Duka Beruntun di Desa Wanahayu: Bocah Kelas 6 SD Berjuang Antara Hidup dan Mati, Sang Ayah Berkeliling Jajakan Batagor Demi Nafas Terakhir Sang Anak
04/03/2026 | Penulis: Eman Suherman, S.Pd.I
Dokumentasi BAZNAS Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA Di sebuah sudut kecil Blok Lebaklarang, Desa Wanahayu, Majalengka, ada sebuah rumah yang kini sunyi dari tawa. Apip, seorang anak laki-laki kelas 6 SD yang seharusnya sedang bersemangat mempersiapkan ujian kelulusan, kini justru harus terbaring lemah di bangsal Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Bukan karena luka biasa, jantung Apip pusat dari seluruh kehidupannya sedang mengalami kerusakan katup yang serius. Ia membutuhkan operasi segera agar detak jantung itu tidak berhenti selamanya.
Dua Operasi Jantung dalam Satu Keluarga
Kepedihan keluarga ini seolah tak berujung. Belum kering luka bekas operasi jantung yang dijalani Ibunya, kini sang anak harus menghadapi takdir yang serupa. Bayangkan hancurnya hati seorang ibu yang masih dalam masa pemulihan, harus melihat putra tercintanya masuk ke ruang bedah yang sama.
Keadaan Apip saat ini sangat mengkhawatirkan. Di balik balutan selimut rumah sakit, ia sedang bertaruh nyawa. Setiap helaan nafasnya adalah perjuangan, dan setiap detak jantungnya adalah harapan yang kian menipis jika tak segera ditangani secara tuntas.
Batagor dan Sepeda Motor Tua: Perjuangan Seorang Ayah
Di tengah badai medis yang menghantam istri dan anaknya, sosok sang Ayah berdiri tegak meski bahunya kian membungkuk oleh beban hidup. Beliau hanyalah seorang penjual Batagor.
Dengan sepeda motor sederhana yang sudah mulai renta, ia menyusuri jalanan, berharap recehan demi recehan terkumpul. Di balik kemudi motornya, ada pikiran yang berkecamuk:
-
Bagaimana cara membayar biaya pengobatan yang selangit? * Bagaimana caranya agar dapur tetap mengepul sementara kedua orang tercintanya butuh perawatan intensif?
Ia tidak mengeluh. Namun, guratan kelelahan di wajahnya tidak bisa berbohong. Ia sedang berkejaran dengan waktu, antara mencari nafkah dan menemani anaknya yang sedang kritis di Bandung.
Ulurkan Tangan, Beri Apip Kesempatan untuk Pulang
Apip masih ingin bersekolah. Ia masih ingin melihat masa depan. Namun, keterbatasan biaya menjadi tembok besar yang menghalangi kesembuhannya. Warga Desa Wanahayu, khususnya di RT 14 RW 05, tentu mengenal keluarga ini sebagai keluarga yang gigih, namun kini mereka berada di titik nadir.
Mari kita menjadi tangan-tangan kebaikan bagi Apip. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti bagi kelanjutan operasi dan perawatan Apip di RSHS Bandung. Jangan biarkan sang penjual batagor berjuang sendirian menyelamatkan jantung buah hatinya.
Lokasi Keluarga: > Blok Lebaklarang, RT 14/RW 05, Desa Wanahayu, Kec. Maja, Kab. Majalengka. Lokasi Perawatan: > RSUP dr. Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.
Berita Lainnya
Wujudkan Kepedulian, KADIN dan HIPMI Serahkan Zakat Mal Melalui BAZNAS Majalengka
Cahaya Ramadhan dari Desa Rawa: Saat Zakat Anda Menjadi Senyum bagi Jamaah Masjid Al-Hikmah
Sinergi Kebaikan: BAZNAS Majalengka Dukung Aksi Sosial Paskibra SMK Widya Nusantara
Sinergi Kebaikan, BAZNAS Majalengka Salurkan 210 Paket Sembako di Bazar Peduli Ramadhan
Tegaskan Bukan Pungli, Bupati Eman Suherman Apresiasi Program SIGAP sebagai Media Edukasi Moral
Tingkatkan Kenyamanan Ibadah, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan di Masjid Jami Al-Husna Kawunghilir

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
