Memaknai Kebodohan dan Adab Menghadapinya Menurut Al-Qur'an
23/04/2026 | Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I
Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA Seringkali kita menyempitkan makna "bodoh" hanya sebatas kurangnya pendidikan formal. Namun, merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), meski bodoh berarti tidak memiliki pengetahuan, realitas kehidupan menunjukkan dimensi yang lebih luas. Kebodohan sejati tidak selalu berkorelasi dengan ijazah atau gelar akademik. Seorang yang bergelar Doktor sekalipun dapat terjebak dalam "kebodohan" jika ia kehilangan attitude (perilaku) dan akhlak yang mulia.
Kebodohan dalam Perspektif Al-Qur'an
Kebodohan erat kaitannya dengan penolakan terhadap kebenaran dan keengganan berbuat ma’ruf (kebajikan). Allah SWT memberikan panduan yang jelas dalam menghadapi fenomena ini melalui Surat Al-A’raf ayat 199:
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.”
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa manusia terbagi menjadi dua golongan. Pertama, orang baik yang harus kita terima kebajikannya tanpa membebani mereka. Kedua, orang yang buruk (cenderung pada kebodohan), yang harus kita ajak pada kebaikan. Namun, jika mereka tetap membangkang dan tenggelam dalam kesesatannya, maka perintah Allah sangat tegas: Berpalinglah.
Berpaling di sini bukan berarti memusuhi, melainkan menjaga diri agar tidak terjebak dalam perdebatan yang sia-sia. Sebagaimana dijelaskan Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar dalam Zubdatut Tafsir, kita dilarang membalas kebodohan mereka dengan cara yang sama (mencela atau menghina kembali).
Karakteristik "Orang Bodoh" di Era Modern
Dalam kehidupan bersosial, orang yang "bodoh" secara spiritual dan etika seringkali menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut:
-
Enggan Berbuat Ma'ruf: Lebih condong pada hal-hal munkar.
-
Gemar Mengganggu: Suka menghina, mengejek, memfitnah, dan memancing permusuhan.
-
Merasa Paling Tahu: Seringkali sok tahu padahal hanya memahami permukaan masalah, sehingga jawabannya berputar-putar saat ditanya lebih dalam.
Resep Menghadapi Kebodohan
Tafsir As-Sa’di memberikan panduan praktis bagi kita dalam berinteraksi dengan lingkungan:
-
Jangan Membebani: Terimalah orang lain apa adanya dan jangan menuntut sesuatu di luar tabiat mereka.
-
Rendah Hati: Jangan menyombongkan diri kepada siapa pun, baik karena usia, ilmu, maupun status ekonomi.
-
Tetap Berbuat Baik: Jika disakiti, jangan membalas dengan rasa sakit. Jika dizhalimi, tetaplah berlaku adil.
Menanyakan Ilmu Sebagai Obat
Rasulullah ? memberikan solusi bagi kita agar terhindar dari penyakit ketidaktahuan. Dalam hadits riwayat Abu Dawud, beliau bersabda:
“Tidakkah mereka bertanya jika tidak mengetahui (hukumnya), sesungguhnya tiada lain obat penyakit bodoh adalah bertanya.”
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan literasi, baik literasi agama maupun sosial. Mari kita penuhi ruang kehidupan kita dengan amal perbuatan yang ma’ruf dan menjaga lisan serta sikap dari sifat-sifat yang menjerumuskan kita pada kebodohan.
Semoga kita senantiasa dilindungi Allah SWT dari penyakit hati dan kebodohan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Wallahu a’lam bish-shawab.
Editor: Admin BAZNAS Majalengka
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir As-Sa'di, Zubdatut Tafsir
#BAZNAS #BAZNASMajalengka #Zakat #Infaq #Sedekah #KajianIslam #AkhlakMulia #LiterasiDakwah #MajalengkaReligius
Berita Lainnya
BAZNAS Majalengka dan Kemenag Perkuat Literasi Zakat Profesi, 128 Tenaga Pendidik Ikuti Sosialisasi dan Monev
Usai Salurkan Bantuan di Sindang, BTB BAZNAS Majalengka Lanjutkan Misi Kemanusiaan ke Desa Pajajar
Rawat Rumah Ibadah, Tumbuhkan Kepedulian: BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk Mushola Al Ahmad di Lebakwangi
Kursi Roda, Kasur, dan Sembako untuk Nenek Iti: Di Tengah Keterbatasan, Sang Cucu Berjuang Menjadi Tumpuan Hidup
BAZNAS Perkuat Respons Karhutla, Puluhan Personel Dikerahkan dan Ratusan Warga Terlayani
Harapan Baru untuk Junanta, BAZNAS Majalengka Hadir melalui Program Rumah Layak Huni
Sumpah Pemuda ke-98, BAZNAS Majalengka Gaungkan Patriotisme yang Berpadu dengan Kepedulian Sosial
BAZNAS Majalengka Berduka, Doakan Ana Triana, S.T. Mendapat Tempat Terbaik di Sisi Allah SWT
Merawat Rumah Allah, Menebar Keberkahan: BAZNAS Majalengka Hadirkan Dukungan bagi Masjid Al Imam
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Miasari Sundari, Hadirkan Kepedulian bagi Sesama
Ringankan Beban, Tumbuhkan Harapan: BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Erna Rismalasari
Kepedulian untuk Rumah Ibadah Terus Berlanjut, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan bagi Mushola Al Amin
BAZNAS Majalengka Wujudkan Harapan Ibu Yayah, Penyandang Stroke, Miliki Kamar Mandi Layak di Rumah Sendiri
Hujan Deras Tak Surutkan Langkah BTB BAZNAS Majalengka, Eman Suherman Apresiasi Gotong Royong Warga Korban Kebakaran
Perkuat Kesadaran Zakat Profesi, BAZNAS dan Kemenag Majalengka Dorong ASN Madrasah Berbagi untuk Kemaslahatan Umat

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →