WhatsApp Icon

Menjemput Ampunan di Malam Seribu Bulan: Panduan Lailatul Qadr ala Rasulullah SAW

14/03/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I

Bagikan:URL telah tercopy
Menjemput Ampunan di Malam Seribu Bulan: Panduan Lailatul Qadr ala Rasulullah SAW

Dokumentasi BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA  Memasuki fase sepuluh malam terakhir di bulan suci Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia, khususnya di Kabupaten Majalengka, kini tengah berada di ambang pintu kemuliaan yang luar biasa. Di antara malam-malam ini, tersembunyi satu permata yang lebih baik dari seribu bulan: Lailatul Qadr.

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh muzzaki dan mustahik untuk memaksimalkan ibadah, bukan hanya melalui zakat dan sedekah, tetapi juga dengan menghidupkan malam-malam ganjil sesuai petunjuk Rasulullah SAW.

Kapan Lailatul Qadr Terjadi?

Rasulullah SAW memberikan isyarat jelas bahwa malam penuh keberkahan ini berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah RA:

???? ????????? ????? ??????? ??????? ?????: ?????????? ???????? ????????? ??? ????????? ???? ????????? ??????????? ??? ?????

“Carilah malam Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Petunjuk serupa juga ditegaskan oleh Ibnu Abbas RA melalui riwayat Imam Bukhari, yang menyarankan kita untuk fokus pada malam ke-25, 27, atau 29 Ramadan (saat tersisa lima, tujuh, atau sembilan malam).


Doa Utama: Memohon Maaf di Malam Mulia

Menariknya, para sahabat tidak hanya bertanya tentang kapan malam itu datang, tetapi juga apa yang harus dibaca. Ibunda ‘Aisyah RA pernah bertanya kepada Nabi SAW mengenai doa terbaik jika bertemu Lailatul Qadr. Beliau menjawab dengan doa yang singkat namun sangat mendalam:

??????????? ??????? ??????? ??????? ??????? ????????? ??????? ?????? (Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul-‘afwa fa‘fu ‘anni)

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia. Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi).

Mengapa Meminta Maaf? Meski Lailatul Qadr adalah waktu mustajab untuk meminta apa saja, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk memprioritaskan ampunan. Hal ini menunjukkan bahwa ampunan Allah SWT adalah anugerah terbesar. Jika Allah telah memaafkan hamba-Nya, maka keberkahan dunia dan akhirat akan mengikutinya secara otomatis.


Keutamaan yang Tak Tertandingi

Mengapa kita harus bersungguh-sungguh? Al-Qur’an dalam Surah Al-Qadr ayat 3 menegaskan:

“Lailatul Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Para ulama menjelaskan bahwa satu malam ibadah di waktu tersebut setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun. Inilah alasan mengapa Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh, bahkan mengencangkan ikat pinggang dan beri’tikaf di masjid selama sepuluh hari terakhir.

Optimalkan Ibadah dan Kepedulian Sosial

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengingatkan bahwa kesempurnaan ibadah di malam Lailatul Qadr juga dapat diraih dengan menyempurnakan kewajiban sosial. Selain salat malam, tadarus, dan i’tikaf, memperbanyak sedekah dan menunaikan Zakat Fitrah di penghujung Ramadan adalah bentuk nyata dari rasa syukur kita atas nikmat Islam.

Mari kita manfaatkan sisa Ramadan ini untuk meraih derajat takwa setinggi-tingginya. Semoga masyarakat Majalengka termasuk golongan orang-orang yang dipertemukan dengan Lailatul Qadr dan mendapatkan ampunan-Nya.


Layanan Zakat, Infak, dan Sedekah BAZNAS Majalengka: Kunjungi Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka atau salurkan donasi Anda melalui kanal resmi kami untuk membantu sesama di bulan yang penuh berkah ini.

BAZNAS Majalengka: Amanah, Profesional, Transparan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →