WhatsApp Icon
Melalui TP.PKK Argapaura, BAZNAS Majalengka ajak pelaku usaha berinfaq untuk jalan kebermanfaatan

MAJALENGKA  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui Tim Pengumpulan mengajak para pelaku usaha di Kecamatan Argapura untuk menjadikan infak dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar membangun kebermanfaatan bagi sesama.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Infak dan Sedekah bagi Pelaku Usaha yang dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, bertempat di Kantor Kecamatan Argapura. Kegiatan ini menyasar lingkungan TP PKK Kecamatan Argapura sebagai bagian dari upaya memperluas gerakan kepedulian dan budaya berbagi di tengah masyarakat.

Kegiatan dipimpin oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Ridwan, S.Ag., M.Si., didampingi Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail, staf amil Divisi Pengumpulan, serta Ketua UPZ UMKM BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Turut hadir Ketua TP PKK Kecamatan Argapura bersama perwakilan kader PKK dari 14 desa se-Kecamatan Argapura.

Mengubah Sebagian Rezeki Menjadi Manfaat

Dalam sosialisasi tersebut, BAZNAS mengajak para kader PKK untuk menjadi penggerak di lingkungan masing-masing dengan menyampaikan pentingnya infak dan sedekah kepada para pelaku usaha di setiap desa.

Pesan yang disampaikan sederhana namun penuh makna: mencari rezeki bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan diri dan keluarga, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Sebagian rezeki yang disisihkan melalui infak dan sedekah, ketika dikelola secara amanah, diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat yang membutuhkan.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai Islam yang mengajarkan bahwa harta yang dimiliki manusia merupakan amanah. Dengan berbagi, seorang muslim tidak hanya menumbuhkan kepedulian sosial, tetapi juga membuka ruang keberkahan dalam kehidupan.

“Bukan hanya mencari rezeki, tapi juga menjadi jalan kebaikan.”

Pesan ini menjadi semangat dalam mengajak para pelaku usaha untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi yang tidak hanya tumbuh secara materi, tetapi juga memiliki kepedulian dan kebermanfaatan sosial.

BAZNAS Buka Ruang Sinergi bagi Pelaku Usaha

Selain mengajak pelaku usaha untuk berinfak dan bersedekah, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga membuka ruang sinergi dan pembinaan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui sinergi tersebut, para pelaku usaha dapat memperoleh dukungan dalam berbagai aspek pemberdayaan, termasuk keterlibatan dalam kegiatan atau event, fasilitasi legalitas produk, serta pengembangan program lainnya yang dapat mendukung keberlangsungan usaha dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan demikian, gerakan infak dan sedekah tidak berhenti pada aktivitas penghimpunan dana semata. Dana yang dihimpun melalui lembaga zakat diharapkan dapat dikelola secara amanah dan disalurkan kembali dalam bentuk program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kader PKK Jadi Penggerak Kebaikan di Tingkat Desa

Kehadiran perwakilan kader PKK dari 14 desa menjadi bagian penting dalam memperluas pesan kebaikan tersebut.

Para kader diharapkan dapat menjadi penghubung antara BAZNAS dengan masyarakat, khususnya para pelaku usaha di wilayah masing-masing. Dengan pendekatan berbasis komunitas, edukasi mengenai infak dan sedekah diharapkan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Langkah ini sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah kecamatan, TP PKK, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun kepedulian sosial dari tingkat desa.

BAZNAS Kabupaten Majalengka meyakini bahwa kebaikan yang dilakukan secara bersama-sama akan melahirkan manfaat yang lebih luas. Ketika para pelaku usaha menyisihkan sebagian rezekinya, kemudian dikelola secara profesional dan amanah, manfaatnya dapat kembali kepada masyarakat melalui berbagai program BAZNAS.

Menumbuhkan Ekonomi yang Peduli

Gerakan infak dan sedekah di kalangan pelaku usaha menjadi salah satu ikhtiar untuk membangun ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memiliki dimensi kepedulian sosial.

Pelaku usaha berinfak dan bersedekah, BAZNAS mengelola dan menyalurkan manfaatnya.

Dari sinergi tersebut diharapkan lahir kebermanfaatan yang berkesinambungan—menguatkan kepedulian, membantu sesama, sekaligus menumbuhkan semangat bahwa keberhasilan dalam mencari rezeki akan semakin bermakna ketika sebagian di antaranya menjadi jalan kebaikan.

Dengan semangat “Majalengka Langkung Sae”, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah.

Karena sejatinya, rezeki yang kita sisihkan hari ini dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan dan menjadi amal kebaikan yang insyaallah terus mengalir manfaatnya.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #TPPKKArgapura

09/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ibu Warni Terima Bantuan Sembako dari BAZNAS Majalengka Langsung di Kediamannya

MAJALENGKA — Senyum sederhana Ibu Warni menjadi bagian dari cerita kebaikan yang kembali hadir di tengah masyarakat. Warga Gang Panday RT 003/RW 013, Majalengka, tersebut menerima bantuan sembako dari BAZNAS Kabupaten Majalengka yang diserahkan langsung di kediamannya pada Rabu pagi, 9 September 2026.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Ibu Idah Siti Hanah Mupidah, didampingi Robi Perdian Rakasiwi. Kehadiran BAZNAS secara langsung ke kediaman Ibu Warni menjadi wujud kepedulian sekaligus ikhtiar untuk memastikan amanah zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Bagi Ibu Warni, bantuan tersebut bukan hanya berupa kebutuhan pokok. Di balik sembako yang diterima, ada kepedulian dari para muzaki dan donatur yang menitipkan sebagian hartanya melalui BAZNAS untuk disalurkan kepada saudara-saudara yang membutuhkan.

Hadir Lebih Dekat, Menyapa Mustahik

Penyaluran bantuan secara langsung menjadi salah satu bentuk pelayanan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendekatkan manfaat zakat kepada mustahik. Kehadiran di kediaman penerima manfaat juga memberikan ruang bagi BAZNAS untuk menyapa, mendengarkan, dan menghadirkan kepedulian secara lebih personal.

Bantuan sembako yang diterima Ibu Warni diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Meski sederhana, bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan sedikit ketenangan dan menguatkan semangat untuk menjalani hari-hari ke depan.

Nilai inilah yang terus diupayakan BAZNAS Kabupaten Majalengka: menjadikan zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi juga jalan tumbuhnya kepedulian, persaudaraan, dan kebermanfaatan di tengah masyarakat.

Dari Muzaki untuk Mereka yang Membutuhkan

Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS merupakan amanah yang harus dikelola dan disalurkan dengan penuh tanggung jawab. Di tangan mustahik, amanah tersebut diharapkan berubah menjadi manfaat yang nyata.

Kisah Ibu Warni menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Sebuah paket sembako yang diberikan dengan ketulusan dapat menjadi tanda bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli dan masih ada saudara yang ingin berbagi.

Dalam ajaran Islam, kepedulian kepada sesama merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslim. Harta yang disisihkan melalui zakat, infak, dan sedekah tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kasih sayang dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus berikhtiar menghadirkan manfaat zakat secara amanah, profesional, dan tepat sasaran, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan keberkahan dari zakat, infak, dan sedekah.

Semoga bantuan yang diterima Ibu Warni membawa manfaat dan keberkahan bagi keluarganya. Semoga pula setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan para muzaki dan donatur menjadi amal kebaikan yang terus mengalir pahalanya.

Karena ketika kita berbagi, ada harapan yang tumbuh. Ketika kita peduli, ada kehidupan yang terasa lebih berarti.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Zakatmu, Harapan Mereka.


#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #IbuWarni #BantuanSembako #Zakat #Infak #Sedekah #ZakatmuHarapanMereka #PeduliSesama #PeduliMustahik #BerbagiKebaikan #KebaikanUntukSesama #Majalengka #SucikanHartaKuatkanIman

09/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Zakat Menguatkan Kemandirian: BAZNAS Majalengka Luncurkan Beasiswa Vokasi 2026 untuk 120 Mustahik

MAJALENGKA  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka berkolaborasi dengan BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI) dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (K2UKM) Kabupaten Majalengka menggelar Pelatihan dan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 bagi masyarakat penerima manfaat zakat atau mustahik.

Program yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026), tersebut menyasar sebanyak 120 mustahik. Mereka akan mendapatkan pembekalan keterampilan kerja sekaligus akses menuju dunia industri sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., dan dihadiri Anggota Pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nana Sudiana, S.IP., M.M., M.Hum., Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, beserta jajaran pimpinan, amil dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, serta perwakilan dunia industri yang menjadi bagian penting dalam membuka akses kerja bagi para peserta.

Zakat Produktif untuk Membuka Jalan Kemandirian

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyampaikan bahwa Program Beasiswa Vokasi 2026 merupakan hasil dari sinergi dan silaturahmi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka, Pemerintah Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, KADIN, dan BAZNAS RI.

Menurut Agus, peluang program vokasi tersebut berhasil ditangkap melalui komunikasi dan kunjungan yang sebelumnya dilakukan oleh unsur Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, dan KADIN ke BAZNAS RI.

“Program vokasi ini merupakan salah satu bentuk transformasi penyaluran zakat agar tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi mustahik.”

Agus menjelaskan, sebanyak 120 peserta akan mengikuti program dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta menjalani pelatihan selama satu minggu.

Program ini juga mendapatkan dukungan dari PT Shoetown Indonesia sebagai offtaker atau mitra yang membuka akses penyaluran tenaga kerja bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan, mulai dari pembekalan keterampilan, peningkatan kompetensi hingga membuka peluang peserta untuk memasuki dunia kerja.

Bupati: BAZNAS Tidak Sekadar Memberikan Bantuan

Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., menyambut baik pelaksanaan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.

Menurutnya, program tersebut memiliki nilai strategis karena menghubungkan pemberdayaan masyarakat melalui zakat dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri.

“Ini sangat luar biasa karena BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif, tetapi memberikan bekal keterampilan supaya masyarakat bisa bekerja dan memiliki penghasilan.”

Eman menilai pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja) yang menjadi salah satu arah program Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat.

“Kita ingin masyarakat Majalengka mendapatkan kesempatan kerja, khususnya mereka yang memang membutuhkan dan memiliki kemauan untuk bekerja.”

Bupati juga mengapresiasi keterlibatan perusahaan, KADIN, Forum HRD, lembaga pelatihan, dan berbagai pihak yang bersama-sama membangun jembatan antara masyarakat dengan dunia kerja.

Ia berharap pola kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat Majalengka memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Dari Mustahik Menuju Kemandirian Ekonomi

Bagi peserta, Beasiswa Vokasi BAZNAS bukan sekadar program pelatihan. Program ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membuka pintu menuju masa depan yang lebih baik.

Salah seorang penerima Beasiswa Vokasi BAZNAS, Elsa Damayanti, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diperolehnya.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa ikut program ini. Dengan adanya pelatihan ini saya bisa mendapatkan keterampilan sekaligus kesempatan untuk bekerja.”

Elsa berharap keterampilan yang diperolehnya dapat menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan dan membantu menopang perekonomian keluarga.

Kehadiran program ini menunjukkan bahwa pendayagunaan zakat dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang lebih mendasar, termasuk peningkatan keterampilan dan akses terhadap pekerjaan.

Zakat tidak hanya hadir untuk meringankan beban kehidupan, tetapi juga dapat menjadi wasilah atau jalan menuju keberdayaan dan kemandirian ketika dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.

Menguatkan Semangat Majalengka Langkung SAE

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS Majalengka 2026 menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara gerakan zakat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha.

Melalui pelatihan keterampilan dan akses menuju dunia kerja, para mustahik diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, memperoleh penghasilan yang halal, serta secara bertahap meningkatkan taraf kehidupannya.

Ikhtiar tersebut sejalan dengan semangat “Majalengka Langkung SAE”, yakni membangun masyarakat yang bukan hanya menerima bantuan, tetapi memiliki kemampuan untuk bangkit, bekerja, berpenghasilan, dan menjadi pribadi yang mandiri.

Pada akhirnya, tujuan pemberdayaan zakat bukan sekadar mengubah kondisi ekonomi mustahik, tetapi juga membuka jalan agar mereka dapat tumbuh menjadi muzaki di masa mendatang.

Dari zakat yang ditunaikan dengan ikhlas, lahir ikhtiar yang menguatkan. Dari keterampilan, terbuka peluang. Dari peluang, tumbuh kemandirian.

BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan kesejahteraan umat dan Majalengka Langkung SAE.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BeasiswaVokasiBAZNAS  #PelatihanVokasi #ZakatProduktif 

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Dari Silaturahmi Menjadi Aksi, BAZNAS Majalengka Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Beasiswa Vokasi

MAJALENGKA Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana,S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. menegaskan bahwa Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan pendayagunaan zakat yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu membuka jalan bagi mustahik menuju kemandirian ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Agus saat memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan dan Peluncuran Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026).

Program hasil kolaborasi BAZNAS Kabupaten Majalengka, BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI), dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (K2UKM) Kabupaten Majalengka tersebut menyasar 120 mustahik untuk mendapatkan pembekalan keterampilan kerja sekaligus membuka akses menuju dunia industri.

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa lahirnya program vokasi tersebut tidak terlepas dari proses silaturahmi dan komunikasi yang telah dibangun oleh berbagai pihak.

Menurutnya, beberapa waktu sebelumnya Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, dan KADIN melakukan kunjungan ke BAZNAS RI. Dari pertemuan dan komunikasi tersebut, terbuka peluang untuk mengembangkan program vokasi yang kemudian diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga.

“Program ini merupakan buah dari silaturahmi dan komunikasi yang kita bangun bersama. Dari pertemuan tersebut, kita menangkap peluang bagaimana zakat dapat kita arahkan untuk memberikan manfaat yang lebih panjang bagi para mustahik.”

Agus menilai, program vokasi menjadi salah satu bentuk nyata transformasi pengelolaan zakat. Jika sebelumnya bantuan kepada mustahik lebih banyak berorientasi pada pemenuhan kebutuhan, maka melalui program pemberdayaan, zakat dapat menjadi modal untuk meningkatkan kapasitas dan membuka kesempatan memperoleh pekerjaan.

“Vokasi ini merupakan bentuk transformasi penyaluran zakat. Kita ingin zakat tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi jalan agar mustahik memiliki keterampilan, mendapatkan pekerjaan, memiliki penghasilan dan pada akhirnya mampu mandiri.”

Menangkap Peluang melalui Kolaborasi

Agus menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak dapat dilakukan oleh BAZNAS seorang diri. Diperlukan sinergi antara lembaga zakat, pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha, serta sektor industri.

Karena itu, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 dirancang tidak berhenti pada proses pelatihan. Para peserta juga diarahkan untuk memiliki akses terhadap dunia kerja melalui keterlibatan mitra industri.

Sebanyak 120 peserta akan mengikuti program dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mendapatkan pelatihan selama satu minggu.

Program ini turut mendapatkan dukungan dari PT Shoetown Indonesia sebagai offtaker atau mitra yang membuka peluang penyerapan tenaga kerja bagi peserta sesuai kebutuhan dan kualifikasi yang dipersyaratkan.

Bagi Agus, keterlibatan dunia industri menjadi bagian penting agar program zakat produktif benar-benar memberikan dampak nyata.

“Kita tidak ingin pelatihan berhenti pada sertifikat. Yang kita harapkan adalah setelah mendapatkan keterampilan, peserta memiliki peluang untuk masuk ke dunia kerja dan memperoleh penghasilan yang halal.”

Zakat sebagai Jalan Menuju Kemandirian

Lebih jauh, Agus menjelaskan bahwa semangat utama Program Beasiswa Vokasi BAZNAS adalah mendorong perubahan pola pikir dalam pendayagunaan zakat.

Zakat, menurutnya, memiliki dimensi pemberdayaan yang sangat besar apabila dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.

Melalui keterampilan yang diberikan, mustahik diharapkan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas dirinya, memperoleh pekerjaan, membantu perekonomian keluarga, serta secara bertahap keluar dari ketergantungan terhadap bantuan.

“Harapan kita tentu bukan selamanya mereka menjadi penerima manfaat. Kita ingin mereka naik kelas. Hari ini sebagai mustahik, dengan ikhtiar dan pendampingan, mudah-mudahan ke depan mereka bisa menjadi masyarakat yang mandiri dan bahkan menjadi muzaki.”

Menurut Agus, perubahan tersebut merupakan salah satu cita-cita besar dalam pengelolaan zakat. Dana zakat yang dihimpun dari para muzaki harus mampu dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberikan manfaat dan keberdayaan.

Karena itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus mendorong program-program pendayagunaan yang tidak hanya menyentuh kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat.

Menguatkan Sinergi untuk Majalengka Langkung SAE

Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka, BAZNAS RI, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, BLK Cakraningrat, PT Shoetown Indonesia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.

Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan contoh bahwa persoalan sosial dan ekonomi masyarakat dapat dihadapi bersama melalui sinergi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membuka ruang kolaborasi. BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Ketika pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan dan masyarakat bergerak bersama, insyaallah manfaatnya akan jauh lebih besar.”

Ia berharap program tersebut dapat menjadi awal dari pengembangan program vokasi yang lebih luas di Kabupaten Majalengka.

Ke depan, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus berupaya menangkap berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi para mustahik.

Sebab, bagi BAZNAS, zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membangun harapan, meningkatkan kemampuan, membuka kesempatan, dan mengantarkan mustahik menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mewujudkan “Majalengka Langkung SAE”—sebuah masyarakat yang tumbuh melalui kepedulian, pemberdayaan, kesempatan kerja, dan kemandirian ekonomi.

Dari silaturahmi lahir kolaborasi. Dari zakat lahir pemberdayaan. Dari keterampilan terbuka kesempatan. Dan dari kesempatan, insyaallah lahir kemandirian.

Tagar

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #BAZNASRI #BeasiswaVokasiBAZNAS #BeasiswaVokasi2026 #PelatihanVokasi #ZakatProduktif #ZakatUntukKemandirian #PemberdayaanMustahik #MustahikNaikKelas #MajalengkaMandiri #MataHati #MasyarakatCepatKerja #K2UKM #KADIN #ForumHRD #BLKCakraningrat #Majalengka #Zakat #PemberdayaanUmat

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Bupati Eman Suherman: Beasiswa Vokasi BAZNAS Buka Jalan Mustahik Menuju Dunia Kerja

MAJALENGKA – Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., memberikan apresiasi terhadap Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 yang dinilainya mampu menghadirkan pola pemberdayaan masyarakat yang lebih nyata melalui keterampilan dan akses terhadap dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Bupati Eman Suherman dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi kegiatan Pelatihan dan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026).

Menurut Bupati Eman, program yang menyasar 120 mustahik tersebut memiliki nilai strategis karena tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi memberikan bekal keterampilan yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan penghasilan.

“Ini sangat luar biasa karena BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif, tetapi memberikan bekal keterampilan supaya masyarakat bisa bekerja dan memiliki penghasilan.”

Pernyataan tersebut menjadi penekanan utama Bupati Eman dalam melihat pentingnya pengembangan program vokasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian masyarakat.

Bantuan yang Mengantarkan pada Kemandirian

Bupati Eman menilai, pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan merupakan langkah yang sangat penting. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat, menurutnya, akan memberikan dampak lebih panjang apabila disertai dengan kemampuan untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan.

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 dinilai menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Melalui program tersebut, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk memiliki akses menuju dunia industri.

Pendekatan ini, menurut Bupati Eman, menjadi penting karena masyarakat membutuhkan bukan hanya bantuan, tetapi juga kesempatan.

Kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, dan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Sejalan dengan Program Mata Hati

Dalam sambutannya, Bupati Eman juga mengaitkan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS dengan program Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja) yang menjadi salah satu arah Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, khususnya mereka yang memiliki kemauan untuk bekerja dan meningkatkan kehidupannya.

“Kita ingin masyarakat Majalengka mendapatkan kesempatan kerja, khususnya mereka yang memang membutuhkan dan memiliki kemauan untuk bekerja.”

Karena itu, menurut Bupati, sinergi dengan BAZNAS melalui program vokasi merupakan langkah yang sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang lebih produktif dan mandiri.

Ia berharap semakin banyak masyarakat Majalengka yang mendapatkan akses terhadap pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Bupati Eman juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.

Program tersebut tidak hanya melibatkan BAZNAS Kabupaten Majalengka, tetapi juga BAZNAS Republik Indonesia, Dinas K2UKM Kabupaten Majalengka, KADIN, Forum HRD, lembaga pelatihan, serta dunia industri.

Menurutnya, kolaborasi semacam ini perlu terus dikembangkan karena persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

Pemerintah memiliki peran dalam membuka kebijakan dan akses, lembaga zakat memiliki kekuatan dalam pemberdayaan, lembaga pelatihan menyiapkan kompetensi, sementara dunia industri membuka ruang bagi masyarakat untuk masuk ke dunia kerja.

Dengan pola tersebut, pelatihan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi benar-benar terhubung dengan kebutuhan lapangan.

Bupati Eman secara khusus mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dan Forum HRD dalam membuka akses bagi peserta menuju dunia industri.

Membuka Lebih Banyak Kesempatan bagi Masyarakat

Bupati Eman berharap program Beasiswa Vokasi BAZNAS dapat terus dikembangkan sehingga cakupan penerima manfaat semakin luas.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki kemauan untuk bekerja tetapi membutuhkan keterampilan dan akses agar dapat memasuki dunia kerja.

Karena itu, pola kolaborasi yang telah dibangun melalui program ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk dikembangkan dalam berbagai bidang keterampilan lainnya.

“Kita berharap pola kolaborasi BAZNAS, pemerintah, lembaga pelatihan, dan perusahaan ini dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat Majalengka memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.”

Pesan tersebut sekaligus menjadi harapan agar program pemberdayaan tidak bersifat sesaat, melainkan dapat menjadi bagian dari ekosistem peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Majalengka.

Zakat, Keterampilan dan Masa Depan Masyarakat

Bagi Bupati Eman, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat berjalan beriringan dengan agenda pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan ketenagakerjaan.

Zakat yang dihimpun dari masyarakat kemudian diarahkan untuk memberikan manfaat melalui peningkatan kapasitas penerima manfaat.

Dengan keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu mendapatkan pekerjaan, memperoleh penghasilan yang halal, serta membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Lebih jauh, program semacam ini diharapkan mampu menciptakan perubahan dari ketergantungan menuju kemandirian.

Mustahik diberikan kesempatan untuk berkembang sehingga memiliki kemampuan untuk memperbaiki kehidupannya secara bertahap.

Bupati Resmi Membuka Program Beasiswa Vokasi

Setelah menyampaikan sambutannya, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., secara resmi membuka Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nana Sudiana, S.IP., M.M., M.Hum., Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., jajaran pimpinan dan amil BAZNAS, Forkopimda, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, serta perwakilan dunia industri.

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 menyasar 120 mustahik yang akan mengikuti pelatihan dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan selama satu minggu.

Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama para mitra berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja dan membangun kehidupan ekonomi yang lebih baik.

Bagi Bupati Eman, kolaborasi tersebut merupakan langkah positif dalam mewujudkan masyarakat Majalengka yang semakin produktif.

Bantuan tidak berhenti pada pemberian. Keterampilan membuka kesempatan. Kesempatan melahirkan pekerjaan. Dan pekerjaan menjadi jalan menuju kemandirian.

Semangat tersebut sejalan dengan ikhtiar bersama untuk mewujudkan Majalengka Langkung SAE, melalui masyarakat yang memiliki keterampilan, kesempatan kerja, penghasilan, dan masa depan yang lebih baik.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Berita Terbaru

BAZNAS Kabupaten Majalengka Ikuti Wawancara Calon Pendamping Balai Ternak Bersama BAZNAS RI
BAZNAS Kabupaten Majalengka Ikuti Wawancara Calon Pendamping Balai Ternak Bersama BAZNAS RI
MAJALENGKA Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Majalengka memimpin langsung pelaksanaan Zoom Meeting bersama BAZNAS RI dalam rangka wawancara calon pendamping Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka, yang dilaksanakan pada Selasa (28/7/2026) di Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses seleksi calon pendamping yang akan bertugas mendampingi pelaksanaan Program Balai Ternak BAZNAS, sebagai salah satu program pemberdayaan ekonomi mustahik berbasis peternakan yang dikembangkan oleh BAZNAS RI di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Majalengka. Selain dihadiri oleh dua orang calon pendamping Balai Ternak, kegiatan tersebut juga diikuti oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Sekretaris, serta beberapa staf BAZNAS Kabupaten Majalengka. Seluruh peserta mengikuti proses wawancara secara daring bersama tim dari BAZNAS RI. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa proses seleksi pendamping merupakan tahapan penting untuk memastikan Program Balai Ternak dapat berjalan secara profesional, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan para penerima manfaat. Pendamping Balai Ternak nantinya diharapkan memiliki kompetensi teknis, kemampuan pemberdayaan masyarakat, serta komitmen dalam mendampingi kelompok peternak binaan agar mampu berkembang secara mandiri melalui pengelolaan usaha peternakan yang produktif dan berkelanjutan. Program Balai Ternak BAZNAS sendiri merupakan salah satu program unggulan BAZNAS RI dalam bidang pemberdayaan ekonomi. Program ini tidak hanya memberikan bantuan ternak, tetapi juga mengedepankan pendampingan intensif, pembinaan usaha, peningkatan kapasitas peternak, hingga penguatan kelembagaan kelompok sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan. Melalui partisipasi aktif dalam proses seleksi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka menunjukkan komitmennya dalam mendukung implementasi Program Balai Ternak BAZNAS RI agar dapat berjalan optimal di Kabupaten Majalengka. Diharapkan, kehadiran pendamping yang kompeten mampu memperkuat keberhasilan program sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik melalui sektor peternakan.
BERITA28/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Kabupaten Majalengka Sampaikan Ucapan Selamat Milad kepada Tomi Gunawan, S.E., M.A.P.
BAZNAS Kabupaten Majalengka Sampaikan Ucapan Selamat Milad kepada Tomi Gunawan, S.E., M.A.P.
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat milad kepada Tomi Gunawan, S.E., M.A.P., selaku Bendahara BAZNAS Kabupaten Majalengka. Momentum milad ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa agar beliau senantiasa memperoleh keberkahan usia, kesehatan yang paripurna, kemudahan dalam menjalankan amanah, serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pengelolaan zakat di Kabupaten Majalengka. Doa dan harapan dipanjatkan agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada Tomi Gunawan dalam setiap langkah pengabdian. Semoga seluruh amanah yang diemban menjadi ladang pahala, setiap ikhtiar dalam melayani umat bernilai ibadah, serta setiap kebaikan yang dilakukan dibalas dengan keberkahan yang berlipat ganda. Dalam momentum penuh syukur tersebut, keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka juga menyampaikan doa terbaik sebagaimana sabda dan tuntunan Islam: "Barakallahu fii 'umrik." Semoga Allah memberkahi usiamu, menjadikannya semakin bermanfaat, penuh keberkahan, serta senantiasa berada dalam lindungan dan rahmat-Nya. Ucapan milad ini bukan sekadar bentuk apresiasi secara personal, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap pertambahan usia merupakan amanah untuk semakin meningkatkan kualitas keimanan, profesionalisme, integritas, serta dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, dan akuntabel. Sebagai Bendahara BAZNAS Kabupaten Majalengka, Tomi Gunawan memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola keuangan lembaga agar tetap sesuai prinsip syariah, akuntabel, serta mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana ZIS. Keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap agar Allah SWT senantiasa mengabulkan setiap doa terbaik, memperluas pintu rezeki yang halal dan berkah, mengokohkan iman dan takwa, memberikan kesehatan, serta menjadikan setiap detik usia sebagai bekal menuju ridha-Nya. Selamat Milad kepada Tomi Gunawan, S.E., M.A.P. Semoga senantiasa menjadi pribadi yang amanah, profesional, inspiratif, serta terus berkontribusi dalam menguatkan pelayanan zakat demi terwujudnya kemaslahatan umat dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Majalengka. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #Milad #SelamatMilad #BarakallahFiUmrik #BAZNAS #Zakat #PengabdianUntukUmat #MelayaniUmat #Majalengka #DoaBersama #InspirasiKebaikan
BERITA28/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS dan PP PERSIS Tandatangani MoU, Perkuat Sinergi Program Strategis untuk Kesejahteraan Umat
BAZNAS dan PP PERSIS Tandatangani MoU, Perkuat Sinergi Program Strategis untuk Kesejahteraan Umat
Bandung, 27 Juli 2026 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan zakat, pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi, serta layanan sosial kemanusiaan. Penandatanganan MoU yang berlangsung di Kantor PP PERSIS, Bandung, pada Senin (27/7/2026) tersebut menjadi tonggak penting dalam memperluas sinergi antar lembaga guna meningkatkan kesejahteraan umat melalui pemanfaatan zakat yang lebih produktif dan berkelanjutan. Kerja sama ini mencakup lima bidang utama, yaitu pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL), pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta layanan sosial kemanusiaan. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan implementasi nyata dari Asta Stratas BAZNAS 2026–2031, yang menitikberatkan pengelolaan zakat tidak hanya pada aspek santunan, tetapi juga pada pemberdayaan dan pendayagunaan mustahik secara berkelanjutan. "Di dalam delapan Asta Stratas geraknya BAZNAS, zakat itu tidak lagi berfokus kepada santunan saja, tapi kepada pendayagunaan dan pemberdayaan," ujar Sodik Mudjahid. Sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut, BAZNAS RI dan PP PERSIS akan segera menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada tiga program prioritas, yaitu Beasiswa A. Hassan Scholarship Center (AHSC), program pembinaan dai, serta pembangunan Rumah Layak Huni bagi masyarakat dhuafa. Menurut Sodik, kemitraan strategis antara BAZNAS dan PP PERSIS telah menunjukkan hasil yang nyata. Selama periode 2021 hingga 2024, kedua lembaga berhasil menyalurkan dana Beasiswa AHSC senilai Rp2,38 miliar kepada 230 penerima manfaat dari jenjang S1 hingga S3. Program tersebut menjadi investasi penting dalam mencetak generasi ulama intelektual menuju Indonesia Emas 2045. Ia berharap kolaborasi yang terus diperkuat ini mampu menjadi model sinergi nasional antara lembaga pengelola zakat dan organisasi kemasyarakatan Islam dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperluas manfaat zakat di berbagai sektor pembangunan. "Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat fundamental, sehingga kita tidak boleh ragu berkolaborasi dan harus terus meningkatkan kerja sama demi kemaslahatan bersama," tambahnya. Sementara itu, Ketua Umum PP PERSIS, K.H. Jeje Zaenudin, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia berharap BAZNAS terus berkembang sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, amanah, transparan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi umat. Jeje juga menegaskan pentingnya meningkatkan literasi zakat kepada masyarakat agar budaya menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi semakin mengakar. "Tanggung jawab kita juga bersama sebagai ormas, mari kita dukung kesadaran zakat, infak, sedekah secara kelembagaan, tidak infak sedekah perorangan," ujarnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan PP PERSIS, di antaranya Sekretaris Umum Dr. H. Haris Muslim, Bendahara Umum H. Andi Sugandi, Wakil Bendahara Umum H. Cucu Cumarna, Ketua Bidang Tarbiyah sekaligus Ketua Tim Kemitraan BAZNAS–PERSIS Dr. Tiar Anwar Bachtiar, Ketua Bidang Garapan Perzakatan Dr. Latif Awaludin, jajaran Tasykil PP PERSIS, serta para pimpinan badan otonom PP PERSIS yang meliputi Persistri, Pemuda PERSIS, Pemudi PERSIS, HIMA, HIMI, IPP, dan IPPI. Melalui kemitraan strategis ini, BAZNAS RI dan PP PERSIS optimistis dapat memperluas manfaat zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat, memperkuat pembangunan sumber daya manusia, serta menghadirkan berbagai program sosial yang berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNAS #BAZNASRI #BAZNASMajalengka #PPPERSIS #MoU #KolaborasiUmat #Zakat #Infak #Sedekah #ZISDSKL #PemberdayaanUmat #Pendidikan #Dakwah #RumahLayakHuni #BeasiswaAHSC #IndonesiaEmas2045
BERITA28/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
KUII ke-8, BAZNAS RI Perkuat Peran Zakat untuk Pemberdayaan Mustahik, BAZNAS Majalengka Nyatakan Dukungan Penuh
KUII ke-8, BAZNAS RI Perkuat Peran Zakat untuk Pemberdayaan Mustahik, BAZNAS Majalengka Nyatakan Dukungan Penuh
Jakarta, 25 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi mustahik dan pemerataan kesejahteraan umat melalui 13 program unggulan BAZNAS. Komitmen tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., saat menjadi narasumber dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Dalam paparannya bertajuk "Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Mustahik dan Pemerataan Kesejahteraan Umat", Sodik menegaskan bahwa zakat memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, BAZNAS tidak hanya berorientasi pada penghimpunan dana zakat, tetapi juga memastikan pengelolaannya mampu memberikan dampak nyata melalui berbagai program pendistribusian, pendayagunaan, dan pemberdayaan mustahik. "BAZNAS mendukung program kesejahteraan rakyat," tegas Sodik Mudjahid. Dalam bidang pemberdayaan ekonomi, BAZNAS RI terus mengembangkan berbagai program unggulan seperti ZMart, ZChicken, Z-Auto, Santripreneur, Zakat Community Development (ZCD), Lumbung Pangan, Balai Ternak, hingga program Microfinance yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha, kemandirian ekonomi, serta mengangkat mustahik menjadi masyarakat yang lebih produktif. Sementara pada sektor pendidikan dan kesehatan, BAZNAS menjalankan berbagai program strategis seperti Beasiswa Cendekia BAZNAS, Rumah Sehat BAZNAS, serta berbagai layanan kesehatan lainnya sebagai bentuk optimalisasi pendistribusian zakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Lebih lanjut, Sodik menilai bahwa penguatan ekosistem zakat nasional memerlukan dukungan kebijakan dan regulasi yang semakin kuat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), dunia usaha, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam memperluas manfaat zakat bagi kesejahteraan umat. "Dengan berkolaborasi diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat zakat sekaligus mendukung berbagai program kesejahteraan umat," ujar Sodik. Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap arah kebijakan serta komitmen Ketua BAZNAS RI dalam memperkuat fungsi zakat sebagai instrumen pembangunan nasional. Menurut Agus Asri Sabana, gagasan yang disampaikan Ketua BAZNAS RI menjadi motivasi bagi seluruh BAZNAS daerah untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola zakat yang profesional, transparan, akuntabel, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Kami di BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., atas komitmennya memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Arahan tersebut menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan berbagai program pendayagunaan zakat yang produktif, memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga manfaat zakat semakin dirasakan oleh masyarakat, khususnya para mustahik di Kabupaten Majalengka," ujar Agus Asri Sabana. Ia menambahkan, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus mendukung visi besar BAZNAS RI melalui pelaksanaan berbagai program unggulan yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan ketahanan sosial masyarakat. Melalui sinergi yang semakin kuat antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan pengelolaan zakat nasional akan semakin optimal dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan mendukung pembangunan Indonesia yang berkeadilan serta berkelanjutan.#BAZNASRI #KUII2026 #KongresUmatIslamIndonesia #Zakat #PemberdayaanMustahik #EkonomiUmat #ZakatProduktif #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #KolaborasiKebaikan #MenebarKeberkahan #ZakatUntukKesejahteraan
BERITA28/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Hari Ini Giliran MI Sukaresmi Jadi Tempat Sosialisasi Program SIGAP dan ASIK BAZNAS Majalengka
Hari Ini Giliran MI Sukaresmi Jadi Tempat Sosialisasi Program SIGAP dan ASIK BAZNAS Majalengka
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus memperkuat literasi zakat, infak, dan sedekah melalui dunia pendidikan. Pada Selasa, 28 Juli 2026, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka Drs. Uuh Patulloh memimpin langsung kegiatan Sosialisasi Program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) dan Program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) di MI Sukaresmi, Desa Wanahayu, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka. Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan apel pagi tersebut dihadiri oleh jajaran Kepala Divisi dan Staf Amil BAZNAS Kabupaten Majalengka, Kepala MI Sukaresmi, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik. Sosialisasi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi, terutama pada sesi dialog dan tanya jawab yang menunjukkan besarnya kepedulian para siswa terhadap nilai-nilai berbagi, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong. Dalam sambutannya, Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menjelaskan bahwa Program SIGAP merupakan inovasi BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam membentuk karakter peserta didik melalui pembiasaan bersedekah dan berinfak sejak usia dini. "Melalui Program SIGAP, kami ingin menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para siswa sejak dini. Sedekah bukan diukur dari besar kecilnya nominal, tetapi dari keikhlasan hati untuk membantu sesama. Dari kebiasaan kecil inilah akan lahir generasi yang peduli, dermawan, dan memiliki jiwa gotong royong," ujar Drs. Uuh Patulloh. Selain menyosialisasikan Program SIGAP kepada para siswa, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga memperkenalkan Program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) kepada para guru, tenaga kependidikan, dan seluruh karyawan sekolah. Program ini mengajak insan pendidikan untuk berpartisipasi secara sukarela dalam gerakan sedekah dan infak sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Drs. Uuh Patulloh menegaskan bahwa baik Program SIGAP maupun Program ASIK dilaksanakan berdasarkan prinsip keikhlasan, kesadaran, transparansi, dan tanpa unsur paksaan. Besaran sedekah maupun infak sepenuhnya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing sehingga menjadi amal ibadah yang lahir dari hati. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka dengan lembaga pendidikan merupakan langkah strategis dalam membangun budaya berbagi yang berkelanjutan. Pendidikan karakter tidak hanya diwujudkan melalui proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pembiasaan nilai-nilai kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sinergi tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap budaya berbagi dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Semangat gotong royong yang ditanamkan sejak dini diyakini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepedulian terhadap sesama, serta semangat untuk berbagi. Program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) merupakan salah satu inovasi BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam membangun kebiasaan bersedekah sejak usia dini melalui lembaga pendidikan. Sementara itu, Program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) menjadi gerakan partisipasi sukarela bagi guru, tenaga kependidikan, dan karyawan untuk menghimpun infak dan sedekah yang dikelola secara amanah, transparan, dan profesional guna membantu masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memperluas literasi zakat, infak, dan sedekah sekaligus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai mitra strategis dalam mewujudkan masyarakat yang religius, peduli, dan berdaya menuju Majalengka Langkung Sae.#BAZNASMajalengka #ProgramSIGAP #ProgramASIK #Sedekah #Infak #LiterasiZakat #PendidikanKarakter #GerakanBerbagi #MI_Sukaresmi #KecamatanMaja #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka
BERITA28/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ponpes Nurul Huda Panjalin Kidul Terima Bantuan Sarana Keagamaan Dari BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ponpes Nurul Huda Panjalin Kidul Terima Bantuan Sarana Keagamaan Dari BAZNAS Kabupaten Majalengka
Majalengka Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menyalurkan bantuan dalam Program Majalengka Religi melalui pemberian Bantuan Sarana Keagamaan (Saraga) kepada Pondok Pesantren Nurul Huda yang berlokasi di Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan (Penghimpunan) BAZNAS Kabupaten Majalengka, pada Senin, 27 Juli 2026, bertempat di Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan diterima secara langsung oleh Abdul Muiz selaku perwakilan DKM Pondok Pesantren Nurul Huda. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendukung penguatan sarana ibadah dan pendidikan keagamaan agar semakin layak, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat. H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si. menyampaikan bahwa bantuan Saraga merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mengoptimalkan pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung pembangunan kehidupan keagamaan di Kabupaten Majalengka. "Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas sarana keagamaan di Pondok Pesantren Nurul Huda sehingga aktivitas ibadah, pembelajaran, dan pembinaan umat dapat berlangsung lebih baik. Semoga menjadi keberkahan bagi para muzakki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka," ujarnya. Abdul Muiz selaku penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas perhatian yang diberikan kepada Pondok Pesantren Nurul Huda. Menurutnya, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan sarana keagamaan sehingga dapat memberikan manfaat bagi para santri maupun masyarakat sekitar. Program Bantuan Sarana Keagamaan (Saraga) merupakan salah satu bentuk pendistribusian dana ZIS yang secara konsisten dilaksanakan BAZNAS Kabupaten Majalengka sebagai wujud kepedulian terhadap pengembangan syiar Islam, peningkatan kualitas fasilitas ibadah, serta pemberdayaan lembaga-lembaga keagamaan di wilayah Kabupaten Majalengka. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih amanah, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi mustahik serta pembangunan kesejahteraan umat.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #CintaZakat #ZakatMenyejahterakanUmat #MajalengkaReligi #SaranaKeagamaan #PondokPesantren #PonpesNurulHuda #Sumberjaya #PanjalinKidul #BerkahZakat #AmanSyarIahAmanNKRI
BERITA28/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Ucapkan Selamat kepada Lala Sunara sebagai Ketua KONI Kabupaten Majalengka Periode 2026–2030
BAZNAS Majalengka Ucapkan Selamat kepada Lala Sunara sebagai Ketua KONI Kabupaten Majalengka Periode 2026–2030
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Bapak Lala Sunara, S.T., S.H., M.Kn. atas terpilihnya sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Majalengka Periode 2026–2030. Ucapan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap kepemimpinan baru dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Majalengka. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap amanah yang diberikan kepada Lala Sunara dapat menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih maju, profesional, dan berdaya saing. Kepemimpinan baru diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Majalengka di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Selain peningkatan prestasi olahraga, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara KONI dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dunia usaha, serta berbagai lembaga sosial dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berkarakter. Ketua dan seluruh keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mendoakan agar Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan, serta keberkahan kepada Bapak Lala Sunara dalam menjalankan amanah sebagai Ketua KONI Kabupaten Majalengka. Semangat kepemimpinan yang visioner diharapkan mampu membawa olahraga Kabupaten Majalengka semakin berkembang, menciptakan pembinaan atlet yang berkelanjutan, serta memperkuat budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa mendukung setiap ikhtiar positif yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk melalui pengembangan prestasi olahraga yang menjadi bagian dari pembangunan daerah. Di akhir ucapan, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan doa dan harapan terbaik: "Selamat mengemban amanah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, serta keberkahan dalam setiap langkah pengabdian demi kemajuan olahraga Kabupaten Majalengka. Jayalah olahraga Indonesia, jayalah olahraga Majalengka."
BERITA28/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Kabupaten Majalengka Ikuti Sosialisasi Program Balai Ternak untuk Perkuat Kemandirian Mustahik
BAZNAS Kabupaten Majalengka Ikuti Sosialisasi Program Balai Ternak untuk Perkuat Kemandirian Mustahik
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengikuti Sosialisasi Program dan Koordinasi Teknis Balai Ternak BAZNAS yang diselenggarakan secara daring melalui Google Meet pada Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi program pendayagunaan zakat produktif dalam membangun kemandirian ekonomi mustahik melalui sektor peternakan. Sosialisasi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., didampingi Wakil Ketua IV, Kepala Pelaksana, Sekretaris, Kepala Divisi SDM, Administrasi dan Umum, serta Kepala Divisi Humas, Hukum, dan Protokoler. Kehadiran jajaran pimpinan menunjukkan komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mengembangkan program pemberdayaan mustahik yang berorientasi pada keberlanjutan. Melalui kegiatan sosialisasi dan koordinasi teknis ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep, mekanisme pelaksanaan, tata kelola, hingga strategi pengembangan Program Balai Ternak BAZNAS. Program tersebut merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat produktif yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kemampuan ekonomi mustahik agar mampu meningkatkan taraf hidup secara mandiri. Balai Ternak BAZNAS dirancang sebagai model pemberdayaan berbasis komunitas dengan mengembangkan usaha peternakan yang terintegrasi. Selain memperoleh bantuan sarana produksi, para mustahik juga mendapatkan pendampingan, pembinaan usaha, penguatan kelembagaan kelompok, serta edukasi mengenai pengelolaan usaha yang berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan para penerima manfaat dapat berkembang menjadi pelaku usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa program pemberdayaan seperti Balai Ternak merupakan implementasi nyata dari pengelolaan zakat yang memberikan manfaat jangka panjang. Melalui penguatan kapasitas dan pendampingan yang berkesinambungan, zakat diharapkan mampu menjadi instrumen pembangunan ekonomi umat sekaligus mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Majalengka. Partisipasi dalam sosialisasi ini juga menjadi langkah strategis BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk mempersiapkan implementasi berbagai program ekonomi produktif yang selaras dengan arah kebijakan BAZNAS RI. Dengan sinergi yang terus dibangun antara pemerintah, masyarakat, muzaki, dan berbagai pemangku kepentingan, manfaat zakat diharapkan semakin luas, produktif, dan berkelanjutan. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam menciptakan mustahik yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BalaiTernakBAZNAS #ZakatProduktif #PemberdayaanMustahik #EkonomiUmat #PendayagunaanZakat #MustahikBerdaya #PeternakanProduktif #CahayaZakat #BerkahZakat
BERITA28/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Kegiatan Hari Anak Tingkat Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Kegiatan Hari Anak Tingkat Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan sosial dan pembangunan sumber daya manusia melalui penyerahan bantuan untuk kegiatan Hari Anak Tingkat Kabupaten Majalengka yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Majalengka. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026, bertempat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala Divisi Humas dan Protokoler BAZNAS Kabupaten Majalengka, Fijay Muhamad Faozan, S.H., M.H., CPM., kepada perwakilan DP3AKB sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan peringatan Hari Anak Tingkat Kabupaten Majalengka. Dukungan BAZNAS Kabupaten Majalengka merupakan wujud sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan lingkungan yang ramah anak serta mendorong pemenuhan hak-hak anak melalui berbagai kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa. Kepala Divisi Humas dan Protokoler BAZNAS Kabupaten Majalengka, Fijay Muhamad Faozan, S.H., M.H., CPM., menyampaikan bahwa BAZNAS tidak hanya berperan dalam penghimpunan dan pendistribusian zakat, infak, serta sedekah, tetapi juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai perangkat daerah dalam mendukung program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. "Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap kegiatan Hari Anak Tingkat Kabupaten Majalengka dapat berjalan dengan lancar serta menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap perlindungan, pendidikan, dan pemenuhan hak-hak anak sebagai generasi masa depan," ujarnya. Peringatan Hari Anak menjadi salah satu agenda penting yang bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi keluarga dan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Majalengka yang semakin ramah anak. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap kolaborasi yang telah terjalin dengan DP3AKB Kabupaten Majalengka dapat terus ditingkatkan sehingga berbagai program pemberdayaan sosial, pendidikan, dan perlindungan anak dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Majalengka. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa berkomitmen menyalurkan amanah para muzaki secara profesional, transparan, dan tepat sasaran guna mendukung terwujudnya masyarakat Majalengka yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya.#BAZNASMajalengka #HariAnak2026 #HariAnakNasional #DP3AKB #PerlindunganAnak #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASUntukNegeri #CintaAnak #KolaborasiUntukAnak #Majalengka
BERITA27/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Beasiswa kepada Muhammad Ihsan Maulana Jatiwangi
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Beasiswa kepada Muhammad Ihsan Maulana Jatiwangi
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan pendidikan generasi muda melalui penyaluran bantuan beasiswa. Pada Senin, 27 Juli 2026, Robi Ferdian Rakasiwi, Staf Bidang Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka, menyerahkan bantuan beasiswa kepada Muhammad Ihsan Maulana, yang dalam kesempatan tersebut diterima oleh Ibu Vifi Andriani selaku perwakilan keluarga. Penerima bantuan merupakan warga Blok Jumaah RT 002 RW 012, Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Bantuan ini merupakan bagian dari program pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS Kabupaten Majalengka yang difokuskan pada peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan beasiswa tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memberikan motivasi kepada Muhammad Ihsan Maulana agar terus semangat belajar, berprestasi, dan meraih cita-cita. Program beasiswa BAZNAS Kabupaten Majalengka merupakan salah satu bentuk implementasi pendistribusian zakat pada sektor pendidikan. Melalui program ini, BAZNAS berupaya memastikan bahwa anak-anak dari keluarga yang membutuhkan tetap memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang layak tanpa terkendala keterbatasan ekonomi. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat disalurkan secara tepat sasaran, profesional, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Semoga bantuan yang diberikan menjadi keberkahan bagi para muzaki serta menjadi penyemangat bagi para penerima manfaat dalam meraih masa depan yang lebih baik.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNAS #BeasiswaBAZNAS #Pendidikan #ZakatUntukPendidikan #CintaZakat #Majalengka #Jatiwangi #BerbagiKebaikan #ZakatBerdampak
BERITA27/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk Mendukung HUT SMAN 1 Majalengka
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk Mendukung HUT SMAN 1 Majalengka
Majalengka, Senin, 27 Juli 2026 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan pendidikan melalui penyaluran bantuan untuk mendukung pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) SMAN 1 Majalengka. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Senin (27/7/2026) di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan diserahkan secara langsung oleh Drs. H. Nursiwanjaya kepada Ibu Ayi Ratnasari, yang hadir sebagai perwakilan dari SMAN 1 Majalengka menggantikan Bapak H. Mohamad Ali selaku Ketua Panitia HUT SMAN 1 Majalengka yang berhalangan hadir. Dukungan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Majalengka terhadap kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda melalui berbagai aktivitas positif yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap rangkaian kegiatan HUT SMAN 1 Majalengka dapat berlangsung dengan lancar, sukses, serta memberikan manfaat bagi seluruh peserta didik, tenaga pendidik, dan masyarakat sekolah. Pendidikan merupakan salah satu bidang prioritas dalam pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Majalengka. Selain memberikan bantuan kepada mustahik di bidang ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah, BAZNAS juga terus mendukung berbagai kegiatan yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, kreativitas, prestasi, serta penguatan karakter pelajar. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat serta mendukung berbagai program sosial, pendidikan, dan kemanusiaan di Kabupaten Majalengka. #BAZNASMajalengka #HUTSMAN1Majalengka #SMAN1Majalengka #Pendidikan #Zakat #Infak #Sedekah #BAZNAS #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #ZakatBerdampak #Majalengka #BerbagiKebaikan #PendidikanBerkualitas #CintaMajalengka
BERITA27/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Survei Calon Penerima RLHB di Kelurahan Cicurug, Wujudkan Hunian Layak bagi Warga Kurang Mampu
BAZNAS Majalengka Survei Calon Penerima RLHB di Kelurahan Cicurug, Wujudkan Hunian Layak bagi Warga Kurang Mampu
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Pada Senin (27/7/2026), Staf Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Robi Ferdian Rakasiwi, melaksanakan survei kelayakan terhadap calon penerima bantuan RLHB atas nama Oman Nurohman, warga Lingkungan Margaraharja RT 007 RW 003, Kelurahan Cicurug, Kecamatan Majalengka. Survei dilakukan sebagai tahapan awal untuk memastikan kondisi riil rumah calon penerima bantuan sekaligus memverifikasi tingkat kerusakan bangunan sesuai dengan kriteria Program Rumah Layak Huni BAZNAS. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, rumah milik Oman Nurohman mengalami kerusakan berat, dengan kondisi atap rumah ambruk serta lantai rumah yang masih berupa tanah, sehingga dinilai membutuhkan penanganan segera agar kembali layak dihuni. Dalam pelaksanaan survei tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka turut didampingi oleh Lurah Cicurug, Angky, bersama Bapak Dani selaku Bhabinkamtibmas, serta Ketua RT setempat, Bapak Ikin. Kehadiran unsur pemerintah kelurahan dan aparat keamanan menjadi bentuk sinergi dalam memastikan proses verifikasi berjalan objektif, transparan, dan tepat sasaran. Program Rumah Layak Huni BAZNAS merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak huni. Melalui program ini, BAZNAS berharap dapat meningkatkan kualitas hidup mustahik sekaligus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. Survei lapangan menjadi tahapan penting sebelum proses penetapan penerima bantuan dilakukan. Hasil verifikasi akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk bantuan yang akan diberikan sehingga pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen memperluas manfaat zakat melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan, termasuk Program Rumah Layak Huni BAZNAS, sebagai upaya menghadirkan kepedulian nyata bagi masyarakat yang membutuhkan serta mendukung terwujudnya Majalengka Langkung SAE.
BERITA27/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Hadirkan Pojok UMKM Binaan di Majalengka Expo 2026, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
BAZNAS Majalengka Hadirkan Pojok UMKM Binaan di Majalengka Expo 2026, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Majalengka Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka membuka Stand Pojok UMKM Binaan dalam ajang Majalengka Expo 2026 sebagai bentuk komitmen mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran stand tersebut menjadi wadah promosi sekaligus pemasaran bagi para pelaku UMKM binaan BAZNAS agar semakin dikenal masyarakat luas dan mampu meningkatkan daya saing usahanya. Pojok UMKM BAZNAS Majalengka diisi melalui kolaborasi bersama sejumlah pelaku usaha binaan yang menampilkan beragam produk kuliner unggulan khas Majalengka. Produk-produk tersebut antara lain: Yuli – Dimsum dan Cilok Basreng – Basreng, Otak-otak, Makaroni, dan Air Mineral Le Minerale Ira (Es Teler Aynoor) – Aneka Minuman Es Teler Teh Fuji – Makaroni Bumbu Rujak, Cilok Bumbu Kacang, dan Seafood Kacang Telor & Mie Kremes Jeletot Kacang Bawang Dapur Ibu Sri Brownies Lumer Cheese Cake Dian D'Crepes Jasmine Snack – Keripik Pisang Original, Keripik Pisang Cokelat, dan Keripik Pisang Matcha Selama penyelenggaraan Majalengka Expo 2026, stand BAZNAS mendapat perhatian dari para pengunjung yang antusias mencicipi sekaligus membeli berbagai produk UMKM lokal. Momentum ini menjadi kesempatan berharga bagi para pelaku usaha untuk memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan penjualan, sekaligus memperkenalkan kualitas produk binaan BAZNAS kepada masyarakat. Koordinator UMKM Binaan BAZNAS Kabupaten Majalengka, Ibu Ani, menyampaikan bahwa kehadiran Pojok UMKM yang difasilitasi BAZNAS merupakan peluang besar bagi para pelaku usaha untuk berkembang. "Pojok UMKM yang difasilitasi BAZNAS Kabupaten Majalengka menjadi peluang yang sangat besar bagi para pelaku UMKM binaan untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas. Kami berharap melalui Majalengka Expo 2026 ini, para pelaku usaha semakin percaya diri, mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan benar-benar bisa naik kelas." Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus utama pendayagunaan zakat produktif yang dijalankan BAZNAS. "BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan dalam bentuk konsumtif, tetapi juga berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui fasilitasi UMKM binaan di Majalengka Expo 2026, kami ingin memberikan ruang promosi, memperluas akses pasar, serta mendorong para pelaku usaha agar semakin mandiri, produktif, dan mampu menjadi UMKM yang naik kelas sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi keluarga maupun masyarakat." Program pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi para mustahik yang memiliki potensi usaha. Melalui partisipasi dalam Majalengka Expo 2026, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal kualitas produk UMKM binaan serta turut mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan membeli produk-produk karya masyarakat Majalengka. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat Majalengka yang lebih sejahtera.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #MajalengkaExpo2026 #UMKMBinaanBAZNAS #UMKMMajalengka #EkonomiUmat #ZakatProduktif #BanggaBuatanMajalengka #BerdayaBersamaBAZNAS #PemberdayaanUMKM #MajalengkaMaju
BERITA27/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Gelar Sosialisasi SIGAP dan ASIK di MTsN 2 Majalengka, Dilaksanakan Serentak Bersama MAN 3 Majalengka
BAZNAS Majalengka Gelar Sosialisasi SIGAP dan ASIK di MTsN 2 Majalengka, Dilaksanakan Serentak Bersama MAN 3 Majalengka
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus memperluas gerakan edukasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan. Pada Senin (27/07/2026), BAZNAS Kabupaten Majalengka melaksanakan Sosialisasi Program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) dan Program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) secara serentak di dua lembaga pendidikan, yakni MTsN 2 Majalengka dan MAN 3 Majalengka. Di MTsN 2 Majalengka yang beralamat di Jalan Jatiwangi–Majalengka No. 87, Desa Sukaraja Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, kegiatan dipimpin oleh Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., didampingi Kepala Divisi dan Staf Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka. Sementara itu, di waktu yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., memimpin kegiatan sosialisasi yang sama di MAN 3 Majalengka. Pelaksanaan secara serentak ini menjadi wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memperluas literasi zakat, infak, dan sedekah kepada lebih banyak peserta didik dan tenaga pendidik di berbagai satuan pendidikan secara efektif. Kegiatan di MTsN 2 Majalengka dilaksanakan bertepatan dengan apel Senin pagi dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Kehadiran tim BAZNAS Kabupaten Majalengka disambut hangat oleh Kepala MTsN 2 Majalengka beserta seluruh civitas akademika. Suasana sosialisasi berlangsung tertib, interaktif, dan penuh antusiasme sebagai wujud tingginya kepedulian warga madrasah terhadap gerakan berbagi. Dalam penyampaiannya, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si. menjelaskan bahwa Program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) merupakan salah satu inovasi BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam membangun karakter peserta didik melalui pembiasaan bersedekah dan berinfak sejak usia dini. Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda tidak hanya dilakukan melalui proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga melalui pembiasaan nilai-nilai kepedulian sosial yang diwujudkan dalam tindakan nyata. "Budaya berbagi harus ditanamkan sejak usia dini. Ketika anak-anak terbiasa menyisihkan sebagian rezekinya dengan ikhlas, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang memiliki empati, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat," ujar H. Muhammad Ridwan. Selain memperkenalkan Program SIGAP kepada para siswa, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga menyosialisasikan Program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) kepada para guru, tenaga kependidikan, dan seluruh karyawan madrasah. Program ini mengajak seluruh insan pendidikan untuk turut berpartisipasi dalam gerakan sedekah dan infak secara sukarela sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa pelaksanaan Program SIGAP maupun Program ASIK dilandasi prinsip keikhlasan, kesadaran, dan tanpa adanya unsur paksaan. Besaran sedekah maupun infak sepenuhnya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta sehingga menjadi amal ibadah yang bernilai dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Pelaksanaan sosialisasi secara bersamaan di MTsN 2 Majalengka dan MAN 3 Majalengka menunjukkan keseriusan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mempercepat penyebarluasan gerakan sedekah dan infak di lingkungan pendidikan. Dengan membagi tim ke beberapa lokasi, BAZNAS mampu menjangkau lebih banyak peserta dalam waktu yang sama sehingga budaya berbagi dapat tumbuh secara lebih luas di kalangan generasi muda maupun tenaga pendidik. Melalui sinergi bersama dunia pendidikan, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap budaya berbagi dapat menjadi bagian dari karakter siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Semangat gotong royong yang ditanamkan sejak dini diyakini akan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kepedulian sosial, serta semangat membantu sesama. Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memperluas literasi zakat, infak, dan sedekah sekaligus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat yang religius, peduli, dan berdaya menuju Majalengka Langkung Sae.
BERITA27/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Sosialisasikan Program SIGAP dan ASIK di MAN 3 Majalengka, Bangun Generasi Peduli Melalui Budaya Berbagi
BAZNAS Majalengka Sosialisasikan Program SIGAP dan ASIK di MAN 3 Majalengka, Bangun Generasi Peduli Melalui Budaya Berbagi
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus memperkuat gerakan literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan. Pada Senin, 27 Juli 2026, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., memimpin langsung kegiatan Sosialisasi Program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) dan Program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) di MAN 3 Majalengka, Jalan Lanud S. Sukani No. 110, Desa Mekarsari, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan apel pagi tersebut dihadiri oleh jajaran Kepala Divisi dan Staf Amil BAZNAS Kabupaten Majalengka. Kehadiran rombongan BAZNAS disambut hangat oleh Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., beserta seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan. Sosialisasi berlangsung dengan antusias, terutama saat sesi dialog dan tanya jawab bersama para siswa yang menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap nilai-nilai berbagi dan gotong royong. Dalam pemaparannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menjelaskan bahwa Program SIGAP merupakan inovasi BAZNAS dalam membangun karakter peserta didik melalui pembiasaan sedekah dan infak sejak usia dini. "Melalui Program SIGAP, kami ingin menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para siswa sejak dini. Sedekah bukan diukur dari besar kecilnya nominal, tetapi dari keikhlasan hati untuk membantu sesama. Dari kebiasaan kecil inilah akan lahir generasi yang peduli, dermawan, dan memiliki jiwa gotong royong," ujar H. Agus Asri Sabana. Selain memperkenalkan Program SIGAP kepada para siswa, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga menyosialisasikan Program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) kepada para guru, tenaga kependidikan, dan karyawan sekolah. Program tersebut mengajak seluruh insan pendidikan untuk berpartisipasi dalam gerakan sedekah dan infak secara sukarela sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Ketua BAZNAS menegaskan bahwa baik Program SIGAP maupun Program ASIK dilaksanakan berdasarkan prinsip keikhlasan, kesadaran, dan tanpa unsur paksaan. Besaran sedekah maupun infak sepenuhnya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta sehingga menjadi amal ibadah yang lahir dari hati. Menurutnya, sinergi antara BAZNAS dengan lembaga pendidikan menjadi langkah strategis dalam membangun budaya berbagi yang berkelanjutan. Pendidikan karakter tidak hanya diwujudkan melalui proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan nilai-nilai kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kolaborasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap budaya berbagi dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter siswa, guru, serta seluruh warga sekolah. Semangat gotong royong yang ditanamkan sejak dini diyakini akan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta semangat membantu sesama. Program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) merupakan salah satu inovasi BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam membangun kebiasaan bersedekah sejak usia dini melalui lembaga pendidikan. Sementara itu, Program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) menjadi gerakan partisipasi sukarela bagi guru, tenaga kependidikan, dan karyawan dalam menghimpun infak dan sedekah yang dikelola secara amanah, transparan, dan profesional untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memperluas literasi zakat, infak, dan sedekah sekaligus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai mitra strategis dalam mewujudkan masyarakat yang religius, peduli, dan berdaya menuju Majalengka Langkung Sae.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #SIGAP #ASIK #Sedekah #Infak #Zakat #GerakanBerbagi #PendidikanKarakter #MAN3Majalengka #Jatiwangi #Majalengka #GenerasiPeduli #BerbagiItuIndah
BERITA27/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS: Wacana Zakat sebagai Pengganti Pajak Perlu Kesepahaman Pemerintah dan Umat Islam
BAZNAS: Wacana Zakat sebagai Pengganti Pajak Perlu Kesepahaman Pemerintah dan Umat Islam
Majalengka Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa wacana menjadikan zakat sebagai pengganti kewajiban pajak belum dapat diterapkan dalam waktu dekat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Sodik Mudjahid, menyatakan implementasi gagasan tersebut memerlukan kesepahaman antara pemerintah dan umat Islam sebelum dapat diakomodasi dalam revisi Undang-Undang Pengelolaan Zakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Konferensi Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 23–26 Juli 2026 di Jakarta. Forum lima tahunan tersebut menjadi wadah strategis bagi para ulama, cendekiawan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas isu-isu strategis umat, termasuk penguatan tata kelola zakat nasional dan hubungan antara zakat dengan sistem perpajakan. Menurut Sodik Mudjahid, terdapat dua persoalan mendasar yang harus dijawab sebelum kebijakan zakat sebagai pengganti pajak dapat diwujudkan. Pertama, apakah pemerintah siap apabila sebagian penerimaan pajak digantikan oleh zakat. Kedua, apakah umat Islam bersedia apabila dana zakat dikelola sebagai bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menegaskan bahwa kedua pertanyaan tersebut berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola zakat nasional. Oleh karena itu, pembahasan mengenai integrasi zakat dan pajak tidak hanya menyangkut kebijakan fiskal, tetapi juga menyentuh aspek regulasi, transparansi, akuntabilitas, serta penerimaan masyarakat. Selain itu, pemerintah memiliki pertimbangan tersendiri karena hingga saat ini pajak masih menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan nasional. Di sisi lain, potensi zakat dinilai belum sepenuhnya mampu menopang seluruh kebutuhan belanja negara sehingga diperlukan kajian yang lebih komprehensif sebelum kebijakan tersebut diterapkan. Sodik juga mengungkapkan bahwa masih terdapat perbedaan pandangan di tengah masyarakat mengenai pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk kepentingan yang lebih luas. Hal tersebut menjadi salah satu tantangan dalam membangun sistem pengelolaan zakat yang semakin profesional dan terintegrasi. Pemerintah bersama para pemangku kepentingan saat ini tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Pengelolaan Zakat. Namun demikian, BAZNAS RI belum akan memasukkan usulan zakat sebagai pengganti pajak ke dalam revisi tersebut hingga terdapat kepastian mengenai sikap pemerintah dan dukungan umat Islam terhadap konsep tersebut. Menanggapi perkembangan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Majalengka akan selalu mengikuti arah kebijakan yang ditetapkan oleh BAZNAS RI sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang berwenang dalam pengelolaan zakat secara nasional. "BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk senantiasa fatsun dan sejalan dengan kebijakan serta keputusan yang ditetapkan oleh BAZNAS RI. Apapun kebijakan yang nantinya diputuskan terkait pengelolaan zakat, termasuk mengenai wacana zakat dan pajak, akan kami dukung dan implementasikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Fokus kami saat ini adalah terus meningkatkan pelayanan kepada muzaki, memperluas manfaat bagi mustahik, serta memperkuat tata kelola zakat yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI," ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka. BAZNAS Kabupaten Majalengka juga mendukung berbagai upaya penguatan tata kelola zakat nasional melalui peningkatan profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, digitalisasi layanan, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat dan pengentasan kemiskinan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, serta seluruh elemen masyarakat, pengelolaan zakat nasional diharapkan semakin modern, terpercaya, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan umat serta mendukung pembangunan Indonesia.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNAS #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #Zakat #Pajak #ZakatNasional #EkonomiSyariah #PengelolaanZakat #KUIIVIII #IndonesiaBerzakat #ZakatUntukNegeri
BERITA27/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Zakat Pendidikan Bantu Anak Dhuafa Terus Sekolah, BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Wujudkan Generasi Berdaya
Zakat Pendidikan Bantu Anak Dhuafa Terus Sekolah, BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Wujudkan Generasi Berdaya
MAJALENGKA BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui program pendidikan sebagai bentuk kepedulian dalam membantu anak-anak dhuafa memperoleh akses pendidikan yang layak. Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, bantuan pendidikan diharapkan mampu mencegah anak-anak dari risiko putus sekolah sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang berperan penting dalam memutus rantai kemiskinan. Namun, bagi banyak keluarga dhuafa, keterbatasan ekonomi masih menjadi kendala utama dalam memenuhi biaya pendidikan, mulai dari pembelian seragam, buku, alat tulis, biaya transportasi hingga kebutuhan sekolah lainnya. Melalui dana zakat yang dihimpun dari para muzaki, BAZNAS menghadirkan berbagai program pendidikan yang dirancang untuk membantu para mustahik agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani oleh keterbatasan biaya. Zakat Menjadi Investasi Sosial Jangka Panjang Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa zakat bukan hanya menjadi solusi pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi juga merupakan investasi sosial yang memberikan manfaat berkelanjutan. Dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak dhuafa untuk terus belajar, zakat turut membangun kualitas sumber daya manusia yang kelak mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Setiap zakat yang disalurkan untuk pendidikan menjadi ikhtiar nyata dalam mencetak generasi yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Berbagai Bentuk Program Pendidikan Program pendidikan yang didukung melalui dana zakat meliputi berbagai bentuk bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat, antara lain: Beasiswa pendidikan dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Bantuan biaya pendidikan dan uang saku. Penyediaan seragam sekolah, tas, buku, serta alat tulis. Dukungan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil. Penguatan fasilitas pembelajaran dan dukungan terhadap tenaga pendidik pada daerah yang membutuhkan. Program-program tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Dampak Nyata bagi Mustahik Berbagai program pendidikan yang dibiayai melalui zakat telah memberikan manfaat nyata bagi para penerima. Anak-anak yang sebelumnya terancam putus sekolah kini dapat kembali belajar dengan tenang. Mahasiswa dari keluarga kurang mampu juga memperoleh kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi. Lebih dari sekadar bantuan finansial, zakat pendidikan menjadi fondasi dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Pendidikan yang baik membuka peluang memperoleh pekerjaan yang lebih layak sehingga mampu mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan. Ajak Masyarakat Salurkan Zakat Melalui BAZNAS BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat, khususnya para muzaki, untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih terarah, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui zakat pendidikan, setiap kontribusi yang diberikan akan menjadi harapan baru bagi anak-anak dhuafa untuk terus belajar, mengembangkan potensi, serta mewujudkan cita-cita mereka sebagai generasi penerus bangsa. Mari bersama menjadikan zakat sebagai kekuatan dalam membangun pendidikan yang inklusif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan masyarakat Majalengka yang semakin religius, peduli, dan sejahtera.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #ZakatPendidikan #ZakatUntukPendidikan #AnakDhuafa #BeasiswaZakat #PendidikanUntukSemua #BerkahZakat #CahayaZakat #SedekahMembangunNegeri #MustahikBerdaya #MuzakiPeduli #IndonesiaBerzakat
BERITA27/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Zakat Saham dan Investasi: Apakah Wajib Dizakati?
Zakat Saham dan Investasi: Apakah Wajib Dizakati?
MAJALENGKA Seiring meningkatnya minat masyarakat muslim dalam berinvestasi melalui saham, reksa dana, deposito, hingga sukuk syariah, pemahaman mengenai kewajiban zakat atas aset investasi menjadi semakin penting. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk memahami ketentuan zakat investasi agar pengelolaan harta tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menghadirkan keberkahan melalui pelaksanaan kewajiban syariat. Dalam Islam, investasi termasuk bagian dari harta yang berpotensi wajib dizakati apabila telah memenuhi dua syarat utama, yaitu mencapai nisab yang setara dengan 85 gram emas serta telah dimiliki selama satu tahun (haul). Apabila kedua syarat tersebut terpenuhi, maka zakat yang wajib dikeluarkan sebesar 2,5 persen dari nilai investasi. Jenis Investasi yang Berpotensi Wajib Dizakati Beberapa instrumen investasi yang termasuk dalam kategori harta wajib zakat antara lain: Saham, baik untuk investasi jangka panjang maupun aktivitas perdagangan (trading). Reksa dana dari berbagai jenis. Sukuk atau obligasi syariah. Deposito dan instrumen investasi lainnya yang bernilai ekonomi. Perhitungan zakat dilakukan berdasarkan nilai pasar aktual dari seluruh portofolio ketika haul tiba, bukan berdasarkan harga saat aset pertama kali dibeli. Ketentuan Zakat Saham dan Investasi Dalam menghitung zakat investasi, seluruh aset yang sejenis dianjurkan untuk digabungkan, seperti: Saham. Reksa dana. Tabungan. Emas. Instrumen investasi lainnya. Penggabungan ini bertujuan agar diketahui secara tepat apakah total kekayaan telah mencapai nisab. Apabila dihitung secara terpisah, masing-masing aset mungkin tampak belum mencapai batas wajib zakat, padahal secara keseluruhan telah memenuhi ketentuan syariat. Cara Menghitung Zakat Investasi Perhitungan zakat investasi sangat sederhana, yaitu: Zakat = Total Nilai Investasi × 2,5% Dengan syarat: Nilai investasi telah mencapai nisab. Kepemilikan telah mencapai satu tahun (haul). Contoh Perhitungan Contoh 1 Portofolio saham sebesar Rp180.000.000 yang telah dimiliki selama satu tahun. Zakat: Rp180.000.000 × 2,5% = Rp4.500.000 Contoh 2 Reksa dana sebesar Rp90.000.000 dan saham Rp60.000.000. Total investasi: Rp150.000.000 Zakat: Rp150.000.000 × 2,5% = Rp3.750.000 Contoh 3 Portofolio investasi sebesar Rp200.000.000, namun baru dimiliki selama 8 bulan. Status: Belum wajib zakat karena belum memenuhi syarat haul. Sementara itu, dividen saham maupun kupon sukuk yang diterima secara berkala dapat dimasukkan ke dalam zakat penghasilan pada saat diterima, atau diakumulasikan bersama aset investasi ketika haul tiba. Panduan Membayar Zakat Investasi Agar pembayaran zakat dilakukan secara tepat, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan: Catat tanggal ketika total investasi pertama kali mencapai nisab sebagai awal perhitungan haul. Saat haul tiba, hitung nilai pasar seluruh investasi berdasarkan harga penutupan saham atau NAB reksa dana pada hari tersebut. Kalikan total nilai investasi dengan tarif zakat sebesar 2,5 persen. Salurkan zakat melalui BAZNAS agar pengelolaannya dilakukan secara amanah, profesional, dan tepat sasaran. Simpan bukti pembayaran zakat karena dapat dimanfaatkan sebagai pengurang penghasilan kena pajak sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. BAZNAS Ajak Masyarakat Menunaikan Zakat Investasi Kemudahan berinvestasi di era digital hendaknya diiringi dengan kesadaran untuk menunaikan zakat sebagai bentuk penyucian harta dan kepedulian terhadap sesama. Melalui zakat investasi, setiap keuntungan yang diperoleh tidak hanya memberikan manfaat bagi pemiliknya, tetapi juga menjadi sumber pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan. Masyarakat yang ingin mengetahui besaran zakat dari portofolio investasinya dapat memanfaatkan Kalkulator Zakat BAZNAS, sehingga proses perhitungan menjadi lebih mudah, cepat, dan akurat sebelum menunaikan zakat melalui layanan resmi BAZNAS.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #ZakatInvestasi #ZakatSaham #InvestasiSyariah #LiterasiKeuanganSyariah #EdukasiZakat #BerkahDenganZakat #CintaZakat #ZakatMenyejahterakan
BERITA27/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Mengubah Senin Menjadi Hari yang Dirindukan: Langkah BAZNAS Kabupaten Majalengka Tingkatkan Produktivitas Amilin Amilat
Mengubah Senin Menjadi Hari yang Dirindukan: Langkah BAZNAS Kabupaten Majalengka Tingkatkan Produktivitas Amilin Amilat
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus memperkuat budaya kerja profesional dengan menginisiasi gerakan peningkatan motivasi kerja guna menghapus fenomena Monday Blues di lingkungan Amilin dan Amilat. Program ini bertujuan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal, cepat, responsif, dan penuh semangat sejak hari pertama kerja setiap pekannya. Inisiatif tersebut disampaikan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka yang menegaskan bahwa hari Senin merupakan momentum strategis dalam menentukan ritme, produktivitas, dan kualitas pelayanan organisasi selama satu pekan ke depan. Oleh karena itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka menerapkan tiga strategi utama untuk membangun semangat kerja yang positif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurut Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, bekerja di lembaga pengelola zakat bukan sekadar menjalankan kewajiban administratif, melainkan juga menjadi bagian dari ibadah serta pengabdian kepada masyarakat dan umat. Melalui perubahan pola pikir tersebut diharapkan seluruh pegawai memiliki motivasi intrinsik yang kuat dalam menjalankan tugasnya. Strategi pertama adalah internalisasi niat dan membangun ritual pagi yang positif. Seluruh pegawai diajak mengawali aktivitas kerja dengan meluruskan niat bahwa setiap pekerjaan merupakan bentuk ibadah. Sebelum pelayanan dimulai, dilakukan briefing singkat yang diisi doa bersama, evaluasi ringan, serta saling memberikan apresiasi untuk membangun komunikasi yang harmonis dan suasana kerja yang kondusif. Selain itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga mendorong optimalisasi penggunaan atribut kedinasan yang rapi dan sesuai ketentuan. Secara psikologis, penampilan yang profesional diyakini mampu meningkatkan rasa percaya diri, kesiapan mental, serta kewibawaan pegawai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Strategi kedua adalah manajemen target melalui pencapaian skala kecil. Setiap pegawai diarahkan menyusun daftar pekerjaan harian (to-do list) sejak Senin pagi dengan memprioritaskan penyelesaian tiga pekerjaan administratif yang relatif ringan. Pendekatan yang dikenal sebagai early wins atau "kemenangan awal" ini terbukti mampu meningkatkan motivasi kerja, membangun rasa percaya diri, dan mendorong penyelesaian pekerjaan yang lebih kompleks secara bertahap. Sementara itu, strategi ketiga menitikberatkan pada pemberian apresiasi mandiri dan penciptaan lingkungan kerja yang humanis. BAZNAS Kabupaten Majalengka mendorong budaya saling menghargai antarpegawai, termasuk melalui kegiatan sederhana seperti makan siang bersama ataupun membangun komunikasi lintas divisi. Lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan penuh kekeluargaan diharapkan mampu menciptakan semangat kerja yang berkelanjutan sehingga hari Senin tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan menjadi awal yang penuh optimisme untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Program peningkatan motivasi kerja ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola dana zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen terus menghadirkan inovasi budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Melalui implementasi tiga strategi tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap produktivitas pegawai semakin meningkat, kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin prima, serta budaya kerja positif dapat menjadi inspirasi bagi berbagai perangkat daerah, instansi pemerintah, dan lembaga lainnya di Kabupaten Majalengka.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNAS #ProduktivitasKerja #MondayBlues #MotivasiKerja #PelayananPublik #ASNBerAKHLAK #BudayaKerja #KinerjaASN #ZakatUntukNegeri #Majalengka #IndonesiaMelayani
BERITA27/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah
Islam Mengajarkan Ikhtiar dan Tawakal, Bukan Mempercayai Kesialan Bulan Safar MAJALENGKA – Memasuki bulan Safar, sebagian masyarakat masih mengaitkannya dengan berbagai mitos tentang kesialan dan musibah. Padahal, Islam menegaskan bahwa tidak ada satu pun bulan yang membawa kesialan secara khusus. Sebaliknya, Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, dan berikhtiar memperoleh rezeki yang halal melalui ibadah yang sesuai dengan tuntunan syariat. Amalan pembuka rezeki di bulan Safar pada hakikatnya bukanlah ritual khusus yang hanya dilakukan pada bulan tersebut, melainkan berbagai ibadah yang dapat diamalkan sepanjang waktu. Di antaranya adalah memperbanyak istighfar, menjaga salat, memperbanyak sedekah, menjalin silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, serta bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar secara maksimal. Bulan Safar Bukan Bulan Sial Rasulullah SAW telah meluruskan keyakinan masyarakat Arab pada masa jahiliah yang menganggap bulan Safar sebagai bulan pembawa kesialan. Beliau bersabda: "Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada kesialan pada bulan Safar, dan tidak ada hantu." (HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220) Hadis tersebut menjadi dasar bahwa seorang muslim tidak boleh mengaitkan datangnya musibah ataupun sempitnya rezeki dengan bulan Safar. Setiap kejadian terjadi atas ketetapan Allah SWT dan menjadi bagian dari ujian kehidupan. Rezeki Datang dari Allah SWT Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya sebagaimana firman-Nya: "Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya." (QS. Hud: 6) Namun demikian, Islam mengajarkan bahwa rezeki harus diupayakan melalui kerja keras, doa, ibadah, dan tawakal kepada Allah SWT. Amalan Pembuka Rezeki yang Dianjurkan Rasulullah 1. Memperbanyak Istighfar Allah SWT berfirman: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu." (QS. Nuh: 10–12) Istighfar menjadi salah satu sebab turunnya ampunan sekaligus keberkahan rezeki. 2. Memperbanyak Doa Memohon Rezeki Rasulullah SAW mengajarkan doa: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu." (HR. Tirmidzi) Doa tersebut dapat diamalkan setelah salat maupun pada waktu-waktu mustajab. 3. Menjaga Salat Lima Waktu Allah SWT berfirman: "Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu." (QS. Taha: 132) Salat menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim dan menjadi sebab datangnya keberkahan hidup. 4. Memperbanyak Sedekah Rasulullah SAW bersabda: "Harta tidak akan berkurang karena sedekah." (HR. Muslim No. 2588) Sedekah bukan hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan, ketenangan hati, dan kemudahan dalam berbagai urusan. 5. Menjalin Silaturahmi Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim) Silaturahmi merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. 6. Bertakwa kepada Allah SWT Allah SWT berfirman: "Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (QS. At-Talaq: 2–3) Ketakwaan menjadi kunci datangnya pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT. 7. Bertawakal Setelah Berusaha Rasulullah SAW bersabda: "Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang." (HR. Ahmad dan Tirmidzi) Hadis ini menunjukkan bahwa tawakal harus disertai usaha dan kerja keras. Hal yang Perlu Dihindari pada Bulan Safar Dalam menjalankan ibadah di bulan Safar, umat Islam hendaknya menghindari berbagai keyakinan yang tidak memiliki landasan syariat, antara lain: Meyakini bulan Safar membawa kesialan. Menganggap ritual tertentu pasti membuka pintu rezeki tanpa dalil. Mempercayai jimat atau benda-benda tertentu sebagai penarik rezeki. Mengamalkan hadis palsu maupun tradisi yang bertentangan dengan akidah Islam. Islam mengajarkan bahwa seluruh ibadah harus bersumber dari Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW. Mengisi Bulan Safar dengan Amal Saleh Selain amalan di atas, bulan Safar dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah, seperti: Membaca Al-Qur'an setiap hari. Memperbanyak zikir pagi dan petang. Menunaikan salat sunnah. Membantu fakir miskin dan kaum dhuafa. Berbakti kepada orang tua. Menjaga kejujuran dalam bekerja. Menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat. Memperbanyak doa untuk keluarga dan umat Islam. Seluruh amal tersebut menjadi sebab bertambahnya keberkahan hidup apabila dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Mari Sempurnakan Ibadah dengan Berzakat Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka Momentum bulan Safar menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Berbagi kepada sesama bukan hanya menghadirkan manfaat bagi mustahik, tetapi juga menjadi ikhtiar memperoleh keberkahan rezeki sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui: Bank BJB : 0137402262100 BRI : 004601002689569 BSI : 7313997361 Mandiri : 1340000833334 BJB Syariah : 5190301001182 Website: https://kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah Layanan Muzakki (WhatsApp): 0821-2416-9964 Telepon: (0233) 282414 Email: [email protected]#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #BulanSafar #Safar #AmalanSafar #RezekiBerkah #Sedekah #Zakat #Infak #Istighfar #Silaturahmi #IslamRahmatanLilAlamin #CintaZakat #BerbagiKebaikan #MenebarKeberkahan #KajianIslam #MuslimIndonesia
BERITA26/07/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →