WhatsApp Icon

Setiap langkah kecil menuju kebaikan adalah pintu menuju ridha Allah.

19/02/2026  |  Penulis: Iwan S Anwar

Bagikan:URL telah tercopy
Setiap langkah kecil menuju kebaikan adalah pintu menuju ridha Allah.

Setiap langkah kecil menuju kebaikan adalah pintu menuju ridha Allah.

Jangan pernah meremehkan amal kecil, karena bisa menjadi penentu keselamatan kita di akhirat. Kita perlu meyakini bahwa terdapat banyak jalan kebaikan yang dapat mengantarkan seseorang menuju surga. Dalam kehidupan yang singkat dan penuh ujian ini, Allah sub??nahu wa ta'?l?, dengan kasih sayang-Nya, telah membuka berbagai pintu menuju kebaikan.

Kebaikan bukan hanya berupa amal besar yang terlihat oleh banyak orang. Ada pula amal-amal kecil yang sering terlewat dari perhatian manusia, namun memiliki nilai besar di sisi Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Allah Maha Mengetahui kebaikan apa pun yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 215)

Setiap hari, kita dihadapkan pada banyak pilihan untuk berbuat baik, mulai dari memungut duri dari jalan, memberikan senyuman kepada saudara, hingga membantu orang tua menyeberang jalan. Meski terlihat sederhana, semua itu amat berharga dalam pandangan Allah. Bahkan Allah menegaskan:
“Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)

Tidak ada satu pun perbuatan baik yang luput dari catatan-Nya. Segala amal, sekecil apa pun, akan dipertanggungjawabkan pada hari perhitungan. Allah berfirman:
“Bacalah kitabmu! Cukuplah dirimu sendiri pada hari itu sebagai penghitung terhadap dirimu.” (QS. Al-Isra: 14)

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya setiap kebaikan, meskipun kita merasa perbuatan tersebut tidak berarti bagi dunia. Di hadapan Allah, kebaikan sekecil apa pun dapat menjadi investasi besar untuk kehidupan akhirat.

Rasulullah ?allall?hu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik, tanpa memandang status sosial atau kemampuan. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Dzar radhiyall?hu ‘anhu, ketika ia bertanya kepada Rasulullah tentang amalan paling utama, beliau menjawab:
“Beriman kepada Allah dan berjihad di jalan-Nya.”
Namun ketika Abu Dzar merasa tidak semua orang mampu melakukan amal besar seperti itu, Rasulullah memberikan alternatif:
“Berilah pertolongan kepada seorang pekerja atau bantulah seseorang yang kurang mampu bekerja.”
Dan jika hal itu pun tidak mampu dilakukan, Rasulullah memberikan solusi terakhir:
“Tahanlah keburukanmu agar tidak menimpa orang lain. Itu pun merupakan sedekah darimu untuk dirimu sendiri.” (Muttafaq ‘alaih)

Hadis ini menggambarkan betapa luasnya jalan kebaikan. Bahkan dengan hanya menahan diri dari menyakiti orang lain, kita telah melakukan sedekah.

Surga adalah dambaan setiap mukmin. Allah menyiapkan tempat mulia itu bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Jalan menuju surga pun bermacam-macam: ada yang mencapainya melalui salat, sedekah, ilmu, kesabaran, atau keteguhan menghadapi ujian hidup. Semua jalan ini Allah bentangkan sesuai kemampuan hamba-hamba-Nya.

Allah berfirman:
“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka (dosanya) kembali kepada dirinya sendiri. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Jasiyah: 15)

Oleh karena itu, kita tidak perlu merasa harus menempuh jalan kebaikan yang sama dengan orang lain. Setiap orang memiliki kondisi dan kemampuan yang berbeda. Yang terpenting adalah memanfaatkan setiap peluang kebaikan, sekecil apa pun, untuk meraih ridha Allah.

Jika ditelaah lebih dalam, kebaikan tidak terbatas pada ibadah fisik atau ritual semata. Kebaikan mencakup setiap tindakan yang membawa manfaat bagi orang lain: senyum, salam, ucapan yang baik, hingga sikap lembut dalam pergaulan. Rasulullah bersabda:
“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi)

Setiap perbuatan baik, bila dilakukan dengan niat tulus, bernilai besar di sisi Allah. Banyak orang meremehkan hal-hal kecil, padahal justru amal-amal kecil itulah yang kelak dapat mengantarkan seseorang menuju kebahagiaan abadi di surga.

Selain melakukan kebaikan, menahan diri dari keburukan juga termasuk amal besar. Rasulullah mengajarkan bahwa tidak menyakiti orang lain adalah bentuk sedekah. Artinya, kebaikan bukan hanya tentang apa yang kita lakukan, tetapi juga tentang apa yang kita hindari agar tidak merugikan orang lain.

Kita semua memiliki peluang untuk menjadi agen kebaikan. Allah telah memberi kita kemampuan untuk berbuat baik dengan berbagai cara, baik melalui tindakan nyata maupun dengan menahan diri dari keburukan. Yang paling penting adalah menjaga niat agar setiap amal ditujukan hanya untuk meraih ridha Allah.

Pada akhirnya, amal-amal kecil yang sering kita anggap sepele mungkin justru menjadi penentu nasib kita di akhirat. Karena itu, marilah kita terus berusaha melakukan kebaikan, sekecil apa pun, dengan keyakinan bahwa Allah pasti membalasnya dengan pahala yang berlipat di kehidupan yang kekal kelak.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat