WhatsApp Icon

Merajut Ukhuwah di Hari Kemenangan: Panduan Adab Silaturahmi Idul Fitri bagi Keluarga dan Masyarakat

23/03/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I

Bagikan:URL telah tercopy
Merajut Ukhuwah di Hari Kemenangan: Panduan Adab Silaturahmi Idul Fitri bagi Keluarga dan Masyarakat

Dokumentasi BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA  Momentum Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar perayaan atas kembalinya kita kepada fitrah setelah sebulan penuh berpuasa. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah jembatan emas untuk mempererat tali silaturahmi, baik kepada keluarga inti, sanak saudara, maupun tetangga sekitar.

Dalam rangka menjaga kekhidmatan hari kemenangan, penting bagi setiap muslim untuk mengedepankan adab dan tata krama saat berkunjung. Berikut adalah panduan adab bersilaturahmi yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam:

1. Meluruskan Niat karena Allah SWT

Silaturahmi harus didasari oleh niat tulus untuk menyambung kasih sayang, bukan untuk ajang pamer (riya) atau sekadar formalitas sosial. Niat yang bersih akan mendatangkan keberkahan dan melapangkan rezeki.

Landasan Dalil: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari & Muslim).

2. Memperhatikan Urutan Prioritas

Dalam Islam, silaturahmi memiliki skala prioritas. Mulailah dengan mengunjungi orang tua kandung, kemudian saudara kandung (kakak/adik), paman, bibi, dan barulah kerabat jauh serta tetangga. Mengutamakan orang tua adalah bentuk bakti (birrul walidain) yang paling utama di hari raya.

3. Adab Bertamu: Waktu dan Perizinan

Saat berkunjung ke rumah saudara atau tetangga, perhatikan waktu yang tepat. Hindari waktu istirahat (seperti saat Dzuhur atau larut malam). Pastikan pula untuk mengetuk pintu dengan sopan dan mengucapkan salam maksimal tiga kali.

Landasan Dalil: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya..." (QS. An-Nur: 27).

4. Menjaga Lisan dan Menghindari Pertanyaan Sensitif

Momentum kumpul keluarga sering kali diwarnai dengan obrolan hangat. Namun, kita wajib menjaga lisan agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Hindari pertanyaan yang bersifat pribadi atau membandingkan pencapaian materi antar anggota keluarga. Sebaliknya, hiasilah pertemuan dengan doa dan kata-kata yang memotivasi.

5. Berpakaian Rapi dan Menutup Aurat

Menampilkan penampilan terbaik di hari raya adalah sunnah, selama tidak berlebihan (tabarruj). Gunakan pakaian yang bersih, rapi, dan sesuai dengan kaidah syariat sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah.

6. Menghormati Hidangan Tuan Rumah

Saat disuguhi makanan atau minuman, hendaknya kita mencicipinya sebagai bentuk apresiasi terhadap kemuliaan tuan rumah. Jika memiliki pantangan tertentu, sampaikanlah dengan bahasa yang halus tanpa mencela hidangan yang disajikan.


Hikmah Silaturahmi: Memperpanjang Umur dan Melapangkan Rezeki

Menyambung kekeluargaan memiliki kaitan erat dengan keberkahan hidup. Allah SWT menjanjikan keutamaan bagi hamba-Nya yang gemar menyambung tali persaudaraan.

Landasan Dalil: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari).

Penutup Mari kita jadikan Idul Fitri tahun ini sebagai momentum untuk membersihkan hati dari segala dengki dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat Majalengka. Semoga setiap langkah kita menuju rumah saudara dan tetangga dicatat sebagai amal salih yang diridai Allah SWT.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →