WhatsApp Icon
Meluruskan Mitos Bulan Safar dengan Memperbanyak Sedekah dan Amal Saleh

29 Juli 2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos di tengah masyarakat. Sebagian orang meyakini bahwa Safar adalah bulan yang membawa kesialan sehingga menghindari berbagai aktivitas penting pada bulan ini. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW justru menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar.

Sebagai seorang muslim, setiap waktu adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amal saleh. Bulan Safar dapat dijadikan sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, sedekah, dan berbagai bentuk kebaikan lainnya. Dengan demikian, umat Islam dapat mengisi bulan ini dengan amalan yang bernilai ibadah sekaligus meninggalkan keyakinan yang bertentangan dengan syariat.

Bulan Safar dalam Pandangan Islam

Pada masa jahiliah, masyarakat Arab memiliki keyakinan bahwa bulan Safar membawa kesialan. Rasulullah SAW kemudian meluruskan keyakinan tersebut melalui sabdanya:

??? ???????? ????? ????????? ????? ???????? ????? ??????

"Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada kesialan karena burung hantu, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi landasan bahwa seorang muslim tidak boleh meyakini adanya kesialan yang melekat pada bulan tertentu. Seluruh peristiwa yang terjadi dalam kehidupan berada di bawah kehendak dan ketetapan Allah SWT. Karena itu, tidak ada alasan untuk meninggalkan aktivitas atau amal kebaikan hanya karena memasuki bulan Safar.

Jadikan Bulan Safar sebagai Momentum Memperbanyak Amal Saleh

Islam mengajarkan bahwa amal saleh tidak dibatasi oleh waktu tertentu, kecuali pada ibadah-ibadah yang memang memiliki ketentuan khusus. Sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan sepanjang waktu.

Datangnya bulan Safar dapat dijadikan sebagai pengingat bagi setiap muslim untuk semakin memperbanyak amal kebajikan, mempererat silaturahmi, membantu sesama, serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Allah SWT berfirman:

"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat tersebut menunjukkan besarnya keutamaan sedekah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Setiap harta yang diinfakkan di jalan Allah tidak akan sia-sia, bahkan akan diganti dengan keberkahan yang jauh lebih besar sesuai kehendak-Nya.

Keutamaan Sedekah dalam Islam

1. Mendapatkan Pahala yang Berlipat Ganda

Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya. Nilai sedekah tidak diukur dari besar kecilnya nominal, tetapi dari keikhlasan hati ketika memberikannya.

2. Membersihkan Harta dan Jiwa

Sedekah merupakan sarana untuk menyucikan harta sekaligus membersihkan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Melalui sedekah, seorang muslim belajar bahwa setiap rezeki yang dimiliki mengandung hak orang lain yang harus ditunaikan.

3. Menghapus Dosa

Rasulullah SAW bersabda:

"Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api."
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa sedekah merupakan salah satu amalan yang dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil apabila dilakukan dengan penuh keikhlasan.

4. Mendatangkan Keberkahan Rezeki

Sebagian orang khawatir hartanya akan berkurang karena bersedekah. Padahal Rasulullah SAW bersabda:

"Harta tidak akan berkurang karena sedekah."
(HR. Muslim)

Allah SWT menjanjikan keberkahan serta mengganti harta yang dikeluarkan dengan cara yang terbaik menurut kehendak-Nya.

5. Menumbuhkan Rasa Syukur

Orang yang gemar berbagi akan lebih mudah menyadari bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT. Kesadaran tersebut melahirkan rasa syukur yang semakin besar serta mendorongnya untuk terus berbagi kepada sesama.

6. Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Sedekah memperkuat hubungan persaudaraan antarsesama muslim. Bantuan yang diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, maupun masyarakat yang membutuhkan akan menumbuhkan rasa saling peduli dan mempererat ikatan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Bentuk-Bentuk Berbagi Rezeki

Berbagi rezeki tidak selalu berupa uang. Islam mengajarkan bahwa setiap bentuk kebaikan dapat bernilai sedekah apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas.

Di antaranya:

  • Membayar zakat sesuai ketentuan syariat.
  • Berinfak dan bersedekah kepada fakir miskin.
  • Menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa.
  • Membantu biaya pendidikan bagi pelajar yang membutuhkan.
  • Memberikan bantuan sembako kepada keluarga kurang mampu.
  • Berpartisipasi dalam pembangunan atau pemeliharaan masjid.
  • Membantu korban bencana alam.
  • Memberikan makanan atau minuman kepada orang yang membutuhkan.
  • Menyebarkan ilmu yang bermanfaat.
  • Membantu tetangga yang sedang mengalami kesulitan.
  • Memberikan senyum, nasihat yang baik, dan akhlak yang mulia kepada sesama.

Semua bentuk kebaikan tersebut merupakan amal saleh yang bernilai di sisi Allah SWT.

Meluruskan Kesalahpahaman tentang Bulan Safar

Masih terdapat sebagian masyarakat yang menunda pernikahan, perjalanan, atau kegiatan tertentu karena menganggap bulan Safar membawa kesialan. Keyakinan semacam ini tidak memiliki landasan dalam syariat Islam.

Islam mengajarkan bahwa segala bentuk keberuntungan maupun musibah terjadi atas izin Allah SWT, bukan karena nama suatu bulan. Oleh sebab itu, bulan Safar hendaknya diisi dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur'an, berzikir, mempererat silaturahmi, berdoa, dan meningkatkan kepedulian kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah.

Tips Istikamah Berbagi Rezeki

Agar semangat berbagi tidak hanya dilakukan pada bulan Safar, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:

  • Sisihkan sebagian penghasilan sejak awal menerima rezeki.
  • Luruskan niat semata-mata karena Allah SWT.
  • Dahulukan keluarga atau kerabat yang membutuhkan.
  • Salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang amanah.
  • Jangan menunda kesempatan berbuat baik.
  • Jaga keikhlasan dan hindari sifat riya.
  • Biasakan bersedekah secara rutin meskipun nominalnya kecil.

Amalan yang dilakukan secara konsisten lebih dicintai Allah SWT dibandingkan amalan besar yang hanya dilakukan sesekali.

Peran Zakat, Infak, dan Sedekah dalam Membangun Kesejahteraan Umat

Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya memberikan manfaat spiritual bagi pemberinya, tetapi juga memiliki dampak sosial yang nyata. Dana yang dihimpun dan dikelola secara profesional mampu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.

Melalui pengelolaan yang amanah, zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, mendukung akses pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, membantu korban bencana, memperkuat ekonomi pelaku usaha mikro, hingga menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Inilah salah satu hikmah besar dari kepedulian sosial dalam Islam, yaitu menghadirkan manfaat yang dirasakan oleh individu sekaligus masyarakat secara luas.

Penutup

Bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan sebagaimana mitos yang berkembang di sebagian masyarakat. Sebaliknya, bulan ini hendaknya dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Sedekah merupakan amalan yang dianjurkan sepanjang waktu. Dengan memperbanyak zakat, infak, dan sedekah, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi bagian dari solusi bagi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang gemar berbagi, istiqamah dalam beramal saleh, serta memperoleh keberkahan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Aamiin.


Mari Sempurnakan Amal di Bulan Safar Bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka

Jadikan momentum Bulan Safar untuk memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Setiap amanah yang Anda titipkan akan disalurkan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran kepada para mustahik melalui berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan sosial.

Salurkan ZIS Anda melalui:

BJB: 0137402262100
BRI: 004601002689569
BSI: 7313997361
Mandiri: 1340000833334
BJB Syariah: 5190301001182

Website Sedekah: https://kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

Layanan Muzakki (WhatsApp): 0821-2416-9964

Telepon: (0233) 282414

Email: [email protected]

BAZNAS Kabupaten Majalengka
Menunaikan Zakat, Menebar Manfaat, Menguatkan Umat.

29/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Bagikan Panduan Syar'i dan Tips Mengolah Daging Kurban Agar Empuk, Nikmat, dan Bernilai Ibadah

MAJALENGKA, BAZNAS  Menyambut momentum suci Hari Raya Idul Adha 1447 H yang penuh dengan cucuran rahmat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka secara resmi menerbitkan panduan komprehensif mengenai tata cara mengolah dan membakar daging kurban pada Kamis (28/05/2026). Langkah edukatif ini diinisiasi langsung di wilayah Kabupaten Majalengka guna memastikan seluruh lapisan masyarakat—khususnya para mustahik dan muzakki—dapat menikmati hidangan kurban dalam kondisi terbaik, sehat, sekaligus tetap bersandar pada adab-adab Islami yang menyentuh hati dan bernilai pahala di hadapan Allah SWT.

Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh tingginya antusiasme warga Majalengka dalam tradisi "nyate" atau membakar daging bersama keluarga dan tetangga selepas prosesi penyembelihan hewan kurban. Melalui rilis resmi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka tidak hanya menitikberatkan pada aspek kelezatan kuliner semata, melainkan mengedukasi umat agar memperlakukan daging kurban sebagai amanah ibadah yang suci, menjauhi perilaku tabzir (sia-sia), serta mempererat tali ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat demi mewujudkan visi daerah yang harmonis dan religius.

Makna Keberkahan dan Syiar di Balik Daging Kurban

Daging kurban yang didistribusikan merupakan simbol ketaatan seorang hamba dan manifestasi kepedulian sosial yang nyata. Oleh karena itu, mengolahnya dengan penuh rasa syukur adalah bagian dari syiar Islam. Allah SWT telah menegaskan pentingnya berbagi dan menikmati rezeki kurban ini dalam firman-Nya:

“Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj: 28)

Setiap tetes keringat dalam mempersiapkan hidangan untuk keluarga dan kaum dhuafa akan menjelma menjadi aliran berkah apabila diawali dengan niat yang ikhlas demi mengharap rida-Nya.

Tahap Persiapan Syar'i Sebelum Proses Pembakaran

Guna menghasilkan tekstur daging yang empuk dan higienis, BAZNAS Majalengka merangkum beberapa langkah teknis krusial yang wajib diperhatikan oleh masyarakat:

  1. Pemilihan Bagian Daging: Prioritaskan bagian daging yang memiliki serat halus dan sedikit lemak, seperti has dalam (tenderloin), paha, atau bagian iga segar agar proses pematangan berlangsung lebih cepat.

  2. Pemotongan yang Seragam: Potonglah daging dengan ukuran yang sama rata (tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis). Hal ini sangat memengaruhi tingkat kematangan agar tidak ada bagian yang gosong di luar namun masih mentah di dalam.

  3. Menjaga Kebersihan (Thaharah): Cuci daging seperlunya dengan air mengalir untuk membersihkan kotoran yang menempel tanpa menghilangkan sari daging alami. Ingatlah bahwa kebersihan adalah bagian tak terpisahkan dari iman.

Rahasia Marinasi dan Teknik Bakar yang Sempurna

Kunci utama dari kelezatan daging bakar terletak pada proses marinasi (perendaman bumbu). Campuran bumbu alami seperti bawang putih, ketumbar, merica, garam secukupnya, kecap manis, serta perasan jeruk nipis tidak hanya memperkaya rasa, tetapi juga berfungsi sebagai pengempuk alami dan penghilang aroma amis. Masyarakat disarankan mendiamkan daging yang telah dibumbui selama 1 hingga 3 jam di dalam wadah yang bersih.

Saat proses pembakaran tiba, gunakanlah arang dari kayu keras berkualitas untuk mendapatkan bara api yang stabil dan aroma asap yang sedap. Hindari meletakkan tusukan daging terlalu dekat dengan bara api, dan baliklah daging secara berkala sembari mengoleskan sisa bumbu marinasi yang telah dicampur sedikit madu atau mentega. Langkah kecil ini memastikan hidangan kurban matang dengan sempurna dan menggugah selera.

Menghindari Kesalahan Demi Menjaga Kemaslahatan

Sebagai informasi latar belakang, BAZNAS Majalengka juga mengingatkan warga untuk menghindari beberapa kekeliruan fatal, seperti membakar daging langsung tanpa dimarinasi, menggunakan api yang terlalu besar karena ego ingin cepat matang, serta mengabaikan kebersihan alat panggangan. Kesalahan-kesalahan tersebut berpotensi merusak kualitas gizi daging kurban yang seharusnya menjadi berkah kesehatan bagi tubuh kita.

Melalui panduan ini, diharapkan momentum Idul Adha di Kabupaten Majalengka dapat berjalan dengan penuh khidmat, membawa kebahagiaan yang merata, serta menguatkan semangat gotong royong antarwarga. Semoga setiap kunyahan daging kurban yang dinikmati oleh keluarga dan para fakir miskin menjadi saksi kebaikan kita di akhirat kelak.

#MajalengkaLangkungSae #BAZNASMajalengka #IdulAdha1447H #KurbanBerkah #InfoMajalengka #TuntunanKurban #ZakatTumbuhBermanfaat

29/05/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Hari ke-12: Fase Transisi yang Menentukan

Jika Ramadhan dibagi menjadi tiga bagian, maka hari ke-12 berada di awal fase kedua—fase Maghfirah (Ampunan). Setelah berhasil melewati 10 hari pertama yang penuh adaptasi fisik, tubuh kita biasanya sudah mulai "berdamai" dengan rasa lapar dan haus.

Namun, secara psikologis, hari ke-12 sering kali menjadi titik jenuh. Masjid mulai sedikit lebih longgar dibanding malam pertama, dan daftar menu buka puasa tidak lagi menjadi obrolan utama. Justru di titik inilah, kualitas ibadah kita sedang diuji.

Mengapa Hari ke-12 Spesial?

  1. Tubuh Mencapai Autofagi Optimal Secara biologis, memasuki pekan kedua, sel-sel tubuh sudah melakukan proses pembersihan diri (autofagi) dengan lebih efisien. Racun-racun mulai luruh, dan fokus energi tidak lagi habis untuk pencernaan, melainkan untuk regenerasi sel.

  2. Ujian Konsistensi (Istiqomah) Banyak orang bisa memulai dengan kuat, tapi hanya sedikit yang bisa menjaga ritme. Hari ke-12 adalah waktu yang tepat untuk menata ulang niat agar tidak sekadar "ikut arus" rutinitas.

  3. Menuju Malam-Malam Istimewa Ini adalah jembatan menuju sepuluh malam terakhir. Ibarat pelari maraton, hari ke-12 adalah saatnya mengatur napas agar tidak kelelahan sebelum mencapai garis finish.


Tips Tetap "On Track" di Hari ke-12

Agar Ramadhan tidak terasa hambar di pertengahan jalan, coba lakukan beberapa hal ini:

  • Variasi Ibadah: Jika mulai bosan dengan bacaan yang itu-itu saja, coba baca terjemahan atau tafsir singkat agar ada koneksi batin yang baru dengan Al-Qur'an.

  • Sedekah Spontan: Lakukan satu kebaikan kecil yang tidak direncanakan hari ini. Memberi air mineral pada pengemudi ojek online atau berbagi takjil sederhana bisa memicu hormon kebahagiaan (dopamine) yang positif.

  • Evaluasi Target: Lihat kembali checklist Ramadhan Anda. Jika ada yang bolong di 10 hari pertama, hari ke-12 adalah momen "balas dendam" terbaik untuk memperbaikinya.


Refleksi Diri

"Puasa bukan hanya soal memindahkan jam makan, tapi soal mengosongkan perut untuk mengisi ruang di hati."

Sudahkah di hari ke-12 ini lisan kita lebih terjaga sesegar tenggorokan kita saat berbuka nanti? Ramadhan masih panjang, namun setiap detiknya terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja.

02/03/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Integritas di Dunia Kerja: Melampaui Slogan, Menghapus "Korupsi Halus"

Di era profesionalisme modern yang serba cepat, kata "integritas" seringkali hanya berakhir sebagai hiasan di dinding kantor atau slogan di laman situs perusahaan. Padahal, esensi integritas yang sesungguhnya bukan terletak pada kepatuhan formalitas, melainkan pada kejujuran yang dibawa dari meja makan keluarga hingga ke meja kerja.

Integritas berarti memutuskan untuk berhenti melakukan "korupsi halus"—tindakan-tindakan kecil yang dianggap lumrah namun perlahan mengikis kepercayaan publik dan profesionalisme. Baik bagi Gen-Z yang menjunjung tinggi fleksibilitas, maupun para pemegang amanah jabatan yang memiliki tanggung jawab besar, integritas adalah komitmen tanpa kompromi pada tiga aspek utama:

1. Kejujuran terhadap Waktu

Fleksibilitas dalam bekerja (seperti WFA atau remote working) adalah privilese, bukan celah untuk "korupsi waktu". Menjadi integritas berarti tetap produktif meski tanpa pengawasan fisik. Tidak ada lagi alasan "lemas" atau urusan pribadi yang dijadikan tameng untuk melakukan ghosting terhadap tanggung jawab. Menghargai waktu kantor adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap hak orang lain dan perusahaan yang telah memberikan kepercayaan.

2. Amanah dalam Menjaga Aset dan Prosedur

Amanah bukan sekadar menjaga barang fisik, tetapi juga menjaga marwah jabatan. Ini mencakup penggunaan aset kantor sesuai peruntukannya, menjauhi segala bentuk suap atau gratifikasi, dan bekerja tegak lurus sesuai prosedur (SOP).

Fondasi dari sikap ini bukanlah rasa takut terhadap teguran atasan atau audit lembaga, melainkan kesadaran spiritual yang mendalam. Kita bekerja dengan prinsip bahwa setiap ketikan jari dan setiap keputusan yang diambil selalu berada dalam pengawasan-Nya. Kesadaran bahwa Allah selalu "online" memantau adalah kontrol internal yang jauh lebih efektif daripada kamera CCTV tercanggih sekalipun.

3. Budaya Silih Emutan: Kearifan Lokal untuk Profesionalisme

Integritas tidak harus dijalankan dalam kesunyian. Kita bisa mengadopsi nilai luhur Silih Emutan—budaya saling mengingatkan yang menjadi ciri khas masyarakat Majalengka. Dalam lingkungan kerja, budaya ini diterjemahkan sebagai keberanian untuk saling menegur dalam kebaikan (reminding each other) antar rekan sejawat.

Ketika ada rekan yang mulai melenceng dari jalur, kita tidak mendiamkan, melainkan merangkul dan mengingatkan agar tetap di jalur yang benar. Dengan Silih Emutan, lingkungan kerja akan menjadi ekosistem yang sehat, di mana setiap individu menjadi penjaga bagi integritas rekannya.


Kesimpulan Membangun dunia kerja yang bersih dimulai dari mematikan bibit-bibit korupsi kecil dalam diri kita sendiri. Dengan membawa nilai kejujuran dari rumah ke tempat usaha, kita tidak hanya menjadi pekerja yang kompeten, tetapi juga insan yang bermartabat. Mari jadikan integritas sebagai identitas, bukan sekadar tugas.

01/03/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Menjaga "Wirang": Mengupgrade Integritas dari Majalengka untuk Sesama

Masyarakat Majalengka sejak lama dikenal memegang teguh nilai kesopanan dan rasa malu yang tinggi. Dalam kearifan lokal kita, ada pemahaman mendalam bahwa menjaga kehormatan diri jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar materi. Rasa malu bukan berarti rendah diri, melainkan sebuah benteng harga diri agar kita tidak melampaui batas.

Puasa sebagai Madrasah Kejujuran

Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mengasah kembali rasa malu tersebut. Puasa bukan sekadar menahan lapar di tengah teriknya matahari kota angin, melainkan latihan spiritual untuk merasa senantiasa "diawasi".

Saat berpuasa, kita bisa saja minum di tempat tersembunyi tanpa ada satu pun orang yang tahu. Namun, kita memilih untuk tidak melakukannya karena kita memiliki rasa malu kepada Allah SWT. Inilah esensi dari self-discipline yang sesungguhnya. Jika kita bisa jujur dalam urusan perut, maka kita pun harus bisa jujur dalam urusan janji, pekerjaan, dan tanggung jawab sosial.

Menjadi Pribadi yang Trusted

Integritas seringkali didefinisikan secara sederhana namun mendalam:

"Integritas adalah melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada orang yang melihat."

Di sisa Ramadhan ini, mari kita lakukan upgrade karakter. Menjadi pribadi yang trusted (terpercaya) adalah investasi sosial terbesar. Seorang warga Majalengka yang berintegritas tidak hanya akan memajukan dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama baik daerahnya di mana pun ia berada.

Sinergi Nyata melalui Zakat

Karakter yang kuat tidak berhenti pada kesalehan pribadi, tetapi juga mewujud dalam kesalehan sosial. Salah satu bukti nyata integritas dan rasa syukur kita adalah dengan menunaikan kewajiban zakat.

Dengan berzakat, kita sedang:

  • Membersihkan harta dari hak orang lain.

  • Menguatkan ekonomi saudara-saudara kita di Majalengka yang membutuhkan.

  • Membangun ekosistem sosial yang lebih adil dan sejahtera.

Mari jadikan sisa bulan suci ini sebagai titik balik. Mari terus bersinergi, saling menjaga, dan menguatkan Majalengka melalui aksi nyata. Bersama-sama, kita wujudkan Majalengka yang Langkung Sae!

01/03/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I

Artikel Terbaru

Pre-Ramadhan Glow Up: Menjemput Berkah, Level Up Spiritualitas Bareng BAZNAS Majalengka
Pre-Ramadhan Glow Up: Menjemput Berkah, Level Up Spiritualitas Bareng BAZNAS Majalengka
Pre-Ramadhan Glow Up: Menjemput Berkah, Level Up Spiritualitas Bareng BAZNAS Majalengka Ramadhan sebentar lagi coming soon, nih! Buat kita umat Muslim, bulan ini tuh bukan cuma soal nahan laper dan haus doang, tapi bener-bener momen deep talk sama diri sendiri alias refleksi diri yang paling maksimal. Apalagi menjelang Ramadhan 1447 Hijriah ini, vibes religius di Kabupaten Majalengka udah mulai kerasa banget di mana-mana. Semuanya lagi sibuk persiapan, bukan cuma fisik tapi juga mental health dan spiritual biar makin stunning di mata Sang Pencipta. Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Transformasi Diri Sadar nggak sih, kalau Ramadhan itu golden ticket buat kita memperbaiki akhlak dan ningkatin kepedulian sosial? Di sini, BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir sebagai support system yang strategis banget buat nemenin perjalanan spiritual kita. BAZNAS nggak mau Ramadhan cuma jadi rutinitas tahunan yang lewat gitu aja. Makanya, mereka udah nyiapin berbagai program keren yang dirancang buat memperkuat nilai ibadah sekaligus solidaritas sosial. Tujuannya simpel tapi deep: biar berkahnya nggak cuma buat diri sendiri, tapi juga bisa sharing kebahagiaan ke orang lain. Vibe gotong royong dan semangat berbagi bener-bener jadi main goal di sini. Spiritualitas x Social Care: The Perfect Match BAZNAS Majalengka nampung aspirasi kita buat jadi pribadi yang lebih baik lewat edukasi sosial. Mereka ngajakin kita buat paham kalau ibadah itu nggak cuma soal hubungan kita sama Allah (hablum minallah), tapi juga gimana kita peduli sama sesama (hablum minannas). Quick Note: Persiapan Ramadhan itu proses yang berkelanjutan, guys. Bukan cuma heboh di awal terus burnout di tengah jalan. Konsistensi itu kunci! Dengan adanya sinergi antara BAZNAS dan masyarakat Majalengka, harapannya Ramadhan 1447 Hijriah ini bisa bawa perubahan yang nyata. Kita nggak cuma dapet ketenangan batin (inner peace), tapi juga bisa bantu ningkatin kesejahteraan sosial di sekitar kita. Let’s make this Ramadhan our best version yet!
ARTIKEL10/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
menu berbuka dan sahur yang selaras dengan sunnah Nabi SAW dan prinsip nutrisi medis
menu berbuka dan sahur yang selaras dengan sunnah Nabi SAW dan prinsip nutrisi medis
Menyeimbangkan tuntutan spiritual dan kesehatan fisik saat Ramadan adalah sebuah seni. Seringkali, kita terjebak dalam pola "balas dendam" saat berbuka atau makan terlalu berat saat sahur yang justru membuat badan lemas. Berikut adalah panduan menyusun menu berbuka dan sahur yang selaras dengan sunnah Nabi SAW dan prinsip nutrisi medis. 1. Sahur: Bahan Bakar untuk Bertahan Sahur bukan sekadar makan pagi yang dimajukan, melainkan fondasi energi Anda selama 13-14 jam ke depan. Menurut Perspektif Agama Rasulullah SAW sangat menganjurkan sahur meski hanya dengan seteguk air. Secara khusus, beliau menyebutkan: Kurma: "Sebaik-baik sahur seorang mukmin adalah kurma." (HR. Abu Dawud). Mengakhirkan Sahur: Mendekati waktu imsak untuk menjaga stamina lebih lama. Menurut Perspektif Kesehatan Fokus utama sahur adalah Karbohidrat Kompleks dan Protein. Karbohidrat Kompleks: Pilih gandum, nasi merah, atau oatmeal. Serat di dalamnya dilepaskan secara perlahan (slow release), sehingga Anda kenyang lebih lama. Protein Berkualitas: Telur, dada ayam, atau tempe sangat penting untuk memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga massa otot. Hidrasi: Minum air secara bertahap (metode 2-4-2) agar tubuh tidak dehidrasi. Hindari kafein berlebih karena bersifat diuretik (memicu buang air kecil). 2. Berbuka: Mengembalikan Keseimbangan Saat berbuka, tubuh berada dalam kondisi gula darah rendah. Tujuannya adalah menaikkan energi tanpa mengejutkan sistem pencernaan. Menurut Perspektif Agama Sunnah mengajarkan kesederhanaan dan ketepatan waktu: Menyegerakan Berbuka: Begitu azan berkumandangan. Takjil Ringan: Berbuka dengan ruthab (kurma basah), tamr (kurma kering), atau air putih sebelum melaksanakan salat Maghrib. Ini memberi jeda agar lambung tidak kaget. Menurut Perspektif Kesehatan Prinsipnya adalah Rehidrasi dan Glukosa Alami. Hindari "Gorengan Berlebih": Lemak jenuh sulit dicerna dan memicu asam lambung setelah perut kosong seharian. Gula Alami: Kurma mengandung fruktosa dan serat yang meningkatkan gula darah secara stabil, berbeda dengan sirup atau es manis yang memicu sugar crash. Makan Besar Setelah Maghrib: Jangan langsung makan berat. Beri waktu sekitar 15-20 menit setelah takjil agar enzim pencernaan mulai bekerja. 3. Tabel Rekomendasi Menu Sehat Waktu Menu yang Disarankan Manfaat Sahur Oatmeal dengan pisang, telur rebus, dan 3 butir kurma. Serat tinggi, kalium untuk otot, dan energi stabil. Takjil 3 butir kurma dan 1-2 gelas air hangat/suhu ruang. Mengembalikan glukosa darah dan hidrasi cepat. Makan Malam Ikan panggang/pepes, sayur bening (bayam/oyong), sedikit nasi. Protein tinggi, kaya mikronutrien, dan ringan di lambung. Sebelum Tidur Buah-buahan berair (semangka/melon) atau yogurt. Tambahan hidrasi dan probiotik untuk pencernaan. Tips Tambahan: Aturan "Isi Piringku" Pastikan piring makan malam Anda tetap mengikuti kaidah gizi seimbang: setengah piring diisi sayur dan buah. seperempat piring diisi protein (hewani/nabati). seperempat piring diisi karbohidrat. Catatan Penting: Hindari tidur langsung setelah sahur. Beri jeda minimal 1-2 jam untuk mencegah Acid Reflux atau GERD (asam lambung naik ke kerongkongan).
ARTIKEL10/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Amalan baik di Bulan Ramadhan
Amalan baik di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah momen "super promo" pahala, di mana setiap amalan dilipatgandakan nilainya. Agar Ramadhan Anda tahun ini lebih bermakna dan terencana, berikut adalah daftar amalan terbaik yang bisa Anda rutinkan: 1. Amalan Prioritas (Wajib & Utama) Sebelum mengejar amalan sunnah, pastikan fondasi utamanya kokoh: Puasa Berkualitas: Bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga lisan dari ghibah dan mata dari hal yang tidak bermanfaat. Shalat Lima Waktu di Awal Waktu: Usahakan berjamaah di masjid bagi laki-laki. Shalat Tarawih & Witir: Usahakan istiqomah setiap malam hingga akhir, karena pahalanya dihitung seperti shalat semalam suntuk jika dilakukan bersama imam sampai selesai. 2. Menghidupkan Al-Qur'an Ramadhan adalah Syahrul Qur'an (Bulan Al-Qur'an). Targetkan interaksi yang lebih dalam: Tadarus (Khatam Al-Qur'an): Jika memungkinkan, targetkan 1 juz per hari agar bisa khatam dalam 30 hari. Tadabbur: Luangkan waktu 10-15 menit sehari untuk membaca terjemahan atau tafsir singkat dari ayat yang Anda baca. 3. Kedermawanan & Sosial Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau jauh lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Memberi Makan Orang Berbuka (Iftar): Pahalanya sama dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Sedekah Subuh: Rutinkan memberi sedekah di pagi hari, meski dalam jumlah kecil namun konsisten. Zakat Fitrah & Mal: Segerakan jika sudah memenuhi syarat agar manfaatnya bisa segera dirasakan penerima. 4. Amalan Lisan & Hati Dzikir Pagi & Petang: Sebagai benteng diri dan penenang hati. Memperbanyak Istighfar: Terutama di waktu sahur (sebelum Subuh), karena itu adalah waktu utama untuk memohon ampunan. Menjaga Akhlak: Hindari pertengkaran. Jika ada yang memancing emosi, cukup katakan dalam hati atau lisan, "Inni sho-im" (Sesungguhnya aku sedang puasa). 5. Strategi 10 Malam Terakhir Jangan sampai "habis bensin" di akhir bulan. Ini adalah puncaknya: Memburu Lailatul Qadar: Tingkatkan intensitas ibadah di malam-malam ganjil. I'tikaf: Berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah jika kondisi memungkinkan. Doa Khusus: Perbanyak membaca: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku).
ARTIKEL10/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Tinggal 10 Hari Lagi Jangan Biarkan Ramadhan Kali Ini Berlalu Tanpa Makna !
Tinggal 10 Hari Lagi Jangan Biarkan Ramadhan Kali Ini Berlalu Tanpa Makna !
Waktu bergulir terasa begitu cepat. Tanpa kita sadari, dalam hitungan 10 hari ke depan , kita akan kembali menapaki bulan yang paling dirindukan: Ramadhan 1447 H . Di tengah hiruk-pikuk persiapan fisik dan duniawi, terselip sebuah pertanyaan yang mendalam bagi kita semua: Mungkinkah siap batin kita menyambut tamu agung ini? Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dari fajar hingga senja. Ia adalah madrasah bagi jiwa, sebuah momentum untuk “pulang” ke fitrah kemanusiaan kita. Namun, perjalanan menuju kesucian itu seringkali membutuhkan langkah awal yang nyata—sebuah langkah kecil untuk mulai merapikan niat dan membuka ruang empati di dalam dada. Merapikan Niat, Melapangkan Hati Menjelang bulan suci, kita diajak untuk melangkah perlahan. Bukan dengan tergesa-gesa, melainkan dengan penuh kesadaran. Menata kembali apa yang selama ini berantakan dalam diri, dan menyadari bahwa di sekitar kita, masih banyak saudara-saudara yang menatap Ramadhan dengan penuh kekhawatiran karena keterbatasan ekonomi. Inilah saatnya kita menjadi lebih peka. Setiap kebaikan yang kita “titipkan” hari ini, sejatinya bukan untuk orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri. Ia akan menjadi penerang langkah saat kegelapan datang dan menjadi penguat iman saat ujian melanda. Mengalirkan Keberkahan Lewat Keikhlasan Keikhlasan adalah kunci. Dari sana, keberkahan akan tumbuh dan mengalir, melampaui angka-angka yang kita keluarkan. Berbagi bukan tentang seberapa besar jumlahnya, melainkan tentang seberapa tulus kita ingin melihat senyum di wajah sesama saat mereka berbuka puasa nanti. BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir sebagai jembatan bagi Anda yang ingin memastikan Ramadhan tahun ini menjadi lebih bermakna. Melalui pengelolaan yang amanah, zakat dan infak Anda akan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, memastikan tak ada piring yang kosong di saat bulan penuh rahmat tiba. Saluran Cinta dan Kepedulian Bagi Anda yang ingin mengawali perjalanan spiritual ini dengan berbagi, BAZNAS Kabupaten Majalengka membuka pintu seluas-luasnya melalui layanan donasi berikut: Jenis Dana Bank Rekening Nomor Rekening ZAKAT Bank bjb 0075189321100 BRI 004601002690560 BSI 7313997361 Mandiri Nomor telepon 134000833334 INFAK Bank bjb Nomor telepon: 0137402262100 BRI 004601002689569
ARTIKEL08/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Bingung Mau Berbagi? Pastikan Kebaikanmu Sampai ke Tangan yang Tepat Bersama BAZNAS Majalengka!
Bingung Mau Berbagi? Pastikan Kebaikanmu Sampai ke Tangan yang Tepat Bersama BAZNAS Majalengka!
Pernahkah Anda merasakan keinginan yang kuat untuk berbagi, tetapi tiba-tiba ragu karena bingung harus menyalurkannya ke mana? Di tengah banyaknya pilihan, pertanyaan seperti "Apakah donasi saya benar-benar sampai?" atau "Apakah lembaga ini bisa dipercaya?" seringkali muncul di kepala. Wajar sekali jika kita ingin memastikan setiap rupiah yang kita keluarkan untuk Zakat, Infak, maupun Sedekah (ZIS) memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan. Nah, bagi warga Majalengka dan sekitarnya, kini saatnya membuang keraguan tersebut jauh-jauh! Kenapa Harus BAZNAS Majalengka? Memilih lembaga untuk menitipkan amanah kebaikan bukan hanya soal kemudahan, tapi juga soal ketenangan hati. Inilah alasan mengapa BAZNAS Majalengka adalah pilihan paling tepat untuk Anda: Lembaga Resmi & Terjamin: Sebagai lembaga pemerintah non-struktural, BAZNAS memiliki payung hukum yang kuat dan standar operasional yang jelas. Transparansi Adalah Kunci: Tidak ada yang disembunyikan. Anda bisa menyatukan ke mana aliran dana yang Anda salurkan. Penyaluran yang Tepat Sasaran: BAZNAS Majalengka memastikan bantuan diberikan kepada asnaf (golongan yang berhak) melalui program-program yang terukur dan berdampak panjang. Cek Langsung, Buktikan Sendiri! Di era digital ini, kepercayaan dibangun melalui keterbukaan informasi. BAZNAS Majalengka sangat aktif membagikan laporan kegiatan dan momen penyaluran bantuan melalui berbagai kanal resmi. Anda bisa mengintip langsung senyuman para penerima manfaat melalui: Website Resmi: kabmajalengka.baznas.go.id Instagram: @baznas_majalengka TikTok: @baznas.majalengkasae “Kebaikannya seperti benih; jika ditanam di tanah yang tepat dan dirawat dengan amanah, ia akan tumbuh menjadi pohon yang manfaatnya bisa dirasakan banyak orang.” Mari Menabung Kebaikan Hari Ini Jangan biarkan niat baik menguap begitu saja karena keraguan. Sekecil apa pun kontribusi Anda, jika dikelola dengan profesional, ia akan menjadi solusi bagi masalah kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan saudara-saudara kita di Majalengka. Yuk, titipkan amanah kebaikanmu bersama BAZNAS Majalengka! Karena berbagi bukan memastikan hanya tentang memberi, tapi tentang manfaatnya sampai ke tangan yang benar-benar berharga. ????
ARTIKEL08/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Itima Dewan Syariah Baznas Kabupaten Majalengka
Itima Dewan Syariah Baznas Kabupaten Majalengka
IJTIMA DEWAN SYARI’AH BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (DS-BAZNAS) KABUPATEN MAJALENGKA Nomor : 01/DS-BAZNAS/MJl/IV/2022 A Hari/Tanggal : Selasa, 26 April 2022 Waktu : Pk. 09.00 sd. selesai Tempat : Gedung BAZNAS Kab.Majalengka MATERI YANG DIBAHAS 1. Zakat Tanaman Pangan a. Dasar Hukum b. Tanaman Pangan yang wajib di zakati c. Nisab Zakat dan besarnya Zakat Tanaman Pangan d. Cara menghitung Zakat Tanaman Pangan 2. Zakat Tanaman Pangan dalam Muzara’ah dan Mukhabarah 3. Zakat Tanaman Pangan dari tanah yang disewakan(dikontrakan) 4. Zakat Tanaman Pangan yang tidak dijadikan bahan makanan pokok HASIL PEMBAHASAN 1. Zakat Tanaman Pangan a. Dasar Hukum Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji (Qs.Al Baqoroh : 267) Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al an’am : 141) Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS.At Taubah 103) a. Tanaman Pangan yang wajib di zakati Ada dua kelompok tanaman pangan yang wajib di zakati, yaitu: 1). Zakat Zuru’ dengan syarat Tanaman itu tumbuh karena dibudidayakan oleh manusia yang bisa dijadikan bahan makanan pokok dan dapat disimpan serta mencapai nisab, seperti beras, jagung, gandum dsb’ 2). Zakat Tsimar `Dari kelompok buah-buahan, meliputi ruthab (kurma) dan ‘inab (anggur), dengan syarat ‘Islam, Merdeka, milik sempurna dan Naisab. (Kifayatul Akhyar, 1 Hal.176 dan I’anah Tholibin Juz 2 Hal,160) c. Nisab Zakat dan besarnya Zakat Tanaman Pangan Nisab Zakat Tanaman Pangan adalah 5 Ausaq Tidak ada zakat pada kurma dan biji-bijian yang kurang dari 5 ausaq ()HR. Muslim) Ausuq jamak dari wasaq, 1 wasaq= 60 sha’, sedangkan 1 sha’= 2,176 kg, maka 5 wasaq adalah 5 x 60 x 2,176 = 652,8 kg,. Jika menghitung dengan gabah adalah kurang lebih 1 ton Besarnya Zakat Tanaman pangan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Pada tanaman yang diairi (dengan air hujan dari) langit, ‘Atsary ( tanaman yang akarnya mengisap mata air, atau air tanah) maka zakatnya sepersepuluh( 10%), adapun yang diairi dengan menggunakan tenaga manusia atau binatang maka zakatnya seperduapuluh (5%) (HS. Bukhori : No 1388) a. Cara menghitung Zakat Tanaman Pangan Seorang petani panen 1 ton jika diairi (dengan air hujan dari) langit, ‘Atsary ( tanaman yang akarnya mengisap mata air, atau air tanah) maka zakatnya 10 % dari 1 ton = 1 kwintal (100 Kg). Jika diairi dengan menggunakan tenaga manusia atau binatang maka zakatnya 5 % dar 1 ton = 50 Kg 1. Zakat Tanaman Pangan dalam Muzara’ah dan Mukhabarah Pengerian Muzaraah dan Mukhobaroh menurut Syekh Muhammad bin Ahmad As Syarbini dalam Kitab Bujaerimi Alal Khotib Juz 3 ,halaman 592: Muzaraah ialah menyerahkan pengelolaan tanah kepada seseorang dengan upah sebagian hasilnya ( bagi hasil ) dan benih berasal dari pemilik tanah. Sedangankan Mukhabarah pengrtiannya seperti dengan Muzaraah namun benih berasal dari pengelola tanah Memang ada perbedaan pendapat dikalangan para ulama tentang pengertian Muzaraah dan Mukhabarah, ada yang mengatakan sama ,ada pula yang mengatakan berbeda. Namun Aksarul Ashhab dan ulama lainnya seperti Al Imroni, Al Bandinijy dan Al Jauhari berpendapat bahwa Muzaraah dan Mukhabarah itu sama pengertiannya. Perbedaanya hanya pada pemilik benih. Imam Rofi’I dan Iman Nawawi sepakat bahwa dalam Akad Muzaraah benih berasal dari pemilik tanah dan dalam akad Mukhabarah benih berasal dari pengelola tanah (Kifayatul Akhyar 1 halaman 314) Artinya, “Diriwayatkan dari Umar radliyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melakukan akad bagi hasil dengan penduduk Khaibar dengan sejumlah hasil panenan tanah tersebut, baik berupa buah atau tanamannya.” (Fathu al-Bari, Juz V, halaman 10) Adapun Zakatnya wajib ditunaikan oleh pemilik benih, jadi dalam Muzaraah oleh Al Malik (Pemilik tanah) dan dalam Mukhabarah oleh Al ‘Amil (Pengelola tanah) 2. Zakat Tanaman Pangan dari tanah yang disewakan(dikontrakan) Ada beberapa komponen yang harus terpenuhi dalam transaksi zakat hasil tanah yang disewakan. a. Sebidang tanah yang disewakan b. Pemilik tanah yaitu Orang yang menyewakan tanahnya kepada orang lain. c. Penyewa tanah sekaligus penggarap tanah yang disewakan Berdasarkan kepada beberapa ketentuan di atas, dalam penyewaan tanah, sedikitnya terdapat dua pihak yang terlibat dalam transaksi penyewaan tanah yaitu pemilik tanah dan penyewa, yang keduanya bersepakat mengadakan transaksi. Zakat hasil tanah yang disewakan, dapat diartikan sebagai zakat hasil tanah yang langsung dihasilkan oleh tanah tersebut berupa tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan biji-bijian atau buah-buahan Menurut Abu Zahra : Pemilik tanah maupun si penyewa tanah kedua-duanya wajib mengeluarkan zakat. Hal ini demi memenuhi keadilan dalam pemungutan zakat. Pihak penyewa mengeluarkan zakat tanaman setelah dikurangi harga sewa yang ia bayar kepada pemilik tanah. Zakatnya jika sudah mencapai nisab: Pada tanaman yang diairi (dengan air hujan dari) langit, ‘Atsary ( tanaman yang akarnya mengisap mata air, atau air tanah) maka zakatnya sepersepuluh( 10%), adapun yang diairi dengan menggunakan tenaga manusia atau binatang maka zakatnya seperduapuluh (5%) (HS. Bukhori : No 1388) Dan si pemilik tanah mengeluarkan zakat atas dasar harga sewa yang ia terima dari si penyewa yang berarti ia mengeluarkan zakat uang/zakat penghasilan jika sudah mencapai nisab sebesar 2.5% 3. Zakat Tanaman Pangan yang tidak dijadikan bahan makanan pokok Tanaman yang wajib dizakati pada dasarnya ada dua, yakni (1) biji-bijian (habbah) yang hanya berlaku untuk gandum dan tanaman yang menjadi makanan pokok, dan (2) buah-buahan (tsimar) yang hanya berlaku untuk kurma dan anggur. Tanaman-tanaman lain di luar itu juga masuk sebagai objek zakat ketika menjadi bagian dari usaha produktif. Disebut zakat pertanian dan perkebunan produktif. Menurut Imam Abu Hanifah : Semua yamg keluar dari bumi yang menanamnya ditujukan untuk tumbuhan bumi dan penghasilan dan ditanam dikebun, maka wajib (zakat) sepersepuluh. Demikian diterangkan dalam Kitab Majmu Syarah Muhadzab Juz 7 halaman 10 selanjutnya dalam kitab tersebut beliau menjelasakan : tumbuhan tersebut memiliki buah yang tetap seperti gandum, kacang, dan biji-bijian lainnya, anggur dan kurma atau tidak memiliki buah yang tetap seperti kelompok buah-buahan yang dan sayuran, kurma matang, tanaman bunga, parfum dan tebu. "Pendapat masyhur ashabu al-syafi’i (para ulama penganut mazhab Syafi’i) bersepakat bahwa mazhab Syafi’i menetapkan wajibnya zakat atas kapas. Alasan pewajibannya adalah juga disebabkan tidak ditemukan adanya nukilan dalam qaul qadim Imam Syafi’i yang menetapkan (itsbat) akan ketiadaan wajib zakat.” (Majmu’ Syarah Muhadzab, juz 6, h. 47). zakat dari kelompok tanaman produktif, diperselisihkan. Ada yang memutus wajib zakat pertanian, namun ada pula yang memutus sebagai bukan zakat pertanian melainkan dikembalikan pada qashdu li-al-tijarah (niat diperdagangkan)-nya. Jika melihat dari sisi qashdu al-tijarah, maka zakatnya dinamakan zakat perdagangan (tijarah) Demikain semoga bermanfaat, mohon koreksi atas kekuarangan dann kekeliruan Majalengka, 26 April 2022 DS-BAZNAS KAB.Majalengka 1. DR KH. Ahamad Sarkosi Subkhi 2. Drs. KH. Anwar Sulaiman, M.M.Pd 3. Drs. KH. Asep Sahidin.,M.Pd 4. Drs. H.M. Risan.,M.Pd.I
ARTIKEL05/02/2026 | Iwan S Anwar
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →