Perjuangan Air Mata Wati Lisnawati: Puluhan Kilometer Jalan Kaki Demi Asa di Tangan Baznas
07/02/2026 | Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I
pertahanan batin Wati runtuh. Secara spontan, ia tersungkur bersujud syukur di lantai
Puluhan Kilometer Jalan Kaki Demi Asa di Tangan Baznas
Di balik riuh rendahnya deru mesin kendaraan dan debu jalanan, terselip sebuah kisah perjuangan yang mengiris hati. Wati Lisnawati (41), seorang ibu paruh baya asal Desa Cipadung, membuktikan bahwa kasih sayang dan harapan mampu mengalahkan rasa lelah yang tak terperikan.
Dengan pakaian lusuh yang menempel di tubuh rentanya, Wati menempuh perjalanan puluhan kilometer. Bukan dengan kendaraan pribadi, melainkan dengan cara "ngompreng" dan sesekali harus berjalan kaki di bawah terik matahari demi satu tujuan: bertemu dengan Ketua Baznas Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana.
Emperan Pasar Menjadi Saksi Bisu
Wati bukanlah sosok yang dimanja oleh keadaan. Demi menyambung hidup, ia rela melakoni pekerjaan serabutan. Mulai dari menjajakan petai di emperan Pasar Caringin hingga harus rela tidur beralaskan semen dingin di selasar pasar setiap malamnya. Baginya, langit malam adalah atap dan dinginnya angin adalah selimut.
Namun, roda nasib sedang tidak berpihak padanya. Kehabisan modal usaha membuatnya terdesak dan terpaksa pulang ke kampung halamannya di Lemahsugih. Di tengah kesendirian—setelah anak semata-mata wayangnya pergi merantau ke Sumatera untuk belajar berjualan bubur—Wati hanya memiliki doa dan ikhtiar yang tersisa.
Sujud Syukur yang Menggetarkan Hati
Pertemuan di kantor Baznas siang itu menjadi momen yang menguras air mata. Saat H. Agus Asri Sabana mengulurkan bantuan modal usaha, pertahanan batin Wati runtuh. Secara spontan, ia tersungkur bersujud syukur di lantai, membasahi ubin dengan air mata haru atas rezeki yang tak disangka-sangkanya.
Melihat aksi tulus tersebut, dengan sigap Ketua Baznas langsung mengangkat tubuh Ibu Wati. Sebuah pemandangan yang mengingatkan kita semua bahwa bantuan tersebut bukan sekedar materi, melainkan sebuah amanah kemanusiaan.
"Ini adalah kewajiban kita semua. Di sekitar kita, masih banyak 'Ibu Wati' lain yang sedang berjuang melawan sunyi dan lapar, menunggu uluran tangan yang mampu membangkitkan martabat mereka kembali," ujar H. Agus dengan nada bergetar.
Sebuah Refleksi Bagi Kita Kisah Wati Lisnawati adalah akuntansi bagi kita yang sering mengeluh di tengah kecukupan. Di luar sana, ada jiwa-jiwa hebat yang harus berjalan puluhan kilometer hanya untuk memastikan dapur mereka tetap mengepul esok hari.
Sudahkah kita menengok tetangga atau saudara kita hari ini? Karena sejatinya, harta kita tidak akan berkurang hanya karena berbagi secercah harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Berita Lainnya
Silaturahmi di Hari Bahagia, Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Pernikahan Putri Ketua BAZNAS Kuningan
Pemkab Majalengka Raih Beragam Penghargaan, BAZNAS Apresiasi Komitmen Pelayanan Publik
Dukung Bakti Sosial Mahasiswa YPIB di Nunukbaru, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan
H. Agus Asri Sabana: Balai Ternak BAZNAS Harus Melahirkan Kebermanfaatan Berkelanjutan
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan PHBI untuk MWC NU Sukahaji
Mimin Terima Bantuan Kepedulian BAZNAS Majalengka
Dari Zakat Menjadi Hunian yang Lebih Layak, BAZNAS Majalengka Bantu Ading Warga Banyusari
Dari Silaturahmi Menjadi Aksi, BAZNAS Majalengka Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Beasiswa Vokasi
Keranda untuk Kebaikan: BAZNAS Majalengka Dukung Pelayanan Umat di Masjid Al Mubarok
Melalui TP.PKK Argapura, BAZNAS Majalengka ajak pelaku usaha berinfaq untuk jalan kebermanfaatan
Eti Rohaeti Terima Modal Usaha dari BAZNAS Majalengka, Ikhtiar Wujudkan Kemandirian Ekonomi
Nino Sutrisno Terima Bantuan BAZNAS Majalengka untuk Rumah Roboh
HMI KOHATI Majalengka Resmi Emban Amanah Baru, BAZNAS Sampaikan Pesan Pengabdian
Eye Rayadi Warga sindangkasih terima bantuan Kesehatan BAZNAS Kabupaten Majalengka
Madsuri Ependi, Sosok yang Pernah Mengabdi di BAZNAS Majalengka Berpulang

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →