WhatsApp Icon

Refleksi Digital: Memposisikan Al-Qur'an di Tengah Dominasi Smartphone

11/04/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I

Bagikan:URL telah tercopy
Refleksi Digital: Memposisikan Al-Qur'an di Tengah Dominasi Smartphone

Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA, BAZNAS – Di era disrupsi digital saat ini, smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia. Mulai dari anak-anak hingga lansia, perangkat mungil ini hampir tidak pernah lepas dari genggaman. Fenomena sosial menunjukkan bahwa rata-rata masyarakat menyentuh layar ponsel mereka setiap tiga puluh menit sekali hanya untuk sekadar memantau arus informasi atau berita.

Namun, di balik kemudahan akses informasi tersebut, muncul sebuah pertanyaan mendasar bagi setiap Muslim: Sudahkah penggunaan teknologi ini selaras dengan skala prioritas ibadah kita?

Kebutuhan Informasi vs Kebutuhan Spiritual

Secara leksikal, berita mencakup segala keterangan mengenai peristiwa yang hangat. Kini, sumber berita tidak lagi terbatas pada jurnalis profesional, melainkan meluas hingga ke lingkaran media sosial seperti Facebook, Twitter (X), dan WhatsApp. Kecepatan arus informasi inilah yang sering kali membius pengguna untuk menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar.

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk kembali melakukan audit terhadap aktivitas harian. Sering kali terjadi paradoks di mana sepuluh menit mengakses media sosial terasa sangat singkat, namun sepuluh menit membaca mushaf Al-Qur'an terasa begitu lama. Begitu pula dengan antusiasme mencari klarifikasi isu politik yang jauh lebih tinggi dibandingkan mencari tafsir ayat-ayat Allah.

Al-Qur'an sebagai Standar Kemuliaan

Merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Allah sejatinya meninggikan derajat suatu kaum karena berpegang teguh terhadap Kitab ini (Al-Qur'an) dan merendahkan kaum lainnya karena menelantarkan Kitab ini.”

Syaikh Muhammad Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah menekankan bahwa Al-Qur'an diturunkan dengan tiga tujuan utama: membacanya, memahami maknanya, dan mengamalkannya. Kebutuhan manusia terhadap petunjuk Al-Qur'an sejatinya jauh lebih besar daripada kebutuhan terhadap udara, karena ia merupakan kunci keselamatan di dunia maupun di akhirat.

Menempatkan Teknologi pada Porsinya

Pemanfaatan smartphone tentu tidak dilarang. Secara fungsional, perangkat ini sangat bermanfaat sebagai alat bantu komunikasi bahkan sarana membaca Al-Qur'an digital. Namun, tantangan terbesarnya adalah beragam fitur hiburan yang berpotensi melalaikan.

Sikap dan perbuatan seseorang mencerminkan apa yang paling ia cintai. Jika perhatian terhadap notifikasi smartphone jauh melampaui perhatian terhadap panggilan Allah, maka diperlukan evaluasi iman yang mendalam. Jangan sampai kecanggihan teknologi justru menjadi tabir yang menjauhkan kita dari kemuliaan Kalamullah.

Mari jadikan momentum ini untuk menata kembali prioritas kita. Jadikan teknologi sebagai pelayan bagi ibadah kita, bukan sebaliknya. Pembahasan lebih mendalam mengenai keutamaan Al-Qur'an akan kami ulas pada artikel selanjutnya: "Antara Al-Qur'an dan Smartphone Bagian Ke-2".


Editor: Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka Sumber: Adaptasi Artikel Literasi Islam

#BAZNASMajalengka #LiterasiIslam #AlQuranSelfie #ZakatMajalengka #RefleksiDiri #DakwahDigital #MajalengkaReligius

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →