WhatsApp Icon

Menjemput Ketenangan di Penghujung Ramadhan: Pesan H. Agus Asri Sabana tentang Keutamaan Hari ke-25

15/03/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I

Bagikan:URL telah tercopy
Menjemput Ketenangan di Penghujung Ramadhan: Pesan H. Agus Asri Sabana tentang Keutamaan Hari ke-25

Dokumentasi BAZNAS Kabupaten Majalengka

Memasuki fase sepuluh malam terakhir Ramadhan, suasana spiritual umat Muslim semakin meningkat. Di tengah persiapan menyambut Idul Fitri, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, mengajak masyarakat untuk tetap fokus meraih keberkahan yang tersisa, khususnya pada hari ke-25 Ramadhan.

Keutamaan Hari ke-25 Menurut Kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah

H. Agus Asri Sabana menjelaskan bahwa dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah, ditegaskan bahwa umat Islam yang menjalankan puasa hari ke-25 dengan penuh keikhlasan akan mendapatkan ganjaran yang luar biasa.

"Di hari ke-25 ini, Allah SWT menjanjikan anugerah yang menyentuh sisi batin terdalam manusia: Allah menghilangkan rasa takut dan kesedihan dari hati orang yang berpuasa," ungkap beliau.

Beberapa keutamaan spesifik yang disebutkan dalam literatur ulama tersebut antara lain:

  • Rezeki Surgawi: Allah memberikan makanan dan minuman sebagai balasan pahala langsung.

  • Ketenangan Psikologis: Hilangnya kecemasan akan masa depan (takut) dan penyesalan masa lalu (sedih).

  • Multiplikasi Pahala: Segala amal ibadah dilipatgandakan secara khusus di penghujung bulan suci.

  • Curahan Rahmat: Mendapatkan keberkahan yang menjadi bekal setelah Ramadhan usai.


Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga

Lebih lanjut, H. Agus Asri Sabana menekankan bahwa puasa adalah madrasah perilaku. Mengutip pandangan para ulama, beliau mengingatkan bahwa esensi puasa bukan hanya menahan haus dan lapar sejak fajar hingga terbenam matahari.

"Agar pahala puasa menjadi sempurna, seorang Muslim harus menjaga perilaku lahir dan batin. Jika hanya dilakukan secara lahiriah tanpa menjaga perilaku, kita khawatir hanya mendapatkan rasa lapar saja tanpa pahala," tegasnya.

Untuk meraih kesempurnaan tersebut, beliau mengimbau masyarakat untuk:

  1. Menjaga Lisan: Menghindari ghibah (menggunjing) dan berkata sia-sia.

  2. Menata Hati: Menghindari prasangka buruk (su'udzon) terhadap sesama.

  3. Kendali Diri: Mengelola emosi, hawa nafsu, serta menjaga pandangan dari hal yang tidak baik.

  4. Aksi Nyata: Memperbanyak amal kebaikan, termasuk melalui zakat dan sedekah.

Optimalisasi Zakat di Akhir Ramadhan

Sebagai pimpinan BAZNAS Majalengka, beliau juga mengingatkan bahwa ketenangan hati yang dijanjikan Allah di hari ke-25 ini berkaitan erat dengan kepedulian sosial. Melalui zakat, seorang mukmin tidak hanya menyucikan hartanya, tetapi juga membantu kaum dhuafa di Majalengka agar mereka pun tidak lagi merasa takut akan kelaparan dan sedih karena kekurangan.

Beliau berharap masyarakat Kabupaten Majalengka dapat memanfaatkan sisa hari di bulan suci ini dengan memperbanyak i'tikaf dan tadarus. Dengan hati yang bersih, seorang mukmin akan meraih derajat Muttaqin.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →