Menata Hati dalam Ikhtiar: Rezeki Takkan Tertukar, Jemputlah dengan Cara yang Benar
18/04/2026 | Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I
Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah hiruk-pikuk tuntutan ekonomi modern, manusia sering kali terjebak dalam ritme hidup yang melelahkan. Ibarat seekor tikus yang berlari kencang di atas roda putar; kaki melangkah cepat, napas tersengal, namun posisi tetap di tempat semula. Fenomena ini menjadi refleksi mendalam bagi kita semua: benarkah rezeki semata-mata hasil linear dari kecepatan usaha pribadi?
Dunia sering kali menyuguhkan anomali. Ada individu yang bekerja keras memeras keringat namun hasilnya sekadar penyambung nyawa. Di sisi lain, ada yang tampak lebih tenang, namun pintu-pintu kemudahan terbuka lebar baginya. Hal ini membawa kita pada satu pertanyaan fundamental: apakah kita yang mengejar rezeki, atau justru rezeki yang sedang mengejar kita?
Kepastian Rezeki dalam Perspektif Nubuwah
Dalam literatur klasik Hilyatul Auliy?’ dan Shah?h al-J?’mi’, Rasulullah SAW memberikan sebuah perumpamaan yang mendobrak logika materialis:
“Seandainya anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan menjemputnya sebagaimana kematian itu menjemputnya.”
Pesan ini menegaskan bahwa rezeki bukanlah barang diskon di toko daring yang akan ludes jika kita terlambat mengklik. Rezeki adalah janji Sang Pencipta yang telah tertulis bahkan sebelum kita mengenal angka. Sahabat Ali bin Abi Thalib RA pun mempertegas bahwa rezeki memiliki dua wajah: rezeki yang kita cari, dan rezeki yang mencari kita.
Strategi "Memantaskan Diri" dan Etika Ajmilu fit-Thalab
Islam tidak mengajarkan umatnya untuk berpangku tangan. Namun, Islam mengubah orientasi bekerja dari sekadar "mendapatkan" menjadi bentuk "penghambaan". Bekerja adalah etika hidup dan bagian dari ibadah.
Rasulullah SAW dalam Sunan Ibnu Majah mengingatkan tentang konsep Ajmilu fit-Thalab (memperbagus cara mencari rezeki): “Bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki... ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram.”
Seorang mukmin yang memiliki keyakinan kokoh bahwa jatahnya tidak akan tertukar, akan tampil sebagai pribadi yang elegan. Ia tidak merasa perlu menyikut rekan kerja, menjilat atasan, atau menabrak batasan syariat demi tumpukan saldo di rekening. Ketenangan batin inilah yang menjadi modal utama produktivitas yang berkah.
Empat Fondasi Ketenangan Hatim al-Asham
Keindahan iman dalam menjemput rezeki pernah dipraktikkan secara presisi oleh ulama besar Hatim al-Asham. Ia membangun "bangunan mental" hidupnya di atas empat fondasi:
-
Keyakinan bahwa rezekinya tidak akan dimakan orang lain, sehingga hatinya tenang.
-
Kesadaran bahwa amalnya tidak bisa digantikan orang lain, sehingga ia sibuk beribadah.
-
Kewaspadaan akan kematian yang datang tiba-tiba.
-
Rasa Malu kepada Allah karena merasa selalu dalam pengawasan-Nya.
Penutup: Seni Menyeimbangkan Langkah dan Sandaran Hati
Hidup adalah tentang seni menyeimbangkan antara kaki yang melangkah dan hati yang bersandar. Menjadi kaya atau memiliki karier cemerlang bukanlah sebuah larangan. Namun, jangan sampai pengejaran materi membuat kita lupa akan hakikat sebagai hamba.
Rezeki hanyalah bekal perjalanan, bukan tujuan akhir. Dengan menata ulang niat dan mengedepankan keberkahan (zakat, infak, dan sedekah), kita akan sampai pada level kesadaran yang memerdekakan: bahwa saat kita berjalan menuju Allah dengan martabat, rezeki itulah yang akan berlari mengejar kita.
Wall?hu a’lam bi ash-Shaw?b.
Editor: Media Center BAZNAS Majalengka
Tagar: #BAZNASMajalengka #KajianIslam #RezekiBerkah #HikmahPagi #ZakatTandaTaat #MajalengkaLangkungSae
Berita Lainnya
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan PHBI untuk MWC NU Sukahaji
Melalui TP.PKK Argapura, BAZNAS Majalengka ajak pelaku usaha berinfaq untuk jalan kebermanfaatan
Keranda untuk Kebaikan: BAZNAS Majalengka Dukung Pelayanan Umat di Masjid Al Mubarok
Zakat Menguatkan Kemandirian: BAZNAS Majalengka Luncurkan Beasiswa Vokasi 2026 untuk 120 Mustahik
Bupati Eman Suherman: Beasiswa Vokasi BAZNAS Buka Jalan Mustahik Menuju Dunia Kerja
Silaturahmi di Hari Bahagia, Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Pernikahan Putri Ketua BAZNAS Kuningan
Donasi untuk NTT Tembus Rp161,6 Juta, BAZNAS Majalengka Terus Perkuat Solidaritas Kemanusiaan
Pemkab Majalengka Raih Beragam Penghargaan, BAZNAS Apresiasi Komitmen Pelayanan Publik
Eye Rayadi Warga sindangkasih terima bantuan Kesehatan BAZNAS Kabupaten Majalengka
HMI KOHATI Majalengka Resmi Emban Amanah Baru, BAZNAS Sampaikan Pesan Pengabdian
H. Agus Asri Sabana: Balai Ternak BAZNAS Harus Melahirkan Kebermanfaatan Berkelanjutan
Ibu Warni Terima Bantuan Sembako dari BAZNAS Majalengka Langsung di Kediamannya
Eti Rohaeti Terima Modal Usaha dari BAZNAS Majalengka, Ikhtiar Wujudkan Kemandirian Ekonomi
Dari Zakat Menjadi Hunian yang Lebih Layak, BAZNAS Majalengka Bantu Ading Warga Banyusari
Dukung Bakti Sosial Mahasiswa YPIB di Nunukbaru, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →