WhatsApp Icon

Sambut Ribuan Peziarah Haulan Desa Kagok, Ketua BAZNAS Majalengka Tinjau Persiapan "Warung Amal"

18/04/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I

Bagikan:URL telah tercopy
Sambut Ribuan Peziarah Haulan Desa Kagok, Ketua BAZNAS Majalengka Tinjau Persiapan "Warung Amal"

Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka turut mengambil peran dalam menyemarakkan tradisi tahunan Haulan di Desa Kagok, Kecamatan Banjaran. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., meninjau langsung kesiapan "Warung Amal BAZNAS" pada Sabtu malam (18/04/2026), menjelang puncak acara yang akan digelar esok hari.

Dalam peninjauan tersebut, Ketua BAZNAS didampingi oleh Kepala Pelaksana, Drs. Uuh Patulloh, serta Tim Media BAZNAS, Eman Suherman, S.Pd.I. Kehadiran pimpinan BAZNAS ini bertujuan memastikan pelayanan bagi para tamu dan peziarah yang diperkirakan mencapai ribuan orang dapat berjalan maksimal.

Warung Amal: Sinergi Layanan untuk Umat

Melalui program Warung Amal, BAZNAS Majalengka berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk menyediakan berbagai kudapan tradisional secara gratis. Hidangan yang disajikan mengedepankan kearifan lokal, seperti:

  • Umbi-umbian hasil bumi lokal (Ubi jalar, talas, singkong, bengkuang).

  • Minuman kemasan untuk para peziarah.

"Kehadiran Warung Amal ini adalah bentuk nyata pelayanan BAZNAS kepada masyarakat. Kami ingin menyambut para peziarah yang datang dari berbagai penjuru Pulau Jawa dengan semangat ukhuwah Islamiyah, sekaligus mengenalkan potensi hasil bumi Majalengka," ujar H. Agus Asri Sabana di sela-sela peninjauannya.

Melestarikan Tradisi Era Kerajaan Talaga Manggung

Tradisi Haulan di Desa Kagok bukan sekadar ritual biasa, melainkan warisan sejarah sejak zaman Kerajaan Talaga Manggung yang digelar setiap bulan Hapit (Dzulqaidah). Para peziarah datang untuk menghormati jasa para penyebar Islam di tanah Majalengka, yakni:

  1. Sunan Wanaperih (Arya Kikis): Raja Talaga Manggung (1553-1556 M) pendiri pesantren tertua di Majalengka.

  2. Syekh Sayid Faqih Ibrahim (Sunan Cipager): Putra Syekh Abdul Muhyi Pamijahan yang memiliki peran sentral dalam dakwah Islam di wilayah ini.

Magnet Wisata Religi dan Penggerak Ekonomi

Kegiatan ini terbukti menjadi magnet wisata religi yang luar biasa. Pengunjung tidak hanya datang dari wilayah III Cirebon, tetapi merambah hingga Priangan Timur (Tasikmalaya, Garut), Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Hal ini berkaitan erat dengan silsilah keturunan tokoh-tokoh besar tersebut yang tersebar di berbagai daerah.

Selain memperkuat aspek spiritual, kegiatan ini menjadi napas baru bagi ekonomi warga. Produk pertanian lokal seperti petai dan umbi-umbian laku keras di pasaran selama prosesi Haulan berlangsung.

Dengan adanya sinergi antara nilai sejarah, kearifan lokal, dan dukungan lembaga seperti BAZNAS, diharapkan tradisi Haulan Desa Kagok tidak hanya lestari secara budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan mempererat tali silaturahmi antarumat.


#BAZNASMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat #HaolanDesaKagok #WisataReligiMajalengka #BudayaMajalengka #KecamatanBanjaran #WarungAmal #SinergiKebaikan

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →