WhatsApp Icon

Langkah Kemanusiaan di Hari yang Fitri, Kala Ketua BAZNAS Majalengka Menjemput Air Mata di Pelosok Desa

16/01/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I

Bagikan:URL telah tercopy
Langkah Kemanusiaan di Hari yang Fitri, Kala Ketua BAZNAS Majalengka Menjemput Air Mata di Pelosok Desa

Kala Ketua BAZNAS Majalengka Menjemput Air Mata di Pelosok Desa

Di saat sebagian orang menikmati rehat sejenak dari hiruk-pikuk dunia, ada langkah kaki yang tak terhenti oleh penat. Bagi Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb , hari libur bukanlah batas untuk mengabdi. Baginya, duka rakyat tak mengenal kalender kerja, dan tangis kaum duafa tak bisa menunggu hari Senin tiba.

Di hari Jumat yang penuh barokah ini, sebuah misi kemanusiaan menembus batas-batas desa, membawa secercah harapan bagi mereka yang hampir putus asa.

Tujuan pertama ditempatkan di sebuah gubuk di Dusun Sukamaju, Desa Babakan, Kecamatan Kertajati . Belakangan, potret rumah Bapak Soleh viral di jagat maya—sebuah hunian yang lebih tepat disebut sebagai Saksi bisu kemiskinan yang mencekam.

Bangunan itu tampak ringkih, seolah sedang berbisik meminta pertolongan sebelum benar-benar rata dengan tanah. Dindingnya yang lapuk tak lagi mampu menghalau angin malam, dan atapnya yang bolong membiarkan hujan ikut menangis di dalam rumah.

Kedatangan H. Agus ke lokasi bukan sekedar formalitas pejabat. Beliau datang sebagai seorang saudara, menatap langsung gurat kesedihan di wajah Bapak Soleh. Di sana, di antara kayu-kayu tua yang rapuh, Ketua BAZNAS melihat potret nyata dari sebuah ketidaklayakan yang menyayat hati.

Belum kering peluh di pundak, langkah kaki H. Agus kembali berputar menuju Blok Jum'at, Desa Leuwenggede, Kecamatan Jatiwangi . Di sana, kepedihan lain sedang menyelamatkan kediaman Ibu Cicih. Bukan kemiskinan struktural yang ia hadapi, melainkan amukan si jago merah yang telah menghabiskan habis mimpi-mimpinya.

Ibu Cicih berdiri di atas puing-puing sisa kebakaran. Rumah yang dulu hangat kini hanya menyisakan aroma hangus dan debu hitam. Menatap wajah Ibu Cicih yang sembab, H. Agus hadir membalut luka itu dengan empati yang mendalam.
“Kemanusiaan tidak mengenal hari libur. Ketika saudara kita menangis, disitulah kewajiban kita hadir untuk mengusap air mata,” ujar H. Agus dengan nada rendah, penuh mengucapkannya.

Selain memberikan bantuan sembako untuk menyambung hidup kedua keluarga tersebut, kehadiran BAZNAS Majalengka di hari libur ini adalah simbol bahwa pemerintah dan lembaga zakat hadir di tengah-tengah kesulitan rakyatnya.

Kepedihan yang dialami Bapak Soleh dan Ibu Cicih adalah pengingat bagi kita semua, bahwa di balik gemerlapnya dunia, masih ada sudut-sudut gelap yang membutuhkan cahaya kepedulian. Hari ini, H. Agus Asri Sabana telah melukiskan bahwa kepemimpinan yang sejati adalah kepemimpinan yang mau turun ke lumpur, merasakan pahitnya hidup, dan memeluk erat mereka yang telah terlupakan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat