Menjaga Hati dari Jerat Pujian: Meneladani Keikhlasan Para Salafus Shalih
11/04/2026 | Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I
Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA, BAZNAS Dalam kehidupan bersosial, pujian seringkali datang sebagai bentuk apresiasi atas sebuah pencapaian atau kebaikan. Namun, bagi seorang mukmin, pujian ibarat pedang bermata dua; ia bisa menjadi motivasi, namun seringkali menjadi pintu masuknya penyakit hati seperti ujub (bangga diri) dan sombong.
Penting bagi kita untuk memiliki "benteng" mental agar tetap rendah hati dan tidak merasa di atas angin saat sanjungan datang bertubi-tubi.
Esensi Ikhlas: Tak Silau Pujian, Tak Ciut Celaan
Para ulama terdahulu telah memberikan resep spiritual mengenai cara menyikapi penilaian manusia. Yahya bin Mu’adz pernah ditanya mengenai kapan seorang hamba mencapai derajat ikhlas. Beliau menjawab dengan analogi yang sangat menyentuh:
"Jika keadaannya mirip dengan anak yang menyusui. Ia tidak lagi peduli apakah orang di sekitarnya memuji atau mencelanya."
Senada dengan hal tersebut, Dzun Nuun Al Mishri menegaskan bahwa ciri keikhlasan adalah ketika seseorang telah mengerahkan seluruh upaya ketaatan namun hatinya sama sekali tidak "gila" akan pujian manusia. Keikhlasan sejati membuat orientasi amal hanya tertuju pada ridha Allah SWT, bukan pada pengakuan publik.
Memandang Kekurangan Diri di Balik Sanjungan
Seringkali kita merasa besar hati karena orang lain hanya melihat sisi lahiriah kita. Ibnu 'Atho' dalam kitab Al-Hikam mengingatkan bahwa manusia memuji berdasarkan apa yang nampak, sementara kita sendiri yang paling tahu betapa banyak kekurangan dan aib yang tersembunyi. Beliau menyebut bahwa orang yang paling bodoh adalah mereka yang lebih mempercayai pujian orang lain daripada keyakinan atas kekurangan dirinya sendiri.
Bahkan sahabat mulia sekelas Ibnu Mas'ud pun tetap menjaga kerendahan hatinya dengan berkata: "Jika kalian mengetahui aibku, tentu tidak ada dua orang dari kalian yang akan mengikutiku."
Panduan Praktis Menghadapi Pujian
Agar tetap membumi, berikut adalah ringkasan kiat-kiat dari para ulama untuk menjaga hati:
-
Keyakinan Tauhid: Sadari bahwa segala nikmat dan keberhasilan datangnya dari Allah SWT, bukan semata-mata usaha manusia.
-
Introspeksi Diri: Lebih fokus melihat kekurangan diri daripada menghitung-hitung kelebihan.
-
Keseimbangan Mental: Tidak terlalu bereaksi berlebihan terhadap pujian maupun celaan. Keduanya dipandang sebagai ujian.
-
Konsistensi Beramal: Ada atau tidak adanya pujian, kualitas ibadah dan kinerja harus tetap sama.
-
Orientasi Akhirat: Tidak mengharapkan pujian berkelanjutan, melainkan hanya mengharap pahala dari Allah semata.
Mengamalkan Doa Abu Bakar Ash-Shiddiq
Sebagai bentuk perlindungan hati, para ulama menyarankan untuk membaca doa yang sering dipanjatkan oleh sahabat Nabi, Abu Bakar Ash-Shiddiq, saat beliau disanjung oleh orang lain:
?????????? ?????? ???????? ?????? ????????? ??????? ???????? ????????? ???????? ?????????? ?????????? ??????? ?????? ??????????? ????????? ??? ??? ??? ???????????? ????? ???????????? ????? ????????????
"Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan kata-kata mereka." (HR. Al-Baihaqi)
Membaca doa ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk pengakuan bahwa kita adalah hamba yang fakir di hadapan Allah. Dengan menjaga hati dari sifat sombong, kita berharap setiap amal zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan tetap bernilai murni hanya untuk-Nya.
Editor: Admin BAZNAS Majalengka Sumber: Syu'ab Al-Iman, Al-Hikam, Adab Al-Mufrod
#BAZNASMajalengka #Tausiyah #Ikhlas #RendahHati #AdabIslam #TazkiyatunNufus #MajalengkaLangkungSae
Berita Lainnya
Nino Sutrisno Terima Bantuan BAZNAS Majalengka untuk Rumah Roboh
Dari Zakat Menjadi Hunian yang Lebih Layak, BAZNAS Majalengka Bantu Ading Warga Banyusari
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Musholla Al-Bayyinah
Dari Silaturahmi Menjadi Aksi, BAZNAS Majalengka Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Beasiswa Vokasi
Pemkab Majalengka Raih Beragam Penghargaan, BAZNAS Apresiasi Komitmen Pelayanan Publik
Keranda untuk Kebaikan: BAZNAS Majalengka Dukung Pelayanan Umat di Masjid Al Mubarok
Zakat Menguatkan Kemandirian: BAZNAS Majalengka Luncurkan Beasiswa Vokasi 2026 untuk 120 Mustahik
Eti Rohaeti Terima Modal Usaha dari BAZNAS Majalengka, Ikhtiar Wujudkan Kemandirian Ekonomi
Bupati Eman Suherman: Beasiswa Vokasi BAZNAS Buka Jalan Mustahik Menuju Dunia Kerja
Eye Rayadi Warga sindangkasih terima bantuan Kesehatan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan PHBI untuk MWC NU Sukahaji
Melalui TP.PKK Argapura, BAZNAS Majalengka ajak pelaku usaha berinfaq untuk jalan kebermanfaatan
HMI KOHATI Majalengka Resmi Emban Amanah Baru, BAZNAS Sampaikan Pesan Pengabdian
Mimin Terima Bantuan Kepedulian BAZNAS Majalengka
Ibu Warni Terima Bantuan Sembako dari BAZNAS Majalengka Langsung di Kediamannya

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →