Berita Terbaru
RAMADHAN DAN IDUL FITRI BUKAN FINISH, TAPI START: Menjaga Api Takwa Tetap Menyala dalam Kehidupan Sehari-hari
Gema takbir telah berlalu, dan hiruk pikuk arus balik mulai mereda. Namun, bagi seorang mukmin yang sadar, berakhirnya Ramadhan dan Idul Fitri bukanlah sebuah garis finish untuk berhenti beramal saleh. Sebaliknya, ini adalah titik start yang krusial untuk membuktikan kualitas diri yang baru dalam kehidupan sehari-hari. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk sejenak bermuhasabah dan merefleksikan makna kemenangan yang sesungguhnya.
1. Apakah Hati Telah Kembali Langkung Sae (Lebih Baik)?
Kembali kepada fitrah (suci) tidak terjadi secara otomatis hanya dengan bergantinya kalender. Kesucian hati diukur dari sejauh mana transformasi batin kita pasca-Madrasah Ramadhan. Hati dikatakan telah benar-benar kembali langkung sae jika memenuhi indikator perilaku yang nyata, bukan sekadar simbol:
Perubahan Perilaku Nyata: Kita harus menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, dan disiplin dibandingkan sebelum Ramadhan. Kemenangan sejati adalah kemenangan atas kebiasaan buruk lama.
Keikhlasan Memaafkan dari Hati: Tidak sekadar lisan mengucapkan "Minal Aidin wal Faizin", tetapi hati benar-benar mampu melepaskan dendam, ego, dan prasangka buruk. Ini adalah kunci ketenangan.
Ketenangan Jiwa dan Kepedulian: Mampu menemukan ritme hidup yang tenang, tidak lagi tergesa-gesa dikejar urusan duniawi, serta memiliki empati yang lebih tinggi terhadap lingkungan dan sesama.
Rasulullah SAW bersabda mengenai pentingnya perubahan hati ini:
"Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati." (HR. Bukhari & Muslim)
2. Mengaplikasikan Makna Kemenangan dengan Benar
Idul Fitri adalah simbol kemenangan besar atas hawa nafsu. Mengaplikasikan makna kemenangan ini berarti menjaga momentum kebaikan agar tidak layu setelah Ramadhan usai. Ini adalah awal dari pertempuran yang sesungguhnya. Langkah nyata yang dapat kita lakukan adalah:
Istiqomah (Konsistensi) tanpa Jeda: Melanjutkan kebiasaan baik yang telah dilatih selama 30 hari—seperti shalat tepat waktu, tadarus Al-Qur'an, dan menjaga lisan—tanpa terputus. Ini adalah tanda keimanan yang tangguh.
Semangat Berbagi yang Tak Kunjung Padam: BAZNAS Kabupaten Majalengka mengingatkan bahwa semangat berbagi (zakat, infak, sedekah) yang memuncak di bulan Ramadhan harus tetap dijaga. Kedermawanan tidak boleh berhenti saat Idul Fitri usai; justru sekaranglah saatnya membuktikan kepedulian sosial kita secara berkelanjutan.
Menyempurnakan dengan Puasa Syawal: Menjalankan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal sebagai wujud syukur dan tanda bahwa kita ingin mempertahankan kesucian fitrah.
Sebagaimana hadist Nabi SAW:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim)
3. Refleksi Arus Balik: Membawa "Takwa Kampung" ke Kota
Bagi warga Majalengka yang kembali ke perantauan, makna "mudik" yang sesungguhnya adalah membawa pulang bekal ketakwaan dari kampung halaman (tempat asal/fitrah) ke kehidupan urban yang penuh tantangan. Jangan tinggalkan ketakwaan di kampung, bawalah ia bersamamu.
Pribadi Baru di Tengah Tantangan: Jika setelah arus balik perilaku kita masih sama dengan diri kita sebelum Ramadhan, maka kita perlu bermuhasabah kembali dengan serius. Ramadhan harus mengubah kita menjadi pribadi yang lebih baik di mana pun kita berada.
Aktualisasi Diri yang Berkelanjutan: Lebaran bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan titik awal untuk mengaktualisasikan diri menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama, kapan pun dan di mana pun.
Kesimpulan
Mari kita jadikan masa pasca-Lebaran ini sebagai momentum untuk membuktikan bahwa puasa kita membuahkan hasil yang permanen. Ramadhan adalah pelatihan, dan hidup setelahnya adalah medan ujian yang sesungguhnya. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang berhasil mempertahankan nilai-nilai Ramadhan dalam setiap derap langkah kehidupan sehari-hari, dan terus meningkatkan kepedulian sosial.
BAZNAS Kabupaten Majalengka “Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat”#SigapBaznas #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mudik Aman, Hati Nyaman: Menabur KaSAEan di Hari Keempat Lebaran 1447 H
MAJALENGKA – Suasana hangat Idul Fitri 1447 H masih menyelimuti Kabupaten Majalengka. Memasuki hari keempat lebaran, arus silaturahmi dan perjalanan mudik masih terpantau ramai. Di tengah kebahagiaan berkumpul bersama keluarga, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga spirit "Mudik Aman, Hati Nyaman" dengan terus melangitkan doa dan memperluas kebermanfaatan.
Lebaran bukan sekadar momentum pulang ke kampung halaman, melainkan saat yang tepat untuk mempererat ukhuwah melalui budaya berbagi. Melalui semangat "Sahabat Mendoakan", kita diingatkan bahwa dukungan moril berupa doa yang tulus antar sesama adalah kado yang tak ternilai harganya.
Kekuatan Doa dan Keberkahan Berbagi
Berbagi tidak selalu tentang materi. Di hari yang fitri ini, saling mengingat dalam kebaikan dan mendoakan keselamatan serta kesejahteraan satu sama lain adalah wujud nyata dari keshalehan sosial. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa seorang muslim untuk saudaranya secara diam-diam (tanpa diketahui saudaranya) adalah doa yang mustajab.
"Ketika kita mendoakan orang lain agar mendapatkan kelancaran rezeki dan keselamatan, sejatinya malaikat pun mendoakan hal yang sama untuk kita. Inilah pintu rezeki yang sering kali terbuka melalui ketulusan hati kita mendoakan sesama."
Tetap Istiqomah dalam KaSAEan
BAZNAS Majalengka terus mendorong masyarakat untuk konsisten menebar KaSAEan (Kebaikan). Meski Ramadan telah berlalu, semangat untuk membantu mereka yang membutuhkan tidak boleh luntur.
Ada beberapa cara untuk menjaga kemuliaan di hari keempat lebaran ini:
Dukungan Materi: Menyalurkan infak dan sedekah sisa keberkahan lebaran untuk program kemanusiaan.
Dukungan Moril: Memberikan apresiasi dan doa bagi mereka yang bertugas selama arus mudik/balik agar tetap aman dan selamat.
Budaya Saling Mengingat: Menghubungi kerabat atau tetangga yang mungkin belum sempat dikunjungi untuk sekadar memberikan semangat dan doa terbaik.
Penutup
Mari jadikan Idul Fitri 1447 H sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih peduli. Dengan menjaga hati agar tetap nyaman melalui ibadah dan berbagi, serta memastikan perjalanan mudik tetap aman, kita berharap Allah SWT melimpahkan rezeki yang berkah atas doa-doa yang terkabul.
Segenap keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Teruslah berbagi KaSAEan, karena setiap doa dan bantuan Anda adalah senyum bagi mereka yang membutuhkan.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk Majalengka yang lLangkung SAE
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Puasa Syawal: Raih Pahala Setahun Penuh Selepas Ramadhan
MAJALENGKA – Gema takbir Idul Fitri masih terasa, namun semangat ibadah tidak boleh luntur begitu saja. Setelah satu bulan penuh kita ditempa di madrasah Ramadhan, kini tiba saatnya kita membuktikan konsistensi iman melalui amalan sunnah yang sangat dianjurkan, yakni Puasa Enam Hari di Bulan Syawal.
Puasa ini bukan sekadar pelengkap, melainkan wujud syukur seorang hamba atas kemenangan yang diraih serta upaya menjaga grafik ketakwaan agar tetap stabil sepanjang tahun.
1. Keutamaan: Investasi Pahala Setahun Penuh
Puasa Syawal memiliki kedudukan yang istimewa dalam syariat. Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi siapa saja yang melaksanakannya:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim)
Mengapa dihitung setahun penuh?
Secara matematis, Allah SWT melipatgandakan satu kebaikan dengan sepuluh kali lipat. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Puasa Ramadhan (30 hari) $ imes 10 = 300$ hari.
Puasa Syawal (6 hari) $ imes 10 = 60$ hari.
Total: 360 hari (setara dengan jumlah hari dalam satu tahun hijriah).
2. Panduan Praktis dan Tata Cara Pelaksanaan
Agar ibadah puasa Syawal Anda berjalan lancar di tengah suasana lebaran, perhatikan poin-poin berikut:
Waktu Pelaksanaan: Afdal dilakukan mulai tanggal 2 hingga 7 Syawal. Namun, diperbolehkan melakukannya secara terpisah (tidak berurutan) selama masih dalam bulan Syawal.
Dahulukan Qadha (Hutang) Puasa: Utamakan menunaikan qadha Ramadhan terlebih dahulu agar kewajiban gugur, kemudian dilanjutkan dengan puasa sunnah Syawal.
Niat Puasa Syawal:
Latin: "Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatisy Syawwali lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala."
3. Sempurnakan Kemenangan dengan Zakat dan Infaq
Menjaga ketaatan tidak hanya melalui puasa, tetapi juga dengan mensucikan harta. Sebagaimana pesan kami:
"Selesaikan yang wajib, sempurnakan dengan yang sunnah, dan sucikan dengan zakat."
BAZNAS Kabupaten Majalengka memfasilitasi Anda untuk menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah secara aman dan amanah melalui kanal resmi berikut:
???? Layanan Donasi Online: kabmajalengka.baznas.go.id
Daftar Rekening Resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka:
Bank
Nomor Rekening
Atas Nama
Bank BRI
0046-01-002689-56-9
BAZNAS Majalengka Infaq
Bank BSI
7313-9972-72
BAZNAS Kab. Majalengka
Bank BRI
0046-01-002688-56-3
BAZNAS Kab. Majalengka
Bank BJB
0132-0536-341-00
BAZNAS Kab. Majalengka
BJB Syariah
5190-3010-0118-1
Baz Kab Majalengka Infaq
BJB Syariah
5190-3010-0117-1
Baznas Kab Majalengka
Dengan menjaga ritme ibadah dan kepedulian sosial selepas Ramadhan, kita berharap predikat "Taqwa" benar-benar melekat dalam diri kita hingga bertemu Ramadhan tahun berikutnya. Amin.
BAZNAS Kabupaten Majalengka
Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.#SigapBaznas #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Optimalkan Sisa Libur Lebaran: Raih Keberkahan Syawal dengan Amalan Utama
MAJALENGKA Suasana Idul Fitri 1447 H masih menyelimuti seluruh penjuru Kabupaten Majalengka. Setelah sebulan penuh menjalani pendidikan di Madrasah Ramadan dan merayakan kemenangan dengan sajian khas ketupat serta opor ayam, kini saatnya kita fokus menjaga konsistensi ibadah di bulan Syawal.
Secara etimologi, Syawal memiliki makna "peningkatan". Oleh karena itu, sisa libur lebaran bukan sekadar waktu untuk beristirahat, melainkan momentum emas untuk meningkatkan kualitas iman dan kepedulian sosial kita.
Berikut adalah panduan amalan mulia menurut ajaran Islam agar kebahagiaan Ramadan tetap terjaga dalam sisa libur Idul Fitri Anda:
1. Menunaikan Puasa Sunnah Enam Hari Syawal
Inilah amalan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad) setelah Idul Fitri. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh. Ini adalah bentuk rasa syukur kita karena masih diberikan kesempatan beribadah.
2. Mempererat Silaturahmi (Halal bi Halal)
Mengunjungi keluarga, kerabat, hingga tetangga merupakan inti dari Idul Fitri. Selain saling memaafkan, silaturahmi secara syar’i diyakini dapat memperpanjang usia dan melapangkan pintu rezeki bagi pelakunya. Jadikan sisa libur ini untuk menjangkau saudara yang mungkin sempat terputus komunikasinya.
3. Memperbanyak Sedekah dan Berbagi
BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa mengajak para muzzaki dan munfiq untuk terus berbagi meski Zakat Fitrah telah ditunaikan. Sedekah di bulan Syawal adalah bukti nyata bahwa semangat kedermawanan Ramadan telah mendarah daging dalam diri kita sebagai umat Muslim.
4. Memperbanyak Dzikir, Takbir, dan Istighfar
Meskipun gema takbir di masjid telah berlalu, lisan kita dianjurkan untuk tetap basah dengan dzikir dan istighfar. Hal ini merupakan sarana penghapus dosa dan ungkapan rasa syukur yang mendalam atas hidayah yang Allah berikan selama satu bulan penuh.
5. Istiqomah dalam Ibadah (Istiqomah Al-Ibadah)
Ujian sebenarnya dari Ramadan adalah bulan-bulan setelahnya. Tetaplah menjaga shalat berjamaah di masjid, meluangkan waktu membaca Al-Qur'an, dan menghidupkan malam dengan tahajud sebagaimana kebiasaan yang telah kita bangun dengan susah payah selama Ramadan.
6. Melangsungkan Pernikahan di Bulan Syawal
Bagi Anda yang sudah berencana, Syawal adalah bulan yang disunnahkan untuk menikah. Hal ini merujuk pada teladan Rasulullah SAW, sekaligus mematahkan tradisi jahiliyah yang menganggap Syawal adalah bulan yang mendatangkan kesialan.
Pesan Utama: > "Inti dari sisa libur lebaran menurut Islam adalah menjadikan hari kemenangan sebagai momentum meningkatkan kualitas iman, bukan sekadar perayaan makan-makan. Mari kita jaga api semangat ibadah ini agar tetap menyala hingga Ramadan tahun depan."
Selamat melanjutkan liburan yang penuh keberkahan. Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah kita.
#BAZNASMajalengka #SyawalMulia #MajalengkaReligius #ZakatTandaSyukur
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengukir Senyum di Hari Kemenangan: BAZNAS Majalengka Berbagi Berkah Idulfitri bagi Pejuang Kebersihan dan Juru Parkir
MAJALENGKA – Gema takbir masih sayup terdengar menyertai suasana hari ke-4 Idulfitri 1447 H. Di saat sebagian besar masyarakat masih menikmati momen silaturahmi bersama keluarga besar, para pahlawan tanpa tanda jasa—petugas kebersihan dan juru parkir—telah kembali bergelut dengan debu dan peluh di sekitar kawasan Gedung Islamic Center Majalengka.
Demi mengapresiasi dedikasi mereka yang tak kenal lelah menjaga kenyamanan kota, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan paket bantuan sembako pada Selasa pagi, 24 Maret 2026.
Penyerahan Amanah di Pagi yang Fitri
Tepat pukul 08.09 WIB, suasana haru menyelimuti pelataran Islamic Center. Paket sembako tersebut diserahkan langsung oleh Sdr. Imam, Staf Penjaga Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penyerahan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud kehadiran muzaki (pembayar zakat) di tengah-tengah mereka yang membutuhkan.
"Kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan Idulfitri juga dirasakan oleh saudara-saudara kita yang tetap bekerja keras di lapangan saat yang lain berlibur. Ini adalah amanah dari masyarakat Majalengka untuk mereka," ujar Imam saat menyerahkan paket tersebut.
Haru dan Syukur yang Tak Terbendung
Pemandangan yang menyentuh hati terlihat jelas saat satu per satu petugas kebersihan dan juru parkir menerima bingkisan tersebut. Kegembiraan seketika terpancar dari wajah-wajah yang mulai dimakan usia dan terbakar matahari.
Beberapa dari mereka tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan tangan yang masih memegang sapu dan peluit, ucapan syukur dan terima kasih meluncur tulus dari bibir mereka yang tampak kelu. Bagi mereka, bantuan ini adalah oase di tengah perjuangan mencari nafkah di hari raya.
Paket Bantuan: Berisi kebutuhan pokok untuk membantu dapur keluarga tetap mengepul.
Penerima Manfaat: Seluruh petugas lapangan yang beraktivitas di zona Islamic Center Majalengka.
Harapan: Menjadi pemantik semangat bagi para pekerja harian agar tetap tegar dalam menebar manfaat bagi ketertiban kota.
Penutup
Aksi nyata ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa makna Idulfitri yang sesungguhnya adalah tentang kepedulian dan berbagi rasa. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan muzaki yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya, sehingga senyum mereka dapat terus terukir di hari yang suci ini.
BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.#SigapBaznas #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Bayar Utang Puasa Sekaligus Puasa Syawal, Bolehkah? Simak Penjelasannya!
MAJALENGKA, BAZNAS Memasuki bulan Syawal, semangat beribadah umat Islam di Kabupaten Majalengka biasanya tetap tinggi. Salah satu amalan yang paling dikejar adalah Puasa Sunnah Enam Hari di Bulan Syawal, yang menurut hadits Rasulullah SAW, pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh.
Namun, muncul pertanyaan klasik yang sering membingungkan masyarakat: “Bagaimana jika saya masih memiliki utang puasa Ramadhan (Qadha)? Bolehkah saya menggabungkan niat puasa Qadha dengan puasa Syawal sekaligus?”
Mendahulukan Kewajiban atau Mengejar Kesunahan?
Secara syariat, orang yang tidak berpuasa Ramadhan karena uzur (sakit, perjalanan jauh, haid, atau nifas) wajib menggantinya di hari lain. Mengutip penjelasan Ustadz Alhafiz Kurniawan melalui kitab Mughnil Muhtaj karya Al-Khatib As-Syarbini, terdapat beberapa poin penting:
Pahala "Setahun Penuh" Ada Syaratnya
Hadits Nabi menyebutkan pahala setahun penuh didapat bagi mereka yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari Syawal. Artinya, idealnya puasa Ramadhan harus tuntas terlebih dahulu sebelum memulai puasa sunnah.
Hukum Menggabungkan Niat
Melaksanakan puasa wajib (Qadha) di bulan Syawal memang tetap mendatangkan keutamaan berpuasa di bulan tersebut. Namun, para ulama berpendapat bahwa orang tersebut tidak mendapatkan pahala khusus "setara setahun", karena tidak memenuhi kriteria berpuasa Ramadhan secara penuh sebelum memulai Syawal.
Status Hukum (Haram & Makruh)
Haram hukumnya mendahulukan puasa sunnah bagi yang sengaja meninggalkan Ramadhan tanpa uzur. Sedangkan bagi yang memiliki uzur syar'i, mendahulukan sunnah sebelum Qadha dihukumi makruh.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menyelesaikan utang puasa (Qadha) terlebih dahulu agar ibadah kita lebih sempurna dan tenang.
Mari Bersihkan Diri, Sucikan Harta
Sembari menuntaskan kewajiban puasa, mari sempurnakan ketaatan dengan berbagi kepada sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir sebagai jembatan kebaikan untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Anda.
Layanan Donasi Online:
???? kabmajalengka.baznas.go.id
Daftar Rekening Resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka:
Bank
Nomor Rekening
Atas Nama
Bank BRI
004601002689569
BAZNAS Majalengka Infaq
Bank BSI
7313997272
BAZNAS Kab. Majalengka
Bank BRI
004601002688563
BAZNAS Kab. Majalengka
Bank BJB
0132053634100
BAZNAS Kab. Majalengka
BJB Syariah
5190301001181
Baz Kab Majalengka Infaq
BJB Syariah
5190301001171
Baznas Kab Majalengka
"Selesaikan yang wajib, sempurnakan dengan yang sunnah, dan sucikan dengan zakat."
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Merajut Kebaikan di Hari Kemenangan: Menebar "kaSAEan" di Momen Idul Fitri
MAJALENGKA Gema takbir mulai berkumandang, menandakan perjuangan satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan telah mencapai puncaknya. Idul Fitri bukan sekadar ritual mudik atau perayaan kemenangan pribadi, melainkan momentum emas untuk memperkuat kesalehan sosial.
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat Kota Angin untuk mengisi libur Idul Fitri dengan menebar kaSAEan (Kebaikan)—sebuah nilai luhur yang mencerminkan karakter warga Majalengka yang religius, harmonis, dan peduli sesama.
Dasar Hukum dan Landasan Syariat
Berbagi di hari raya bukanlah sekadar tradisi, melainkan wujud syukur atas nikmat iman dan Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS. Ali Imran: 92)
Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya silaturahmi dan kepedulian sosial:
"Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari & Muslim)
Inspirasi Menebar kaSAEan di Hari Lebaran
Untuk menjadikan Idul Fitri kali ini lebih bermakna dan inklusif bagi seluruh kalangan, berikut adalah langkah-langkah nyata yang dapat kita lakukan:
1. Berbagi Kebahagiaan dan Rezeki
Kemenangan akan terasa lebih indah jika dirasakan bersama mereka yang kurang beruntung.
Hampers untuk Pejuang Lapangan: Berikan paket lebaran tidak hanya untuk keluarga, tapi juga untuk asisten rumah tangga, petugas keamanan (hansip), dan petugas kebersihan yang tetap bekerja menjaga kenyamanan kita saat hari raya.
Berbagi Hidangan Lebaran: Antarkan ketupat dan opor kepada tetangga atau mereka yang membutuhkan, memastikan tidak ada satu pun orang di lingkungan kita yang merasa lapar di hari kemenangan.
Santunan Anak Yatim & Dhuafa: Salurkan sebagian rezeki (THR) untuk anak-anak panti asuhan, kaum difabel, dan lansia agar mereka turut merasakan sukacita lebaran.
Zakat dan Sedekah Tepat Sasaran: Pastikan kewajiban Zakat Fitrah dan Zakat Mal telah tertunaikan melalui lembaga resmi agar manfaatnya meluas bagi pengentasan kemiskinan di Majalengka.
2. Mempererat Silaturahmi Tanpa Batas
Idul Fitri adalah momen meluruhkan ego dan membangun persaudaraan yang inklusif.
Halal bi Halal Komunitas: Manfaatkan momen ini untuk mempererat kerukunan antarwarga di tingkat RT/RW tanpa memandang status sosial.
Open House Ramah Warga: Jadikan rumah kita sebagai tempat yang hangat bagi tetangga dan rekan dari berbagai latar belakang untuk saling memaafkan.
Sowan kepada Sesepuh: Kunjungi tokoh masyarakat, guru, dan lansia yang sedang sakit untuk menunjukkan penghormatan dan kasih sayang.
3. Solidaritas Sosial dan Lingkungan
Wujudkan kepedulian melalui tindakan nyata di lingkungan sekitar.
Berbagi Paket Sembako: Distribusikan bahan pokok bagi keluarga prasejahtera pasca-lebaran untuk membantu ketahanan pangan mereka.
Bakti Sosial Lingkungan: Ajak warga bergotong royong membersihkan sisa perayaan lebaran sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap kebersihan daerah kita.
Penutup: Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan
Kebahagiaan Idul Fitri yang sejati tidak terletak pada pakaian yang baru, melainkan pada hati yang bersih dan tangan yang terulur untuk membantu. Mari masyarakat Majalengka, kita jadikan momen ini sebagai pembuktian bahwa kita adalah masyarakat yang SAE (Sae Akhlakna, Sae Amalnya, Sae Manahnya).
Dengan berbagi, kebahagiaan lebaran tidak hanya berhenti di pintu rumah kita, tetapi menyebar hingga ke pelosok desa di seluruh penjuru Majalengka.
Mari Tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Layanan Zakat Amanah, Majalengka Berkah.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Lupa Membayar Zakat Fitrah? Jangan Panik, Ini Hukum dan Solusinya Menurut Syariat
MAJALENGKA – Zakat fitrah adalah kewajiban yang berfungsi menyucikan jiwa bagi setiap Muslim setelah berpuasa di bulan Ramadan, sekaligus menjadi penopang bagi kaum duafa agar dapat merayakan Idulfitri dengan suka cita. Namun, di tengah kesibukan persiapan Lebaran, terkadang ada saudara kita yang terlewat atau lupa menunaikan kewajiban ini hingga salat Idulfitri selesai dilaksanakan.
Bagaimana status hukumnya dalam Islam dan apa yang harus dilakukan? Berikut adalah penjelasannya.
Hukum Lupa Membayar Zakat Fitrah
Secara syariat, waktu utama pembayaran zakat fitrah dimulai sejak awal Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang menunaikannya sebelum salat (Idulfitri), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah salat, maka itu hanyalah sedekah biasa." (HR. Abu Daud).
Berdasarkan hadis tersebut, jika seseorang sengaja menunda hingga lewat waktu salat Id, perbuatannya dianggap berdosa. Namun, jika hal tersebut terjadi karena benar-benar lupa, maka ia tidak berdosa secara hukum moral (karena ketidaksengajaan), tetapi kewajiban zakatnya tetap melekat dan wajib segera ditunaikan.
Solusi Jika Terlanjur Lupa
Jika Anda menyadari bahwa Anda lupa membayar zakat fitrah saat khatib sudah naik mimbar atau bahkan setelah pulang dari lapangan salat Id, jangan mengabaikannya. Berikut langkah yang harus diambil:
Segera Membayar (Qadha): Para ulama bersepakat bahwa kewajiban zakat fitrah tidak gugur karena terlewatinya waktu. Anda harus segera mengeluarkan zakat tersebut saat itu juga sebagai bentuk qadha (mengganti kewajiban yang terlewat).
Niat sebagai Zakat Fitrah: Meskipun secara teknis pahalanya tercatat sebagai sedekah biasa karena telah melewati batas waktu, secara status hukum Anda telah menggugurkan kewajiban/hutang kepada Allah SWT.
Bertaubat dan Memohon Ampun: Mintalah ampun kepada Allah atas kelalaian tersebut dan bertekad untuk lebih teliti di tahun-tahun mendatang.
Tips Agar Tidak Lupa di Tahun Depan
BAZNAS Kabupaten Majalengka menyarankan masyarakat untuk:
Membayar Lebih Awal: Zakat fitrah sudah bisa ditunaikan sejak awal Ramadan. Tidak perlu menunggu malam takbiran.
Gunakan Layanan Digital: Manfaatkan platform pembayaran zakat online resmi BAZNAS untuk kemudahan transaksi di mana saja.
Manfaatkan UPZ Terdekat: Segera hubungi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid atau desa setempat begitu Ramadan dimulai.
Mari pastikan setiap jiwa tersucikan dan setiap perut kaum fakir miskin terisi di hari kemenangan. Jangan biarkan kelalaian menghalangi keberkahan ibadah kita.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka: Amanah, Transparan, dan Tepat Sasaran.
#BAZNASMajalengka #ZakatFitrah #HukumZakat #MajalengkaReligius #ZakatMenyucikan #InfoZakat #RamadanKarem
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Merajut Ukhuwah di Hari Kemenangan: Panduan Adab Silaturahmi Idul Fitri bagi Keluarga dan Masyarakat
MAJALENGKA Momentum Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar perayaan atas kembalinya kita kepada fitrah setelah sebulan penuh berpuasa. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah jembatan emas untuk mempererat tali silaturahmi, baik kepada keluarga inti, sanak saudara, maupun tetangga sekitar.
Dalam rangka menjaga kekhidmatan hari kemenangan, penting bagi setiap muslim untuk mengedepankan adab dan tata krama saat berkunjung. Berikut adalah panduan adab bersilaturahmi yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam:
1. Meluruskan Niat karena Allah SWT
Silaturahmi harus didasari oleh niat tulus untuk menyambung kasih sayang, bukan untuk ajang pamer (riya) atau sekadar formalitas sosial. Niat yang bersih akan mendatangkan keberkahan dan melapangkan rezeki.
Landasan Dalil: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari & Muslim).
2. Memperhatikan Urutan Prioritas
Dalam Islam, silaturahmi memiliki skala prioritas. Mulailah dengan mengunjungi orang tua kandung, kemudian saudara kandung (kakak/adik), paman, bibi, dan barulah kerabat jauh serta tetangga. Mengutamakan orang tua adalah bentuk bakti (birrul walidain) yang paling utama di hari raya.
3. Adab Bertamu: Waktu dan Perizinan
Saat berkunjung ke rumah saudara atau tetangga, perhatikan waktu yang tepat. Hindari waktu istirahat (seperti saat Dzuhur atau larut malam). Pastikan pula untuk mengetuk pintu dengan sopan dan mengucapkan salam maksimal tiga kali.
Landasan Dalil: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya..." (QS. An-Nur: 27).
4. Menjaga Lisan dan Menghindari Pertanyaan Sensitif
Momentum kumpul keluarga sering kali diwarnai dengan obrolan hangat. Namun, kita wajib menjaga lisan agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Hindari pertanyaan yang bersifat pribadi atau membandingkan pencapaian materi antar anggota keluarga. Sebaliknya, hiasilah pertemuan dengan doa dan kata-kata yang memotivasi.
5. Berpakaian Rapi dan Menutup Aurat
Menampilkan penampilan terbaik di hari raya adalah sunnah, selama tidak berlebihan (tabarruj). Gunakan pakaian yang bersih, rapi, dan sesuai dengan kaidah syariat sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah.
6. Menghormati Hidangan Tuan Rumah
Saat disuguhi makanan atau minuman, hendaknya kita mencicipinya sebagai bentuk apresiasi terhadap kemuliaan tuan rumah. Jika memiliki pantangan tertentu, sampaikanlah dengan bahasa yang halus tanpa mencela hidangan yang disajikan.
Hikmah Silaturahmi: Memperpanjang Umur dan Melapangkan Rezeki
Menyambung kekeluargaan memiliki kaitan erat dengan keberkahan hidup. Allah SWT menjanjikan keutamaan bagi hamba-Nya yang gemar menyambung tali persaudaraan.
Landasan Dalil: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari).
Penutup Mari kita jadikan Idul Fitri tahun ini sebagai momentum untuk membersihkan hati dari segala dengki dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat Majalengka. Semoga setiap langkah kita menuju rumah saudara dan tetangga dicatat sebagai amal salih yang diridai Allah SWT.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Lebaran di Era Digital: Sahkah Silaturahmi Hanya Via WhatsApp?
MAJALENGKA Gema takbir telah berkumandang, menandai kemenangan setelah sebulan penuh kita berpuasa. Di tengah keriuhan hari raya, muncul sebuah fenomena modern: fenomena "Lebaran Online". Jempol seolah bekerja lebih cepat daripada langkah kaki, mengirimkan ucapan Minal Aidin wal Faizin ke berbagai grup WhatsApp dan media sosial.
Namun, muncul pertanyaan di benak kita: Bagaimana pandangan Islam mengenai silaturahmi yang hanya dilakukan lewat layar ponsel? BAZNAS Kabupaten Majalengka merangkum ulasannya untuk Sahabat Zakat sekalian.
1. Silaturahmi Online: Hukumnya Sah dan Diperbolehkan
Dalam kacamata fikih, silaturahmi melalui media sosial atau WhatsApp hukumnya adalah boleh dan sah. Merujuk pada pemikiran Imam Zakariya al-Anshari, menyambung tali persaudaraan melalui perantara (termasuk teknologi) dianggap sah untuk menggugurkan kewajiban menyambung silaturahmi yang terputus.
Hal ini menjadi solusi mulia bagi mereka yang memiliki uzur syar’i, seperti:
Jarak tempuh yang sangat jauh (merantau).
Kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
Keterbatasan waktu yang mendesak.
2. Mengapa Tatap Muka Tetap Menjadi Sang Primadona?
Meski teknologi memudahkan, Islam tetap menempatkan silaturahmi fisik (tatap muka) pada derajat yang lebih tinggi. Mengapa demikian?
Keutamaan yang Lebih Afdal: Bertemu langsung memiliki nilai pahala dan kemuliaan yang lebih besar dibandingkan sekadar teks digital.
Kehangatan Adab: Ada keberkahan dalam jabat tangan. Rasulullah SAW bersabda bahwa dua orang Muslim yang bertemu lalu bersalaman, maka dosa keduanya diampuni sebelum mereka berpisah.
Sentuhan Emosional: Tatap muka memperkuat Ukhuwah Islamiyah secara batiniah, sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh emoticon secanggih apa pun.
3. Etika Berlebaran di Media Sosial
Jika memang kondisi memaksa kita untuk berlebaran via gadget, pastikan kita tetap menjaga adab agar esensi Idulfitri tidak hilang:
Niat yang Tulus: Jangan sekadar "copy-paste" pesan untuk menggugurkan kewajiban. Niatkan tulus untuk menyambung kasih sayang.
Pesan Personal Lebih Baik: Mengirim pesan secara pribadi (japri) jauh lebih menghargai penerima dibandingkan pesan siaran (broadcast) massal yang terasa kaku.
Jaga Lisan Digital: Hindari ghibah, pamer (riya), atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya di hari yang suci ini.
Kesimpulan untuk Warga Majalengka: Media sosial adalah jembatan, namun jangan biarkan ia menjadi tembok. Jika kerabat masih berada dalam satu kota (misalnya sama-sama di wilayah Majalengka) dan Anda sehat walafiat, sempatkanlah untuk berkunjung. Namun, jika jarak memisahkan, manfaatkan teknologi dengan penuh adab dan ketulusan.
Mari jadikan momentum Idulfitri ini untuk saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan. Jangan lupa, sempurnakan kesucian hari raya dengan menunaikan Zakat Fitrah dan Sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya terasa bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di seluruh pelosok Majalengka.
Segenap Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan: "Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum. Mohon Maaf Lahir dan Batin."
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Refleksi Hari Ketiga Lebaran: Menganyam Maaf dalam Filosofi Kupat dan Hangatnya Silaturahmi
MAJALENGKA Memasuki hari ketiga Idul Fitri, suasana kemenangan masih terasa hangat di pelosok Bumi Sindangkasih. Jika hari pertama dan kedua menjadi panggung utama bagi keluarga inti, maka hari ketiga sering kali menjadi momen puncak silaturahmi yang lebih santai namun tetap sarat makna.
Di tengah hiruk-pikuk tradisi mudik dan ramah tamah, hadir satu ikon kuliner yang tak lekang oleh waktu: Ketupat. Lebih dari sekadar hidangan pendamping opor, ketupat adalah media dakwah visual yang diwariskan oleh Sunan Kalijaga untuk menyatukan budaya lokal dengan nilai Islam yang luhur.
1. Filosofi Kupat: Antara Pengakuan Dosa dan Kesucian Hati
Secara etimologi dan filosofi Jawa, "Kupat" mengandung makna mendalam yang sangat relevan dengan semangat BAZNAS dalam menyebarkan kebaikan:
Ngaku Lepat (Mengakui Kesalahan): Kupat menjadi simbol keberanian untuk mengakui kekhilafan. Lebaran adalah waktu terbaik untuk menanggalkan ego dan saling memaafkan.
Laku Papat (Empat Tindakan): 1. Lebaran: Usainya masa berpuasa. 2. Luberan: Melimpahnya rezeki yang dibagikan melalui zakat dan sedekah. 3. Leburan: Meleburnya dosa antar sesama. 4. Laburan: Kembali suci (putih) layaknya kapur/labur.
Janur & Nasi: Anyaman Janur (Sejatinining Nur) melambangkan hati nurani manusia, sementara nasi putih di dalamnya melambangkan kesucian hati setelah ditempa sebulan penuh di madrasah Ramadan.
2. Silaturahmi: Merajut Kembali Ukhuwah yang Renggang
Hari ketiga Lebaran adalah waktu yang tepat untuk memperluas jangkauan silaturahmi. Mengunjungi tetangga jauh, sahabat lama, hingga mitra kerja menjadi jembatan untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah.
Tradisi Bodo Kupat di Majalengka mencerminkan keterbukaan hati. Dengan membuka pintu rumah bagi siapa pun yang singgah, kita sedang meruntuhkan sekat sosial. Di sinilah nilai inklusivitas Islam terpancar; bahwa kebahagiaan hari raya harus dirasakan oleh semua kalangan tanpa terkecuali.
3. Nilai Ibadah: Lebih dari Sekadar Tradisi
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk melihat silaturahmi dan tradisi kupatan sebagai ladang pahala:
Pembuka Pintu Rezeki: Sebagaimana janji Rasulullah SAW, silaturahmi adalah kunci meluasnya rezeki dan panjangnya usia.
Hablum Minannas: Jika puasa memperbaiki hubungan dengan Allah, maka silaturahmi di hari raya adalah penyempurna hubungan antarmanusia.
Manifestasi Syukur: Menikmati hidangan bersama adalah bentuk syukur kolektif atas kemenangan melawan hawa nafsu dan kesiapan menyambut puasa sunnah Syawal.
"Kupat bukan hanya soal rasa, tapi soal bagaimana kita menganyam kembali hubungan yang sempat renggang menjadi ikatan persaudaraan yang kuat."
Dengan semangat hari ketiga Lebaran, mari kita jadikan momen ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih peduli dan berbagi. Karena sejatinya, kesucian hati akan lebih sempurna jika dibarengi dengan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah.
Selamat Merayakan Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Batin.
BAZNAS Kabupaten Majalengka Tentramnya Muzaki, Bahagianya Mustahik.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memaknai Hari Kedua Idul Fitri: Menjaga Konsistensi Ibadah dan Merajut Silaturahmi
MAJALENGKA Gema takbir mungkin mulai mereda, namun semangat kemenangan Idul Fitri harus tetap menyala di sanubari setiap Muslim. Memasuki hari kedua bulan Syawal, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk tidak sekadar terjebak dalam euforia perayaan, melainkan mendalami esensi hari kedua ini sebagai momentum transisi menuju pribadi yang lebih bertakwa.
Secara filosofis, hari kedua Idul Fitri adalah ujian pertama bagi konsistensi (istiqomah) seorang hamba setelah menuntaskan madrasah Ramadhan. Jika hari pertama adalah perayaan kemenangan, maka hari kedua adalah langkah awal untuk membuktikan bahwa nilai-nilai kebaikan yang dipupuk selama sebulan penuh tetap membekas dalam perilaku sehari-hari.
Hal-Hal yang Dianjurkan Dilakukan di Hari Kedua Idul Fitri
Sebagai upaya menyempurnakan ibadah dan mempererat tali persaudaraan di wilayah Kabupaten Majalengka, berikut adalah beberapa amalan yang sebaiknya dilakukan oleh seorang Muslim:
1. Menyambung Tali Silaturahmi (Ukhuwah Islamiyah) Hari kedua biasanya menjadi waktu yang tepat untuk memperluas jangkauan silaturahmi. Kunjungi kerabat jauh, tetangga, hingga sahabat lama. Di tengah suasana hangat ini, mari kita saling memaafkan dengan tulus guna membersihkan hati dari segala prasangka dan kekhilafan.
2. Memulai Puasa Sunnah Syawal Bagi umat Muslim yang ingin meraih pahala seperti berpuasa setahun penuh, hari kedua Syawal adalah waktu awal yang diperbolehkan untuk memulai Puasa Enam Hari Syawal. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya menyambung puasa Ramadhan dengan puasa sunnah di bulan ini.
3. Tetap Menjaga Shalat Berjamaah dan Tilawah Jangan biarkan masjid dan mushola menjadi sepi setelah Ramadhan usai. Hari kedua adalah pembuktian komitmen kita untuk tetap menjaga shalat lima waktu berjamaah di masjid dan melanjutkan tradisi membaca Al-Qur’an yang telah menjadi kebiasaan selama bulan suci.
4. Berbagi Kebahagiaan Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah Semangat berbagi tidak boleh berhenti pada Zakat Fitrah saja. Idul Fitri adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kepedulian sosial. BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa memfasilitasi masyarakat untuk menyalurkan Infak dan Sedekah guna membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung, sehingga mereka pun dapat merasakan kebahagiaan hari raya yang berkelanjutan.
5. Refleksi dan Muhasabah Diri Gunakan waktu luang di hari kedua ini untuk merenung: "Apakah kualitas diri saya hari ini lebih baik dari sebelum Ramadhan?". Muhasabah diri penting agar semangat Idul Fitri benar-benar membawa perubahan positif pada karakter dan integritas kita ke depannya.
Penutup
Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H. Semoga di hari kedua ini dan seterusnya, Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kesehatan, dan kekuatan bagi kita semua untuk terus menebar manfaat bagi sesama di tanah Sindangkasih yang kita cintai ini.
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Cahaya Ramadhan di Trotoar Siti Armilah: Kala Doa Sang Kakek Menjemput Langit
MAJALENGKA — Malam itu, 22 Maret 2026, jarum jam menunjukkan pukul 20.26 WIB. Udara dingin menyelinap di sela-sela tumpukan barang bekas yang dipanggul renta oleh seorang kakek pemulung. Namun, dingin itu sejenak sirna saat sebuah langkah mendekat membawa secercah harapan.
Program Ramadhan Bahagia, sebuah harmoni kolaborasi antara BAZNAS RI dan Alfa Group (Alfamart & Alfamidi), hadir menyapa sang kakek di tempatnya berjuang mencari nafkah. Paket sembako itu diserahkan langsung oleh Imam, sang penjaga Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka, yang menjadi perantara bagi jutaan doa dan kepingan rupiah dari para pembeli setia Alfamart yang rela menyisihkan sisa belanja mereka.
Siapa sangka, recehan yang mungkin dianggap kecil oleh dunia, malam itu menjelma menjadi mukjizat kecil bagi seorang hamba yang tak pernah lelah bersandar pada takdir.
Gemetar Syukur di Balik Punggung Renta
Saat paket tersebut berpindah tangan, suasana seolah membeku. Sang kakek, dengan jemari yang kasar karena debu jalanan, menerima bantuan itu seolah menggenggam harta paling berharga. Dengan mata yang mulai berkaca-kaca memantulkan cahaya lampu jalan, untaian kata pun mengalir tulus dari lubuk hatinya:
"Gusti Allah... Hamba kira malam ini hanya akan pulang dengan karung yang berat tapi perut yang kosong. Di saat orang-orang sibuk memakai baju baru lebaran, hamba cuma bisa bertanya-tanya pada aspal jalan, apakah besok dapur hamba bisa mengepul?
Ternyata, Allah tidak tidur. Lewat tangan-tangan baik ini, doa hamba diijabah. Terima kasih untuk orang-orang yang belanja dan menyisihkan uang kecilnya. Mungkin bagi mereka itu hanya kembalian, tapi bagi hamba, ini adalah napas untuk menyambung hidup. Semoga kebaikan kalian menjadi jembatan ke surga, Nak..."
Kisah di Jalan Siti Armilah ini menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa kebahagiaan Idul Fitri bukan tentang seberapa mewah hidangan di meja, melainkan tentang seberapa luas kita mampu berbagi rasa. BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus bergerak di senyap malam dan terang siang, memastikan tidak ada lentera harapan yang padam di tanah Majalengka.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memetik Berkah di Hari Kemenangan: Mengisi Libur Idulfitri dengan Jejak Kebaikan
MAJALENGKA – Idulfitri bukan sekadar garis finis dari ibadah puasa Ramadan, melainkan titik awal untuk membuktikan transformasi diri menjadi pribadi yang lebih peduli. Di tengah euforia libur lebaran dan hangatnya berkumpul bersama keluarga di tanah kelahiran, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menghidupkan semangat berbagi.
Libur panjang seringkali identik dengan konsumerisme dan rekreasi. Namun, bagi seorang muslim yang bertakwa, setiap waktu adalah peluang untuk menanam benih pahala. Mengisi masa libur dengan kebaikan bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menyempurnakan kemenangan yang kita raih.
Menebar Maslahat di Masa Liburan
Ada banyak cara sederhana namun bermakna untuk mengisi libur Idulfitri dengan aktivitas yang bernilai ibadah:
Menguatkan Silaturahmi dengan Tangan Di Atas: Saat berkunjung ke sanak saudara, sempatkanlah untuk memperhatikan kondisi ekonomi mereka. Memberikan bantuan atau hadiah kepada kerabat yang membutuhkan adalah sedekah yang paling utama.
Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim dan Dhuafa: Suasana lebaran adalah momen yang tepat untuk menghadirkan senyum di wajah mereka yang kurang beruntung. Sedekah sekecil apa pun akan sangat berarti bagi mereka untuk ikut merasakan nikmatnya hari raya.
Menjaga Kebersihan Lingkungan Tempat Wisata: Jika Anda mengisi liburan dengan mengunjungi objek wisata di Majalengka, jagalah kebersihan. Menyingkirkan duri atau sampah dari jalan adalah bagian dari iman.
Optimalisasi Zakat Mal dan Sedekah Jariyah: Jangan biarkan semangat berzakat berhenti di Zakat Fitrah saja. Masa libur ini bisa menjadi momentum untuk menghitung kembali zakat harta (maal) atau menunaikan sedekah subuh sebagai bentuk syukur atas nikmat umur dan kesehatan.
Pesan Ketua BAZNAS Majalengka
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa nilai utama dari Idulfitri adalah kembalinya kita kepada kesucian, dan kesucian itu tercermin dari kepedulian sosial.
"Kami mengimbau masyarakat Majalengka, baik yang menetap maupun yang sedang mudik, untuk menjadikan libur Idulfitri sebagai momentum 'panen kebaikan'. Jangan biarkan kemenangan kita ternoda dengan sikap boros atau abai terhadap tetangga yang kesusahan. Mari kita jadikan Majalengka yang Religius, Harmonis, dan Sejahtera melalui zakat, infak, dan sedekah."
Salurkan Kebaikan Anda
BAZNAS Kabupaten Majalengka tetap membuka layanan bagi Bapak/Ibu yang ingin menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah selama masa libur Idulfitri melalui layanan digital kami. Harta yang kita bagikan tidak akan berkurang, melainkan menjadi pembersih jiwa dan pembuka pintu rezeki.
Mari tutup masa libur ini dengan catatan amal yang gemilang.
BAZNAS Majalengka: Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Sinergi Kemanusiaan: BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Donasi Pelanggan Alfamart untuk Nenek Satimah di Maja Utara
MAJALENGKA – Menjelang hari kemenangan Idul Fitri, kepedulian terhadap sesama terus ditingkatkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka. Merespons kabar memprihatinkan mengenai kondisi Nenek Satimah (78), seorang warga Blok Jumat RT 005 RW 003, Desa Maja Utara, Kecamatan Maja, tim BAZNAS bergerak cepat meninjau lokasi pada Kamis (19/03/2026).
Nenek Satimah kini hanya bisa terbaring lemah karena faktor usia dan kesehatan. Dalam kesehariannya, ia dirawat dengan penuh kasih sayang oleh anak bungsunya, Aceng Kurnaeni (36). Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga ini membutuhkan uluran tangan, terutama di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadan.
Donasi Pelanggan Alfamart: Dari Sisa Belanja Menjadi Bahagia
Penyerahan bantuan darurat ini dipimpin langsung oleh Staf Divisi Media dan Publikasi BAZNAS Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, S.Pd.I. Bantuan yang diserahkan berupa paket sembako dari Program Ramadan Bahagia, yang merupakan hasil kolaborasi strategis antara BAZNAS RI dengan Alfa Grup.
Menariknya, sumber pendanaan bantuan ini berasal dari donasi sisa uang belanja pelanggan Alfamart yang dikumpulkan secara sukarela melalui kasir di seluruh Indonesia.
"Bantuan ini merupakan amanah dari masyarakat luas, termasuk dari sisa belanja pelanggan Alfamart yang didonasikan. Kami hadir di sini untuk menyampaikan amanah tersebut agar Nenek Satimah juga merasakan kebahagiaan Ramadan," ujar Eman Suherman di sela-sela kunjungannya.
Hal ini membuktikan bahwa nominal sekecil apa pun yang diberikan oleh masyarakat, jika dikelola dengan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, Aman NKRI), akan berdampak besar dan nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Garda Terdepan Kemanusiaan di Majalengka
Kehadiran BAZNAS di Desa Maja Utara bukan sekadar menyerahkan bantuan fisik, melainkan juga memberikan dukungan moral bagi keluarga. Melalui program pendayagunaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat yang kesulitan secara ekonomi maupun kesehatan.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban pangan keluarga Nenek Satimah selama menjalankan sisa ibadah puasa serta menghadirkan senyum di tengah ujian yang menimpa. BAZNAS Majalengka juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus konsisten menunaikan zakat dan sedekah guna menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
Semoga dengan dukungan dan doa dari masyarakat, Nenek Satimah diberikan kesabaran serta kesehatan, dan keluarga yang merawatnya senantiasa dilimpahkan keberkahan.
Tagar: #BAZNASMajalengka #RamadanBahagia #SinergiKebaikan #DonasiAlfamart #InfoMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #Kemanusiaan #MajaUtara #PeduliSesama #Majalengka #BerbagiKeberkahan #PenyaluranZakat
BERITA21/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ketua BAZNAS Majalengka Beri Apresiasi Tinggi Atas Kinerja Militan Pimpinan dan Amilin Selama Ramadhan 1447 H
MAJALENGKA – Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, Bapak H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., secara resmi menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh jajaran pimpinan dan seluruh staf Amilin selama bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026 M.
Meskipun dalam kondisi berpuasa, ritme kerja BAZNAS Majalengka justru menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini terlihat dari suksesnya koordinasi berbagai program unggulan yang menyentuh langsung lapisan masyarakat di Kabupaten Majalengka.
Soliditas dalam Safari Ramadhan dan Layanan Zakat Fitrah
Salah satu poin utama yang disoroti adalah kekompakan tim dalam menyukseskan 7 kegiatan Safari Ramadhan yang dilaksanakan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Tidak hanya itu, militansi Amilin juga teruji dengan tetap bersiaga melayani masyarakat hingga malam takbir guna memastikan penerimaan dan pendistribusian Zakat Fitrah berjalan optimal.
Komentar Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka
Dalam arahannya, H. Agus Asri Sabana menekankan bahwa semangat melayani adalah kunci utama keberhasilan institusi pengelola zakat.
"Saya sangat mengapresiasi kinerja seluruh pimpinan dan Amilin. Puasa terbukti tidak mengurangi semangat kerja kita sedikit pun. Kita tetap kompak bergerak bersama Pemerintah Daerah dalam Safari Ramadhan, bahkan tetap siaga hingga malam takbir demi memastikan hak-hak mustahik tertunaikan melalui Zakat Fitrah. Inovasi yang kita lakukan dalam pelayanan dan pengumpulan membuahkan hasil positif, di mana tren zakat tahun 2026 ini mengalami peningkatan yang menggembirakan," ujar H. Agus Asri Sabana.
Tanggapan dari Pihak Amilin
Mewakili jajaran staf, salah seorang Amilin BAZNAS Majalengka Iwan S Anwar menyatakan bahwa dukungan dan arahan dari pimpinan menjadi motivasi tersendiri bagi mereka di lapangan.
"Tentu menjadi kebanggaan bagi kami bisa mengabdi di bulan yang penuh berkah ini. Kehadiran pimpinan yang turun langsung mendampingi kami, terutama saat layanan jemput zakat dan siaga di malam takbir, membuat rasa lelah itu hilang. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi agar kepercayaan muzakki di Majalengka semakin kuat," ungkapnya.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan Ramadhan 1447 H, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus mempertahankan tren positif ini melalui transparansi dan optimalisasi program pemberdayaan umat sepanjang tahun 2026.
Tag: #BAZNASMajalengka #Ramadhan1447H #ZakatMensejahterakan #MajalengkaReligius #AmilinMilitan #ZakatFitrah2026 #InfoMajalengka
BERITA21/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Pererat Silaturahmi, Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Halal Bihalal di Pendopo Usai Shalat Id
MAJALENGKA Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Kabupaten Majalengka pada Sabtu (21/03). Usai menunaikan ibadah Shalat Idul Fitri di Masjid Agung Al-Imam yang terletak di kawasan Alun-alun Majalengka, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., langsung bertolak menuju Pendopo Majalengka.
Kehadiran beliau bertujuan untuk memenuhi undangan kegiatan Halal Bihalal Sederhana yang digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergitas antara ulama, umaro (pemerintah), dan masyarakat.
Momen Kebersamaan Pejabat dan Rakyat
Kegiatan yang berlangsung di teras Pendopo ini dihadiri langsung oleh:
Bupati Majalengka
Wakil Bupati Majalengka
Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka
Jajaran Pejabat di lingkungan Pemkab Majalengka
Berbeda dengan acara protokoler yang kaku, Halal Bihalal kali ini digelar secara terbuka dan sederhana. Masyarakat umum, khususnya para jemaah yang baru saja menyelesaikan Shalat Id di Alun-alun, turut dipersilakan masuk untuk berbaur dan bersalaman langsung dengan para pemimpin daerah.
Simbol Persatuan
Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin tahunan, melainkan wujud nyata dari kemanunggalan antara pemimpin dan rakyatnya.
"Momentum ini sangat berharga untuk merekatkan tali silaturahmi. Kita melebur dalam satu suasana kemenangan, di mana sekat-sekat formalitas antara pejabat dan masyarakat dilepaskan demi semangat ukhuwah Islamiyah," ujar H. Agus di sela-sela kegiatan.
Acara ditutup dengan ramah tamah singkat yang berlangsung penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka dapat terus terjalin erat demi kesejahteraan umat di Bumi Sindangkasih.
BERITA21/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ketua BAZNAS Majalengka Salat Id di Alun-Alun, Pererat Silaturahmi dalam Halal Bihalal Terbuka di Pendopo
MAJALENGKA – Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, Bapak H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H bersama ribuan masyarakat di Alun-Alun Kabupaten Majalengka pada Sabtu (21/03/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya:
Bupati Majalengka beserta keluarga.
Wakil Bupati Majalengka.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majalengka.
Serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka.
Kebersamaan dalam Keberkahan
Suasana khidmat menyelimuti Alun-Alun saat gema takbir berkumandang. Kehadiran Ketua BAZNAS Majalengka di tengah-tengah tokoh daerah dan masyarakat ini menegaskan sinergi yang kuat antara lembaga ulama, umaro (pemerintah), dan umat dalam merayakan hari kemenangan.
Setelah pelaksanaan sholat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan agenda Halal Bihalal yang digelar oleh Bupati Majalengka di Pendopo Majalengka.
Halal Bihalal Tanpa Sekat
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan Lebaran 2026 ini mengusung konsep Open House Sederhana. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa protokoler yang kaku.
Warga yang baru saja menyelesaikan Salat Id dipersilakan langsung menuju Pendopo untuk bersilaturahmi, bersalaman, dan bertegur sapa langsung dengan Bupati serta para tokoh daerah, termasuk Ketua BAZNAS Majalengka.
"Momen ini adalah waktu terbaik untuk meruntuhkan sekat antara pemimpin dan rakyat. BAZNAS hadir sebagai jembatan kepedulian, dan hari ini kita merayakan kemenangan ini bersama-sama dalam semangat persaudaraan," ujar H. Agus Asri Sabana di sela-sela kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tali silaturahmi antara pemerintah, lembaga daerah, dan masyarakat Majalengka semakin erat, membawa semangat baru untuk membangun Majalengka yang lebih religius dan sejahtera melalui zakat, infak, dan sedekah.
BAZNAS Kabupaten Majalengka Nikmat Berzakat, Tentramnya Muzaki, Bahagianya Mustahik.
BERITA21/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Hangat dan Penuh Kekeluargaan, Ketua BAZNAS Majalengka Silaturahmi dengan Jajaran Pimpinan Daerah di Pendopo
MAJALENGKA Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 H menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar pimpinan lembaga di Kabupaten Majalengka. Usai menunaikan ibadah Shalat Id di Masjid Alun alun Majalengka, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, Bapak H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., langsung bertolak menuju Pendopo Majalengka, Sabtu (21/03).
Kehadiran Ketua BAZNAS di Pendopo bertujuan untuk melakukan silaturahmi dan mushafahah (bersalaman) dengan jajaran pimpinan daerah yang telah berkumpul. Dalam suasana yang khidmat sekaligus bahagia tersebut, H. Agus Asri Sabana disambut langsung oleh Bupati Majalengka, Wakil Bupati Majalengka, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka.
Acara dimulai dengan sesi saling memaafkan yang berlangsung penuh kehangatan. Setelah itu, para tokoh penting di Kabupaten Majalengka ini duduk bersama di selasar Pendopo. Suasana formal tampak mencair, berganti dengan obrolan ringan dan cengkrama yang diwarnai gelak tawa serta keceriaan.
Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyampaikan bahwa momentum lebaran ini bukan sekadar rutinitas perayaan, melainkan penguat sinergitas antara ulama, umaro, dan lembaga zakat.
"Alhamdulillah, selepas shalat di Al-Imam kita langsung bergegas ke Pendopo. Ini adalah momen istimewa untuk saling memaafkan dan memperkuat kekeluargaan dengan Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan Pak Sekda. Kebersamaan ini menjadi modal penting bagi kita semua untuk terus melayani masyarakat Majalengka dengan lebih baik ke depannya," ujar H. Agus.
Pertemuan tersebut juga menjadi simbol keharmonisan koordinasi antara Pemerintah Daerah dengan BAZNAS Majalengka dalam berbagai program kemanusiaan dan kemasyarakatan yang selama ini telah berjalan selaras.
Acara silaturahmi di Pendopo ini ditutup dengan ramah tamah singkat sebelum para pimpinan daerah melanjutkan agenda open house dan silaturahmi dengan elemen masyarakat lainnya.
Rilis Pers: Media Center BAZNAS Kabupaten Majalengka
BERITA21/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Kesadaran Berzakat Meningkat, Pengumpulan Zakat Fitrah 1447 H di Majalengka Catat Tren Positif
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mencatat tren positif dalam penghimpunan Zakat Fitrah pada Idul Fitri 1447 H / 2026 M. Berdasarkan data rekapitulasi terbaru, jumlah pengumpulan zakat tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan kewajibannya melalui lembaga resmi. Beliau menegaskan bahwa tren ini menunjukkan indikator positif terhadap tingkat religiusitas dan kepedulian sosial warga Majalengka.
Perbandingan Capaian Pengumpulan
Peningkatan terjadi baik pada kategori On Balance Sheet (pencatatan langsung melalui sistem BAZNAS) maupun Off Balance Sheet (pencatatan melalui unit pengumpul zakat di masyarakat). Berikut adalah rincian datanya:
Kategori
Tahun 2025 (1446 H)
Tahun 2026 (1447 H)
On Balance Sheet
Rp1.660.046.885
Rp1.868.363.995
Off Balance Sheet
Rp21.354.078.849
Rp22.096.874.706
Indikasi Kesadaran Masyarakat yang Kian Tinggi
Kenaikan angka ini bukan sekadar statistik semata, melainkan bukti nyata bahwa kesadaran masyarakat dalam berzakat semakin tinggi dan partisipasi publik semakin luas. Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan para tokoh masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya tata kelola zakat yang amanah dan transparan.
"Alhamdulillah, kami melihat ada pertumbuhan kepercayaan yang luar biasa. Peningkatan ini sangat berarti untuk mendukung program-program pemberdayaan umat dan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan (mustahik) di wilayah Kabupaten Majalengka," ujar perwakilan BAZNAS Majalengka.
Apresiasi untuk Para Muzaki
Segenap keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Muzaki (pembayar zakat) yang telah menitipkan amanahnya. Semoga zakat yang telah ditunaikan menjadi pembersih jiwa, membawa keberkahan bagi keluarga, dan menjadi pahala yang terus mengalir.
BAZNAS berkomitmen untuk terus menjaga transparansi dan profesionalitas dalam pendistribusian zakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh mereka yang berhak di seluruh penjuru Kabupaten Majalengka.
#BaznasMajalengka #ZakatFitrah #TrendPositif #Majalengka #IdulFitri1447H #ZakatMensejahterakanUmat
BERITA20/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →