WhatsApp Icon

Memahami Kemuliaan Jumat: Sayyidul Ayyam dan Keistimewaannya bagi Umat Muslim

08/05/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I

Bagikan:URL telah tercopy
Memahami Kemuliaan Jumat: Sayyidul Ayyam dan Keistimewaannya bagi Umat Muslim

Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA  Hari Jumat bukan sekadar pergantian waktu dalam sepekan, melainkan momen yang penuh keberkahan dan keutamaan. Dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau penghulu hari, Jumat merupakan anugerah istimewa dari Allah SWT khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW, sebuah kemuliaan yang tidak diberikan kepada umat-umat terdahulu.

Pentingnya memaknai hari Jumat ini tertuang dalam berbagai literatur klasik, salah satunya kitab al-Lum’ah Fi Khashaish al-Jumat karya Syekh Jalaluddin al-Suyuthi, yang merangkum berbagai dalil mengenai kekhususan hari ini.

Lima Peristiwa Besar dalam Satu Hari

Berdasarkan riwayat dari Sa’ad bin ‘Ubadah, Rasulullah SAW menegaskan bahwa Jumat adalah hari yang paling agung di sisi Allah, bahkan melebihi keagungan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Keagungan tersebut berlandaskan pada lima peristiwa besar:

  1. Penciptaan Nabi Adam AS.

  2. Turunnya Nabi Adam AS dari surga ke bumi.

  3. Wafatnya Nabi Adam AS.

  4. Adanya waktu mustajab (dikabulkannya doa) selama tidak meminta hal yang bersifat dosa atau memutus silaturahim.

  5. Terjadinya hari kiamat.

Menariknya, kecemasan terhadap datangnya kiamat pada hari Jumat ternyata dirasakan oleh seluruh makhluk, termasuk benda mati dan hewan. Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam kitab Manahij al-Imdad menjelaskan bahwa Allah memberikan "kesadaran" (idrak) kepada makhluk-makhluk tersebut. Setiap pagi di hari Jumat, mereka bersyukur dan saling menyapa saat matahari terbit karena kiamat belum terjadi pada hari itu.

Perlindungan di Alam Kubur dan Pahala Setara Haji

Keutamaan lain yang sangat didambakan adalah perlindungan dari fitnah kubur bagi muslim yang wafat pada hari atau malam Jumat. Para ulama, seperti Imam al-Manawi dan Imam al-Zayadi, sepakat bahwa momen wafat di hari Jumat memberikan kemudahan dan keamanan dari ujian di alam barzakh.

Selain itu, ibadah shalat Jumat bagi kaum fakir yang belum mampu menunaikan ibadah haji memiliki nilai yang sangat tinggi. Rasulullah SAW menyebut Jumat sebagai "Hajji al-Fuqara" atau hajinya orang-orang fakir, dalam artian perolehan pahala yang menyerupai pahala haji.

Amalan Sunnah dan Lipatan Pahala

Untuk meraih keberkahan yang maksimal, umat Muslim dianjurkan menjalankan beberapa amalan sunnah, di antaranya:

  • Menjaga Kebersihan: Mandi Jumat dan berangkat lebih awal ke masjid dengan berjalan kaki dijanjikan pahala setara puasa dan shalat satu tahun untuk setiap langkahnya.

  • Menyimak Khutbah: Mendengarkan khutbah dengan khusyuk menjadi penggugur dosa di antara dua Jumat.

  • Membaca Surat Al-Kahfi: Memberikan pancaran cahaya spiritual bagi pembacanya hingga Jumat berikutnya.

  • Memperbanyak Shalawat: Sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, yang mana satu shalawat akan dibalas sepuluh kebaikan oleh Allah SWT.

Melalui pemahaman atas keutamaan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan amal ibadah dan konsisten dalam menjalankan amaliyah di hari Jumat. Semoga keberkahan Jumat senantiasa menaungi kita semua dalam upaya mewujudkan masyarakat yang religius dan sejahtera.


Editor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Sumber: Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad 

#MajalengkaLangkungSae #BAZNASMajalengka #KeutamaanJumat #SayyidulAyyam #AmalJumat #BeritaMajalengka #IslamRahmatanLilAlamin

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →