WhatsApp Icon

Kisah Haru Nenek Enah: Di Balik Wangi Serabi dan Sepeda Roda Tiga Kakek Aca

09/05/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I

Bagikan:URL telah tercopy
Kisah Haru Nenek Enah: Di Balik Wangi Serabi dan Sepeda Roda Tiga Kakek Aca

Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka

BANJARAN  Pagi itu, di sebuah sudut Blok Sukamanah, Desa Banjaran, aroma harum tungku serabi belum tercium, namun semangat juang seorang lansia sudah menderu. Tim Media dan Publikasi BAZNAS Kabupaten Majalengka, yang dipimpin oleh Eman Suherman, S.Pd.I., menyusuri gang sempit untuk menemui sosok pejuang ekonomi keluarga: Nenek Enah.

Kehadiran Tim BAZNAS bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan misi kemanusiaan untuk menyalurkan Bantuan Modal Usaha UMKM sekaligus memvalidasi kelayakan mustahik yang selama ini bergelut dengan keterbatasan.


Inovasi di Tengah Keterbatasan

Saat tim tiba, pemandangan menyentuh hati langsung menyambut. Nenek Enah sedang sibuk menggiling tepung untuk adonan serabi esok hari. Di sudut rumah, terlihat Kakek Aca, suami Nenek Enah, yang kondisinya sudah sangat sepuh.

Ada pemandangan yang tak biasa sekaligus mengiris hati. Karena keterbatasan biaya untuk membeli kursi roda, Kakek Aca menggunakan sebuah sepeda anak kecil roda tiga yang ia modifikasi sedemikian rupa sebagai alat bantu berjalan.

Komunikasi pun menjadi tantangan tersendiri. Akibat pendengaran Kakek Aca yang sudah sangat berkurang, tim harus berbicara dengan nada yang agak keras untuk sekadar menyapa dan menjelaskan maksud kedatangan.


Tangis Haru dan Doa untuk Sang Suami

Kehadiran tim yang didampingi langsung oleh Kepala Desa Banjaran, Rahmat Apandi, A.Md, serta Kepala Dusun setempat, sempat membuat Nenek Enah terkejut. Namun, keterkejutan itu berubah menjadi isak tangis yang tak terbendung saat Eman Suherman menyerahkan bantuan modal usaha secara langsung.

Di sela-sela air mata yang jatuh di pipinya yang mulai keriput, Nenek Enah membisikkan sebuah harapan yang sangat mulia. Ia mengaku, selama ini ia terus berjuang berjualan serabi bukan hanya untuk makan sehari-hari.

"Hasil dari jualan serabi ini, saya ingin sekali membelikan alat bantu dengar untuk suami saya agar kami bisa berkomunikasi dengan baik lagi," ungkapnya lirih.


Komitmen BAZNAS Majalengka

Eman Suherman menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki di Kabupaten Majalengka.

"Kami hadir untuk memastikan bahwa modal usaha ini sampai ke tangan yang tepat. Nenek Enah adalah potret kegigihan. Di usia senjanya, ia tetap produktif meski harus merawat suami dengan kondisi fisik yang terbatas. Semoga bantuan ini menjadi pemantik rezeki yang lebih besar bagi beliau," ujar Eman.

Kepala Desa Banjaran, Rahmat Apandi, turut mengapresiasi gerak cepat BAZNAS. Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk menyentuh warga-warga yang membutuhkan perhatian khusus di wilayahnya.

Kisah Nenek Enah mengingatkan kita semua bahwa di balik setiap suap makanan yang kita beli dari pedagang kecil, ada doa dan harapan besar yang sedang mereka perjuangkan.


#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatTumbuhBermanfaat #Kemanusiaan #UMKMMajalengka #PemberdayaanEkonomi

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →