hidup dalam kerentanan ekonomi yang ekstrem?
Jebakan Moral: Antara Keikhlasan dan Hak Hidup
Sering kali, pengabdian guru dinormalisasi dengan bahasa kesalehan. Guru diminta untuk selalu ikhlas dan sabar. Namun, dalam perspektif keadilan Islam, nilai luhur seperti ikhlas tidak boleh digunakan untuk membungkam hak hidup yang layak.
Dalam Surah al-Nahl ayat 90, Allah SWT memerintahkan kita untuk berlaku adil dan berbuat ihsan. Memuliakan guru dalam retorika keagamaan tanpa dibarengi dengan perlindungan material yang nyata adalah sebuah ketimpangan sosial yang harus segera dibenahi.
Masa Depan Madrasah di Persimpangan Jalan
Kegelisahan ini membawa kita pada pertanyaan besar: Masihkah profesi guru madrasah diminati oleh generasi mendatang? Anak-anak muda mungkin tetap menaruh hormat pada guru, namun mereka juga melihat realitas. Jika mereka menyaksikan bahwa jalan pengabdian di madrasah adalah jalan menuju ketidakpastian hidup, maka minat untuk menjadi pendidik akan perlahan padam. Kita tidak boleh membiarkan "panggilan jiwa" para calon pendidik luntur hanya karena sistem yang gagal menjamin martabat hidup mereka.
Ikhtiar BAZNAS Majalengka
BAZNAS Kabupaten Majalengka menyadari bahwa menjaga kesejahteraan guru adalah bagian dari menjaga masa depan umat. Guru madrasah adalah garda terdepan dalam mencetak generasi akhlakul karimah. Melalui pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah, kita harus hadir sebagai penyokong bagi mereka yang selama ini hanya diminta untuk bertahan.
Sudah saatnya kemuliaan guru turun dari sekadar pujian di lisan menjadi perlindungan yang nyata dalam kebijakan dan kesejahteraan.
#BAZNASMajalengka #MakanBergiziGratis #GuruMadrasah #KesejahteraanGuru #MajalengkaLangkungSae #ZakatPendidikan #KeadilanSosial #MBG
Berita Lainnya
Di Usia Senja, Juarsih dan Daspin Berjuang Berdua, BAZNAS Majalengka Hadirkan Harapan melalui Bantuan Rumah Layak Huni
BAZNAS Majalengka Berduka, Doakan Ana Triana, S.T. Mendapat Tempat Terbaik di Sisi Allah SWT
Kepedulian untuk Rumah Ibadah Terus Berlanjut, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan bagi Mushola Al Amin
Hujan Deras Tak Surutkan Langkah BTB BAZNAS Majalengka, Eman Suherman Apresiasi Gotong Royong Warga Korban Kebakaran
Harapan Baru untuk Junanta, BAZNAS Majalengka Hadir melalui Program Rumah Layak Huni
BAZNAS Majalengka Sampaikan Doa dan Harapan di Usia ke-40 Ketua KADIN, Raden Hendrian Suryanatanagara
Atap Bocor, Lantai Tanah, dan Dinding Bilik Lapuk, BAZNAS Majalengka Survei Rumah Bapak Amin di Kertabasuki
BAZNAS Majalengka dan PT Corinthian Industries Indonesia Bersinergi, 12 Daun Pintu Hadirkan Harapan Hunian Layak
Merawat Rumah Allah, Menebar Keberkahan: BAZNAS Majalengka Hadirkan Dukungan bagi Masjid Al Imam
Rawat Rumah Ibadah, Tumbuhkan Kepedulian: BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk Mushola Al Ahmad di Lebakwangi
Sumpah Pemuda ke-98, BAZNAS Majalengka Gaungkan Patriotisme yang Berpadu dengan Kepedulian Sosial
Kursi Roda, Kasur, dan Sembako untuk Nenek Iti: Di Tengah Keterbatasan, Sang Cucu Berjuang Menjadi Tumpuan Hidup
BAZNAS Majalengka dan Kemenag Perkuat Literasi Zakat Profesi, 128 Tenaga Pendidik Ikuti Sosialisasi dan Monev
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Miasari Sundari, Hadirkan Kepedulian bagi Sesama
BAZNAS Majalengka Wujudkan Harapan Ibu Yayah, Penyandang Stroke, Miliki Kamar Mandi Layak di Rumah Sendiri

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →