WhatsApp Icon

Inspiratif! Ade Hendrik, Siswa SMKN Panyingkiran yang Bangun Bisnis Sejak Sekolah, Raih Apresiasi BAZNAS Majalengka

19/10/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Bagikan:URL telah tercopy
Inspiratif! Ade Hendrik, Siswa SMKN Panyingkiran yang Bangun Bisnis Sejak Sekolah, Raih Apresiasi BAZNAS Majalengka

Inspiratif! Ade Hendrik, Siswa SMKN Panyingkiran yang Bangun Bisnis Sejak Sekolah, Raih Apresiasi BA

MAJALENGKA — Semangat kemandirian ekonomi ditunjukkan Ade Hendrik, siswa kelas XII SMKN Panyingkiran, yang telah merintis usaha penjualan daring (online) berbagai macam peralatan otomotif bekas di tengah kesibukannya menempuh pendidikan. Berkat ketekunannya, Ade berhasil mengumpulkan tabungan sebesar Rp2 juta di rekeningnya. Kisah inspiratif tersebut mendapat perhatian Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., yang memberikan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan terhadap semangat wirausaha generasi muda.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) dan Aksi Sedekah dan Infak Karyawan (ASIK) di SMKN Panyingkiran, Senin (19/10/2026). Kegiatan yang diikuti lebih dari 1.000 siswa itu tidak hanya mengedukasi peserta mengenai pentingnya infak dan sedekah, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenali potensi, kreativitas, serta semangat kemandirian di kalangan pelajar.

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka mengapresiasi perjuangan Ade yang dinilai memiliki talenta, inovasi, dan keberanian dalam memanfaatkan peluang usaha sejak masih duduk di bangku sekolah.

Merintis Usaha dari Bangku Sekolah, Tabungan Rp2 Juta Jadi Bukti Ikhtiar

Di tengah aktivitasnya sebagai pelajar, Ade Hendrik memilih memanfaatkan waktu di luar kegiatan sekolah untuk merintis usaha. Ia menjalankan bisnis penjualan daring dengan menawarkan berbagai macam peralatan otomotif bekas.

Usaha tersebut menjadi sarana bagi Ade untuk belajar mengenali peluang pasar, membangun tanggung jawab, dan mengelola hasil dari aktivitas produktifnya. Perjalanan yang dijalaninya secara bertahap itu telah membuahkan hasil berupa tabungan sebesar Rp2 juta di rekeningnya.

Pencapaian tersebut menjadi hal yang patut diapresiasi. Bukan semata-mata karena jumlah tabungan yang berhasil dikumpulkan, melainkan karena adanya kemauan untuk belajar, keberanian memulai, serta kesungguhan dalam mengembangkan potensi diri.

Kisah Ade menunjukkan bahwa pelajar memiliki kesempatan untuk belajar berwirausaha sejak dini. Dengan memanfaatkan keterampilan dan peluang yang tersedia, generasi muda dapat mulai membangun pengalaman usaha tanpa harus menunggu menyelesaikan pendidikan.

Tentu saja, kegiatan tersebut perlu dijalankan secara seimbang agar tidak mengganggu kewajiban belajar. Pengalaman berwirausaha juga dapat menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter disiplin, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab.

Ketua BAZNAS Majalengka Berikan Tambahan Modal Usaha

Melihat semangat dan potensi yang dimiliki Ade Hendrik, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, memberikan tambahan modal usaha untuk mendukung pengembangan bisnis yang tengah dirintisnya.

Dukungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap ikhtiar seorang pelajar yang berusaha mengembangkan kemampuan dan membangun kemandirian ekonomi sejak usia muda.

Ketua BAZNAS Majalengka menyampaikan bahwa Ade merupakan contoh anak muda yang memiliki talenta dan inovasi bisnis. Menurutnya, semangat seperti ini perlu terus didorong agar semakin banyak pelajar berani mengembangkan potensi diri melalui kegiatan positif dan produktif.

Ia juga berharap kisah Ade dapat menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk melihat peluang usaha di sekitar mereka. Berbagai jenis usaha dapat mulai dipelajari dan dikembangkan sesuai minat, keterampilan, serta kemampuan masing-masing.

Pelajar tidak harus langsung memiliki usaha besar. Langkah sederhana yang dilakukan dengan tekun, disertai kemauan untuk terus belajar dan pengelolaan keuangan yang baik, dapat menjadi awal perjalanan menuju kemandirian.

Semangat berusaha tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda mempersiapkan masa depan sekaligus, apabila memungkinkan, meringankan beban orang tua melalui ikhtiar yang positif.

Anak Muda Tak Harus Menunggu Lulus untuk Berkarya

Kisah Ade Hendrik membawa pesan penting bagi generasi muda bahwa kesempatan untuk belajar mandiri dapat dimulai sejak bangku sekolah.

Di era digital, peluang usaha semakin beragam. Penjualan daring, misalnya, dapat menjadi salah satu pilihan bagi pelajar untuk belajar berbisnis dengan memanfaatkan teknologi dan jaringan pemasaran yang tersedia. Namun, setiap usaha tetap membutuhkan ketekunan, kejujuran, tanggung jawab, serta kemampuan mengatur waktu dan keuangan.

BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap semangat Ade dapat mendorong siswa lainnya untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berani mengembangkan keterampilan dan kreativitas yang bermanfaat bagi masa depan.

Pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, semangat berwirausaha perlu berjalan beriringan dengan kegiatan belajar agar keduanya dapat saling mendukung dalam membentuk generasi yang unggul dan berdaya.

Lebih dari sekadar cerita tentang seorang siswa yang memiliki tabungan, perjalanan Ade merupakan gambaran tentang keberanian mengambil langkah pertama. Dari usaha yang dirintis secara sederhana, tumbuh pengalaman, tanggung jawab, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

BAZNAS Dorong Generasi Muda yang Peduli dan Mandiri

Apresiasi kepada Ade Hendrik berlangsung dalam rangkaian sosialisasi SIGAP dan ASIK yang menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka memperkuat literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan.

Melalui program SIGAP, para siswa diajak membiasakan diri berinfak dan bersedekah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Sementara itu, program ASIK mendorong partisipasi guru dan karyawan dalam gerakan infak dan sedekah di lingkungan kerja.

Partisipasi dalam kedua program tersebut bersifat sukarela, tanpa paksaan, dan tidak menetapkan nominal maupun waktu tertentu sebagai kewajiban peserta.

BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang bahwa pembentukan karakter generasi muda perlu mencakup dua hal yang saling melengkapi, yakni kepedulian sosial dan kemandirian ekonomi. Kebiasaan berbagi menumbuhkan kepekaan terhadap kebutuhan orang lain, sedangkan semangat berusaha mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depan.

Melalui edukasi dan dukungan terhadap semangat positif para pelajar, BAZNAS berharap semakin banyak generasi muda Majalengka yang tumbuh menjadi pribadi berakhlak mulia, kreatif, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kisah Ade Hendrik menjadi pengingat bahwa usia muda bukan alasan untuk menunda kebaikan dan karya. Selama dijalankan dengan niat baik, tanggung jawab, dan kesungguhan, langkah sederhana hari ini dapat menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih cerah.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Membangun Kemandirian.

#BAZNASMajalengka #AdeHendrik #WirausahaMuda #PelajarBerwirausaha #EntrepreneurMuda #GenerasiMandiri #PelajarInspiratif #PemberdayaanEkonomi #SIGAP #ASIK #SMKNPanyingkiran #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →