Embed Humed: Balai Ternak Harus Jadi Titik Bangkit Zakat Peternakan Majalengka
08/09/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Embed Humed: Balai Ternak Harus Jadi Titik Bangkit Zakat Peternakan Majalengka
MAJALENGKA Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Majalengka, Embed Humed, M.Pd., melihat Program Balai Ternak BAZNAS Tahun 2026 bukan sekadar program pemberdayaan mustahik. Baginya, program tersebut harus menjadi momentum untuk membangkitkan kembali potensi zakat peternakan di Kabupaten Majalengka.
Pandangan itu disampaikan Embed Humed dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Balai Ternak BAZNAS yang berlangsung di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka, Selasa, 8 September 2026. Forum tersebut mempertemukan BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, DKP3, Kementerian Agama, Kecamatan Panyingkiran, Pemerintah Desa Cijurey, pendamping program, penerima manfaat, dan unsur terkait lainnya.
Menurut Embed Humed, pembahasan dalam FGD membuka perspektif penting tentang besarnya ruang yang masih dapat dikembangkan dalam ekosistem zakat Majalengka.
Salah satunya adalah sektor peternakan.
Berdasarkan pemaparan dalam forum, penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Kabupaten Majalengka pada 2025 mencapai sekitar Rp17 miliar. Sementara potensi kurban di daerah tersebut disebut mencapai sekitar Rp73 miliar.
Angka itu, menurutnya, menunjukkan bahwa potensi ekonomi umat di Majalengka masih sangat besar untuk dikembangkan melalui pendekatan pemberdayaan dan literasi zakat.
Empat Tahun Tanpa Penghimpunan Zakat Peternakan
Ada satu persoalan yang menjadi perhatian serius.
Dalam empat tahun terakhir, BAZNAS Kabupaten Majalengka belum memiliki penghimpunan zakat peternakan. Padahal, populasi domba dan sapi tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Majalengka.
Kondisi tersebut menjadi alasan mengapa Balai Ternak dinilai memiliki arti strategis.
Program ini diharapkan menjadi embrio kebangkitan zakat peternakan sekaligus pintu masuk untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa aktivitas peternakan juga memiliki dimensi ibadah melalui kewajiban zakat ketika telah memenuhi ketentuan.
“Potensi ini harus kita lihat bukan hanya sebagai potensi ekonomi, tetapi juga sebagai potensi zakat,” menjadi semangat yang tercermin dalam pandangan Embed Humed terhadap pengembangan program tersebut.
Dengan pendekatan itu, peternakan tidak berhenti sebagai aktivitas produksi. Ia dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan umat.
Jangan Berhenti pada Ternak
Embed Humed juga menekankan bahwa keberhasilan Balai Ternak tidak semestinya diukur hanya dari berapa ekor ternak yang dimiliki atau disalurkan.
Yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah program berjalan.
Penerima manfaat harus mendapatkan pendampingan agar mampu berkembang menjadi peternak yang profesional, produktif, dan mandiri.
Karena itu, konsep Balai Ternak dalam FGD mulai diarahkan pada pembangunan ekosistem yang lebih luas.
Mulai dari bibit, pakan, kesehatan ternak, pengelolaan limbah, pupuk, hingga pemasaran harus dapat saling terhubung.
Di Desa Cijurey, misalnya, potensi tanaman jagung dapat dikembangkan sebagai bahan pembuatan silase. Sementara limbah peternakan dapat diarahkan menjadi pupuk dan produk bernilai guna.
Konsep tersebut membuka peluang lahirnya ekosistem ekonomi sirkular, di mana peternakan tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan pertanian dan ketahanan pangan.
Dari Mustahik, Naik Kelas Menjadi Muzaki
Inilah target yang lebih besar dari program tersebut.
BAZNAS tidak ingin pemberdayaan berhenti pada status penerima bantuan.
Program Balai Ternak diharapkan mampu menciptakan proses transformasi: mustahik menjadi berdaya, berdaya menjadi mandiri, dan mandiri kemudian memiliki kemampuan untuk menjadi muzaki.
Gagasan tersebut sejalan dengan arah Program Balai Ternak yang diproyeksikan tidak hanya melahirkan peternak mandiri, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang berkelanjutan hingga membuka peluang lahirnya muzaki baru.
Dengan demikian, dana zakat tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, melainkan menjadi modal perubahan yang manfaatnya dapat terus berkembang.
Cijurey Didorong Menjadi Model
Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran, menjadi salah satu titik penting dalam pelaksanaan Program Balai Ternak.
Dari 343 desa di Kabupaten Majalengka, Cijurey dipercaya menjadi bagian dari program strategis tersebut. Pemerintah Desa Cijurey juga telah berkoordinasi dengan UPZ Desa Cijurey untuk mendukung pelaksanaan program.
Kultur peternakan yang telah tumbuh di masyarakat menjadi modal sosial yang penting.
Karena itu, Cijurey tidak hanya diharapkan menjadi lokasi program, tetapi juga dapat berkembang sebagai pilot project pemberdayaan yang memberikan inspirasi bagi wilayah lainnya.
Jika ekosistem tersebut berhasil dibangun, Balai Ternak dapat berkembang lebih jauh menjadi bagian dari konsep Kampung Zakat—sebuah kawasan pemberdayaan yang menggabungkan kekuatan ekonomi, ketahanan pangan, kesadaran zakat, dan kemandirian masyarakat.
Saatnya Eksekusi
Bagi Embed Humed, FGD bukan titik akhir.
Forum tersebut justru harus menjadi titik awal untuk bergerak.
Berbagai potensi, persoalan, dan peluang yang telah dibahas harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan.
Semangat itu kemudian dipertegas dalam FGD melalui pesan:
“Kita Eksekusi.”
Pesan tersebut menjadi penanda bahwa Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka harus segera bergerak dari ruang diskusi menuju implementasi nyata.
BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap program ini mampu menjadi salah satu jalan untuk memperkuat ekonomi masyarakat, menghidupkan kembali potensi zakat peternakan, meningkatkan keberdayaan mustahik, dan dalam jangka panjang melahirkan muzaki-muzaki baru.
Sebab, pada akhirnya, keberhasilan pemberdayaan bukan sekadar ketika bantuan tersalurkan.
Keberhasilan sejati adalah ketika penerima manfaat mampu berdiri sendiri, berkembang, lalu memiliki kesempatan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #EmbedHumed #BalaiTernakBAZNAS #ZakatPeternakan #Cijurey #Panyingkiran #KampungZakat #PemberdayaanMustahik
Berita Lainnya
Eka Budhi Sulistyo: Balai Ternak BAZNAS Majalengka Harus Segera Dieksekusi
Yusup Faisal: Cijurey Siap Jadi Desa Percontohan Balai Ternak BAZNAS Majalengka
H. Agus Asri Sabana: Balai Ternak BAZNAS Harus Melahirkan Kebermanfaatan Berkelanjutan
SDN se-Kecamatan Palasah Terima Pengembalian Dana SIGAP dari BAZNAS Majalengka
H. Gatot Sulaeman Tegaskan DKP3 Siap Kawal Program Balai Ternak BAZNAS Majalengka
Ketua UPZ MPU Heubeulisuk Paparkan Konsistensi Gerakan Zakat dan Kepedulian Sosial Desa
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Gemma Maulid Nabi Muhammad SAW di Ligung
Serunya Jadi Generasi SIGAP: BAZNAS Majalengka Ajak Siswa SMAN 1 Jatiwangi Gemar Berbagi
Zakat Menguatkan Kemandirian: BAZNAS Majalengka Luncurkan Beasiswa Vokasi 2026 untuk 120 Mustahik
2 Warga Sukadana Terima Manfaat Zakat dari BAZNAS Kabupaten Majalengka
Dari Silaturahmi Menjadi Aksi, BAZNAS Majalengka Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Beasiswa Vokasi
FGD Balai Ternak BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Siap Masuk Tahap Eksekusi
Bupati Eman Suherman: Beasiswa Vokasi BAZNAS Buka Jalan Mustahik Menuju Dunia Kerja
Rumahnya Dilalap Api, Karno Hidayat Temukan Harapan Lewat Uluran Tangan BAZNAS Majalengka
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan dan Sembako untuk Adek Meysha

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →