WhatsApp Icon

BAZNAS Majalengka Silaturahmi ke Rumah Ibu Ressa, Melihat Keteguhan Keluarga Merawat Meysha

04/09/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I.

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Majalengka Silaturahmi ke Rumah Ibu Ressa, Melihat Keteguhan Keluarga Merawat Meysha

BAZNAS Majalengka Silaturahmi ke Rumah Ibu Ressa, Melihat Keteguhan Keluarga Merawat Meysha

MAJALENGKA — Usai melaksanakan survei Program Rumah Layak Huni, Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Kabupaten Majalengka, didampingi Tim Media, melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi dan melihat langsung kondisi keluarga Ibu Ressa di Desa Weragati, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jumat (4/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk menyambung silaturahmi sekaligus melihat secara langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Dalam kunjungan itu, tim bertemu dengan Meysha, putri Ibu Ressa yang sejak lahir tidak memiliki bola mata.

Kondisi Meysha menjadi salah satu ujian berat yang harus dijalani keluarga Ibu Ressa. Terlebih, Meysha lahir dalam kondisi prematur bersama saudara kembarnya, Marsha, ketika usia kandungan baru memasuki tujuh bulan.

Kehilangan Salah Satu Buah Hati

Ibu Ressa menuturkan, kehamilannya saat itu menghadapi kondisi yang sangat berat. Ia harus menjalani persalinan ketika usia kandungan baru tujuh bulan karena apabila kehamilan terus dipertahankan, keselamatan dirinya berada dalam risiko.

Kedua bayi kembar tersebut kemudian lahir dalam kondisi prematur. Namun, kebahagiaan keluarga tidak berlangsung lama. Saudara kembar Meysha, Marsha, meninggal dunia setelah tiga hari dilahirkan.

Kini, Meysha menjadi satu-satunya anak yang terus dirawat dan didampingi keluarga. Dengan segala keterbatasan yang ada, keluarga berusaha memberikan perhatian dan kasih sayang terbaik untuk tumbuh kembang Meysha.

Ibu Ressa Juga Mengalami Keterbatasan Fisik

Di tengah perjuangannya merawat Meysha, Ibu Ressa sendiri saat ini harus menjalani kehidupan dengan kondisi fisik yang terbatas.

Kaki kanannya mengalami patah dan telah dipasangi pen setelah dirinya terjatuh di kamar mandi. Peristiwa tersebut terjadi hanya sekitar tiga hari setelah melahirkan Meysha.

Kondisi tersebut membuat aktivitas Ibu Ressa menjadi sangat terbatas. Sehari-hari ia lebih banyak duduk di rumah dan belum dapat menjalankan aktivitas seperti sebelumnya.

Sementara itu, suami Ibu Ressa bekerja di Bogor sebagai pekerja yang membantu proses pengemasan buah asam untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Bertahan Bersama Nenek dan Aki

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, Ibu Ressa tidak lagi memiliki kedua orang tua. Ia kini tinggal bersama nenek dan aki yang turut menjadi bagian penting dalam merawat keluarga.

Sang nenek berusaha membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan keterampilan mengurut, sementara aki turut membantu menjaga dan mengasuh Meysha.

Keterbatasan ekonomi, kondisi kesehatan, serta kebutuhan perawatan Meysha membuat keluarga tersebut harus menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran dan keteguhan.

Di tengah keadaan yang tidak mudah, keluarga tetap berusaha saling menguatkan. Kasih sayang kepada Meysha menjadi salah satu sumber kekuatan bagi mereka untuk terus menjalani hari demi hari.

Silaturahmi sebagai Wujud Kepedulian

Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, kegiatan silaturahmi seperti ini bukan sekadar kunjungan. Kehadiran langsung di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya untuk melihat, mendengar, dan memahami kondisi mustahik secara lebih dekat.

Dengan melihat kondisi masyarakat secara langsung, BAZNAS dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan dan bentuk dukungan yang diperlukan, sehingga ikhtiar pendistribusian zakat, infak, dan sedekah dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat.

Kisah keluarga Ibu Ressa dan Meysha juga mengingatkan bahwa ujian kehidupan dapat datang dalam berbagai bentuk. Namun, di balik setiap ujian selalu ada ruang bagi kepedulian, doa, dan gotong royong untuk menghadirkan harapan.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah: 6)

BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengajak masyarakat untuk menguatkan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Sebab, kebaikan yang ditunaikan dengan ikhlas dapat menjadi jalan hadirnya harapan bagi mereka yang sedang menghadapi ujian kehidupan.

 

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #Zakat #Infak #Sedekah #KepedulianSosial #PeduliSesama #Silaturahmi #Kemanusiaan #Mustahik #Majalengka #Palasah #Weragati #Meysha #BerbagiKebaikan #TebarKebaikan #ZakatUntukKesejahteraan

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →