Menggugat Niat: Aktivitas Dunia sebagai Ibadah, Tulus atau Sekadar Modus?
20/04/2026 | Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I
Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA, BAZNAS Allah SWT telah membuka pintu ibadah seluas-luasnya bagi hamba-Nya. Tidak hanya melalui jalur ibadah murni (mahdhah) seperti salat dan zakat, tetapi juga melalui aktivitas harian (ghairu mahdhah) yang dijalankan dengan niat yang benar. Sebagaimana sabda Rasulullah ?:
“Amalan-amalan itu hanyalah tergantung pada niatnya. Dan setiap orang hanya akan dibalas berdasarkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Namun, di tengah hiruk-pikuk modernitas, muncul sebuah fenomena retorika yang perlu kita renungkan bersama. Fenomena ini sering datang dari panggung-panggung publik, ruang diskusi profesional, hingga obrolan santai di keluarga. Sebuah tren di mana motivasi duniawi dikobarkan dengan api yang membara, sementara nasihat agama hanya diletakkan sebagai "pelengkap" atau bahkan pembenaran atas ambisi duniawi yang tak bertepi.
Ketimpangan Narasi: Dunia yang Utama, Agama yang Tersisa?
Kita sering menyaksikan tokoh publik atau bahkan diri kita sendiri begitu bersemangat membakar jiwa audiens dengan jargon: “Ayo kerja keras! Kita harus adaptif dan solutif!” Kalimat ini tentu tidak salah. Namun, masalah muncul ketika porsi nasihat agama hanya diselipkan sekilas di akhir pidato panjang: “Yang penting niatnya ibadah.”
Ironisnya, seringkali kalimat tersebut diikuti dengan seruan, “Jangan jadi ritualis! Beragama jangan sekadar ritual saja. Ada hablumminannas!” Pertanyaannya, mengapa kita jarang mendengar keseimbangan yang serupa: “Jangan terlalu ambisius pada dunia! Bukankah selain hablumminannas, ada hablumminallah yang wajib dijaga?”
Kekhawatiran kita adalah terjatuh pada kondisi Kalimatul haq yuradu biha al-bathil—perkataannya benar, namun maksud di baliknya adalah sebuah kekeliruan, yakni mendorong manusia untuk tetap fokus sepenuhnya pada dunia dengan tameng "niat ibadah".
Menempatkan Akhirat sebagai Panglima
Tugas memberi nasihat bukan hanya milik Ustaz atau Kiai. Setiap orang beriman memiliki tanggung jawab moral untuk saling menasihati agar tidak menjadi golongan yang merugi, sesuai amanat QS. Al-Ashr.
Jika dunia ini begitu melelahkan, lantas mengapa kita jarang mengajak sesama untuk "beristirahat" dalam salat? Rasulullah ? bersabda kepada Bilal bin Rabah RA:
“Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan salat.”
Jika hidup ini penuh masalah, mengapa strategi sukses dunia lebih sering digaungkan daripada ajakan merenungi Al-Qur’an? Jika hati sering gelisah, mengapa tips manajemen stres lebih populer daripada ajakan berzikir kepada Allah? Padahal Allah SWT berfirman:
“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Prinsip Utama: Kejar Akhirat, Jangan Lupakan Dunia
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memegang prinsip yang digariskan dalam QS. Al-Qasas: 77:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia.”
Ayat ini sangat jelas perintahnya: Kejar akhirat sebagai tujuan utama, dan jangan lupakan bagian dunia. Jangan dibalik. Mari kita jujur pada diri sendiri dan kepada Allah. Apakah aktivitas duniawi kita benar-benar diniatkan sebagai bentuk penghambaan, ataukah itu hanya dalih agar kita bisa terus terobsesi pada materi tanpa merasa bersalah secara spiritual?
Penutup
Marilah kita mulai menata kembali skala prioritas. Ajaklah orang untuk mengenal Allah terlebih dahulu. Ajak mereka salat, ajak mereka berzakat, ajak mereka berzikir. Barulah setelah itu, dorong untuk giat menggapai dunia dengan tetap menjaga niatnya.
Dengan porsi yang tepat, maka seluruh waktu kita—24 jam dalam sehari—benar-benar akan bernilai ibadah yang tulus, bukan sekadar modus keduniaan.
Semoga Allah memberikan kita taufik agar mampu jujur kepada-Nya dan kepada diri kita sendiri. Wallahu waliyyut taufiq.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #NasihatAgama #NiatIbadah #KritikSosial #IslamKaffah #ZakatMemberdayakan #Hablumminallah #Hablumminannas
Berita Lainnya
Peran Zakat dalam Membantu Korban Bencana dan Krisis Kemanusiaan
BAZNAS Majalengka Sosialisasikan Program SIGAP dan ASIK di MAN 3 Majalengka, Bangun Generasi Peduli Melalui Budaya Berbagi
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah
Zakat Saham dan Investasi: Apakah Wajib Dizakati?
BAZNAS RI Buka Jalan Ikhtiar Mustahik Bekerja di Jepang, BAZNAS Majalengka Siap Tangkap Peluang untuk Wujudkan Majalengka Langkung Sae
Mengapa Zakat Penting untuk Mengurangi Kemiskinan? BAZNAS Majalengka Dorong Pemberdayaan Mustahik Berkelanjutan
BAZNAS Majalengka Hadirkan Pojok UMKM Binaan di Majalengka Expo 2026, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Refleksi Hari Mangrove Sedunia: BAZNAS Kabupaten Majalengka Dorong Zakat Hijau demi Kelestarian Umat dan Lingkungan
Zakat Pendidikan Bantu Anak Dhuafa Terus Sekolah, BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Wujudkan Generasi Berdaya
BAZNAS: Wacana Zakat sebagai Pengganti Pajak Perlu Kesepahaman Pemerintah dan Umat Islam
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Kegiatan Hari Anak Tingkat Kabupaten Majalengka
Mengubah Senin Menjadi Hari yang Dirindukan: Langkah BAZNAS Kabupaten Majalengka Tingkatkan Produktivitas Amilin Amilat
Hari Puisi Indonesia, BAZNAS Kabupaten Majalengka Ajak Teladani Nilai Keislaman dan Kemanusiaan Chairil Anwar
Membayar Zakat Melalui BAZNAS Resmi Lebih Aman, Transparan, dan Tepat Sasaran
Cara Menghitung Zakat Usaha Online dan Toko Digital, Panduan Resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →