BAZNAS Majalengka Dorong SDSS Buka Jalan Anak Keluarga Dhuafa Kuliah dan Bekerja di Jepang
08/10/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Dorong SDSS Buka Jalan Anak Keluarga Dhuafa Kuliah dan Bekerja di Jepang
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus mengambil peran strategis dalam mendorong terwujudnya akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., dalam Launching Program Satu Desa Satu Sarjana (SDSS) Kabupaten Majalengka, Kamis, 8 Oktober 2026.
Kegiatan yang digelar di tempat pelatihan SMK PUI Majalengka, Jalan Suma, Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, tersebut menjadi momentum penting bagi lahirnya inovasi pendidikan yang mengintegrasikan kuliah dengan kesempatan bekerja di Jepang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Program SDSS merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten Majalengka di bawah kepemimpinan Bupati Majalengka Eman Suherman bersama Wakil Bupati Majalengka. Dalam implementasinya, BAZNAS Kabupaten Majalengka turut mengambil bagian penting, khususnya dalam menggagas dan memfasilitasi terbangunnya kerja sama pendidikan dengan Universitas Teknologi Bandung (UTB).
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan kebermanfaatan zakat yang lebih luas, terutama dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“BAZNAS Kabupaten Majalengka sejak awal berkomitmen menjadi bagian dari solusi. Kami menginisiasi dan memfasilitasi komunikasi langsung dengan Universitas Teknologi Bandung untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui Program Satu Desa Satu Sarjana,” ujar Agus.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan penting dalam ikhtiar memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, BAZNAS tidak hanya melihat zakat dari sisi bantuan konsumtif, tetapi juga bagaimana dana umat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang bagi mustahik.
“Kami ingin zakat tidak berhenti pada bantuan sesaat. Zakat harus mampu menjadi jalan bagi anak-anak keluarga dhuafa untuk mendapatkan pendidikan, meningkatkan kompetensi, memperoleh pekerjaan yang layak, dan pada akhirnya mengangkat kesejahteraan keluarganya. Insyaallah, inilah semangat zakat dalam membangun kemandirian,” tambahnya.
Pada program SDSS jalur Jepang ini, sebanyak 100 anak dari keluarga kurang mampu menjadi angkatan perdana. Para peserta berasal dari keluarga miskin desil 1–4 berdasarkan data pemerintah desa dan sebelumnya telah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, verifikasi lapangan, tes akademik hingga wawancara.
Para peserta juga telah diterima sebagai mahasiswa Universitas Teknologi Bandung (UTB) sejak akhir September 2026.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Majalengka memberikan fasilitas pelatihan intensif selama tiga bulan. Peserta mendapatkan pembelajaran bahasa dan budaya Jepang, keterampilan kerja, serta fasilitas asrama dan konsumsi sebagai bagian dari persiapan sebelum diberangkatkan ke Jepang.
Menariknya, setelah berada di Jepang dan mengikuti aktivitas kerja, peserta tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi melalui perkuliahan UTB secara daring pada malam hari.
Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan bahwa program tersebut merupakan terobosan baru dalam pengembangan pendidikan sekaligus strategi pengentasan kemiskinan.
“Program ini merupakan yang pertama di Indonesia. Kita tidak hanya membuka akses pendidikan tinggi, tetapi mengintegrasikannya langsung dengan kesempatan kerja internasional bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu,” ujar Eman.
Ia menegaskan bahwa SDSS jalur Jepang tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat, tetapi juga dirancang sebagai strategi untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kapasitas, pengalaman kerja internasional, dan peluang ekonomi yang lebih luas.
Saat ini, angka kemiskinan Kabupaten Majalengka tercatat sebesar 10,31 persen, sementara rata-rata lama sekolah berada pada angka 7,81 tahun. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang penting lahirnya inovasi SDSS sebagai upaya memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Majalengka menjalankan program tersebut bersama Universitas Teknologi Bandung dengan dukungan Perumda BPR Majalengka.
Bupati Eman juga berpesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga disiplin, akhlak, dan nama baik Kabupaten Majalengka selama mengikuti pendidikan maupun ketika berada di Jepang.
“Kalian membawa harapan besar keluarga dan daerah. Jadilah duta kebanggaan Kabupaten Majalengka yang berilmu tinggi, berdisiplin dan beradab,” pesannya.
Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, keterlibatan dalam SDSS menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan zakat sebagai kekuatan pemberdayaan umat. Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, perguruan tinggi, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Majalengka menegaskan, keberhasilan program tersebut bukan hanya diukur dari berapa banyak anak yang dapat berangkat ke perguruan tinggi atau bekerja ke luar negeri, tetapi dari sejauh mana mereka mampu menjadi generasi yang mandiri, berilmu, berakhlak dan kelak memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat.
“Insyaallah, ketika ilmu bertemu dengan kesempatan dan didukung dengan doa serta ikhtiar yang sungguh-sungguh, akan lahir generasi Majalengka yang mampu mengangkat derajat keluarganya. Semoga para peserta diberikan kelancaran, keberkahan dan kesuksesan dalam menempuh pendidikan serta menjalankan amanahnya,” tutur Agus.
Program Satu Desa Satu Sarjana diharapkan menjadi model inovatif pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Lebih jauh, program ini menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk mempercepat terwujudnya masyarakat Majalengka yang Langkung SAE—lebih sejahtera, berpendidikan, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak dan kebermanfaatan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Zakat Tumbuh, Umat Tangguh, Majalengka Langkung SAE.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #SatuDesaSatuSarjana #SDSS #PendidikanUntukMustahik #ZakatUntukPendidikan #ZakatPemberdayaan #MajalengkaMendunia #KuliahSambilKerja #GenerasiMajalengka #BAZNASUntukUmat
Berita Lainnya
Dari Kepastian Status hingga Kemandirian, BAZNAS Majalengka Dukung Langkah Baru Keluarga Ibu Baedah
BAZNAS Majalengka Resmikan Peletakan Batu Pertama Balai Ternak Unggulan Berkonsep Zero Waste
H. Agus Asri Sabana Sambut Kapolda Jabar Baru, Irjen Pol Hengki: Selamat Datang di Tanah Pasundan
BAZNAS Majalengka Salurkan Amanah Zakat untuk Bantu Pemulihan Kesehatan Warga Sukahaji
Ketua BAZNAS Majalengka: Sinergi dengan Polres Menjadi Jembatan Kasih Sayang bagi Masyarakat
Atap Rumah Hancur Diterjang Puting Beliung, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Rp5 Juta untuk Didi Juhadi
Sepanjang September 2026, BAZNAS Majalengka Salurkan Manfaat ZIS kepada 946 Penerima
BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Penataan Kios Taman Jomantara Munjul
BAZNAS Majalengka Dukung Conference Santri Mendunia, Perkuat Syiar dan Potensi Generasi Muda
Meski Malam Menyapa, Kepedulian Tak Berhenti: BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk Renovasi Masjid Al-Fatah
Tanamkan Kepedulian Sejak Bangku Sekolah, BAZNAS Majalengka Sosialisasikan SIGAP dan ASIK di SMAN 1 Rajagaluh
BAZNAS Majalengka Sampaikan Apresiasi dan Doa untuk Irjen Pol. Pipit Rismanto
Usai Tinjau Korban Puting Beliung, Bupati dan BAZNAS Majalengka Sambangi Yayasan Baiturrohim Ridwani Majid
BTB BAZNAS Majalengka Bergerak Cepat Bantu Korban Kebakaran Rumah di Girimukti
Maulid Nabi di Kadipaten, BAZNAS Majalengka Hadirkan Kepedulian untuk Lansia

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →