WhatsApp Icon
Zakat Menguatkan Kemandirian: BAZNAS Majalengka Luncurkan Beasiswa Vokasi 2026 untuk 120 Mustahik

MAJALENGKA  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka berkolaborasi dengan BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI) dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (K2UKM) Kabupaten Majalengka menggelar Pelatihan dan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 bagi masyarakat penerima manfaat zakat atau mustahik.

Program yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026), tersebut menyasar sebanyak 120 mustahik. Mereka akan mendapatkan pembekalan keterampilan kerja sekaligus akses menuju dunia industri sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., dan dihadiri Anggota Pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nana Sudiana, S.IP., M.M., M.Hum., Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, beserta jajaran pimpinan, amil dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, serta perwakilan dunia industri yang menjadi bagian penting dalam membuka akses kerja bagi para peserta.

Zakat Produktif untuk Membuka Jalan Kemandirian

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyampaikan bahwa Program Beasiswa Vokasi 2026 merupakan hasil dari sinergi dan silaturahmi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka, Pemerintah Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, KADIN, dan BAZNAS RI.

Menurut Agus, peluang program vokasi tersebut berhasil ditangkap melalui komunikasi dan kunjungan yang sebelumnya dilakukan oleh unsur Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, dan KADIN ke BAZNAS RI.

“Program vokasi ini merupakan salah satu bentuk transformasi penyaluran zakat agar tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi mustahik.”

Agus menjelaskan, sebanyak 120 peserta akan mengikuti program dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta menjalani pelatihan selama satu minggu.

Program ini juga mendapatkan dukungan dari PT Shoetown Indonesia sebagai offtaker atau mitra yang membuka akses penyaluran tenaga kerja bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan, mulai dari pembekalan keterampilan, peningkatan kompetensi hingga membuka peluang peserta untuk memasuki dunia kerja.

Bupati: BAZNAS Tidak Sekadar Memberikan Bantuan

Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., menyambut baik pelaksanaan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.

Menurutnya, program tersebut memiliki nilai strategis karena menghubungkan pemberdayaan masyarakat melalui zakat dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri.

“Ini sangat luar biasa karena BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif, tetapi memberikan bekal keterampilan supaya masyarakat bisa bekerja dan memiliki penghasilan.”

Eman menilai pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja) yang menjadi salah satu arah program Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat.

“Kita ingin masyarakat Majalengka mendapatkan kesempatan kerja, khususnya mereka yang memang membutuhkan dan memiliki kemauan untuk bekerja.”

Bupati juga mengapresiasi keterlibatan perusahaan, KADIN, Forum HRD, lembaga pelatihan, dan berbagai pihak yang bersama-sama membangun jembatan antara masyarakat dengan dunia kerja.

Ia berharap pola kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat Majalengka memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Dari Mustahik Menuju Kemandirian Ekonomi

Bagi peserta, Beasiswa Vokasi BAZNAS bukan sekadar program pelatihan. Program ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membuka pintu menuju masa depan yang lebih baik.

Salah seorang penerima Beasiswa Vokasi BAZNAS, Elsa Damayanti, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diperolehnya.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa ikut program ini. Dengan adanya pelatihan ini saya bisa mendapatkan keterampilan sekaligus kesempatan untuk bekerja.”

Elsa berharap keterampilan yang diperolehnya dapat menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan dan membantu menopang perekonomian keluarga.

Kehadiran program ini menunjukkan bahwa pendayagunaan zakat dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang lebih mendasar, termasuk peningkatan keterampilan dan akses terhadap pekerjaan.

Zakat tidak hanya hadir untuk meringankan beban kehidupan, tetapi juga dapat menjadi wasilah atau jalan menuju keberdayaan dan kemandirian ketika dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.

Menguatkan Semangat Majalengka Langkung SAE

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS Majalengka 2026 menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara gerakan zakat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha.

Melalui pelatihan keterampilan dan akses menuju dunia kerja, para mustahik diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, memperoleh penghasilan yang halal, serta secara bertahap meningkatkan taraf kehidupannya.

Ikhtiar tersebut sejalan dengan semangat “Majalengka Langkung SAE”, yakni membangun masyarakat yang bukan hanya menerima bantuan, tetapi memiliki kemampuan untuk bangkit, bekerja, berpenghasilan, dan menjadi pribadi yang mandiri.

Pada akhirnya, tujuan pemberdayaan zakat bukan sekadar mengubah kondisi ekonomi mustahik, tetapi juga membuka jalan agar mereka dapat tumbuh menjadi muzaki di masa mendatang.

Dari zakat yang ditunaikan dengan ikhlas, lahir ikhtiar yang menguatkan. Dari keterampilan, terbuka peluang. Dari peluang, tumbuh kemandirian.

BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan kesejahteraan umat dan Majalengka Langkung SAE.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BeasiswaVokasiBAZNAS  #PelatihanVokasi #ZakatProduktif 

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Dari Silaturahmi Menjadi Aksi, BAZNAS Majalengka Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Beasiswa Vokasi

MAJALENGKA Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana,S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. menegaskan bahwa Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan pendayagunaan zakat yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu membuka jalan bagi mustahik menuju kemandirian ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Agus saat memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan dan Peluncuran Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026).

Program hasil kolaborasi BAZNAS Kabupaten Majalengka, BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI), dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (K2UKM) Kabupaten Majalengka tersebut menyasar 120 mustahik untuk mendapatkan pembekalan keterampilan kerja sekaligus membuka akses menuju dunia industri.

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa lahirnya program vokasi tersebut tidak terlepas dari proses silaturahmi dan komunikasi yang telah dibangun oleh berbagai pihak.

Menurutnya, beberapa waktu sebelumnya Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, dan KADIN melakukan kunjungan ke BAZNAS RI. Dari pertemuan dan komunikasi tersebut, terbuka peluang untuk mengembangkan program vokasi yang kemudian diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga.

“Program ini merupakan buah dari silaturahmi dan komunikasi yang kita bangun bersama. Dari pertemuan tersebut, kita menangkap peluang bagaimana zakat dapat kita arahkan untuk memberikan manfaat yang lebih panjang bagi para mustahik.”

Agus menilai, program vokasi menjadi salah satu bentuk nyata transformasi pengelolaan zakat. Jika sebelumnya bantuan kepada mustahik lebih banyak berorientasi pada pemenuhan kebutuhan, maka melalui program pemberdayaan, zakat dapat menjadi modal untuk meningkatkan kapasitas dan membuka kesempatan memperoleh pekerjaan.

“Vokasi ini merupakan bentuk transformasi penyaluran zakat. Kita ingin zakat tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi jalan agar mustahik memiliki keterampilan, mendapatkan pekerjaan, memiliki penghasilan dan pada akhirnya mampu mandiri.”

Menangkap Peluang melalui Kolaborasi

Agus menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak dapat dilakukan oleh BAZNAS seorang diri. Diperlukan sinergi antara lembaga zakat, pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha, serta sektor industri.

Karena itu, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 dirancang tidak berhenti pada proses pelatihan. Para peserta juga diarahkan untuk memiliki akses terhadap dunia kerja melalui keterlibatan mitra industri.

Sebanyak 120 peserta akan mengikuti program dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mendapatkan pelatihan selama satu minggu.

Program ini turut mendapatkan dukungan dari PT Shoetown Indonesia sebagai offtaker atau mitra yang membuka peluang penyerapan tenaga kerja bagi peserta sesuai kebutuhan dan kualifikasi yang dipersyaratkan.

Bagi Agus, keterlibatan dunia industri menjadi bagian penting agar program zakat produktif benar-benar memberikan dampak nyata.

“Kita tidak ingin pelatihan berhenti pada sertifikat. Yang kita harapkan adalah setelah mendapatkan keterampilan, peserta memiliki peluang untuk masuk ke dunia kerja dan memperoleh penghasilan yang halal.”

Zakat sebagai Jalan Menuju Kemandirian

Lebih jauh, Agus menjelaskan bahwa semangat utama Program Beasiswa Vokasi BAZNAS adalah mendorong perubahan pola pikir dalam pendayagunaan zakat.

Zakat, menurutnya, memiliki dimensi pemberdayaan yang sangat besar apabila dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.

Melalui keterampilan yang diberikan, mustahik diharapkan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas dirinya, memperoleh pekerjaan, membantu perekonomian keluarga, serta secara bertahap keluar dari ketergantungan terhadap bantuan.

“Harapan kita tentu bukan selamanya mereka menjadi penerima manfaat. Kita ingin mereka naik kelas. Hari ini sebagai mustahik, dengan ikhtiar dan pendampingan, mudah-mudahan ke depan mereka bisa menjadi masyarakat yang mandiri dan bahkan menjadi muzaki.”

Menurut Agus, perubahan tersebut merupakan salah satu cita-cita besar dalam pengelolaan zakat. Dana zakat yang dihimpun dari para muzaki harus mampu dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberikan manfaat dan keberdayaan.

Karena itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus mendorong program-program pendayagunaan yang tidak hanya menyentuh kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat.

Menguatkan Sinergi untuk Majalengka Langkung SAE

Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka, BAZNAS RI, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, BLK Cakraningrat, PT Shoetown Indonesia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.

Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan contoh bahwa persoalan sosial dan ekonomi masyarakat dapat dihadapi bersama melalui sinergi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membuka ruang kolaborasi. BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Ketika pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan dan masyarakat bergerak bersama, insyaallah manfaatnya akan jauh lebih besar.”

Ia berharap program tersebut dapat menjadi awal dari pengembangan program vokasi yang lebih luas di Kabupaten Majalengka.

Ke depan, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus berupaya menangkap berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi para mustahik.

Sebab, bagi BAZNAS, zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membangun harapan, meningkatkan kemampuan, membuka kesempatan, dan mengantarkan mustahik menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mewujudkan “Majalengka Langkung SAE”—sebuah masyarakat yang tumbuh melalui kepedulian, pemberdayaan, kesempatan kerja, dan kemandirian ekonomi.

Dari silaturahmi lahir kolaborasi. Dari zakat lahir pemberdayaan. Dari keterampilan terbuka kesempatan. Dan dari kesempatan, insyaallah lahir kemandirian.

Tagar

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #BAZNASRI #BeasiswaVokasiBAZNAS #BeasiswaVokasi2026 #PelatihanVokasi #ZakatProduktif #ZakatUntukKemandirian #PemberdayaanMustahik #MustahikNaikKelas #MajalengkaMandiri #MataHati #MasyarakatCepatKerja #K2UKM #KADIN #ForumHRD #BLKCakraningrat #Majalengka #Zakat #PemberdayaanUmat

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Bupati Eman Suherman: Beasiswa Vokasi BAZNAS Buka Jalan Mustahik Menuju Dunia Kerja

MAJALENGKA – Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., memberikan apresiasi terhadap Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 yang dinilainya mampu menghadirkan pola pemberdayaan masyarakat yang lebih nyata melalui keterampilan dan akses terhadap dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Bupati Eman Suherman dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi kegiatan Pelatihan dan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026).

Menurut Bupati Eman, program yang menyasar 120 mustahik tersebut memiliki nilai strategis karena tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi memberikan bekal keterampilan yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan penghasilan.

“Ini sangat luar biasa karena BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif, tetapi memberikan bekal keterampilan supaya masyarakat bisa bekerja dan memiliki penghasilan.”

Pernyataan tersebut menjadi penekanan utama Bupati Eman dalam melihat pentingnya pengembangan program vokasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian masyarakat.

Bantuan yang Mengantarkan pada Kemandirian

Bupati Eman menilai, pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan merupakan langkah yang sangat penting. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat, menurutnya, akan memberikan dampak lebih panjang apabila disertai dengan kemampuan untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan.

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 dinilai menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Melalui program tersebut, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk memiliki akses menuju dunia industri.

Pendekatan ini, menurut Bupati Eman, menjadi penting karena masyarakat membutuhkan bukan hanya bantuan, tetapi juga kesempatan.

Kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, dan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Sejalan dengan Program Mata Hati

Dalam sambutannya, Bupati Eman juga mengaitkan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS dengan program Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja) yang menjadi salah satu arah Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, khususnya mereka yang memiliki kemauan untuk bekerja dan meningkatkan kehidupannya.

“Kita ingin masyarakat Majalengka mendapatkan kesempatan kerja, khususnya mereka yang memang membutuhkan dan memiliki kemauan untuk bekerja.”

Karena itu, menurut Bupati, sinergi dengan BAZNAS melalui program vokasi merupakan langkah yang sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang lebih produktif dan mandiri.

Ia berharap semakin banyak masyarakat Majalengka yang mendapatkan akses terhadap pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Bupati Eman juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.

Program tersebut tidak hanya melibatkan BAZNAS Kabupaten Majalengka, tetapi juga BAZNAS Republik Indonesia, Dinas K2UKM Kabupaten Majalengka, KADIN, Forum HRD, lembaga pelatihan, serta dunia industri.

Menurutnya, kolaborasi semacam ini perlu terus dikembangkan karena persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

Pemerintah memiliki peran dalam membuka kebijakan dan akses, lembaga zakat memiliki kekuatan dalam pemberdayaan, lembaga pelatihan menyiapkan kompetensi, sementara dunia industri membuka ruang bagi masyarakat untuk masuk ke dunia kerja.

Dengan pola tersebut, pelatihan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi benar-benar terhubung dengan kebutuhan lapangan.

Bupati Eman secara khusus mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dan Forum HRD dalam membuka akses bagi peserta menuju dunia industri.

Membuka Lebih Banyak Kesempatan bagi Masyarakat

Bupati Eman berharap program Beasiswa Vokasi BAZNAS dapat terus dikembangkan sehingga cakupan penerima manfaat semakin luas.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki kemauan untuk bekerja tetapi membutuhkan keterampilan dan akses agar dapat memasuki dunia kerja.

Karena itu, pola kolaborasi yang telah dibangun melalui program ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk dikembangkan dalam berbagai bidang keterampilan lainnya.

“Kita berharap pola kolaborasi BAZNAS, pemerintah, lembaga pelatihan, dan perusahaan ini dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat Majalengka memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.”

Pesan tersebut sekaligus menjadi harapan agar program pemberdayaan tidak bersifat sesaat, melainkan dapat menjadi bagian dari ekosistem peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Majalengka.

Zakat, Keterampilan dan Masa Depan Masyarakat

Bagi Bupati Eman, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat berjalan beriringan dengan agenda pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan ketenagakerjaan.

Zakat yang dihimpun dari masyarakat kemudian diarahkan untuk memberikan manfaat melalui peningkatan kapasitas penerima manfaat.

Dengan keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu mendapatkan pekerjaan, memperoleh penghasilan yang halal, serta membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Lebih jauh, program semacam ini diharapkan mampu menciptakan perubahan dari ketergantungan menuju kemandirian.

Mustahik diberikan kesempatan untuk berkembang sehingga memiliki kemampuan untuk memperbaiki kehidupannya secara bertahap.

Bupati Resmi Membuka Program Beasiswa Vokasi

Setelah menyampaikan sambutannya, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., secara resmi membuka Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nana Sudiana, S.IP., M.M., M.Hum., Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., jajaran pimpinan dan amil BAZNAS, Forkopimda, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, serta perwakilan dunia industri.

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 menyasar 120 mustahik yang akan mengikuti pelatihan dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan selama satu minggu.

Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama para mitra berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja dan membangun kehidupan ekonomi yang lebih baik.

Bagi Bupati Eman, kolaborasi tersebut merupakan langkah positif dalam mewujudkan masyarakat Majalengka yang semakin produktif.

Bantuan tidak berhenti pada pemberian. Keterampilan membuka kesempatan. Kesempatan melahirkan pekerjaan. Dan pekerjaan menjadi jalan menuju kemandirian.

Semangat tersebut sejalan dengan ikhtiar bersama untuk mewujudkan Majalengka Langkung SAE, melalui masyarakat yang memiliki keterampilan, kesempatan kerja, penghasilan, dan masa depan yang lebih baik.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
H. Idy Muzayyad: Beasiswa Vokasi BAZNAS Jadi Jalan Mustahik Menuju Kemandirian

MAJALENGKA Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 menjadi salah satu langkah nyata Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat melalui peningkatan keterampilan dan akses ekonomi bagi mustahik.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., dalam sambutannya pada kegiatan Pelatihan dan Peluncuran Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 yang digelar di BLK Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026).

Menurut H. Idy Muzayyad, program vokasi merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS untuk memastikan zakat tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan sesaat, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan mustahik.

Zakat Didorong untuk Memberikan Dampak Berkelanjutan

H. Idy Muzayyad menegaskan bahwa pemberdayaan mustahik melalui keterampilan menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi.

Melalui pelatihan vokasi, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan potensi ekonominya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat BAZNAS untuk terus mentransformasikan pengelolaan zakat agar memberikan manfaat yang semakin luas dan berkelanjutan.

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Kabupaten Majalengka sendiri menyasar 120 mustahik yang mengikuti pelatihan dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mendapatkan pelatihan keterampilan selama satu pekan.

Membuka Akses Mustahik ke Dunia Kerja

Dalam sambutannya, H. Idy Muzayyad juga menekankan pentingnya keterhubungan antara pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja.

Karena itu, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 tidak berhenti pada proses pelatihan. Program ini dibangun dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari BAZNAS, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dunia usaha, KADIN, Forum HRD hingga perusahaan sebagai mitra penyalur tenaga kerja.

Keterlibatan dunia industri menjadi bagian penting agar keterampilan yang diperoleh peserta memiliki relevansi dengan kebutuhan lapangan kerja.

Salah satu perusahaan yang terlibat dalam program tersebut adalah PT Shoetown Indonesia yang berperan sebagai offtaker sekaligus mitra dalam membuka akses penyaluran tenaga kerja bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan.

Dengan pola tersebut, program vokasi diharapkan mampu memperpendek jarak antara pelatihan, keterampilan, dan kesempatan kerja.

Mustahik Naik Kelas

Lebih jauh, program ini diharapkan mampu mendorong perubahan status sosial-ekonomi penerima manfaat.

Mustahik tidak hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi diarahkan untuk memiliki kemampuan, penghasilan dan kemandirian.

Semangat tersebut menjadi bagian dari cita-cita besar pengelolaan zakat, yakni bagaimana dana zakat yang dihimpun dari para muzaki dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan keterampilan yang dimiliki, para peserta diharapkan mampu memperoleh pekerjaan yang layak, mendapatkan penghasilan halal, serta secara bertahap meningkatkan taraf kehidupannya.

Pada akhirnya, pemberdayaan tersebut diharapkan dapat melahirkan mustahik yang naik kelas menjadi pribadi mandiri, bahkan kelak mampu menjadi muzaki.

Kolaborasi Menjadi Kekuatan Program

H. Idy Muzayyad juga menegaskan bahwa pemberdayaan mustahik tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja.

Diperlukan kolaborasi dan sinergi berbagai pihak agar program dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak yang lebih luas.

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Majalengka menjadi contoh kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, Pemerintah Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, BLK Cakraningrat, serta dunia industri.

Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses menuju pekerjaan dan kemandirian ekonomi.

Dari Pelatihan Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 diharapkan menjadi awal dari perjalanan baru bagi para peserta.

Pelatihan yang diberikan bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan sertifikat, melainkan menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja dan membangun masa depan yang lebih baik.

Melalui program ini, BAZNAS terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat—dari membantu memenuhi kebutuhan hari ini menuju upaya membangun kemandirian untuk hari esok.

Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Majalengka Langkung SAE, dengan masyarakat yang semakin terampil, produktif, mandiri dan berdaya.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Rumahnya Dilalap Api, Karno Hidayat Temukan Harapan Lewat Uluran Tangan BAZNAS Majalengka

MAJALENGKA – Di tengah duka yang masih membekas akibat musibah kebakaran yang menghanguskan rumahnya, secercah harapan hadir untuk Bapak Karno Hidayat, warga Blok Rancabolang RT 02 RW 06, Desa Pasindangan, Kecamatan Jatitujuh. Dengan didampingi sang istri, beliau datang ke Posko BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Majalengka untuk menerima bantuan kebencanaan sebagai wujud kepedulian dari BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Penyerahan bantuan dilakukan pada Senin, 7 September 2026, oleh Eman Suherman bersama Tim BTB BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan tersebut menjadi ikhtiar untuk meringankan beban keluarga yang tengah berjuang bangkit setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah yang datang tanpa diduga.

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap ujian, Allah SWT menghadirkan jalan pertolongan. Salah satunya melalui tangan-tangan kebaikan para muzaki yang menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS agar dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Hadir Menguatkan di Saat Paling Sulit

Di Posko BTB BAZNAS Majalengka, suasana sederhana menjadi saksi pertemuan antara kepedulian dan harapan. Kehadiran Bapak Karno Hidayat bersama istrinya bukan sekadar menerima bantuan, tetapi juga menjadi gambaran bahwa tidak ada seorang pun yang seharusnya menghadapi musibah sendirian.

Bantuan kebencanaan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak keluarga serta menjadi penyemangat untuk kembali menata kehidupan setelah musibah kebakaran yang mengubah keseharian mereka.

Zakat Menjadi Cahaya bagi Mereka yang Diuji

Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), BAZNAS Kabupaten Majalengka terus menghadirkan respons cepat bagi masyarakat yang tertimpa bencana. Amanah zakat yang dipercayakan oleh para muzaki diwujudkan menjadi bantuan nyata yang menghadirkan manfaat bagi para mustahik.

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma'idah: 2)

Semoga Allah SWT memberikan ketabahan kepada Bapak Karno Hidayat beserta keluarga, mengganti setiap kehilangan dengan keberkahan yang lebih baik, serta menjadikan setiap uluran tangan kebaikan sebagai amal yang terus mengalir pahalanya.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BTB Baznas Majalengka

Berita Terbaru

Zakat Menguatkan Kemandirian: BAZNAS Majalengka Luncurkan Beasiswa Vokasi 2026 untuk 120 Mustahik
Zakat Menguatkan Kemandirian: BAZNAS Majalengka Luncurkan Beasiswa Vokasi 2026 untuk 120 Mustahik
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka berkolaborasi dengan BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI) dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (K2UKM) Kabupaten Majalengka menggelar Pelatihan dan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 bagi masyarakat penerima manfaat zakat atau mustahik. Program yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026), tersebut menyasar sebanyak 120 mustahik. Mereka akan mendapatkan pembekalan keterampilan kerja sekaligus akses menuju dunia industri sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi. Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., dan dihadiri Anggota Pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nana Sudiana, S.IP., M.M., M.Hum., Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, beserta jajaran pimpinan, amil dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka. Turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, serta perwakilan dunia industri yang menjadi bagian penting dalam membuka akses kerja bagi para peserta. Zakat Produktif untuk Membuka Jalan Kemandirian Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyampaikan bahwa Program Beasiswa Vokasi 2026 merupakan hasil dari sinergi dan silaturahmi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka, Pemerintah Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, KADIN, dan BAZNAS RI. Menurut Agus, peluang program vokasi tersebut berhasil ditangkap melalui komunikasi dan kunjungan yang sebelumnya dilakukan oleh unsur Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, dan KADIN ke BAZNAS RI. “Program vokasi ini merupakan salah satu bentuk transformasi penyaluran zakat agar tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi mustahik.” Agus menjelaskan, sebanyak 120 peserta akan mengikuti program dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta menjalani pelatihan selama satu minggu. Program ini juga mendapatkan dukungan dari PT Shoetown Indonesia sebagai offtaker atau mitra yang membuka akses penyaluran tenaga kerja bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan, mulai dari pembekalan keterampilan, peningkatan kompetensi hingga membuka peluang peserta untuk memasuki dunia kerja. Bupati: BAZNAS Tidak Sekadar Memberikan Bantuan Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., menyambut baik pelaksanaan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026. Menurutnya, program tersebut memiliki nilai strategis karena menghubungkan pemberdayaan masyarakat melalui zakat dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri. “Ini sangat luar biasa karena BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif, tetapi memberikan bekal keterampilan supaya masyarakat bisa bekerja dan memiliki penghasilan.” Eman menilai pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja) yang menjadi salah satu arah program Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat. “Kita ingin masyarakat Majalengka mendapatkan kesempatan kerja, khususnya mereka yang memang membutuhkan dan memiliki kemauan untuk bekerja.” Bupati juga mengapresiasi keterlibatan perusahaan, KADIN, Forum HRD, lembaga pelatihan, dan berbagai pihak yang bersama-sama membangun jembatan antara masyarakat dengan dunia kerja. Ia berharap pola kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat Majalengka memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Dari Mustahik Menuju Kemandirian Ekonomi Bagi peserta, Beasiswa Vokasi BAZNAS bukan sekadar program pelatihan. Program ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membuka pintu menuju masa depan yang lebih baik. Salah seorang penerima Beasiswa Vokasi BAZNAS, Elsa Damayanti, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diperolehnya. “Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa ikut program ini. Dengan adanya pelatihan ini saya bisa mendapatkan keterampilan sekaligus kesempatan untuk bekerja.” Elsa berharap keterampilan yang diperolehnya dapat menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan dan membantu menopang perekonomian keluarga. Kehadiran program ini menunjukkan bahwa pendayagunaan zakat dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang lebih mendasar, termasuk peningkatan keterampilan dan akses terhadap pekerjaan. Zakat tidak hanya hadir untuk meringankan beban kehidupan, tetapi juga dapat menjadi wasilah atau jalan menuju keberdayaan dan kemandirian ketika dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran. Menguatkan Semangat Majalengka Langkung SAE Program Beasiswa Vokasi BAZNAS Majalengka 2026 menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara gerakan zakat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha. Melalui pelatihan keterampilan dan akses menuju dunia kerja, para mustahik diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, memperoleh penghasilan yang halal, serta secara bertahap meningkatkan taraf kehidupannya. Ikhtiar tersebut sejalan dengan semangat “Majalengka Langkung SAE”, yakni membangun masyarakat yang bukan hanya menerima bantuan, tetapi memiliki kemampuan untuk bangkit, bekerja, berpenghasilan, dan menjadi pribadi yang mandiri. Pada akhirnya, tujuan pemberdayaan zakat bukan sekadar mengubah kondisi ekonomi mustahik, tetapi juga membuka jalan agar mereka dapat tumbuh menjadi muzaki di masa mendatang. Dari zakat yang ditunaikan dengan ikhlas, lahir ikhtiar yang menguatkan. Dari keterampilan, terbuka peluang. Dari peluang, tumbuh kemandirian. BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan kesejahteraan umat dan Majalengka Langkung SAE. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BeasiswaVokasiBAZNAS #PelatihanVokasi #ZakatProduktif
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Dari Silaturahmi Menjadi Aksi, BAZNAS Majalengka Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Beasiswa Vokasi
Dari Silaturahmi Menjadi Aksi, BAZNAS Majalengka Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Beasiswa Vokasi
MAJALENGKA Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana,S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. menegaskan bahwa Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan pendayagunaan zakat yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu membuka jalan bagi mustahik menuju kemandirian ekonomi. Hal tersebut disampaikan Agus saat memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan dan Peluncuran Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026). Program hasil kolaborasi BAZNAS Kabupaten Majalengka, BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI), dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (K2UKM) Kabupaten Majalengka tersebut menyasar 120 mustahik untuk mendapatkan pembekalan keterampilan kerja sekaligus membuka akses menuju dunia industri. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa lahirnya program vokasi tersebut tidak terlepas dari proses silaturahmi dan komunikasi yang telah dibangun oleh berbagai pihak. Menurutnya, beberapa waktu sebelumnya Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, dan KADIN melakukan kunjungan ke BAZNAS RI. Dari pertemuan dan komunikasi tersebut, terbuka peluang untuk mengembangkan program vokasi yang kemudian diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga. “Program ini merupakan buah dari silaturahmi dan komunikasi yang kita bangun bersama. Dari pertemuan tersebut, kita menangkap peluang bagaimana zakat dapat kita arahkan untuk memberikan manfaat yang lebih panjang bagi para mustahik.” Agus menilai, program vokasi menjadi salah satu bentuk nyata transformasi pengelolaan zakat. Jika sebelumnya bantuan kepada mustahik lebih banyak berorientasi pada pemenuhan kebutuhan, maka melalui program pemberdayaan, zakat dapat menjadi modal untuk meningkatkan kapasitas dan membuka kesempatan memperoleh pekerjaan. “Vokasi ini merupakan bentuk transformasi penyaluran zakat. Kita ingin zakat tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi jalan agar mustahik memiliki keterampilan, mendapatkan pekerjaan, memiliki penghasilan dan pada akhirnya mampu mandiri.” Menangkap Peluang melalui Kolaborasi Agus menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak dapat dilakukan oleh BAZNAS seorang diri. Diperlukan sinergi antara lembaga zakat, pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha, serta sektor industri. Karena itu, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 dirancang tidak berhenti pada proses pelatihan. Para peserta juga diarahkan untuk memiliki akses terhadap dunia kerja melalui keterlibatan mitra industri. Sebanyak 120 peserta akan mengikuti program dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mendapatkan pelatihan selama satu minggu. Program ini turut mendapatkan dukungan dari PT Shoetown Indonesia sebagai offtaker atau mitra yang membuka peluang penyerapan tenaga kerja bagi peserta sesuai kebutuhan dan kualifikasi yang dipersyaratkan. Bagi Agus, keterlibatan dunia industri menjadi bagian penting agar program zakat produktif benar-benar memberikan dampak nyata. “Kita tidak ingin pelatihan berhenti pada sertifikat. Yang kita harapkan adalah setelah mendapatkan keterampilan, peserta memiliki peluang untuk masuk ke dunia kerja dan memperoleh penghasilan yang halal.” Zakat sebagai Jalan Menuju Kemandirian Lebih jauh, Agus menjelaskan bahwa semangat utama Program Beasiswa Vokasi BAZNAS adalah mendorong perubahan pola pikir dalam pendayagunaan zakat. Zakat, menurutnya, memiliki dimensi pemberdayaan yang sangat besar apabila dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran. Melalui keterampilan yang diberikan, mustahik diharapkan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas dirinya, memperoleh pekerjaan, membantu perekonomian keluarga, serta secara bertahap keluar dari ketergantungan terhadap bantuan. “Harapan kita tentu bukan selamanya mereka menjadi penerima manfaat. Kita ingin mereka naik kelas. Hari ini sebagai mustahik, dengan ikhtiar dan pendampingan, mudah-mudahan ke depan mereka bisa menjadi masyarakat yang mandiri dan bahkan menjadi muzaki.” Menurut Agus, perubahan tersebut merupakan salah satu cita-cita besar dalam pengelolaan zakat. Dana zakat yang dihimpun dari para muzaki harus mampu dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberikan manfaat dan keberdayaan. Karena itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus mendorong program-program pendayagunaan yang tidak hanya menyentuh kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat. Menguatkan Sinergi untuk Majalengka Langkung SAE Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka, BAZNAS RI, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, BLK Cakraningrat, PT Shoetown Indonesia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan contoh bahwa persoalan sosial dan ekonomi masyarakat dapat dihadapi bersama melalui sinergi. “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membuka ruang kolaborasi. BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Ketika pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan dan masyarakat bergerak bersama, insyaallah manfaatnya akan jauh lebih besar.” Ia berharap program tersebut dapat menjadi awal dari pengembangan program vokasi yang lebih luas di Kabupaten Majalengka. Ke depan, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus berupaya menangkap berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi para mustahik. Sebab, bagi BAZNAS, zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membangun harapan, meningkatkan kemampuan, membuka kesempatan, dan mengantarkan mustahik menuju kehidupan yang lebih mandiri. Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mewujudkan “Majalengka Langkung SAE”—sebuah masyarakat yang tumbuh melalui kepedulian, pemberdayaan, kesempatan kerja, dan kemandirian ekonomi. Dari silaturahmi lahir kolaborasi. Dari zakat lahir pemberdayaan. Dari keterampilan terbuka kesempatan. Dan dari kesempatan, insyaallah lahir kemandirian. Tagar #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #BAZNASRI #BeasiswaVokasiBAZNAS #BeasiswaVokasi2026 #PelatihanVokasi #ZakatProduktif #ZakatUntukKemandirian #PemberdayaanMustahik #MustahikNaikKelas #MajalengkaMandiri #MataHati #MasyarakatCepatKerja #K2UKM #KADIN #ForumHRD #BLKCakraningrat #Majalengka #Zakat #PemberdayaanUmat
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Bupati Eman Suherman: Beasiswa Vokasi BAZNAS Buka Jalan Mustahik Menuju Dunia Kerja
Bupati Eman Suherman: Beasiswa Vokasi BAZNAS Buka Jalan Mustahik Menuju Dunia Kerja
MAJALENGKA – Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., memberikan apresiasi terhadap Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 yang dinilainya mampu menghadirkan pola pemberdayaan masyarakat yang lebih nyata melalui keterampilan dan akses terhadap dunia kerja. Hal tersebut disampaikan Bupati Eman Suherman dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi kegiatan Pelatihan dan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026). Menurut Bupati Eman, program yang menyasar 120 mustahik tersebut memiliki nilai strategis karena tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi memberikan bekal keterampilan yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan penghasilan. “Ini sangat luar biasa karena BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif, tetapi memberikan bekal keterampilan supaya masyarakat bisa bekerja dan memiliki penghasilan.” Pernyataan tersebut menjadi penekanan utama Bupati Eman dalam melihat pentingnya pengembangan program vokasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian masyarakat. Bantuan yang Mengantarkan pada Kemandirian Bupati Eman menilai, pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan merupakan langkah yang sangat penting. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat, menurutnya, akan memberikan dampak lebih panjang apabila disertai dengan kemampuan untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan. Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 dinilai menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Melalui program tersebut, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk memiliki akses menuju dunia industri. Pendekatan ini, menurut Bupati Eman, menjadi penting karena masyarakat membutuhkan bukan hanya bantuan, tetapi juga kesempatan. Kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, dan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Sejalan dengan Program Mata Hati Dalam sambutannya, Bupati Eman juga mengaitkan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS dengan program Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja) yang menjadi salah satu arah Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, khususnya mereka yang memiliki kemauan untuk bekerja dan meningkatkan kehidupannya. “Kita ingin masyarakat Majalengka mendapatkan kesempatan kerja, khususnya mereka yang memang membutuhkan dan memiliki kemauan untuk bekerja.” Karena itu, menurut Bupati, sinergi dengan BAZNAS melalui program vokasi merupakan langkah yang sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang lebih produktif dan mandiri. Ia berharap semakin banyak masyarakat Majalengka yang mendapatkan akses terhadap pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Kolaborasi Menjadi Kunci Bupati Eman juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026. Program tersebut tidak hanya melibatkan BAZNAS Kabupaten Majalengka, tetapi juga BAZNAS Republik Indonesia, Dinas K2UKM Kabupaten Majalengka, KADIN, Forum HRD, lembaga pelatihan, serta dunia industri. Menurutnya, kolaborasi semacam ini perlu terus dikembangkan karena persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah memiliki peran dalam membuka kebijakan dan akses, lembaga zakat memiliki kekuatan dalam pemberdayaan, lembaga pelatihan menyiapkan kompetensi, sementara dunia industri membuka ruang bagi masyarakat untuk masuk ke dunia kerja. Dengan pola tersebut, pelatihan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi benar-benar terhubung dengan kebutuhan lapangan. Bupati Eman secara khusus mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dan Forum HRD dalam membuka akses bagi peserta menuju dunia industri. Membuka Lebih Banyak Kesempatan bagi Masyarakat Bupati Eman berharap program Beasiswa Vokasi BAZNAS dapat terus dikembangkan sehingga cakupan penerima manfaat semakin luas. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki kemauan untuk bekerja tetapi membutuhkan keterampilan dan akses agar dapat memasuki dunia kerja. Karena itu, pola kolaborasi yang telah dibangun melalui program ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk dikembangkan dalam berbagai bidang keterampilan lainnya. “Kita berharap pola kolaborasi BAZNAS, pemerintah, lembaga pelatihan, dan perusahaan ini dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat Majalengka memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.” Pesan tersebut sekaligus menjadi harapan agar program pemberdayaan tidak bersifat sesaat, melainkan dapat menjadi bagian dari ekosistem peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Majalengka. Zakat, Keterampilan dan Masa Depan Masyarakat Bagi Bupati Eman, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat berjalan beriringan dengan agenda pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan ketenagakerjaan. Zakat yang dihimpun dari masyarakat kemudian diarahkan untuk memberikan manfaat melalui peningkatan kapasitas penerima manfaat. Dengan keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu mendapatkan pekerjaan, memperoleh penghasilan yang halal, serta membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Lebih jauh, program semacam ini diharapkan mampu menciptakan perubahan dari ketergantungan menuju kemandirian. Mustahik diberikan kesempatan untuk berkembang sehingga memiliki kemampuan untuk memperbaiki kehidupannya secara bertahap. Bupati Resmi Membuka Program Beasiswa Vokasi Setelah menyampaikan sambutannya, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., secara resmi membuka Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nana Sudiana, S.IP., M.M., M.Hum., Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., jajaran pimpinan dan amil BAZNAS, Forkopimda, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, serta perwakilan dunia industri. Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 menyasar 120 mustahik yang akan mengikuti pelatihan dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan selama satu minggu. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama para mitra berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja dan membangun kehidupan ekonomi yang lebih baik. Bagi Bupati Eman, kolaborasi tersebut merupakan langkah positif dalam mewujudkan masyarakat Majalengka yang semakin produktif. Bantuan tidak berhenti pada pemberian. Keterampilan membuka kesempatan. Kesempatan melahirkan pekerjaan. Dan pekerjaan menjadi jalan menuju kemandirian. Semangat tersebut sejalan dengan ikhtiar bersama untuk mewujudkan Majalengka Langkung SAE, melalui masyarakat yang memiliki keterampilan, kesempatan kerja, penghasilan, dan masa depan yang lebih baik.
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
H. Idy Muzayyad: Beasiswa Vokasi BAZNAS Jadi Jalan Mustahik Menuju Kemandirian
H. Idy Muzayyad: Beasiswa Vokasi BAZNAS Jadi Jalan Mustahik Menuju Kemandirian
MAJALENGKA Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 menjadi salah satu langkah nyata Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat melalui peningkatan keterampilan dan akses ekonomi bagi mustahik. Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., dalam sambutannya pada kegiatan Pelatihan dan Peluncuran Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 yang digelar di BLK Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026). Menurut H. Idy Muzayyad, program vokasi merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS untuk memastikan zakat tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan sesaat, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan mustahik. Zakat Didorong untuk Memberikan Dampak Berkelanjutan H. Idy Muzayyad menegaskan bahwa pemberdayaan mustahik melalui keterampilan menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi. Melalui pelatihan vokasi, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan potensi ekonominya. Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat BAZNAS untuk terus mentransformasikan pengelolaan zakat agar memberikan manfaat yang semakin luas dan berkelanjutan. Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Kabupaten Majalengka sendiri menyasar 120 mustahik yang mengikuti pelatihan dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mendapatkan pelatihan keterampilan selama satu pekan. Membuka Akses Mustahik ke Dunia Kerja Dalam sambutannya, H. Idy Muzayyad juga menekankan pentingnya keterhubungan antara pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 tidak berhenti pada proses pelatihan. Program ini dibangun dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari BAZNAS, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dunia usaha, KADIN, Forum HRD hingga perusahaan sebagai mitra penyalur tenaga kerja. Keterlibatan dunia industri menjadi bagian penting agar keterampilan yang diperoleh peserta memiliki relevansi dengan kebutuhan lapangan kerja. Salah satu perusahaan yang terlibat dalam program tersebut adalah PT Shoetown Indonesia yang berperan sebagai offtaker sekaligus mitra dalam membuka akses penyaluran tenaga kerja bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan. Dengan pola tersebut, program vokasi diharapkan mampu memperpendek jarak antara pelatihan, keterampilan, dan kesempatan kerja. Mustahik Naik Kelas Lebih jauh, program ini diharapkan mampu mendorong perubahan status sosial-ekonomi penerima manfaat. Mustahik tidak hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi diarahkan untuk memiliki kemampuan, penghasilan dan kemandirian. Semangat tersebut menjadi bagian dari cita-cita besar pengelolaan zakat, yakni bagaimana dana zakat yang dihimpun dari para muzaki dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan keterampilan yang dimiliki, para peserta diharapkan mampu memperoleh pekerjaan yang layak, mendapatkan penghasilan halal, serta secara bertahap meningkatkan taraf kehidupannya. Pada akhirnya, pemberdayaan tersebut diharapkan dapat melahirkan mustahik yang naik kelas menjadi pribadi mandiri, bahkan kelak mampu menjadi muzaki. Kolaborasi Menjadi Kekuatan Program H. Idy Muzayyad juga menegaskan bahwa pemberdayaan mustahik tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Diperlukan kolaborasi dan sinergi berbagai pihak agar program dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak yang lebih luas. Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Majalengka menjadi contoh kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, Pemerintah Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, BLK Cakraningrat, serta dunia industri. Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses menuju pekerjaan dan kemandirian ekonomi. Dari Pelatihan Menuju Masa Depan yang Lebih Baik Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 diharapkan menjadi awal dari perjalanan baru bagi para peserta. Pelatihan yang diberikan bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan sertifikat, melainkan menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja dan membangun masa depan yang lebih baik. Melalui program ini, BAZNAS terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat—dari membantu memenuhi kebutuhan hari ini menuju upaya membangun kemandirian untuk hari esok. Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Majalengka Langkung SAE, dengan masyarakat yang semakin terampil, produktif, mandiri dan berdaya.
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Rumahnya Dilalap Api, Karno Hidayat Temukan Harapan Lewat Uluran Tangan BAZNAS Majalengka
Rumahnya Dilalap Api, Karno Hidayat Temukan Harapan Lewat Uluran Tangan BAZNAS Majalengka
MAJALENGKA – Di tengah duka yang masih membekas akibat musibah kebakaran yang menghanguskan rumahnya, secercah harapan hadir untuk Bapak Karno Hidayat, warga Blok Rancabolang RT 02 RW 06, Desa Pasindangan, Kecamatan Jatitujuh. Dengan didampingi sang istri, beliau datang ke Posko BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Majalengka untuk menerima bantuan kebencanaan sebagai wujud kepedulian dari BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penyerahan bantuan dilakukan pada Senin, 7 September 2026, oleh Eman Suherman bersama Tim BTB BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan tersebut menjadi ikhtiar untuk meringankan beban keluarga yang tengah berjuang bangkit setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah yang datang tanpa diduga. “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6) Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap ujian, Allah SWT menghadirkan jalan pertolongan. Salah satunya melalui tangan-tangan kebaikan para muzaki yang menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS agar dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan. Hadir Menguatkan di Saat Paling Sulit Di Posko BTB BAZNAS Majalengka, suasana sederhana menjadi saksi pertemuan antara kepedulian dan harapan. Kehadiran Bapak Karno Hidayat bersama istrinya bukan sekadar menerima bantuan, tetapi juga menjadi gambaran bahwa tidak ada seorang pun yang seharusnya menghadapi musibah sendirian. Bantuan kebencanaan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak keluarga serta menjadi penyemangat untuk kembali menata kehidupan setelah musibah kebakaran yang mengubah keseharian mereka. Zakat Menjadi Cahaya bagi Mereka yang Diuji Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), BAZNAS Kabupaten Majalengka terus menghadirkan respons cepat bagi masyarakat yang tertimpa bencana. Amanah zakat yang dipercayakan oleh para muzaki diwujudkan menjadi bantuan nyata yang menghadirkan manfaat bagi para mustahik. Sebagaimana firman Allah SWT: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma'idah: 2) Semoga Allah SWT memberikan ketabahan kepada Bapak Karno Hidayat beserta keluarga, mengganti setiap kehilangan dengan keberkahan yang lebih baik, serta menjadikan setiap uluran tangan kebaikan sebagai amal yang terus mengalir pahalanya.
BERITA08/09/2026 | Humas BTB Baznas Majalengka
FGD Balai Ternak BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Siap Masuk Tahap Eksekusi
FGD Balai Ternak BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Siap Masuk Tahap Eksekusi
MAJALENGKA — Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka Tahun 2026 memasuki babak baru. Setelah melalui proses pematangan konsep dan koordinasi lintas sektor, program pemberdayaan masyarakat berbasis peternakan tersebut kini siap bergerak menuju tahap eksekusi. Kesiapan itu ditegaskan dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Balai Ternak BAZNAS yang mempertemukan berbagai unsur strategis, mulai dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Kementerian Agama, Kecamatan Panyingkiran, Pemerintah Desa Cijurey, pendamping program, penerima manfaat, hingga unsur terkait lainnya. FGD dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka. Forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi teknis, memetakan potensi, sekaligus memastikan setiap unsur memiliki peran yang jelas sebelum program direalisasikan di lapangan. Lebih dari sekadar program bantuan ternak, Balai Ternak BAZNAS diarahkan menjadi model pemberdayaan ekonomi mustahik yang berkelanjutan. Target akhirnya bukan hanya melahirkan peternak yang mandiri, tetapi membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang mampu berkembang hingga membuka peluang lahirnya muzaki baru. Dari Mustahik Menuju Muzaki Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menegaskan bahwa Program Balai Ternak merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang harus dikawal secara bersama-sama. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari berapa banyak ternak yang disalurkan atau berapa banyak penerima manfaat yang terlibat. Lebih jauh, program harus mampu menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan penerima manfaat. “Program ini merupakan program unggulan BAZNAS, maka akan kita kawal program berjalan dan kebermanfaatan bisa terus berjalan serta harapannya akan tumbuh para muzaki baru dan akan memberikan manfaat lanjutan dari program ini,” ungkap H. Agus Asri Sabana. Pesan tersebut menjadi fondasi utama program: dana zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi harus menjadi modal perubahan yang melahirkan kemandirian. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan Balai Ternak tidak berhenti sebagai program sesaat. Dukungan pemerintah, pendampingan teknis, edukasi keagamaan, penguatan kelembagaan, serta keterlibatan masyarakat menjadi satu kesatuan yang diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program. BAZNAS RI: Saatnya Beranjak dari Perencanaan Menuju Eksekusi Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, menyampaikan materi mengenai Program Balai Ternak BAZNAS. Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat sekaligus menjadi bentuk investasi spiritual yang diharapkan menghadirkan keberkahan dari Allah SWT. Kehadiran BAZNAS RI dalam FGD menjadi penguat arah program agar implementasi di daerah tetap berjalan sesuai tujuan pemberdayaan dan memiliki dampak yang terukur. Semangat tersebut kemudian mengerucut pada satu pesan penting yang menjadi penutup FGD: “Kita Eksekusi.” Kalimat singkat tersebut menjadi penanda bahwa rangkaian diskusi dan pematangan konsep harus segera diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan. Potensi Zakat Peternakan Majalengka Masih Sangat Besar Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Majalengka, Embed Humed, M.Pd., menyampaikan bahwa FGD tersebut membuka ruang diskusi yang mencerahkan sekaligus memperlihatkan besarnya peluang pengembangan zakat di Kabupaten Majalengka, khususnya zakat peternakan. Berdasarkan pemaparan dalam forum, penghimpunan ZIS Kabupaten Majalengka mencapai sekitar Rp17 miliar pada 2025. Sementara itu, potensi kurban di Kabupaten Majalengka disebut mencapai sekitar Rp73 miliar. Besarnya potensi tersebut menunjukkan bahwa ruang pengembangan ekosistem zakat masih terbuka lebar. Terlebih, dalam empat tahun terakhir BAZNAS Kabupaten Majalengka belum memiliki penghimpunan zakat peternakan. Padahal, Kabupaten Majalengka memiliki potensi populasi domba dan sapi yang tersebar di berbagai wilayah. Di sinilah Program Balai Ternak diharapkan menjadi embrio kebangkitan zakat peternakan di Majalengka. Program ini tidak hanya memberikan akses pemberdayaan kepada mustahik, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa aktivitas peternakan memiliki dimensi ibadah melalui kewajiban zakat ketika telah memenuhi ketentuan. BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen memberikan pendampingan agar penerima manfaat mampu berkembang menjadi peternak yang profesional, produktif, dan mandiri. Peluang sinergi dengan BAZNAS Micro Finance Masjid (BMM) juga menjadi salah satu opsi pengembangan untuk memperkuat akses pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat. DKP3 Siap Kawal dari Sisi Teknis Peternakan Dukungan konkret datang dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka. Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaiman, mengapresiasi hadirnya Program Balai Ternak BAZNAS dan menyatakan kesiapan DKP3 untuk mengambil bagian dalam penguatan program. Dukungan tersebut mencakup aspek teknis peternakan, kesehatan ternak, kondisi bibit, lingkungan, hingga pengembangan kapasitas penerima manfaat. DKP3 juga menyampaikan kesiapan melibatkan tenaga teknis, termasuk enam orang dokter, serta memberikan penyuluhan kepada para penerima manfaat. Dengan dukungan tersebut, Balai Ternak diharapkan tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah ternak, tetapi juga memperhatikan kualitas, kesehatan, manajemen pemeliharaan, dan keberlanjutan lingkungan. Desa Cijurey: Dari Lokasi Program Menuju Desa Percontohan Salah satu titik penting dalam Program Balai Ternak BAZNAS adalah Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran. Kepala Desa Cijurey, Yusup Faisal, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BAZNAS yang menjadikan Cijurey sebagai lokasi pelaksanaan program. Dari 343 desa di Kabupaten Majalengka, Desa Cijurey dipercaya menjadi bagian dari program strategis tersebut. Kepercayaan ini tidak ingin dilihat hanya sebagai sebuah bantuan, tetapi sebagai kesempatan untuk membangun model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah lain. Pemerintah Desa Cijurey juga telah berkoordinasi dengan UPZ Desa Cijurey sebagai bagian dari dukungan terhadap program. Cijurey memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Selain peternakan, desa ini memiliki peluang penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan limbah peternakan. Konsep yang muncul dalam FGD bahkan mengarah pada pembangunan ekosistem ekonomi sirkular, di mana limbah peternakan tidak menjadi masalah, tetapi dapat diolah menjadi pupuk dan produk bernilai guna. Pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia juga menjadi salah satu gagasan yang dapat dikembangkan. Dengan demikian, peternakan, pertanian, pengelolaan limbah, pupuk, hingga ketahanan pangan dapat terhubung dalam satu ekosistem pemberdayaan. Masyarakat Desa Cijurey sendiri juga membutuhkan pengembangan kembali ternak domba karena sebagian ternak domba sebelumnya telah ditukar dengan sapi. Kemenag: Peternakan Juga Memiliki Dimensi Zakat Program Balai Ternak juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Melalui H. Taufik Hidayat, Kemenag memberikan apresiasi terhadap program yang dinilai memiliki akselerasi cepat dan inovatif dalam pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pengembangan program ke depan dapat diperluas ke lingkungan pondok pesantren yang telah memiliki aktivitas peternakan. Lebih jauh, penyuluh agama dapat dilibatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kewajiban zakat, termasuk zakat peternakan bagi peternak yang telah memenuhi ketentuannya. Hal ini penting agar peningkatan ekonomi masyarakat berjalan beriringan dengan peningkatan literasi zakat. Kemenag juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak boleh hanya terlihat pada saat peluncuran. Balai Ternak harus hidup, tumbuh, didampingi, dan berkembang. Panyingkiran Dorong Cijurey Jadi Pilot Project Pihak Kecamatan Panyingkiran turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Balai Ternak. Kecamatan berharap Desa Cijurey dapat menjadi pilot project sekaligus inspirasi bagi desa dan kecamatan lainnya. Kultur peternakan yang telah tumbuh di masyarakat Cijurey menjadi modal sosial yang penting. Dengan adanya program BAZNAS, potensi tersebut diharapkan dapat diperkuat melalui pendampingan, tata kelola yang baik, serta kolaborasi lintas sektor. Program juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bukan sekadar ramai di awal, tetapi bertahan dalam jangka panjang dan menghasilkan perubahan nyata. Membangun Ekosistem Balai Ternak yang Mandiri Dalam FGD, pendamping program turut menyampaikan sejumlah kebutuhan penunjang untuk memastikan pengelolaan Balai Ternak berjalan lebih profesional. Di antaranya adalah kebutuhan timbangan dan alat ukur untuk pengelolaan kompos, serta pengembangan potensi bank sampah, bank pupuk, dan silase. Potensi tanaman jagung di Cijurey menjadi peluang tersendiri karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan silase untuk mendukung ketersediaan pakan ternak. Konsep ini menunjukkan bahwa Balai Ternak tidak harus berhenti pada aktivitas pembibitan dan penggemukan. Lebih jauh, program diarahkan untuk membangun rantai ekosistem peternakan, mulai dari penyediaan bibit, pakan, kesehatan ternak, pengelolaan limbah, pupuk, pengolahan hasil, hingga penguatan pemasaran. Jika ekosistem tersebut dapat berjalan, maka nilai manfaat program akan semakin luas dan peluang kemandirian ekonomi penerima manfaat semakin besar. Dari Balai Ternak Menuju Kampung Zakat Rangkaian FGD akhirnya membawa satu visi yang lebih besar: membangun pemberdayaan yang berkelanjutan. BAZNAS Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa keberhasilan Program Balai Ternak membutuhkan pengawalan bersama. Setiap pihak memiliki peran untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, transparan, serta memberikan manfaat yang nyata. Dalam jangka panjang, Balai Ternak diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem Kampung Zakat. Sebuah kawasan pemberdayaan yang tidak hanya melahirkan peternak mandiri, tetapi juga membangun kesadaran zakat, memperkuat ekonomi masyarakat, mengembangkan ketahanan pangan, serta membuka jalan bagi transformasi mustahik menjadi muzaki. Karena sesungguhnya, ukuran keberhasilan pemberdayaan bukan hanya ketika bantuan telah disalurkan. Keberhasilan sejati adalah ketika penerima manfaat mampu berdiri sendiri, berkembang, kemudian mampu memberi manfaat kepada orang lain. “Kita Eksekusi” FGD Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka Tahun 2026 ditutup dengan satu semangat bersama dari BAZNAS RI: “Kita Eksekusi.” Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa hasil diskusi tidak boleh berhenti sebagai catatan di ruang rapat. Selanjutnya, seluruh pihak akan bergerak sesuai peran masing-masing untuk mengawal pelaksanaan program agar dapat memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat. BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari ikhtiar pemberdayaan dan pendayagunaan dana umat ini. Semoga Program Balai Ternak BAZNAS menjadi jalan kebaikan yang senantiasa mendapatkan ridha dan keberkahan Allah SWT; memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, meningkatkan keberdayaan mustahik, menghidupkan potensi zakat peternakan di Majalengka, serta pada akhirnya melahirkan muzaki-muzaki baru yang mampu meneruskan rantai kebermanfaatan. Zakat bukan sekadar menunaikan kewajiban. Zakat adalah energi kebaikan yang mengubah mustahik menjadi berdaya, mengubah bantuan menjadi kemandirian, dan mengubah kebaikan hari ini menjadi kebermanfaatan yang terus tumbuh. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BalaiTernakBAZNAS #CijureyPanyingkiran #KampungZakat #ZakatPeternakan #PemberdayaanMustahik
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
H. Agus Asri Sabana: Balai Ternak BAZNAS Harus Melahirkan Kebermanfaatan Berkelanjutan
H. Agus Asri Sabana: Balai Ternak BAZNAS Harus Melahirkan Kebermanfaatan Berkelanjutan
MAJALENGKA Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan ternak, tetapi menjadi pintu masuk bagi lahirnya kemandirian ekonomi, keberdayaan mustahik, hingga tumbuhnya muzaki baru. Harapan tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Balai Ternak BAZNAS Tahun 2026, Selasa, 8 September 2026, di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka. FGD yang dipimpin BAZNAS RI tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan pelaksanaan program sebelum memasuki tahap realisasi. Forum dihadiri berbagai unsur lintas sektor, di antaranya BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, DKP3, Kementerian Agama, Kecamatan Panyingkiran, Pemerintah Desa Cijurey, pendamping program, penerima manfaat, serta unsur terkait lainnya. Bagi H. Agus Asri Sabana, keterlibatan banyak pihak dalam FGD bukan sekadar bentuk koordinasi, tetapi merupakan modal utama agar Program Balai Ternak dapat berjalan dengan baik, terarah, dan memberikan manfaat yang terus berkembang. Balai Ternak Bukan Sekadar Bantuan Dalam sambutannya, H. Agus Asri Sabana menegaskan bahwa Program Balai Ternak merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang membutuhkan pengawalan bersama. Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing sehingga program benar-benar mampu memberikan dampak bagi masyarakat. “Program ini merupakan program unggulan BAZNAS, maka akan kita kawal program berjalan dan kebermanfaatan bisa terus berjalan serta harapannya akan tumbuh para muzaki baru dan akan memberikan manfaat lanjutan dari program ini,” ungkap H. Agus Asri Sabana. Pernyataan tersebut menjadi pesan utama dalam pelaksanaan program. Menurutnya, keberhasilan Balai Ternak tidak semata-mata dilihat dari tersalurkannya bantuan atau bertambahnya jumlah ternak. Lebih penting dari itu adalah bagaimana bantuan tersebut mampu menjadi aset produktif yang memberikan perubahan nyata bagi kehidupan penerima manfaat. Mustahik yang mendapatkan manfaat diharapkan memiliki kemampuan untuk mengelola ternak secara profesional, meningkatkan pendapatan, membangun usaha, dan pada akhirnya memiliki kemampuan ekonomi yang lebih kuat. Dengan demikian, terjadi sebuah proses transformasi: dari penerima manfaat menjadi peternak mandiri, dari peternak mandiri menjadi orang yang mampu berbagi, dan dari mustahik menuju muzaki. Sinergi Menjadi Kunci Keberhasilan H. Agus Asri Sabana juga menekankan bahwa BAZNAS tidak dapat berjalan sendiri dalam mewujudkan tujuan besar tersebut. Program pemberdayaan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, perangkat desa, tenaga teknis, penyuluh, pendamping, tokoh agama, hingga masyarakat penerima manfaat. Karena itu, kehadiran BAZNAS RI dalam FGD dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pelaksanaan program. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan di lapangan, mulai dari aspek teknis peternakan, kesehatan hewan, pakan, pengelolaan lingkungan, pendampingan penerima manfaat, hingga penguatan kesadaran zakat. “Dengan sinergi ini, kita ingin memastikan program bukan hanya berjalan, tetapi juga memberikan kebermanfaatan yang luas dan berkelanjutan,” menjadi semangat yang ditekankan dalam forum tersebut. Menurut H. Agus Asri Sabana, keberlanjutan merupakan hal yang sangat penting karena dana umat yang dikelola BAZNAS harus memberikan dampak maksimal bagi masyarakat. Dari Dana Zakat Menjadi Kekuatan Ekonomi Program Balai Ternak merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana dana zakat dapat dikelola menjadi kekuatan produktif. Bantuan yang diberikan kepada mustahik diharapkan tidak habis dalam satu kali pemanfaatan. Sebaliknya, bantuan tersebut harus terus berkembang dan memberikan manfaat dari waktu ke waktu. Dalam konteks inilah H. Agus Asri Sabana melihat Balai Ternak sebagai bagian dari upaya membangun rantai kebermanfaatan dana umat. Ternak yang dipelihara dapat berkembang. Hasilnya dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Peningkatan ekonomi kemudian dapat membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kualitas kehidupan, mengembangkan usaha, dan bahkan berbagi kembali kepada masyarakat. Dengan pola seperti itu, zakat tidak hanya menyelesaikan kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan untuk masa depan. Harapan Lahirnya Muzaki Baru Salah satu pesan paling kuat dalam sambutan Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka adalah harapan agar Program Balai Ternak mampu melahirkan muzaki baru. Bagi BAZNAS, keberhasilan program pemberdayaan idealnya tidak berhenti ketika mustahik telah menerima bantuan. Keberhasilan yang lebih tinggi adalah ketika penerima manfaat mampu keluar dari kondisi ketergantungan, menjadi mandiri secara ekonomi, kemudian memiliki kemampuan untuk menunaikan zakat dan membantu orang lain. Inilah mata rantai kebermanfaatan yang ingin dibangun melalui Program Balai Ternak. Zakat dari muzaki hari ini diolah menjadi program pemberdayaan, program melahirkan kemandirian mustahik, dan kemandirian tersebut diharapkan melahirkan muzaki baru di masa depan. Siklus inilah yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem zakat di Kabupaten Majalengka. Membuka Potensi Zakat Peternakan Majalengka H. Agus Asri Sabana juga menempatkan Program Balai Ternak dalam konteks yang lebih luas, yaitu membuka potensi zakat peternakan di Kabupaten Majalengka. Kabupaten Majalengka memiliki potensi peternakan domba dan sapi yang tersebar di berbagai wilayah. Potensi tersebut menjadi peluang besar untuk dikembangkan tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi kesadaran menunaikan zakat. Melalui program pemberdayaan, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa ketika usaha peternakan telah berkembang dan memenuhi ketentuan syariat, terdapat kewajiban zakat yang harus ditunaikan. Karena itu, Balai Ternak diharapkan tidak hanya melahirkan peternak yang produktif, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang zakat peternakan. Cijurey Sebagai Titik Awal Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran, menjadi salah satu titik penting dalam pelaksanaan Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka Tahun 2026. H. Agus Asri Sabana berharap kepercayaan yang diberikan kepada Cijurey dapat dijawab dengan kerja bersama seluruh unsur yang ada. Desa, penerima manfaat, pendamping, pemerintah kecamatan, DKP3, Kementerian Agama, BAZNAS, dan masyarakat perlu membangun komunikasi yang kuat agar program dapat berkembang. Cijurey diharapkan bukan hanya menjadi lokasi pelaksanaan program, tetapi dapat tumbuh menjadi contoh pemberdayaan berbasis peternakan yang nantinya dapat menginspirasi wilayah lainnya. Jika berhasil, model tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan yang lebih besar. Menjaga Amanah Dana Umat Di hadapan para peserta FGD, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka juga menekankan pentingnya pengawalan program. Setiap dana umat yang dikelola BAZNAS merupakan amanah dari masyarakat. Karena itu, program harus dilaksanakan secara tepat sasaran, terukur, transparan, dan memberikan manfaat yang nyata. Pengawalan tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, pendampingan, pengembangan ternak, hingga evaluasi. Menurutnya, keberhasilan tidak dapat dicapai secara instan. Diperlukan proses, kesabaran, kedisiplinan, pendampingan, serta komitmen bersama. Program harus dijaga agar tidak hanya terlihat berhasil pada tahap awal, tetapi mampu bertahan dan memberikan hasil dalam jangka panjang. Menatap Balai Ternak sebagai Ekosistem Pemberdayaan H. Agus Asri Sabana memandang bahwa ke depan Balai Ternak dapat berkembang lebih jauh. Tidak hanya berbicara tentang pembibitan dan penggemukan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi ekosistem yang mencakup pakan ternak, kesehatan hewan, pengelolaan limbah, pupuk organik, silase, pengolahan hasil, pemasaran, hingga penguatan kelembagaan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, satu program dapat melahirkan berbagai manfaat turunan. Limbah ternak dapat diolah menjadi pupuk. Tanaman jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan atau silase. Aktivitas peternakan dapat terhubung dengan ketahanan pangan. Sementara peningkatan ekonomi penerima manfaat dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran zakat. Inilah bentuk pemberdayaan yang diharapkan mampu menciptakan ekosistem kebaikan yang terus tumbuh. “Kita Kawal Bersama, Kita Pastikan Manfaatnya Berjalan” Menutup sambutannya, H. Agus Asri Sabana menegaskan pentingnya kebersamaan dalam mengawal Program Balai Ternak BAZNAS. Program ini merupakan amanah bersama yang harus dijaga agar benar-benar memberikan manfaat kepada penerima manfaat dan masyarakat sekitar. BAZNAS Kabupaten Majalengka siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan. Sebab, keberhasilan Program Balai Ternak bukan hanya tentang berapa ekor ternak yang berkembang, tetapi tentang berapa banyak kehidupan yang berubah menjadi lebih mandiri karena hadirnya program tersebut. Dari satu kandang, diharapkan lahir satu keluarga yang lebih berdaya. Dari satu keluarga yang berdaya, diharapkan tumbuh lingkungan yang lebih mandiri. Dan dari mustahik yang telah mandiri, diharapkan suatu hari lahir muzaki baru yang kembali menebarkan manfaat kepada sesama. Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mengoptimalkan dana umat untuk pemberdayaan masyarakat. Balai Ternak bukan sekadar program peternakan. Ia adalah ikhtiar untuk mengubah zakat menjadi kekuatan ekonomi, mengubah mustahik menjadi berdaya, dan menumbuhkan kebermanfaatan yang terus bersambung. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BalaiTernakBAZNAS #CijureyPanyingkiran #ZakatPeternakan #PemberdayaanMustahik #KampungZakat
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Eka Budhi Sulistyo: Balai Ternak BAZNAS Majalengka Harus Segera Dieksekusi
Eka Budhi Sulistyo: Balai Ternak BAZNAS Majalengka Harus Segera Dieksekusi
MAJALENGKA Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, mendorong agar Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka segera memasuki tahap pelaksanaan. Setelah melalui proses pematangan konsep dan koordinasi lintas sektor, program pemberdayaan berbasis peternakan tersebut dinilai sudah saatnya diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan. Pesan itu disampaikan Eka Budhi Sulistyo dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka yang berlangsung di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka, Selasa, 8 September 2026. Dalam forum tersebut, Eka menyampaikan materi mengenai Program Balai Ternak BAZNAS sekaligus menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar agenda bantuan ternak. Balai Ternak merupakan bagian dari ikhtiar pemberdayaan masyarakat yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus menghadirkan nilai keberkahan bagi penerima manfaat. Bukan Sekadar Membagikan Ternak Arah pemberdayaan menjadi titik penting dalam paparan Eka. Program Balai Ternak dirancang untuk mendorong masyarakat penerima manfaat agar tidak berhenti pada posisi sebagai penerima bantuan. Lebih jauh, mereka diharapkan mampu mengembangkan usaha peternakan secara produktif hingga mencapai kemandirian ekonomi. Gagasan tersebut sejalan dengan arah BAZNAS Kabupaten Majalengka yang menempatkan program pemberdayaan sebagai jalan untuk mengubah mustahik menjadi masyarakat yang berdaya dan, dalam jangka panjang, membuka peluang lahirnya muzaki baru. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., sebelumnya menegaskan bahwa Balai Ternak merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang harus dikawal agar kebermanfaatannya terus berjalan dan dapat melahirkan muzaki baru. Dengan perspektif tersebut, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah ternak yang disalurkan. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan kehidupan penerima manfaat setelah program berjalan. Dari Ruang Rapat ke Lapangan FGD yang digelar 8 September itu mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Majalengka hingga DKP3, Kementerian Agama, Kecamatan Panyingkiran, Pemerintah Desa Cijurey, pendamping program, dan penerima manfaat. Forum tersebut digunakan untuk menyatukan visi, mematangkan aspek teknis, serta memperjelas peran masing-masing pihak. Setelah seluruh proses tersebut dilalui, pesan yang disampaikan BAZNAS RI menjadi tegas: “Kita Eksekusi.” Kalimat tersebut menjadi penanda bahwa pembahasan mengenai Balai Ternak tidak boleh berhenti sebagai konsep atau dokumen perencanaan. Program harus segera bergerak menuju pelaksanaan. Eka menempatkan kehadiran BAZNAS RI dalam forum tersebut sebagai bagian dari penguatan arah program agar implementasi di daerah tetap berada dalam koridor pemberdayaan dan menghasilkan dampak yang dapat diukur. Cijurey Diproyeksikan Menjadi Titik Awal Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka salah satunya akan dikembangkan di Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran. Dari 343 desa yang berada di Kabupaten Majalengka, Cijurey dipercaya menjadi salah satu lokasi strategis program tersebut. Pemerintah Desa Cijurey menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan program dan telah melakukan koordinasi dengan UPZ Desa Cijurey. Cijurey tidak hanya memiliki potensi peternakan. Pengembangan program juga membuka peluang untuk membangun keterhubungan antara peternakan, pertanian, pengelolaan limbah, pupuk, dan ketahanan pangan. Limbah peternakan dapat diolah menjadi pupuk, sementara potensi tanaman jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan silase untuk mendukung kebutuhan pakan ternak. Konsep tersebut membuka peluang terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Ada Potensi Zakat yang Besar Program Balai Ternak juga memiliki dimensi yang lebih luas: membuka kembali ruang pengembangan zakat peternakan di Kabupaten Majalengka. Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Majalengka, Embed Humed, M.Pd., menyampaikan bahwa potensi zakat di sektor tersebut masih sangat besar. Penghimpunan ZIS Kabupaten Majalengka pada 2025 disebut mencapai sekitar Rp17 miliar, sedangkan potensi kurban mencapai sekitar Rp73 miliar. Di sisi lain, dalam empat tahun terakhir BAZNAS Kabupaten Majalengka belum memiliki penghimpunan zakat peternakan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ruang besar yang dapat dikembangkan melalui program pemberdayaan. Balai Ternak diharapkan menjadi salah satu embrio untuk menghidupkan kembali ekosistem zakat peternakan tersebut. Pemberdayaan yang Tidak Boleh Berhenti di Awal Dukungan lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program. DKP3 Kabupaten Majalengka menyatakan kesiapan memberikan dukungan dari sisi teknis peternakan, kesehatan ternak, bibit, lingkungan, hingga penyuluhan. Bahkan, dukungan tenaga teknis termasuk enam orang dokter juga disiapkan untuk mendukung program. Kementerian Agama Kabupaten Majalengka juga melihat program tersebut memiliki ruang pengembangan yang luas, termasuk kemungkinan memperluas pemberdayaan ke lingkungan pondok pesantren yang telah memiliki aktivitas peternakan. Di saat yang sama, penyuluh agama dapat mengambil peran dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai zakat peternakan bagi peternak yang telah memenuhi ketentuannya. Pesannya jelas: program tidak boleh hanya terlihat saat diluncurkan. Balai Ternak harus hidup, tumbuh, didampingi, dan berkembang. Target Akhir: Mustahik Berdaya, Muzaki Bertambah BAZNAS Kabupaten Majalengka melihat Program Balai Ternak bukan sebagai proyek jangka pendek. Program tersebut diarahkan menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan yang dapat berkembang menuju Kampung Zakat. Di dalamnya terdapat cita-cita yang lebih besar: peternak mustahik memiliki usaha produktif, ekonomi keluarga menguat, ketahanan pangan berkembang, kesadaran zakat meningkat, dan pada akhirnya muncul masyarakat yang mampu menunaikan zakat. Karena itu, keberhasilan Balai Ternak tidak berhenti ketika ternak berkembang. Ukuran keberhasilannya adalah ketika penerima manfaat mampu berkembang secara mandiri dan kemudian mampu memberikan manfaat kepada masyarakat lainnya. Saatnya Bergerak Paparan Eka Budhi Sulistyo dalam FGD Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka membawa satu pesan utama: perencanaan harus segera berubah menjadi tindakan. Setelah sinergi lintas sektor dibangun, potensi dipetakan, dan konsep dimatangkan, kini saatnya seluruh pihak bergerak sesuai perannya. “Kita Eksekusi.” Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, kalimat tersebut bukan sekadar penutup forum. Ia menjadi komitmen untuk mengawal dana umat agar benar-benar menghasilkan kebermanfaatan yang nyata. Semoga Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka menjadi ikhtiar yang diridai Allah SWT, menguatkan ekonomi masyarakat, meningkatkan keberdayaan mustahik, menghidupkan potensi zakat peternakan, dan pada akhirnya membuka jalan bagi lahirnya muzaki-muzaki baru. Zakat tidak berhenti pada penyaluran. Zakat harus bergerak menjadi pemberdayaan, kemandirian, dan kebermanfaatan yang terus tumbuh. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #EkaBudhiSulistyo #BalaiTernakBAZNAS #BalaiTernakMajalengka #PemberdayaanZakat #PemberdayaanMustahik #ZakatPeternakan #KampungZakat #Cijurey #Panyingkiran #KitaEksekusi
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Embed Humed: Balai Ternak Harus Jadi Titik Bangkit Zakat Peternakan Majalengka
Embed Humed: Balai Ternak Harus Jadi Titik Bangkit Zakat Peternakan Majalengka
MAJALENGKA Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Majalengka, Embed Humed, M.Pd., melihat Program Balai Ternak BAZNAS Tahun 2026 bukan sekadar program pemberdayaan mustahik. Baginya, program tersebut harus menjadi momentum untuk membangkitkan kembali potensi zakat peternakan di Kabupaten Majalengka. Pandangan itu disampaikan Embed Humed dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Balai Ternak BAZNAS yang berlangsung di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka, Selasa, 8 September 2026. Forum tersebut mempertemukan BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, DKP3, Kementerian Agama, Kecamatan Panyingkiran, Pemerintah Desa Cijurey, pendamping program, penerima manfaat, dan unsur terkait lainnya. Menurut Embed Humed, pembahasan dalam FGD membuka perspektif penting tentang besarnya ruang yang masih dapat dikembangkan dalam ekosistem zakat Majalengka. Salah satunya adalah sektor peternakan. Berdasarkan pemaparan dalam forum, penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Kabupaten Majalengka pada 2025 mencapai sekitar Rp17 miliar. Sementara potensi kurban di daerah tersebut disebut mencapai sekitar Rp73 miliar. Angka itu, menurutnya, menunjukkan bahwa potensi ekonomi umat di Majalengka masih sangat besar untuk dikembangkan melalui pendekatan pemberdayaan dan literasi zakat. Empat Tahun Tanpa Penghimpunan Zakat Peternakan Ada satu persoalan yang menjadi perhatian serius. Dalam empat tahun terakhir, BAZNAS Kabupaten Majalengka belum memiliki penghimpunan zakat peternakan. Padahal, populasi domba dan sapi tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Majalengka. Kondisi tersebut menjadi alasan mengapa Balai Ternak dinilai memiliki arti strategis. Program ini diharapkan menjadi embrio kebangkitan zakat peternakan sekaligus pintu masuk untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa aktivitas peternakan juga memiliki dimensi ibadah melalui kewajiban zakat ketika telah memenuhi ketentuan. “Potensi ini harus kita lihat bukan hanya sebagai potensi ekonomi, tetapi juga sebagai potensi zakat,” menjadi semangat yang tercermin dalam pandangan Embed Humed terhadap pengembangan program tersebut. Dengan pendekatan itu, peternakan tidak berhenti sebagai aktivitas produksi. Ia dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan umat. Jangan Berhenti pada Ternak Embed Humed juga menekankan bahwa keberhasilan Balai Ternak tidak semestinya diukur hanya dari berapa ekor ternak yang dimiliki atau disalurkan. Yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah program berjalan. Penerima manfaat harus mendapatkan pendampingan agar mampu berkembang menjadi peternak yang profesional, produktif, dan mandiri. Karena itu, konsep Balai Ternak dalam FGD mulai diarahkan pada pembangunan ekosistem yang lebih luas. Mulai dari bibit, pakan, kesehatan ternak, pengelolaan limbah, pupuk, hingga pemasaran harus dapat saling terhubung. Di Desa Cijurey, misalnya, potensi tanaman jagung dapat dikembangkan sebagai bahan pembuatan silase. Sementara limbah peternakan dapat diarahkan menjadi pupuk dan produk bernilai guna. Konsep tersebut membuka peluang lahirnya ekosistem ekonomi sirkular, di mana peternakan tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan pertanian dan ketahanan pangan. Dari Mustahik, Naik Kelas Menjadi Muzaki Inilah target yang lebih besar dari program tersebut. BAZNAS tidak ingin pemberdayaan berhenti pada status penerima bantuan. Program Balai Ternak diharapkan mampu menciptakan proses transformasi: mustahik menjadi berdaya, berdaya menjadi mandiri, dan mandiri kemudian memiliki kemampuan untuk menjadi muzaki. Gagasan tersebut sejalan dengan arah Program Balai Ternak yang diproyeksikan tidak hanya melahirkan peternak mandiri, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang berkelanjutan hingga membuka peluang lahirnya muzaki baru. Dengan demikian, dana zakat tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, melainkan menjadi modal perubahan yang manfaatnya dapat terus berkembang. Cijurey Didorong Menjadi Model Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran, menjadi salah satu titik penting dalam pelaksanaan Program Balai Ternak. Dari 343 desa di Kabupaten Majalengka, Cijurey dipercaya menjadi bagian dari program strategis tersebut. Pemerintah Desa Cijurey juga telah berkoordinasi dengan UPZ Desa Cijurey untuk mendukung pelaksanaan program. Kultur peternakan yang telah tumbuh di masyarakat menjadi modal sosial yang penting. Karena itu, Cijurey tidak hanya diharapkan menjadi lokasi program, tetapi juga dapat berkembang sebagai pilot project pemberdayaan yang memberikan inspirasi bagi wilayah lainnya. Jika ekosistem tersebut berhasil dibangun, Balai Ternak dapat berkembang lebih jauh menjadi bagian dari konsep Kampung Zakat—sebuah kawasan pemberdayaan yang menggabungkan kekuatan ekonomi, ketahanan pangan, kesadaran zakat, dan kemandirian masyarakat. Saatnya Eksekusi Bagi Embed Humed, FGD bukan titik akhir. Forum tersebut justru harus menjadi titik awal untuk bergerak. Berbagai potensi, persoalan, dan peluang yang telah dibahas harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan. Semangat itu kemudian dipertegas dalam FGD melalui pesan: “Kita Eksekusi.” Pesan tersebut menjadi penanda bahwa Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka harus segera bergerak dari ruang diskusi menuju implementasi nyata. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap program ini mampu menjadi salah satu jalan untuk memperkuat ekonomi masyarakat, menghidupkan kembali potensi zakat peternakan, meningkatkan keberdayaan mustahik, dan dalam jangka panjang melahirkan muzaki-muzaki baru. Sebab, pada akhirnya, keberhasilan pemberdayaan bukan sekadar ketika bantuan tersalurkan. Keberhasilan sejati adalah ketika penerima manfaat mampu berdiri sendiri, berkembang, lalu memiliki kesempatan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #EmbedHumed #BalaiTernakBAZNAS #ZakatPeternakan #Cijurey #Panyingkiran #KampungZakat #PemberdayaanMustahik
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
H. Gatot Sulaeman Tegaskan DKP3 Siap Kawal Program Balai Ternak BAZNAS Majalengka
H. Gatot Sulaeman Tegaskan DKP3 Siap Kawal Program Balai Ternak BAZNAS Majalengka
MAJALENGKA Dukungan terhadap Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka Tahun 2026 terus menguat. Salah satu dukungan strategis datang dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka yang menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam pengembangan program pemberdayaan masyarakat berbasis peternakan tersebut. Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman, AP., M.Si., menyambut baik hadirnya Program Balai Ternak BAZNAS. Menurutnya, program tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya menyentuh aspek ekonomi masyarakat, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara lembaga zakat dengan pemerintah dalam mengembangkan potensi peternakan di daerah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka yang dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka. Forum tersebut mempertemukan BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, DKP3, Kementerian Agama, Kecamatan Panyingkiran, Pemerintah Desa Cijurey, pendamping program, penerima manfaat, serta sejumlah unsur terkait lainnya. DKP3 Siap Memberikan Dukungan Teknis Dalam tanggapannya, H. Gatot Sulaeman menegaskan bahwa DKP3 siap mengambil bagian dalam mengawal pelaksanaan Program Balai Ternak, khususnya dari sisi teknis peternakan. Dukungan tersebut mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari kesehatan ternak, kondisi dan kualitas bibit, lingkungan peternakan, hingga peningkatan kapasitas para penerima manfaat. Kesiapan tersebut menjadi penting karena keberhasilan program pemberdayaan peternakan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah ternak yang diberikan kepada penerima manfaat. Lebih dari itu, diperlukan pengelolaan yang tepat, pemeliharaan yang baik, pengawasan kesehatan ternak, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak. Dalam forum tersebut, DKP3 juga menyampaikan kesiapan untuk melibatkan tenaga teknis, termasuk enam orang dokter, sekaligus memberikan penyuluhan kepada para penerima manfaat Program Balai Ternak. Peternakan Harus Berkembang dan Berkelanjutan H. Gatot Sulaeman melihat bahwa Program Balai Ternak BAZNAS memiliki peluang untuk dikembangkan secara lebih luas. Karena itu, aspek keberlanjutan menjadi perhatian penting dalam pelaksanaannya. Menurutnya, pengembangan peternakan perlu memperhatikan keterkaitan antara ternak, pakan, kesehatan, lingkungan, dan kemampuan sumber daya manusia yang mengelolanya. Pendekatan tersebut sejalan dengan arah Program Balai Ternak yang tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah ternak, tetapi juga membangun ekosistem peternakan yang produktif dan berkelanjutan. DKP3, dalam kapasitasnya sebagai perangkat daerah yang memiliki kompetensi di bidang ketahanan pangan, pertanian, dan perikanan, siap memberikan dukungan sesuai dengan kewenangan dan keahliannya. Dengan pendampingan teknis yang berkelanjutan, penerima manfaat diharapkan tidak hanya mampu memelihara ternak, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha peternakan secara profesional. Kolaborasi BAZNAS dan Pemerintah Jadi Kekuatan Dukungan DKP3 menunjukkan bahwa Program Balai Ternak BAZNAS tidak berjalan sendiri. Program tersebut dibangun melalui sinergi lintas sektor agar setiap potensi dapat dimanfaatkan secara optimal. BAZNAS memiliki peran dalam pemberdayaan mustahik melalui pendayagunaan dana zakat, sementara pemerintah daerah melalui DKP3 memiliki kapasitas teknis dalam pengembangan sektor peternakan. Kolaborasi kedua unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pelaksanaan program sekaligus memastikan penerima manfaat mendapatkan pendampingan yang memadai. Program Balai Ternak sendiri diarahkan sebagai model pemberdayaan ekonomi mustahik yang berkelanjutan, dengan tujuan jangka panjang agar penerima manfaat dapat berkembang menjadi peternak mandiri dan pada akhirnya memiliki kemampuan untuk menjadi muzaki baru. Cijurey Memiliki Potensi untuk Dikembangkan Salah satu lokasi utama Program Balai Ternak BAZNAS adalah Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran. Desa tersebut dinilai memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui integrasi antara sektor peternakan dan pertanian. Dalam FGD, bahkan muncul gagasan untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular, di mana limbah peternakan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk dan produk bernilai guna. Potensi tersebut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara BAZNAS, DKP3, pemerintah desa, pendamping, dan masyarakat. Pengembangan pakan ternak juga dapat diarahkan dengan memanfaatkan potensi tanaman jagung yang tersedia di Cijurey, termasuk untuk mendukung kebutuhan silase sebagai pakan ternak. Dengan demikian, pengembangan Balai Ternak tidak berhenti pada aktivitas pemeliharaan domba, tetapi dapat berkembang menjadi sebuah ekosistem yang menghubungkan peternakan, pertanian, pakan, kesehatan ternak, pengelolaan limbah, pupuk, hingga pemasaran. DKP3 Siap Mengawal Kebermanfaatan Program Kesiapan DKP3 menjadi bagian penting dalam memastikan Program Balai Ternak BAZNAS dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. H. Gatot Sulaeman bersama jajaran DKP3 diharapkan dapat terus mengawal aspek teknis sehingga para penerima manfaat memperoleh pengetahuan dan pendampingan yang dibutuhkan untuk mengembangkan peternakannya. Sebab, keberhasilan program bukan hanya ketika ternak diterima oleh mustahik, melainkan ketika ternak tersebut berkembang, usaha peternakan tumbuh, pendapatan penerima manfaat meningkat, dan tercipta kemandirian ekonomi. Semangat tersebut sejalan dengan tujuan besar Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka: mengubah bantuan menjadi pemberdayaan, pemberdayaan menjadi kemandirian, dan kemandirian menjadi kebermanfaatan yang berkelanjutan. Sinergi BAZNAS bersama DKP3 dan seluruh unsur terkait diharapkan menjadi fondasi kuat untuk menjadikan Desa Cijurey sebagai salah satu model pemberdayaan peternakan dan cikal bakal ekosistem Kampung Zakat di Kabupaten Majalengka. Dari zakat untuk pemberdayaan. Dari peternakan untuk kemandirian. Dari kolaborasi untuk Majalengka yang semakin berdaya. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BalaiTernakBAZNAS #GatotSulaeman #DKP3Majalengka #Cijurey #Panyingkiran #KampungZakat #ZakatPeternakan #PemberdayaanMustahik
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Yusup Faisal: Cijurey Siap Jadi Desa Percontohan Balai Ternak BAZNAS Majalengka
Yusup Faisal: Cijurey Siap Jadi Desa Percontohan Balai Ternak BAZNAS Majalengka
MAJALENGKA Kepercayaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kepada Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran, sebagai lokasi Program Balai Ternak BAZNAS Tahun 2026 mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Cijurey. Kepala Desa Cijurey, Yusup Faisal, menyambut baik hadirnya program tersebut. Baginya, terpilihnya Cijurey di antara ratusan desa di Kabupaten Majalengka bukan sekadar sebuah kepercayaan, tetapi juga amanah sekaligus peluang besar untuk mengangkat potensi ekonomi masyarakat desa. “Kami sangat mengapresiasi kepercayaan BAZNAS kepada Desa Cijurey. Ini bukan hanya tentang bantuan ternak, tetapi bagaimana program ini bisa menjadi awal pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian Focus Group Discussion (FGD) Program Balai Ternak BAZNAS yang digelar di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka, Selasa (8/9/2026). Forum tersebut mempertemukan BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, DKP3, Kementerian Agama, Kecamatan Panyingkiran, Pemerintah Desa Cijurey, pendamping program, penerima manfaat, serta unsur terkait lainnya. Bukan Sekadar Bantuan, Tetapi Amanah untuk Masyarakat Yusup Faisal menilai Program Balai Ternak memiliki arti penting bagi masyarakat Cijurey. Program tersebut tidak semestinya dipandang hanya sebagai penyaluran bantuan berupa ternak, tetapi sebagai proses membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program akan sangat ditentukan oleh bagaimana seluruh pihak mampu menjaga, mengembangkan, dan mengawal program setelah pelaksanaannya dimulai. Karena itu, Pemerintah Desa Cijurey menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan BAZNAS dan seluruh unsur yang terlibat. Koordinasi dengan UPZ Desa Cijurey juga telah dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan program. “Kami siap mendukung dan mengawal program ini bersama-sama. Harapannya, masyarakat penerima manfaat benar-benar bisa berkembang dan mendapatkan manfaat dalam jangka panjang.” Cijurey Diproyeksikan Menjadi Pilot Project Kepercayaan BAZNAS kepada Desa Cijurey menjadi semakin berarti karena program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pemberdayaan di satu lokasi. Pihak Kecamatan Panyingkiran turut mendorong agar Cijurey dapat menjadi pilot project sekaligus inspirasi bagi desa dan kecamatan lainnya. Kultur peternakan yang telah tumbuh di tengah masyarakat menjadi salah satu modal sosial yang mendukung arah tersebut. Yusup Faisal menyambut harapan tersebut dengan optimisme. Ia melihat Cijurey memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan pemberdayaan yang tidak hanya menghasilkan peternak, tetapi juga membangun keterkaitan antara peternakan, pertanian, pengelolaan limbah, hingga ketahanan pangan. “Kami berharap Cijurey tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan program, tetapi bisa menjadi desa percontohan yang nantinya memberikan inspirasi bagi desa-desa lainnya.” Potensi Domba dan Pertanian Menjadi Kekuatan Cijurey Salah satu potensi yang ingin kembali dikembangkan adalah peternakan domba. Masyarakat Desa Cijurey sebelumnya memiliki ternak domba, namun sebagian ternak tersebut telah ditukar dengan sapi. Kondisi tersebut membuat pengembangan kembali peternakan domba menjadi salah satu peluang yang dapat diperkuat melalui Program Balai Ternak. Selain peternakan, Cijurey juga memiliki peluang untuk mengembangkan sektor pertanian secara terintegrasi. Dalam FGD, muncul gagasan pemanfaatan limbah peternakan sebagai pupuk. Dengan pendekatan tersebut, kotoran ternak tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna bagi pertanian. Konsep tersebut membuka peluang terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular di tingkat desa. Peternakan menghasilkan limbah, limbah diolah menjadi pupuk, sementara sektor pertanian dapat mendukung kebutuhan peternakan. Dengan demikian, berbagai potensi desa dapat saling menguatkan. Dari Ternak hingga Ketahanan Pangan Bagi Pemerintah Desa Cijurey, gagasan tersebut menjadi bagian penting dari masa depan program. Balai Ternak tidak harus berhenti pada pembibitan atau penggemukan ternak. Jika dikembangkan secara serius, program dapat membentuk rantai ekonomi yang lebih luas, mulai dari ternak, pakan, kesehatan ternak, pengelolaan limbah, pupuk, hingga ketahanan pangan. Potensi tanaman jagung di Cijurey, misalnya, dapat menjadi peluang dalam penyediaan pakan melalui pengembangan silase. Sementara pengelolaan limbah peternakan dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan pupuk. Konsep pengembangan tersebut sejalan dengan arah program yang ingin membangun rantai ekosistem peternakan, bukan sekadar menambah jumlah ternak. Menjawab Kepercayaan dengan Kerja Nyata Yusup Faisal menyadari bahwa kepercayaan BAZNAS kepada Cijurey harus dijawab dengan keseriusan. Dari 343 desa di Kabupaten Majalengka, Cijurey mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari program strategis pemberdayaan tersebut. Karena itu, Pemerintah Desa Cijurey tidak ingin program hanya terlihat baik pada saat peluncuran, tetapi harus benar-benar hidup dan berkembang setelah berjalan. Semangat tersebut juga sejalan dengan pesan yang mengemuka dalam FGD: “Kita Eksekusi.” Bagi Cijurey, pesan itu menjadi dorongan untuk segera menerjemahkan berbagai gagasan menjadi kerja nyata di lapangan. Program harus dikawal, penerima manfaat harus didampingi, dan potensi desa harus terus dikembangkan. Harapan Yusup Faisal: Masyarakat Berdaya, Desa Semakin Mandiri Pada akhirnya, harapan Pemerintah Desa Cijurey bukan sekadar bertambahnya jumlah ternak. Lebih jauh, program diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha, menciptakan sumber pendapatan, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka peluang tumbuhnya ekonomi baru di desa. Cijurey ingin membuktikan bahwa dana zakat yang dikelola melalui program pemberdayaan dapat menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat. Dari bantuan menjadi modal usaha. Dari penerima manfaat menjadi peternak yang mandiri. Dan dalam jangka panjang, dari mustahik menuju muzaki. “Kami berharap program ini bisa berjalan dengan baik, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Cijurey. Kalau berhasil, mudah-mudahan Cijurey bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.” Harapan tersebut menjadi semangat bersama dalam menyambut tahap berikutnya Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bukan lagi sekadar berbicara tentang rencana. Kini saatnya Cijurey bergerak.#BAZNASMajalengka #BalaiTernakBAZNAS #YusupFaisal #DesaCijurey #Panyingkiran #ZakatPeternakan #PemberdayaanMasyarakat #KampungZakat #MajalengkaLangkungSae
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan dan Sembako untuk Adek Meysha
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan dan Sembako untuk Adek Meysha
Majalengka Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan melalui penyaluran bantuan biaya kesehatan dan tiga paket sembako kepada Adek Meysha, warga Blok Dukuh Maja, Desa Weragati, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Majalengka, Ibu Hj. Iim Maemunah Suherman. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan kesehatan serta kebutuhan sehari-hari keluarga Adek Meysha. Bentuk Kepedulian dan Amanah Zakat Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi ujian merupakan bagian dari semangat berbagi dan menguatkan sesama. “Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban keluarga. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kekuatan, kesehatan, serta kemudahan dalam setiap ikhtiar yang dijalani,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, kehadiran Ibu Hj. Iim Maemunah Suherman turut menjadi wujud perhatian dan kepedulian terhadap kondisi keluarga Adek Meysha. Kebersamaan dalam penyaluran bantuan menjadi pengingat bahwa kepedulian kepada masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Adek Meysha, Anak Prematur yang Membutuhkan Perhatian Khusus Adek Meysha merupakan anak yang lahir secara prematur pada usia kandungan tujuh bulan, dengan berat badan lahir sekitar 1,2 kilogram. Sejak lahir, Meysha mengalami kondisi medis langka berupa tidak terbentuknya bola mata, yang dalam istilah medis dikenal sebagai anoftalmia. Meysha juga diketahui memiliki saudara kembar bernama Marsya. Kondisi tersebut membuat Meysha membutuhkan perhatian dan perawatan khusus dalam proses tumbuh kembangnya. Dukungan dari keluarga, masyarakat, pemerintah, lembaga sosial, serta para dermawan menjadi sangat berarti bagi keberlangsungan perawatannya. Perjuangan Ibu Ressa Merawat Buah Hati Meysha tinggal bersama ibunya, Ibu Ressa Fitri Anisa, di Blok Dukuh Maja, Desa Weragati, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka. Di tengah keterbatasan ekonomi, Ibu Ressa terus berusaha memberikan perawatan terbaik bagi buah hatinya. Perjuangan tersebut menjadi semakin berat karena pada saat yang sama Ibu Ressa juga harus menjalani masa pemulihan setelah mengalami patah kaki. Kondisi tersebut tentu menjadi ujian yang tidak ringan. Namun, kasih sayang seorang ibu dan keteguhan hati dalam merawat anak menjadi sumber kekuatan untuk terus menjalani kehidupan. Zakat Hadir untuk Menguatkan Sesama BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen untuk menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang berhak menerima manfaatnya. Melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS, BAZNAS berupaya agar dana yang dititipkan oleh para muzaki dan donatur dapat memberikan manfaat secara tepat sasaran sekaligus menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat. Penyaluran bantuan kepada Adek Meysha menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu kepedulian, kasih sayang, gotong royong, dan saling membantu dalam kebaikan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”(QS. Al-Ma'idah: 2) Semoga bantuan yang disalurkan menjadi keberkahan bagi keluarga Adek Meysha dan menjadi amal kebaikan bagi para muzaki serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam perjuangan membantu sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Manfaat, Menguatkan Umat.#BAZNASMajalengka #BAZNAS #Majalengka#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana#IimMaemunahSuherman #AdekMeysha
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Pak Bawi Akhirnya Miliki Rumah Layak Huni Setelah Lebih Setahun Tinggal di Gudang Kandang Domba
Pak Bawi Akhirnya Miliki Rumah Layak Huni Setelah Lebih Setahun Tinggal di Gudang Kandang Domba
Majalengka, 8 September 2026 Setelah lebih dari setahun bertahan di sebuah gudang beratap di area kandang domba, Bapak Bawi, warga Blok Loji, Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, kini dapat menempati hunian yang lebih layak. Harapan itu hadir melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Pada Selasa (8/9/2026), rumah bantuan tersebut diserahkan kepada Bapak Bawi oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Majalengka, Ibu Hj. Iim Maemunah Suherman. Prosesi penyerahan turut dihadiri Camat Ligung, Kepala Desa Ligung, Kepala Puskesmas Ligung, serta kader-kader PKK. Bagi Bapak Bawi, bantuan tersebut bukan sekadar sebuah bangunan. Rumah itu menjadi tempat untuk kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman dan bermartabat setelah selama ini hidup dalam keterbatasan. Sebelumnya, rumah yang ditempati Bapak Bawi bersama putranya, Andi (25 tahun), telah roboh lebih dari satu tahun lalu. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keduanya tidak mampu segera membangun kembali tempat tinggal. Mereka kemudian menumpang di sebuah gudang beratap yang berada di area kandang domba milik warga setempat, Bapak Ayip. Di tengah kondisi tersebut, Bapak Bawi tetap berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia mencari barang-barang rongsokan untuk dijual dan sesekali membantu mengarit rumput yang digunakan sebagai pakan domba milik Bapak Ayip. Kehidupan yang dijalani Bapak Bawi menggambarkan bagaimana keterbatasan ekonomi dapat membuat kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak menjadi sesuatu yang sulit diwujudkan seorang diri. Survei untuk Memastikan Bantuan Tepat Sasaran Kondisi Bapak Bawi sebelumnya telah menjadi perhatian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Pada 4 September 2026, tim BAZNAS melakukan survei lapangan untuk melihat secara langsung kondisi tempat tinggal dan keadaan calon penerima manfaat Program Rumah Layak Huni BAZNAS. Survei tersebut dilakukan untuk memastikan kelayakan penerima sekaligus melihat kondisi fisik hunian, keadaan sosial, dan kemampuan ekonomi calon mustahik. Proses verifikasi menjadi bagian penting dalam penyaluran zakat agar amanah masyarakat dapat diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Hasil survei kemudian menjadi salah satu dasar dalam pelaksanaan bantuan RLHB bagi Bapak Bawi. Rumah Baru, Harapan Baru Kini, setelah rumah bantuan tersebut diserahkan, Bapak Bawi memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak untuk menjalani hari-harinya bersama sang putra. Kehadiran rumah tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan sekaligus menjadi titik awal bagi keluarga Bapak Bawi untuk menata kehidupan dengan lebih baik. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, kisah Bapak Bawi juga menjadi pengingat bahwa zakat tidak hanya berbicara mengenai penyaluran bantuan dalam bentuk materi, tetapi tentang bagaimana dana umat dapat memberikan perubahan nyata dalam kehidupan seseorang. Rumah yang layak merupakan kebutuhan dasar. Ketika kebutuhan tersebut terpenuhi, seorang mustahik memiliki ruang yang lebih baik untuk membangun kembali kehidupan keluarganya. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menegaskan melalui program-program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, BAZNAS terus berupaya menghadirkan manfaat zakat secara tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Sementara itu, keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, Puskesmas, hingga kader PKK, menunjukkan bahwa penanganan persoalan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kepedulian dan kolaborasi banyak pihak. Zakat yang Mengubah Kehidupan Kisah Bapak Bawi menjadi salah satu gambaran bahwa di balik zakat yang ditunaikan masyarakat, terdapat harapan dari mereka yang membutuhkan. Zakat yang dikelola dengan amanah dapat menjadi jembatan antara kepedulian para muzaki dengan kebutuhan para mustahik. Bantuan rumah bagi Bapak Bawi menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut. Allah SWT berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”(QS. Al-Ma'idah: 2) Semangat tolong-menolong itulah yang diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, ketika kepedulian diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah, manfaatnya tidak berhenti pada pemberian, tetapi dapat menjadi jalan untuk memulihkan harapan dan meningkatkan kualitas kehidupan. BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, dan masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya. Amanah tersebut terus diupayakan agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Bagi Bapak Bawi, rumah itu mungkin terlihat sederhana. Namun setelah lebih dari setahun tidak memiliki tempat tinggal yang layak, rumah tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar: sebuah ruang untuk pulang, berlindung, dan menata kembali harapan. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menunaikan Zakat, Menebar Manfaat, Menguatkan Umat. #MajalengkaLangkungSae#SAEkeunMajalengka#AgusAsriSabana#BAZNASMajalengka#RLHBPakBawi
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
SDN se-Kecamatan Palasah Terima Pengembalian Dana SIGAP dari BAZNAS Majalengka
SDN se-Kecamatan Palasah Terima Pengembalian Dana SIGAP dari BAZNAS Majalengka
Majalengka, 8 September 2026 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengembalikan dana Program SIGAP kepada Sekolah Dasar Negeri (SDN) se-Kecamatan Palasah. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Wahyu, M.Pd., Staf Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka, dan diterima oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Palasah di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka, Selasa (8/9/2026). Pengembalian dana tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program SIGAP sekaligus bentuk pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana yang dihimpun melalui infak dan sedekah di lingkungan sekolah. Langkah ini menegaskan komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk memastikan pengelolaan dana umat berlangsung secara amanah, transparan, tertib administrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bukan Sekadar Pengembalian Dana Program SIGAP yang berjalan di lingkungan sekolah tidak berhenti pada aktivitas penghimpunan infak dan sedekah. Lebih jauh, program tersebut menjadi ruang pendidikan bagi peserta didik untuk mengenal dan mempraktikkan nilai kepedulian sosial sejak dini. Kebiasaan menyisihkan sebagian rezeki melalui infak dan sedekah merupakan pembelajaran sederhana yang memiliki makna besar. Dari kebiasaan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada nilai berbagi, empati, keikhlasan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, pengelolaan Program SIGAP tidak hanya dipandang sebagai aktivitas administratif, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda yang memiliki kepedulian sosial dan akhlak mulia. Menjaga Amanah dari Lingkungan Sekolah Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, setiap dana yang dihimpun dari masyarakat merupakan amanah yang harus dikelola secara profesional. Pengembalian dana SIGAP kepada sekolah menjadi salah satu bagian dari mekanisme pertanggungjawaban program. Proses tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya administrasi yang tertib dalam setiap tahapan pengelolaan dana infak dan sedekah. Wahyu, M.Pd., selaku Staf Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka, menyerahkan pengembalian dana tersebut secara simbolis kepada Ketua K3S Kecamatan Palasah. Sinergi antara BAZNAS dan pihak sekolah diharapkan terus terjaga agar Program SIGAP dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas. Sekolah Menjadi Ruang Tumbuhnya Budaya Berbagi Pendidikan karakter tidak selalu harus dimulai dari hal-hal besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat membentuk karakter yang kuat. Melalui Program SIGAP, peserta didik belajar bahwa sebagian rezeki yang dimiliki dapat disisihkan untuk kebaikan. Dari sana tumbuh kesadaran bahwa kebahagiaan tidak hanya berasal dari menerima, tetapi juga dari kemampuan untuk berbagi dan memberikan manfaat kepada orang lain. Nilai tersebut sejalan dengan semangat ajaran Islam yang mendorong umat untuk gemar berinfak, bersedekah, dan berlomba-lomba dalam kebaikan. BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang lingkungan sekolah sebagai salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai tersebut. Sebab, karakter yang dibangun sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat. Sinergi BAZNAS dan Sekolah Terus Diperkuat Pengembalian dana SIGAP bagi SDN se-Kecamatan Palasah juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan dunia pendidikan. Sekolah memiliki posisi penting dalam membangun budaya kebaikan. Sementara itu, BAZNAS hadir untuk memperkuat ekosistem tersebut melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional serta berorientasi pada kemanfaatan. Kolaborasi yang terbangun diharapkan tidak hanya menghasilkan tata kelola program yang baik, tetapi juga melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, peduli, dan memiliki semangat berbagi. Menumbuhkan Kebaikan, Menguatkan Kemanfaatan BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak di lingkungan pendidikan Kecamatan Palasah yang telah berpartisipasi dalam Program SIGAP. Semangat berbagi yang tumbuh dari lingkungan sekolah merupakan bagian dari gerakan kebaikan yang perlu dirawat bersama. Sebab, setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas, sekecil apa pun, memiliki nilai dan manfaat bagi kehidupan bersama. Melalui Program SIGAP, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berikhtiar membangun budaya berbagi sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat bahwa infak dan sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian dan menghadirkan kebermanfaatan. Semoga setiap infak dan sedekah yang telah dihimpun menjadi amal kebaikan yang diterima Allah SWT, dilimpahkan keberkahan, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Majalengka Langkung SAE. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kemanfaatan.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #BAZNASKabupatenMajalengka #ProgramSIGAP #DanaSIGAP #InfakSekolah #SedekahSekolah #KecamatanPalasah #SDNPalasah #K3SPalasah
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Serunya Jadi Generasi SIGAP: BAZNAS Majalengka Ajak Siswa SMAN 1 Jatiwangi Gemar Berbagi
Serunya Jadi Generasi SIGAP: BAZNAS Majalengka Ajak Siswa SMAN 1 Jatiwangi Gemar Berbagi
MAJALENGKA — Berbagi ternyata nggak harus menunggu punya banyak. Pesan sederhana itulah yang dibawa BAZNAS Kabupaten Majalengka saat menyapa ribuan siswa SMAN 1 Jatiwangi, Selasa, 8 September 2026. Melalui sosialisasi Program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) dan Program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan), BAZNAS mengajak siswa, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah untuk menjadikan infak dan sedekah sebagai kebiasaan baik yang bisa dimulai dari sekarang. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bersama jajaran kepala divisi dan staf amil BAZNAS Kabupaten Majalengka. Kehadiran tim BAZNAS disambut hangat oleh keluarga besar SMAN 1 Jatiwangi. Suasana kegiatan pun berlangsung cair, komunikatif, dan penuh energi positif. Para siswa terlihat antusias mengikuti penyampaian materi, terlebih ketika memasuki sesi dialog dan tanya jawab. Bagi BAZNAS, cara menyampaikan pesan kebaikan kepada generasi muda memang perlu dibuat lebih dekat dengan dunia mereka. Bukan sekadar ceramah satu arah, tetapi menghadirkan ruang untuk berdiskusi, bertanya, dan memahami bahwa berbagi bisa dilakukan siapa saja. “Melalui Program SIGAP, kami ingin menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para siswa sejak dini. Sedekah bukan diukur dari besar kecilnya nominal, tetapi dari keikhlasan hati untuk membantu sesama. Dari kebiasaan kecil inilah akan lahir generasi yang peduli, dermawan, dan memiliki jiwa gotong royong,” ujar H. Agus Asri Sabana. SIGAP: Nggak Harus Nunggu Kaya untuk Berbagi Di hadapan para siswa SMAN 1 Jatiwangi, BAZNAS memperkenalkan SIGAP sebagai gerakan yang mendorong tumbuhnya kebiasaan infak dan sedekah di kalangan generasi muda. Pesannya simpel: kebaikan nggak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Menyisihkan sebagian uang yang dimiliki, membantu orang lain, atau membiasakan diri peduli terhadap lingkungan merupakan bentuk nyata dari karakter sosial yang perlu dibangun sejak usia sekolah. Karena itu, sedekah bukan semata soal nominal. Ada niat, keikhlasan, kepedulian, dan kemauan untuk memberi manfaat yang jauh lebih penting. Melalui SIGAP, BAZNAS ingin agar literasi zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berhenti pada materi yang didengar di sekolah. Lebih dari itu, ZIS diharapkan bisa menjadi bagian dari kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari sedikit. Mulai dari sekarang. Yang penting konsisten dan ikhlas. ASIK, Saat Guru dan Karyawan Ikut Ambil Bagian Semangat berbagi tidak hanya ditujukan kepada para siswa. BAZNAS Kabupaten Majalengka juga memperkenalkan Program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) kepada guru, tenaga kependidikan, dan karyawan SMAN 1 Jatiwangi. Program ini menjadi wadah bagi insan pendidikan untuk ikut berkontribusi dalam gerakan kebaikan melalui infak dan sedekah secara sukarela. Guru dan tenaga kependidikan juga memiliki peran penting sebagai teladan. Ketika budaya berbagi tumbuh di lingkungan sekolah, para siswa pun dapat melihat langsung bahwa kepedulian sosial bukan sekadar teori, tetapi sesuatu yang bisa dilakukan bersama. BAZNAS menegaskan bahwa pelaksanaan SIGAP dan ASIK berlandaskan keikhlasan dan kesadaran, tanpa unsur paksaan. Setiap orang dapat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. SMAN 1 Jatiwangi, Tempat Tumbuhnya Generasi Peduli Sekolah bukan hanya tempat belajar matematika, bahasa, sains, atau mengejar prestasi akademik. Sekolah juga menjadi ruang penting untuk membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Melalui Program SIGAP dan ASIK, BAZNAS Kabupaten Majalengka ingin ikut membangun budaya kebaikan di lingkungan pendidikan. Siswa belajar peduli. Guru memberikan teladan. Tenaga kependidikan ikut bergerak. Seluruh warga sekolah membangun ekosistem kebaikan bersama. Dari sinilah karakter kepedulian sosial dapat tumbuh secara natural. Dari SMAN 1 Jatiwangi, Energi Kebaikan Terus Bergerak Gerakan berbagi membutuhkan kebiasaan. Dan kebiasaan selalu dimulai dari langkah sederhana. Apa yang dilakukan hari ini mungkin terlihat kecil. Namun jika dilakukan bersama dan secara konsisten, dampaknya dapat menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap Program SIGAP dan ASIK dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga berakhlak, peduli, dermawan, dan memiliki semangat gotong royong. Dari SMAN 1 Jatiwangi, semangat itu diharapkan terus menyebar. Karena menjadi generasi keren bukan hanya soal prestasi. Keren juga ketika kita punya hati untuk peduli, tangan untuk berbagi, dan kemauan untuk berbuat baik. Mulai dari yang kecil. Mulai dari sekarang. Mari jadi Generasi SIGAP.#MajalengkaLangkungSae#SAEkeunMajalengka#AgusAsriSabana#BAZNASMajalengka#BAZNAS#SIGAP#GenerasiSIGAP#ProgramSIGAP#ProgramASIK#SMAN1Jatiwangi
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
2 Warga Sukadana Terima Manfaat Zakat dari BAZNAS Kabupaten Majalengka
2 Warga Sukadana Terima Manfaat Zakat dari BAZNAS Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA Zakat yang dikelola secara amanah dapat menjadi jalan hadirnya harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. Semangat tersebut kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui Program Majalengka Peduli, salah satu program unggulan yang menghadirkan manfaat zakat secara langsung bagi masyarakat. Pada Minggu, 6 September 2026 pukul 10.00 WIB, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyerahkan bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) kepada dua warga Desa Sukadana, Kecamatan Malausma. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk mendukung proses mewujudkan rumah yang lebih aman dan nyaman sebagai tempat tinggal. Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, didampingi Tim Media dan Publikasi BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penyerahan turut disaksikan Kepala Desa Sukadana Dadan Awaludin, Sekretaris Desa, serta Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Desa Sukadana. Dua warga yang menerima manfaat zakat tersebut adalah Bapak Hamim, warga Blok Desa RT 05 RW 04, dan Bapak Hano, warga Blok Malongpong RT 02 RW 05, yang dalam prosesi penyerahan bantuan diwakili oleh istrinya. Majalengka Peduli, Zakat yang Hadir Menjadi Manfaat Program Majalengka Peduli merupakan salah satu ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan manfaat zakat, infak dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui program tersebut, dana yang ditunaikan oleh para muzaki dan donatur tidak berhenti sebagai angka dalam laporan, tetapi diupayakan hadir dalam bentuk manfaat nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan perbaikan atau pembangunan tempat tinggal agar dapat memiliki rumah yang lebih layak, aman dan nyaman. Kehadiran RLHB di Desa Sukadana sekaligus menjadi bagian dari kontribusi BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Majalengka. Kepala Desa: Bantuan Merupakan Amanah dan Perhatian Pemerintah Sebelum prosesi penyerahan bantuan berlangsung, Kepala Desa Sukadana, Dadan Awaludin, menyampaikan amanat kepada para penerima agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Menurutnya, bantuan yang diterima diharapkan dapat menjadi pemicu agar rumah yang dicita-citakan dapat segera terwujud sebagai tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi keluarga penerima. Kepala Desa Sukadana juga menanyakan kesiapan material yang telah dimiliki oleh masing-masing penerima. Hal tersebut penting untuk memastikan proses pembangunan dapat berjalan, mengingat bantuan sebesar Rp10 juta untuk masing-masing penerima tentunya masih membutuhkan dukungan tambahan. Karena itu, semangat gotong royong dari pemerintah desa, keluarga penerima, masyarakat dan berbagai pihak menjadi bagian penting agar bantuan tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal. BAZNAS: Amanah Zakat untuk Mewujudkan Harapan Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS di Desa Sukadana merupakan bagian dari pelaksanaan amanah lembaga dalam mengelola dan menyalurkan dana umat kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat. Uuh hadir mewakili Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., sekaligus membawa semangat kepedulian Pemerintah Kabupaten Majalengka terhadap kondisi masyarakat. “Kehadiran BAZNAS di Desa Sukadana ini merupakan bagian dari amanah untuk membantu masyarakat. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat melalui pengelolaan zakat yang diharapkan dapat memberikan manfaat secara nyata,” ungkapnya. Ia berharap bantuan RLHB tersebut dapat menjadi jalan bagi penerima manfaat untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak. “Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat dan menjadi bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan impian keluarga penerima memiliki rumah yang layak, aman dan nyaman. Mudah-mudahan seluruh prosesnya diberikan kelancaran dan keberkahan,” harap Uuh. Sinergi Kebaikan untuk Majalengka yang Lebih Sejahtera Program Majalengka Peduli tidak hanya menjadi bentuk penyaluran zakat kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari sinergi dan daya dukung BAZNAS terhadap berbagai ikhtiar Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui zakat, infak dan sedekah yang dikelola secara profesional dan amanah, BAZNAS berupaya mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan sosial masyarakat sesuai dengan ketentuan dan sasaran penerima manfaat. Program RLHB menjadi salah satu gambaran nyata bahwa zakat dapat menjadi kekuatan sosial ketika dikelola dan disalurkan dengan tepat. Dari muzaki yang menunaikan zakat, lahir manfaat bagi mustahik. Dari kepedulian, tumbuh harapan. Dan dari sinergi antara BAZNAS, pemerintah desa, pemerintah daerah serta masyarakat, diharapkan semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaatnya. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, setiap bantuan bukan sekadar angka yang disalurkan, tetapi merupakan amanah umat yang harus dipertanggungjawabkan dan dihadirkan menjadi kemaslahatan. Semoga langkah kecil melalui Program Majalengka Peduli ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Majalengka yang semakin peduli, semakin sejahtera dan semakin baik. BAZNAS Kabupaten MajalengkaZakatmu, Harapan Mereka.Majalengka Langkung Sae, Sedekahnya Hade!#MajalengkaLangkungSae #RLHBBAZNASMajalengka #sukadanamalausma#SAEkeunMajalengka#AgusAsriSabana
BERITA06/09/2026 | Media Humas BAZNAS Majalengka
Wakil Ketua I BAZNAS Majalengka Hadiri Pengajian Akbar Muslimat NU Se-Kecamatan Sumberjaya
Wakil Ketua I BAZNAS Majalengka Hadiri Pengajian Akbar Muslimat NU Se-Kecamatan Sumberjaya
Majalengka, 6 September 2026 — Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., mewakili Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menghadiri Pengajian Akbar Muslimat NU se-Kecamatan Sumberjaya, Minggu siang, 6 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jamie Darussalam, Desa Bongas Wetan, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhammad Ramdhan, bersama unsur dan tokoh masyarakat serta jamaah Muslimat NU se-Kecamatan Sumberjaya. Pengajian Akbar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat syiar Islam, ukhuwah Islamiyah, dan silaturahmi di tengah masyarakat. Kehadiran unsur pemerintah daerah bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka menunjukkan semangat kebersamaan dan sinergi dalam mendukung kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi umat. BAZNAS Majalengka Dukung Pelaksanaan Pengajian Sebagai bentuk kepedulian terhadap kegiatan keagamaan dan dakwah di tengah masyarakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka sebelumnya telah memberikan bantuan pada 21 Agustus 2026 untuk mendukung pelaksanaan Pengajian Akbar Muslimat NU se-Kecamatan Sumberjaya. Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendukung berbagai kegiatan yang memiliki nilai kemaslahatan, termasuk kegiatan keagamaan yang menjadi sarana meningkatkan keimanan, mempererat persaudaraan, dan membangun kepedulian sosial masyarakat. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, BAZNAS berupaya agar dana umat dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi para mustahik, tetapi juga dalam mendukung aktivitas sosial dan keagamaan yang membawa kebaikan bagi masyarakat. Kehadiran Wakil Bupati Majalengka Perkuat Sinergi Kehadiran Wakil Bupati Majalengka Dena Muhammad Ramdhan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat. Bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka dan elemen masyarakat lainnya, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dalam membangun kehidupan masyarakat Majalengka yang religius, harmonis, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat. Pengajian akbar juga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan penguatan nilai-nilai keislaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat. Memperkuat Ukhuwah dan Syiar Islam H. Muhammad Ridwan yang hadir mewakili Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan dukungan BAZNAS terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, mendukung syiar Islam merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara sosial dan ekonomi, tetapi juga kuat dalam nilai keimanan dan ketakwaan. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan amanah untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat Kabupaten Majalengka. Melalui momentum Pengajian Akbar Muslimat NU se-Kecamatan Sumberjaya ini, diharapkan semakin tumbuh semangat ukhuwah Islamiyah, kepedulian, gotong royong, dan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Semoga setiap ikhtiar dalam mendukung syiar Islam menjadi amal kebaikan dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Zakatmu, Harapan Mereka. Bersama BAZNAS, hadirkan kebermanfaatan untuk umat.#pengajianmuslimatNU #MAJALENGKALANGKUNGSAE #BAZNASMajalengka #saekeunmajalengka
BERITA06/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Gemma Maulid Nabi Muhammad SAW di Ligung
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Gemma Maulid Nabi Muhammad SAW di Ligung
MAJALENGKA Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menghadiri kegiatan Gemma Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/Tahun 2026 yang berlangsung di Masjid Jamie Ar Rahmah, Dusun Leuwiliang, Desa Sukawera, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Minggu, 6 September 2026. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB hingga selesai tersebut digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana menyampaikan sambutan yang mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai kegiatan rutin keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk mengambil hikmah dan meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW. Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun kebersamaan, semangat gotong royong, kepedulian terhadap sesama, serta senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT. “Mari kita senantiasa belajar dari makna kegiatan yang kita lakukan hari ini. Kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur harus tetap kita jaga.” H. Agus Asri Sabana juga menekankan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Nilai tersebut sejalan dengan semangat zakat, infak dan sedekah yang mengajarkan umat Islam untuk saling membantu serta menghadirkan kemaslahatan bagi sesama. Hadirkan Sejumlah Tokoh dan Ulama Gemma Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Dusun Leuwiliang ini menghadirkan sejumlah tokoh dan ulama sebagai bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan. Di antaranya Drs. KH. Iso Solah Parwani, Mustasyar PCNU Majalengka; KH. Endang Iskandar, Pengasuh Ponpes Al Riyyad Baribis; Habib Soleh Bin Yahya, Pengasuh Ponpes Rohmatul Ummah; serta Drs. KH. Anwar Sulaeman, M.Pd., Rois Syuriyah PCNU Majalengka. Kehadiran para tokoh tersebut turut memberikan warna dan penguatan terhadap pesan-pesan keislaman yang disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain tausiyah dan rangkaian kegiatan keagamaan, acara juga diiringi dan dimeriahkan oleh Hadroh Syauqul Musthofa, sehingga suasana peringatan Maulid semakin semarak dan penuh nuansa kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kegiatan tersebut juga terbuka untuk masyarakat umum. dan pelaksanaan Gemma Maulid Nabi turut didukung oleh berbagai unsur dan lembaga, termasuk BAZNAS Kabupaten Majalengka serta sejumlah organisasi dan lembaga keagamaan. Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hakikatnya menjadi sarana untuk kembali mengingat perjuangan, keteladanan, dan akhlak mulia Rasulullah SAW. Melalui momentum tersebut, masyarakat diajak untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan cara mengikuti sunnah dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, kehadiran dalam kegiatan keagamaan di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi, sinergi dan kepedulian sosial. Semangat kebersamaan yang tumbuh dalam kegiatan tersebut diharapkan terus terpelihara, sehingga masyarakat dapat bersama-sama membangun lingkungan yang religius, harmonis, peduli dan penuh keberkahan. “Dengan meneladani Rasulullah SAW, menjaga kebersamaan, memperkuat gotong royong dan memperbanyak rasa syukur, insyaallah kehidupan masyarakat akan semakin baik dan penuh keberkahan.” BAZNAS Kabupaten Majalengka — Zakatmu, Harapan Mereka.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #MaulidNabi #Sukaweraligung
BERITA06/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Pastikan Kesiapan Launching Beasiswa Vokasi, Sekretaris BAZNAS Majalengka Tinjau BLK Cakraningrat
Pastikan Kesiapan Launching Beasiswa Vokasi, Sekretaris BAZNAS Majalengka Tinjau BLK Cakraningrat
MAJALENGKA Menjelang pelaksanaan Launching Program Beasiswa Vokasi BAZNAS yang akan dibuka oleh Bupati Majalengka pada Senin, 7 September 2026, Sekretaris BAZNAS Kabupaten Majalengka, Iwan Saefuddin Anwar, S.ST., M.Pd., hadir langsung di BLK Cakraningrat, Kabupaten Majalengka, Minggu (6/9/2026). Kehadiran tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik, baik untuk acara pembukaan maupun pelaksanaan pelatihan vokasi bagi para peserta program. Program Beasiswa Vokasi BAZNAS merupakan bentuk kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka, BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI), dan Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DK2UKM) Kabupaten Majalengka. Program ini dirancang sebagai bagian dari ikhtiar pemberdayaan mustahik melalui peningkatan keterampilan dan kesiapan memasuki dunia kerja. Pada Batch 1, sebanyak 56 peserta yang telah mengikuti proses wawancara dinyatakan siap mengikuti tahapan pelatihan vokasi. Setelah memperoleh pembekalan dan keterampilan sesuai bidang yang ditentukan, para peserta selanjutnya dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Memastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal Dalam kunjungannya ke BLK Cakraningrat, Iwan Saefuddin Anwar memastikan berbagai kebutuhan pendukung kegiatan telah dipersiapkan secara optimal. Mulai dari kesiapan lokasi, sarana dan prasarana pelatihan, hingga berbagai kebutuhan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan program. Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi bagian penting agar proses pelatihan dapat berlangsung secara tertib, efektif, dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh peserta. Program Beasiswa Vokasi BAZNAS tidak hanya diarahkan untuk memberikan pelatihan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kemandirian ekonomi penerima manfaat. Melalui keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja serta mampu meningkatkan kualitas kehidupan mereka dan keluarganya. Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Pelaksanaan Beasiswa Vokasi BAZNAS menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana dana zakat dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Zakat tidak semata-mata hadir dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan, peningkatan kapasitas, dan penguatan kemandirian mustahik. Kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka, BAZNAS RI, dan DK2UKM Kabupaten Majalengka menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan program yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempertemukan potensi peserta dengan kebutuhan industri, sehingga pelatihan yang diberikan benar-benar memiliki nilai manfaat dan peluang keberlanjutan bagi masa depan peserta. Mempersiapkan Generasi Terampil dan Mandiri BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses pelatihan dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan semangat untuk terus belajar. Setiap keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri. Lebih dari sekadar pelatihan kerja, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS merupakan ikhtiar bersama untuk mengubah potensi menjadi kompetensi dan mengantarkan penerima manfaat menuju kemandirian. Dengan semangat “zakat untuk memberdayakan”, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga Launching Program Beasiswa Vokasi BAZNAS dan seluruh rangkaian pelatihannya diberikan kelancaran oleh Allah SWT, serta menjadi jalan kebaikan bagi para peserta untuk meraih masa depan yang lebih baik. Semoga dari program ini lahir generasi muda Majalengka yang terampil, mandiri, berdaya saing, profesional, dan siap berkarya, sehingga kebermanfaatan zakat dapat terus tumbuh dan dirasakan secara luas oleh umat.#MajalengkaLangkungSae#SAEkeunMajalengka#AgusAsriSabana#BAZNASMajalengka#BeasiswaVokasiBAZNAS
BERITA06/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ketua UPZ MPU Heubeulisuk Paparkan Konsistensi Gerakan Zakat dan Kepedulian Sosial Desa
Ketua UPZ MPU Heubeulisuk Paparkan Konsistensi Gerakan Zakat dan Kepedulian Sosial Desa
Majalengka, 4 September 2026 Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) MPU Desa Heubeulisuk, Ust. Fikri Hari Rustiawan, S.T., M.Pd., menyampaikan laporan mengenai perkembangan penghimpunan dan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah di Desa Heubeulisuk dalam kegiatan Gunting Pita Pemasangan Prasasti Kampung Zakat Desa Heubeulisuk, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jumat (4/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ust. Fikri menyampaikan bahwa gerakan zakat di Desa Heubeulisuk terus diupayakan berjalan secara konsisten melalui peran aktif UPZ dan dukungan masyarakat. Zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun kemudian diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di desa. Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan dan halaman Kantor Desa Heubeulisuk tersebut turut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., Kepala Desa Heubeulisuk beserta jajaran, Camat Argapura, Ketua MUI Kecamatan Argapura, pihak KUA Kecamatan Argapura, serta jajaran UPZ Desa Heubeulisuk. Konsistensi Menjadi Kekuatan UPZ Heubeulisuk Dalam penyampaiannya, Ust. Fikri menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam menghidupkan gerakan zakat di tengah masyarakat. Menurutnya, pengelolaan zakat tidak berhenti pada proses penghimpunan, tetapi harus dilanjutkan dengan pengelolaan dan penyaluran yang memberikan manfaat nyata kepada para mustahik. Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan Kampung Zakat Desa Heubeulisuk yang terus dibangun melalui kebersamaan antara UPZ, pemerintah desa, tokoh agama, BAZNAS Kabupaten Majalengka, dan masyarakat. Konsistensi tersebut juga tercermin dari penghimpunan zakat hasil pertanian serta infak dan sedekah yang kemudian disalurkan dalam berbagai bentuk kemanfaatan sosial dan keagamaan. Zakat Padi Mencapai 2.048 Kilogram Salah satu laporan yang disampaikan Ust. Fikri adalah penghimpunan zakat padi hasil panen ketiga atau musim kemarau. Dari penghimpunan tersebut, UPZ Desa Heubeulisuk mencatat: Total zakat padi: 2.048 kilogram Jumlah muzaki: 20 orang Jumlah mustahik: 120 orang Capaian tersebut menunjukkan adanya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat hasil pertanian sekaligus memperlihatkan bagaimana potensi zakat di tingkat desa dapat dikelola untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Bagi UPZ Desa Heubeulisuk, zakat hasil pertanian merupakan salah satu potensi yang perlu terus dijaga dan dikembangkan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kewajiban zakat serta pentingnya menyalurkannya melalui lembaga pengelola zakat yang amanah. Infak dan Sedekah Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat Selain zakat padi, Ust. Fikri juga menyampaikan laporan penghimpunan infak dan sedekah bulan September yang mencapai Rp3.428.500. Dana tersebut turut dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, di antaranya: 11 orang yatim piatu menerima santunan, 15 orang dhuafa mendapatkan santunan, serta dukungan operasional bagi 9 Majelis Ta'lim dan DKM. Pemanfaatan tersebut memperlihatkan bahwa infak dan sedekah yang dihimpun masyarakat dapat menjadi kekuatan bersama dalam membantu warga yang membutuhkan sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan keagamaan di lingkungan desa. UPZ Menjadi Penghubung antara Muzaki dan Mustahik Ust. Fikri juga menempatkan UPZ sebagai bagian penting dalam membangun kedekatan antara para muzaki dan mustahik. Dengan keberadaan UPZ di tingkat desa, masyarakat memiliki wadah untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sekaligus memastikan bahwa dana yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran. Semangat tersebut sejalan dengan prinsip bahwa zakat merupakan amanah. Setiap rupiah dan setiap hasil pertanian yang ditunaikan oleh muzaki mengandung hak bagi mereka yang membutuhkan. Karena itu, kepercayaan masyarakat menjadi modal utama yang harus terus dijaga melalui pengelolaan yang amanah, terbuka, dan bertanggung jawab. Kampung Zakat sebagai Gerakan Bersama Kampung Zakat Desa Heubeulisuk sendiri telah diresmikan oleh Bupati Majalengka pada 5 Oktober 2025. Adapun kegiatan Jumat (4/9/2026) merupakan gunting pita pemasangan prasasti Kampung Zakat, sekaligus momentum untuk memperkuat kembali semangat kolaborasi dalam pengelolaan zakat di Desa Heubeulisuk. Ust. Fikri berharap keberadaan Kampung Zakat dapat terus memberikan manfaat dan menjadi ruang tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah. Menurutnya, ketika gerakan tersebut dilakukan secara bersama-sama, zakat tidak hanya menjadi kewajiban individu, tetapi dapat menjadi kekuatan sosial yang mampu membantu masyarakat dan memperkuat kehidupan keagamaan di desa. Dari Zakat Tumbuh Kepedulian Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi gunting pita pemasangan prasasti Kampung Zakat Desa Heubeulisuk yang dilakukan oleh Camat Argapura. Selanjutnya dilaksanakan simbolis penyerahan zakat mal dari UPZ Desa Heubeulisuk kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka yang diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan santunan secara simbolis kepada fakir miskin dan yatim piatu. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Desa Heubeulisuk terus diarahkan untuk menghadirkan kebermanfaatan. Dari muzaki tumbuh kepedulian. Dari zakat hadir kebermanfaatan. Dari UPZ, amanah umat dijaga dan disalurkan untuk mereka yang membutuhkan. Semoga gerakan zakat di Desa Heubeulisuk terus istiqamah, semakin kuat, dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya dalam membangun kemandirian serta kepedulian sosial melalui zakat. Zakatmu, Harapan Mereka.Majalengka Langkung Sae, Sedekahnya Hade!#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNAS #FikriHariRustiawan #UPZHeubeulisuk #KampungZakat #KampungZakatHeubeulisuk #DesaHeubeulisuk #Argapura #ZakatPadi #ZakatPertanian #ZakatMal #Infak #Sedekah #ZakatMajalengka #ZakatUntukUmat #ZakatBerdaya #Muzaki #Mustahik #SantunanYatimPiatu #Dhuafa #GerakanZakat #PeduliSesama
BERITA05/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →