WhatsApp Icon

Kemerdekaan Bukan Hanya Tentang Bebas, tetapi Tentang Peduli

15/08/2026  |  Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I.

Bagikan:URL telah tercopy
Kemerdekaan Bukan Hanya Tentang Bebas, tetapi Tentang Peduli

Kemerdekaan Bukan Hanya Tentang Bebas, tetapi Tentang Peduli

MAJALENGKA — Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama. Pesan tersebut disampaikan Ust. Embed Humed, M.Pd., Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Majalengka, dalam khutbah Jumat di Masjid Al-Abror, lingkungan Masjid Kabupaten Majalengka, Jumat (14/8/2026).

Dalam khutbahnya, Ust. Embed Humed mengajak umat Islam menjadikan kemerdekaan sebagai momentum untuk memastikan tidak ada saudara sebangsa yang masih hidup dalam kelaparan, ketakutan, maupun kekhawatiran karena kondisi tempat tinggal yang tidak layak.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas, tetapi juga tentang peduli.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas ketika hadir dalam bentuk kepedulian nyata. Bukan sekadar terbebas dari penjajahan, tetapi juga mampu membantu sesama agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih aman, layak, dan bermartabat.

Infak dan Sedekah sebagai Wujud Kepedulian

Ust. Embed Humed menekankan bahwa salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan umat Islam adalah melalui infak dan sedekah.

Harta yang Allah SWT titipkan kepada setiap muslim tidak hanya menjadi sarana memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan.

Semangat berbagi tersebut sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan kepedulian sosial, tolong-menolong, dan keberpihakan kepada kaum dhuafa.

Melalui infak dan sedekah, masyarakat dapat ikut menghadirkan manfaat secara langsung bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi, kebutuhan pangan, tempat tinggal yang tidak layak, maupun berbagai persoalan kemanusiaan lainnya.

Belajar dari Makna Zakat Fitrah

Dalam khutbah tersebut, Ust. Embed Humed juga mengingatkan umat tentang makna sosial zakat fitrah yang ditunaikan menjelang Idulfitri.

Zakat fitrah bukan hanya bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah Ramadan, tetapi juga memiliki dimensi kepedulian sosial. Dengan zakat fitrah, saudara-saudara yang berada dalam kondisi fakir dan miskin diharapkan dapat turut merasakan kebahagiaan pada hari kemenangan.

Nilai tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kebahagiaan akan terasa lebih sempurna ketika dapat dirasakan bersama.

Memaknai Kemerdekaan dengan Berbagi

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pesan kepedulian ini menjadi semakin relevan. Kemerdekaan tidak seharusnya hanya dirasakan oleh mereka yang berkecukupan, tetapi juga harus menghadirkan rasa aman dan harapan bagi masyarakat yang masih membutuhkan.

Karena itu, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kebaikan, mulai dari membantu kebutuhan pangan, memberikan perhatian kepada kaum dhuafa, mendukung perbaikan rumah yang tidak layak, hingga menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang amanah.

BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mendorong semangat tersebut melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kemerdekaan pada akhirnya bukan hanya tentang terbebas dari belenggu, tetapi juga tentang menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi sesama.

???????? Mari maknai kemerdekaan dengan berbagi. Karena kemerdekaan akan semakin berarti ketika kita mampu menghadirkan rasa aman, kenyang, dan bahagia bagi sesama.

Semoga Allah SWT menerima setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan serta menjadikannya keberkahan bagi para muzaki, munfik, mustahik, dan seluruh masyarakat Kabupaten Majalengka. Aamiin.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →