WhatsApp Icon

Rabiul Akhir, Menyusuri Jejak Sejarah dan Menebar Kebaikan

22/09/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Bagikan:URL telah tercopy
Rabiul Akhir, Menyusuri Jejak Sejarah dan Menebar Kebaikan

Rabiul Akhir, Menyusuri Jejak Sejarah dan Menebar Kebaikan

MAJALENGKA  Bulan Rabiul Akhir 1448 Hijriah yang dimulai pada 13 September 2026 menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenal kembali sejumlah peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Islam sekaligus mengambil hikmah yang relevan dengan kehidupan saat ini.

Rabiul Akhir atau Rabiuts Tsani merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriah. Sejumlah catatan sejarah Islam mengaitkan bulan ini dengan berbagai peristiwa pada masa Rasulullah SAW hingga perkembangan kehidupan umat Islam pada masa setelahnya. Di antara yang banyak dicatat adalah peristiwa Bani Nadhir dan turunnya Surah Al-Hasyr serta ekspedisi Rasulullah SAW ke wilayah Bahran pada tahun ketiga Hijriah.

Bagi umat Islam, mempelajari peristiwa tersebut bukan sekadar mengenang masa lalu. Sejarah dapat menjadi sarana untuk mengambil pelajaran tentang keteguhan iman, menjaga amanah, membangun kehidupan bermasyarakat, serta menumbuhkan kepedulian kepada sesama.

Mengenal Peristiwa Penting Rabiul Akhir

Salah satu peristiwa yang dikaitkan dengan Rabiul Akhir adalah peristiwa Bani Nadhir yang kemudian menjadi latar sejarah turunnya Surah Al-Hasyr. Dalam sejumlah literatur sirah yang dirujuk NU Online, peristiwa tersebut berkaitan dengan upaya mencelakai Rasulullah SAW dan berakhir dengan pengusiran Bani Nadhir dari Madinah. Kisah tersebut diabadikan antara lain dalam Surah Al-Hasyr ayat 2.

Peristiwa lainnya adalah ekspedisi Bahran atau Buhran pada tahun ketiga Hijriah. Rasulullah SAW memimpin pasukan menuju wilayah Bahran di kawasan Hijaz. Catatan sejarah yang dikutip sejumlah sumber menyebutkan bahwa perjalanan tersebut tidak berujung pada pertempuran langsung.

Selain itu, sejumlah sumber sejarah juga mencatat berbagai ekspedisi lain yang berlangsung pada Rabiul Akhir, termasuk pengutusan Khalid bin Walid kepada Bani Al-Harits bin Ka'ab pada tahun ke-10 Hijriah serta beberapa ekspedisi pada masa Rasulullah SAW.

Rabiul Akhir juga dikaitkan dengan wafatnya Umar bin Abdul Aziz pada tahun 101 Hijriah. Dalam berbagai literatur dan tulisan keislaman, ia dikenal sebagai khalifah dari Dinasti Umayyah yang banyak dikenang karena kebijakan pemerintahan dan perhatiannya terhadap keadilan sosial.

Sejarah sebagai Jalan Mengambil Hikmah

Berbagai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa sejarah Islam tidak hanya berbicara mengenai peperangan atau pergantian kepemimpinan. Di dalamnya terdapat perjalanan panjang umat dalam menjaga keimanan, membangun masyarakat, menyelesaikan persoalan, serta mempertahankan nilai-nilai kebaikan.

Dari perjalanan Rasulullah SAW, umat Islam dapat mengambil pelajaran tentang keteguhan dalam menghadapi tantangan dan pentingnya menjaga hubungan sosial berdasarkan nilai-nilai yang diyakini.

Sementara dari berbagai catatan tentang kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz, umat dapat melihat pentingnya amanah dan perhatian terhadap masyarakat dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan.

Karena itu, mempelajari sejarah Islam tidak semestinya berhenti pada hafalan nama, tempat, dan tanggal. Lebih jauh, sejarah dapat menjadi ruang untuk mengambil ibrah atau pelajaran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Hikmah Sejarah Menuju Kepedulian Sosial

Salah satu bentuk nyata menerapkan nilai kebaikan adalah membangun kepedulian terhadap sesama.

Kepedulian dapat diwujudkan melalui berbagai cara, mulai dari membantu kebutuhan sehari-hari, memberikan makanan, mendukung pendidikan dan kesehatan, hingga berpartisipasi dalam program pemberdayaan masyarakat.

Sedekah menjadi salah satu bentuk amal yang dapat dilakukan sesuai kemampuan. Nilainya bukan hanya terletak pada jumlah yang diberikan, tetapi juga pada keikhlasan dan manfaat yang dapat dirasakan oleh penerimanya.

Semangat berbagi tersebut sejalan dengan upaya membangun masyarakat yang saling membantu dan menguatkan. Dengan demikian, momentum mengenang perjalanan sejarah Islam dapat diterjemahkan menjadi gerakan kebaikan yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

BAZNAS Majalengka Hadir Mengelola ZIS untuk Kemanfaatan

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengelola dana zakat, infak, dan sedekah untuk disalurkan melalui berbagai program yang ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui pengelolaan ZIS yang amanah dan terarah, masyarakat dapat mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat bagi sesama sekaligus mendukung berbagai program sosial dan kemanusiaan.

Mari menjadikan Rabiul Akhir 1448 Hijriah sebagai momentum untuk mengenal sejarah Islam, mengambil hikmah dari perjalanan umat terdahulu, serta memperkuat kepedulian sosial.

Teladani semangat kebaikan dengan berbagi. Salurkan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka:

???? BJB: 0137402262100
???? BRI: 004601002689569
???? BSI: 7313997361
???? Mandiri: 1340000833334
???? BJB Syariah: 5190301001182

???? Website: kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah
???? Layanan Muzakki (WA): 0821-2416-9964
?? Telp: (0233) 282414
???? Email: [email protected]

22 September 2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →