Mengapa Ghibah Disamakan dengan Memakan Bangkai Saudara? Menyelami Kedalaman Tafsir Surah Al-Hujurat Ayat 12
11/04/2026 | Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I
Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA, BAZNAS Dalam interaksi sosial sehari-hari, sering kali kita terjebak dalam percakapan yang tanpa disadari mengikis pahala amalan: Ghibah. Islam dengan tegas melarang perbuatan ini, bahkan menggambarkannya dengan analogi yang sangat eksplisit dan menggetarkan jiwa.
Allah 'Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 12:
"Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik padanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
Rahasia di Balik Analogi "Memakan Bangkai"
Mengapa Allah memilih perumpamaan yang begitu mengerikan? Imam Al-Qurthubi dalam karya monumentalnya, Tafsir Al-Qurthubi, membedah empat rahasia besar di balik permisalan ini:
-
Pengoyakan Kehormatan: Sebagaimana seseorang yang memakan daging akan mengoyak daging dari kulitnya, ghibah pun mengoyak kehormatan seseorang. Luka pada harga diri sering kali lebih dalam dan sulit disembuhkan daripada luka fisik.
-
Ikatan Persaudaraan yang Terkhianati: Allah menyebutkan "daging saudara", bukan daging hewan. Ini menunjukkan betapa hinanya mengkhianati ikatan persaudaraan iman hanya demi kepuasan lisan sesaat.
-
Ketidakberdayaan Korban: Orang yang dighibahi disamakan dengan "mayit" (bangkai). Seorang mayit tidak mampu membela diri saat tubuhnya disakiti. Demikian pula orang yang sedang dibicarakan di belakangnya; ia tidak hadir untuk membela kehormatannya.
-
Efek Jera (Preventif): Penggunaan analogi yang menjijikkan bertujuan agar setiap mukmin merasa mual dan benci terhadap perbuatan tersebut, sehingga mereka menjauhinya sejauh mungkin.
Ghibah Sebagai Dosa Besar
Senada dengan Imam Al-Qurthubi, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menegaskan bahwa penyamaan ini bukan sekadar kiasan biasa.
"Ayat di atas menerangkan sebuah ancaman yang keras dari perbuatan ghibah. Dan bahwasanya ghibah termasuk dosa besar," tulis beliau.
Pesan Bagi Muzaki dan Munfik
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesucian amal ibadah. Zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan adalah sarana pembersihan harta dan jiwa. Namun, kesucian tersebut dapat ternoda jika lisan kita tidak terjaga dari membicarakan aib sesama.
Mari kita jadikan momentum ini untuk saling menjaga kehormatan saudara kita, sebagaimana kita menjaga harta yang kita titipkan untuk kemaslahatan umat. Bertaubatlah, karena Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Redaksi BAZNAS Kabupaten Majalengka Membangun Umat, Menjaga Martabat.
#BAZNASMajalengka #KajianTafsir #AlHujurat12 #JagaLisan #StopGhibah #ZakatMembersihkanJiwa #MajalengkaLangkungSae
Berita Lainnya
Mengapa Zakat Penting untuk Mengurangi Kemiskinan? BAZNAS Majalengka Dorong Pemberdayaan Mustahik Berkelanjutan
Peran Zakat dalam Membantu Korban Bencana dan Krisis Kemanusiaan
BAZNAS Kabupaten Majalengka Ucapkan Selamat Hari Lahir Program Keluarga Harapan (PKH) ke-19, Perkuat Sinergi Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Zakat Perdagangan Dihitung dari Omzet atau Keuntungan? Ini Penjelasan Resmi BAZNAS
BAZNAS Kabupaten Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan kepada Dede Ramadhani Warga Desa Leuwiseeng
BAZNAS Majalengka Bersama CSR PT Diamond Internasional Indonesia Tebar Senyum untuk 100 Anak Yatim dan Dhuafa Melalui Program Back To School 2026
Hari Perawatan Diri Internasional 2026: Menjaga Diri adalah Amanah, Berbagi kepada Sesama adalah Ibadah
Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Harumkan Jawa Barat di Forum Pelajar Indonesia 2026
BAZNAS Kabupaten Majalengka Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Korban Musibah Robohnya Videotron Akibat Angin Kencang
Bupati Majalengka Apresiasi Sinergi BAZNAS dan CSR PT Diamond, Dorong Semakin Banyak "Kasaean-Kasaean" untuk Masyarakat
Cara Menghitung Zakat Usaha Online dan Toko Digital, Panduan Resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka
Hari Puisi Indonesia, BAZNAS Kabupaten Majalengka Ajak Teladani Nilai Keislaman dan Kemanusiaan Chairil Anwar
Ketua BAZNAS Majalengka: Kolaborasi Adalah Jalan Menghadirkan Keberkahan dan Membangun Generasi Masa Depan
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah
Jumat Berbagi BAZNAS Majalengka Hadirkan Senyum Jamaah, Ketua BAZNAS Pimpin Langsung Aksi Berbagi di Masjid Al Abror

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →