WhatsApp Icon

Meneladani Rasulullah dalam Efisiensi Energi: Langkah Kecil Menjaga Bumi dan Kemaslahatan Umat

19/04/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I

Bagikan:URL telah tercopy
Meneladani Rasulullah dalam Efisiensi Energi: Langkah Kecil Menjaga Bumi dan Kemaslahatan Umat

Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah tantangan krisis energi global dan perubahan iklim yang kian nyata, nilai-nilai Islam hadir memberikan solusi konkret melalui gaya hidup sederhana dan hemat energi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali merefleksikan ajaran Rasulullah SAW terkait pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui penghematan sumber daya.

Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah telah memberikan teladan dalam segala lini kehidupan, termasuk dalam penggunaan energi. Dalam konteks masa kini, pesan Nabi untuk mematikan lampu saat tidur bukan sekadar rutinitas menjelang istirahat, melainkan sebuah manifestasi dari prinsip efisiensi, keamanan, dan kepedulian lingkungan.

Landasan Teologis: Hemat Energi adalah Sunnah

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara eksplisit mengarahkan umat untuk bertindak preventif di malam hari:

"Matikanlah lampumu, kemudian sebutlah nama Allah. Ikatlah kantong air minummu, kemudian sebutlah nama Allah. Tutuplah bejanamu, kemudian sebutlah nama Allah..." (HR. Bukhari).

Secara kontekstual, hadis ini mengajarkan kita untuk tidak membiarkan sumber daya (listrik dan alat elektronik di masa kini) terbuang sia-sia atau membahayakan lingkungan sekitar. Prinsip ini selaras dengan larangan berperilaku boros (tabdzir) sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam QS. Al-Isra [17]: 27, yang menyebutkan bahwa para pemboros adalah saudara setan.

Pesan Waka III BAZNAS Majalengka

Menanggapi hal tersebut, Embed Humed, M.Pd., Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kabupaten Majalengka, menyampaikan imbauannya kepada masyarakat dan seluruh jajaran amilin. Beliau menekankan bahwa kepatuhan terhadap ajaran agama tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan ekologi.

"Menghemat energi adalah bentuk nyata dari rasa syukur kita atas nikmat Allah. Dengan tidak berlebihan dalam menggunakan listrik dan sumber daya lainnya, kita menjalankan sunnah sekaligus menjalankan fungsi pengelolaan keuangan yang bijak di tingkat rumah tangga maupun organisasi," ujar Embed Humed.

Beliau juga menambahkan bahwa perilaku hemat energi selaras dengan semangat pelestarian alam yang merupakan titipan Sang Khaliq. Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-A'raf [7]: 31, Allah dengan tegas menyatakan ketidaksukaan-Nya terhadap segala sesuatu yang berlebihan (israf).

Efek Domino: Keamanan dan Ekologi

Implementasi hemat energi membawa manfaat yang bersifat multifaset. Selain menekan biaya pengeluaran, mematikan aliran listrik pada alat elektronik yang tidak digunakan secara signifikan mencegah risiko korsleting listrik yang memicu kebakaran. Hal ini merupakan bagian dari menjaga keselamatan jiwa dan harta benda (Hifdzun Nafs wa Mal).

Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki pola konsumsi energi kita. Matikan lampu saat tidak diperlukan, cabut kabel elektronik yang menganggur, dan gunakan energi secukupnya. Langkah kecil kita hari ini adalah kontribusi nyata untuk menjaga bumi bagi generasi yang akan datang.


#BAZNASMajalengka #HematEnergi #SunnahRasul #LestariAlam #ZakatTumbuhBermanfaat #IslamRamahLingkungan #EcoSyariah #MajalengkaLangkungSae

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →