WhatsApp Icon

Hidayah adalah Hak Prerogatif Allah: Belajar dari Kesedihan Rasulullah SAW

23/04/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I

Bagikan:URL telah tercopy
Hidayah adalah Hak Prerogatif Allah: Belajar dari Kesedihan Rasulullah SAW

Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA, BAZNAS – Dalam perjalanan dakwahnya, Nabi Muhammad SAW pernah merasakan duka yang sangat mendalam. Sebuah fragmen sejarah yang menggetarkan jiwa terjadi saat paman beliau, Abu Thalib, berpulang ke hadirat Ilahi. Sosok yang menjadi tameng dan pelindung dakwah Nabi sejak kecil itu wafat tanpa sempat mengucapkan kalimat tauhid di penghujung usianya.

Kesedihan Nabi bukan tanpa alasan. Sebagai manusia terbaik, beliau telah mengupayakan segala daya dan bujukan agar orang terkasihnya meraih keselamatan hakiki di akhirat. Namun, takdir berkata lain. Peristiwa ini menjadi momentum turunnya penghibur lara dari Allah SWT melalui lisan firman-Nya:

“Sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya...” (QS. Al-Qashash: 56).

Makna di Balik Ketetapan Ilahi

Ayat ini bukan sekadar pelipur lara bagi Rasulullah, melainkan pelajaran bagi seluruh umat manusia, khususnya bagi kita di Kabupaten Majalengka. Hikmah dari kisah ini mengajarkan bahwa tugas manusia hanyalah berikhtiar dan bekerja secara maksimal, sementara hasil akhir sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah Yang Maha Bijak.

Dalam konteks kehidupan sosial dan beragama, seringkali manusia merasa frustrasi ketika realitas tidak sejalan dengan ekspektasi. Orang yang jauh dari agama cenderung menyalahkan keadaan, bahkan mempertanyakan takdir saat rencana hebatnya gagal di tengah jalan. Namun bagi seorang Mukmin yang berilmu, setiap ketetapan Allah—baik pahit maupun manis—adalah warna-warni pelangi yang membangun keindahan jiwa.

Zakat sebagai Manifestasi Tawakal dan Syukur

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam berbagai kesempatan senantiasa menekankan bahwa pengabdian melalui zakat, infak, dan sedekah adalah bentuk nyata dari pengakuan akan kelemahan manusia di hadapan Sang Khalik.

"Kita berusaha mengentaskan kemiskinan dan membantu sesama di Majalengka dengan ilmu dan kompetensi yang kita miliki. Namun, kita tetap bersujud dan memohon hidayah serta keberkahan dari Allah agar setiap ikhtiar kita membuahkan kemaslahatan bagi umat," tuturnya.

Belajar dari Imam Zarnuji dalam kitab Ta’lim Muta’allim, jangan sampai ilmu yang kita kejar justru membuat kita haus akan ego dan merasa paling benar. Ilmu seharusnya membawa kita pada sifat sabar saat diuji dan syukur saat diberi kelimpahan.

Kesimpulan: Menjadi Mukmin yang Beruntung

Sesuai pesan Rasulullah SAW, seorang Mukmin adalah pribadi yang paling beruntung. Jika mendapatkan kesenangan ia bersyukur, dan jika ditimpa kesulitan ia bersabar. Keduanya menjadi ladang pahala yang tak terputus.

Mari kita jadikan setiap dinamika kehidupan di Kabupaten Majalengka ini sebagai sarana untuk memperkuat iman. Sebagaimana pelangi yang hanya muncul setelah hujan, kebahagiaan sejati hanya akan lahir setelah kita melewati berbagai ujian dengan penuh ketaatan kepada Allah SWT.


#BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #Hidayah #MajalengkaLangkungSae

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →