Saring Sebelum Sharing: Etika Menyebar Informasi dalam Perspektif Hadits
11/04/2026 | Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I.
Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA Di era keterbukaan informasi saat ini, kecepatan berita seringkali mengalahkan keakuratan. Media massa, media sosial, hingga percakapan sehari-hari dipenuhi dengan berbagai kabar yang belum tentu kebenarannya. Menanggapi fenomena ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat, khususnya para muzaki dan mustahik, untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam menyebarkan informasi atau "kabar burung."
Menyebarkan setiap hal yang kita dengar tanpa verifikasi bukan hanya berisiko menimbulkan fitnah, tetapi juga merupakan bentuk kedustaan sebagaimana diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Landasan Syariat dalam Berita
Diriwayatkan dari Hafsh bin ‘Ashim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Cukup seseorang dikatakan dusta, jika ia menceritakan segala apa yang ia dengar." (HR. Muslim no. 5)
Pelajaran dari Imam Nawawi
Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim memberikan penjelasan mendalam mengenai hadits ini. Beliau menegaskan bahwa seseorang bisa dikatakan berdusta karena berita yang didengar sering kali dibumbui atau ditambah-tambah.
Secara esensial, dusta didefinisikan sebagai memberitakan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Meskipun seseorang tidak berniat berbohong, menceritakan berita yang tidak valid secara otomatis menjerumuskannya pada kedustaan. Jika dilakukan dengan sengaja, maka hal tersebut menjadi dosa yang nyata.
Pesan BAZNAS Majalengka
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa prinsip tabayyun (verifikasi) sangat penting, terutama menyangkut informasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas sumbernya. Pastikan setiap informasi, baik itu program bantuan maupun laporan keuangan, berasal dari saluran resmi BAZNAS Majalengka agar terjaga amanah dan ukhuwah di antara kita," ujarnya.
Marilah kita jadikan lisan dan jari kita sebagai sarana penyebar kebaikan, bukan menjadi corong berita yang tidak jelas muaranya. Ingatlah, menjadi bijak dalam berbagi berita adalah bagian dari takwa.
Tag:
#BAZNASMajalengka #ZakatPemberdayaan #EtikaInformasi #SaringSebelumSharing #Tabayyun #HaditsHarian #MajalengkaLangkungSae #ZakatAmanah
Berita Lainnya
Donasi untuk NTT Tembus Rp161,6 Juta, BAZNAS Majalengka Terus Perkuat Solidaritas Kemanusiaan
HMI KOHATI Majalengka Resmi Emban Amanah Baru, BAZNAS Sampaikan Pesan Pengabdian
Ibu Warni Terima Bantuan Sembako dari BAZNAS Majalengka Langsung di Kediamannya
Eti Rohaeti Terima Modal Usaha dari BAZNAS Majalengka, Ikhtiar Wujudkan Kemandirian Ekonomi
H. Agus Asri Sabana: Balai Ternak BAZNAS Harus Melahirkan Kebermanfaatan Berkelanjutan
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Musholla Al-Bayyinah
Dukung Bakti Sosial Mahasiswa YPIB di Nunukbaru, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan
Dari Silaturahmi Menjadi Aksi, BAZNAS Majalengka Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Beasiswa Vokasi
Bupati Eman Suherman: Beasiswa Vokasi BAZNAS Buka Jalan Mustahik Menuju Dunia Kerja
Pemkab Majalengka Raih Beragam Penghargaan, BAZNAS Apresiasi Komitmen Pelayanan Publik
Melalui TP.PKK Argapura, BAZNAS Majalengka ajak pelaku usaha berinfaq untuk jalan kebermanfaatan
Madsuri Ependi, Sosok yang Pernah Mengabdi di BAZNAS Majalengka Berpulang
Silaturahmi di Hari Bahagia, Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Pernikahan Putri Ketua BAZNAS Kuningan
Eye Rayadi Warga sindangkasih terima bantuan Kesehatan BAZNAS Kabupaten Majalengka
Keranda untuk Kebaikan: BAZNAS Majalengka Dukung Pelayanan Umat di Masjid Al Mubarok

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →