WhatsApp Icon
Hari ke-12: Fase Transisi yang Menentukan

Jika Ramadhan dibagi menjadi tiga bagian, maka hari ke-12 berada di awal fase kedua—fase Maghfirah (Ampunan). Setelah berhasil melewati 10 hari pertama yang penuh adaptasi fisik, tubuh kita biasanya sudah mulai "berdamai" dengan rasa lapar dan haus.

Namun, secara psikologis, hari ke-12 sering kali menjadi titik jenuh. Masjid mulai sedikit lebih longgar dibanding malam pertama, dan daftar menu buka puasa tidak lagi menjadi obrolan utama. Justru di titik inilah, kualitas ibadah kita sedang diuji.

Mengapa Hari ke-12 Spesial?

  1. Tubuh Mencapai Autofagi Optimal Secara biologis, memasuki pekan kedua, sel-sel tubuh sudah melakukan proses pembersihan diri (autofagi) dengan lebih efisien. Racun-racun mulai luruh, dan fokus energi tidak lagi habis untuk pencernaan, melainkan untuk regenerasi sel.

  2. Ujian Konsistensi (Istiqomah) Banyak orang bisa memulai dengan kuat, tapi hanya sedikit yang bisa menjaga ritme. Hari ke-12 adalah waktu yang tepat untuk menata ulang niat agar tidak sekadar "ikut arus" rutinitas.

  3. Menuju Malam-Malam Istimewa Ini adalah jembatan menuju sepuluh malam terakhir. Ibarat pelari maraton, hari ke-12 adalah saatnya mengatur napas agar tidak kelelahan sebelum mencapai garis finish.


Tips Tetap "On Track" di Hari ke-12

Agar Ramadhan tidak terasa hambar di pertengahan jalan, coba lakukan beberapa hal ini:

  • Variasi Ibadah: Jika mulai bosan dengan bacaan yang itu-itu saja, coba baca terjemahan atau tafsir singkat agar ada koneksi batin yang baru dengan Al-Qur'an.

  • Sedekah Spontan: Lakukan satu kebaikan kecil yang tidak direncanakan hari ini. Memberi air mineral pada pengemudi ojek online atau berbagi takjil sederhana bisa memicu hormon kebahagiaan (dopamine) yang positif.

  • Evaluasi Target: Lihat kembali checklist Ramadhan Anda. Jika ada yang bolong di 10 hari pertama, hari ke-12 adalah momen "balas dendam" terbaik untuk memperbaikinya.


Refleksi Diri

"Puasa bukan hanya soal memindahkan jam makan, tapi soal mengosongkan perut untuk mengisi ruang di hati."

Sudahkah di hari ke-12 ini lisan kita lebih terjaga sesegar tenggorokan kita saat berbuka nanti? Ramadhan masih panjang, namun setiap detiknya terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja.

02/03/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Integritas di Dunia Kerja: Melampaui Slogan, Menghapus "Korupsi Halus"

Di era profesionalisme modern yang serba cepat, kata "integritas" seringkali hanya berakhir sebagai hiasan di dinding kantor atau slogan di laman situs perusahaan. Padahal, esensi integritas yang sesungguhnya bukan terletak pada kepatuhan formalitas, melainkan pada kejujuran yang dibawa dari meja makan keluarga hingga ke meja kerja.

Integritas berarti memutuskan untuk berhenti melakukan "korupsi halus"—tindakan-tindakan kecil yang dianggap lumrah namun perlahan mengikis kepercayaan publik dan profesionalisme. Baik bagi Gen-Z yang menjunjung tinggi fleksibilitas, maupun para pemegang amanah jabatan yang memiliki tanggung jawab besar, integritas adalah komitmen tanpa kompromi pada tiga aspek utama:

1. Kejujuran terhadap Waktu

Fleksibilitas dalam bekerja (seperti WFA atau remote working) adalah privilese, bukan celah untuk "korupsi waktu". Menjadi integritas berarti tetap produktif meski tanpa pengawasan fisik. Tidak ada lagi alasan "lemas" atau urusan pribadi yang dijadikan tameng untuk melakukan ghosting terhadap tanggung jawab. Menghargai waktu kantor adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap hak orang lain dan perusahaan yang telah memberikan kepercayaan.

2. Amanah dalam Menjaga Aset dan Prosedur

Amanah bukan sekadar menjaga barang fisik, tetapi juga menjaga marwah jabatan. Ini mencakup penggunaan aset kantor sesuai peruntukannya, menjauhi segala bentuk suap atau gratifikasi, dan bekerja tegak lurus sesuai prosedur (SOP).

Fondasi dari sikap ini bukanlah rasa takut terhadap teguran atasan atau audit lembaga, melainkan kesadaran spiritual yang mendalam. Kita bekerja dengan prinsip bahwa setiap ketikan jari dan setiap keputusan yang diambil selalu berada dalam pengawasan-Nya. Kesadaran bahwa Allah selalu "online" memantau adalah kontrol internal yang jauh lebih efektif daripada kamera CCTV tercanggih sekalipun.

3. Budaya Silih Emutan: Kearifan Lokal untuk Profesionalisme

Integritas tidak harus dijalankan dalam kesunyian. Kita bisa mengadopsi nilai luhur Silih Emutan—budaya saling mengingatkan yang menjadi ciri khas masyarakat Majalengka. Dalam lingkungan kerja, budaya ini diterjemahkan sebagai keberanian untuk saling menegur dalam kebaikan (reminding each other) antar rekan sejawat.

Ketika ada rekan yang mulai melenceng dari jalur, kita tidak mendiamkan, melainkan merangkul dan mengingatkan agar tetap di jalur yang benar. Dengan Silih Emutan, lingkungan kerja akan menjadi ekosistem yang sehat, di mana setiap individu menjadi penjaga bagi integritas rekannya.


Kesimpulan Membangun dunia kerja yang bersih dimulai dari mematikan bibit-bibit korupsi kecil dalam diri kita sendiri. Dengan membawa nilai kejujuran dari rumah ke tempat usaha, kita tidak hanya menjadi pekerja yang kompeten, tetapi juga insan yang bermartabat. Mari jadikan integritas sebagai identitas, bukan sekadar tugas.

01/03/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Menjaga "Wirang": Mengupgrade Integritas dari Majalengka untuk Sesama

Masyarakat Majalengka sejak lama dikenal memegang teguh nilai kesopanan dan rasa malu yang tinggi. Dalam kearifan lokal kita, ada pemahaman mendalam bahwa menjaga kehormatan diri jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar materi. Rasa malu bukan berarti rendah diri, melainkan sebuah benteng harga diri agar kita tidak melampaui batas.

Puasa sebagai Madrasah Kejujuran

Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mengasah kembali rasa malu tersebut. Puasa bukan sekadar menahan lapar di tengah teriknya matahari kota angin, melainkan latihan spiritual untuk merasa senantiasa "diawasi".

Saat berpuasa, kita bisa saja minum di tempat tersembunyi tanpa ada satu pun orang yang tahu. Namun, kita memilih untuk tidak melakukannya karena kita memiliki rasa malu kepada Allah SWT. Inilah esensi dari self-discipline yang sesungguhnya. Jika kita bisa jujur dalam urusan perut, maka kita pun harus bisa jujur dalam urusan janji, pekerjaan, dan tanggung jawab sosial.

Menjadi Pribadi yang Trusted

Integritas seringkali didefinisikan secara sederhana namun mendalam:

"Integritas adalah melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada orang yang melihat."

Di sisa Ramadhan ini, mari kita lakukan upgrade karakter. Menjadi pribadi yang trusted (terpercaya) adalah investasi sosial terbesar. Seorang warga Majalengka yang berintegritas tidak hanya akan memajukan dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama baik daerahnya di mana pun ia berada.

Sinergi Nyata melalui Zakat

Karakter yang kuat tidak berhenti pada kesalehan pribadi, tetapi juga mewujud dalam kesalehan sosial. Salah satu bukti nyata integritas dan rasa syukur kita adalah dengan menunaikan kewajiban zakat.

Dengan berzakat, kita sedang:

  • Membersihkan harta dari hak orang lain.

  • Menguatkan ekonomi saudara-saudara kita di Majalengka yang membutuhkan.

  • Membangun ekosistem sosial yang lebih adil dan sejahtera.

Mari jadikan sisa bulan suci ini sebagai titik balik. Mari terus bersinergi, saling menjaga, dan menguatkan Majalengka melalui aksi nyata. Bersama-sama, kita wujudkan Majalengka yang Langkung Sae!

01/03/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Ramadhan: Saatnya Upgrade Jalur Langit Lewat Kekuatan Doa

Siapa sih yang nggak mau keinginannya dikabulkan? Nah, di bulan Ramadhan ini, kita sebenarnya lagi dikasih "jalur ekspres" buat curhat langsung ke Sang Pencipta. Bukan cuma soal nahan laper dan haus, Ramadhan itu ibarat booster spiritual yang bikin doa-doa kita punya peluang lebih besar buat "menembus" langit.

Kenapa bisa gitu? Karena saat puasa, ego dan nafsu kita lagi di-set ke mode low, sementara ruhani kita lagi full power. Istilahnya, sinyal kita ke Allah lagi kuat-kuatnya!


3 Waktu "Golden Hour" Buat Berdoa

Jangan sampai lewat, ada tiga waktu utama di bulan Ramadhan di mana doa kamu punya probabilitas tinggi buat langsung di-ACC:

  1. Waktu Sahur (Sepertiga Malam Terakhir): Di saat dunia lagi sunyi-sunyinya, Allah turun ke langit dunia dan "menantang" kita: "Siapa yang minta, bakal Aku kasih." Jadi, jangan cuma fokus sama menu sahur, sempatkan buat minta apa pun yang kamu mau di waktu ini.

  2. Sepanjang Waktu Berpuasa: Ternyata, dari fajar sampai maghrib itu status kita adalah "VIP". Setiap detik saat kamu menahan haus dan lapar, doa kamu didengar. Sambil kerja atau kuliah, jangan lupa selipkan doa-doa pendek dalam hati.

  3. Menjelang Berbuka: Ini adalah puncak perjuangan. Di saat hati lagi lembut-lembutnya nunggu adzan, itulah waktu paling mustajab. Sebelum kalap sama takjil, sempatkan doa barang 2-3 menit.


Biar Doa Makin "Manjur", Perhatikan Adabnya!

Berdoa itu ada seninya, nggak cuma asal minta. Biar lebih beradab dan layak diterima, coba perhatikan poin ini:

  • Yakin & Ikhlas: Jangan setengah hati. Doa dengan keyakinan penuh kalau Allah pasti kasih yang terbaik. Keraguan itu cuma bakal jadi penghalang.

  • Cek "Input" Tubuh: Pastikan apa yang kita makan dan pakai berasal dari sumber yang halal. Logikanya, gimana doa mau sampai kalau "bahan bakar" tubuh kita masih bermasalah?

  • Etika Komunikasi: Jangan langsung to-the-point minta ini-itu. Awali dengan memuji keagungan Allah dan kirim shalawat buat Nabi Muhammad SAW. Ibarat mau minta bantuan ke bos, tentu ada tata kramanya, kan?


Jangan Cuma Minta "Dunia"

Seringkali kita cuma minta soal rezeki materi, jodoh, atau karier. Padahal, Ramadhan itu saatnya jadi Visioner. Minta juga ampunan dosa, iman yang kuat, dan keselamatan di akhirat. Dan yang paling penting: mintalah dipertemukan dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan!

Ingat: Doa adalah senjatanya orang mukmin. Di bulan Ramadhan, senjata ini jadi berkali-kali lipat lebih tajam.


Kesimpulannya: Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar. Ini adalah jembatan buat mengubah garis hidup kita. Mungkin satu doa tulus yang kamu selipkan di antara rasa hausmu hari ini, adalah jawaban buat kebahagiaanmu di masa depan.

01/03/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Waspadai 6 Kesalahan Umum dalam Membayar Zakat Fitrah

Tentu, ini adalah versi artikel yang telah diperbarui dengan memasukkan informasi Hasil Ketetapan Rapat Pleno secara formal dan informatif pada poin yang relevan.


Waspadai 6 Kesalahan Umum dalam Membayar Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan harus ditunaikan sebelum salat Idulfitri. Meskipun ibadah ini rutin dilakukan setiap tahun, nyatanya masih banyak kesalahan praktis yang sering terjadi. Kesalahan-kesalahan ini terkadang dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi keabsahan maupun kesempurnaan zakat itu sendiri.

Lalu, apa saja kesalahan yang sering terjadi saat membayar zakat fitrah? Berikut penjelasannya:

1. Membayar Setelah Salat Idulfitri

Salah satu kesalahan paling umum adalah menunda pembayaran hingga melewati waktu salat Id. Zakat fitrah wajib ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Jika dibayarkan setelahnya tanpa uzur (halangan) yang syar'i, maka statusnya berubah menjadi sedekah biasa, bukan lagi zakat fitrah yang sempurna.

2. Salah Menghitung Jumlah Tanggungan

Kepala keluarga berkewajiban membayar zakat fitrah untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang menjadi tanggungannya, seperti istri dan anak-anak. Pastikan jumlah jiwa yang dihitung sudah benar, termasuk jika ada anggota keluarga baru (bayi) yang lahir sebelum matahari terbenam di akhir Ramadan.

3. Nominal Tidak Sesuai Ketetapan Resmi

Kesalahan sering terjadi ketika seseorang membayar di bawah standar minimal yang ditetapkan oleh pihak berwenang. Berdasarkan Berita Acara Nomor: 003/BA-Zakfit/BAZNAS-Kab.MJL/I/2026, BAZNAS Kabupaten Majalengka telah menetapkan:

Ketetapan Zakat Fitrah 1447 H / 2026 M:

  • Beras: 2,7 kg atau 3,5 liter per jiwa.

  • Uang Tunai: Sebesar Rp40.000,00 (empat puluh ribu rupiah) per jiwa.

Pastikan zakat yang Anda keluarkan sesuai dengan standar tersebut agar sah secara syariat dan memberikan manfaat optimal bagi penerima.

4. Tidak Berniat dengan Jelas

Niat adalah rukun terpenting dalam setiap ibadah. Seseorang harus menyadari secara sadar bahwa harta yang ia keluarkan adalah zakat fitrah, bukan sekadar sedekah sukarela. Tanpa niat yang jelas, ibadah berisiko hanya menjadi formalitas tanpa nilai spiritual yang kuat.

5. Menyalurkan kepada Pihak yang Kurang Tepat

Zakat fitrah memiliki golongan penerima (mustahik) yang spesifik, terutama fakir dan miskin. Untuk menghindari salah sasaran, sangat disarankan untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS yang memiliki data distribusi akurat hingga ke pelosok desa.

6. Menunda-nunda karena Merasa Masih Banyak Waktu

Kesibukan menjelang Idulfitri sering kali membuat seseorang terlupa. Menunaikan zakat lebih awal di bulan Ramadan akan memberikan ketenangan hati dan membantu panitia (amil) dalam mendistribusikan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan sebelum hari raya tiba.


Tunaikan Zakat Fitrah Anda Sekarang!

Jangan tunda kewajiban Anda. Salurkan zakat secara aman, amanah, dan terpercaya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Layanan Digital: ???? https://kabmajalengka.baznas.go.id/bayarzakat

Transfer via Rekening Resmi (a.n. BAZNAS Kab. Majalengka):

  • bjb Syariah: 5190251578128

  • bjb: 0132053634100

  • BRI: 004601002688563

  • BSI: 7313997272

"Sekecil apa pun kebaikan yang kita tanam hari ini, akan memberikan dampak besar bagi masa depan umat."

#HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaik #AmanahProfesionalTransparan #ZakatZamanNow #Majalengka #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka  #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat  #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial 

01/03/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I

Artikel Terbaru

Amalan baik di Bulan Ramadhan
Amalan baik di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah momen "super promo" pahala, di mana setiap amalan dilipatgandakan nilainya. Agar Ramadhan Anda tahun ini lebih bermakna dan terencana, berikut adalah daftar amalan terbaik yang bisa Anda rutinkan: 1. Amalan Prioritas (Wajib & Utama) Sebelum mengejar amalan sunnah, pastikan fondasi utamanya kokoh: Puasa Berkualitas: Bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga lisan dari ghibah dan mata dari hal yang tidak bermanfaat. Shalat Lima Waktu di Awal Waktu: Usahakan berjamaah di masjid bagi laki-laki. Shalat Tarawih & Witir: Usahakan istiqomah setiap malam hingga akhir, karena pahalanya dihitung seperti shalat semalam suntuk jika dilakukan bersama imam sampai selesai. 2. Menghidupkan Al-Qur'an Ramadhan adalah Syahrul Qur'an (Bulan Al-Qur'an). Targetkan interaksi yang lebih dalam: Tadarus (Khatam Al-Qur'an): Jika memungkinkan, targetkan 1 juz per hari agar bisa khatam dalam 30 hari. Tadabbur: Luangkan waktu 10-15 menit sehari untuk membaca terjemahan atau tafsir singkat dari ayat yang Anda baca. 3. Kedermawanan & Sosial Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau jauh lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Memberi Makan Orang Berbuka (Iftar): Pahalanya sama dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Sedekah Subuh: Rutinkan memberi sedekah di pagi hari, meski dalam jumlah kecil namun konsisten. Zakat Fitrah & Mal: Segerakan jika sudah memenuhi syarat agar manfaatnya bisa segera dirasakan penerima. 4. Amalan Lisan & Hati Dzikir Pagi & Petang: Sebagai benteng diri dan penenang hati. Memperbanyak Istighfar: Terutama di waktu sahur (sebelum Subuh), karena itu adalah waktu utama untuk memohon ampunan. Menjaga Akhlak: Hindari pertengkaran. Jika ada yang memancing emosi, cukup katakan dalam hati atau lisan, "Inni sho-im" (Sesungguhnya aku sedang puasa). 5. Strategi 10 Malam Terakhir Jangan sampai "habis bensin" di akhir bulan. Ini adalah puncaknya: Memburu Lailatul Qadar: Tingkatkan intensitas ibadah di malam-malam ganjil. I'tikaf: Berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah jika kondisi memungkinkan. Doa Khusus: Perbanyak membaca: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku).
ARTIKEL10/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Tinggal 10 Hari Lagi Jangan Biarkan Ramadhan Kali Ini Berlalu Tanpa Makna !
Tinggal 10 Hari Lagi Jangan Biarkan Ramadhan Kali Ini Berlalu Tanpa Makna !
Waktu bergulir terasa begitu cepat. Tanpa kita sadari, dalam hitungan 10 hari ke depan , kita akan kembali menapaki bulan yang paling dirindukan: Ramadhan 1447 H . Di tengah hiruk-pikuk persiapan fisik dan duniawi, terselip sebuah pertanyaan yang mendalam bagi kita semua: Mungkinkah siap batin kita menyambut tamu agung ini? Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dari fajar hingga senja. Ia adalah madrasah bagi jiwa, sebuah momentum untuk “pulang” ke fitrah kemanusiaan kita. Namun, perjalanan menuju kesucian itu seringkali membutuhkan langkah awal yang nyata—sebuah langkah kecil untuk mulai merapikan niat dan membuka ruang empati di dalam dada. Merapikan Niat, Melapangkan Hati Menjelang bulan suci, kita diajak untuk melangkah perlahan. Bukan dengan tergesa-gesa, melainkan dengan penuh kesadaran. Menata kembali apa yang selama ini berantakan dalam diri, dan menyadari bahwa di sekitar kita, masih banyak saudara-saudara yang menatap Ramadhan dengan penuh kekhawatiran karena keterbatasan ekonomi. Inilah saatnya kita menjadi lebih peka. Setiap kebaikan yang kita “titipkan” hari ini, sejatinya bukan untuk orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri. Ia akan menjadi penerang langkah saat kegelapan datang dan menjadi penguat iman saat ujian melanda. Mengalirkan Keberkahan Lewat Keikhlasan Keikhlasan adalah kunci. Dari sana, keberkahan akan tumbuh dan mengalir, melampaui angka-angka yang kita keluarkan. Berbagi bukan tentang seberapa besar jumlahnya, melainkan tentang seberapa tulus kita ingin melihat senyum di wajah sesama saat mereka berbuka puasa nanti. BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir sebagai jembatan bagi Anda yang ingin memastikan Ramadhan tahun ini menjadi lebih bermakna. Melalui pengelolaan yang amanah, zakat dan infak Anda akan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, memastikan tak ada piring yang kosong di saat bulan penuh rahmat tiba. Saluran Cinta dan Kepedulian Bagi Anda yang ingin mengawali perjalanan spiritual ini dengan berbagi, BAZNAS Kabupaten Majalengka membuka pintu seluas-luasnya melalui layanan donasi berikut: Jenis Dana Bank Rekening Nomor Rekening ZAKAT Bank bjb 0075189321100 BRI 004601002690560 BSI 7313997361 Mandiri Nomor telepon 134000833334 INFAK Bank bjb Nomor telepon: 0137402262100 BRI 004601002689569
ARTIKEL08/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Bingung Mau Berbagi? Pastikan Kebaikanmu Sampai ke Tangan yang Tepat Bersama BAZNAS Majalengka!
Bingung Mau Berbagi? Pastikan Kebaikanmu Sampai ke Tangan yang Tepat Bersama BAZNAS Majalengka!
Pernahkah Anda merasakan keinginan yang kuat untuk berbagi, tetapi tiba-tiba ragu karena bingung harus menyalurkannya ke mana? Di tengah banyaknya pilihan, pertanyaan seperti "Apakah donasi saya benar-benar sampai?" atau "Apakah lembaga ini bisa dipercaya?" seringkali muncul di kepala. Wajar sekali jika kita ingin memastikan setiap rupiah yang kita keluarkan untuk Zakat, Infak, maupun Sedekah (ZIS) memberikan dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan. Nah, bagi warga Majalengka dan sekitarnya, kini saatnya membuang keraguan tersebut jauh-jauh! Kenapa Harus BAZNAS Majalengka? Memilih lembaga untuk menitipkan amanah kebaikan bukan hanya soal kemudahan, tapi juga soal ketenangan hati. Inilah alasan mengapa BAZNAS Majalengka adalah pilihan paling tepat untuk Anda: Lembaga Resmi & Terjamin: Sebagai lembaga pemerintah non-struktural, BAZNAS memiliki payung hukum yang kuat dan standar operasional yang jelas. Transparansi Adalah Kunci: Tidak ada yang disembunyikan. Anda bisa menyatukan ke mana aliran dana yang Anda salurkan. Penyaluran yang Tepat Sasaran: BAZNAS Majalengka memastikan bantuan diberikan kepada asnaf (golongan yang berhak) melalui program-program yang terukur dan berdampak panjang. Cek Langsung, Buktikan Sendiri! Di era digital ini, kepercayaan dibangun melalui keterbukaan informasi. BAZNAS Majalengka sangat aktif membagikan laporan kegiatan dan momen penyaluran bantuan melalui berbagai kanal resmi. Anda bisa mengintip langsung senyuman para penerima manfaat melalui: Website Resmi: kabmajalengka.baznas.go.id Instagram: @baznas_majalengka TikTok: @baznas.majalengkasae “Kebaikannya seperti benih; jika ditanam di tanah yang tepat dan dirawat dengan amanah, ia akan tumbuh menjadi pohon yang manfaatnya bisa dirasakan banyak orang.” Mari Menabung Kebaikan Hari Ini Jangan biarkan niat baik menguap begitu saja karena keraguan. Sekecil apa pun kontribusi Anda, jika dikelola dengan profesional, ia akan menjadi solusi bagi masalah kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan saudara-saudara kita di Majalengka. Yuk, titipkan amanah kebaikanmu bersama BAZNAS Majalengka! Karena berbagi bukan memastikan hanya tentang memberi, tapi tentang manfaatnya sampai ke tangan yang benar-benar berharga. ????
ARTIKEL08/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Itima Dewan Syariah Baznas Kabupaten Majalengka
Itima Dewan Syariah Baznas Kabupaten Majalengka
IJTIMA DEWAN SYARI’AH BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (DS-BAZNAS) KABUPATEN MAJALENGKA Nomor : 01/DS-BAZNAS/MJl/IV/2022 A Hari/Tanggal : Selasa, 26 April 2022 Waktu : Pk. 09.00 sd. selesai Tempat : Gedung BAZNAS Kab.Majalengka MATERI YANG DIBAHAS 1. Zakat Tanaman Pangan a. Dasar Hukum b. Tanaman Pangan yang wajib di zakati c. Nisab Zakat dan besarnya Zakat Tanaman Pangan d. Cara menghitung Zakat Tanaman Pangan 2. Zakat Tanaman Pangan dalam Muzara’ah dan Mukhabarah 3. Zakat Tanaman Pangan dari tanah yang disewakan(dikontrakan) 4. Zakat Tanaman Pangan yang tidak dijadikan bahan makanan pokok HASIL PEMBAHASAN 1. Zakat Tanaman Pangan a. Dasar Hukum Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji (Qs.Al Baqoroh : 267) Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al an’am : 141) Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS.At Taubah 103) a. Tanaman Pangan yang wajib di zakati Ada dua kelompok tanaman pangan yang wajib di zakati, yaitu: 1). Zakat Zuru’ dengan syarat Tanaman itu tumbuh karena dibudidayakan oleh manusia yang bisa dijadikan bahan makanan pokok dan dapat disimpan serta mencapai nisab, seperti beras, jagung, gandum dsb’ 2). Zakat Tsimar `Dari kelompok buah-buahan, meliputi ruthab (kurma) dan ‘inab (anggur), dengan syarat ‘Islam, Merdeka, milik sempurna dan Naisab. (Kifayatul Akhyar, 1 Hal.176 dan I’anah Tholibin Juz 2 Hal,160) c. Nisab Zakat dan besarnya Zakat Tanaman Pangan Nisab Zakat Tanaman Pangan adalah 5 Ausaq Tidak ada zakat pada kurma dan biji-bijian yang kurang dari 5 ausaq ()HR. Muslim) Ausuq jamak dari wasaq, 1 wasaq= 60 sha’, sedangkan 1 sha’= 2,176 kg, maka 5 wasaq adalah 5 x 60 x 2,176 = 652,8 kg,. Jika menghitung dengan gabah adalah kurang lebih 1 ton Besarnya Zakat Tanaman pangan Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Pada tanaman yang diairi (dengan air hujan dari) langit, ‘Atsary ( tanaman yang akarnya mengisap mata air, atau air tanah) maka zakatnya sepersepuluh( 10%), adapun yang diairi dengan menggunakan tenaga manusia atau binatang maka zakatnya seperduapuluh (5%) (HS. Bukhori : No 1388) a. Cara menghitung Zakat Tanaman Pangan Seorang petani panen 1 ton jika diairi (dengan air hujan dari) langit, ‘Atsary ( tanaman yang akarnya mengisap mata air, atau air tanah) maka zakatnya 10 % dari 1 ton = 1 kwintal (100 Kg). Jika diairi dengan menggunakan tenaga manusia atau binatang maka zakatnya 5 % dar 1 ton = 50 Kg 1. Zakat Tanaman Pangan dalam Muzara’ah dan Mukhabarah Pengerian Muzaraah dan Mukhobaroh menurut Syekh Muhammad bin Ahmad As Syarbini dalam Kitab Bujaerimi Alal Khotib Juz 3 ,halaman 592: Muzaraah ialah menyerahkan pengelolaan tanah kepada seseorang dengan upah sebagian hasilnya ( bagi hasil ) dan benih berasal dari pemilik tanah. Sedangankan Mukhabarah pengrtiannya seperti dengan Muzaraah namun benih berasal dari pengelola tanah Memang ada perbedaan pendapat dikalangan para ulama tentang pengertian Muzaraah dan Mukhabarah, ada yang mengatakan sama ,ada pula yang mengatakan berbeda. Namun Aksarul Ashhab dan ulama lainnya seperti Al Imroni, Al Bandinijy dan Al Jauhari berpendapat bahwa Muzaraah dan Mukhabarah itu sama pengertiannya. Perbedaanya hanya pada pemilik benih. Imam Rofi’I dan Iman Nawawi sepakat bahwa dalam Akad Muzaraah benih berasal dari pemilik tanah dan dalam akad Mukhabarah benih berasal dari pengelola tanah (Kifayatul Akhyar 1 halaman 314) Artinya, “Diriwayatkan dari Umar radliyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melakukan akad bagi hasil dengan penduduk Khaibar dengan sejumlah hasil panenan tanah tersebut, baik berupa buah atau tanamannya.” (Fathu al-Bari, Juz V, halaman 10) Adapun Zakatnya wajib ditunaikan oleh pemilik benih, jadi dalam Muzaraah oleh Al Malik (Pemilik tanah) dan dalam Mukhabarah oleh Al ‘Amil (Pengelola tanah) 2. Zakat Tanaman Pangan dari tanah yang disewakan(dikontrakan) Ada beberapa komponen yang harus terpenuhi dalam transaksi zakat hasil tanah yang disewakan. a. Sebidang tanah yang disewakan b. Pemilik tanah yaitu Orang yang menyewakan tanahnya kepada orang lain. c. Penyewa tanah sekaligus penggarap tanah yang disewakan Berdasarkan kepada beberapa ketentuan di atas, dalam penyewaan tanah, sedikitnya terdapat dua pihak yang terlibat dalam transaksi penyewaan tanah yaitu pemilik tanah dan penyewa, yang keduanya bersepakat mengadakan transaksi. Zakat hasil tanah yang disewakan, dapat diartikan sebagai zakat hasil tanah yang langsung dihasilkan oleh tanah tersebut berupa tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan biji-bijian atau buah-buahan Menurut Abu Zahra : Pemilik tanah maupun si penyewa tanah kedua-duanya wajib mengeluarkan zakat. Hal ini demi memenuhi keadilan dalam pemungutan zakat. Pihak penyewa mengeluarkan zakat tanaman setelah dikurangi harga sewa yang ia bayar kepada pemilik tanah. Zakatnya jika sudah mencapai nisab: Pada tanaman yang diairi (dengan air hujan dari) langit, ‘Atsary ( tanaman yang akarnya mengisap mata air, atau air tanah) maka zakatnya sepersepuluh( 10%), adapun yang diairi dengan menggunakan tenaga manusia atau binatang maka zakatnya seperduapuluh (5%) (HS. Bukhori : No 1388) Dan si pemilik tanah mengeluarkan zakat atas dasar harga sewa yang ia terima dari si penyewa yang berarti ia mengeluarkan zakat uang/zakat penghasilan jika sudah mencapai nisab sebesar 2.5% 3. Zakat Tanaman Pangan yang tidak dijadikan bahan makanan pokok Tanaman yang wajib dizakati pada dasarnya ada dua, yakni (1) biji-bijian (habbah) yang hanya berlaku untuk gandum dan tanaman yang menjadi makanan pokok, dan (2) buah-buahan (tsimar) yang hanya berlaku untuk kurma dan anggur. Tanaman-tanaman lain di luar itu juga masuk sebagai objek zakat ketika menjadi bagian dari usaha produktif. Disebut zakat pertanian dan perkebunan produktif. Menurut Imam Abu Hanifah : Semua yamg keluar dari bumi yang menanamnya ditujukan untuk tumbuhan bumi dan penghasilan dan ditanam dikebun, maka wajib (zakat) sepersepuluh. Demikian diterangkan dalam Kitab Majmu Syarah Muhadzab Juz 7 halaman 10 selanjutnya dalam kitab tersebut beliau menjelasakan : tumbuhan tersebut memiliki buah yang tetap seperti gandum, kacang, dan biji-bijian lainnya, anggur dan kurma atau tidak memiliki buah yang tetap seperti kelompok buah-buahan yang dan sayuran, kurma matang, tanaman bunga, parfum dan tebu. "Pendapat masyhur ashabu al-syafi’i (para ulama penganut mazhab Syafi’i) bersepakat bahwa mazhab Syafi’i menetapkan wajibnya zakat atas kapas. Alasan pewajibannya adalah juga disebabkan tidak ditemukan adanya nukilan dalam qaul qadim Imam Syafi’i yang menetapkan (itsbat) akan ketiadaan wajib zakat.” (Majmu’ Syarah Muhadzab, juz 6, h. 47). zakat dari kelompok tanaman produktif, diperselisihkan. Ada yang memutus wajib zakat pertanian, namun ada pula yang memutus sebagai bukan zakat pertanian melainkan dikembalikan pada qashdu li-al-tijarah (niat diperdagangkan)-nya. Jika melihat dari sisi qashdu al-tijarah, maka zakatnya dinamakan zakat perdagangan (tijarah) Demikain semoga bermanfaat, mohon koreksi atas kekuarangan dann kekeliruan Majalengka, 26 April 2022 DS-BAZNAS KAB.Majalengka 1. DR KH. Ahamad Sarkosi Subkhi 2. Drs. KH. Anwar Sulaiman, M.M.Pd 3. Drs. KH. Asep Sahidin.,M.Pd 4. Drs. H.M. Risan.,M.Pd.I
ARTIKEL05/02/2026 | Iwan S Anwar
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat