WhatsApp Icon
Hari ke-12: Fase Transisi yang Menentukan

Jika Ramadhan dibagi menjadi tiga bagian, maka hari ke-12 berada di awal fase kedua—fase Maghfirah (Ampunan). Setelah berhasil melewati 10 hari pertama yang penuh adaptasi fisik, tubuh kita biasanya sudah mulai "berdamai" dengan rasa lapar dan haus.

Namun, secara psikologis, hari ke-12 sering kali menjadi titik jenuh. Masjid mulai sedikit lebih longgar dibanding malam pertama, dan daftar menu buka puasa tidak lagi menjadi obrolan utama. Justru di titik inilah, kualitas ibadah kita sedang diuji.

Mengapa Hari ke-12 Spesial?

  1. Tubuh Mencapai Autofagi Optimal Secara biologis, memasuki pekan kedua, sel-sel tubuh sudah melakukan proses pembersihan diri (autofagi) dengan lebih efisien. Racun-racun mulai luruh, dan fokus energi tidak lagi habis untuk pencernaan, melainkan untuk regenerasi sel.

  2. Ujian Konsistensi (Istiqomah) Banyak orang bisa memulai dengan kuat, tapi hanya sedikit yang bisa menjaga ritme. Hari ke-12 adalah waktu yang tepat untuk menata ulang niat agar tidak sekadar "ikut arus" rutinitas.

  3. Menuju Malam-Malam Istimewa Ini adalah jembatan menuju sepuluh malam terakhir. Ibarat pelari maraton, hari ke-12 adalah saatnya mengatur napas agar tidak kelelahan sebelum mencapai garis finish.


Tips Tetap "On Track" di Hari ke-12

Agar Ramadhan tidak terasa hambar di pertengahan jalan, coba lakukan beberapa hal ini:

  • Variasi Ibadah: Jika mulai bosan dengan bacaan yang itu-itu saja, coba baca terjemahan atau tafsir singkat agar ada koneksi batin yang baru dengan Al-Qur'an.

  • Sedekah Spontan: Lakukan satu kebaikan kecil yang tidak direncanakan hari ini. Memberi air mineral pada pengemudi ojek online atau berbagi takjil sederhana bisa memicu hormon kebahagiaan (dopamine) yang positif.

  • Evaluasi Target: Lihat kembali checklist Ramadhan Anda. Jika ada yang bolong di 10 hari pertama, hari ke-12 adalah momen "balas dendam" terbaik untuk memperbaikinya.


Refleksi Diri

"Puasa bukan hanya soal memindahkan jam makan, tapi soal mengosongkan perut untuk mengisi ruang di hati."

Sudahkah di hari ke-12 ini lisan kita lebih terjaga sesegar tenggorokan kita saat berbuka nanti? Ramadhan masih panjang, namun setiap detiknya terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja.

02/03/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Integritas di Dunia Kerja: Melampaui Slogan, Menghapus "Korupsi Halus"

Di era profesionalisme modern yang serba cepat, kata "integritas" seringkali hanya berakhir sebagai hiasan di dinding kantor atau slogan di laman situs perusahaan. Padahal, esensi integritas yang sesungguhnya bukan terletak pada kepatuhan formalitas, melainkan pada kejujuran yang dibawa dari meja makan keluarga hingga ke meja kerja.

Integritas berarti memutuskan untuk berhenti melakukan "korupsi halus"—tindakan-tindakan kecil yang dianggap lumrah namun perlahan mengikis kepercayaan publik dan profesionalisme. Baik bagi Gen-Z yang menjunjung tinggi fleksibilitas, maupun para pemegang amanah jabatan yang memiliki tanggung jawab besar, integritas adalah komitmen tanpa kompromi pada tiga aspek utama:

1. Kejujuran terhadap Waktu

Fleksibilitas dalam bekerja (seperti WFA atau remote working) adalah privilese, bukan celah untuk "korupsi waktu". Menjadi integritas berarti tetap produktif meski tanpa pengawasan fisik. Tidak ada lagi alasan "lemas" atau urusan pribadi yang dijadikan tameng untuk melakukan ghosting terhadap tanggung jawab. Menghargai waktu kantor adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap hak orang lain dan perusahaan yang telah memberikan kepercayaan.

2. Amanah dalam Menjaga Aset dan Prosedur

Amanah bukan sekadar menjaga barang fisik, tetapi juga menjaga marwah jabatan. Ini mencakup penggunaan aset kantor sesuai peruntukannya, menjauhi segala bentuk suap atau gratifikasi, dan bekerja tegak lurus sesuai prosedur (SOP).

Fondasi dari sikap ini bukanlah rasa takut terhadap teguran atasan atau audit lembaga, melainkan kesadaran spiritual yang mendalam. Kita bekerja dengan prinsip bahwa setiap ketikan jari dan setiap keputusan yang diambil selalu berada dalam pengawasan-Nya. Kesadaran bahwa Allah selalu "online" memantau adalah kontrol internal yang jauh lebih efektif daripada kamera CCTV tercanggih sekalipun.

3. Budaya Silih Emutan: Kearifan Lokal untuk Profesionalisme

Integritas tidak harus dijalankan dalam kesunyian. Kita bisa mengadopsi nilai luhur Silih Emutan—budaya saling mengingatkan yang menjadi ciri khas masyarakat Majalengka. Dalam lingkungan kerja, budaya ini diterjemahkan sebagai keberanian untuk saling menegur dalam kebaikan (reminding each other) antar rekan sejawat.

Ketika ada rekan yang mulai melenceng dari jalur, kita tidak mendiamkan, melainkan merangkul dan mengingatkan agar tetap di jalur yang benar. Dengan Silih Emutan, lingkungan kerja akan menjadi ekosistem yang sehat, di mana setiap individu menjadi penjaga bagi integritas rekannya.


Kesimpulan Membangun dunia kerja yang bersih dimulai dari mematikan bibit-bibit korupsi kecil dalam diri kita sendiri. Dengan membawa nilai kejujuran dari rumah ke tempat usaha, kita tidak hanya menjadi pekerja yang kompeten, tetapi juga insan yang bermartabat. Mari jadikan integritas sebagai identitas, bukan sekadar tugas.

01/03/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Menjaga "Wirang": Mengupgrade Integritas dari Majalengka untuk Sesama

Masyarakat Majalengka sejak lama dikenal memegang teguh nilai kesopanan dan rasa malu yang tinggi. Dalam kearifan lokal kita, ada pemahaman mendalam bahwa menjaga kehormatan diri jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar materi. Rasa malu bukan berarti rendah diri, melainkan sebuah benteng harga diri agar kita tidak melampaui batas.

Puasa sebagai Madrasah Kejujuran

Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mengasah kembali rasa malu tersebut. Puasa bukan sekadar menahan lapar di tengah teriknya matahari kota angin, melainkan latihan spiritual untuk merasa senantiasa "diawasi".

Saat berpuasa, kita bisa saja minum di tempat tersembunyi tanpa ada satu pun orang yang tahu. Namun, kita memilih untuk tidak melakukannya karena kita memiliki rasa malu kepada Allah SWT. Inilah esensi dari self-discipline yang sesungguhnya. Jika kita bisa jujur dalam urusan perut, maka kita pun harus bisa jujur dalam urusan janji, pekerjaan, dan tanggung jawab sosial.

Menjadi Pribadi yang Trusted

Integritas seringkali didefinisikan secara sederhana namun mendalam:

"Integritas adalah melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada orang yang melihat."

Di sisa Ramadhan ini, mari kita lakukan upgrade karakter. Menjadi pribadi yang trusted (terpercaya) adalah investasi sosial terbesar. Seorang warga Majalengka yang berintegritas tidak hanya akan memajukan dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama baik daerahnya di mana pun ia berada.

Sinergi Nyata melalui Zakat

Karakter yang kuat tidak berhenti pada kesalehan pribadi, tetapi juga mewujud dalam kesalehan sosial. Salah satu bukti nyata integritas dan rasa syukur kita adalah dengan menunaikan kewajiban zakat.

Dengan berzakat, kita sedang:

  • Membersihkan harta dari hak orang lain.

  • Menguatkan ekonomi saudara-saudara kita di Majalengka yang membutuhkan.

  • Membangun ekosistem sosial yang lebih adil dan sejahtera.

Mari jadikan sisa bulan suci ini sebagai titik balik. Mari terus bersinergi, saling menjaga, dan menguatkan Majalengka melalui aksi nyata. Bersama-sama, kita wujudkan Majalengka yang Langkung Sae!

01/03/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Ramadhan: Saatnya Upgrade Jalur Langit Lewat Kekuatan Doa

Siapa sih yang nggak mau keinginannya dikabulkan? Nah, di bulan Ramadhan ini, kita sebenarnya lagi dikasih "jalur ekspres" buat curhat langsung ke Sang Pencipta. Bukan cuma soal nahan laper dan haus, Ramadhan itu ibarat booster spiritual yang bikin doa-doa kita punya peluang lebih besar buat "menembus" langit.

Kenapa bisa gitu? Karena saat puasa, ego dan nafsu kita lagi di-set ke mode low, sementara ruhani kita lagi full power. Istilahnya, sinyal kita ke Allah lagi kuat-kuatnya!


3 Waktu "Golden Hour" Buat Berdoa

Jangan sampai lewat, ada tiga waktu utama di bulan Ramadhan di mana doa kamu punya probabilitas tinggi buat langsung di-ACC:

  1. Waktu Sahur (Sepertiga Malam Terakhir): Di saat dunia lagi sunyi-sunyinya, Allah turun ke langit dunia dan "menantang" kita: "Siapa yang minta, bakal Aku kasih." Jadi, jangan cuma fokus sama menu sahur, sempatkan buat minta apa pun yang kamu mau di waktu ini.

  2. Sepanjang Waktu Berpuasa: Ternyata, dari fajar sampai maghrib itu status kita adalah "VIP". Setiap detik saat kamu menahan haus dan lapar, doa kamu didengar. Sambil kerja atau kuliah, jangan lupa selipkan doa-doa pendek dalam hati.

  3. Menjelang Berbuka: Ini adalah puncak perjuangan. Di saat hati lagi lembut-lembutnya nunggu adzan, itulah waktu paling mustajab. Sebelum kalap sama takjil, sempatkan doa barang 2-3 menit.


Biar Doa Makin "Manjur", Perhatikan Adabnya!

Berdoa itu ada seninya, nggak cuma asal minta. Biar lebih beradab dan layak diterima, coba perhatikan poin ini:

  • Yakin & Ikhlas: Jangan setengah hati. Doa dengan keyakinan penuh kalau Allah pasti kasih yang terbaik. Keraguan itu cuma bakal jadi penghalang.

  • Cek "Input" Tubuh: Pastikan apa yang kita makan dan pakai berasal dari sumber yang halal. Logikanya, gimana doa mau sampai kalau "bahan bakar" tubuh kita masih bermasalah?

  • Etika Komunikasi: Jangan langsung to-the-point minta ini-itu. Awali dengan memuji keagungan Allah dan kirim shalawat buat Nabi Muhammad SAW. Ibarat mau minta bantuan ke bos, tentu ada tata kramanya, kan?


Jangan Cuma Minta "Dunia"

Seringkali kita cuma minta soal rezeki materi, jodoh, atau karier. Padahal, Ramadhan itu saatnya jadi Visioner. Minta juga ampunan dosa, iman yang kuat, dan keselamatan di akhirat. Dan yang paling penting: mintalah dipertemukan dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan!

Ingat: Doa adalah senjatanya orang mukmin. Di bulan Ramadhan, senjata ini jadi berkali-kali lipat lebih tajam.


Kesimpulannya: Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar. Ini adalah jembatan buat mengubah garis hidup kita. Mungkin satu doa tulus yang kamu selipkan di antara rasa hausmu hari ini, adalah jawaban buat kebahagiaanmu di masa depan.

01/03/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Waspadai 6 Kesalahan Umum dalam Membayar Zakat Fitrah

Tentu, ini adalah versi artikel yang telah diperbarui dengan memasukkan informasi Hasil Ketetapan Rapat Pleno secara formal dan informatif pada poin yang relevan.


Waspadai 6 Kesalahan Umum dalam Membayar Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan harus ditunaikan sebelum salat Idulfitri. Meskipun ibadah ini rutin dilakukan setiap tahun, nyatanya masih banyak kesalahan praktis yang sering terjadi. Kesalahan-kesalahan ini terkadang dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi keabsahan maupun kesempurnaan zakat itu sendiri.

Lalu, apa saja kesalahan yang sering terjadi saat membayar zakat fitrah? Berikut penjelasannya:

1. Membayar Setelah Salat Idulfitri

Salah satu kesalahan paling umum adalah menunda pembayaran hingga melewati waktu salat Id. Zakat fitrah wajib ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Jika dibayarkan setelahnya tanpa uzur (halangan) yang syar'i, maka statusnya berubah menjadi sedekah biasa, bukan lagi zakat fitrah yang sempurna.

2. Salah Menghitung Jumlah Tanggungan

Kepala keluarga berkewajiban membayar zakat fitrah untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang menjadi tanggungannya, seperti istri dan anak-anak. Pastikan jumlah jiwa yang dihitung sudah benar, termasuk jika ada anggota keluarga baru (bayi) yang lahir sebelum matahari terbenam di akhir Ramadan.

3. Nominal Tidak Sesuai Ketetapan Resmi

Kesalahan sering terjadi ketika seseorang membayar di bawah standar minimal yang ditetapkan oleh pihak berwenang. Berdasarkan Berita Acara Nomor: 003/BA-Zakfit/BAZNAS-Kab.MJL/I/2026, BAZNAS Kabupaten Majalengka telah menetapkan:

Ketetapan Zakat Fitrah 1447 H / 2026 M:

  • Beras: 2,7 kg atau 3,5 liter per jiwa.

  • Uang Tunai: Sebesar Rp40.000,00 (empat puluh ribu rupiah) per jiwa.

Pastikan zakat yang Anda keluarkan sesuai dengan standar tersebut agar sah secara syariat dan memberikan manfaat optimal bagi penerima.

4. Tidak Berniat dengan Jelas

Niat adalah rukun terpenting dalam setiap ibadah. Seseorang harus menyadari secara sadar bahwa harta yang ia keluarkan adalah zakat fitrah, bukan sekadar sedekah sukarela. Tanpa niat yang jelas, ibadah berisiko hanya menjadi formalitas tanpa nilai spiritual yang kuat.

5. Menyalurkan kepada Pihak yang Kurang Tepat

Zakat fitrah memiliki golongan penerima (mustahik) yang spesifik, terutama fakir dan miskin. Untuk menghindari salah sasaran, sangat disarankan untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS yang memiliki data distribusi akurat hingga ke pelosok desa.

6. Menunda-nunda karena Merasa Masih Banyak Waktu

Kesibukan menjelang Idulfitri sering kali membuat seseorang terlupa. Menunaikan zakat lebih awal di bulan Ramadan akan memberikan ketenangan hati dan membantu panitia (amil) dalam mendistribusikan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan sebelum hari raya tiba.


Tunaikan Zakat Fitrah Anda Sekarang!

Jangan tunda kewajiban Anda. Salurkan zakat secara aman, amanah, dan terpercaya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Layanan Digital: ???? https://kabmajalengka.baznas.go.id/bayarzakat

Transfer via Rekening Resmi (a.n. BAZNAS Kab. Majalengka):

  • bjb Syariah: 5190251578128

  • bjb: 0132053634100

  • BRI: 004601002688563

  • BSI: 7313997272

"Sekecil apa pun kebaikan yang kita tanam hari ini, akan memberikan dampak besar bagi masa depan umat."

#HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaik #AmanahProfesionalTransparan #ZakatZamanNow #Majalengka #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka  #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat  #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial 

01/03/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I

Artikel Terbaru

Hari ke-12: Fase Transisi yang Menentukan
Hari ke-12: Fase Transisi yang Menentukan
Jika Ramadhan dibagi menjadi tiga bagian, maka hari ke-12 berada di awal fase kedua—fase Maghfirah (Ampunan). Setelah berhasil melewati 10 hari pertama yang penuh adaptasi fisik, tubuh kita biasanya sudah mulai "berdamai" dengan rasa lapar dan haus. Namun, secara psikologis, hari ke-12 sering kali menjadi titik jenuh. Masjid mulai sedikit lebih longgar dibanding malam pertama, dan daftar menu buka puasa tidak lagi menjadi obrolan utama. Justru di titik inilah, kualitas ibadah kita sedang diuji. Mengapa Hari ke-12 Spesial? Tubuh Mencapai Autofagi Optimal Secara biologis, memasuki pekan kedua, sel-sel tubuh sudah melakukan proses pembersihan diri (autofagi) dengan lebih efisien. Racun-racun mulai luruh, dan fokus energi tidak lagi habis untuk pencernaan, melainkan untuk regenerasi sel. Ujian Konsistensi (Istiqomah) Banyak orang bisa memulai dengan kuat, tapi hanya sedikit yang bisa menjaga ritme. Hari ke-12 adalah waktu yang tepat untuk menata ulang niat agar tidak sekadar "ikut arus" rutinitas. Menuju Malam-Malam Istimewa Ini adalah jembatan menuju sepuluh malam terakhir. Ibarat pelari maraton, hari ke-12 adalah saatnya mengatur napas agar tidak kelelahan sebelum mencapai garis finish. Tips Tetap "On Track" di Hari ke-12 Agar Ramadhan tidak terasa hambar di pertengahan jalan, coba lakukan beberapa hal ini: Variasi Ibadah: Jika mulai bosan dengan bacaan yang itu-itu saja, coba baca terjemahan atau tafsir singkat agar ada koneksi batin yang baru dengan Al-Qur'an. Sedekah Spontan: Lakukan satu kebaikan kecil yang tidak direncanakan hari ini. Memberi air mineral pada pengemudi ojek online atau berbagi takjil sederhana bisa memicu hormon kebahagiaan (dopamine) yang positif. Evaluasi Target: Lihat kembali checklist Ramadhan Anda. Jika ada yang bolong di 10 hari pertama, hari ke-12 adalah momen "balas dendam" terbaik untuk memperbaikinya. Refleksi Diri "Puasa bukan hanya soal memindahkan jam makan, tapi soal mengosongkan perut untuk mengisi ruang di hati." Sudahkah di hari ke-12 ini lisan kita lebih terjaga sesegar tenggorokan kita saat berbuka nanti? Ramadhan masih panjang, namun setiap detiknya terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja.
ARTIKEL02/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Integritas di Dunia Kerja: Melampaui Slogan, Menghapus "Korupsi Halus"
Integritas di Dunia Kerja: Melampaui Slogan, Menghapus "Korupsi Halus"
Di era profesionalisme modern yang serba cepat, kata "integritas" seringkali hanya berakhir sebagai hiasan di dinding kantor atau slogan di laman situs perusahaan. Padahal, esensi integritas yang sesungguhnya bukan terletak pada kepatuhan formalitas, melainkan pada kejujuran yang dibawa dari meja makan keluarga hingga ke meja kerja. Integritas berarti memutuskan untuk berhenti melakukan "korupsi halus"—tindakan-tindakan kecil yang dianggap lumrah namun perlahan mengikis kepercayaan publik dan profesionalisme. Baik bagi Gen-Z yang menjunjung tinggi fleksibilitas, maupun para pemegang amanah jabatan yang memiliki tanggung jawab besar, integritas adalah komitmen tanpa kompromi pada tiga aspek utama: 1. Kejujuran terhadap Waktu Fleksibilitas dalam bekerja (seperti WFA atau remote working) adalah privilese, bukan celah untuk "korupsi waktu". Menjadi integritas berarti tetap produktif meski tanpa pengawasan fisik. Tidak ada lagi alasan "lemas" atau urusan pribadi yang dijadikan tameng untuk melakukan ghosting terhadap tanggung jawab. Menghargai waktu kantor adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap hak orang lain dan perusahaan yang telah memberikan kepercayaan. 2. Amanah dalam Menjaga Aset dan Prosedur Amanah bukan sekadar menjaga barang fisik, tetapi juga menjaga marwah jabatan. Ini mencakup penggunaan aset kantor sesuai peruntukannya, menjauhi segala bentuk suap atau gratifikasi, dan bekerja tegak lurus sesuai prosedur (SOP). Fondasi dari sikap ini bukanlah rasa takut terhadap teguran atasan atau audit lembaga, melainkan kesadaran spiritual yang mendalam. Kita bekerja dengan prinsip bahwa setiap ketikan jari dan setiap keputusan yang diambil selalu berada dalam pengawasan-Nya. Kesadaran bahwa Allah selalu "online" memantau adalah kontrol internal yang jauh lebih efektif daripada kamera CCTV tercanggih sekalipun. 3. Budaya Silih Emutan: Kearifan Lokal untuk Profesionalisme Integritas tidak harus dijalankan dalam kesunyian. Kita bisa mengadopsi nilai luhur Silih Emutan—budaya saling mengingatkan yang menjadi ciri khas masyarakat Majalengka. Dalam lingkungan kerja, budaya ini diterjemahkan sebagai keberanian untuk saling menegur dalam kebaikan (reminding each other) antar rekan sejawat. Ketika ada rekan yang mulai melenceng dari jalur, kita tidak mendiamkan, melainkan merangkul dan mengingatkan agar tetap di jalur yang benar. Dengan Silih Emutan, lingkungan kerja akan menjadi ekosistem yang sehat, di mana setiap individu menjadi penjaga bagi integritas rekannya. Kesimpulan Membangun dunia kerja yang bersih dimulai dari mematikan bibit-bibit korupsi kecil dalam diri kita sendiri. Dengan membawa nilai kejujuran dari rumah ke tempat usaha, kita tidak hanya menjadi pekerja yang kompeten, tetapi juga insan yang bermartabat. Mari jadikan integritas sebagai identitas, bukan sekadar tugas.
ARTIKEL01/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjaga "Wirang": Mengupgrade Integritas dari Majalengka untuk Sesama
Menjaga "Wirang": Mengupgrade Integritas dari Majalengka untuk Sesama
Masyarakat Majalengka sejak lama dikenal memegang teguh nilai kesopanan dan rasa malu yang tinggi. Dalam kearifan lokal kita, ada pemahaman mendalam bahwa menjaga kehormatan diri jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar materi. Rasa malu bukan berarti rendah diri, melainkan sebuah benteng harga diri agar kita tidak melampaui batas. Puasa sebagai Madrasah Kejujuran Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mengasah kembali rasa malu tersebut. Puasa bukan sekadar menahan lapar di tengah teriknya matahari kota angin, melainkan latihan spiritual untuk merasa senantiasa "diawasi". Saat berpuasa, kita bisa saja minum di tempat tersembunyi tanpa ada satu pun orang yang tahu. Namun, kita memilih untuk tidak melakukannya karena kita memiliki rasa malu kepada Allah SWT. Inilah esensi dari self-discipline yang sesungguhnya. Jika kita bisa jujur dalam urusan perut, maka kita pun harus bisa jujur dalam urusan janji, pekerjaan, dan tanggung jawab sosial. Menjadi Pribadi yang Trusted Integritas seringkali didefinisikan secara sederhana namun mendalam: "Integritas adalah melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada orang yang melihat." Di sisa Ramadhan ini, mari kita lakukan upgrade karakter. Menjadi pribadi yang trusted (terpercaya) adalah investasi sosial terbesar. Seorang warga Majalengka yang berintegritas tidak hanya akan memajukan dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama baik daerahnya di mana pun ia berada. Sinergi Nyata melalui Zakat Karakter yang kuat tidak berhenti pada kesalehan pribadi, tetapi juga mewujud dalam kesalehan sosial. Salah satu bukti nyata integritas dan rasa syukur kita adalah dengan menunaikan kewajiban zakat. Dengan berzakat, kita sedang: Membersihkan harta dari hak orang lain. Menguatkan ekonomi saudara-saudara kita di Majalengka yang membutuhkan. Membangun ekosistem sosial yang lebih adil dan sejahtera. Mari jadikan sisa bulan suci ini sebagai titik balik. Mari terus bersinergi, saling menjaga, dan menguatkan Majalengka melalui aksi nyata. Bersama-sama, kita wujudkan Majalengka yang Langkung Sae!
ARTIKEL01/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ramadhan: Saatnya Upgrade Jalur Langit Lewat Kekuatan Doa
Ramadhan: Saatnya Upgrade Jalur Langit Lewat Kekuatan Doa
Siapa sih yang nggak mau keinginannya dikabulkan? Nah, di bulan Ramadhan ini, kita sebenarnya lagi dikasih "jalur ekspres" buat curhat langsung ke Sang Pencipta. Bukan cuma soal nahan laper dan haus, Ramadhan itu ibarat booster spiritual yang bikin doa-doa kita punya peluang lebih besar buat "menembus" langit. Kenapa bisa gitu? Karena saat puasa, ego dan nafsu kita lagi di-set ke mode low, sementara ruhani kita lagi full power. Istilahnya, sinyal kita ke Allah lagi kuat-kuatnya! 3 Waktu "Golden Hour" Buat Berdoa Jangan sampai lewat, ada tiga waktu utama di bulan Ramadhan di mana doa kamu punya probabilitas tinggi buat langsung di-ACC: Waktu Sahur (Sepertiga Malam Terakhir): Di saat dunia lagi sunyi-sunyinya, Allah turun ke langit dunia dan "menantang" kita: "Siapa yang minta, bakal Aku kasih." Jadi, jangan cuma fokus sama menu sahur, sempatkan buat minta apa pun yang kamu mau di waktu ini. Sepanjang Waktu Berpuasa: Ternyata, dari fajar sampai maghrib itu status kita adalah "VIP". Setiap detik saat kamu menahan haus dan lapar, doa kamu didengar. Sambil kerja atau kuliah, jangan lupa selipkan doa-doa pendek dalam hati. Menjelang Berbuka: Ini adalah puncak perjuangan. Di saat hati lagi lembut-lembutnya nunggu adzan, itulah waktu paling mustajab. Sebelum kalap sama takjil, sempatkan doa barang 2-3 menit. Biar Doa Makin "Manjur", Perhatikan Adabnya! Berdoa itu ada seninya, nggak cuma asal minta. Biar lebih beradab dan layak diterima, coba perhatikan poin ini: Yakin & Ikhlas: Jangan setengah hati. Doa dengan keyakinan penuh kalau Allah pasti kasih yang terbaik. Keraguan itu cuma bakal jadi penghalang. Cek "Input" Tubuh: Pastikan apa yang kita makan dan pakai berasal dari sumber yang halal. Logikanya, gimana doa mau sampai kalau "bahan bakar" tubuh kita masih bermasalah? Etika Komunikasi: Jangan langsung to-the-point minta ini-itu. Awali dengan memuji keagungan Allah dan kirim shalawat buat Nabi Muhammad SAW. Ibarat mau minta bantuan ke bos, tentu ada tata kramanya, kan? Jangan Cuma Minta "Dunia" Seringkali kita cuma minta soal rezeki materi, jodoh, atau karier. Padahal, Ramadhan itu saatnya jadi Visioner. Minta juga ampunan dosa, iman yang kuat, dan keselamatan di akhirat. Dan yang paling penting: mintalah dipertemukan dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan! Ingat: Doa adalah senjatanya orang mukmin. Di bulan Ramadhan, senjata ini jadi berkali-kali lipat lebih tajam. Kesimpulannya: Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar. Ini adalah jembatan buat mengubah garis hidup kita. Mungkin satu doa tulus yang kamu selipkan di antara rasa hausmu hari ini, adalah jawaban buat kebahagiaanmu di masa depan.
ARTIKEL01/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Waspadai 6 Kesalahan Umum dalam Membayar Zakat Fitrah
Waspadai 6 Kesalahan Umum dalam Membayar Zakat Fitrah
Tentu, ini adalah versi artikel yang telah diperbarui dengan memasukkan informasi Hasil Ketetapan Rapat Pleno secara formal dan informatif pada poin yang relevan. Waspadai 6 Kesalahan Umum dalam Membayar Zakat Fitrah Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan harus ditunaikan sebelum salat Idulfitri. Meskipun ibadah ini rutin dilakukan setiap tahun, nyatanya masih banyak kesalahan praktis yang sering terjadi. Kesalahan-kesalahan ini terkadang dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi keabsahan maupun kesempurnaan zakat itu sendiri. Lalu, apa saja kesalahan yang sering terjadi saat membayar zakat fitrah? Berikut penjelasannya: 1. Membayar Setelah Salat Idulfitri Salah satu kesalahan paling umum adalah menunda pembayaran hingga melewati waktu salat Id. Zakat fitrah wajib ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Jika dibayarkan setelahnya tanpa uzur (halangan) yang syar'i, maka statusnya berubah menjadi sedekah biasa, bukan lagi zakat fitrah yang sempurna. 2. Salah Menghitung Jumlah Tanggungan Kepala keluarga berkewajiban membayar zakat fitrah untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang menjadi tanggungannya, seperti istri dan anak-anak. Pastikan jumlah jiwa yang dihitung sudah benar, termasuk jika ada anggota keluarga baru (bayi) yang lahir sebelum matahari terbenam di akhir Ramadan. 3. Nominal Tidak Sesuai Ketetapan Resmi Kesalahan sering terjadi ketika seseorang membayar di bawah standar minimal yang ditetapkan oleh pihak berwenang. Berdasarkan Berita Acara Nomor: 003/BA-Zakfit/BAZNAS-Kab.MJL/I/2026, BAZNAS Kabupaten Majalengka telah menetapkan: Ketetapan Zakat Fitrah 1447 H / 2026 M: Beras: 2,7 kg atau 3,5 liter per jiwa. Uang Tunai: Sebesar Rp40.000,00 (empat puluh ribu rupiah) per jiwa. Pastikan zakat yang Anda keluarkan sesuai dengan standar tersebut agar sah secara syariat dan memberikan manfaat optimal bagi penerima. 4. Tidak Berniat dengan Jelas Niat adalah rukun terpenting dalam setiap ibadah. Seseorang harus menyadari secara sadar bahwa harta yang ia keluarkan adalah zakat fitrah, bukan sekadar sedekah sukarela. Tanpa niat yang jelas, ibadah berisiko hanya menjadi formalitas tanpa nilai spiritual yang kuat. 5. Menyalurkan kepada Pihak yang Kurang Tepat Zakat fitrah memiliki golongan penerima (mustahik) yang spesifik, terutama fakir dan miskin. Untuk menghindari salah sasaran, sangat disarankan untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS yang memiliki data distribusi akurat hingga ke pelosok desa. 6. Menunda-nunda karena Merasa Masih Banyak Waktu Kesibukan menjelang Idulfitri sering kali membuat seseorang terlupa. Menunaikan zakat lebih awal di bulan Ramadan akan memberikan ketenangan hati dan membantu panitia (amil) dalam mendistribusikan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan sebelum hari raya tiba. Tunaikan Zakat Fitrah Anda Sekarang! Jangan tunda kewajiban Anda. Salurkan zakat secara aman, amanah, dan terpercaya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Layanan Digital: ???? https://kabmajalengka.baznas.go.id/bayarzakat Transfer via Rekening Resmi (a.n. BAZNAS Kab. Majalengka): bjb Syariah: 5190251578128 bjb: 0132053634100 BRI: 004601002688563 BSI: 7313997272 "Sekecil apa pun kebaikan yang kita tanam hari ini, akan memberikan dampak besar bagi masa depan umat." #HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaik #AmanahProfesionalTransparan #ZakatZamanNow #Majalengka #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
ARTIKEL01/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Panduan Doa 10 Hari Kedua Ramadhan: Fase Maghfirah (Ampunan)
Panduan Doa 10 Hari Kedua Ramadhan: Fase Maghfirah (Ampunan)
Memasuki 10 hari kedua Ramadhan (hari ke-11 hingga ke-20), umat Islam berada di fase Maghfirah, yakni masa di mana Allah SWT membukakan pintu ampunan seluas-luasnya. Memperbanyak doa di periode ini adalah kesempatan emas bagi setiap hamba untuk menyucikan diri. Landasan Keutamaan Berdoa di Bulan Ramadhan Allah SWT menjanjikan kedekatan dan pengabulan doa bagi hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku..." (QS. Al-Baqarah: 186). Rasulullah SAW juga bersabda bahwa setiap Muslim memiliki doa yang mustajab setiap harinya di bulan Ramadhan (HR. Al-Bazzar). Kumpulan Doa Harian (Hari ke-11 sampai ke-20) Berikut adalah daftar doa harian yang dapat diamalkan: Hari ke-11: Mohon Kecintaan pada Kebaikan ??????????? ??????? ??????? ?????? ???????????? ?? ??????? ??????? ?????? ??????????? ?? ???????????? ?? ??????? ??????? ?????? ????????? ?? ???????????? ?????????? ??? ??????? ??????????????????? Latin: Allâhumma habbib ilayya fîhil ihsân wa karrih fîhil fusûqa wal ‘isyân wa harrim ‘alayya fîhis sakhatha wannîrân bi’aunika yâ ghiyâtsal mustaghîtsîn. Artinya: "Ya Allah! Mohon tanamkanlah ke dalam diriku kecitnaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Mohon jauhkanlah dariku kemurkaan-Mu dan api neraka dengan pertolongan-Mu, Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan." Hari ke-12: Mohon Kesucian dan Sifat Qana’ah ??????????? ?????????? ?????? ??????????? ?? ?????????? ?? ??????????? ?????? ????????? ??????????? ?? ?????????? ?? ??????????? ?????? ????? ????????? ????????????? ?? ???????? ?????? ???? ????? ??? ??????? ???????????? ??? ???????? ?????????????? Latin: Allâhumma zayyinî fîhi bissitri wal ‘afâf wasturnî fîhi bilibâsil qunû’i wal kafâf wahmilnî fîhi ‘alal ‘adli wal inshâf wa âminnî fîhi min kulli mâ akhâfu bi’ismatika yâ ‘ismatal khâifîn. Artinya: "Ya Allah, hiasilah aku dengan penutup aib dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian kepuasan (qana'ah) dan kecukupan. Tuntunlah aku untuk bersikap adil dan jujur, serta selamatkanlah aku dari segala yang aku takuti dengan perlindungan-Mu, Wahai Penjaga orang-orang yang takut." Hari ke-13: Mohon Penyucian Diri dan Kesabaran ??????????? ??????????? ?????? ???? ????????? ?? ???????????? ?? ??????????? ?????? ????? ?????????? ???????????? ?? ??????????? ?????? ???????? ?? ???????? ??????????? ?????????? ??? ??????? ?????? ?????????????? Latin: Allâhumma thahhirnî fîhi minad danasi wal aqdzâr wa shabbirnî fîhi ‘alâ kâinâtil aqdâr wa waffiqnî fîhi littuqâ wa shuhbatil abrâr bi’aunika yâ qurrata ‘ainil masâkîn. Artinya: "Ya Allah, sucikanlah aku dari noda dan kotoran (dosa). Berilah aku kesabaran atas ketetapan takdir-Mu. Karuniakanlah kepadaku ketakwaan dan persahabatan dengan orang-orang mulia dengan pertolongan-Mu, Wahai Pelipur Lara orang-orang miskin." Hari ke-14: Mohon Ampunan dari Kesalahan ??????????? ??? ????????????? ?????? ?????????????? ?? ?????????? ?????? ???? ??????????? ?? ??????????? ?? ??? ???????????? ?????? ??????? ??????????? ?? ???????? ??????????? ??? ????? ??????????????? Latin: Allâhumma lâ tu’âkhidznî fîhi bil ‘atsarât wa aqilnî fîhi minal khathâyâ wal hafawât walâ taj’alnî fîhi gharadhan lilbalâyâ wal âfât bi’izzatika yâ ‘izzal muslimîn. Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku atas segala kekeliruanku. Ringankanlah aku dari kesalahan dan kebodohan. Janganlah Engkau jadikan aku sasaran bencana dan malapetaka, demi kemuliaan-Mu, Wahai Sandaran Kemuliaan kaum Muslimin." Hari ke-15: Mohon Kekhusyukan Hati ??????????? ??????????? ?????? ??????? ?????????????? ?? ??????? ?????? ???????? ??????????? ??????????????? ??????????? ??? ??????? ?????????????? Latin: Allâhummarzuqnî fîhi thâ’atal khâsyi’în wasyrah fîhi shadrî bi inâbatil mukhbitîn bi amânika yâ amânal khâifîn. Artinya: "Ya Allah, karuniakanlah kepadaku ketaatan orang-orang yang khusyuk. Lapangkanlah dadaku dengan taubatnya orang-orang yang rendah hati, dengan keamanan-Mu, Wahai Penjamin keamanan bagi orang-orang yang takut." Hari ke-16: Mohon Pertemanan dengan Orang Sholeh ??????????? ??????????? ?????? ????????????? ???????????? ?? ??????????? ?????? ??????????? ???????????? ?? ??????? ?????? ???????????? ????? ????? ?????????? ??????????????? ??? ?????? ?????????????? Latin: Allâhumma waffiqnî fîhi limuwâfaqatil abrâr wa jannibnî fîhi murâfaqatal asyrâr wa âwinî fîhi birahmatika ilâ dâril qarâr bi ilâhiyyatika yâ ilâhal ‘âlamîn. Artinya: "Ya Allah, bimbinglah aku untuk berteman dengan orang-orang baik dan jauhkanlah aku dari pertemanan dengan orang-orang jahat. Tempatkanlah aku di bawah naungan rahmat-Mu di tempat yang abadi (surga), demi ketuhanan-Mu, Wahai Tuhan semesta alam." Hari ke-17: Mohon Hajat dan Keinginan Dikabulkan ??????????? ????????? ?????? ????????? ??????????? ?? ????? ???? ?????? ??????????? ?? ???????? ??? ???? ??? ????????? ????? ????????????? ?? ?????????? ??? ???????? ????? ???? ???????? ?????????????? ????? ????? ????????? ?? ????? ?????????????? Latin: Allâhummahdinî fîhi lishâlihil a’mâl waqdhi lî fîhil hawâija wal âmâl yâ man lâ yahtâju ilat tafsîr was su’âl yâ ‘âliman bimâ fî shudûril ‘âlamîn shalli ‘alâ muhammadin wa âlihith thâhirîn. Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk menuju amal sholeh. Kabulkanlah hajat dan cita-citaku. Wahai Yang tidak memerlukan penjelasan dan pertanyaan, Wahai Yang Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati sanubari manusia. Sampaikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci." Hari ke-18: Mohon Keberkahan Waktu Sahur ??????????? ??????????? ?????? ??????????? ??????????? ?? ??????? ?????? ???????? ????????? ??????????? ?? ???? ??????? ??????????? ????? ????????? ???????? ?????????? ??? ????????? ???????? ?????????????? Latin: Allâhumma nabbihnî fîhi libarakâti ashârihi wa nawwir fîhi qalbî bidhiyâi anwârihi wa khudz bikulli a’dhâî ilat tibâ’i âtsârihi binûrika yâ munawwiral qulûbil ‘ârifîn. Artinya: "Ya Allah, sadarkanlah aku untuk meraih keberkahan waktu sahurnya. Terangilah hatiku dengan cahaya-Mu yang menyinari. Gerakkanlah seluruh anggota tubuhku untuk mengikuti jejak-jejak keberkahannya, dengan cahaya-Mu, Wahai Penerang hati orang-orang yang mengenal-Mu." Hari ke-19: Mohon Kemudahan Meraih Kebaikan ??????????? ??????? ?????? ??????? ???? ??????????? ?? ??????? ?????????? ????? ??????????? ?? ??? ???????????? ???????? ??????????? ??? ???????? ????? ???????? ??????????? Latin: Allâhumma waffir hadzdzî min barakâtihi wa sahhil sabîlî ilâ khayrâtihi walâ tahrimnî qabûla hasanâtihi yâ hâdiyan ilal haqqil mubîn. Artinya: "Ya Allah, jadikanlah bagianku melimpah dari keberkahan bulan ini. Mudahkanlah jalanku menuju kebaikan-kebaikan di dalamnya dan janganlah Engkau halangi aku untuk diterima amal baikku. Wahai Pemberi Petunjuk kepada kebenaran yang nyata." Hari ke-20: Mohon Pintu Surga dan Tilawah Al-Qur'an ??????????? ??????? ???? ?????? ????????? ?????????? ?? ???????? ??????? ?????? ????????? ???????????? ?? ??????????? ?????? ??????????? ?????????? ??? ?????? ????????????? ???? ???????? ??????????????? Latin: Allâhummaftah lî fîhi abwâbal jinân wa agliq ‘annî fîhi abwâban nîrân wa waffiqnî fîhi litilâwatil qur’ân yâ munzilas sakînata fî qulûbil mu’minîn. Artinya: "Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu surga dan tutuplah bagiku pintu-pintu neraka. Berilah aku taufik untuk membaca Al-Qur'an, Wahai Penurun ketenangan ke dalam hati orang-orang beriman."
ARTIKEL01/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Zakat Fitrah Digital: Bolehkah Menggunakan QRIS? Simak Penjelasannya di Sini.
Zakat Fitrah Digital: Bolehkah Menggunakan QRIS? Simak Penjelasannya di Sini.
Di era digital saat ini, hampir semua transaksi dapat dilakukan secara nontunai, tidak terkecuali pembayaran zakat. Muncul sebuah pertanyaan di tengah masyarakat: Bolehkah zakat fitrah dibayar melalui QRIS? Apakah metode digital seperti ini tetap sah menurut syariat Islam? Pertanyaan ini sangat wajar mengingat zakat fitrah adalah ibadah wajib dengan ketentuan khusus. Umat Islam tentu ingin memastikan bahwa cara yang digunakan tidak mengurangi keabsahan maupun nilai pahala ibadahnya. Hakikat Zakat Fitrah dalam Syariat Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan harus ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Tujuannya adalah untuk menyucikan jiwa orang yang berpuasa dari kekurangan selama Ramadan, sekaligus membantu fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya. Rukun zakat fitrah meliputi: Niat dari muzakki (pemberi zakat). Adanya harta yang dikeluarkan sesuai ketentuan. Penyaluran kepada mustahik (penerima yang berhak). Perlu dipahami bahwa metode pembayaran hanyalah sebuah sarana dan bukan merupakan rukun zakat. Artinya, selama rukun dan syaratnya terpenuhi, penggunaan teknologi seperti QRIS tidak membatalkan keabsahan zakat tersebut. QRIS dalam Perspektif Wakalah Pembayaran zakat melalui QRIS mengadopsi konsep wakalah (perwakilan). Dalam hal ini, muzakki mewakilkan penyaluran zakatnya kepada lembaga amil zakat resmi. Selama lembaga tersebut tepercaya, amanah, dan menyalurkan zakat sesuai ketentuan syariat kepada golongan yang berhak, maka zakat fitrah tersebut tetap sah. Teknologi tidak mengubah hukum asal zakat; ia hanya mempermudah proses pelaksanaannya. Keunggulan Membayar Zakat Fitrah via QRIS Metode QRIS menawarkan berbagai kemudahan bagi masyarakat modern: Praktis dan Cepat: Cukup pindai kode QR melalui aplikasi mobile banking atau e-wallet, masukkan nominal, dan konfirmasi. Fleksibel: Sangat membantu pekerja atau perantau yang tidak sempat mendatangi masjid atau kantor zakat secara langsung. Aman dan Terdata: Mengurangi risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar serta memberikan bukti transaksi elektronik yang transparan sebagai arsip pribadi. Tetap Perhatikan Waktu Pembayaran Meskipun prosesnya instan, ketentuan waktu tetap berlaku. Zakat fitrah harus sampai ke tangan amil atau lembaga sebelum salat Idulfitri dimulai. Menunda pembayaran hingga melewati batas waktu tanpa uzur syar'i dapat menyebabkan status ibadah tersebut berubah menjadi sedekah biasa, dan pelakunya dihukumi berdosa. Tunaikan Zakat Fitrah Anda Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka Bagi masyarakat Majalengka dan sekitarnya, Anda dapat menunaikan kewajiban melalui lembaga resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka. BAZNAS memastikan setiap dana yang masuk dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Selain QRIS, tersedia juga layanan transfer melalui rekening resmi (a.n. BAZNAS Kab. Majalengka): bjb Syariah: 5190251578128 bjb: 0132053634100 BRI: 004601002688563 BSI: 7313997272 Kunjungi situs resmi kami di kabmajalengka.baznas.go.id/bayarzakat untuk informasi lebih lanjut. Jangan tunda kewajiban Anda, mari raih keberkahan Ramadan dengan berbagi kepada sesama.
ARTIKEL01/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Puasa & Integritas: Bukan Sekadar Tahan Laper, Tapi Soal Jujur ke Diri Sendiri
Puasa & Integritas: Bukan Sekadar Tahan Laper, Tapi Soal Jujur ke Diri Sendiri
Series Ramadhan 1447H BAZNAS Majalengka – Hari Ke-11 Gak terasa, kita sudah masuk hari ke-11 Ramadhan 1447H. Secara fisik, mungkin tubuh kita sudah "auto-pilot" dengan rasa lapar. Tapi, pernah kepikiran gak kalau puasa itu sebenarnya adalah latihan level pro untuk satu hal yang mahal banget di zaman sekarang? Yaitu: Integritas. 1. Rahasia di Balik Pintu Kamar (Urusan Hati) Puasa itu ibadah paling private. Kalau shalat atau haji, orang bisa lihat. Tapi puasa? Kamu bisa saja diam-diam minum di balik pintu kamar atau "mukbang" saat sendirian tanpa ada satu orang pun yang tahu. Tapi nyatanya? Kita tetap memilih menahan diri sampai adzan Maghrib. Inilah yang disebut Muraqabah—sebuah kesadaran keren bahwa ada Allah yang selalu memantau. Kalau di meja makan saja kita bisa jujur meski gak ada CCTV, seharusnya di aspek kehidupan lain kita juga bisa "stay real". 2. Integritas di Dunia Kerja: No More "Korupsi Halus" Nilai kejujuran dari meja makan ini harus kita bawa ke kantor atau tempat usaha. Bagi Gen-Z yang suka flexibility dan kaum paruh baya yang memegang amanah jabatan, integritas berarti: Jujur Soal Waktu: Gak ada istilah "korupsi waktu". Tetap produktif dan gak menjadikan alasan lemas untuk ghosting dari tanggung jawab. Amanah dalam Tugas: Menjaga aset kantor, menjauhi suap, dan bekerja sesuai prosedur. Bukan karena takut atasan, tapi karena tahu Allah sedang "online" mengawasi. Budaya Silih Emutan: Seperti kearifan lokal Majalengka, kita perlu saling mengingatkan dalam kebaikan (reminding each other) antar rekan kerja agar tetap di jalur yang benar. 3. Zakat: Tes Kejujuran pada Harta Bentuk integritas paling nyata adalah saat kita berhadapan dengan saldo tabungan. Cuma kita yang tahu persis berapa angka di rekening atau nilai emas yang tersimpan. Sudahkah kita jujur menghitung hak orang lain di sana? Membayar zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kabupaten Majalengka adalah cara paling aman untuk memastikan harta kita bersih dan benar-benar tersampaikan kepada yang berhak (8 Asnaf). Ini bukan soal kehilangan uang, tapi soal cleaning energi negatif dari harta kita. Menjadi Pribadi yang "Siri’" (Punya Harga Diri) Warga Majalengka dikenal punya rasa malu yang tinggi. Lewat puasa, kita melatih rasa malu kepada Allah jika melakukan hal yang tidak jujur. Mari jadikan sisa Ramadhan ini sebagai momentum untuk upgrade karakter kita menjadi pribadi yang trusted. "Integritas adalah melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada orang yang melihat." Mari terus bersinergi menguatkan Majalengka melalui zakat. Untuk Majalengka yang Langkung Sae! Salurkan ZIS Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka: Layanan Digital: kabmajalengka.baznas.go.id/bayarzakat Transfer Rekening Resmi (a.n. BAZNAS Kab. Majalengka): bjb Syariah: 5190251578128 bjb: 0132053634100 BRI: 004601002688563 BSI: 7313997272 "Sekecil apa pun kebaikan yang kita tanam hari ini, akan memberikan dampak besar bagi masa depan umat."
ARTIKEL01/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Rahasia di Balik Pintu Kamar: Sebuah Ujian Kejujuran Tanpa Saksi
Rahasia di Balik Pintu Kamar: Sebuah Ujian Kejujuran Tanpa Saksi
Pernahkah kamu terpikir bahwa di antara semua rukun Islam, puasa adalah ibadah yang paling "introvert"? Jika shalat melibatkan gerakan yang terlihat, atau haji yang mengharuskan kita pergi ke suatu tempat, puasa justru berjalan dalam sunyi. Ia adalah sebuah urusan hati yang paling privat antara seorang hamba dengan Sang Pencipta. Ruang Hampa Tanpa CCTV Bayangkan skenarionya: cuaca sedang terik-teriknya, tenggorokan terasa seperti padang pasir, dan kamu sedang sendirian di dalam kamar dengan botol air dingin di tangan. Secara logika, kamu bisa saja minum sepuasnya, lalu keluar kamar dengan wajah lemas seolah masih berpuasa. Tidak ada manusia yang tahu. Tidak ada CCTV yang merekam. Namun, kenyataannya? Kita tetap memilih untuk meletakkan botol itu kembali. Kita memilih untuk menahan perihnya haus sampai kumandang adzan Maghrib tiba. Pertanyaannya: Kenapa kita tetap bertahan padahal tidak ada yang melihat? Kekuatan Muraqabah Inilah yang dalam tradisi spiritual disebut sebagai Muraqabah. Secara sederhana, ini adalah sebuah kesadaran keren bahwa Allah selalu memantau, bahkan di tempat paling tersembunyi sekalipun. Puasa melatih kita untuk membangun "sensor" internal. Kita jujur bukan karena takut ditegur orang tua atau malu pada teman, tapi karena kita tahu bahwa kita tidak pernah benar-benar sendirian. Membawa Kejujuran ke Luar Meja Makan Jika di meja makan saja kita bisa tetap jujur meski tanpa pengawasan, bukankah seharusnya prinsip yang sama bisa kita terapkan di aspek kehidupan lainnya? Dalam Pekerjaan: Tetap produktif meski atasan sedang tidak memantau. Dalam Media Sosial: Tetap menjaga lisan dan jempol meski menggunakan akun anonim. Dalam Hubungan: Tetap setia dan menjaga amanah meski sedang jauh dari pasangan. Puasa adalah latihan tahunan untuk menjadi pribadi yang "stay real". Ibadah ini mengajarkan kita bahwa integritas sejati adalah apa yang kita lakukan saat tidak ada seorang pun yang melihat kecuali Allah. Kesimpulannya: Jika kamu bisa menang melawan godaan di balik pintu kamar yang tertutup, kamu punya potensi besar untuk menjadi pemenang di panggung dunia yang penuh kepura-puraan.
ARTIKEL01/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ramadhan Bermakna: Saat Halangan Puasa Menjadi Berkah bagi Sesama
Ramadhan Bermakna: Saat Halangan Puasa Menjadi Berkah bagi Sesama
Bulan Ramadhan selalu membawa atmosfer yang berbeda—ada hangatnya kebersamaan saat berbuka dan syahdunya lantunan ayat suci di malam hari. Namun, bagi sebagian orang, menjalankan ibadah puasa tidaklah memungkinkan karena adanya uzur syar’i, seperti faktor kesehatan yang menurun, usia senja, atau kondisi fisik yang tak lagi prima. Di sinilah indahnya Islam. Allah SWT tidak memberikan beban di luar batas kemampuan hamba-Nya. Melalui syariat Fidyah, keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk tetap meraih kesempurnaan ibadah di bulan suci. Fidyah: Dari Kewajiban Menjadi Kepedulian Fidyah bukan sekadar "penebus" hari-hari puasa yang tertinggal. Lebih dalam dari itu, fidyah adalah jembatan kasih sayang. Setiap rupiah atau butir nasi yang kita tunaikan berubah menjadi energi bagi mereka yang kesulitan. Bayangkan, dari kondisi kita yang tidak mampu berpuasa, lahir senyum tulus dari seorang fakir miskin atau dhuafa yang menerima hidangan bergizi. Fidyah Anda adalah bukti nyata bahwa dalam setiap kesulitan, selalu ada jalan untuk berbagi kebahagiaan. Menyalurkan Amanah Bersama BAZNAS Majalengka Agar manfaat fidyah terasa maksimal dan tepat sasaran, BAZNAS Majalengka hadir sebagai jembatan amanah Anda. Kami memastikan setiap fidyah yang terkumpul dikelola secara profesional untuk menguatkan saudara-saudara kita di pelosok Majalengka yang membutuhkan. Bagi Anda yang ingin menyempurnakan ibadah Ramadhan tahun ini, kemudahan transaksi kini tersedia melalui berbagai kanal resmi: Bank Nomor Rekening BJB 0137402262100 BRI 004601002689569 BSI 7313997361 Mandiri 1340000833534 Metode Praktis: Anda juga dapat melakukan pembayaran secara instan dengan melakukan SCAN QRIS BAZNAS Majalengka melalui aplikasi perbankan atau e-wallet pilihan Anda. Penutup Ramadhan akan segera berlalu, namun jejak kebaikan kita harus tetap membekas. Jangan biarkan uzur menghalangi pahala Anda. Mari hangatkan hati sesama dan sempurnakan ibadah dengan menunaikan fidyah sekarang juga. Karena sekecil apa pun kepedulian Anda, bagi mereka, itu adalah harapan yang luar biasa. #baznasmajalengka #majalengka #fidyah #ramadhan #pedulisesama #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
ARTIKEL28/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Lebih dari Sekadar Menahan Lapar: Memaknai Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan
Lebih dari Sekadar Menahan Lapar: Memaknai Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan
Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Muslim diingatkan untuk tidak terjebak dalam rutinitas fisik semata. Ramadhan sejatinya bukan sekadar "nahan lapar challenge," melainkan sebuah proses pendidikan jiwa (madrasah) untuk membentuk pribadi yang lebih bertakwa. Melalui ibadah puasa, setiap individu dilatih untuk menjaga niat, meningkatkan intensitas ibadah, serta menumbuhkan kepedulian sosial yang nyata. Hal ini menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi diri dan transformasi spiritual. Menjaga Esensi, Menggapai Keberkahan Agar nilai ibadah puasa tidak berkurang dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan, ada beberapa hal krusial yang perlu diperhatikan oleh setiap Muslim: Aspek Langkah Nyata yang Harus Dilakukan Ibadah Menata niat dan melaksanakan salat serta tadarus dengan sungguh-sungguh. Sosial Memperbanyak sedekah dan amal kebajikan sebagai bentuk empati. Etika Menjaga akhlakul karimah dan mengendalikan emosi di setiap situasi. Sebaliknya, esensi puasa bisa luntur jika masih diiringi dengan perkataan buruk, perbuatan sia-sia, atau sekadar menghabiskan waktu tanpa nilai manfaat (unfaedah). Zakat dan Sedekah: Cahaya bagi Sesama Ramadhan juga merupakan momentum emas untuk memperkuat solidaritas sosial. Setiap rupiah yang dikeluarkan melalui Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cahaya yang menerangi jalan menuju keberkahan dan membersihkan harta. "Satu sedekah yang kita berikan bisa menjadi sejuta keberkahan bagi mereka yang membutuhkan." BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Ramadhan dengan amal nyata. Untuk memudahkan masyarakat dalam berbagi, BAZNAS Majalengka menyediakan layanan digital yang mudah, cepat, dan transparan. Mari jadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna dengan menebar manfaat bagi sesama. Salurkan zakat dan sedekah Anda melalui lembaga resmi untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada mereka yang berhak. Editor: Tim Media BAZNAS Majalengka Tag: #BAZNASMajalengka #Ramadhan1447H #ZakatDigital #MajalengkaReligius #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
ARTIKEL26/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Sedekah Mode Senyap: Karena Keren Nggak Perlu Ribut!
Sedekah Mode Senyap: Karena Keren Nggak Perlu Ribut!
Pernah nggak sih ngerasa kalau mau berbuat baik itu harus nunggu momen besar atau nunggu punya uang jutaan dulu? Padahal, dunia nggak butuh kita jadi pahlawan di depan kamera. Kadang, bantuan kecil yang dikasih diam-diam justru punya impact paling besar buat orang lain. Bersedekah itu ibarat top-up pahala tanpa perlu bikin pengumuman. Nggak perlu pamer, nggak perlu heboh. Cukup niat tulus dari hati, itu sudah lebih dari cukup. Apalagi sebentar lagi kita mau masuk bulan Ramadhan, momen paling pas buat "bersih-bersih" hati biar ibadah makin tenang dan berkah. Kenapa Harus Sekarang? Banyak orang bilang "nanti aja nunggu kaya." Faktanya, sedekah bukan soal nominal, tapi soal kepedulian. Sedekah hari ini adalah investasi langit yang hasilnya bakal kita rasain nanti. Ibarat nabung energi positif, apa yang kita tanam sekarang, itu yang bakal bikin hidup kita lebih adem kedepannya. Sedekah Tanpa Ribet via BAZNAS Majalengka Buat kamu yang pengen berbagi tapi bingung harus lewat mana, BAZNAS Majalengka hadir sebagai jembatan yang aman dan terpercaya. Nggak perlu repot nyari ke mana, kamu bisa berbagi lewat cara yang paling simpel dan sat-set: ???? Klik Langsung: kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah ???? Scan & Pay: Tinggal scan barcode yang ada di poster resmi. ???? Transfer Sambil Rebahan: Bisa langsung kirim ke rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka: Bank Nomor Rekening Kode Bank BJB 0137402262100 110 BRI 004601002689569 002 BSI 7313997361 451 Mandiri 1340000833334 008 "Mari kita jadikan kepedulian sebagai bentuk ibadah yang menghubungkan hati. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain." Yuk, jangan ditunda! Sedikit dari kita, berarti banyak buat mereka. #TanpaRibetBersedekah #PeduliSesama #ZakatIndonesia #BaznasMajalengka #RamadhanBerkah
ARTIKEL24/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjaga Momentum: Menjalani Hari Keenam Ramadan dengan Amalan Utama
Menjaga Momentum: Menjalani Hari Keenam Ramadan dengan Amalan Utama
Memasuki hari keenam, biasanya euforia awal Ramadan mulai bertransisi menjadi rutinitas. Tubuh sudah mulai beradaptasi dengan pola makan baru, namun tantangan sesungguhnya adalah menjaga kualitas ibadah agar tidak sekadar menjadi kebiasaan menahan lapar dan haus. Hari keenam adalah saat yang tepat untuk melakukan "tune-up" spiritual agar grafik keimanan kita tetap menanjak. Berikut adalah beberapa amalan yang bisa diamalkan untuk memperkaya pahala di hari ini: 1. Memperdalam Tadarus Al-Qur'an Jika di hari pertama kita bersemangat membaca, di hari keenam ini cobalah untuk tidak hanya mengejar target khatam, tetapi juga mulai mentadabburi (merenungkan) maknanya. Tips: Pilih satu atau dua ayat yang dibaca hari ini, lalu baca terjemahan dan tafsir singkatnya. Biarkan ayat tersebut menyentuh hati dan menjadi panduan perilaku Anda seharian. 2. Memperbanyak Sedekah Subuh Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Membiasakan diri berbagi di pagi hari, meskipun hanya dengan memberi makan kucing liar atau menyisihkan uang receh ke kotak amal digital, memiliki keutamaan doa dari malaikat di waktu subuh. 3. Menghidupkan Sunnah "Qailulah" Di tengah aktivitas pekerjaan, sempatkan diri untuk tidur sejenak sebelum atau sesudah waktu Zuhur (sekitar 15-20 menit). Selain membantu fisik tetap segar untuk ibadah malam (Tarawih dan Tahajud), qailulah juga merupakan sunnah Rasulullah SAW yang mendatangkan pahala. 4. Menjaga Lisan dan Hati (Puasa Khusus) Imam Al-Ghazali menyebutkan adanya tingkatan puasa orang khusus (khususul khusus), yaitu tidak hanya menahan lapar, tapi juga menahan panca indera dari perbuatan sia-sia. Amalan: Kurangi waktu scrolling media sosial yang tidak bermanfaat dan ganti dengan zikir lisan maupun zikir hati (khafi). 5. Memberi Makan Orang Berbuka (Iftar) Memasuki hari keenam, cobalah untuk berbagi kebahagiaan berbuka. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang memberi makan orang berbuka akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun. Refleksi Hari Keenam: "Puasa bukan sekadar memindahkan jam makan, tapi memindahkan fokus dari duniawi menuju ukhrawi. Jika hari ini terasa berat, ingatlah bahwa setiap detik dahaga Anda sedang dihapuskan dosanya oleh Allah SWT."
ARTIKEL24/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ramadhan Bukan Sekadar Lewat: Mengubah Tradisi Menjadi Transformasi Diri
Ramadhan Bukan Sekadar Lewat: Mengubah Tradisi Menjadi Transformasi Diri
Setiap tahun, kalender kita menandai bulan yang sama. Namun, pertanyaannya selalu berulang: Apakah Ramadhan kali ini hanya akan menjadi rutinitas menahan lapar yang numpang lewat, atau menjadi momentum nyata untuk bertumbuh? Ramadhan sering kali disebut sebagai Golden Month. Namun, emas tidak ditemukan begitu saja di permukaan; ia harus digali. Begitu juga dengan keberkahan bulan ini. Ia adalah ruang bagi kita untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia dan mulai menata kembali apa yang berantakan di dalam hati. Menata Hati di Ruang Refleksi Seringkali kita terjebak pada angka: berapa juz yang terbaca, berapa rakaat yang ditegakkan, atau berapa jenis hidangan saat berbuka. Tentu, kuantitas ibadah itu penting, namun Ramadhan menuntut sesuatu yang lebih dalam: Keterlibatan Hati. Ibadah tanpa hati hanya akan menjadi beban fisik. Ramadhan adalah waktu untuk: Belajar Sabar: Bukan sekadar menahan haus, tapi menahan ego dan amarah. Belajar Ikhlas: Melatih tangan memberi tanpa harus menoleh ke belakang. Menghadirkan Makna: Menyadari bahwa setiap sujud adalah dialog, dan setiap doa adalah harapan yang sedang dirajut. Kualitas di Atas Kuantitas Kita tidak sedang berlari maraton untuk mencapai garis finish Idul Fitri secepat mungkin. Kita sedang menanam benih karakter. Jika setelah Ramadhan kita tetap menjadi pribadi yang sama—mudah mengeluh, sulit berbagi, dan jauh dari ketenangan—maka mungkin kita hanya mendapatkan "lelahnya" saja. Ramadhan yang berhasil adalah Ramadhan yang mampu mengubah kualitas diri. Ia membuat kita lebih empati kepada sesama, lebih tenang dalam menghadapi ujian, dan lebih jujur pada diri sendiri. Menjadikan Ramadhan 2026 Berbeda Di tahun 2026 ini, mari kita pasang niat yang berbeda. Jangan biarkan hari-hari berlalu hanya dengan menambah angka di kalender. Jadikan setiap detiknya sebagai investasi untuk versi diri kita yang lebih baik. Sebab pada akhirnya, Ramadhan bukan soal seberapa banyak ibadah yang kita pamerkan, tapi seberapa dalam perubahan yang tertanam di dalam jiwa. Semoga Ramadhan ini tak hanya menambah hari, namun juga benar-benar menambah kualitas diri. #baznasmajalengka #majalengka #Ramadhan #GoldenMonth #Ramadhan2026
ARTIKEL22/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Cahaya Keberkahan: Menanam Empati Lewat Sedekah di Bulan Ramadhan
Menjemput Cahaya Keberkahan: Menanam Empati Lewat Sedekah di Bulan Ramadhan
Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga. Di balik setiap detik waktu yang kita lalui di bulan suci ini, tersimpan peluang besar untuk menyucikan jiwa dan mempererat tali persaudaraan. Di bulan yang penuh ampunan ini, setiap langkah kecil kebaikan yang kita ayunkan dijanjikan akan menjadi cahaya yang benderang, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi sesama yang membutuhkan. Mengawali Pagi dengan Amalan Terbaik Bagaimana kita mengawali pagi seringkali menentukan kualitas ibadah kita sepanjang hari. Bayangkan betapa indahnya jika fajar kita hiasi dengan harmoni spiritual: Lantunan Doa: Membisikkan harapan ke langit. Dzikir yang Menenangkan: Mengingat Sang Pencipta agar hati tetap terjaga. Sedekah Subuh: Menjadi pembuka pintu rezeki dan penolak bala. Amalan-amalan sederhana ini, jika dilakukan dengan istiqamah, akan memberikan ketenangan batin yang luar biasa di tengah hiruk-pikuk aktivitas kita. Sedekah: Lebih dari Sekadar Memberi Banyak orang mengira sedekah hanya soal perpindahan materi dari tangan kaya ke tangan miskin. Namun, esensi sedekah di bulan Ramadhan jauh lebih dalam dari itu. Berbagi adalah cara kita menumbuhkan empati. Saat kita memberi, kita sedang melatih hati untuk merasakan beban orang lain. Kita sedang menanam benih keberkahan dalam harta yang kita miliki. Ingatlah, harta tidak akan berkurang karena sedekah; justru melalui sedekah, setiap sen yang kita keluarkan menjadi saksi di akhirat kelak. Mari Berbagi untuk Majalengka Bagi Anda yang ingin menyalurkan kedermawanannya secara tepat sasaran, BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir sebagai jembatan kebaikan. Sedekah yang Anda tunaikan akan disalurkan langsung kepada saudara-saudara kita di wilayah Majalengka dan sekitarnya yang benar-benar membutuhkan bantuan. Mari jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk benar-benar peduli. Jangan biarkan hari berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan. Sekecil apa pun kontribusi Anda, bagi mereka yang kekurangan, itu adalah anugerah yang luar biasa. Salurkan sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Jadikan setiap harta kita bermakna, jadikan setiap saku kita sumber bahagia bagi sesama. #Ramadhan #Sedekah #BaznasMajalengka #Majalengka #BerkahRamadhan
ARTIKEL22/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Asa di Jalan Berlumpur
Menjemput Asa di Jalan Berlumpur
Ada sebuah keteguhan yang tak bisa diukur dengan angka-angka di atas kertas laporan. Keteguhan itu tampak nyata pada Jumat pagi, 20 Februari 2026, ketika iring-iringan kendaraan pengurus BAZNAS Kabupaten Majalengka perlahan melambat, lalu terhenti. Di depan mereka, jalanan Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, berubah menjadi kubangan lumpur pekat akibat sisa hujan yang mengguyur. Bagi sebagian orang, jalan yang sulit adalah alasan untuk berbalik arah. Namun bagi H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., Ketua BAZNAS Majalengka, lumpur itu hanyalah kerikil kecil dalam perjalanan panjang menjemput kesejahteraan umat. Perjuangan di Balik Kemudi Roda mobil sempat berputar di tempat, bersusah payah mencari pijakan di atas tanah merah yang licin. Ketegangan sempat menyelimuti rombongan yang terdiri dari Wakil Ketua 2, Embed Humed, M.Pd., Ketua Pelaksana Drs. Uuh Fathuloh, hingga jajaran kesekretariatan. Namun, semangat "khidmat" mengalahkan rasa khawatir. Setelah melalui perjuangan fisik yang melelahkan, rombongan akhirnya tiba di titik tujuan: Balai Ternak Nurul Huda Farm. Sebuah oase pemberdayaan ekonomi yang menjadi kiblat baru bagi program serupa yang akan segera dicanangkan di Majalengka. Belajar dari Ketulusan Kehadiran rombongan dari "Kota Angin" ini disambut dengan pelukan hangat dan senyum tulus. Ketua BAZNAS Kabupaten Cirebon, KH. Ahmad Zaeni Dahlan, Lc., M.Phil, M.Si., telah menunggu di lokasi bersama para peternak yang wajahnya memancarkan kebanggaan. Di sana, di antara barisan kandang yang tertata rapi, H. Agus Asri Sabana dan tim tidak hanya melakukan seremoni. Mereka terjun langsung mempelajari setiap inci proses: Manajemen Pakan: Bagaimana nutrisi diberikan agar ternak tumbuh sehat. Pola Pemeliharaan: Kedisiplinan yang menjadi kunci keberhasilan. Pengolahan Limbah: Mengubah kotoran menjadi berkah lingkungan (pupuk), memastikan bahwa ekonomi tumbuh tanpa merusak alam. “Kami datang untuk belajar bagaimana cara memuliakan mustahik melalui kemandirian. Apa yang kami lihat di Nurul Huda Farm adalah bukti nyata bahwa zakat, jika dikelola dengan hati dan ilmu, mampu mengubah nasib seseorang,” ujar H. Agus dengan nada bicara yang bergetar penuh haru. Membawa Pulang Cahaya Harapan Kunjungan bertajuk "Studi Tiru" ini bukan sekadar perjalanan dinas biasa. Ini adalah misi pencarian formula terbaik untuk diaplikasikan di Kabupaten Majalengka. Jajaran pimpinan BAZNAS Majalengka, termasuk Kadiv Humas Fijay Muhamad Faozan, SH., CPm. dan Kepala Kesekretariatan Iwan S. Anwar, M.Pd., tampak serius mencatat setiap detail teknis. Bagi BAZNAS Majalengka, lelahnya menembus medan berlumpur hari ini adalah investasi untuk masa depan. Mereka membayangkan kelak, di desa-desa terpencil di Majalengka, akan berdiri balai-balai ternak serupa yang mampu menghidupkan dapur-dapur warga yang membutuhkan. Penutup: Janji untuk Umat Saat matahari mulai condong ke barat dan rombongan harus kembali bersiap melewati jalanan berlumpur yang sama, ada binar berbeda di mata mereka. Tak ada lagi keluh kesah soal sepatu yang kotor atau mobil yang selip. Perjalanan ke Nurul Huda Farm telah memberikan pesan kuat: Bahwa jalan menuju kesejahteraan umat memang seringkali berlumpur dan terjal, namun dengan keteguhan hati, asa itu pasti bisa dijemput. "Lumpur di jalanan akan kering oleh waktu, namun ilmu dan harapan yang kami bawa pulang hari ini akan kami tanam hingga tumbuh menjadi kemandirian bagi masyarakat Majalengka."#agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
ARTIKEL21/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Panduan Zakat Fitrah bagi Keluarga yang Tinggal Terpisah: Siapa yang Bertanggung Jawab?
Panduan Zakat Fitrah bagi Keluarga yang Tinggal Terpisah: Siapa yang Bertanggung Jawab?
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak. Ibadah ini tidak hanya berfungsi sebagai penyempurna puasa Ramadhan, namun juga sebagai wujud kepedulian sosial terhadap fakir miskin. Di era modern, mobilitas tinggi sering kali membuat anggota keluarga tinggal terpisah karena alasan pendidikan, pekerjaan, atau pernikahan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting: siapa yang bertanggung jawab membayar zakat fitrah jika anggota keluarga tidak tinggal serumah? 1. Kewajiban Zakat Fitrah Bersifat Perorangan Secara esensi, zakat fitrah adalah kewajiban yang melekat pada setiap individu muslim. Hal ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW: “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas setiap muslim, baik hamba sahaya maupun orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar.” (HR. Bukhari dan Muslim). Meskipun kewajibannya bersifat pribadi, Islam memberikan kemudahan melalui mekanisme tanggung jawab kepala keluarga bagi mereka yang belum mandiri. 2. Tanggung Jawab Kepala Keluarga Kepala keluarga wajib membayarkan zakat fitrah bagi orang-orang yang menjadi tanggungan nafkahnya, antara lain: Istri. Anak-anak yang belum mandiri. Orang tua atau anggota keluarga lain yang nafkah hidupnya sepenuhnya bergantung pada kepala keluarga. Aturan ini tetap berlaku meskipun anggota keluarga tersebut tinggal di tempat yang berbeda. Misalnya, seorang anak yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tetap menjadi tanggung jawab orang tuanya untuk menyelesaikan zakatnya, selama ia belum memiliki penghasilan sendiri. Jarak geografis tidak menggugurkan kewajiban nafkah, sehingga tidak menggugurkan pula tanggung jawab pembayaran zakatnya. 3. Kapan Seseorang Wajib Membayar Sendiri? Zakat fitrah menjadi tanggung jawab pribadi apabila seseorang telah mencapai kemandirian finansial. Kondisi ini berlaku bagi: Anak yang sudah bekerja dan tidak lagi bergantung pada memberi orang tua. Suami yang sudah membina rumah tangga sendiri (terpisah dari tanggungan orang tua). Istri yang memiliki penghasilan sendiri , meskipun secara hukum asal suami tetap menanggungnya, istri diperbolehkan membayar zakatnya secara mandiri. Jika seorang kepala keluarga (misalnya ayah) ingin tetap membayarkan zakat untuk anaknya yang sudah mandiri, hal tersebut diperbolehkan dalam bentuk sedekah atau hadiah, selama ada koordinasi agar tidak terjadi tumpang tindih (pembayaran ganda). 4. Lokasi Penyaluran Zakat: Domisili atau Kota Asal? Ulama menjelaskan bahwa zakat fitrah sebaiknya ditunaikan di tempat seseorang berada pada waktu wajib zakat tiba (akhir Ramadhan menjelang Idul Fitri). Namun, terdapat keanehan: Opsi A: Membayar di tempat domisili saat ini (tempat merantau). Opsi B: Menitipkan zakat kepada keluarga atau lembaga amil di kota asal. Cara kedua ini dianggap sah secara syariat, memberikan zakat tersebut sampai kepada mereka yang berhak (mustahik) sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. 5. Kemudahan Zakat di Era Digital Saat ini, batasan jarak bukan lagi hambatan. Umat ??Islam dapat menunaikan kewajibannya melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kabupaten Majalengka Bagi Anda yang berada di wilayah Mjalengka, pembayaran dapat dilakukan langsung di: Alamat Lengkap Baznas Kab. Majalengka Lingk. Islamic Centre Majalengka Jl. Siti Armilah No. 54 Kel. Majalengka Kulon - Majalengka Telp. (0233) 282414 Bagi mereka yang berada di luar kota atau memiliki keterbatasan waktu, layanan zakat online melalui situs resmi BAZNAS menjadi solusi praktis dan amanah. Kemudahan ini memastikan kewajiban syariat tetap tertunaikan secara tepat waktu dan tepat sasaran. Kesimpulan dan Hikmah Zakat fitrah bukan sekedar rutinitas tahunan, melainkan sarana penyucian diri dan penguat ikatan kekeluargaan. Meskipun raga terpisah jarak, tanggung jawab moral dan agama tetap bersatu. Pastikan Anda telah mencatat setiap anggota keluarga dan menentukan siapa yang akan menunaikan zakatnya agar tidak ada kewajiban yang terlewat. Dengan menunaikan zakat melalui lembaga resmi, kami turut membantu menyebarkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di hari kemenangan. #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
ARTIKEL21/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
5 Amalan Ringan Berpahala Besar di Hari ke-4 Ramadhan
5 Amalan Ringan Berpahala Besar di Hari ke-4 Ramadhan
Memasuki hari ke-4 Ramadhan, biasanya tubuh sudah mulai beradaptasi dengan pola makan yang baru, namun rasa kantuk atau lemas mungkin masih terasa. Ini adalah momen yang tepat untuk menjaga momentum ibadah agar tidak kendor. Berikut adalah beberapa amalan baik yang bisa Anda fokuskan di hari ke-4 ini: 1. Memperbanyak Doa di Waktu Mustajab Di hari-hari awal seperti ini, sangat baik untuk melatih kekhusyukan doa. Ada dua waktu paling "mahal" untuk berdoa saat puasa: Waktu Sahur: Di sepertiga malam terakhir, saat Allah turun ke langit dunia. Menjelang Berbuka: Doa orang yang berpuasa sebelum ia berbuka adalah doa yang tidak tertolak. 2. Menjaga Lisan (Puasa Lidah) Puasa bukan hanya menahan lapar, tapi juga menahan lisan dari hal-hal yang menghapus pahala puasa, seperti: Ghibah (bergosip). Berkata kasar atau mencela. Berdusta. “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari) 3. Sedekah Subuh atau Memberi Takjil Mumpung masih di awal bulan, konsistensi sedekah sangat dianjurkan. Anda bisa mencoba: Menyiapkan air mineral atau kurma untuk orang yang berbuka di jalan. Sedekah melalui aplikasi online tepat setelah subuh untuk keberkahan hari tersebut. 4. Tilawah Al-Qur'an dengan Tadabbur Jika di hari 1-3 Anda fokus pada mengejar target jumlah halaman (khatam), di hari ke-4 ini cobalah luangkan 10-15 menit untuk membaca terjemahannya. Memahami apa yang dibaca akan memberikan suntikan iman yang lebih kuat. 5. Shalat Tarawih dan Witir Jangan biarkan semangat tarawih menurun di malam ke-4. Jika merasa lelah, ingatlah bahwa setiap rakaatnya dihitung sebagai penghapus dosa-dosa yang lalu. Tips Agar Tetap Produktif: Karena ini hari ke-4, biasanya rasa malas mulai muncul. Cobalah untuk tetap melakukan aktivitas fisik ringan atau membaca buku bermanfaat di sela-sela waktu menunggu buka puasa (ngabuburit) agar waktu tidak terbuang sia-sia dengan tidur berlebihan.
ARTIKEL21/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Satu Hari Istimewa Bertemu Bulan Penuh Pahala: Momentum Sedekah Jumat di Ramadhan 1447 H
Satu Hari Istimewa Bertemu Bulan Penuh Pahala: Momentum Sedekah Jumat di Ramadhan 1447 H
Ramadhan bukan sekadar bulan berpuasa, ia adalah musim panen pahala bagi umat Muslim. Namun, ada satu momentum yang jauh lebih istimewa ketika keagungan bulan suci ini bertemu dengan kemuliaan Sayyidul Ayyam (Penghulunya Hari), yakni hari Jumat. Pertemuan dua waktu mustajab ini menjadi kesempatan emas untuk melipatgandakan amal ibadah. Sebagaimana diketahui, menjalankan sunnah di hari Jumat saat berada di bulan Ramadhan akan terasa jauh lebih bermakna dan "bercahaya". Menghidupkan Sunnah di Hari Mulia BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melewatkan keberkahan ini dengan menghidupkan empat amalan utama Jumat: Memperbanyak Shalawat: Sebagai bukti cinta kepada Rasulullah SAW. Membaca Al-Kahfi: Sebagai pelindung dan cahaya antar dua Jumat. Memperbanyak Doa: Memanfaatkan waktu-waktu mustajab dikabulkannya hajat. Menunaikan Sedekah Terbaik: Sebagai bukti nyata kepedulian sosial. Sedekah Jumat: Pintu Rahmat dan Pelapang Rezeki Sedekah Jumat di bulan Ramadhan bukan sekadar memberi materi. Ini adalah upaya mengetuk pintu rahmat Allah SWT, melapangkan rezeki yang sempit, serta menghadirkan keberkahan yang berlipat ganda bagi diri sendiri maupun keluarga. Setiap rupiah yang dititipkan di bulan suci ini akan bertransformasi menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, bahkan setelah nafas terhenti. Salurkan Sedekah Terbaik Anda Bagi Anda yang ingin menyempurnakan ibadah Jumat di bulan Ramadhan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyediakan layanan kemudahan donasi melalui rekening resmi: Bank Nomor Rekening Atas Nama Bank BJB 0137402262100 BAZNAS Infaq Bank BRI 004601002689569 BAZNAS Majalengka Infaq Catatan: Untuk transfer antar bank, gunakan kode Bank BJB (110) atau Bank BRI (002). Mari jadikan Ramadhan 1447 H ini sebagai momentum terbaik untuk berbagi. Karena dalam harta yang kita miliki, ada hak orang lain yang mendatangkan keberkahan bagi kita. #SedekahJumat #Ramadhan1447H #BaznasMajalengka #JumatBerkah #Majalengka
ARTIKEL20/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Kebaikan sebagai Benih yang Ditumbuhkan Allah
Kebaikan sebagai Benih yang Ditumbuhkan Allah
Kebaikan sebagai Benih yang Ditumbuhkan Allah Dalam kehidupan manusia, kebaikan sering kali terlihat sederhana—bahkan remeh. Senyum tulus, bantuan kecil, atau niat baik yang tak sempat terucap kerap dianggap tak berarti. Padahal, dalam pandangan iman, setiap kebaikan adalah benih. Ia mungkin kecil di mata manusia, tetapi memiliki potensi besar ketika berada dalam kehendak dan rahmat Allah. Benih itu tidak tumbuh sendiri; Allah-lah yang menumbuhkannya, menyuburkannya, dan kelak memetikkan buahnya bagi siapa pun yang menanam dengan ikhlas. Benih Kebaikan dalam Hakikat Kehidupan Benih selalu bermula dari sesuatu yang kecil. Ia ditanam dalam tanah, tersembunyi, tidak terlihat hasilnya seketika. Begitulah kebaikan. Banyak amal baik yang dilakukan tanpa sorotan, tanpa pujian, bahkan tanpa balasan langsung. Namun, justru di situlah nilai kebaikan itu berada. Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi, termasuk niat yang tertanam di dalam hati. Ketika seseorang menanam kebaikan dengan niat yang lurus, ia sejatinya sedang menitipkan benih kepada Allah, Sang Pemilik kehidupan. Allah sebagai Penumbuh Segala Kebaikan Manusia menanam, tetapi Allah yang menumbuhkan. Prinsip ini mengajarkan kerendahan hati. Betapa pun besar usaha yang dilakukan, hasil akhirnya berada di tangan Allah. Ada kebaikan yang tampak langsung berbuah—misalnya, sedekah yang segera meringankan beban orang lain. Ada pula yang baru terasa dampaknya bertahun-tahun kemudian, bahkan setelah pelakunya tiada. Semua itu adalah bagian dari hikmah Ilahi. Allah menumbuhkan benih kebaikan sesuai waktu dan cara terbaik menurut-Nya. Niat Ikhlas sebagai Tanah yang Subur Benih tidak akan tumbuh di tanah yang tandus. Dalam konteks kebaikan, niat ikhlas adalah tanah paling subur. Amal yang dilakukan karena Allah akan bertahan dari godaan riya, pamrih, dan kelelahan. Ketika niat lurus, kebaikan menjadi ringan untuk dilakukan dan tidak mudah layu oleh kekecewaan. Ikhlas membuat seseorang tetap menanam kebaikan meski tidak dilihat, tidak dihargai, atau bahkan disalahpahami. Ujian sebagai Proses Pertumbuhan Setiap benih menghadapi tantangan: hujan berlebih, panas terik, atau tanah yang keras. Begitu pula kebaikan. Dalam perjalanan menanam kebaikan, manusia diuji dengan berbagai rintangan—keletihan, godaan, atau balasan yang tak sesuai harapan. Namun, ujian bukan pertanda kegagalan; ia adalah proses pertumbuhan. Allah menguatkan akar kebaikan melalui kesabaran, sehingga kelak ia tumbuh kokoh dan berbuah lebat. Kebaikan Kecil yang Berlipat Ganda Salah satu keindahan kebaikan adalah sifatnya yang berlipat ganda. Kebaikan kecil bisa memicu kebaikan lain yang lebih besar. Senyum yang tulus menenangkan hati orang lain; ketenangan itu mendorongnya berbuat baik kepada yang lain. Begitulah rantai kebaikan bekerja—diam-diam, berkelanjutan. Allah melipatgandakan pahala kebaikan sesuai kehendak-Nya, sering kali jauh melampaui perhitungan manusia. Lingkungan dan Perawatan Kebaikan Benih membutuhkan perawatan: disiram, dijaga, dan dirawat. Kebaikan pun demikian. Lingkungan yang baik akan membantu kebaikan tumbuh subur. Bergaul dengan orang-orang yang mencintai kebaikan, membaca ilmu yang menumbuhkan iman, serta menjaga hati dari prasangka buruk adalah bentuk perawatan kebaikan. Ketika lingkungan mendukung, kebaikan lebih mudah berkembang dan bertahan. Kebaikan sebagai Investasi Akhirat Berbeda dengan investasi dunia yang fluktuatif, kebaikan adalah investasi yang pasti. Ia disimpan oleh Allah dan akan dikembalikan pada waktu terbaik. Mungkin bukan dalam bentuk materi, melainkan ketenangan hati, kemudahan urusan, atau pertolongan di saat genting. Dan di akhirat kelak, kebaikan akan hadir sebagai cahaya yang menerangi perjalanan manusia menuju keselamatan. Menanam Tanpa Menghitung Panen Salah satu rahasia menanam kebaikan adalah tidak terlalu sibuk menghitung panen. Fokus pada proses menanam dengan benar—niat yang lurus, cara yang baik, dan kesabaran. Allah lebih tahu kapan dan bagaimana panen itu datang. Ketika seseorang berhenti menuntut balasan, ia akan menemukan kebahagiaan dalam memberi. Inilah kebebasan sejati dalam berbuat baik. Kebaikan yang Menjadi Warisan Kebaikan tidak selalu berakhir bersama pelakunya. Ada kebaikan yang menjadi warisan: ilmu yang diajarkan, nilai yang ditanamkan, atau teladan yang ditinggalkan. Semua itu terus menumbuhkan kebaikan baru, bahkan setelah seseorang tiada. Allah menjadikan kebaikan sebagai amal yang mengalir, terus bertambah selama manfaatnya dirasakan oleh orang lain. Penutup: Terus Menanam, Serahkan pada Allah Hidup adalah ladang, dan setiap hari adalah kesempatan menanam. Jangan menunda kebaikan hanya karena merasa kecil atau takut tidak dihargai. Tanamlah dengan ikhlas, rawat dengan kesabaran, dan serahkan pertumbuhannya kepada Allah. Karena setiap benih kebaikan—sekecil apa pun—di tangan Allah dapat tumbuh menjadi pohon kebaikan yang menaungi banyak jiwa. Teruslah menanam, sebab Allah tidak pernah menyia-nyiakan satu pun kebaikan.
ARTIKEL20/02/2026 | Iwan S Anwar
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat