Berita Terbaru
Madsuri Ependi, Sosok yang Pernah Mengabdi di BAZNAS Majalengka Berpulang
MAJALENGKA — Keluarga Besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Madsuri Ependi, petugas keamanan BAZNAS Kabupaten Majalengka periode 2023–2025.
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Kamis, 10 September 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Kabar duka tersebut meninggalkan kesedihan bagi keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka, khususnya bagi mereka yang pernah berinteraksi dan bekerja bersama almarhum selama menjalankan tugasnya.
Selama masa pengabdiannya, Madsuri Ependi dikenal sebagai sosok yang turut memberikan kontribusi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan kerja BAZNAS Kabupaten Majalengka. Dedikasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian beliau dalam mendukung aktivitas pelayanan dan pengelolaan zakat di lingkungan BAZNAS.
Kepergian almarhum menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya-lah kita kembali.”(QS. Al-Baqarah: 156)
Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengenang almarhum atas ketulusan, loyalitas, serta dedikasinya selama menjalankan amanah sebagai petugas keamanan.
Setiap waktu yang dicurahkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan kerja, setiap bentuk tanggung jawab yang dijalankan, serta setiap kebaikan yang diberikan semoga menjadi amal yang dicatat sebagai pahala di sisi Allah SWT.
Untuk itu, keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat, muzaki, mustahik, dan mitra BAZNAS untuk bersama-sama mendoakan almarhum.
“Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.”
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan serta menerangi kuburnya, memberikan rahmat dan maghfirah-Nya, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga segala bentuk kebaikan dan pengabdian yang pernah dilakukan selama hidupnya menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Kepada keluarga besar almarhum yang ditinggalkan, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, keikhlasan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Semoga almarhum husnul khatimah dan seluruh keluarga yang ditinggalkan senantiasa berada dalam lindungan serta kasih sayang Allah SWT.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #KabarDuka #InnaLillahiWaInnaIlaihiRajiun #DoaUntukAlmarhum #MadsuriEpendi #Majalengka #Zakat #AmalJariyah
BERITA10/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
HMI KOHATI Majalengka Resmi Emban Amanah Baru, BAZNAS Sampaikan Pesan Pengabdian
MAJALENGKA Keluarga Besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Majalengka periode 2026–2027.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus baru untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi sekaligus mengemban amanah dalam menjalankan peran kaderisasi, keumatan, kebangsaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., turut menyampaikan harapan agar kepengurusan baru HMI dan KOHATI mampu menghadirkan langkah-langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan turut berkontribusi terhadap kemajuan daerah.
“Semoga HMI dan KOHATI Cabang Majalengka terus menjadi wadah lahirnya generasi muda yang berintegritas, berilmu, berkarakter, dan bermanfaat bagi umat, bangsa, serta daerah.”
Menurutnya, amanah kepengurusan bukan sekadar tanggung jawab organisatoris, tetapi juga bagian dari ikhtiar pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai keislaman dan semangat intelektual yang menjadi bagian dari karakter HMI diharapkan terus menjadi landasan bagi para kader dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Sementara KOHATI diharapkan semakin mampu memperkuat peran perempuan muda dalam membangun kehidupan masyarakat yang berdaya dan berkemajuan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka juga berharap sinergi antara organisasi kepemudaan, lembaga keumatan, dan berbagai elemen masyarakat dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut penting untuk menghadirkan berbagai ikhtiar sosial yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Pelantikan pengurus HMI dan KOHATI Cabang Majalengka periode 2026–2027 sekaligus menjadi awal dari perjalanan kepengurusan baru dalam meneruskan perjuangan organisasi.
Dengan semangat “amanah baru, langkah nyata”, kepengurusan HMI dan KOHATI Cabang Majalengka diharapkan mampu menumbuhkan kader-kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai keislaman, memiliki kepedulian sosial, serta siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan Kabupaten Majalengka.
BAZNAS Kabupaten Majalengka mendoakan agar seluruh pengurus diberikan kekuatan, keistiqamahan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah.
Semoga setiap langkah pengabdian menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi umat.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #HMIMajalengka #KOHATIMajalengka #HMI #KOHATI #PemudaMajalengka #Kaderisasi #Pengabdian #GenerasiMuda #IslamBerkemajuan #Amanah #Majalengka
BERITA10/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Pemkab Majalengka Raih Beragam Penghargaan, BAZNAS Apresiasi Komitmen Pelayanan Publik
MAJALENGKA – BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Majalengka atas berbagai penghargaan dan capaian membanggakan yang diraih dalam bidang tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan BAZNAS Kabupaten Majalengka terhadap berbagai ikhtiar Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menghadirkan kemanfaatan yang semakin luas bagi masyarakat.
Berbagai capaian tersebut menjadi buah dari komitmen, kerja keras, kolaborasi, dan ikhtiar seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.
Dalam perspektif Islam, amanah kepemimpinan merupakan tanggung jawab yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Karena itu, setiap keberhasilan dalam menjalankan pemerintahan diharapkan tidak hanya menjadi sebuah prestasi, tetapi juga menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap berbagai penghargaan dan capaian yang telah diraih dapat menjadi penyemangat bagi Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk terus menghadirkan inovasi dan pelayanan publik yang semakin baik, transparan, responsif, serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Semangat kolaborasi tersebut diharapkan terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka juga meyakini bahwa pembangunan daerah bukan hanya tentang pencapaian angka dan penghargaan, tetapi tentang bagaimana setiap kebijakan dan pelayanan mampu menghadirkan kebermanfaatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagaimana semangat Majalengka Langkung SAE, capaian yang telah diraih hendaknya menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh, memperkuat pelayanan, dan menghadirkan semakin banyak kebaikan bagi masyarakat Kabupaten Majalengka.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, petunjuk, dan keberkahan kepada Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam menjalankan amanah dan pengabdiannya.
Selamat dan sukses untuk Pemerintah Kabupaten Majalengka. Terus melangkah, terus berinovasi, dan terus menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat menuju Majalengka Langkung SAE.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #Majalengka #PemkabMajalengka #EmanSuherman #DenaMuhamadRamdhan #PelayananPublik #TataKelolaPemerintahan #Sinergi #Kolaborasi #ZakatUntukKesejahteraan #MajalengkaBerprestasi
BERITA10/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Nino Sutrisno Terima Bantuan BAZNAS Majalengka untuk Rumah Roboh
Majalengka, 9 September 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui program Majalengka Peduli menyalurkan bantuan kepada Nino Sutrisno, warga Desa Banjaran, Kecamatan Sumberjaya, yang rumahnya mengalami roboh.
Bantuan tersebut diserahkan langsung di kediaman Nino Sutrisno pada Rabu, 9 September 2026, oleh Iwan Setiawan, S.S., Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah dan membutuhkan dukungan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
Musibah rumah roboh tidak hanya berdampak pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga menjadi ujian berat bagi keluarga yang mengalaminya. Dalam situasi tersebut, kehadiran bantuan diharapkan dapat menjadi penguat bagi Nino Sutrisno agar tetap tabah dan optimistis dalam menghadapi cobaan.
Iwan Setiawan menyampaikan bahwa bantuan melalui program Majalengka Peduli merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban Bapak Nino Sutrisno dan keluarga. Mudah-mudahan menjadi jalan kebaikan untuk membantu proses pemulihan setelah musibah yang dialami,” ujar Iwan.
Bagi Nino Sutrisno, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti di tengah kondisi sulit yang sedang dihadapi. Dukungan dari para muzaki melalui BAZNAS diharapkan mampu menghadirkan harapan sekaligus membantu meringankan beban mustahik.
Penyaluran bantuan ini juga menjadi pengingat bahwa semangat kepedulian dan gotong royong merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang penuh kasih sayang. Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui lembaga amil zakat dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen untuk mengelola dan menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah secara profesional, tepat sasaran, serta berorientasi pada kemaslahatan umat. Melalui program Majalengka Peduli, BAZNAS berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi mustahik yang mengalami musibah dan membutuhkan bantuan.
Semoga bantuan yang diberikan kepada Nino Sutrisno menjadi keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat, menjadi penguat bagi keluarga penerima manfaat, serta menjadi amal jariyah bagi para muzaki dan munfik yang telah menitipkan amanahnya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Manfaat, Menguatkan Umat.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNASKabupatenMajalengka #MajalengkaPeduli #ZakatMajalengka #PeduliMustahik #RumahRoboh
BERITA09/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Mimin Terima Bantuan Kepedulian BAZNAS Majalengka
Majalengka Di tengah perjuangan menghadapi kebutuhan kesehatan, Mimin, warga Blok Entuk RT 004 RW 005, Desa Beusi, Kecamatan Ligung, mendapatkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui Program Majalengka Peduli, Rabu (9/9/2026).
Bantuan berupa biaya kesehatan tersebut diserahkan di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka oleh Eman Suherman, S.Pd.I, selaku Tim Media dan Publikasi sekaligus BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) kepada Nandar anak kandungnya.
Bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan. Bagi Mimin, dukungan tersebut bukan sekadar bantuan secara materi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan penguatan agar dirinya tidak merasa menghadapi masa sulit seorang diri.
Dalam kondisi ketika kebutuhan kesehatan harus tetap dipenuhi sementara kemampuan ekonomi terbatas, bantuan dari para muzaki melalui BAZNAS diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang tengah dirasakan Mimin.
Melalui Program Majalengka Peduli, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat dihimpun untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Amanah tersebut diwujudkan dalam berbagai bentuk bantuan, termasuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan kesehatan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka meyakini bahwa setiap kepedulian, sekecil apa pun, dapat menjadi jalan hadirnya harapan bagi sesama. Ketika zakat dan sedekah ditunaikan dengan ikhlas, manfaatnya dapat dirasakan oleh saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan.
“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan kesehatan Ibu Mimin. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap proses yang sedang dijalani,” ujar Eman Suherman, S.Pd.I.
Penyaluran bantuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dalam kehidupan umat. BAZNAS hadir sebagai jembatan antara para muzaki dengan para mustahik, agar amanah zakat, infak, dan sedekah dapat memberikan manfaat secara nyata.
BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfiq, dan donatur yang terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Setiap rupiah yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kebermanfaatan dan membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para muzaki dan donatur dengan keberkahan yang berlipat, serta memberikan kesehatan dan kekuatan kepada Mimin dalam menjalani proses pengobatan dan kehidupannya.
BAZNAS Kabupaten Majalengka – Menebar Zakat, Menguatkan Sesama.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #MajalengkaPeduli #Mimin #BantuanKesehatan #ZakatMajalengka #ZakatUntukUmat #PeduliSesama #Mustahik #Infak #Sedekah #ZIS #BerbagiKebaikan
BERITA09/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Keranda untuk Kebaikan: BAZNAS Majalengka Dukung Pelayanan Umat di Masjid Al Mubarok
MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menyalurkan manfaat zakat untuk mendukung kebutuhan pelayanan keagamaan masyarakat. Kali ini, Masjid Al Mubarok yang berada di Lingkungan Sukajaya RT 003 RW 009, Kelurahan Cijati, Kabupaten Majalengka, menerima bantuan pengadaan keranda.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Mubarok, Drs. H. Sukanta, di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka, Rabu (9/9/2026). Bantuan diserahkan secara langsung oleh Muhammad Dona selaku perwakilan BAZNAS Kabupaten Majalengka.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan manfaat zakat secara nyata di tengah masyarakat. Selain menyentuh kebutuhan sosial dan ekonomi mustahik, zakat juga diarahkan untuk mendukung sarana pelayanan umat yang memiliki nilai kemaslahatan bersama.
Keranda jenazah merupakan salah satu fasilitas penting bagi masyarakat dalam melaksanakan proses pengurusan jenazah. Keberadaannya tidak hanya menjadi sarana pendukung, tetapi juga mencerminkan kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat dalam menjalankan kewajiban fardu kifayah.
Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap fasilitas di Masjid Al Mubarok dapat semakin lengkap dan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya ketika terdapat warga yang membutuhkan pelayanan pengurusan jenazah.
Muhammad Dona menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat sekitar Masjid Al Mubarok.
“Semoga bantuan keranda ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membantu proses pengurusan jenazah. Mudah-mudahan menjadi amal jariyah bagi para muzaki yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS,” ungkapnya.
Sementara itu, Drs. H. Sukanta selaku pengurus DKM Masjid Al Mubarok menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka serta para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya untuk dikelola dan disalurkan melalui BAZNAS.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat di lingkungan Masjid Al Mubarok karena dapat menunjang kebutuhan pelayanan sosial keagamaan.
Bantuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa zakat yang ditunaikan oleh para muzaki dapat menghadirkan kebermanfaatan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dari zakat yang dihimpun secara amanah, lahir berbagai bentuk kepedulian yang membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan menguatkan kehidupan sosial umat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah agar semakin tepat sasaran serta memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai Islam bahwa harta yang ditunaikan melalui zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi jalan untuk menumbuhkan kepedulian, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.
Zakat tumbuh, umat kuat, kemaslahatan semakin luas.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #Zakat #Infak #Sedekah #ZakatUntukUmat #PeduliUmat #KemaslahatanUmat #MasjidAlMubarok
BERITA09/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Eti Rohaeti Terima Modal Usaha dari BAZNAS Majalengka, Ikhtiar Wujudkan Kemandirian Ekonomi
MAJALENGKA Senyum bahagia terpancar dari wajah Eti Rohaeti, warga Lingkungan Margasari RT 003 RW 001, Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, setelah menerima bantuan modal usaha kecil dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, Rabu (9/9/2026).
Bantuan yang disalurkan melalui Program Majalengka Mandiri tersebut diserahkan oleh Wahyu, M.Pd., di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam memberdayakan mustahik agar mampu meningkatkan kemampuan ekonomi dan secara bertahap membangun kemandirian.
Program Majalengka Mandiri tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga diarahkan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan terhadap usaha kecil yang dijalankan mustahik.
Wahyu, M.Pd., menyampaikan bahwa bantuan modal usaha tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi menjadi modal untuk mengembangkan usaha. Mudah-mudahan dengan ikhtiar, kerja keras, dan doa, usaha Ibu Eti semakin berkembang dan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, keberadaan Program Majalengka Mandiri merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk memberikan kemaslahatan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, zakat memiliki nilai pemberdayaan yang besar apabila dikelola secara amanah dan disalurkan kepada mustahik sesuai dengan kebutuhan serta potensinya.
“Semoga bantuan ini membawa keberkahan. Kami juga mengajak penerima manfaat untuk terus berusaha dengan jujur dan amanah. Insyaallah, ketika usaha berkembang, suatu saat bukan tidak mungkin penerima manfaat dapat bertransformasi menjadi orang yang mampu berbagi kepada sesama,” tambahnya.
Sementara itu, Eti Rohaeti menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan modal usaha yang diterimanya. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat untuk terus menjalankan dan mengembangkan usahanya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan dari BAZNAS. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk menambah modal usaha. Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah membantu. Insyaallah bantuan ini akan saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk usaha dan kebutuhan keluarga,” ungkap Eti.
Bagi Eti, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan modal, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus berikhtiar memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya. Ia berharap usahanya dapat berkembang secara bertahap dan memberikan penghasilan yang lebih baik.
Penyaluran bantuan ini sekaligus mempertegas komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan pengelolaan zakat yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui program pemberdayaan seperti Majalengka Mandiri, dana zakat diupayakan tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, tetapi dapat menjadi stimulus agar mustahik memiliki kesempatan untuk tumbuh dan meningkatkan taraf kehidupannya.
Dalam perspektif Islam, zakat merupakan ibadah yang memiliki dimensi sosial dan ekonomi. Karena itu, pengelolaan zakat secara amanah diharapkan mampu menjadi salah satu jalan untuk menguatkan kepedulian, mengurangi kesenjangan, serta menghadirkan keberkahan bagi masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen menyalurkan dan mendayagunakan dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Semoga bantuan yang diterima Eti Rohaeti menjadi jalan keberkahan, menguatkan ikhtiar ekonominya, serta menjadi awal tumbuhnya usaha yang semakin maju dan mandiri. Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh harapan dan kemandirian bagi sesama.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #Zakat #Infak #Sedekah #MajalengkaMandiri #BantuanModalUsaha #PemberdayaanMustahik #EkonomiUmat #ZakatUntukKemandirian
BERITA09/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan PHBI untuk MWC NU Sukahaji
MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., menyerahkan bantuan untuk mendukung kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sukahaji, Rabu (9/9/2026).
Penyerahan bantuan berlangsung di ruang kerja Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Majalengka sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan syiar Islam di tengah masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat serta turut menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan PHBI yang diselenggarakan oleh MWC NU Kecamatan Sukahaji.
H. Muhammad Ridwan menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan keagamaan merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memperkuat kemaslahatan umat. Menurutnya, kegiatan PHBI tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati hari-hari besar dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman.
“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memakmurkan kegiatan keagamaan serta memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat,” ujar H. Muhammad Ridwan.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dukungan terhadap kegiatan keagamaan menjadi salah satu wujud penyaluran dana umat yang diarahkan untuk kemaslahatan dan penguatan kehidupan sosial keagamaan.
Bagi BAZNAS, sinergi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebaikan yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat semakin memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah sekaligus mendorong tumbuhnya semangat berbagi di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat Majalengka Langkung Sae, yakni membangun daerah melalui kepedulian, kebersamaan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Sebab, setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan dengan ikhlas merupakan amanah yang dapat menjadi jalan hadirnya keberkahan dan kemaslahatan bagi umat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Manfaat, Menguatkan Umat.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #ZakatMajalengka #PHBI #MWCNU #NUSukahaji #Sukahaji #SyiarIslam #KebaikanUntukUmat #ZakatUntukUmat #InfakSedekah #BerbagiKebaikan
BERITA09/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Silaturahmi di Hari Bahagia, Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Pernikahan Putri Ketua BAZNAS Kuningan
KUNINGAN — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., didampingi Wakil Ketua III Embed Humed, M.Pd., menghadiri acara pernikahan putri dari Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan H. Yusron Kholid, S.Ag., M.Si., pada Rabu, 10 September 2026.
Acara pernikahan tersebut berlangsung di Diva Convention Hall, Jalan Baru Soekarno Hatta, Kelurahan Cigintung, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan. Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka menjadi bagian dari ungkapan turut berbahagia sekaligus mempererat tali silaturahmi antarpimpinan BAZNAS di wilayah Jawa Barat.
Dalam suasana penuh kebahagiaan dan kekeluargaan, H. Agus Asri Sabana menyampaikan doa dan ucapan selamat kepada keluarga besar H. Yusron Kholid atas pernikahan putrinya.
Pernikahan dalam ajaran Islam merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki kedudukan mulia. Karena itu, momentum pernikahan tidak hanya menjadi perayaan kebahagiaan kedua mempelai dan keluarga, tetapi juga menjadi awal perjalanan dalam membangun rumah tangga yang dilandasi keimanan, kasih sayang, tanggung jawab, serta ketakwaan kepada Allah SWT.
Kehadiran H. Agus Asri Sabana bersama Embed Humed juga mencerminkan semangat ukhuwah, silaturahmi, dan kebersamaan di antara keluarga besar BAZNAS. Hubungan baik antarlembaga zakat di tingkat kabupaten menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi dan komunikasi yang semakin kuat dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai unsur dalam suasana yang hangat dan penuh keberkahan. Silaturahmi yang terjalin diharapkan senantiasa membawa kebaikan serta memperkuat semangat bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan para mustahik.
BAZNAS Kabupaten Majalengka turut mendoakan agar kedua mempelai senantiasa diberikan keberkahan dalam kehidupan rumah tangganya, dipersatukan dalam kasih sayang dan ketakwaan, serta dianugerahi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
“Semoga Allah SWT memberkahi pernikahan ini, menyatukan kedua mempelai dalam kebaikan, serta menjadikan keluarga yang dibangun sebagai keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dan penuh keberkahan.”
Kehadiran dalam momentum kebahagiaan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat zakat tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan dan pemberdayaan umat, tetapi juga melalui terjalinnya ukhuwah dan kepedulian antarsesama dalam kehidupan bermasyarakat.
BAZNAS Majalengka, BAZNAS Kuningan, Agus Asri Sabana, Yusron Kholid, Silaturahmi BAZNAS, Ukhuwah Islamiyah, Pernikahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat
BERITA09/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ibu Warni Terima Bantuan Sembako dari BAZNAS Majalengka Langsung di Kediamannya
MAJALENGKA — Senyum sederhana Ibu Warni menjadi bagian dari cerita kebaikan yang kembali hadir di tengah masyarakat. Warga Gang Panday RT 003/RW 013, Majalengka, tersebut menerima bantuan sembako dari BAZNAS Kabupaten Majalengka yang diserahkan langsung di kediamannya pada Rabu pagi, 9 September 2026.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Ibu Idah Siti Hanah Mupidah, didampingi Robi Perdian Rakasiwi. Kehadiran BAZNAS secara langsung ke kediaman Ibu Warni menjadi wujud kepedulian sekaligus ikhtiar untuk memastikan amanah zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Bagi Ibu Warni, bantuan tersebut bukan hanya berupa kebutuhan pokok. Di balik sembako yang diterima, ada kepedulian dari para muzaki dan donatur yang menitipkan sebagian hartanya melalui BAZNAS untuk disalurkan kepada saudara-saudara yang membutuhkan.
Hadir Lebih Dekat, Menyapa Mustahik
Penyaluran bantuan secara langsung menjadi salah satu bentuk pelayanan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendekatkan manfaat zakat kepada mustahik. Kehadiran di kediaman penerima manfaat juga memberikan ruang bagi BAZNAS untuk menyapa, mendengarkan, dan menghadirkan kepedulian secara lebih personal.
Bantuan sembako yang diterima Ibu Warni diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Meski sederhana, bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan sedikit ketenangan dan menguatkan semangat untuk menjalani hari-hari ke depan.
Nilai inilah yang terus diupayakan BAZNAS Kabupaten Majalengka: menjadikan zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi juga jalan tumbuhnya kepedulian, persaudaraan, dan kebermanfaatan di tengah masyarakat.
Dari Muzaki untuk Mereka yang Membutuhkan
Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS merupakan amanah yang harus dikelola dan disalurkan dengan penuh tanggung jawab. Di tangan mustahik, amanah tersebut diharapkan berubah menjadi manfaat yang nyata.
Kisah Ibu Warni menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Sebuah paket sembako yang diberikan dengan ketulusan dapat menjadi tanda bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli dan masih ada saudara yang ingin berbagi.
Dalam ajaran Islam, kepedulian kepada sesama merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslim. Harta yang disisihkan melalui zakat, infak, dan sedekah tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kasih sayang dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus berikhtiar menghadirkan manfaat zakat secara amanah, profesional, dan tepat sasaran, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan keberkahan dari zakat, infak, dan sedekah.
Semoga bantuan yang diterima Ibu Warni membawa manfaat dan keberkahan bagi keluarganya. Semoga pula setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan para muzaki dan donatur menjadi amal kebaikan yang terus mengalir pahalanya.
Karena ketika kita berbagi, ada harapan yang tumbuh. Ketika kita peduli, ada kehidupan yang terasa lebih berarti.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Zakatmu, Harapan Mereka.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #IbuWarni #BantuanSembako #Zakat #Infak #Sedekah #ZakatmuHarapanMereka #PeduliSesama #PeduliMustahik #BerbagiKebaikan #KebaikanUntukSesama #Majalengka #SucikanHartaKuatkanIman
BERITA09/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Melalui TP.PKK Argapura, BAZNAS Majalengka ajak pelaku usaha berinfaq untuk jalan kebermanfaatan
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui Tim Pengumpulan mengajak para pelaku usaha di Kecamatan Argapura untuk menjadikan infak dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar membangun kebermanfaatan bagi sesama.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Infak dan Sedekah bagi Pelaku Usaha yang dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, bertempat di Kantor Kecamatan Argapura. Kegiatan ini menyasar lingkungan TP PKK Kecamatan Argapura sebagai bagian dari upaya memperluas gerakan kepedulian dan budaya berbagi di tengah masyarakat.
Kegiatan dipimpin oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Ridwan, S.Ag., M.Si., didampingi Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail, staf amil Divisi Pengumpulan, serta Ketua UPZ UMKM BAZNAS Kabupaten Majalengka.
Turut hadir Ketua TP PKK Kecamatan Argapura bersama perwakilan kader PKK dari 14 desa se-Kecamatan Argapura.
Mengubah Sebagian Rezeki Menjadi Manfaat
Dalam sosialisasi tersebut, BAZNAS mengajak para kader PKK untuk menjadi penggerak di lingkungan masing-masing dengan menyampaikan pentingnya infak dan sedekah kepada para pelaku usaha di setiap desa.
Pesan yang disampaikan sederhana namun penuh makna: mencari rezeki bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan diri dan keluarga, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Sebagian rezeki yang disisihkan melalui infak dan sedekah, ketika dikelola secara amanah, diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat yang membutuhkan.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai Islam yang mengajarkan bahwa harta yang dimiliki manusia merupakan amanah. Dengan berbagi, seorang muslim tidak hanya menumbuhkan kepedulian sosial, tetapi juga membuka ruang keberkahan dalam kehidupan.
“Bukan hanya mencari rezeki, tapi juga menjadi jalan kebaikan.”
Pesan ini menjadi semangat dalam mengajak para pelaku usaha untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi yang tidak hanya tumbuh secara materi, tetapi juga memiliki kepedulian dan kebermanfaatan sosial.
BAZNAS Buka Ruang Sinergi bagi Pelaku Usaha
Selain mengajak pelaku usaha untuk berinfak dan bersedekah, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga membuka ruang sinergi dan pembinaan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui sinergi tersebut, para pelaku usaha dapat memperoleh dukungan dalam berbagai aspek pemberdayaan, termasuk keterlibatan dalam kegiatan atau event, fasilitasi legalitas produk, serta pengembangan program lainnya yang dapat mendukung keberlangsungan usaha dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan demikian, gerakan infak dan sedekah tidak berhenti pada aktivitas penghimpunan dana semata. Dana yang dihimpun melalui lembaga zakat diharapkan dapat dikelola secara amanah dan disalurkan kembali dalam bentuk program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kader PKK Jadi Penggerak Kebaikan di Tingkat Desa
Kehadiran perwakilan kader PKK dari 14 desa menjadi bagian penting dalam memperluas pesan kebaikan tersebut.
Para kader diharapkan dapat menjadi penghubung antara BAZNAS dengan masyarakat, khususnya para pelaku usaha di wilayah masing-masing. Dengan pendekatan berbasis komunitas, edukasi mengenai infak dan sedekah diharapkan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Langkah ini sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah kecamatan, TP PKK, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun kepedulian sosial dari tingkat desa.
BAZNAS Kabupaten Majalengka meyakini bahwa kebaikan yang dilakukan secara bersama-sama akan melahirkan manfaat yang lebih luas. Ketika para pelaku usaha menyisihkan sebagian rezekinya, kemudian dikelola secara profesional dan amanah, manfaatnya dapat kembali kepada masyarakat melalui berbagai program BAZNAS.
Menumbuhkan Ekonomi yang Peduli
Gerakan infak dan sedekah di kalangan pelaku usaha menjadi salah satu ikhtiar untuk membangun ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memiliki dimensi kepedulian sosial.
Pelaku usaha berinfak dan bersedekah, BAZNAS mengelola dan menyalurkan manfaatnya.
Dari sinergi tersebut diharapkan lahir kebermanfaatan yang berkesinambungan—menguatkan kepedulian, membantu sesama, sekaligus menumbuhkan semangat bahwa keberhasilan dalam mencari rezeki akan semakin bermakna ketika sebagian di antaranya menjadi jalan kebaikan.
Dengan semangat “Majalengka Langkung Sae”, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah.
Karena sejatinya, rezeki yang kita sisihkan hari ini dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan dan menjadi amal kebaikan yang insyaallah terus mengalir manfaatnya.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #TPPKKArgapura
BERITA09/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
H. Agus Asri Sabana: Balai Ternak BAZNAS Harus Melahirkan Kebermanfaatan Berkelanjutan
MAJALENGKA Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan ternak, tetapi menjadi pintu masuk bagi lahirnya kemandirian ekonomi, keberdayaan mustahik, hingga tumbuhnya muzaki baru.
Harapan tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Balai Ternak BAZNAS Tahun 2026, Selasa, 8 September 2026, di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka.
FGD yang dipimpin BAZNAS RI tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan pelaksanaan program sebelum memasuki tahap realisasi. Forum dihadiri berbagai unsur lintas sektor, di antaranya BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, DKP3, Kementerian Agama, Kecamatan Panyingkiran, Pemerintah Desa Cijurey, pendamping program, penerima manfaat, serta unsur terkait lainnya.
Bagi H. Agus Asri Sabana, keterlibatan banyak pihak dalam FGD bukan sekadar bentuk koordinasi, tetapi merupakan modal utama agar Program Balai Ternak dapat berjalan dengan baik, terarah, dan memberikan manfaat yang terus berkembang.
Balai Ternak Bukan Sekadar Bantuan
Dalam sambutannya, H. Agus Asri Sabana menegaskan bahwa Program Balai Ternak merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang membutuhkan pengawalan bersama.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing sehingga program benar-benar mampu memberikan dampak bagi masyarakat.
“Program ini merupakan program unggulan BAZNAS, maka akan kita kawal program berjalan dan kebermanfaatan bisa terus berjalan serta harapannya akan tumbuh para muzaki baru dan akan memberikan manfaat lanjutan dari program ini,” ungkap H. Agus Asri Sabana.
Pernyataan tersebut menjadi pesan utama dalam pelaksanaan program.
Menurutnya, keberhasilan Balai Ternak tidak semata-mata dilihat dari tersalurkannya bantuan atau bertambahnya jumlah ternak. Lebih penting dari itu adalah bagaimana bantuan tersebut mampu menjadi aset produktif yang memberikan perubahan nyata bagi kehidupan penerima manfaat.
Mustahik yang mendapatkan manfaat diharapkan memiliki kemampuan untuk mengelola ternak secara profesional, meningkatkan pendapatan, membangun usaha, dan pada akhirnya memiliki kemampuan ekonomi yang lebih kuat.
Dengan demikian, terjadi sebuah proses transformasi:
dari penerima manfaat menjadi peternak mandiri, dari peternak mandiri menjadi orang yang mampu berbagi, dan dari mustahik menuju muzaki.
Sinergi Menjadi Kunci Keberhasilan
H. Agus Asri Sabana juga menekankan bahwa BAZNAS tidak dapat berjalan sendiri dalam mewujudkan tujuan besar tersebut.
Program pemberdayaan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, perangkat desa, tenaga teknis, penyuluh, pendamping, tokoh agama, hingga masyarakat penerima manfaat.
Karena itu, kehadiran BAZNAS RI dalam FGD dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pelaksanaan program.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan di lapangan, mulai dari aspek teknis peternakan, kesehatan hewan, pakan, pengelolaan lingkungan, pendampingan penerima manfaat, hingga penguatan kesadaran zakat.
“Dengan sinergi ini, kita ingin memastikan program bukan hanya berjalan, tetapi juga memberikan kebermanfaatan yang luas dan berkelanjutan,” menjadi semangat yang ditekankan dalam forum tersebut.
Menurut H. Agus Asri Sabana, keberlanjutan merupakan hal yang sangat penting karena dana umat yang dikelola BAZNAS harus memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
Dari Dana Zakat Menjadi Kekuatan Ekonomi
Program Balai Ternak merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana dana zakat dapat dikelola menjadi kekuatan produktif.
Bantuan yang diberikan kepada mustahik diharapkan tidak habis dalam satu kali pemanfaatan. Sebaliknya, bantuan tersebut harus terus berkembang dan memberikan manfaat dari waktu ke waktu.
Dalam konteks inilah H. Agus Asri Sabana melihat Balai Ternak sebagai bagian dari upaya membangun rantai kebermanfaatan dana umat.
Ternak yang dipelihara dapat berkembang. Hasilnya dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Peningkatan ekonomi kemudian dapat membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kualitas kehidupan, mengembangkan usaha, dan bahkan berbagi kembali kepada masyarakat.
Dengan pola seperti itu, zakat tidak hanya menyelesaikan kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan untuk masa depan.
Harapan Lahirnya Muzaki Baru
Salah satu pesan paling kuat dalam sambutan Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka adalah harapan agar Program Balai Ternak mampu melahirkan muzaki baru.
Bagi BAZNAS, keberhasilan program pemberdayaan idealnya tidak berhenti ketika mustahik telah menerima bantuan.
Keberhasilan yang lebih tinggi adalah ketika penerima manfaat mampu keluar dari kondisi ketergantungan, menjadi mandiri secara ekonomi, kemudian memiliki kemampuan untuk menunaikan zakat dan membantu orang lain.
Inilah mata rantai kebermanfaatan yang ingin dibangun melalui Program Balai Ternak.
Zakat dari muzaki hari ini diolah menjadi program pemberdayaan, program melahirkan kemandirian mustahik, dan kemandirian tersebut diharapkan melahirkan muzaki baru di masa depan.
Siklus inilah yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem zakat di Kabupaten Majalengka.
Membuka Potensi Zakat Peternakan Majalengka
H. Agus Asri Sabana juga menempatkan Program Balai Ternak dalam konteks yang lebih luas, yaitu membuka potensi zakat peternakan di Kabupaten Majalengka.
Kabupaten Majalengka memiliki potensi peternakan domba dan sapi yang tersebar di berbagai wilayah. Potensi tersebut menjadi peluang besar untuk dikembangkan tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi kesadaran menunaikan zakat.
Melalui program pemberdayaan, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa ketika usaha peternakan telah berkembang dan memenuhi ketentuan syariat, terdapat kewajiban zakat yang harus ditunaikan.
Karena itu, Balai Ternak diharapkan tidak hanya melahirkan peternak yang produktif, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang zakat peternakan.
Cijurey Sebagai Titik Awal
Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran, menjadi salah satu titik penting dalam pelaksanaan Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka Tahun 2026.
H. Agus Asri Sabana berharap kepercayaan yang diberikan kepada Cijurey dapat dijawab dengan kerja bersama seluruh unsur yang ada.
Desa, penerima manfaat, pendamping, pemerintah kecamatan, DKP3, Kementerian Agama, BAZNAS, dan masyarakat perlu membangun komunikasi yang kuat agar program dapat berkembang.
Cijurey diharapkan bukan hanya menjadi lokasi pelaksanaan program, tetapi dapat tumbuh menjadi contoh pemberdayaan berbasis peternakan yang nantinya dapat menginspirasi wilayah lainnya.
Jika berhasil, model tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan yang lebih besar.
Menjaga Amanah Dana Umat
Di hadapan para peserta FGD, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka juga menekankan pentingnya pengawalan program.
Setiap dana umat yang dikelola BAZNAS merupakan amanah dari masyarakat. Karena itu, program harus dilaksanakan secara tepat sasaran, terukur, transparan, dan memberikan manfaat yang nyata.
Pengawalan tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, pendampingan, pengembangan ternak, hingga evaluasi.
Menurutnya, keberhasilan tidak dapat dicapai secara instan. Diperlukan proses, kesabaran, kedisiplinan, pendampingan, serta komitmen bersama.
Program harus dijaga agar tidak hanya terlihat berhasil pada tahap awal, tetapi mampu bertahan dan memberikan hasil dalam jangka panjang.
Menatap Balai Ternak sebagai Ekosistem Pemberdayaan
H. Agus Asri Sabana memandang bahwa ke depan Balai Ternak dapat berkembang lebih jauh.
Tidak hanya berbicara tentang pembibitan dan penggemukan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi ekosistem yang mencakup pakan ternak, kesehatan hewan, pengelolaan limbah, pupuk organik, silase, pengolahan hasil, pemasaran, hingga penguatan kelembagaan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, satu program dapat melahirkan berbagai manfaat turunan.
Limbah ternak dapat diolah menjadi pupuk. Tanaman jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan atau silase. Aktivitas peternakan dapat terhubung dengan ketahanan pangan. Sementara peningkatan ekonomi penerima manfaat dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran zakat.
Inilah bentuk pemberdayaan yang diharapkan mampu menciptakan ekosistem kebaikan yang terus tumbuh.
“Kita Kawal Bersama, Kita Pastikan Manfaatnya Berjalan”
Menutup sambutannya, H. Agus Asri Sabana menegaskan pentingnya kebersamaan dalam mengawal Program Balai Ternak BAZNAS.
Program ini merupakan amanah bersama yang harus dijaga agar benar-benar memberikan manfaat kepada penerima manfaat dan masyarakat sekitar.
BAZNAS Kabupaten Majalengka siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.
Sebab, keberhasilan Program Balai Ternak bukan hanya tentang berapa ekor ternak yang berkembang, tetapi tentang berapa banyak kehidupan yang berubah menjadi lebih mandiri karena hadirnya program tersebut.
Dari satu kandang, diharapkan lahir satu keluarga yang lebih berdaya.
Dari satu keluarga yang berdaya, diharapkan tumbuh lingkungan yang lebih mandiri.
Dan dari mustahik yang telah mandiri, diharapkan suatu hari lahir muzaki baru yang kembali menebarkan manfaat kepada sesama.
Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mengoptimalkan dana umat untuk pemberdayaan masyarakat.
Balai Ternak bukan sekadar program peternakan. Ia adalah ikhtiar untuk mengubah zakat menjadi kekuatan ekonomi, mengubah mustahik menjadi berdaya, dan menumbuhkan kebermanfaatan yang terus bersambung.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BalaiTernakBAZNAS #CijureyPanyingkiran #ZakatPeternakan #PemberdayaanMustahik #KampungZakat
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Zakat Menguatkan Kemandirian: BAZNAS Majalengka Luncurkan Beasiswa Vokasi 2026 untuk 120 Mustahik
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka berkolaborasi dengan BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI) dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (K2UKM) Kabupaten Majalengka menggelar Pelatihan dan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 bagi masyarakat penerima manfaat zakat atau mustahik.
Program yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026), tersebut menyasar sebanyak 120 mustahik. Mereka akan mendapatkan pembekalan keterampilan kerja sekaligus akses menuju dunia industri sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi.
Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., dan dihadiri Anggota Pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nana Sudiana, S.IP., M.M., M.Hum., Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, beserta jajaran pimpinan, amil dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka.
Turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, serta perwakilan dunia industri yang menjadi bagian penting dalam membuka akses kerja bagi para peserta.
Zakat Produktif untuk Membuka Jalan Kemandirian
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyampaikan bahwa Program Beasiswa Vokasi 2026 merupakan hasil dari sinergi dan silaturahmi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka, Pemerintah Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, KADIN, dan BAZNAS RI.
Menurut Agus, peluang program vokasi tersebut berhasil ditangkap melalui komunikasi dan kunjungan yang sebelumnya dilakukan oleh unsur Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, dan KADIN ke BAZNAS RI.
“Program vokasi ini merupakan salah satu bentuk transformasi penyaluran zakat agar tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi mustahik.”
Agus menjelaskan, sebanyak 120 peserta akan mengikuti program dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta menjalani pelatihan selama satu minggu.
Program ini juga mendapatkan dukungan dari PT Shoetown Indonesia sebagai offtaker atau mitra yang membuka akses penyaluran tenaga kerja bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan, mulai dari pembekalan keterampilan, peningkatan kompetensi hingga membuka peluang peserta untuk memasuki dunia kerja.
Bupati: BAZNAS Tidak Sekadar Memberikan Bantuan
Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., menyambut baik pelaksanaan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.
Menurutnya, program tersebut memiliki nilai strategis karena menghubungkan pemberdayaan masyarakat melalui zakat dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri.
“Ini sangat luar biasa karena BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif, tetapi memberikan bekal keterampilan supaya masyarakat bisa bekerja dan memiliki penghasilan.”
Eman menilai pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja) yang menjadi salah satu arah program Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat.
“Kita ingin masyarakat Majalengka mendapatkan kesempatan kerja, khususnya mereka yang memang membutuhkan dan memiliki kemauan untuk bekerja.”
Bupati juga mengapresiasi keterlibatan perusahaan, KADIN, Forum HRD, lembaga pelatihan, dan berbagai pihak yang bersama-sama membangun jembatan antara masyarakat dengan dunia kerja.
Ia berharap pola kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat Majalengka memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Dari Mustahik Menuju Kemandirian Ekonomi
Bagi peserta, Beasiswa Vokasi BAZNAS bukan sekadar program pelatihan. Program ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membuka pintu menuju masa depan yang lebih baik.
Salah seorang penerima Beasiswa Vokasi BAZNAS, Elsa Damayanti, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diperolehnya.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa ikut program ini. Dengan adanya pelatihan ini saya bisa mendapatkan keterampilan sekaligus kesempatan untuk bekerja.”
Elsa berharap keterampilan yang diperolehnya dapat menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan dan membantu menopang perekonomian keluarga.
Kehadiran program ini menunjukkan bahwa pendayagunaan zakat dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang lebih mendasar, termasuk peningkatan keterampilan dan akses terhadap pekerjaan.
Zakat tidak hanya hadir untuk meringankan beban kehidupan, tetapi juga dapat menjadi wasilah atau jalan menuju keberdayaan dan kemandirian ketika dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.
Menguatkan Semangat Majalengka Langkung SAE
Program Beasiswa Vokasi BAZNAS Majalengka 2026 menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara gerakan zakat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha.
Melalui pelatihan keterampilan dan akses menuju dunia kerja, para mustahik diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, memperoleh penghasilan yang halal, serta secara bertahap meningkatkan taraf kehidupannya.
Ikhtiar tersebut sejalan dengan semangat “Majalengka Langkung SAE”, yakni membangun masyarakat yang bukan hanya menerima bantuan, tetapi memiliki kemampuan untuk bangkit, bekerja, berpenghasilan, dan menjadi pribadi yang mandiri.
Pada akhirnya, tujuan pemberdayaan zakat bukan sekadar mengubah kondisi ekonomi mustahik, tetapi juga membuka jalan agar mereka dapat tumbuh menjadi muzaki di masa mendatang.
Dari zakat yang ditunaikan dengan ikhlas, lahir ikhtiar yang menguatkan. Dari keterampilan, terbuka peluang. Dari peluang, tumbuh kemandirian.
BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan kesejahteraan umat dan Majalengka Langkung SAE.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BeasiswaVokasiBAZNAS #PelatihanVokasi #ZakatProduktif
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Dari Silaturahmi Menjadi Aksi, BAZNAS Majalengka Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Beasiswa Vokasi
MAJALENGKA Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana,S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. menegaskan bahwa Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan pendayagunaan zakat yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu membuka jalan bagi mustahik menuju kemandirian ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Agus saat memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan dan Peluncuran Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026).
Program hasil kolaborasi BAZNAS Kabupaten Majalengka, BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI), dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (K2UKM) Kabupaten Majalengka tersebut menyasar 120 mustahik untuk mendapatkan pembekalan keterampilan kerja sekaligus membuka akses menuju dunia industri.
Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa lahirnya program vokasi tersebut tidak terlepas dari proses silaturahmi dan komunikasi yang telah dibangun oleh berbagai pihak.
Menurutnya, beberapa waktu sebelumnya Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, dan KADIN melakukan kunjungan ke BAZNAS RI. Dari pertemuan dan komunikasi tersebut, terbuka peluang untuk mengembangkan program vokasi yang kemudian diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga.
“Program ini merupakan buah dari silaturahmi dan komunikasi yang kita bangun bersama. Dari pertemuan tersebut, kita menangkap peluang bagaimana zakat dapat kita arahkan untuk memberikan manfaat yang lebih panjang bagi para mustahik.”
Agus menilai, program vokasi menjadi salah satu bentuk nyata transformasi pengelolaan zakat. Jika sebelumnya bantuan kepada mustahik lebih banyak berorientasi pada pemenuhan kebutuhan, maka melalui program pemberdayaan, zakat dapat menjadi modal untuk meningkatkan kapasitas dan membuka kesempatan memperoleh pekerjaan.
“Vokasi ini merupakan bentuk transformasi penyaluran zakat. Kita ingin zakat tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi jalan agar mustahik memiliki keterampilan, mendapatkan pekerjaan, memiliki penghasilan dan pada akhirnya mampu mandiri.”
Menangkap Peluang melalui Kolaborasi
Agus menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak dapat dilakukan oleh BAZNAS seorang diri. Diperlukan sinergi antara lembaga zakat, pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha, serta sektor industri.
Karena itu, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 dirancang tidak berhenti pada proses pelatihan. Para peserta juga diarahkan untuk memiliki akses terhadap dunia kerja melalui keterlibatan mitra industri.
Sebanyak 120 peserta akan mengikuti program dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mendapatkan pelatihan selama satu minggu.
Program ini turut mendapatkan dukungan dari PT Shoetown Indonesia sebagai offtaker atau mitra yang membuka peluang penyerapan tenaga kerja bagi peserta sesuai kebutuhan dan kualifikasi yang dipersyaratkan.
Bagi Agus, keterlibatan dunia industri menjadi bagian penting agar program zakat produktif benar-benar memberikan dampak nyata.
“Kita tidak ingin pelatihan berhenti pada sertifikat. Yang kita harapkan adalah setelah mendapatkan keterampilan, peserta memiliki peluang untuk masuk ke dunia kerja dan memperoleh penghasilan yang halal.”
Zakat sebagai Jalan Menuju Kemandirian
Lebih jauh, Agus menjelaskan bahwa semangat utama Program Beasiswa Vokasi BAZNAS adalah mendorong perubahan pola pikir dalam pendayagunaan zakat.
Zakat, menurutnya, memiliki dimensi pemberdayaan yang sangat besar apabila dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.
Melalui keterampilan yang diberikan, mustahik diharapkan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas dirinya, memperoleh pekerjaan, membantu perekonomian keluarga, serta secara bertahap keluar dari ketergantungan terhadap bantuan.
“Harapan kita tentu bukan selamanya mereka menjadi penerima manfaat. Kita ingin mereka naik kelas. Hari ini sebagai mustahik, dengan ikhtiar dan pendampingan, mudah-mudahan ke depan mereka bisa menjadi masyarakat yang mandiri dan bahkan menjadi muzaki.”
Menurut Agus, perubahan tersebut merupakan salah satu cita-cita besar dalam pengelolaan zakat. Dana zakat yang dihimpun dari para muzaki harus mampu dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberikan manfaat dan keberdayaan.
Karena itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus mendorong program-program pendayagunaan yang tidak hanya menyentuh kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat.
Menguatkan Sinergi untuk Majalengka Langkung SAE
Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka, BAZNAS RI, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, BLK Cakraningrat, PT Shoetown Indonesia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.
Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan contoh bahwa persoalan sosial dan ekonomi masyarakat dapat dihadapi bersama melalui sinergi.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membuka ruang kolaborasi. BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Ketika pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan dan masyarakat bergerak bersama, insyaallah manfaatnya akan jauh lebih besar.”
Ia berharap program tersebut dapat menjadi awal dari pengembangan program vokasi yang lebih luas di Kabupaten Majalengka.
Ke depan, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus berupaya menangkap berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi para mustahik.
Sebab, bagi BAZNAS, zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membangun harapan, meningkatkan kemampuan, membuka kesempatan, dan mengantarkan mustahik menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mewujudkan “Majalengka Langkung SAE”—sebuah masyarakat yang tumbuh melalui kepedulian, pemberdayaan, kesempatan kerja, dan kemandirian ekonomi.
Dari silaturahmi lahir kolaborasi. Dari zakat lahir pemberdayaan. Dari keterampilan terbuka kesempatan. Dan dari kesempatan, insyaallah lahir kemandirian.
Tagar
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #BAZNASRI #BeasiswaVokasiBAZNAS #BeasiswaVokasi2026 #PelatihanVokasi #ZakatProduktif #ZakatUntukKemandirian #PemberdayaanMustahik #MustahikNaikKelas #MajalengkaMandiri #MataHati #MasyarakatCepatKerja #K2UKM #KADIN #ForumHRD #BLKCakraningrat #Majalengka #Zakat #PemberdayaanUmat
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Bupati Eman Suherman: Beasiswa Vokasi BAZNAS Buka Jalan Mustahik Menuju Dunia Kerja
MAJALENGKA – Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., memberikan apresiasi terhadap Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 yang dinilainya mampu menghadirkan pola pemberdayaan masyarakat yang lebih nyata melalui keterampilan dan akses terhadap dunia kerja.
Hal tersebut disampaikan Bupati Eman Suherman dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi kegiatan Pelatihan dan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026).
Menurut Bupati Eman, program yang menyasar 120 mustahik tersebut memiliki nilai strategis karena tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi memberikan bekal keterampilan yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan penghasilan.
“Ini sangat luar biasa karena BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif, tetapi memberikan bekal keterampilan supaya masyarakat bisa bekerja dan memiliki penghasilan.”
Pernyataan tersebut menjadi penekanan utama Bupati Eman dalam melihat pentingnya pengembangan program vokasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian masyarakat.
Bantuan yang Mengantarkan pada Kemandirian
Bupati Eman menilai, pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan merupakan langkah yang sangat penting. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat, menurutnya, akan memberikan dampak lebih panjang apabila disertai dengan kemampuan untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan.
Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 dinilai menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Melalui program tersebut, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk memiliki akses menuju dunia industri.
Pendekatan ini, menurut Bupati Eman, menjadi penting karena masyarakat membutuhkan bukan hanya bantuan, tetapi juga kesempatan.
Kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, dan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
Sejalan dengan Program Mata Hati
Dalam sambutannya, Bupati Eman juga mengaitkan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS dengan program Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja) yang menjadi salah satu arah Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, khususnya mereka yang memiliki kemauan untuk bekerja dan meningkatkan kehidupannya.
“Kita ingin masyarakat Majalengka mendapatkan kesempatan kerja, khususnya mereka yang memang membutuhkan dan memiliki kemauan untuk bekerja.”
Karena itu, menurut Bupati, sinergi dengan BAZNAS melalui program vokasi merupakan langkah yang sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang lebih produktif dan mandiri.
Ia berharap semakin banyak masyarakat Majalengka yang mendapatkan akses terhadap pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Kolaborasi Menjadi Kunci
Bupati Eman juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.
Program tersebut tidak hanya melibatkan BAZNAS Kabupaten Majalengka, tetapi juga BAZNAS Republik Indonesia, Dinas K2UKM Kabupaten Majalengka, KADIN, Forum HRD, lembaga pelatihan, serta dunia industri.
Menurutnya, kolaborasi semacam ini perlu terus dikembangkan karena persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
Pemerintah memiliki peran dalam membuka kebijakan dan akses, lembaga zakat memiliki kekuatan dalam pemberdayaan, lembaga pelatihan menyiapkan kompetensi, sementara dunia industri membuka ruang bagi masyarakat untuk masuk ke dunia kerja.
Dengan pola tersebut, pelatihan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi benar-benar terhubung dengan kebutuhan lapangan.
Bupati Eman secara khusus mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dan Forum HRD dalam membuka akses bagi peserta menuju dunia industri.
Membuka Lebih Banyak Kesempatan bagi Masyarakat
Bupati Eman berharap program Beasiswa Vokasi BAZNAS dapat terus dikembangkan sehingga cakupan penerima manfaat semakin luas.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki kemauan untuk bekerja tetapi membutuhkan keterampilan dan akses agar dapat memasuki dunia kerja.
Karena itu, pola kolaborasi yang telah dibangun melalui program ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk dikembangkan dalam berbagai bidang keterampilan lainnya.
“Kita berharap pola kolaborasi BAZNAS, pemerintah, lembaga pelatihan, dan perusahaan ini dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat Majalengka memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.”
Pesan tersebut sekaligus menjadi harapan agar program pemberdayaan tidak bersifat sesaat, melainkan dapat menjadi bagian dari ekosistem peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Majalengka.
Zakat, Keterampilan dan Masa Depan Masyarakat
Bagi Bupati Eman, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat berjalan beriringan dengan agenda pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan ketenagakerjaan.
Zakat yang dihimpun dari masyarakat kemudian diarahkan untuk memberikan manfaat melalui peningkatan kapasitas penerima manfaat.
Dengan keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu mendapatkan pekerjaan, memperoleh penghasilan yang halal, serta membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Lebih jauh, program semacam ini diharapkan mampu menciptakan perubahan dari ketergantungan menuju kemandirian.
Mustahik diberikan kesempatan untuk berkembang sehingga memiliki kemampuan untuk memperbaiki kehidupannya secara bertahap.
Bupati Resmi Membuka Program Beasiswa Vokasi
Setelah menyampaikan sambutannya, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., secara resmi membuka Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nana Sudiana, S.IP., M.M., M.Hum., Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., jajaran pimpinan dan amil BAZNAS, Forkopimda, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, serta perwakilan dunia industri.
Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 menyasar 120 mustahik yang akan mengikuti pelatihan dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan selama satu minggu.
Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama para mitra berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja dan membangun kehidupan ekonomi yang lebih baik.
Bagi Bupati Eman, kolaborasi tersebut merupakan langkah positif dalam mewujudkan masyarakat Majalengka yang semakin produktif.
Bantuan tidak berhenti pada pemberian. Keterampilan membuka kesempatan. Kesempatan melahirkan pekerjaan. Dan pekerjaan menjadi jalan menuju kemandirian.
Semangat tersebut sejalan dengan ikhtiar bersama untuk mewujudkan Majalengka Langkung SAE, melalui masyarakat yang memiliki keterampilan, kesempatan kerja, penghasilan, dan masa depan yang lebih baik.
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
H. Idy Muzayyad: Beasiswa Vokasi BAZNAS Jadi Jalan Mustahik Menuju Kemandirian
MAJALENGKA Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 menjadi salah satu langkah nyata Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat melalui peningkatan keterampilan dan akses ekonomi bagi mustahik.
Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., dalam sambutannya pada kegiatan Pelatihan dan Peluncuran Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 yang digelar di BLK Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026).
Menurut H. Idy Muzayyad, program vokasi merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS untuk memastikan zakat tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan sesaat, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan mustahik.
Zakat Didorong untuk Memberikan Dampak Berkelanjutan
H. Idy Muzayyad menegaskan bahwa pemberdayaan mustahik melalui keterampilan menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi.
Melalui pelatihan vokasi, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan potensi ekonominya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat BAZNAS untuk terus mentransformasikan pengelolaan zakat agar memberikan manfaat yang semakin luas dan berkelanjutan.
Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Kabupaten Majalengka sendiri menyasar 120 mustahik yang mengikuti pelatihan dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mendapatkan pelatihan keterampilan selama satu pekan.
Membuka Akses Mustahik ke Dunia Kerja
Dalam sambutannya, H. Idy Muzayyad juga menekankan pentingnya keterhubungan antara pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja.
Karena itu, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 tidak berhenti pada proses pelatihan. Program ini dibangun dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari BAZNAS, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dunia usaha, KADIN, Forum HRD hingga perusahaan sebagai mitra penyalur tenaga kerja.
Keterlibatan dunia industri menjadi bagian penting agar keterampilan yang diperoleh peserta memiliki relevansi dengan kebutuhan lapangan kerja.
Salah satu perusahaan yang terlibat dalam program tersebut adalah PT Shoetown Indonesia yang berperan sebagai offtaker sekaligus mitra dalam membuka akses penyaluran tenaga kerja bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan.
Dengan pola tersebut, program vokasi diharapkan mampu memperpendek jarak antara pelatihan, keterampilan, dan kesempatan kerja.
Mustahik Naik Kelas
Lebih jauh, program ini diharapkan mampu mendorong perubahan status sosial-ekonomi penerima manfaat.
Mustahik tidak hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi diarahkan untuk memiliki kemampuan, penghasilan dan kemandirian.
Semangat tersebut menjadi bagian dari cita-cita besar pengelolaan zakat, yakni bagaimana dana zakat yang dihimpun dari para muzaki dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan keterampilan yang dimiliki, para peserta diharapkan mampu memperoleh pekerjaan yang layak, mendapatkan penghasilan halal, serta secara bertahap meningkatkan taraf kehidupannya.
Pada akhirnya, pemberdayaan tersebut diharapkan dapat melahirkan mustahik yang naik kelas menjadi pribadi mandiri, bahkan kelak mampu menjadi muzaki.
Kolaborasi Menjadi Kekuatan Program
H. Idy Muzayyad juga menegaskan bahwa pemberdayaan mustahik tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja.
Diperlukan kolaborasi dan sinergi berbagai pihak agar program dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak yang lebih luas.
Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Majalengka menjadi contoh kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, Pemerintah Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, BLK Cakraningrat, serta dunia industri.
Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses menuju pekerjaan dan kemandirian ekonomi.
Dari Pelatihan Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 diharapkan menjadi awal dari perjalanan baru bagi para peserta.
Pelatihan yang diberikan bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan sertifikat, melainkan menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja dan membangun masa depan yang lebih baik.
Melalui program ini, BAZNAS terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat—dari membantu memenuhi kebutuhan hari ini menuju upaya membangun kemandirian untuk hari esok.
Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Majalengka Langkung SAE, dengan masyarakat yang semakin terampil, produktif, mandiri dan berdaya.
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Rumahnya Dilalap Api, Karno Hidayat Temukan Harapan Lewat Uluran Tangan BAZNAS Majalengka
MAJALENGKA – Di tengah duka yang masih membekas akibat musibah kebakaran yang menghanguskan rumahnya, secercah harapan hadir untuk Bapak Karno Hidayat, warga Blok Rancabolang RT 02 RW 06, Desa Pasindangan, Kecamatan Jatitujuh. Dengan didampingi sang istri, beliau datang ke Posko BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Majalengka untuk menerima bantuan kebencanaan sebagai wujud kepedulian dari BAZNAS Kabupaten Majalengka.
Penyerahan bantuan dilakukan pada Senin, 7 September 2026, oleh Eman Suherman bersama Tim BTB BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan tersebut menjadi ikhtiar untuk meringankan beban keluarga yang tengah berjuang bangkit setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah yang datang tanpa diduga.
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap ujian, Allah SWT menghadirkan jalan pertolongan. Salah satunya melalui tangan-tangan kebaikan para muzaki yang menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS agar dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Hadir Menguatkan di Saat Paling Sulit
Di Posko BTB BAZNAS Majalengka, suasana sederhana menjadi saksi pertemuan antara kepedulian dan harapan. Kehadiran Bapak Karno Hidayat bersama istrinya bukan sekadar menerima bantuan, tetapi juga menjadi gambaran bahwa tidak ada seorang pun yang seharusnya menghadapi musibah sendirian.
Bantuan kebencanaan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak keluarga serta menjadi penyemangat untuk kembali menata kehidupan setelah musibah kebakaran yang mengubah keseharian mereka.
Zakat Menjadi Cahaya bagi Mereka yang Diuji
Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), BAZNAS Kabupaten Majalengka terus menghadirkan respons cepat bagi masyarakat yang tertimpa bencana. Amanah zakat yang dipercayakan oleh para muzaki diwujudkan menjadi bantuan nyata yang menghadirkan manfaat bagi para mustahik.
Sebagaimana firman Allah SWT:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma'idah: 2)
Semoga Allah SWT memberikan ketabahan kepada Bapak Karno Hidayat beserta keluarga, mengganti setiap kehilangan dengan keberkahan yang lebih baik, serta menjadikan setiap uluran tangan kebaikan sebagai amal yang terus mengalir pahalanya.
BERITA08/09/2026 | Humas BTB Baznas Majalengka
FGD Balai Ternak BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Siap Masuk Tahap Eksekusi
MAJALENGKA — Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka Tahun 2026 memasuki babak baru. Setelah melalui proses pematangan konsep dan koordinasi lintas sektor, program pemberdayaan masyarakat berbasis peternakan tersebut kini siap bergerak menuju tahap eksekusi.
Kesiapan itu ditegaskan dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Balai Ternak BAZNAS yang mempertemukan berbagai unsur strategis, mulai dari BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Kementerian Agama, Kecamatan Panyingkiran, Pemerintah Desa Cijurey, pendamping program, penerima manfaat, hingga unsur terkait lainnya.
FGD dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka. Forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi teknis, memetakan potensi, sekaligus memastikan setiap unsur memiliki peran yang jelas sebelum program direalisasikan di lapangan.
Lebih dari sekadar program bantuan ternak, Balai Ternak BAZNAS diarahkan menjadi model pemberdayaan ekonomi mustahik yang berkelanjutan. Target akhirnya bukan hanya melahirkan peternak yang mandiri, tetapi membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang mampu berkembang hingga membuka peluang lahirnya muzaki baru.
Dari Mustahik Menuju Muzaki
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menegaskan bahwa Program Balai Ternak merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang harus dikawal secara bersama-sama.
Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari berapa banyak ternak yang disalurkan atau berapa banyak penerima manfaat yang terlibat. Lebih jauh, program harus mampu menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan penerima manfaat.
“Program ini merupakan program unggulan BAZNAS, maka akan kita kawal program berjalan dan kebermanfaatan bisa terus berjalan serta harapannya akan tumbuh para muzaki baru dan akan memberikan manfaat lanjutan dari program ini,” ungkap H. Agus Asri Sabana.
Pesan tersebut menjadi fondasi utama program: dana zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi harus menjadi modal perubahan yang melahirkan kemandirian.
Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan Balai Ternak tidak berhenti sebagai program sesaat. Dukungan pemerintah, pendampingan teknis, edukasi keagamaan, penguatan kelembagaan, serta keterlibatan masyarakat menjadi satu kesatuan yang diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program.
BAZNAS RI: Saatnya Beranjak dari Perencanaan Menuju Eksekusi
Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, menyampaikan materi mengenai Program Balai Ternak BAZNAS.
Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat sekaligus menjadi bentuk investasi spiritual yang diharapkan menghadirkan keberkahan dari Allah SWT.
Kehadiran BAZNAS RI dalam FGD menjadi penguat arah program agar implementasi di daerah tetap berjalan sesuai tujuan pemberdayaan dan memiliki dampak yang terukur.
Semangat tersebut kemudian mengerucut pada satu pesan penting yang menjadi penutup FGD:
“Kita Eksekusi.”
Kalimat singkat tersebut menjadi penanda bahwa rangkaian diskusi dan pematangan konsep harus segera diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.
Potensi Zakat Peternakan Majalengka Masih Sangat Besar
Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Majalengka, Embed Humed, M.Pd., menyampaikan bahwa FGD tersebut membuka ruang diskusi yang mencerahkan sekaligus memperlihatkan besarnya peluang pengembangan zakat di Kabupaten Majalengka, khususnya zakat peternakan.
Berdasarkan pemaparan dalam forum, penghimpunan ZIS Kabupaten Majalengka mencapai sekitar Rp17 miliar pada 2025. Sementara itu, potensi kurban di Kabupaten Majalengka disebut mencapai sekitar Rp73 miliar.
Besarnya potensi tersebut menunjukkan bahwa ruang pengembangan ekosistem zakat masih terbuka lebar.
Terlebih, dalam empat tahun terakhir BAZNAS Kabupaten Majalengka belum memiliki penghimpunan zakat peternakan. Padahal, Kabupaten Majalengka memiliki potensi populasi domba dan sapi yang tersebar di berbagai wilayah.
Di sinilah Program Balai Ternak diharapkan menjadi embrio kebangkitan zakat peternakan di Majalengka.
Program ini tidak hanya memberikan akses pemberdayaan kepada mustahik, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa aktivitas peternakan memiliki dimensi ibadah melalui kewajiban zakat ketika telah memenuhi ketentuan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen memberikan pendampingan agar penerima manfaat mampu berkembang menjadi peternak yang profesional, produktif, dan mandiri.
Peluang sinergi dengan BAZNAS Micro Finance Masjid (BMM) juga menjadi salah satu opsi pengembangan untuk memperkuat akses pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat.
DKP3 Siap Kawal dari Sisi Teknis Peternakan
Dukungan konkret datang dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka.
Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaiman, mengapresiasi hadirnya Program Balai Ternak BAZNAS dan menyatakan kesiapan DKP3 untuk mengambil bagian dalam penguatan program.
Dukungan tersebut mencakup aspek teknis peternakan, kesehatan ternak, kondisi bibit, lingkungan, hingga pengembangan kapasitas penerima manfaat.
DKP3 juga menyampaikan kesiapan melibatkan tenaga teknis, termasuk enam orang dokter, serta memberikan penyuluhan kepada para penerima manfaat.
Dengan dukungan tersebut, Balai Ternak diharapkan tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah ternak, tetapi juga memperhatikan kualitas, kesehatan, manajemen pemeliharaan, dan keberlanjutan lingkungan.
Desa Cijurey: Dari Lokasi Program Menuju Desa Percontohan
Salah satu titik penting dalam Program Balai Ternak BAZNAS adalah Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran.
Kepala Desa Cijurey, Yusup Faisal, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BAZNAS yang menjadikan Cijurey sebagai lokasi pelaksanaan program.
Dari 343 desa di Kabupaten Majalengka, Desa Cijurey dipercaya menjadi bagian dari program strategis tersebut.
Kepercayaan ini tidak ingin dilihat hanya sebagai sebuah bantuan, tetapi sebagai kesempatan untuk membangun model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Pemerintah Desa Cijurey juga telah berkoordinasi dengan UPZ Desa Cijurey sebagai bagian dari dukungan terhadap program.
Cijurey memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Selain peternakan, desa ini memiliki peluang penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan limbah peternakan.
Konsep yang muncul dalam FGD bahkan mengarah pada pembangunan ekosistem ekonomi sirkular, di mana limbah peternakan tidak menjadi masalah, tetapi dapat diolah menjadi pupuk dan produk bernilai guna.
Pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia juga menjadi salah satu gagasan yang dapat dikembangkan.
Dengan demikian, peternakan, pertanian, pengelolaan limbah, pupuk, hingga ketahanan pangan dapat terhubung dalam satu ekosistem pemberdayaan.
Masyarakat Desa Cijurey sendiri juga membutuhkan pengembangan kembali ternak domba karena sebagian ternak domba sebelumnya telah ditukar dengan sapi.
Kemenag: Peternakan Juga Memiliki Dimensi Zakat
Program Balai Ternak juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Melalui H. Taufik Hidayat, Kemenag memberikan apresiasi terhadap program yang dinilai memiliki akselerasi cepat dan inovatif dalam pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan program ke depan dapat diperluas ke lingkungan pondok pesantren yang telah memiliki aktivitas peternakan.
Lebih jauh, penyuluh agama dapat dilibatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kewajiban zakat, termasuk zakat peternakan bagi peternak yang telah memenuhi ketentuannya.
Hal ini penting agar peningkatan ekonomi masyarakat berjalan beriringan dengan peningkatan literasi zakat.
Kemenag juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak boleh hanya terlihat pada saat peluncuran.
Balai Ternak harus hidup, tumbuh, didampingi, dan berkembang.
Panyingkiran Dorong Cijurey Jadi Pilot Project
Pihak Kecamatan Panyingkiran turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Balai Ternak.
Kecamatan berharap Desa Cijurey dapat menjadi pilot project sekaligus inspirasi bagi desa dan kecamatan lainnya.
Kultur peternakan yang telah tumbuh di masyarakat Cijurey menjadi modal sosial yang penting. Dengan adanya program BAZNAS, potensi tersebut diharapkan dapat diperkuat melalui pendampingan, tata kelola yang baik, serta kolaborasi lintas sektor.
Program juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bukan sekadar ramai di awal, tetapi bertahan dalam jangka panjang dan menghasilkan perubahan nyata.
Membangun Ekosistem Balai Ternak yang Mandiri
Dalam FGD, pendamping program turut menyampaikan sejumlah kebutuhan penunjang untuk memastikan pengelolaan Balai Ternak berjalan lebih profesional.
Di antaranya adalah kebutuhan timbangan dan alat ukur untuk pengelolaan kompos, serta pengembangan potensi bank sampah, bank pupuk, dan silase.
Potensi tanaman jagung di Cijurey menjadi peluang tersendiri karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan silase untuk mendukung ketersediaan pakan ternak.
Konsep ini menunjukkan bahwa Balai Ternak tidak harus berhenti pada aktivitas pembibitan dan penggemukan.
Lebih jauh, program diarahkan untuk membangun rantai ekosistem peternakan, mulai dari penyediaan bibit, pakan, kesehatan ternak, pengelolaan limbah, pupuk, pengolahan hasil, hingga penguatan pemasaran.
Jika ekosistem tersebut dapat berjalan, maka nilai manfaat program akan semakin luas dan peluang kemandirian ekonomi penerima manfaat semakin besar.
Dari Balai Ternak Menuju Kampung Zakat
Rangkaian FGD akhirnya membawa satu visi yang lebih besar: membangun pemberdayaan yang berkelanjutan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa keberhasilan Program Balai Ternak membutuhkan pengawalan bersama. Setiap pihak memiliki peran untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, transparan, serta memberikan manfaat yang nyata.
Dalam jangka panjang, Balai Ternak diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem Kampung Zakat.
Sebuah kawasan pemberdayaan yang tidak hanya melahirkan peternak mandiri, tetapi juga membangun kesadaran zakat, memperkuat ekonomi masyarakat, mengembangkan ketahanan pangan, serta membuka jalan bagi transformasi mustahik menjadi muzaki.
Karena sesungguhnya, ukuran keberhasilan pemberdayaan bukan hanya ketika bantuan telah disalurkan.
Keberhasilan sejati adalah ketika penerima manfaat mampu berdiri sendiri, berkembang, kemudian mampu memberi manfaat kepada orang lain.
“Kita Eksekusi”
FGD Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka Tahun 2026 ditutup dengan satu semangat bersama dari BAZNAS RI:
“Kita Eksekusi.”
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa hasil diskusi tidak boleh berhenti sebagai catatan di ruang rapat.
Selanjutnya, seluruh pihak akan bergerak sesuai peran masing-masing untuk mengawal pelaksanaan program agar dapat memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari ikhtiar pemberdayaan dan pendayagunaan dana umat ini.
Semoga Program Balai Ternak BAZNAS menjadi jalan kebaikan yang senantiasa mendapatkan ridha dan keberkahan Allah SWT; memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, meningkatkan keberdayaan mustahik, menghidupkan potensi zakat peternakan di Majalengka, serta pada akhirnya melahirkan muzaki-muzaki baru yang mampu meneruskan rantai kebermanfaatan.
Zakat bukan sekadar menunaikan kewajiban. Zakat adalah energi kebaikan yang mengubah mustahik menjadi berdaya, mengubah bantuan menjadi kemandirian, dan mengubah kebaikan hari ini menjadi kebermanfaatan yang terus tumbuh.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BalaiTernakBAZNAS #CijureyPanyingkiran #KampungZakat #ZakatPeternakan #PemberdayaanMustahik
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Eka Budhi Sulistyo: Balai Ternak BAZNAS Majalengka Harus Segera Dieksekusi
MAJALENGKA Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, mendorong agar Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka segera memasuki tahap pelaksanaan. Setelah melalui proses pematangan konsep dan koordinasi lintas sektor, program pemberdayaan berbasis peternakan tersebut dinilai sudah saatnya diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.
Pesan itu disampaikan Eka Budhi Sulistyo dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka yang berlangsung di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka, Selasa, 8 September 2026.
Dalam forum tersebut, Eka menyampaikan materi mengenai Program Balai Ternak BAZNAS sekaligus menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar agenda bantuan ternak. Balai Ternak merupakan bagian dari ikhtiar pemberdayaan masyarakat yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus menghadirkan nilai keberkahan bagi penerima manfaat.
Bukan Sekadar Membagikan Ternak
Arah pemberdayaan menjadi titik penting dalam paparan Eka.
Program Balai Ternak dirancang untuk mendorong masyarakat penerima manfaat agar tidak berhenti pada posisi sebagai penerima bantuan. Lebih jauh, mereka diharapkan mampu mengembangkan usaha peternakan secara produktif hingga mencapai kemandirian ekonomi.
Gagasan tersebut sejalan dengan arah BAZNAS Kabupaten Majalengka yang menempatkan program pemberdayaan sebagai jalan untuk mengubah mustahik menjadi masyarakat yang berdaya dan, dalam jangka panjang, membuka peluang lahirnya muzaki baru.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., sebelumnya menegaskan bahwa Balai Ternak merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang harus dikawal agar kebermanfaatannya terus berjalan dan dapat melahirkan muzaki baru.
Dengan perspektif tersebut, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah ternak yang disalurkan. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan kehidupan penerima manfaat setelah program berjalan.
Dari Ruang Rapat ke Lapangan
FGD yang digelar 8 September itu mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Majalengka hingga DKP3, Kementerian Agama, Kecamatan Panyingkiran, Pemerintah Desa Cijurey, pendamping program, dan penerima manfaat. Forum tersebut digunakan untuk menyatukan visi, mematangkan aspek teknis, serta memperjelas peran masing-masing pihak.
Setelah seluruh proses tersebut dilalui, pesan yang disampaikan BAZNAS RI menjadi tegas:
“Kita Eksekusi.”
Kalimat tersebut menjadi penanda bahwa pembahasan mengenai Balai Ternak tidak boleh berhenti sebagai konsep atau dokumen perencanaan.
Program harus segera bergerak menuju pelaksanaan.
Eka menempatkan kehadiran BAZNAS RI dalam forum tersebut sebagai bagian dari penguatan arah program agar implementasi di daerah tetap berada dalam koridor pemberdayaan dan menghasilkan dampak yang dapat diukur.
Cijurey Diproyeksikan Menjadi Titik Awal
Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka salah satunya akan dikembangkan di Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran.
Dari 343 desa yang berada di Kabupaten Majalengka, Cijurey dipercaya menjadi salah satu lokasi strategis program tersebut. Pemerintah Desa Cijurey menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan program dan telah melakukan koordinasi dengan UPZ Desa Cijurey.
Cijurey tidak hanya memiliki potensi peternakan. Pengembangan program juga membuka peluang untuk membangun keterhubungan antara peternakan, pertanian, pengelolaan limbah, pupuk, dan ketahanan pangan.
Limbah peternakan dapat diolah menjadi pupuk, sementara potensi tanaman jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan silase untuk mendukung kebutuhan pakan ternak. Konsep tersebut membuka peluang terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
Ada Potensi Zakat yang Besar
Program Balai Ternak juga memiliki dimensi yang lebih luas: membuka kembali ruang pengembangan zakat peternakan di Kabupaten Majalengka.
Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Majalengka, Embed Humed, M.Pd., menyampaikan bahwa potensi zakat di sektor tersebut masih sangat besar. Penghimpunan ZIS Kabupaten Majalengka pada 2025 disebut mencapai sekitar Rp17 miliar, sedangkan potensi kurban mencapai sekitar Rp73 miliar.
Di sisi lain, dalam empat tahun terakhir BAZNAS Kabupaten Majalengka belum memiliki penghimpunan zakat peternakan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ruang besar yang dapat dikembangkan melalui program pemberdayaan.
Balai Ternak diharapkan menjadi salah satu embrio untuk menghidupkan kembali ekosistem zakat peternakan tersebut.
Pemberdayaan yang Tidak Boleh Berhenti di Awal
Dukungan lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program.
DKP3 Kabupaten Majalengka menyatakan kesiapan memberikan dukungan dari sisi teknis peternakan, kesehatan ternak, bibit, lingkungan, hingga penyuluhan. Bahkan, dukungan tenaga teknis termasuk enam orang dokter juga disiapkan untuk mendukung program.
Kementerian Agama Kabupaten Majalengka juga melihat program tersebut memiliki ruang pengembangan yang luas, termasuk kemungkinan memperluas pemberdayaan ke lingkungan pondok pesantren yang telah memiliki aktivitas peternakan.
Di saat yang sama, penyuluh agama dapat mengambil peran dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai zakat peternakan bagi peternak yang telah memenuhi ketentuannya.
Pesannya jelas: program tidak boleh hanya terlihat saat diluncurkan.
Balai Ternak harus hidup, tumbuh, didampingi, dan berkembang.
Target Akhir: Mustahik Berdaya, Muzaki Bertambah
BAZNAS Kabupaten Majalengka melihat Program Balai Ternak bukan sebagai proyek jangka pendek. Program tersebut diarahkan menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan yang dapat berkembang menuju Kampung Zakat.
Di dalamnya terdapat cita-cita yang lebih besar: peternak mustahik memiliki usaha produktif, ekonomi keluarga menguat, ketahanan pangan berkembang, kesadaran zakat meningkat, dan pada akhirnya muncul masyarakat yang mampu menunaikan zakat.
Karena itu, keberhasilan Balai Ternak tidak berhenti ketika ternak berkembang.
Ukuran keberhasilannya adalah ketika penerima manfaat mampu berkembang secara mandiri dan kemudian mampu memberikan manfaat kepada masyarakat lainnya.
Saatnya Bergerak
Paparan Eka Budhi Sulistyo dalam FGD Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka membawa satu pesan utama: perencanaan harus segera berubah menjadi tindakan.
Setelah sinergi lintas sektor dibangun, potensi dipetakan, dan konsep dimatangkan, kini saatnya seluruh pihak bergerak sesuai perannya.
“Kita Eksekusi.”
Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, kalimat tersebut bukan sekadar penutup forum. Ia menjadi komitmen untuk mengawal dana umat agar benar-benar menghasilkan kebermanfaatan yang nyata.
Semoga Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka menjadi ikhtiar yang diridai Allah SWT, menguatkan ekonomi masyarakat, meningkatkan keberdayaan mustahik, menghidupkan potensi zakat peternakan, dan pada akhirnya membuka jalan bagi lahirnya muzaki-muzaki baru.
Zakat tidak berhenti pada penyaluran. Zakat harus bergerak menjadi pemberdayaan, kemandirian, dan kebermanfaatan yang terus tumbuh.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #EkaBudhiSulistyo #BalaiTernakBAZNAS #BalaiTernakMajalengka #PemberdayaanZakat #PemberdayaanMustahik #ZakatPeternakan #KampungZakat #Cijurey #Panyingkiran #KitaEksekusi
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Embed Humed: Balai Ternak Harus Jadi Titik Bangkit Zakat Peternakan Majalengka
MAJALENGKA Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Majalengka, Embed Humed, M.Pd., melihat Program Balai Ternak BAZNAS Tahun 2026 bukan sekadar program pemberdayaan mustahik. Baginya, program tersebut harus menjadi momentum untuk membangkitkan kembali potensi zakat peternakan di Kabupaten Majalengka.
Pandangan itu disampaikan Embed Humed dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Balai Ternak BAZNAS yang berlangsung di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka, Selasa, 8 September 2026. Forum tersebut mempertemukan BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, DKP3, Kementerian Agama, Kecamatan Panyingkiran, Pemerintah Desa Cijurey, pendamping program, penerima manfaat, dan unsur terkait lainnya.
Menurut Embed Humed, pembahasan dalam FGD membuka perspektif penting tentang besarnya ruang yang masih dapat dikembangkan dalam ekosistem zakat Majalengka.
Salah satunya adalah sektor peternakan.
Berdasarkan pemaparan dalam forum, penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Kabupaten Majalengka pada 2025 mencapai sekitar Rp17 miliar. Sementara potensi kurban di daerah tersebut disebut mencapai sekitar Rp73 miliar.
Angka itu, menurutnya, menunjukkan bahwa potensi ekonomi umat di Majalengka masih sangat besar untuk dikembangkan melalui pendekatan pemberdayaan dan literasi zakat.
Empat Tahun Tanpa Penghimpunan Zakat Peternakan
Ada satu persoalan yang menjadi perhatian serius.
Dalam empat tahun terakhir, BAZNAS Kabupaten Majalengka belum memiliki penghimpunan zakat peternakan. Padahal, populasi domba dan sapi tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Majalengka.
Kondisi tersebut menjadi alasan mengapa Balai Ternak dinilai memiliki arti strategis.
Program ini diharapkan menjadi embrio kebangkitan zakat peternakan sekaligus pintu masuk untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa aktivitas peternakan juga memiliki dimensi ibadah melalui kewajiban zakat ketika telah memenuhi ketentuan.
“Potensi ini harus kita lihat bukan hanya sebagai potensi ekonomi, tetapi juga sebagai potensi zakat,” menjadi semangat yang tercermin dalam pandangan Embed Humed terhadap pengembangan program tersebut.
Dengan pendekatan itu, peternakan tidak berhenti sebagai aktivitas produksi. Ia dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan umat.
Jangan Berhenti pada Ternak
Embed Humed juga menekankan bahwa keberhasilan Balai Ternak tidak semestinya diukur hanya dari berapa ekor ternak yang dimiliki atau disalurkan.
Yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah program berjalan.
Penerima manfaat harus mendapatkan pendampingan agar mampu berkembang menjadi peternak yang profesional, produktif, dan mandiri.
Karena itu, konsep Balai Ternak dalam FGD mulai diarahkan pada pembangunan ekosistem yang lebih luas.
Mulai dari bibit, pakan, kesehatan ternak, pengelolaan limbah, pupuk, hingga pemasaran harus dapat saling terhubung.
Di Desa Cijurey, misalnya, potensi tanaman jagung dapat dikembangkan sebagai bahan pembuatan silase. Sementara limbah peternakan dapat diarahkan menjadi pupuk dan produk bernilai guna.
Konsep tersebut membuka peluang lahirnya ekosistem ekonomi sirkular, di mana peternakan tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan pertanian dan ketahanan pangan.
Dari Mustahik, Naik Kelas Menjadi Muzaki
Inilah target yang lebih besar dari program tersebut.
BAZNAS tidak ingin pemberdayaan berhenti pada status penerima bantuan.
Program Balai Ternak diharapkan mampu menciptakan proses transformasi: mustahik menjadi berdaya, berdaya menjadi mandiri, dan mandiri kemudian memiliki kemampuan untuk menjadi muzaki.
Gagasan tersebut sejalan dengan arah Program Balai Ternak yang diproyeksikan tidak hanya melahirkan peternak mandiri, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang berkelanjutan hingga membuka peluang lahirnya muzaki baru.
Dengan demikian, dana zakat tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, melainkan menjadi modal perubahan yang manfaatnya dapat terus berkembang.
Cijurey Didorong Menjadi Model
Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran, menjadi salah satu titik penting dalam pelaksanaan Program Balai Ternak.
Dari 343 desa di Kabupaten Majalengka, Cijurey dipercaya menjadi bagian dari program strategis tersebut. Pemerintah Desa Cijurey juga telah berkoordinasi dengan UPZ Desa Cijurey untuk mendukung pelaksanaan program.
Kultur peternakan yang telah tumbuh di masyarakat menjadi modal sosial yang penting.
Karena itu, Cijurey tidak hanya diharapkan menjadi lokasi program, tetapi juga dapat berkembang sebagai pilot project pemberdayaan yang memberikan inspirasi bagi wilayah lainnya.
Jika ekosistem tersebut berhasil dibangun, Balai Ternak dapat berkembang lebih jauh menjadi bagian dari konsep Kampung Zakat—sebuah kawasan pemberdayaan yang menggabungkan kekuatan ekonomi, ketahanan pangan, kesadaran zakat, dan kemandirian masyarakat.
Saatnya Eksekusi
Bagi Embed Humed, FGD bukan titik akhir.
Forum tersebut justru harus menjadi titik awal untuk bergerak.
Berbagai potensi, persoalan, dan peluang yang telah dibahas harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan.
Semangat itu kemudian dipertegas dalam FGD melalui pesan:
“Kita Eksekusi.”
Pesan tersebut menjadi penanda bahwa Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka harus segera bergerak dari ruang diskusi menuju implementasi nyata.
BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap program ini mampu menjadi salah satu jalan untuk memperkuat ekonomi masyarakat, menghidupkan kembali potensi zakat peternakan, meningkatkan keberdayaan mustahik, dan dalam jangka panjang melahirkan muzaki-muzaki baru.
Sebab, pada akhirnya, keberhasilan pemberdayaan bukan sekadar ketika bantuan tersalurkan.
Keberhasilan sejati adalah ketika penerima manfaat mampu berdiri sendiri, berkembang, lalu memiliki kesempatan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #EmbedHumed #BalaiTernakBAZNAS #ZakatPeternakan #Cijurey #Panyingkiran #KampungZakat #PemberdayaanMustahik
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →