WhatsApp Icon

Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya?

18/04/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I

Bagikan:URL telah tercopy
Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya?

Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka

Tentu, ini adalah draf berita menarik yang disusun khusus untuk gaya penulisan website resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka, dengan menggabungkan esensi religius dan edukasi publik.


Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya?

MAJALENGKA, BAZNAS – Pernahkah kita melihat seseorang yang hidupnya tampak begitu sempurna secara materi? Bisnisnya selalu untung, kariernya melesat tanpa hambatan, dan hartanya melimpah ruah, namun di sisi lain ia terang-terangan meninggalkan shalat, gemar bermaksiat, dan jauh dari nilai-nilai agama.

Fenomena ini sering kali menimbulkan pertanyaan di kalangan awam: mengapa mereka yang membangkang justru hidupnya terlihat lebih nyaman?

Bukan Kemuliaan, Melainkan Jebakan Halus

Menyikapi hal ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru merasa iri atau menganggap Allah tidak adil. Apa yang dialami orang tersebut bukanlah sebuah bentuk kemuliaan, melainkan sebuah jebakan halus yang mematikan yang disebut dengan Istidr?j.

Secara terminologi, dalam kitab al-Tafs?r al-Bas?th, Istidr?j bermakna menurunkan seseorang sedikit demi sedikit hingga sampai pada titik kebinasaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 44:

"Maka, ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu segala sesuatu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba..."

 

 

Tiga Jebakan yang Sering Tidak Disadari

Para Salafush Shalih mengingatkan adanya tiga hal yang seringkali menipu manusia sehingga mereka merasa "aman" dalam kemaksiatan:

  1. Nikmat yang Terus Mengalir: Merasa rezeki lancar adalah tanda rida Allah, padahal itu adalah cara Allah membiarkan hamba-Nya semakin jauh.

  2. Aib yang Tertutupi: Merasa tidak berdosa karena kesalahan-kesalahannya tidak diketahui orang lain.

  3. Pujian Manusia: Terlena dengan sanjungan publik padahal kondisi batinnya keropos.

Rezeki Berkah vs Rezeki Istidr?j

Indikator utama sebuah rezeki dikatakan berkah adalah jika rezeki tersebut mendekatkan kita kepada Allah SWT. Sebaliknya, rezeki yang justru membuat seseorang semakin sombong, kikir, dan jauh dari ibadah adalah Istidr?j yang harus segera disadari sebelum maut menjemput secara tiba-tiba.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada siapa pun, baik yang dicintai maupun tidak, namun iman hanya diberikan kepada mereka yang dicintai-Nya." (HR. Ahmad & Tirmidzi).

Muhasabah dan Zakat sebagai Penawar

Melalui edukasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa mengingatkan para Muzaki dan seluruh umat Muslim untuk selalu bermuhasabah. Salah satu cara membentengi harta dari sifat Istidr?j adalah dengan mensucikannya melalui Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

Dengan berzakat, kita mengakui bahwa ada hak orang lain dalam harta kita, sekaligus menjadi bukti bahwa dunia bukanlah tujuan utama, melainkan sarana untuk meraih rida-Nya.

Mari kita berdoa sebagaimana doa Umar bin Khattab RA: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menjadi orang yang ditarik secara bertahap ke dalam kebinasaan (Istidr?j).”


Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk pilihan praktis, aman, dan tepat sasaran.

#BAZNASMajalengka #ZakatTandaCinta #EdukasiIslami #Istidraj #MuhasabahDiri #MajalengkaLangkungSae #HartaBerkah

 
 
 

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →