WhatsApp Icon

Ini Tanggapan Pihak Universitas Sindangkasih Terkait SDSS

25/09/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Bagikan:URL telah tercopy
Ini Tanggapan Pihak Universitas Sindangkasih Terkait SDSS

Ini Tanggapan Pihak Universitas Sindangkasih Terkait SDSS

MAJALENGKA  Kehadiran Program Satu Desa Satu Sarjana (SDSS) BAZNAS Kabupaten Majalengka dinilai menjadi langkah berarti dalam membantu membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Dr. Iman Solahudin, M.Pd., Kepala Biro Akademik, Keuangan, Kepegawaian, Umum dan Perlengkapan Universitas Sindangkasih, saat memberikan sambutan dalam kegiatan penyerahan bantuan SDSS kepada 15 mahasiswa Universitas Sindangkasih, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Universitas Sindangkasih, Jalan Kasokandel Timur No. 64, Kasokandel, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyerahkan bantuan pendidikan dengan total nilai Rp52.500.000 kepada 15 mahasiswa penerima manfaat.

Bagi pihak kampus, bantuan tersebut tidak hanya berbicara mengenai nominal yang diterima mahasiswa, tetapi juga menyentuh persoalan yang lebih mendasar, yakni kesempatan bagi generasi muda untuk tetap dapat melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.

Banyak Anak Ingin Kuliah, tetapi Terkendala Biaya

Dalam sambutannya, Dr. Iman Solahudin menyampaikan apresiasi terhadap langkah BAZNAS Kabupaten Majalengka yang menghadirkan dukungan pendidikan melalui Program SDSS.

Menurutnya, kondisi ekonomi terkadang menjadi penghalang bagi anak-anak yang sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia menilai, tidak sedikit anak yang memiliki cita-cita untuk kuliah, tetapi harus berhadapan dengan persoalan biaya.

“Langkah BAZNAS menyalurkan dana untuk beasiswa Satu Desa Satu Sarjana sangat tepat karena kondisi saat ini, di tengah himpitan ekonomi, banyak anak yang berpikir bukan tidak mau untuk kuliah, tetapi mereka tidak ada biayanya,” ungkap Iman.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa persoalan akses pendidikan bukan semata-mata mengenai ada atau tidaknya keinginan untuk belajar. Bagi sebagian keluarga, kemampuan ekonomi menjadi faktor yang menentukan apakah seorang anak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Karena itu, kehadiran SDSS dinilai dapat menjadi salah satu bentuk dukungan yang memberikan ruang lebih besar bagi mahasiswa untuk mempertahankan langkah pendidikannya.

Kampus Berharap SDSS Terus Berlanjut

Dr. Iman Solahudin juga berharap Program SDSS tidak berhenti pada penyaluran bantuan kepada mahasiswa yang menerima manfaat pada tahun ini.

Menurutnya, keberlanjutan program akan semakin membuka kesempatan bagi mahasiswa lain yang memiliki kebutuhan dan semangat untuk melanjutkan pendidikan.

Ia berharap jumlah penerima manfaat dapat terus bertambah dan program tersebut dapat dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

“Harapan kami, program ini tidak berhenti kepada para mahasiswa yang sekarang menerima. Diharapkan ke depan bisa bertambah dan dilanjutkan kembali,” ujarnya.

Harapan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan program pendidikan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Kampus Siap Mengawal Penerima Manfaat

Tidak hanya menerima bantuan, pihak Universitas Sindangkasih juga menyatakan komitmennya untuk ikut bertanggung jawab terhadap keberlangsungan pendidikan para penerima manfaat.

Dr. Iman menegaskan bahwa pihak kampus memiliki tanggung jawab untuk memastikan mahasiswa penerima bantuan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Para mahasiswa diharapkan tidak menyia-nyiakan bantuan yang telah diberikan. Dukungan yang diterima hendaknya menjadi motivasi untuk belajar lebih sungguh-sungguh, menjaga prestasi dan menyelesaikan pendidikan.

Lebih dari itu, pihak kampus berharap para penerima manfaat dapat tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa, negara dan keluarga, sekaligus mampu membawa nama baik Universitas Sindangkasih.

Dengan demikian, bantuan pendidikan yang diberikan tidak berhenti pada terselesaikannya proses perkuliahan, tetapi dapat berlanjut menjadi manfaat yang lebih luas ketika para mahasiswa kelak terjun ke tengah masyarakat.

Dari Kepedulian Menjadi Kesempatan

Program SDSS mempertemukan dua hal penting dalam dunia pendidikan: kepedulian dan kesempatan.

Dana yang disalurkan melalui BAZNAS menjadi bentuk kepedulian yang kemudian diubah menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan.

Bagi mahasiswa penerima manfaat, bantuan tersebut menjadi penguat langkah. Bagi keluarga, bantuan tersebut dapat menjadi sedikit ruang untuk bernapas. Sementara bagi perguruan tinggi, program tersebut menjadi bagian dari dukungan bersama dalam mencetak generasi yang berpendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan senilai Rp52.500.000 diserahkan kepada 15 mahasiswa Universitas Sindangkasih oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb.

Hadir pula Kabag Tata Pemerintahan Kabupaten Majalengka H. Mumuh Muhudin, S.H., M.H., serta jajaran BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Melalui Program Satu Desa Satu Sarjana, diharapkan semakin banyak anak-anak Majalengka yang memiliki kesempatan untuk menggapai cita-cita melalui pendidikan tinggi.

Sebab, ketika persoalan biaya tidak lagi menjadi penghalang utama, seorang anak dapat kembali menatap masa depan dengan keyakinan bahwa cita-cita masih memiliki jalan untuk diperjuangkan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →