BAZNAS Majalengka Hadiri Peresmian Wajah Baru Museum Talaga Manggung dan Prosesi Nyiramkeun Pusaka
03/08/2026 | Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I.
Dokumentasi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka
Majalengka — Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, mewakili Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menghadiri Peresmian Wajah Baru Museum Talaga Manggung sekaligus Prosesi Adat Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung yang digelar pada Senin (03/08/2026) di Museum Talaga Manggung, Jalan Talaga Majalengka No. 1, Talagawetan, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka.
Kegiatan yang merupakan perpaduan antara pelestarian sejarah dan budaya tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M. didampingi Wakil Bupati Majalengka Dena Muhammad Ramdhan, Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka Aeron Randi, Kepala BKD Provinsi Jawa Barat Dr. H. Dedi Supandi, S.STP., M.Si., Dr. H. TB. Hasanuddin, S.E., M.M. selaku Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan sekaligus Anggota Komisi I DPR RI dan keturunan asli Kerajaan Talaga Manggung, unsur Forkopimda, tokoh adat, budayawan, serta masyarakat dari berbagai daerah.
Kehadiran BAZNAS Kabupaten Majalengka pada momentum budaya tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai sejarah, budaya, dan penguatan persatuan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa yang sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan kebersamaan.
Museum Talaga Manggung Hadir dengan Wajah Baru
Pada tahun ini, Prosesi Nyiramkeun Pusaka memiliki makna yang lebih istimewa karena bertepatan dengan peresmian wajah baru Museum Talaga Manggung yang dibangun melalui anggaran APBN senilai lebih dari Rp2 miliar.
Pembaruan museum mengusung konsep arsitektur bernuansa terakota yang terinspirasi dari Candi Jiwa, Karawang, sehingga menghadirkan identitas budaya Sunda yang lebih kuat sekaligus menjadi ikon baru kebudayaan Kabupaten Majalengka.
Museum Talaga Manggung kini difungsikan sebagai:
- Pusat konservasi benda cagar budaya.
- Episentrum kebudayaan Sunda di Kabupaten Majalengka.
- Sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.
Beragam koleksi bersejarah tersimpan di museum tersebut, di antaranya Patung Perunggu Simbar Kancana, berbagai senjata pusaka, meriam peninggalan Kerajaan Talaga Manggung, serta berbagai artefak penting lainnya.
Bupati: Nyiramkeun Pusaka Telah Menjadi Warisan Budaya Tak Benda
Dalam sambutannya, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M. menyampaikan rasa syukur atas telah diresmikannya wajah baru Museum Talaga Manggung.
Beliau juga mengungkapkan bahwa Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung kini telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) tingkat Provinsi Jawa Barat maupun tingkat Nasional, sehingga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Majalengka.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Dr. H. TB. Hasanuddin, S.E., M.M., yang dinilai memiliki perhatian besar serta turut memperjuangkan pembangunan Museum Talaga Manggung hingga dapat terealisasi.
TB Hasanuddin: Tradisi Harus Terus Dilestarikan
Sementara itu, Dr. H. TB. Hasanuddin, S.E., M.M., yang akrab disapa Kang Ence, menegaskan bahwa penetapan Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung sebagai Warisan Budaya Tak Benda merupakan amanah besar yang harus dijaga bersama.
Menurutnya, tradisi yang telah berlangsung selama kurang lebih 250 tahun tersebut bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat yang wajib diwariskan kepada generasi mendatang.
Penembakan Busur Panah Tandai Peresmian Museum
Prosesi peresmian museum berlangsung khidmat dan unik dengan ditandai penembakan busur panah oleh Kang Ence, dilanjutkan penandatanganan prasasti bersama Bupati Majalengka.
Turut mendampingi pada prosesi tersebut antara lain Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., jajaran Forkopimda, serta para tokoh budaya.
Usai peresmian, seluruh tamu undangan mengikuti rangkaian Prosesi Adat Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung.
Tradisi Nyiramkeun Pusaka Sarat Nilai Sejarah
Tradisi Nyiramkeun Pusaka merupakan warisan budaya masyarakat Talaga yang dilaksanakan setiap hari Senin pada bulan Safar sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa masuk Islamnya Raden Rangga Mantri atau Prabu Pucuk Umum, sekaligus mengenang wafatnya Sunan Talaga Manggung.
Selain menjadi bentuk pelestarian budaya lokal, tradisi ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarketurunan Kerajaan Talaga Manggung serta masyarakat luas.
Dalam prosesi tersebut, seluruh benda pusaka dibersihkan menggunakan air yang diambil dari sembilan sumber mata air yang dahulu berada di wilayah Kerajaan Talaga Manggung, yaitu:
- Gunung Bitung
- Situ Sangiang
- Cikiray
- Wanaperih
- Lemahabang
- Regasari
- Ciburuy
- Cicamas
- Nunuk
Air suci tersebut diambil oleh Kuncen menggunakan wadah bambu kuning, sebagai bagian dari tata cara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Komitmen BAZNAS dalam Mendukung Pelestarian Nilai Budaya
Keikutsertaan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam kegiatan ini menjadi wujud sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam menjaga dan merawat kekayaan budaya daerah. Pelestarian budaya yang sarat nilai sejarah, gotong royong, persatuan, serta kearifan lokal diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sosial.
Semangat melestarikan warisan budaya merupakan bagian dari ikhtiar membangun peradaban yang berakar pada sejarah, berlandaskan nilai-nilai keagamaan, serta menguatkan identitas masyarakat Majalengka menuju daerah yang Langkung Sae.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #MuseumTalagaManggung #NyiramkeunPusaka #TalagaManggung #WarisanBudayaTakBenda #BudayaSunda #Majalengka #PelestarianBudaya #KabupatenMajalengka #BanggaMajalengka #Sunda #KearifanLokal
Berita Lainnya
H. Gatot Sulaeman Tegaskan DKP3 Siap Kawal Program Balai Ternak BAZNAS Majalengka
Dari Silaturahmi Menjadi Aksi, BAZNAS Majalengka Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Beasiswa Vokasi
H. Idy Muzayyad: Beasiswa Vokasi BAZNAS Jadi Jalan Mustahik Menuju Kemandirian
SDN se-Kecamatan Palasah Terima Pengembalian Dana SIGAP dari BAZNAS Majalengka
2 Warga Sukadana Terima Manfaat Zakat dari BAZNAS Kabupaten Majalengka
Embed Humed: Balai Ternak Harus Jadi Titik Bangkit Zakat Peternakan Majalengka
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Gemma Maulid Nabi Muhammad SAW di Ligung
Zakat Menguatkan Kemandirian: BAZNAS Majalengka Luncurkan Beasiswa Vokasi 2026 untuk 120 Mustahik
Bupati Eman Suherman: Beasiswa Vokasi BAZNAS Buka Jalan Mustahik Menuju Dunia Kerja
Yusup Faisal: Cijurey Siap Jadi Desa Percontohan Balai Ternak BAZNAS Majalengka
Eka Budhi Sulistyo: Balai Ternak BAZNAS Majalengka Harus Segera Dieksekusi
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan dan Sembako untuk Adek Meysha
Serunya Jadi Generasi SIGAP: BAZNAS Majalengka Ajak Siswa SMAN 1 Jatiwangi Gemar Berbagi
Ibu Warni Terima Bantuan Sembako dari BAZNAS Majalengka Langsung di Kediamannya
Melalui TP.PKK Argapaura, BAZNAS Majalengka ajak pelaku usaha berinfaq untuk jalan kebermanfaatan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →