Dari Silaturahmi Menjadi Aksi, BAZNAS Majalengka Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Beasiswa Vokasi
08/09/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Dari Silaturahmi Menjadi Aksi, BAZNAS Majalengka Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Beasiswa Vokasi
MAJALENGKA Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana,S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. menegaskan bahwa Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan pendayagunaan zakat yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu membuka jalan bagi mustahik menuju kemandirian ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Agus saat memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan dan Peluncuran Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026).
Program hasil kolaborasi BAZNAS Kabupaten Majalengka, BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI), dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (K2UKM) Kabupaten Majalengka tersebut menyasar 120 mustahik untuk mendapatkan pembekalan keterampilan kerja sekaligus membuka akses menuju dunia industri.
Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa lahirnya program vokasi tersebut tidak terlepas dari proses silaturahmi dan komunikasi yang telah dibangun oleh berbagai pihak.
Menurutnya, beberapa waktu sebelumnya Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, dan KADIN melakukan kunjungan ke BAZNAS RI. Dari pertemuan dan komunikasi tersebut, terbuka peluang untuk mengembangkan program vokasi yang kemudian diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga.
“Program ini merupakan buah dari silaturahmi dan komunikasi yang kita bangun bersama. Dari pertemuan tersebut, kita menangkap peluang bagaimana zakat dapat kita arahkan untuk memberikan manfaat yang lebih panjang bagi para mustahik.”
Agus menilai, program vokasi menjadi salah satu bentuk nyata transformasi pengelolaan zakat. Jika sebelumnya bantuan kepada mustahik lebih banyak berorientasi pada pemenuhan kebutuhan, maka melalui program pemberdayaan, zakat dapat menjadi modal untuk meningkatkan kapasitas dan membuka kesempatan memperoleh pekerjaan.
“Vokasi ini merupakan bentuk transformasi penyaluran zakat. Kita ingin zakat tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi jalan agar mustahik memiliki keterampilan, mendapatkan pekerjaan, memiliki penghasilan dan pada akhirnya mampu mandiri.”
Menangkap Peluang melalui Kolaborasi
Agus menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak dapat dilakukan oleh BAZNAS seorang diri. Diperlukan sinergi antara lembaga zakat, pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha, serta sektor industri.
Karena itu, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 dirancang tidak berhenti pada proses pelatihan. Para peserta juga diarahkan untuk memiliki akses terhadap dunia kerja melalui keterlibatan mitra industri.
Sebanyak 120 peserta akan mengikuti program dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mendapatkan pelatihan selama satu minggu.
Program ini turut mendapatkan dukungan dari PT Shoetown Indonesia sebagai offtaker atau mitra yang membuka peluang penyerapan tenaga kerja bagi peserta sesuai kebutuhan dan kualifikasi yang dipersyaratkan.
Bagi Agus, keterlibatan dunia industri menjadi bagian penting agar program zakat produktif benar-benar memberikan dampak nyata.
“Kita tidak ingin pelatihan berhenti pada sertifikat. Yang kita harapkan adalah setelah mendapatkan keterampilan, peserta memiliki peluang untuk masuk ke dunia kerja dan memperoleh penghasilan yang halal.”
Zakat sebagai Jalan Menuju Kemandirian
Lebih jauh, Agus menjelaskan bahwa semangat utama Program Beasiswa Vokasi BAZNAS adalah mendorong perubahan pola pikir dalam pendayagunaan zakat.
Zakat, menurutnya, memiliki dimensi pemberdayaan yang sangat besar apabila dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.
Melalui keterampilan yang diberikan, mustahik diharapkan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas dirinya, memperoleh pekerjaan, membantu perekonomian keluarga, serta secara bertahap keluar dari ketergantungan terhadap bantuan.
“Harapan kita tentu bukan selamanya mereka menjadi penerima manfaat. Kita ingin mereka naik kelas. Hari ini sebagai mustahik, dengan ikhtiar dan pendampingan, mudah-mudahan ke depan mereka bisa menjadi masyarakat yang mandiri dan bahkan menjadi muzaki.”
Menurut Agus, perubahan tersebut merupakan salah satu cita-cita besar dalam pengelolaan zakat. Dana zakat yang dihimpun dari para muzaki harus mampu dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberikan manfaat dan keberdayaan.
Karena itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus mendorong program-program pendayagunaan yang tidak hanya menyentuh kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat.
Menguatkan Sinergi untuk Majalengka Langkung SAE
Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka, BAZNAS RI, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, BLK Cakraningrat, PT Shoetown Indonesia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.
Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan contoh bahwa persoalan sosial dan ekonomi masyarakat dapat dihadapi bersama melalui sinergi.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membuka ruang kolaborasi. BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Ketika pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan dan masyarakat bergerak bersama, insyaallah manfaatnya akan jauh lebih besar.”
Ia berharap program tersebut dapat menjadi awal dari pengembangan program vokasi yang lebih luas di Kabupaten Majalengka.
Ke depan, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus berupaya menangkap berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi para mustahik.
Sebab, bagi BAZNAS, zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membangun harapan, meningkatkan kemampuan, membuka kesempatan, dan mengantarkan mustahik menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mewujudkan “Majalengka Langkung SAE”—sebuah masyarakat yang tumbuh melalui kepedulian, pemberdayaan, kesempatan kerja, dan kemandirian ekonomi.
Dari silaturahmi lahir kolaborasi. Dari zakat lahir pemberdayaan. Dari keterampilan terbuka kesempatan. Dan dari kesempatan, insyaallah lahir kemandirian.
Tagar
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #BAZNASRI #BeasiswaVokasiBAZNAS #BeasiswaVokasi2026 #PelatihanVokasi #ZakatProduktif #ZakatUntukKemandirian #PemberdayaanMustahik #MustahikNaikKelas #MajalengkaMandiri #MataHati #MasyarakatCepatKerja #K2UKM #KADIN #ForumHRD #BLKCakraningrat #Majalengka #Zakat #PemberdayaanUmat
Berita Lainnya
Pak Bawi Akhirnya Miliki Rumah Layak Huni Setelah Lebih Setahun Tinggal di Gudang Kandang Domba
H. Gatot Sulaeman Tegaskan DKP3 Siap Kawal Program Balai Ternak BAZNAS Majalengka
Ketua UPZ MPU Heubeulisuk Paparkan Konsistensi Gerakan Zakat dan Kepedulian Sosial Desa
Pastikan Kesiapan Launching Beasiswa Vokasi, Sekretaris BAZNAS Majalengka Tinjau BLK Cakraningrat
Eka Budhi Sulistyo: Balai Ternak BAZNAS Majalengka Harus Segera Dieksekusi
H. Agus Asri Sabana: Balai Ternak BAZNAS Harus Melahirkan Kebermanfaatan Berkelanjutan
SDN se-Kecamatan Palasah Terima Pengembalian Dana SIGAP dari BAZNAS Majalengka
Embed Humed: Balai Ternak Harus Jadi Titik Bangkit Zakat Peternakan Majalengka
Serunya Jadi Generasi SIGAP: BAZNAS Majalengka Ajak Siswa SMAN 1 Jatiwangi Gemar Berbagi
FGD Balai Ternak BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Siap Masuk Tahap Eksekusi
2 Warga Sukadana Terima Manfaat Zakat dari BAZNAS Kabupaten Majalengka
Zakat Menguatkan Kemandirian: BAZNAS Majalengka Luncurkan Beasiswa Vokasi 2026 untuk 120 Mustahik
Yusup Faisal: Cijurey Siap Jadi Desa Percontohan Balai Ternak BAZNAS Majalengka
Wakil Ketua I BAZNAS Majalengka Hadiri Pengajian Akbar Muslimat NU Se-Kecamatan Sumberjaya
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan dan Sembako untuk Adek Meysha

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →