WhatsApp Icon

Kenapa Orang Tua Menghukumku Saat Tidak Faham Pelajaran di Sekolah?

25/04/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I

Bagikan:URL telah tercopy
Kenapa Orang Tua Menghukumku Saat Tidak Faham Pelajaran di Sekolah?

Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA – Sebuah pertanyaan pedih seringkali muncul di hati seorang anak ketika lembar hasil ujian tidak sesuai harapan: “Kenapa aku harus dihukum, padahal aku sudah berusaha belajar sekuat tenaga?” Perasaan kecewa, sedih, dan ragu akan kasih sayang orang tua seringkali menyelimuti batin saat teguran keras atau bahkan hukuman fisik diterima hanya karena sebuah angka di sekolah.

Memahami Balutan Rasa Khawatir

Grand Syekh Ahmad Thayyeb dalam kitab al-Athfal Yasalunal Imam memberikan perspektif yang menyejukkan untuk menjembatani kegelisahan ini. Beliau menekankan bahwa pada dasarnya, tindakan tegas orang tua lahir dari rasa cinta yang mendalam dan kekhawatiran akan masa depan anaknya. Mereka ingin kita menjadi pribadi yang sukses dan tidak tertinggal.

Bagi seorang anak, kunci utamanya adalah tetap berusaha bersungguh-sungguh. Niatkan belajar sebagai bentuk bakti kepada orang tua sebagaimana perintah Allah SWT:

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil’.” (QS. Al-Isra: 24)

Pesan Bagi Orang Tua: Kekerasan Bukan Solusi

Namun, di sisi lain, BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui pesan Sang Imam mengingatkan para orang tua bahwa anak adalah hibah (anugerah) dari Allah yang harus dijaga dengan penuh kebijaksanaan. Pendidikan yang mengedepankan kekerasan fisik bukanlah jalan keluar yang diajarkan oleh Islam.

Kita diajak untuk meneladani Rasulullah SAW yang sangat penyayang kepada anak-anak. Sahabat Anas bin Malik RA bersaksi:

"Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih sayang kepada keluarga (dan anak-anak) selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam." (HR. Muslim)

Beliau tidak pernah memukul anak kecil. Langkah utama dalam mendidik saat anak mengalami kesulitan belajar bukanlah hukuman, melainkan:

  1. Mendekat: Menghadirkan kehadiran fisik dan emosional.

  2. Mendengar: Memahami kesulitan apa yang sebenarnya dihadapi anak di sekolah.

  3. Meneladani: Memberikan contoh ketabahan dan semangat dalam mencari ilmu.

Penutup

Hubungan antara anak dan orang tua seharusnya dipenuhi dengan rida dan cinta. Bagi anak, janganlah patah arang dan tetaplah giat belajar untuk membanggakan agama dan tanah air. Bagi orang tua, bimbinglah mereka dengan kelembutan. Ingatlah bahwa hidayah dari Allah dan suasana rumah yang tenang adalah kekuatan terbesar bagi kesuksesan seorang anak.

Mari kita ciptakan keluarga di Majalengka yang harmonis, di mana setiap kesulitan belajar dihadapi dengan diskusi dan doa, bukan dengan amarah.


BAZNAS Kabupaten Majalengka Berkhidmat untuk Umat, Menguatkan Generasi.

#BAZNAS #BAZNASMajalengka #Majalengka #MajalengkaRaharjo #ZakatMajalengka #ParentingIslami #MendidikTanpaKekerasan #TipsParenting #PendidikanAnak #KeluargaSakinah #AnakAnugerahIlahi #BelajarDirumah #GrandSyekhAhmadThayyeb #AlAzhar #NasihatUlama #CintaOrangTua #BirrulWalidain #AdabAnak #MotivasiBelajar #IslamDamai  #KeluargaBahagia #InfoMajalengka #DakwahVisual #GenerasiEmas

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →