WhatsApp Icon

SIGAP dan ASIK Jadi Perhatian BAZNAS Kota Bekasi dalam Studi Tiru ke Majalengka

30/09/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Bagikan:URL telah tercopy
SIGAP dan ASIK Jadi Perhatian BAZNAS Kota Bekasi dalam Studi Tiru ke Majalengka

SIGAP dan ASIK Jadi Perhatian BAZNAS Kota Bekasi dalam Studi Tiru ke Majalengka

MAJALENGKA — Program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) dan Aksi Sedekah Infak Karyawan (ASIK) menjadi salah satu perhatian BAZNAS Kota Bekasi saat melakukan studi tiru ke BAZNAS Kabupaten Majalengka, Rabu, 30 September 2026.

Kedua program tersebut dibahas dalam sesi diskusi bersama jajaran BAZNAS Kabupaten Majalengka sebagai bagian dari upaya BAZNAS Kota Bekasi menggali inovasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik masyarakat di daerahnya.

Rombongan BAZNAS Kota Bekasi dipimpin langsung oleh Ketua Drs. Sudarsono, M.Si., didampingi Wakil Ketua I Moh. Nurcholiq, S.Pd.I., Wakil Ketua II Ahmad Tasori, S.Kom., Wakil Ketua III Umri Yasa, S.E., M.M., Wakil Ketua IV Dr. Mulyadi, S.Ag., M.A., serta jajaran kepala bidang dan pelaksana.

Kehadiran rombongan yang berjumlah sekitar 20 orang tersebut diterima Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bersama jajaran pimpinan, amil, dan amilat. Diskusi berlangsung di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka lantai 2 pada pukul 13.00 hingga 16.30 WIB.

SIGAP, Menanamkan Kepedulian Sejak Dini

Dalam diskusi tersebut, BAZNAS Kota Bekasi menggali lebih jauh mengenai SIGAP, sebuah pendekatan penghimpunan infak dan sedekah yang melibatkan generasi muda melalui lingkungan pendidikan.

Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan nilai kepedulian dan berbagi sejak usia sekolah. Selain memiliki dimensi penghimpunan, pendekatan tersebut juga berkaitan dengan edukasi mengenai pentingnya berbagi dan membangun kepedulian sosial.

Bagi BAZNAS, lingkungan pendidikan memiliki ruang strategis untuk membentuk kebiasaan positif. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa berbagi merupakan bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan.

Dalam studi tiru tersebut, BAZNAS Kota Bekasi menggali berbagai aspek program, mulai dari pendekatan kepada lembaga pendidikan, mekanisme pelaksanaan, komunikasi program, hingga pengembangan partisipasi peserta.

ASIK, Menguatkan Budaya Berbagi di Lingkungan Kerja

Selain SIGAP, Aksi Sedekah Infak Karyawan (ASIK) turut menjadi pembahasan dalam kunjungan tersebut.

Program ASIK dikembangkan sebagai salah satu pendekatan untuk membangun budaya berbagi di lingkungan kerja. Melalui partisipasi karyawan, penghimpunan infak dan sedekah dapat dilakukan secara lebih terorganisasi sekaligus menjadi bagian dari penguatan kepedulian sosial di lingkungan institusi.

BAZNAS Kota Bekasi melihat pengalaman tersebut sebagai bahan pembelajaran dalam mengembangkan strategi pendekatan kepada kelompok pekerja dan lembaga yang memiliki potensi penghimpunan ZIS.

Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan teknis penghimpunan, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi, menjaga kepercayaan, memberikan pelayanan, serta memastikan pengelolaan dana dilakukan secara amanah dan akuntabel.

Inovasi Penghimpunan Berbasis Komunitas

Ketertarikan terhadap SIGAP dan ASIK menunjukkan bahwa inovasi penghimpunan ZIS dapat dikembangkan melalui berbagai lingkungan sosial yang dekat dengan masyarakat.

Pendekatan berbasis sekolah dan lingkungan kerja menjadi salah satu bentuk diversifikasi strategi penghimpunan. Dengan pendekatan tersebut, edukasi ZIS dapat berjalan bersamaan dengan upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam gerakan berbagi.

Ketua BAZNAS Kota Bekasi Drs. Sudarsono, M.Si., mengatakan bahwa pihaknya ingin memahami proses di balik program-program tersebut agar dapat menjadi bahan kajian untuk pengembangan di Kota Bekasi.

“SIGAP dan ASIK menarik bagi kami karena pendekatannya menyentuh lingkungan yang sangat dekat dengan masyarakat, yaitu sekolah dan tempat kerja. Kami ingin mempelajari bagaimana program ini dibangun, dikomunikasikan, serta dijaga keberlangsungannya,” ujar Sudarsono.

Ia menambahkan bahwa penerapan sebuah inovasi perlu mempertimbangkan kondisi dan karakteristik daerah masing-masing.

“Kami tidak datang untuk sekadar menyalin program. Yang kami pelajari adalah konsep dan pengalamannya, kemudian kami lihat bagaimana kemungkinan pengembangannya sesuai dengan karakteristik Kota Bekasi,” katanya.

Dari Penghimpunan Menuju Kemanfaatan

Dalam diskusi tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga menekankan bahwa inovasi penghimpunan pada akhirnya harus memiliki keterkaitan dengan upaya memperluas manfaat bagi masyarakat.

Dana ZIS yang dihimpun merupakan amanah muzaki dan masyarakat yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Karena itu, peningkatan penghimpunan perlu berjalan beriringan dengan penguatan pendistribusian dan pendayagunaan kepada mustahik.

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyampaikan bahwa pengembangan inovasi tidak terlepas dari semangat membangun ekosistem kebaikan.

“SIGAP dan ASIK bukan hanya berbicara tentang bagaimana menghimpun infak dan sedekah. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun budaya kepedulian, kemudian amanah yang terkumpul tersebut kembali memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Agus.

Menurutnya, keterlibatan berbagai kelompok masyarakat akan semakin memperluas ruang gerak gerakan zakat dan sedekah.

“Ketika anak-anak, karyawan, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat ikut bergerak, maka ekosistem kebaikan akan semakin kuat. BAZNAS hadir untuk mengelola amanah tersebut agar memberikan manfaat yang terarah dan berkelanjutan,” tambahnya.

Menjadi Bahan Pengembangan di Kota Bekasi

Studi tiru tersebut diharapkan memberikan tambahan perspektif bagi BAZNAS Kota Bekasi dalam mengembangkan strategi penghimpunan ZIS.

Berbagai pengalaman yang diperoleh akan menjadi bahan kajian untuk melihat program yang relevan dengan kondisi Kota Bekasi, termasuk kemungkinan pengembangan pendekatan yang menyasar lingkungan pendidikan, dunia kerja, komunitas, maupun kelompok masyarakat lainnya.

Pertukaran pengalaman antara BAZNAS Kota Bekasi dan BAZNAS Kabupaten Majalengka juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring antarlembaga zakat.

Melalui inovasi yang terus dikembangkan, penghimpunan ZIS diharapkan tidak hanya semakin luas, tetapi juga mampu memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Dari Kepedulian, Menjadi Kebaikan yang Memberi Manfaat.

Tagar

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNASKotaBekasi #SIGAP #ASIK #SedekahInfak #ZIS #InovasiZIS #GerakanKebaikan #Zakat #Infak #Sedekah #Pendidikan #KepedulianSosial #Muzaki #Mustahik #StudiTiru #Majalengka #KotaBekasi

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →