WhatsApp Icon
Djedjen Sukmadja Terima Bantuan Modal Usaha dari BAZNAS Majalengka untuk Memperkuat Kemandirian Ekonomi

MAJALENGKA – Djedjen Sukmadja, warga Lingkungan Mekarjaya RT 003 RW 001, Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka, menerima bantuan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka pada Jumat (23/10/2026). Bantuan tersebut diserahkan oleh Fizay Muhammad Faozan, S.H., CPM, Kepala Divisi Humas dan Protokol Pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka, bertempat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Djedjen menerima bantuan secara langsung dengan didampingi seorang temannya. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Majalengka Mandiri, yang berfokus pada penguatan usaha dan peningkatan kemandirian ekonomi para mustahik.

Bantuan modal usaha tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara produktif untuk menunjang kegiatan usaha yang dijalankan Djedjen Sukmadja, sehingga mampu membuka peluang peningkatan pendapatan dan membantu memperkuat kondisi ekonomi keluarganya.

Bantuan Modal sebagai Langkah Menuju Kemandirian

Bagi pelaku usaha mikro, ketersediaan modal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha dan mengembangkan potensi ekonomi. Dukungan permodalan diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada penerima manfaat untuk mengoptimalkan usaha, meningkatkan produktivitas, serta membangun sumber penghasilan yang lebih stabil.

Melalui program Majalengka Mandiri, BAZNAS Kabupaten Majalengka berupaya menghadirkan bantuan yang tidak hanya bersifat meringankan beban ekonomi, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat berusaha dan kemandirian di kalangan mustahik.

Bantuan ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan modal yang baik dan pemanfaatan yang tepat, bantuan diharapkan dapat menjadi pijakan bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha secara bertahap.

Mengoptimalkan Dana ZIS untuk Pemberdayaan Masyarakat

BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mendorong agar dana ZIS yang dihimpun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program pemberdayaan ekonomi, dana tersebut diarahkan untuk membantu mustahik memperkuat kemampuan usaha dan meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Program Majalengka Mandiri menjadi salah satu ikhtiar untuk membangun masyarakat yang lebih produktif, sekaligus membuka peluang agar penerima manfaat dapat meningkatkan kesejahteraan melalui usaha yang dikelolanya.

Penyerahan bantuan modal usaha kepada Djedjen Sukmadja diharapkan menjadi bagian dari langkah nyata dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat Kabupaten Majalengka. Semangat ini sejalan dengan cita-cita Majalengka Langkung Sae, melalui penguatan kepedulian sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Manfaat, Menguatkan Kemandirian, Membangun Kesejahteraan Umat.

#BAZNASMajalengka #MajalengkaMandiri #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #DjedjenSukmadja #BantuanModalUsaha #PemberdayaanEkonomi #ZakatProduktif #ZakatInfakSedekah #MustahikBerdaya #UMKMMajalengka

23/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
Masjid Nurul Amal Babakan Jawa Terima Bantuan Sarana Keagamaan dari BAZNAS Majalengka

AJALENGKA – BAZNAS Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan sarana keagamaan kepada panitia Masjid Nurul Amal, Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, pada Jumat (23/10/2026). Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, di ruang kerja Ketua BAZNAS Majalengka dan diterima langsung oleh pihak panitia masjid.

Dalam penyerahan tersebut, Ketua BAZNAS Majalengka didampingi oleh Embed Humed, M.Pd., Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung kebutuhan sarana keagamaan serta menunjang aktivitas ibadah dan pembinaan umat di lingkungan masyarakat.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi jamaah Masjid Nurul Amal, sekaligus mendukung kelancaran berbagai kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh pengurus dan panitia masjid.

Mendukung Sarana Ibadah dan Kegiatan Keagamaan

Masjid memiliki peran penting bukan hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, melainkan juga sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan keislaman, serta penguatan kebersamaan masyarakat. Ketersediaan sarana keagamaan yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung agar fungsi masjid dapat berjalan secara optimal.

Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berupaya mengambil bagian dalam mendukung kebutuhan lembaga keagamaan di wilayah Kabupaten Majalengka. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah serta mendorong keberlangsungan kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penyaluran bantuan sarana keagamaan juga menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kepentingan umat, sesuai dengan peruntukan dan ketentuan yang berlaku.

Menguatkan Kepedulian dan Kemakmuran Masjid

BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menghadirkan manfaat ZIS melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk dukungan terhadap aktivitas keagamaan dan penguatan kehidupan spiritual umat.

Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong dalam memakmurkan masjid serta menjaga keberlanjutan kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan.

Melalui penyaluran bantuan kepada Masjid Nurul Amal di Kelurahan Babakan Jawa ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap dukungan yang diberikan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan meningkatkan kemaslahatan umat.

Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita Majalengka Langkung Sae, melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Manfaat, Menguatkan Umat, Menumbuhkan Keberkahan.

#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #MasjidNurulAmal #BabakanJawa #BantuanSaranaKeagamaan #PeduliMasjid #ZakatInfakSedekah #SyiarIslam #KemakmuranMasjid

23/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
Sustini dan Wahid, Warga Werasari yang Kini Mendapat Dukungan Modal Usaha dari BAZNAS Majalengka

MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan modal usaha kepada Sustini dan Wahid, warga Desa Werasari, Kecamatan Malausma, pada Jumat (23/10/2026). Penyaluran yang berlangsung di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka ini merupakan bagian dari program Majalengka Mandiri, sebagai upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Bantuan tersebut diserahkan oleh Robi Ferdian Raka Siwi, S.E., Staf Bidang Layanan Mustahik BAZNAS Kabupaten Majalengka. Dalam penyerahan tersebut, bantuan untuk Wahid diterima oleh istrinya, Yeti Supiah, yang mewakili suaminya.

Melalui bantuan permodalan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berupaya memberikan dukungan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan tambahan modal untuk menjalankan dan mengembangkan usaha. Bantuan diharapkan dapat menjadi dorongan bagi para penerima manfaat untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat pendapatan keluarga, serta membangun kemandirian ekonomi secara bertahap.

Majalengka Mandiri, Dorong Mustahik Lebih Berdaya

Program Majalengka Mandiri merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Majalengka di bidang pemberdayaan ekonomi. Program ini berfokus pada penguatan usaha mikro melalui bantuan modal usaha dan pendampingan, sehingga para mustahik memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan potensi usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Bantuan modal usaha tidak hanya dipandang sebagai dukungan finansial, tetapi juga sebagai langkah awal untuk membangun semangat berusaha, memperluas peluang ekonomi, dan menciptakan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.

Dengan dukungan yang tepat, pelaku usaha mikro diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usahanya, mengelola modal secara produktif, serta secara bertahap memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangga. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar memutus rantai kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis dana ZIS.

ZIS untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Umat

Penyaluran bantuan kepada Sustini dan Wahid menegaskan komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Program Majalengka Mandiri berjalan beriringan dengan program unggulan lainnya, yakni Majalengka Sehat, Majalengka Cerdas, Majalengka Taqwa, dan Majalengka Peduli. Seluruh program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengelolaan ZIS yang terarah, tepat sasaran, dan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap para mustahik tidak hanya memperoleh bantuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga memiliki peluang untuk membangun masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.

Semangat ini sejalan dengan cita-cita mewujudkan Majalengka Langkung Sae, melalui penguatan solidaritas sosial, pemberdayaan ekonomi umat, dan optimalisasi dana ZIS untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Majalengka.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Manfaat, Menguatkan Kemandirian, Membangun Kesejahteraan Umat.

#BAZNASMajalengka #MajalengkaMandiri #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #PemberdayaanEkonomi #BantuanModalUsaha #UMKMMajalengka #ZakatProduktif #ZakatInfakSedekah #MustahikBerdaya #KesejahteraanUmat

23/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ringankan Beban Petugas Pemadam Kebakaran Gunung Ciremai, BAZNAS Majalengka Salurkan 150 Paket Makanan dan Minuman

KUNINGAN — Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui aksi kemanusiaan bagi para petugas yang berjibaku menangani kebakaran hutan di kawasan Gunung Ciremai. Selepas salat Jumat, 23 Oktober 2026, BAZNAS Majalengka menyalurkan 150 paket makanan siap saji dan 10 karton minuman kemasan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi tim evakuasi dan pemadam kebakaran yang tengah menjalankan tugas di lapangan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., didampingi Fizay Muhamad Faizan, S.H., M.H., CPM., selaku Kepala Divisi Humas, Hukum, dan Protokoler, Eman Suherman, S.Pd.I., Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Majalengka, serta anggota Tim BTB.

Penyerahan berlangsung di Polsek Pasawahan, Kabupaten Kuningan, dan diterima oleh jajaran Polsek Pasawahan bersama perwakilan Tim BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Kuningan.

Hadir Membantu Mereka yang Berjuang di Tengah Bencana

Kebakaran hutan di kawasan Gunung Ciremai menjadi ujian yang membutuhkan kesigapan, ketangguhan, dan kepedulian banyak pihak. Di tengah upaya evakuasi dan pemadaman, para petugas harus mengerahkan tenaga serta menghadapi berbagai tantangan demi mengendalikan kebakaran dan menjaga keselamatan bersama.

Dalam situasi tersebut, bantuan makanan dan minuman bukan sekadar dukungan logistik. Lebih dari itu, bantuan ini menjadi ungkapan kepedulian dan bentuk solidaritas bagi mereka yang mengabdikan tenaga untuk misi kemanusiaan.

BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap 150 paket makanan siap saji dan 10 karton minuman kemasan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para petugas, menjaga stamina selama bertugas, serta menjadi penyemangat di tengah perjuangan menghadapi bencana.

Menebar Manfaat, Menguatkan Ukhuwah Kemanusiaan

Bagi BAZNAS, kepedulian terhadap korban maupun petugas penanganan bencana merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi kemaslahatan umat. Nilai-nilai Islam mengajarkan bahwa menolong sesama merupakan amal kebajikan yang memiliki arti besar, terlebih ketika bantuan diberikan kepada mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Semangat tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma'idah: 2).

Ayat ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kerja sama dalam kebaikan merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslim. Di tengah bencana, kepedulian tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar, tetapi setiap bantuan yang diberikan dengan ikhlas dapat menjadi penguat bagi mereka yang sedang berjuang.

Melalui aksi kemanusiaan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka turut menguatkan sinergi bersama unsur kepolisian dan tim penanganan bencana. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran tugas di lapangan sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong lintas wilayah.

Ikhtiar Kebaikan untuk Keselamatan Bersama

BAZNAS Kabupaten Majalengka mendoakan agar seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan Gunung Ciremai senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, perlindungan, dan kemudahan oleh Allah SWT dalam menjalankan tugas.

Semoga upaya pemadaman berjalan lancar, kebakaran dapat segera dikendalikan, dan kawasan Gunung Ciremai beserta masyarakat di sekitarnya senantiasa berada dalam lindungan-Nya.

Bantuan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjuangan kemanusiaan, selalu ada nilai kepedulian yang menyatukan. Ketika sebagian saudara kita berjuang menghadapi bencana, uluran tangan dan doa menjadi wujud nyata bahwa mereka tidak berjuang sendirian.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Manfaat bagi Sesama.

#BAZNASMajalengka #BAZNASKabupatenMajalengka #BAZNASSiagaBencana #BAZNASTanggapBencana #BTB #KebakaranHutan #GunungCiremai #PeduliBencana #AksiKemanusiaan #ZakatUntukKemanusiaan #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana

23/10/2026 | Kontributor: Humas BTB Baznas Majalengka
Ketua BAZNAS Majalengka Paparkan Inovasi SIGAP di BAZNAS Fundraising Forum 2026, Tanamkan Budaya Peduli Sejak Dini

MAJALENGKA – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menjadi narasumber dalam kegiatan BAZNAS Fundraising Forum 2026 yang diselenggarakan BAZNAS Republik Indonesia pada Jumat (23/10/2026) melalui Zoom Meeting. Dalam forum tersebut, ia memaparkan praktik baik program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) sebagai inovasi edukasi zakat, infak, dan sedekah yang menanamkan karakter kepedulian, empati, serta semangat berbagi kepada generasi muda sejak dini.

Forum yang terbuka bagi BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan pegiat filantropi ini mengangkat tema “Manasik Zakat: Upaya Pendidikan Zakat Sejak Dini”. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, dan strategi penguatan fundraising zakat melalui pendekatan edukasi, pelayanan, kemudahan pembayaran, serta pengelolaan hubungan dengan para donatur secara berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, H. Agus Asri Sabana menegaskan bahwa program SIGAP tidak semata-mata berorientasi pada penghimpunan infak dan sedekah, tetapi juga membangun karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang peduli, memiliki empati sosial, dan terbiasa berbagi dengan sesama.

“Yang ingin kami bangun melalui program SIGAP bukan hanya penghimpunannya, melainkan juga mental peduli, mental empati, dan mental mau berbagi. Kebaikan perlu didakwahkan, tetapi karakter orang-orang baik juga harus dibentuk dan dibiasakan sedini mungkin,” demikian inti pemaparan Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka tersebut.

Menurutnya, pendidikan filantropi perlu dimulai sejak anak-anak berada di lingkungan pendidikan. Melalui kebiasaan berinfak dan bersedekah secara sukarela, peserta didik diharapkan memahami bahwa kepedulian sosial merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana sesuai kemampuan masing-masing.

SIGAP: Membangun Karakter, Menguatkan Kepedulian Sosial

Program SIGAP merupakan gerakan infak dan sedekah yang menyasar peserta didik di sekolah dan madrasah, dengan melibatkan tenaga pendidik, karyawan, orang tua, serta masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan kepedulian sosial.

H. Agus menjelaskan, pelaksanaan SIGAP berlandaskan prinsip sukarela dan tanpa paksaan. Program ini tidak menetapkan nominal tertentu bagi peserta didik. Anak-anak dapat berinfak atau bersedekah sesuai kemampuan, baik Rp500, Rp1.000, maupun nominal lainnya.

Pendekatan tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa nilai utama sedekah bukan terletak pada besarnya nominal, melainkan pada keikhlasan, kebiasaan berbagi, dan kepedulian terhadap orang lain.

Selain membangun karakter peserta didik, SIGAP juga memperkuat literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, lembaga pendidikan tidak hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, solidaritas, dan tanggung jawab sosial.

Dampak program ini turut dirasakan melalui penguatan penghimpunan dana sosial keagamaan yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung program sosial dan kemanusiaan serta pemberdayaan mustahik di Kabupaten Majalengka.

Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama

Keberhasilan pelaksanaan SIGAP tidak terlepas dari kolaborasi BAZNAS Kabupaten Majalengka dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.

H. Agus menyampaikan bahwa koordinasi dan sosialisasi dilakukan secara berkelanjutan untuk membangun kesepahaman mengenai tujuan, mekanisme, serta manfaat program. Komunikasi dengan lingkungan pendidikan dilaksanakan melalui koordinasi bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), dan kepala sekolah, serta melalui jajaran Kementerian Agama untuk menjangkau lingkungan madrasah.

Respons positif dari para pemangku kepentingan tersebut menjadi modal penting dalam memperluas pelaksanaan program sekaligus menjaga keberlanjutannya.

Dalam pelaksanaannya, terdapat empat tahapan utama SIGAP, yaitu sosialisasi dan koordinasi, pembentukan serta penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pelaksanaan gerakan infak dan sedekah, serta pencatatan, penyetoran, dan pelaporan dana yang dihimpun.

Dana infak dan sedekah dari peserta didik dihimpun melalui UPZ sekolah atau lembaga pendidikan, kemudian disetorkan kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka sesuai mekanisme yang berlaku. Pengawasan dan monitoring serta evaluasi juga dilakukan secara berkala untuk memastikan program berjalan dengan baik dan terus mendapatkan penguatan.

Didukung Regulasi Daerah, Perkuat Gerakan Zakat dan Sedekah

Dalam forum tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka juga menjelaskan pentingnya dukungan regulasi daerah dalam memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah. Salah satu landasan yang menjadi perhatian adalah Peraturan Bupati Majalengka Nomor 92 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah, yang memuat ketentuan terkait pengumpulan zakat fitrah, infak, dan sedekah.

Regulasi tersebut menjadi salah satu instrumen pendukung dalam membangun sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, perangkat daerah, satuan pendidikan, dan Kementerian Agama untuk meningkatkan literasi serta partisipasi masyarakat dalam gerakan filantropi Islam.

Menurut H. Agus, penguatan program tidak cukup hanya melalui ajakan, tetapi juga membutuhkan kesepahaman bersama, mekanisme yang jelas, dan komitmen berkelanjutan dari seluruh pihak yang terlibat.

Selain SIGAP, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga mengembangkan ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) sebagai gerakan yang mendorong budaya berbagi di lingkungan karyawan dan pegawai. Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam gerakan kebaikan secara kolektif.

Melalui SIGAP dan ASIK, BAZNAS Kabupaten Majalengka berupaya menghadirkan pendekatan fundraising yang tidak hanya memperkuat penghimpunan dana, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan keberlanjutan kepedulian di berbagai lingkungan masyarakat.

BAZNAS RI: Fundraising Harus Didukung Komunikasi, Pelayanan, Kanal Pembayaran, dan Data

Sebelumnya, dalam pengantar forum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, H. Dr. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, menekankan bahwa keberhasilan fundraising tidak cukup hanya mengandalkan komunikasi yang baik.

Menurutnya, komunikasi yang efektif perlu diikuti pelayanan yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi, berkonsultasi, dan menunaikan zakat, infak, maupun sedekah. Ketersediaan kanal pembayaran yang mudah dijangkau juga menjadi faktor penting agar calon donatur dapat segera menyalurkan donasinya.

Ia menyoroti pentingnya memperluas jaringan UPZ di berbagai lingkungan, mulai dari masjid, komunitas, rukun tetangga, desa, hingga kantor, termasuk memanfaatkan kanal pembayaran digital. Dengan semakin banyaknya pilihan saluran pembayaran, masyarakat diharapkan semakin mudah menunaikan kewajibannya dan berbagi melalui lembaga pengelola zakat.

Selain itu, pengelolaan data muzaki dan calon donatur menjadi bagian penting dari strategi fundraising. Data yang dikelola dengan baik memungkinkan lembaga membangun komunikasi secara personal, menyampaikan laporan penyaluran dana, menjaga kepercayaan, serta mempertahankan loyalitas donatur agar terus berpartisipasi dalam gerakan kebaikan.

Sejalan dengan pandangan tersebut, praktik SIGAP yang dipaparkan BAZNAS Kabupaten Majalengka menunjukkan bahwa penguatan fundraising dapat dimulai melalui pendidikan karakter, pembiasaan berbagi, kolaborasi lintas lembaga, serta pengelolaan program yang terstruktur dan berkelanjutan.

Partisipasi Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam BAZNAS Fundraising Forum 2026 diharapkan menjadi sarana berbagi pengalaman dan memperluas inspirasi bagi pengelola zakat di berbagai daerah. Praktik baik SIGAP menjadi salah satu contoh bahwa pendidikan zakat sejak dini dapat dikembangkan melalui gerakan nyata yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Melalui semangat Majalengka Langkung Sae, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen memperkuat literasi zakat, infak, dan sedekah, menumbuhkan generasi yang peduli dan berjiwa dermawan, serta mengoptimalkan dana sosial keagamaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

#BAZNASMajalengka #BAZNASFundraisingForum2026 #SIGAP #SedekahInfakGenerasiAnakPeduli #ASIK #PendidikanZakatSejakDini #LiterasiZakat #FundraisingZakat #GerakanSedekah #FilantropiIslam #ZakatUntukKesejahteraan #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana

23/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka