WhatsApp Icon
BTB BAZNAS Majalengka Tetap Bergerak Menjelang Senja, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Wangkelang

MAJALENGKA — Menjelang senja tak menyurutkan semangat tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menjalankan misi kemanusiaan. Pada Kamis (29/10/2026), tim BTB menyalurkan bantuan kepada keluarga Bapak Dirjo, warga Blok Pahing RT 02 RW 02, Desa Wangkelang, Kecamatan Cingambul, yang terdampak musibah kebakaran beberapa waktu lalu.

Bantuan diserahkan langsung oleh Komandan BTB BAZNAS Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, S.Pd.I. Kegiatan tersebut turut dihadiri kepala dusun setempat, Kasi Pemerintahan, jajaran perangkat Desa Wangkelang, serta tokoh masyarakat.

Bagi tim BTB, waktu yang semakin sore bukanlah alasan untuk menunda kepedulian. Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan, upaya kemanusiaan harus terus berjalan.

“Untuk urusan kemanusiaan, jangan pernah lelah dan jangan menyerah,” ujar Eman Suherman saat tiba di lokasi rumah korban.

Apresiasi Semangat Gotong Royong Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Eman menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang bergerak cepat bergotong royong memadamkan api ketika kebakaran terjadi. Ia juga mengapresiasi inisiatif warga yang bahu-membahu menggalang donasi untuk membantu keluarga terdampak.

Menurutnya, kepedulian dan kebersamaan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadapi musibah. Melalui tindakan nyata, masyarakat tidak hanya membantu mengatasi keadaan darurat, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada keluarga yang tengah berusaha bangkit dari kesulitan.

Kehadiran warga sejak awal kejadian, mulai dari upaya pemadaman api hingga pengumpulan bantuan, menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan bersama-sama.

Eman berharap budaya gotong royong tersebut terus terpelihara dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Majalengka.

Bantuan untuk Meringankan Beban dan Memulihkan Rumah

Eman juga berharap bantuan yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Majalengka dapat membantu meringankan beban keluarga Bapak Dirjo, terutama dalam proses pemulihan rumah yang terdampak kebakaran.

Saat penyaluran bantuan berlangsung, Bapak Dirjo tengah berupaya merangkai kayu untuk membangun kembali bagian atap rumahnya yang hangus terbakar. Upaya tersebut menjadi gambaran semangat keluarga korban untuk kembali menata kehidupan setelah mengalami musibah.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban Pak Dirjo dan keluarga. Mudah-mudahan dapat dimanfaatkan untuk membayar upah pekerja maupun membeli kembali kebutuhan yang masih belum tersedia untuk pembangunan rumah,” tutur Eman.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses perbaikan rumah sehingga keluarga korban dapat secara bertahap memulihkan kondisi tempat tinggalnya.

Mohon Doa untuk Kesembuhan Ketua BAZNAS Majalengka

Menjelang akhir kegiatan, Eman Suherman turut menyampaikan permohonan doa kepada seluruh pihak agar Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka diberikan kesembuhan. Saat ini, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majalengka.

Ia berharap doa dan dukungan dari keluarga besar BAZNAS, masyarakat, serta berbagai pihak dapat menjadi penguat bagi proses pemulihan, sehingga Ketua BAZNAS dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala.

BAZNAS Hadir untuk Masyarakat yang Membutuhkan

Melalui kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui BTB kembali menegaskan komitmennya untuk hadir mendampingi masyarakat yang membutuhkan pertolongan, termasuk keluarga yang terdampak bencana dan musibah kebakaran.

Kehadiran tim di tengah masyarakat menjelang senja menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak dibatasi oleh waktu. Semangat melayani, kebersamaan, dan gotong royong merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan sosial masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas sosial serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih terarah dan manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian.

#BAZNASMajalengka #BAZNASRI #BAZNASTanggapBencana #BAZNASJabar #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #EmanSuhermanMajalengka #GotongRoyong #PeduliKemanusiaan #BantuanKebakaran

29/10/2026 | Kontributor: Humas BTB Baznas Majalengka
Perkuat Kesadaran Zakat Profesi, BAZNAS dan Kemenag Majalengka Dorong ASN Madrasah Berbagi untuk Kemaslahatan Umat

MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menggelar Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi (Monev) Zakat Profesi di MTsN 9 Majalengka, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan tenaga pendidik dari MTsN 4 dan MIN 2 Majalengka sebagai upaya memperkuat kesadaran menunaikan zakat profesi sekaligus mengoptimalkan potensi zakat untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka, Embed Humed, M.Pd., bersama jajaran BAZNAS dan Kemenag Kabupaten Majalengka. Melalui sosialisasi dan monev ini, para peserta diajak memahami pentingnya zakat profesi serta peran lembaga resmi dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat secara amanah, transparan, dan sesuai ketentuan syariat Islam.

Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Taufik Hidayat, M.Ag. Dalam arahannya, ia mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan madrasah untuk meningkatkan kesadaran menunaikan zakat profesi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk memperhatikan penghasilan dan Tunjangan Profesi Guru (TPG).

“Mari kita kompak melaksanakan zakat profesi 2,5 persen dari gaji dan TPG. Jangan menghitung untung dan rugi, tetapi lihatlah dari perspektif bahwa rezeki tersebut sedang dalam proses pembersihan. Zakat juga menjadi amal nyata yang menolong sesama di dunia sekaligus penolong kita di akhirat kelak,” ujar Taufik di hadapan para peserta.

Pesan tersebut menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan wujud ketaatan kepada Allah SWT, penyucian harta, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim turut mengambil bagian dalam ikhtiar mengurangi kesenjangan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Memiliki Landasan Hukum yang Kuat

Dalam sambutannya, Embed Humed menegaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang memiliki landasan hukum kuat dalam menjalankan tugas pengelolaan zakat di Indonesia.

Landasan hukum tersebut meliputi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Di tingkat daerah, pengelolaan zakat di Kabupaten Majalengka juga diperkuat melalui Peraturan Bupati Majalengka Nomor 92 Tahun 2025 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL).

Menurutnya, keberadaan regulasi tersebut menjadi landasan penting dalam memperkuat tata kelola zakat yang profesional, tertib, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, penghimpunan dan pendistribusian dana ZIS dapat dilaksanakan secara terarah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pengelolaan zakat melalui lembaga resmi juga menjadi bagian dari upaya memastikan dana yang dititipkan oleh para muzaki dapat disalurkan kepada pihak yang berhak menerimanya, sesuai ketentuan syariat Islam dan peraturan perundang-undangan.

Zakat Profesi untuk Menguatkan Kesejahteraan Umat

BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, serta akuntabel. Dana yang dihimpun disalurkan kepada delapan golongan penerima zakat atau asnaf sesuai ketentuan syariat Islam.

Melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan, dana ZIS diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, keagamaan, penanganan kebencanaan, serta pemberdayaan ekonomi umat.

Kesadaran berzakat yang tumbuh di lingkungan tenaga pendidik memiliki arti strategis. Selain berkontribusi dalam penghimpunan zakat, para guru dan ASN madrasah juga dapat menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada peserta didik serta masyarakat di sekitarnya.

Zakat yang dikelola dengan baik bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan mustahik, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk bangkit, mandiri, dan meningkatkan kualitas kehidupannya.

Sinergi BAZNAS dan Kemenag Perluas Edukasi Zakat

Kolaborasi antara BAZNAS dan Kemenag Kabupaten Majalengka merupakan langkah strategis dalam memperluas edukasi zakat di lingkungan madrasah. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, kepatuhan, dan kepercayaan para tenaga pendidik terhadap pengelolaan zakat melalui lembaga resmi.

Monitoring dan evaluasi juga menjadi bagian penting untuk memperkuat koordinasi, mengidentifikasi berbagai kebutuhan di lapangan, serta mendorong pengelolaan zakat yang semakin efektif dan memberikan dampak lebih luas.

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya tenaga pendidik dan aparatur, untuk terus menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Partisipasi para muzaki menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan manfaat zakat dan mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera.

Semoga setiap penghasilan membawa keberkahan, setiap zakat menjadi jalan penyucian harta, dan setiap kebaikan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama. Sebab, harta yang ditunaikan zakatnya bukan sekadar berkurang nilainya, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar meraih rida Allah SWT dan memperkuat persaudaraan umat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — SAEkeun Majalengka, Langkung SAE.


#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #ZakatProfesi #SosialisasiZakat #MonevZakat #KemenagMajalengka #ZakatASN #ZakatUntukUmat #GerakanCintaZakat #ZakatInfakSedekah #BerkahBerzakat #Majalengka

29/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ringankan Beban, Tumbuhkan Harapan: BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Erna Rismalasari

MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan melalui penyerahan bantuan kesehatan kepada Erna Rismalasari, warga Desa Bongas Wetan, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Kamis (29/10/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Fathulloh, pada pukul 13.21 WIB, bertempat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Dalam kesempatan tersebut, bantuan diterima oleh Ibu Uken Djambarwati yang mewakili Erna Rismalasari.

Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kebutuhan kesehatan dan meringankan beban warga yang tengah menghadapi kesulitan.

BAZNAS Hadir Membawa Kepedulian dan Harapan

Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Fathulloh, menyampaikan bahwa bantuan kesehatan merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan dukungan. Melalui pengelolaan dana ZIS, BAZNAS berupaya memastikan bahwa amanah para muzaki dan donatur dapat disalurkan kepada mustahik yang berhak menerima.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar kami untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan kesehatan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat, menambah semangat, serta menjadi penguat bagi penerima dan keluarga dalam menjalani ujian yang dihadapi,” ungkap Uuh Fathulloh.

Ia juga menegaskan bahwa setiap amanah yang dititipkan melalui BAZNAS harus dikelola secara bertanggung jawab agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki dan donatur menjadi amal jariyah, membawa keberkahan bagi mereka yang menunaikannya, serta menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambahnya.

Ungkapan Syukur dan Terima Kasih dari Penerima

Pada kesempatan yang sama, Ibu Uken Djambarwati, selaku perwakilan penerima bantuan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka serta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian kepada Erna Rismalasari.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas bantuan kesehatan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan semoga dapat membantu meringankan kebutuhan yang sedang dihadapi. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan para muzaki, donatur, dan seluruh jajaran BAZNAS dengan pahala yang berlipat ganda serta keberkahan dalam kehidupan,” ungkapnya.

Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian yang disalurkan melalui zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga wujud kasih sayang, persaudaraan, dan penguatan harapan bagi sesama.

Menguatkan Peran Zakat untuk Kemaslahatan Umat

BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan dan pendistribusian dana ZIS agar tepat sasaran serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Melalui program-program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan, BAZNAS hadir sebagai jembatan kebaikan antara para muzaki dan masyarakat yang membutuhkan.

Penyerahan bantuan kesehatan kepada Erna Rismalasari ini menjadi salah satu ikhtiar untuk mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, yakni saling menolong, menguatkan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Sebab, dari kepedulian yang ditunaikan dengan ikhlas, tumbuh harapan bagi mereka yang membutuhkan dan keberkahan bagi seluruh umat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Keberkahan.

#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BantuanKesehatan #BAZNASPeduli #ZakatInfakSedekah #ZIS #PeduliSesama #MajalengkaPeduli #Kemanusiaan #ZakatUntukKesejahteraan

29/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Miasari Sundari, Hadirkan Kepedulian bagi Sesama

MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang membutuhkan melalui penyerahan bantuan kesehatan kepada Miasari Sundari, warga Kelurahan Cikasarung, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, pada Kamis (29/10/2026).

Bantuan tersebut diserahkan oleh Robi Ferdian Raka Siwi, S.E., Staf Bidang Layanan Mustahik BAZNAS Kabupaten Majalengka, di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penerimaan bantuan diwakili oleh Fitri Ria Sari, yang merupakan bibi dari Miasari Sundari.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan di bidang kesehatan. Melalui pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat nyata sekaligus meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Wujud Kepedulian dan Amanah Dana ZIS

Bantuan kesehatan yang disalurkan menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial BAZNAS Kabupaten Majalengka terhadap mustahik. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kesehatan Miasari Sundari serta memberikan dukungan moral bagi keluarga yang mendampinginya.

Staf Bidang Layanan Mustahik BAZNAS Kabupaten Majalengka, Robi Ferdian Raka Siwi, S.E., menyampaikan bahwa pelayanan kepada mustahik merupakan bagian penting dari upaya BAZNAS untuk memastikan dana ZIS memberikan manfaat bagi masyarakat yang berhak menerimanya.

“Melalui bantuan kesehatan ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban yang dihadapi oleh Ibu Miasari Sundari dan keluarga. Semoga bantuan yang diberikan membawa manfaat, menjadi penyemangat, serta menguatkan ikhtiar dalam menghadapi ujian. BAZNAS hadir untuk menyalurkan amanah para muzaki dan donatur agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Robi.

Ia juga berharap kepedulian yang diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat terus menumbuhkan semangat gotong royong serta mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat.

Keluarga Sampaikan Terima Kasih

Fitri Ria Sari, selaku bibi yang mewakili penerimaan bantuan untuk Miasari Sundari, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian BAZNAS Kabupaten Majalengka.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas bantuan kesehatan yang diberikan kepada Miasari. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh jajaran BAZNAS, para muzaki, dan donatur dengan pahala yang berlipat ganda serta memberikan keberkahan dalam setiap langkahnya,” tuturnya.

Ungkapan syukur tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian yang diberikan dengan tulus bukan hanya membantu secara materi, tetapi juga menghadirkan harapan dan kekuatan bagi keluarga yang sedang membutuhkan dukungan.

Menguatkan Manfaat Zakat bagi Masyarakat

BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen mengelola dan menyalurkan dana ZIS secara amanah agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Berbagai upaya dilakukan melalui program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

Penyaluran bantuan kesehatan kepada Miasari Sundari menjadi salah satu wujud pelaksanaan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial, yakni saling menolong, mengasihi, dan meringankan kesulitan sesama.

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan dukungan para muzaki dan donatur, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat kepedulian dan memperoleh harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Keberkahan.

#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BantuanKesehatan #BAZNASPeduli #ZakatInfakSedekah #ZIS #LayananMustahik #PeduliSesama #MajalengkaPeduli #Kemanusiaan

29/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Sampaikan Doa dan Harapan di Usia ke-40 Ketua KADIN, Raden Hendrian Suryanatanagara

MAJALENGKA — Segenap keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-40 kepada Raden Hendrian Suryanatanagara, S.E., Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Majalengka. Ucapan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus doa agar beliau senantiasa memperoleh limpahan rahmat, kesehatan, keberkahan usia, serta kekuatan dalam menjalankan amanah kepemimpinan dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Dalam momentum pertambahan usia ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap langkah, melapangkan jalan pengabdian, serta menjadikan setiap ikhtiar yang dilakukan bernilai ibadah dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

BAZNAS Kabupaten Majalengka juga menyampaikan harapan agar kiprah dan kepemimpinan Raden Hendrian Suryanatanagara terus menjadi inspirasi dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha, memperkuat perekonomian daerah, serta membuka semakin banyak peluang usaha dan lapangan kerja yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Majalengka.

Sebagai Ketua KADIN Kabupaten Majalengka, peran dalam membangun ekosistem usaha yang produktif, mendorong kolaborasi antarpelaku usaha, dan memperkuat potensi ekonomi lokal diharapkan dapat terus berkembang. Sinergi antara berbagai elemen daerah, termasuk dunia usaha dan lembaga sosial, menjadi salah satu ikhtiar penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

BAZNAS Kabupaten Majalengka meyakini bahwa semangat kebersamaan, kepedulian, dan kolaborasi merupakan nilai penting dalam menghadirkan kemaslahatan umat. Dengan terbangunnya hubungan yang harmonis antarlembaga dan para pemangku kepentingan, berbagai potensi kebaikan diharapkan dapat terus dikembangkan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Momentum ulang tahun ini juga menjadi pengingat bahwa bertambahnya usia merupakan anugerah sekaligus amanah untuk memperluas manfaat, memperkuat pengabdian, dan menebarkan kebaikan bagi sesama.

Barakallah fii umrik. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan dalam setiap usia, memudahkan segala urusan, menguatkan langkah dalam pengabdian, serta menjadikan setiap usaha dan karya sebagai jalan menuju kemaslahatan umat.

Bersama membangun kolaborasi, menguatkan kepedulian, dan menghadirkan kebermanfaatan demi terwujudnya Majalengka Langkung SAE.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menyejahterakan Umat.

 

 

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #KADINMajalengka #RadenHendrianSuryanatanagara #SelamatUlangTahun #KolaborasiKebaikan #EkonomiMajalengka #MajalengkaMaju #KemaslahatanUmat

29/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Berita Terbaru

H. Gatot Sulaeman Tegaskan DKP3 Siap Kawal Program Balai Ternak BAZNAS Majalengka
H. Gatot Sulaeman Tegaskan DKP3 Siap Kawal Program Balai Ternak BAZNAS Majalengka
MAJALENGKA Dukungan terhadap Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka Tahun 2026 terus menguat. Salah satu dukungan strategis datang dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka yang menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam pengembangan program pemberdayaan masyarakat berbasis peternakan tersebut. Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman, AP., M.Si., menyambut baik hadirnya Program Balai Ternak BAZNAS. Menurutnya, program tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya menyentuh aspek ekonomi masyarakat, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara lembaga zakat dengan pemerintah dalam mengembangkan potensi peternakan di daerah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka yang dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka. Forum tersebut mempertemukan BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, DKP3, Kementerian Agama, Kecamatan Panyingkiran, Pemerintah Desa Cijurey, pendamping program, penerima manfaat, serta sejumlah unsur terkait lainnya. DKP3 Siap Memberikan Dukungan Teknis Dalam tanggapannya, H. Gatot Sulaeman menegaskan bahwa DKP3 siap mengambil bagian dalam mengawal pelaksanaan Program Balai Ternak, khususnya dari sisi teknis peternakan. Dukungan tersebut mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari kesehatan ternak, kondisi dan kualitas bibit, lingkungan peternakan, hingga peningkatan kapasitas para penerima manfaat. Kesiapan tersebut menjadi penting karena keberhasilan program pemberdayaan peternakan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah ternak yang diberikan kepada penerima manfaat. Lebih dari itu, diperlukan pengelolaan yang tepat, pemeliharaan yang baik, pengawasan kesehatan ternak, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak. Dalam forum tersebut, DKP3 juga menyampaikan kesiapan untuk melibatkan tenaga teknis, termasuk enam orang dokter, sekaligus memberikan penyuluhan kepada para penerima manfaat Program Balai Ternak. Peternakan Harus Berkembang dan Berkelanjutan H. Gatot Sulaeman melihat bahwa Program Balai Ternak BAZNAS memiliki peluang untuk dikembangkan secara lebih luas. Karena itu, aspek keberlanjutan menjadi perhatian penting dalam pelaksanaannya. Menurutnya, pengembangan peternakan perlu memperhatikan keterkaitan antara ternak, pakan, kesehatan, lingkungan, dan kemampuan sumber daya manusia yang mengelolanya. Pendekatan tersebut sejalan dengan arah Program Balai Ternak yang tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah ternak, tetapi juga membangun ekosistem peternakan yang produktif dan berkelanjutan. DKP3, dalam kapasitasnya sebagai perangkat daerah yang memiliki kompetensi di bidang ketahanan pangan, pertanian, dan perikanan, siap memberikan dukungan sesuai dengan kewenangan dan keahliannya. Dengan pendampingan teknis yang berkelanjutan, penerima manfaat diharapkan tidak hanya mampu memelihara ternak, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha peternakan secara profesional. Kolaborasi BAZNAS dan Pemerintah Jadi Kekuatan Dukungan DKP3 menunjukkan bahwa Program Balai Ternak BAZNAS tidak berjalan sendiri. Program tersebut dibangun melalui sinergi lintas sektor agar setiap potensi dapat dimanfaatkan secara optimal. BAZNAS memiliki peran dalam pemberdayaan mustahik melalui pendayagunaan dana zakat, sementara pemerintah daerah melalui DKP3 memiliki kapasitas teknis dalam pengembangan sektor peternakan. Kolaborasi kedua unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pelaksanaan program sekaligus memastikan penerima manfaat mendapatkan pendampingan yang memadai. Program Balai Ternak sendiri diarahkan sebagai model pemberdayaan ekonomi mustahik yang berkelanjutan, dengan tujuan jangka panjang agar penerima manfaat dapat berkembang menjadi peternak mandiri dan pada akhirnya memiliki kemampuan untuk menjadi muzaki baru. Cijurey Memiliki Potensi untuk Dikembangkan Salah satu lokasi utama Program Balai Ternak BAZNAS adalah Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran. Desa tersebut dinilai memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui integrasi antara sektor peternakan dan pertanian. Dalam FGD, bahkan muncul gagasan untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular, di mana limbah peternakan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk dan produk bernilai guna. Potensi tersebut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara BAZNAS, DKP3, pemerintah desa, pendamping, dan masyarakat. Pengembangan pakan ternak juga dapat diarahkan dengan memanfaatkan potensi tanaman jagung yang tersedia di Cijurey, termasuk untuk mendukung kebutuhan silase sebagai pakan ternak. Dengan demikian, pengembangan Balai Ternak tidak berhenti pada aktivitas pemeliharaan domba, tetapi dapat berkembang menjadi sebuah ekosistem yang menghubungkan peternakan, pertanian, pakan, kesehatan ternak, pengelolaan limbah, pupuk, hingga pemasaran. DKP3 Siap Mengawal Kebermanfaatan Program Kesiapan DKP3 menjadi bagian penting dalam memastikan Program Balai Ternak BAZNAS dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. H. Gatot Sulaeman bersama jajaran DKP3 diharapkan dapat terus mengawal aspek teknis sehingga para penerima manfaat memperoleh pengetahuan dan pendampingan yang dibutuhkan untuk mengembangkan peternakannya. Sebab, keberhasilan program bukan hanya ketika ternak diterima oleh mustahik, melainkan ketika ternak tersebut berkembang, usaha peternakan tumbuh, pendapatan penerima manfaat meningkat, dan tercipta kemandirian ekonomi. Semangat tersebut sejalan dengan tujuan besar Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka: mengubah bantuan menjadi pemberdayaan, pemberdayaan menjadi kemandirian, dan kemandirian menjadi kebermanfaatan yang berkelanjutan. Sinergi BAZNAS bersama DKP3 dan seluruh unsur terkait diharapkan menjadi fondasi kuat untuk menjadikan Desa Cijurey sebagai salah satu model pemberdayaan peternakan dan cikal bakal ekosistem Kampung Zakat di Kabupaten Majalengka. Dari zakat untuk pemberdayaan. Dari peternakan untuk kemandirian. Dari kolaborasi untuk Majalengka yang semakin berdaya. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BalaiTernakBAZNAS #GatotSulaeman #DKP3Majalengka #Cijurey #Panyingkiran #KampungZakat #ZakatPeternakan #PemberdayaanMustahik
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Yusup Faisal: Cijurey Siap Jadi Desa Percontohan Balai Ternak BAZNAS Majalengka
Yusup Faisal: Cijurey Siap Jadi Desa Percontohan Balai Ternak BAZNAS Majalengka
MAJALENGKA Kepercayaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kepada Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran, sebagai lokasi Program Balai Ternak BAZNAS Tahun 2026 mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Cijurey. Kepala Desa Cijurey, Yusup Faisal, menyambut baik hadirnya program tersebut. Baginya, terpilihnya Cijurey di antara ratusan desa di Kabupaten Majalengka bukan sekadar sebuah kepercayaan, tetapi juga amanah sekaligus peluang besar untuk mengangkat potensi ekonomi masyarakat desa. “Kami sangat mengapresiasi kepercayaan BAZNAS kepada Desa Cijurey. Ini bukan hanya tentang bantuan ternak, tetapi bagaimana program ini bisa menjadi awal pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian Focus Group Discussion (FGD) Program Balai Ternak BAZNAS yang digelar di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka, Selasa (8/9/2026). Forum tersebut mempertemukan BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, DKP3, Kementerian Agama, Kecamatan Panyingkiran, Pemerintah Desa Cijurey, pendamping program, penerima manfaat, serta unsur terkait lainnya. Bukan Sekadar Bantuan, Tetapi Amanah untuk Masyarakat Yusup Faisal menilai Program Balai Ternak memiliki arti penting bagi masyarakat Cijurey. Program tersebut tidak semestinya dipandang hanya sebagai penyaluran bantuan berupa ternak, tetapi sebagai proses membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program akan sangat ditentukan oleh bagaimana seluruh pihak mampu menjaga, mengembangkan, dan mengawal program setelah pelaksanaannya dimulai. Karena itu, Pemerintah Desa Cijurey menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan BAZNAS dan seluruh unsur yang terlibat. Koordinasi dengan UPZ Desa Cijurey juga telah dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan program. “Kami siap mendukung dan mengawal program ini bersama-sama. Harapannya, masyarakat penerima manfaat benar-benar bisa berkembang dan mendapatkan manfaat dalam jangka panjang.” Cijurey Diproyeksikan Menjadi Pilot Project Kepercayaan BAZNAS kepada Desa Cijurey menjadi semakin berarti karena program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pemberdayaan di satu lokasi. Pihak Kecamatan Panyingkiran turut mendorong agar Cijurey dapat menjadi pilot project sekaligus inspirasi bagi desa dan kecamatan lainnya. Kultur peternakan yang telah tumbuh di tengah masyarakat menjadi salah satu modal sosial yang mendukung arah tersebut. Yusup Faisal menyambut harapan tersebut dengan optimisme. Ia melihat Cijurey memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan pemberdayaan yang tidak hanya menghasilkan peternak, tetapi juga membangun keterkaitan antara peternakan, pertanian, pengelolaan limbah, hingga ketahanan pangan. “Kami berharap Cijurey tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan program, tetapi bisa menjadi desa percontohan yang nantinya memberikan inspirasi bagi desa-desa lainnya.” Potensi Domba dan Pertanian Menjadi Kekuatan Cijurey Salah satu potensi yang ingin kembali dikembangkan adalah peternakan domba. Masyarakat Desa Cijurey sebelumnya memiliki ternak domba, namun sebagian ternak tersebut telah ditukar dengan sapi. Kondisi tersebut membuat pengembangan kembali peternakan domba menjadi salah satu peluang yang dapat diperkuat melalui Program Balai Ternak. Selain peternakan, Cijurey juga memiliki peluang untuk mengembangkan sektor pertanian secara terintegrasi. Dalam FGD, muncul gagasan pemanfaatan limbah peternakan sebagai pupuk. Dengan pendekatan tersebut, kotoran ternak tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna bagi pertanian. Konsep tersebut membuka peluang terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular di tingkat desa. Peternakan menghasilkan limbah, limbah diolah menjadi pupuk, sementara sektor pertanian dapat mendukung kebutuhan peternakan. Dengan demikian, berbagai potensi desa dapat saling menguatkan. Dari Ternak hingga Ketahanan Pangan Bagi Pemerintah Desa Cijurey, gagasan tersebut menjadi bagian penting dari masa depan program. Balai Ternak tidak harus berhenti pada pembibitan atau penggemukan ternak. Jika dikembangkan secara serius, program dapat membentuk rantai ekonomi yang lebih luas, mulai dari ternak, pakan, kesehatan ternak, pengelolaan limbah, pupuk, hingga ketahanan pangan. Potensi tanaman jagung di Cijurey, misalnya, dapat menjadi peluang dalam penyediaan pakan melalui pengembangan silase. Sementara pengelolaan limbah peternakan dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan pupuk. Konsep pengembangan tersebut sejalan dengan arah program yang ingin membangun rantai ekosistem peternakan, bukan sekadar menambah jumlah ternak. Menjawab Kepercayaan dengan Kerja Nyata Yusup Faisal menyadari bahwa kepercayaan BAZNAS kepada Cijurey harus dijawab dengan keseriusan. Dari 343 desa di Kabupaten Majalengka, Cijurey mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari program strategis pemberdayaan tersebut. Karena itu, Pemerintah Desa Cijurey tidak ingin program hanya terlihat baik pada saat peluncuran, tetapi harus benar-benar hidup dan berkembang setelah berjalan. Semangat tersebut juga sejalan dengan pesan yang mengemuka dalam FGD: “Kita Eksekusi.” Bagi Cijurey, pesan itu menjadi dorongan untuk segera menerjemahkan berbagai gagasan menjadi kerja nyata di lapangan. Program harus dikawal, penerima manfaat harus didampingi, dan potensi desa harus terus dikembangkan. Harapan Yusup Faisal: Masyarakat Berdaya, Desa Semakin Mandiri Pada akhirnya, harapan Pemerintah Desa Cijurey bukan sekadar bertambahnya jumlah ternak. Lebih jauh, program diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha, menciptakan sumber pendapatan, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka peluang tumbuhnya ekonomi baru di desa. Cijurey ingin membuktikan bahwa dana zakat yang dikelola melalui program pemberdayaan dapat menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat. Dari bantuan menjadi modal usaha. Dari penerima manfaat menjadi peternak yang mandiri. Dan dalam jangka panjang, dari mustahik menuju muzaki. “Kami berharap program ini bisa berjalan dengan baik, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Cijurey. Kalau berhasil, mudah-mudahan Cijurey bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.” Harapan tersebut menjadi semangat bersama dalam menyambut tahap berikutnya Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bukan lagi sekadar berbicara tentang rencana. Kini saatnya Cijurey bergerak.#BAZNASMajalengka #BalaiTernakBAZNAS #YusupFaisal #DesaCijurey #Panyingkiran #ZakatPeternakan #PemberdayaanMasyarakat #KampungZakat #MajalengkaLangkungSae
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan dan Sembako untuk Adek Meysha
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan dan Sembako untuk Adek Meysha
Majalengka Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan melalui penyaluran bantuan biaya kesehatan dan tiga paket sembako kepada Adek Meysha, warga Blok Dukuh Maja, Desa Weragati, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Majalengka, Ibu Hj. Iim Maemunah Suherman. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan kesehatan serta kebutuhan sehari-hari keluarga Adek Meysha. Bentuk Kepedulian dan Amanah Zakat Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi ujian merupakan bagian dari semangat berbagi dan menguatkan sesama. “Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban keluarga. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kekuatan, kesehatan, serta kemudahan dalam setiap ikhtiar yang dijalani,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, kehadiran Ibu Hj. Iim Maemunah Suherman turut menjadi wujud perhatian dan kepedulian terhadap kondisi keluarga Adek Meysha. Kebersamaan dalam penyaluran bantuan menjadi pengingat bahwa kepedulian kepada masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Adek Meysha, Anak Prematur yang Membutuhkan Perhatian Khusus Adek Meysha merupakan anak yang lahir secara prematur pada usia kandungan tujuh bulan, dengan berat badan lahir sekitar 1,2 kilogram. Sejak lahir, Meysha mengalami kondisi medis langka berupa tidak terbentuknya bola mata, yang dalam istilah medis dikenal sebagai anoftalmia. Meysha juga diketahui memiliki saudara kembar bernama Marsya. Kondisi tersebut membuat Meysha membutuhkan perhatian dan perawatan khusus dalam proses tumbuh kembangnya. Dukungan dari keluarga, masyarakat, pemerintah, lembaga sosial, serta para dermawan menjadi sangat berarti bagi keberlangsungan perawatannya. Perjuangan Ibu Ressa Merawat Buah Hati Meysha tinggal bersama ibunya, Ibu Ressa Fitri Anisa, di Blok Dukuh Maja, Desa Weragati, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka. Di tengah keterbatasan ekonomi, Ibu Ressa terus berusaha memberikan perawatan terbaik bagi buah hatinya. Perjuangan tersebut menjadi semakin berat karena pada saat yang sama Ibu Ressa juga harus menjalani masa pemulihan setelah mengalami patah kaki. Kondisi tersebut tentu menjadi ujian yang tidak ringan. Namun, kasih sayang seorang ibu dan keteguhan hati dalam merawat anak menjadi sumber kekuatan untuk terus menjalani kehidupan. Zakat Hadir untuk Menguatkan Sesama BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen untuk menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang berhak menerima manfaatnya. Melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS, BAZNAS berupaya agar dana yang dititipkan oleh para muzaki dan donatur dapat memberikan manfaat secara tepat sasaran sekaligus menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat. Penyaluran bantuan kepada Adek Meysha menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu kepedulian, kasih sayang, gotong royong, dan saling membantu dalam kebaikan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”(QS. Al-Ma'idah: 2) Semoga bantuan yang disalurkan menjadi keberkahan bagi keluarga Adek Meysha dan menjadi amal kebaikan bagi para muzaki serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam perjuangan membantu sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Manfaat, Menguatkan Umat.#BAZNASMajalengka #BAZNAS #Majalengka#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana#IimMaemunahSuherman #AdekMeysha
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Pak Bawi Akhirnya Miliki Rumah Layak Huni Setelah Lebih Setahun Tinggal di Gudang Kandang Domba
Pak Bawi Akhirnya Miliki Rumah Layak Huni Setelah Lebih Setahun Tinggal di Gudang Kandang Domba
Majalengka, 8 September 2026 Setelah lebih dari setahun bertahan di sebuah gudang beratap di area kandang domba, Bapak Bawi, warga Blok Loji, Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, kini dapat menempati hunian yang lebih layak. Harapan itu hadir melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Pada Selasa (8/9/2026), rumah bantuan tersebut diserahkan kepada Bapak Bawi oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Majalengka, Ibu Hj. Iim Maemunah Suherman. Prosesi penyerahan turut dihadiri Camat Ligung, Kepala Desa Ligung, Kepala Puskesmas Ligung, serta kader-kader PKK. Bagi Bapak Bawi, bantuan tersebut bukan sekadar sebuah bangunan. Rumah itu menjadi tempat untuk kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman dan bermartabat setelah selama ini hidup dalam keterbatasan. Sebelumnya, rumah yang ditempati Bapak Bawi bersama putranya, Andi (25 tahun), telah roboh lebih dari satu tahun lalu. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keduanya tidak mampu segera membangun kembali tempat tinggal. Mereka kemudian menumpang di sebuah gudang beratap yang berada di area kandang domba milik warga setempat, Bapak Ayip. Di tengah kondisi tersebut, Bapak Bawi tetap berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia mencari barang-barang rongsokan untuk dijual dan sesekali membantu mengarit rumput yang digunakan sebagai pakan domba milik Bapak Ayip. Kehidupan yang dijalani Bapak Bawi menggambarkan bagaimana keterbatasan ekonomi dapat membuat kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak menjadi sesuatu yang sulit diwujudkan seorang diri. Survei untuk Memastikan Bantuan Tepat Sasaran Kondisi Bapak Bawi sebelumnya telah menjadi perhatian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Pada 4 September 2026, tim BAZNAS melakukan survei lapangan untuk melihat secara langsung kondisi tempat tinggal dan keadaan calon penerima manfaat Program Rumah Layak Huni BAZNAS. Survei tersebut dilakukan untuk memastikan kelayakan penerima sekaligus melihat kondisi fisik hunian, keadaan sosial, dan kemampuan ekonomi calon mustahik. Proses verifikasi menjadi bagian penting dalam penyaluran zakat agar amanah masyarakat dapat diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Hasil survei kemudian menjadi salah satu dasar dalam pelaksanaan bantuan RLHB bagi Bapak Bawi. Rumah Baru, Harapan Baru Kini, setelah rumah bantuan tersebut diserahkan, Bapak Bawi memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak untuk menjalani hari-harinya bersama sang putra. Kehadiran rumah tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan sekaligus menjadi titik awal bagi keluarga Bapak Bawi untuk menata kehidupan dengan lebih baik. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, kisah Bapak Bawi juga menjadi pengingat bahwa zakat tidak hanya berbicara mengenai penyaluran bantuan dalam bentuk materi, tetapi tentang bagaimana dana umat dapat memberikan perubahan nyata dalam kehidupan seseorang. Rumah yang layak merupakan kebutuhan dasar. Ketika kebutuhan tersebut terpenuhi, seorang mustahik memiliki ruang yang lebih baik untuk membangun kembali kehidupan keluarganya. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menegaskan melalui program-program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, BAZNAS terus berupaya menghadirkan manfaat zakat secara tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Sementara itu, keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, Puskesmas, hingga kader PKK, menunjukkan bahwa penanganan persoalan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kepedulian dan kolaborasi banyak pihak. Zakat yang Mengubah Kehidupan Kisah Bapak Bawi menjadi salah satu gambaran bahwa di balik zakat yang ditunaikan masyarakat, terdapat harapan dari mereka yang membutuhkan. Zakat yang dikelola dengan amanah dapat menjadi jembatan antara kepedulian para muzaki dengan kebutuhan para mustahik. Bantuan rumah bagi Bapak Bawi menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut. Allah SWT berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”(QS. Al-Ma'idah: 2) Semangat tolong-menolong itulah yang diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, ketika kepedulian diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah, manfaatnya tidak berhenti pada pemberian, tetapi dapat menjadi jalan untuk memulihkan harapan dan meningkatkan kualitas kehidupan. BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, dan masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya. Amanah tersebut terus diupayakan agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Bagi Bapak Bawi, rumah itu mungkin terlihat sederhana. Namun setelah lebih dari setahun tidak memiliki tempat tinggal yang layak, rumah tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar: sebuah ruang untuk pulang, berlindung, dan menata kembali harapan. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menunaikan Zakat, Menebar Manfaat, Menguatkan Umat. #MajalengkaLangkungSae#SAEkeunMajalengka#AgusAsriSabana#BAZNASMajalengka#RLHBPakBawi
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
SDN se-Kecamatan Palasah Terima Pengembalian Dana SIGAP dari BAZNAS Majalengka
SDN se-Kecamatan Palasah Terima Pengembalian Dana SIGAP dari BAZNAS Majalengka
Majalengka, 8 September 2026 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengembalikan dana Program SIGAP kepada Sekolah Dasar Negeri (SDN) se-Kecamatan Palasah. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Wahyu, M.Pd., Staf Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka, dan diterima oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Palasah di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka, Selasa (8/9/2026). Pengembalian dana tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program SIGAP sekaligus bentuk pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana yang dihimpun melalui infak dan sedekah di lingkungan sekolah. Langkah ini menegaskan komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk memastikan pengelolaan dana umat berlangsung secara amanah, transparan, tertib administrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bukan Sekadar Pengembalian Dana Program SIGAP yang berjalan di lingkungan sekolah tidak berhenti pada aktivitas penghimpunan infak dan sedekah. Lebih jauh, program tersebut menjadi ruang pendidikan bagi peserta didik untuk mengenal dan mempraktikkan nilai kepedulian sosial sejak dini. Kebiasaan menyisihkan sebagian rezeki melalui infak dan sedekah merupakan pembelajaran sederhana yang memiliki makna besar. Dari kebiasaan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada nilai berbagi, empati, keikhlasan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, pengelolaan Program SIGAP tidak hanya dipandang sebagai aktivitas administratif, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda yang memiliki kepedulian sosial dan akhlak mulia. Menjaga Amanah dari Lingkungan Sekolah Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, setiap dana yang dihimpun dari masyarakat merupakan amanah yang harus dikelola secara profesional. Pengembalian dana SIGAP kepada sekolah menjadi salah satu bagian dari mekanisme pertanggungjawaban program. Proses tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya administrasi yang tertib dalam setiap tahapan pengelolaan dana infak dan sedekah. Wahyu, M.Pd., selaku Staf Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka, menyerahkan pengembalian dana tersebut secara simbolis kepada Ketua K3S Kecamatan Palasah. Sinergi antara BAZNAS dan pihak sekolah diharapkan terus terjaga agar Program SIGAP dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas. Sekolah Menjadi Ruang Tumbuhnya Budaya Berbagi Pendidikan karakter tidak selalu harus dimulai dari hal-hal besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat membentuk karakter yang kuat. Melalui Program SIGAP, peserta didik belajar bahwa sebagian rezeki yang dimiliki dapat disisihkan untuk kebaikan. Dari sana tumbuh kesadaran bahwa kebahagiaan tidak hanya berasal dari menerima, tetapi juga dari kemampuan untuk berbagi dan memberikan manfaat kepada orang lain. Nilai tersebut sejalan dengan semangat ajaran Islam yang mendorong umat untuk gemar berinfak, bersedekah, dan berlomba-lomba dalam kebaikan. BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang lingkungan sekolah sebagai salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai tersebut. Sebab, karakter yang dibangun sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat. Sinergi BAZNAS dan Sekolah Terus Diperkuat Pengembalian dana SIGAP bagi SDN se-Kecamatan Palasah juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan dunia pendidikan. Sekolah memiliki posisi penting dalam membangun budaya kebaikan. Sementara itu, BAZNAS hadir untuk memperkuat ekosistem tersebut melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional serta berorientasi pada kemanfaatan. Kolaborasi yang terbangun diharapkan tidak hanya menghasilkan tata kelola program yang baik, tetapi juga melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, peduli, dan memiliki semangat berbagi. Menumbuhkan Kebaikan, Menguatkan Kemanfaatan BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak di lingkungan pendidikan Kecamatan Palasah yang telah berpartisipasi dalam Program SIGAP. Semangat berbagi yang tumbuh dari lingkungan sekolah merupakan bagian dari gerakan kebaikan yang perlu dirawat bersama. Sebab, setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas, sekecil apa pun, memiliki nilai dan manfaat bagi kehidupan bersama. Melalui Program SIGAP, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berikhtiar membangun budaya berbagi sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat bahwa infak dan sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian dan menghadirkan kebermanfaatan. Semoga setiap infak dan sedekah yang telah dihimpun menjadi amal kebaikan yang diterima Allah SWT, dilimpahkan keberkahan, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Majalengka Langkung SAE. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kemanfaatan.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #BAZNASKabupatenMajalengka #ProgramSIGAP #DanaSIGAP #InfakSekolah #SedekahSekolah #KecamatanPalasah #SDNPalasah #K3SPalasah
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Serunya Jadi Generasi SIGAP: BAZNAS Majalengka Ajak Siswa SMAN 1 Jatiwangi Gemar Berbagi
Serunya Jadi Generasi SIGAP: BAZNAS Majalengka Ajak Siswa SMAN 1 Jatiwangi Gemar Berbagi
MAJALENGKA — Berbagi ternyata nggak harus menunggu punya banyak. Pesan sederhana itulah yang dibawa BAZNAS Kabupaten Majalengka saat menyapa ribuan siswa SMAN 1 Jatiwangi, Selasa, 8 September 2026. Melalui sosialisasi Program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) dan Program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan), BAZNAS mengajak siswa, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah untuk menjadikan infak dan sedekah sebagai kebiasaan baik yang bisa dimulai dari sekarang. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bersama jajaran kepala divisi dan staf amil BAZNAS Kabupaten Majalengka. Kehadiran tim BAZNAS disambut hangat oleh keluarga besar SMAN 1 Jatiwangi. Suasana kegiatan pun berlangsung cair, komunikatif, dan penuh energi positif. Para siswa terlihat antusias mengikuti penyampaian materi, terlebih ketika memasuki sesi dialog dan tanya jawab. Bagi BAZNAS, cara menyampaikan pesan kebaikan kepada generasi muda memang perlu dibuat lebih dekat dengan dunia mereka. Bukan sekadar ceramah satu arah, tetapi menghadirkan ruang untuk berdiskusi, bertanya, dan memahami bahwa berbagi bisa dilakukan siapa saja. “Melalui Program SIGAP, kami ingin menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para siswa sejak dini. Sedekah bukan diukur dari besar kecilnya nominal, tetapi dari keikhlasan hati untuk membantu sesama. Dari kebiasaan kecil inilah akan lahir generasi yang peduli, dermawan, dan memiliki jiwa gotong royong,” ujar H. Agus Asri Sabana. SIGAP: Nggak Harus Nunggu Kaya untuk Berbagi Di hadapan para siswa SMAN 1 Jatiwangi, BAZNAS memperkenalkan SIGAP sebagai gerakan yang mendorong tumbuhnya kebiasaan infak dan sedekah di kalangan generasi muda. Pesannya simpel: kebaikan nggak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Menyisihkan sebagian uang yang dimiliki, membantu orang lain, atau membiasakan diri peduli terhadap lingkungan merupakan bentuk nyata dari karakter sosial yang perlu dibangun sejak usia sekolah. Karena itu, sedekah bukan semata soal nominal. Ada niat, keikhlasan, kepedulian, dan kemauan untuk memberi manfaat yang jauh lebih penting. Melalui SIGAP, BAZNAS ingin agar literasi zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berhenti pada materi yang didengar di sekolah. Lebih dari itu, ZIS diharapkan bisa menjadi bagian dari kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari sedikit. Mulai dari sekarang. Yang penting konsisten dan ikhlas. ASIK, Saat Guru dan Karyawan Ikut Ambil Bagian Semangat berbagi tidak hanya ditujukan kepada para siswa. BAZNAS Kabupaten Majalengka juga memperkenalkan Program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) kepada guru, tenaga kependidikan, dan karyawan SMAN 1 Jatiwangi. Program ini menjadi wadah bagi insan pendidikan untuk ikut berkontribusi dalam gerakan kebaikan melalui infak dan sedekah secara sukarela. Guru dan tenaga kependidikan juga memiliki peran penting sebagai teladan. Ketika budaya berbagi tumbuh di lingkungan sekolah, para siswa pun dapat melihat langsung bahwa kepedulian sosial bukan sekadar teori, tetapi sesuatu yang bisa dilakukan bersama. BAZNAS menegaskan bahwa pelaksanaan SIGAP dan ASIK berlandaskan keikhlasan dan kesadaran, tanpa unsur paksaan. Setiap orang dapat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. SMAN 1 Jatiwangi, Tempat Tumbuhnya Generasi Peduli Sekolah bukan hanya tempat belajar matematika, bahasa, sains, atau mengejar prestasi akademik. Sekolah juga menjadi ruang penting untuk membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Melalui Program SIGAP dan ASIK, BAZNAS Kabupaten Majalengka ingin ikut membangun budaya kebaikan di lingkungan pendidikan. Siswa belajar peduli. Guru memberikan teladan. Tenaga kependidikan ikut bergerak. Seluruh warga sekolah membangun ekosistem kebaikan bersama. Dari sinilah karakter kepedulian sosial dapat tumbuh secara natural. Dari SMAN 1 Jatiwangi, Energi Kebaikan Terus Bergerak Gerakan berbagi membutuhkan kebiasaan. Dan kebiasaan selalu dimulai dari langkah sederhana. Apa yang dilakukan hari ini mungkin terlihat kecil. Namun jika dilakukan bersama dan secara konsisten, dampaknya dapat menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap Program SIGAP dan ASIK dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga berakhlak, peduli, dermawan, dan memiliki semangat gotong royong. Dari SMAN 1 Jatiwangi, semangat itu diharapkan terus menyebar. Karena menjadi generasi keren bukan hanya soal prestasi. Keren juga ketika kita punya hati untuk peduli, tangan untuk berbagi, dan kemauan untuk berbuat baik. Mulai dari yang kecil. Mulai dari sekarang. Mari jadi Generasi SIGAP.#MajalengkaLangkungSae#SAEkeunMajalengka#AgusAsriSabana#BAZNASMajalengka#BAZNAS#SIGAP#GenerasiSIGAP#ProgramSIGAP#ProgramASIK#SMAN1Jatiwangi
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Pastikan Kesiapan Launching Beasiswa Vokasi, Sekretaris BAZNAS Majalengka Tinjau BLK Cakraningrat
Pastikan Kesiapan Launching Beasiswa Vokasi, Sekretaris BAZNAS Majalengka Tinjau BLK Cakraningrat
MAJALENGKA Menjelang pelaksanaan Launching Program Beasiswa Vokasi BAZNAS yang akan dibuka oleh Bupati Majalengka pada Senin, 7 September 2026, Sekretaris BAZNAS Kabupaten Majalengka, Iwan Saefuddin Anwar, S.ST., M.Pd., hadir langsung di BLK Cakraningrat, Kabupaten Majalengka, Minggu (6/9/2026). Kehadiran tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik, baik untuk acara pembukaan maupun pelaksanaan pelatihan vokasi bagi para peserta program. Program Beasiswa Vokasi BAZNAS merupakan bentuk kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka, BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI), dan Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DK2UKM) Kabupaten Majalengka. Program ini dirancang sebagai bagian dari ikhtiar pemberdayaan mustahik melalui peningkatan keterampilan dan kesiapan memasuki dunia kerja. Pada Batch 1, sebanyak 56 peserta yang telah mengikuti proses wawancara dinyatakan siap mengikuti tahapan pelatihan vokasi. Setelah memperoleh pembekalan dan keterampilan sesuai bidang yang ditentukan, para peserta selanjutnya dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Memastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal Dalam kunjungannya ke BLK Cakraningrat, Iwan Saefuddin Anwar memastikan berbagai kebutuhan pendukung kegiatan telah dipersiapkan secara optimal. Mulai dari kesiapan lokasi, sarana dan prasarana pelatihan, hingga berbagai kebutuhan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan program. Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi bagian penting agar proses pelatihan dapat berlangsung secara tertib, efektif, dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh peserta. Program Beasiswa Vokasi BAZNAS tidak hanya diarahkan untuk memberikan pelatihan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kemandirian ekonomi penerima manfaat. Melalui keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja serta mampu meningkatkan kualitas kehidupan mereka dan keluarganya. Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan Pelaksanaan Beasiswa Vokasi BAZNAS menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana dana zakat dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Zakat tidak semata-mata hadir dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan, peningkatan kapasitas, dan penguatan kemandirian mustahik. Kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka, BAZNAS RI, dan DK2UKM Kabupaten Majalengka menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan program yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempertemukan potensi peserta dengan kebutuhan industri, sehingga pelatihan yang diberikan benar-benar memiliki nilai manfaat dan peluang keberlanjutan bagi masa depan peserta. Mempersiapkan Generasi Terampil dan Mandiri BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses pelatihan dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan semangat untuk terus belajar. Setiap keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk membuka jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri. Lebih dari sekadar pelatihan kerja, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS merupakan ikhtiar bersama untuk mengubah potensi menjadi kompetensi dan mengantarkan penerima manfaat menuju kemandirian. Dengan semangat “zakat untuk memberdayakan”, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga Launching Program Beasiswa Vokasi BAZNAS dan seluruh rangkaian pelatihannya diberikan kelancaran oleh Allah SWT, serta menjadi jalan kebaikan bagi para peserta untuk meraih masa depan yang lebih baik. Semoga dari program ini lahir generasi muda Majalengka yang terampil, mandiri, berdaya saing, profesional, dan siap berkarya, sehingga kebermanfaatan zakat dapat terus tumbuh dan dirasakan secara luas oleh umat.#MajalengkaLangkungSae#SAEkeunMajalengka#AgusAsriSabana#BAZNASMajalengka#BeasiswaVokasiBAZNAS
BERITA06/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Gemma Maulid Nabi Muhammad SAW di Ligung
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Gemma Maulid Nabi Muhammad SAW di Ligung
MAJALENGKA Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menghadiri kegiatan Gemma Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/Tahun 2026 yang berlangsung di Masjid Jamie Ar Rahmah, Dusun Leuwiliang, Desa Sukawera, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Minggu, 6 September 2026. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB hingga selesai tersebut digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana menyampaikan sambutan yang mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai kegiatan rutin keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk mengambil hikmah dan meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW. Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun kebersamaan, semangat gotong royong, kepedulian terhadap sesama, serta senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT. “Mari kita senantiasa belajar dari makna kegiatan yang kita lakukan hari ini. Kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur harus tetap kita jaga.” H. Agus Asri Sabana juga menekankan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Nilai tersebut sejalan dengan semangat zakat, infak dan sedekah yang mengajarkan umat Islam untuk saling membantu serta menghadirkan kemaslahatan bagi sesama. Hadirkan Sejumlah Tokoh dan Ulama Gemma Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Dusun Leuwiliang ini menghadirkan sejumlah tokoh dan ulama sebagai bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan. Di antaranya Drs. KH. Iso Solah Parwani, Mustasyar PCNU Majalengka; KH. Endang Iskandar, Pengasuh Ponpes Al Riyyad Baribis; Habib Soleh Bin Yahya, Pengasuh Ponpes Rohmatul Ummah; serta Drs. KH. Anwar Sulaeman, M.Pd., Rois Syuriyah PCNU Majalengka. Kehadiran para tokoh tersebut turut memberikan warna dan penguatan terhadap pesan-pesan keislaman yang disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain tausiyah dan rangkaian kegiatan keagamaan, acara juga diiringi dan dimeriahkan oleh Hadroh Syauqul Musthofa, sehingga suasana peringatan Maulid semakin semarak dan penuh nuansa kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kegiatan tersebut juga terbuka untuk masyarakat umum. dan pelaksanaan Gemma Maulid Nabi turut didukung oleh berbagai unsur dan lembaga, termasuk BAZNAS Kabupaten Majalengka serta sejumlah organisasi dan lembaga keagamaan. Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hakikatnya menjadi sarana untuk kembali mengingat perjuangan, keteladanan, dan akhlak mulia Rasulullah SAW. Melalui momentum tersebut, masyarakat diajak untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan cara mengikuti sunnah dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, kehadiran dalam kegiatan keagamaan di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi, sinergi dan kepedulian sosial. Semangat kebersamaan yang tumbuh dalam kegiatan tersebut diharapkan terus terpelihara, sehingga masyarakat dapat bersama-sama membangun lingkungan yang religius, harmonis, peduli dan penuh keberkahan. “Dengan meneladani Rasulullah SAW, menjaga kebersamaan, memperkuat gotong royong dan memperbanyak rasa syukur, insyaallah kehidupan masyarakat akan semakin baik dan penuh keberkahan.” BAZNAS Kabupaten Majalengka — Zakatmu, Harapan Mereka.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #MaulidNabi #Sukaweraligung
BERITA06/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Wakil Ketua I BAZNAS Majalengka Hadiri Pengajian Akbar Muslimat NU Se-Kecamatan Sumberjaya
Wakil Ketua I BAZNAS Majalengka Hadiri Pengajian Akbar Muslimat NU Se-Kecamatan Sumberjaya
Majalengka, 6 September 2026 — Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., mewakili Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menghadiri Pengajian Akbar Muslimat NU se-Kecamatan Sumberjaya, Minggu siang, 6 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jamie Darussalam, Desa Bongas Wetan, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhammad Ramdhan, bersama unsur dan tokoh masyarakat serta jamaah Muslimat NU se-Kecamatan Sumberjaya. Pengajian Akbar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat syiar Islam, ukhuwah Islamiyah, dan silaturahmi di tengah masyarakat. Kehadiran unsur pemerintah daerah bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka menunjukkan semangat kebersamaan dan sinergi dalam mendukung kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi umat. BAZNAS Majalengka Dukung Pelaksanaan Pengajian Sebagai bentuk kepedulian terhadap kegiatan keagamaan dan dakwah di tengah masyarakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka sebelumnya telah memberikan bantuan pada 21 Agustus 2026 untuk mendukung pelaksanaan Pengajian Akbar Muslimat NU se-Kecamatan Sumberjaya. Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendukung berbagai kegiatan yang memiliki nilai kemaslahatan, termasuk kegiatan keagamaan yang menjadi sarana meningkatkan keimanan, mempererat persaudaraan, dan membangun kepedulian sosial masyarakat. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, BAZNAS berupaya agar dana umat dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi para mustahik, tetapi juga dalam mendukung aktivitas sosial dan keagamaan yang membawa kebaikan bagi masyarakat. Kehadiran Wakil Bupati Majalengka Perkuat Sinergi Kehadiran Wakil Bupati Majalengka Dena Muhammad Ramdhan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat. Bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka dan elemen masyarakat lainnya, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dalam membangun kehidupan masyarakat Majalengka yang religius, harmonis, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat. Pengajian akbar juga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan penguatan nilai-nilai keislaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat. Memperkuat Ukhuwah dan Syiar Islam H. Muhammad Ridwan yang hadir mewakili Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan dukungan BAZNAS terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, mendukung syiar Islam merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara sosial dan ekonomi, tetapi juga kuat dalam nilai keimanan dan ketakwaan. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan amanah untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat Kabupaten Majalengka. Melalui momentum Pengajian Akbar Muslimat NU se-Kecamatan Sumberjaya ini, diharapkan semakin tumbuh semangat ukhuwah Islamiyah, kepedulian, gotong royong, dan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Semoga setiap ikhtiar dalam mendukung syiar Islam menjadi amal kebaikan dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Zakatmu, Harapan Mereka. Bersama BAZNAS, hadirkan kebermanfaatan untuk umat.#pengajianmuslimatNU #MAJALENGKALANGKUNGSAE #BAZNASMajalengka #saekeunmajalengka
BERITA06/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
2 Warga Sukadana Terima Manfaat Zakat dari BAZNAS Kabupaten Majalengka
2 Warga Sukadana Terima Manfaat Zakat dari BAZNAS Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA Zakat yang dikelola secara amanah dapat menjadi jalan hadirnya harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. Semangat tersebut kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui Program Majalengka Peduli, salah satu program unggulan yang menghadirkan manfaat zakat secara langsung bagi masyarakat. Pada Minggu, 6 September 2026 pukul 10.00 WIB, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyerahkan bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) kepada dua warga Desa Sukadana, Kecamatan Malausma. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk mendukung proses mewujudkan rumah yang lebih aman dan nyaman sebagai tempat tinggal. Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, didampingi Tim Media dan Publikasi BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penyerahan turut disaksikan Kepala Desa Sukadana Dadan Awaludin, Sekretaris Desa, serta Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Desa Sukadana. Dua warga yang menerima manfaat zakat tersebut adalah Bapak Hamim, warga Blok Desa RT 05 RW 04, dan Bapak Hano, warga Blok Malongpong RT 02 RW 05, yang dalam prosesi penyerahan bantuan diwakili oleh istrinya. Majalengka Peduli, Zakat yang Hadir Menjadi Manfaat Program Majalengka Peduli merupakan salah satu ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan manfaat zakat, infak dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui program tersebut, dana yang ditunaikan oleh para muzaki dan donatur tidak berhenti sebagai angka dalam laporan, tetapi diupayakan hadir dalam bentuk manfaat nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan perbaikan atau pembangunan tempat tinggal agar dapat memiliki rumah yang lebih layak, aman dan nyaman. Kehadiran RLHB di Desa Sukadana sekaligus menjadi bagian dari kontribusi BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Majalengka. Kepala Desa: Bantuan Merupakan Amanah dan Perhatian Pemerintah Sebelum prosesi penyerahan bantuan berlangsung, Kepala Desa Sukadana, Dadan Awaludin, menyampaikan amanat kepada para penerima agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Menurutnya, bantuan yang diterima diharapkan dapat menjadi pemicu agar rumah yang dicita-citakan dapat segera terwujud sebagai tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi keluarga penerima. Kepala Desa Sukadana juga menanyakan kesiapan material yang telah dimiliki oleh masing-masing penerima. Hal tersebut penting untuk memastikan proses pembangunan dapat berjalan, mengingat bantuan sebesar Rp10 juta untuk masing-masing penerima tentunya masih membutuhkan dukungan tambahan. Karena itu, semangat gotong royong dari pemerintah desa, keluarga penerima, masyarakat dan berbagai pihak menjadi bagian penting agar bantuan tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal. BAZNAS: Amanah Zakat untuk Mewujudkan Harapan Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS di Desa Sukadana merupakan bagian dari pelaksanaan amanah lembaga dalam mengelola dan menyalurkan dana umat kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat. Uuh hadir mewakili Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., sekaligus membawa semangat kepedulian Pemerintah Kabupaten Majalengka terhadap kondisi masyarakat. “Kehadiran BAZNAS di Desa Sukadana ini merupakan bagian dari amanah untuk membantu masyarakat. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat melalui pengelolaan zakat yang diharapkan dapat memberikan manfaat secara nyata,” ungkapnya. Ia berharap bantuan RLHB tersebut dapat menjadi jalan bagi penerima manfaat untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak. “Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat dan menjadi bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan impian keluarga penerima memiliki rumah yang layak, aman dan nyaman. Mudah-mudahan seluruh prosesnya diberikan kelancaran dan keberkahan,” harap Uuh. Sinergi Kebaikan untuk Majalengka yang Lebih Sejahtera Program Majalengka Peduli tidak hanya menjadi bentuk penyaluran zakat kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari sinergi dan daya dukung BAZNAS terhadap berbagai ikhtiar Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui zakat, infak dan sedekah yang dikelola secara profesional dan amanah, BAZNAS berupaya mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan sosial masyarakat sesuai dengan ketentuan dan sasaran penerima manfaat. Program RLHB menjadi salah satu gambaran nyata bahwa zakat dapat menjadi kekuatan sosial ketika dikelola dan disalurkan dengan tepat. Dari muzaki yang menunaikan zakat, lahir manfaat bagi mustahik. Dari kepedulian, tumbuh harapan. Dan dari sinergi antara BAZNAS, pemerintah desa, pemerintah daerah serta masyarakat, diharapkan semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaatnya. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, setiap bantuan bukan sekadar angka yang disalurkan, tetapi merupakan amanah umat yang harus dipertanggungjawabkan dan dihadirkan menjadi kemaslahatan. Semoga langkah kecil melalui Program Majalengka Peduli ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Majalengka yang semakin peduli, semakin sejahtera dan semakin baik. BAZNAS Kabupaten MajalengkaZakatmu, Harapan Mereka.Majalengka Langkung Sae, Sedekahnya Hade!#MajalengkaLangkungSae #RLHBBAZNASMajalengka #sukadanamalausma#SAEkeunMajalengka#AgusAsriSabana
BERITA06/09/2026 | Media Humas BAZNAS Majalengka
BAZNAS Majalengka Hadiri Anniversary Dua Dekade GASS Sumberjaya
BAZNAS Majalengka Hadiri Anniversary Dua Dekade GASS Sumberjaya
MAJALENGKA Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Kabupaten Majalengka, Iwan Setiawan, S.S., didampingi tim Media Kiki Aiman Malik menghadiri perayaan Anniversary Dua Dekade Gabungan Scooter Sumberjaya (GASS) yang digelar di Lapangan Perdana, Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Sabtu (5/9/2026). Perayaan dua dekade komunitas pecinta Vespa tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga solidaritas, sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kegiatan anniversary dikemas dengan berbagai agenda, mulai dari opening ceremony, donor darah, santunan anak yatim dan kaum dhuafa, rolling thunder, pengobatan gratis, sharing session, fun games, bursa Vespa, doorprize, live music, hingga DJ performance. Kehadiran BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui Iwan Setiawan, S.S., menjadi bagian dari upaya memperluas silaturahmi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas otomotif. Bagi BAZNAS, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial merupakan nilai penting yang sejalan dengan ajaran Islam tentang ukhuwah dan tolong-menolong dalam kebaikan. “Kita adalah satu hobi, sama-sama pecinta Vespa. Dengan adanya event ini, kita bisa saling mempererat tali silaturahmi di antara kita semua dengan semboyan, Satu Vespa Sejuta Saudara,” ujar Bupati Majalengka saat membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dua Dekade GASS, Dari Ngopi hingga Menjadi Komunitas Solid Gabungan Scooter Sumberjaya atau GASS merupakan komunitas pecinta Vespa yang berada di wilayah Sumberjaya, Kabupaten Majalengka. Komunitas ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi para pecinta skuter klasik, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Perjalanan GASS bermula pada 20 Agustus 2006. Saat itu, sejumlah pecinta Vespa di wilayah Bongas, Kecamatan Sumberjaya, berkumpul dalam suasana sederhana sambil menikmati kopi dan berbincang mengenai hobi mereka. Dari pertemuan tersebut kemudian tumbuh sebuah komunitas yang mampu bertahan dan berkembang hingga memasuki usia 20 tahun. Saat ini, GASS memiliki hampir 100 anggota aktif yang terus menjaga kekompakan serta semangat persaudaraan sesama pecinta Vespa. Perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bahwa sebuah komunitas dapat tumbuh kuat ketika dibangun atas dasar persahabatan, kekeluargaan, dan komitmen untuk menjaga kebersamaan. Anniversary Dikemas dengan Semangat Sosial Ketua Panitia Anniversary Dua Dekade GASS, Mahpuddin, yang akrab disapa Tekok, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan komunitas Vespa, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Sejumlah agenda sosial yang disiapkan antara lain santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa, donor darah, serta pengobatan gratis. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian anniversary sebagai wujud kepedulian komunitas terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh sponsor yang akan membantu terlaksananya kegiatan anniversary dua dekade GASS ini,” ujar Tekok. Selain kegiatan sosial, suasana anniversary juga dimeriahkan dengan rolling thunder, sharing session, fun games, bursa Vespa, pembagian doorprize satu unit Vespa, live music atau band performance, termasuk penampilan GASS Band dan penampilan spesial lainnya, serta DJ performance. Menjaga Ukhuwah dan Kepedulian Dalam perspektif nilai-nilai keislaman, kebersamaan dan kepedulian sosial merupakan bagian dari upaya membangun ukhuwah dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama. Semangat yang ditunjukkan GASS melalui kegiatan sosial diharapkan dapat terus berkembang menjadi gerakan kebaikan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Sebab, hobi dan komunitas bukan hanya tentang berkumpul, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menghadirkan kepedulian dan berbagi kebahagiaan. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mendorong tumbuhnya ekosistem kebaikan di tengah masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Perayaan Anniversary Dua Dekade GASS diharapkan menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang komunitas sejak 2006 sekaligus memperkuat solidaritas para pecinta Vespa di Majalengka dan berbagai daerah lainnya. Dengan semangat “Satu Vespa Sejuta Saudara”, kebersamaan diharapkan tidak berhenti pada kecintaan terhadap Vespa, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata dalam membantu sesama, mempererat silaturahmi, dan menebarkan kebaikan. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Bersama Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, dan Menghadirkan Manfaat bagi Sesama.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #GASSSumberjaya #GASS20Tahun #AnniversaryGASS #VespaMajalengka #KomunitasVespa #SatuVespaSejutaSaudara #Sumberjaya #Majalengka #SantunanYatim #KaumDhuafa #DonorDarah #PengobatanGratis #BerbagiKebaikan #Sedekah #Infak #Zakat #Ukhuwah #KepedulianSosial
BERITA05/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Puncak Hari Pramuka ke-65, Teguhkan Kolaborasi untuk Kemaslahatan Masyarakat
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Puncak Hari Pramuka ke-65, Teguhkan Kolaborasi untuk Kemaslahatan Masyarakat
MAJALENGKA Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menghadiri Puncak Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Cabang Majalengka Tahun 2026, yang berlangsung di Gedung Yudha Abdi Negara, Pendopo Majalengka, Sabtu (5/9/2026) pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat komitmen Gerakan Pramuka agar semakin hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi kemaslahatan umat. Hadirnya Ketua BAZNAS Majalengka dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara BAZNAS dan Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, khususnya dalam menghadirkan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut adalah pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kwarcab sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Kak Drs. H. Eman Suherman, M.M., menerima Lencana Karya Bakti atas prestasi dan kinerjanya dalam pelaksanaan program Rutilahu. Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Kak Adam Suhara, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut tidak terlepas dari komitmen Kak Eman dalam menerjemahkan amanat Kwartir Nasional (Kwarnas), agar setiap Kwartir Cabang dapat membangun minimal satu rumah tidak layak huni. “Amanat dari Kwarnas agar setiap Kwarcab membangun satu rumah rutilahu dan dijawab oleh Kak Eman Suherman dengan membangun 22 rutilahu melalui kolaborasi dengan Baznas,” kata Adam. BAZNAS: Kolaborasi Adalah Jalan Menguatkan Kemanfaatan Zakat Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, mengapresiasi semangat Gerakan Pramuka yang terus membuka ruang kolaborasi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, Gerakan Pramuka, dan berbagai unsur masyarakat merupakan bagian penting dalam memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sehingga benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. “BAZNAS Kabupaten Majalengka menyambut baik setiap ikhtiar kolaboratif yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Program Rutilahu menjadi salah satu contoh bahwa zakat, ketika dikelola secara amanah dan disinergikan dengan berbagai pihak, dapat menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat,” ujar H. Agus Asri Sabana. Ia menambahkan bahwa semangat pengabdian yang ditunjukkan Gerakan Pramuka memiliki nilai yang sejalan dengan prinsip-prinsip pengelolaan zakat, yakni menghadirkan kepedulian, gotong royong, kebermanfaatan, dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Semangat Pramuka untuk mengabdi kepada masyarakat sangat sejalan dengan spirit zakat, yaitu menghadirkan kebermanfaatan dan membantu mereka yang membutuhkan. Insyaallah, dengan kebersamaan dan kolaborasi yang terus diperkuat, semakin banyak program kebaikan yang dapat kita hadirkan untuk masyarakat Majalengka,” tambahnya. H. Agus juga menyampaikan bahwa membangun rumah layak huni bukan sekadar membangun sebuah bangunan fisik, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan kehidupan yang lebih bermartabat bagi penerima manfaat. “Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga tempat tumbuhnya keluarga, pendidikan, ibadah, dan harapan. Karena itu, setiap rumah yang kita bantu mudah-mudahan menjadi pintu hadirnya kehidupan yang lebih baik dan keberkahan bagi keluarga penerima manfaat,” ungkapnya. Pramuka Didorong Semakin Hadir di Tengah Masyarakat Puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 diawali dengan pentas seni dan pembacaan puisi akrostik yang mengambil singkatan dari nama Ketua Kwarcab sekaligus Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Kak Drs. H. Eman Suherman, M.M. Puisi tersebut dibacakan oleh Tigin Kinanti Damara. Dalam sambutannya, Kak Eman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini ikut mengawal serta mendukung program kerja Gerakan Pramuka. Memasuki usia ke-65 tahun, ia menegaskan bahwa Gerakan Pramuka harus semakin kuat dalam membentuk generasi yang memiliki karakter, jiwa pengabdian, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. “Ketika umur Pramuka 65 tahun, harus terus hadir, harus terus semangat untuk menghadirkan manusia yang mulia, yang penuh pengabdian,” ujar Kak Eman. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan momentum Hari Pramuka ke-65 sebagai bahan evaluasi atau muhasabah untuk memperkuat kontribusi Gerakan Pramuka dalam mendukung pembangunan Kabupaten Majalengka. “Kepada semua stakeholders, jadikan momentum 65 tahun Pramuka ini untuk muhasabah. Bagaimana semangat ini bisa membangun di semua program Pemerintah Kabupaten Majalengka,” katanya. Menurut Kak Eman, semangat tersebut sejalan dengan filosofi untuk terus menjadi lebih baik dari hari ke hari. Prinsip itu pula yang menjadi ruh dari tagline pembangunan Kabupaten Majalengka, “Majalengka Langkung Sae.” “Tagline Majalengka Langkung Sae tujuannya agar semua aspek kehidupan rakyat terus lebih baik ke depannya,” tandasnya. Kak Eman secara khusus berpesan kepada jajaran pengurus Kwarcab dan seluruh anggota Gerakan Pramuka agar peringatan Hari Pramuka tidak berhenti sebagai agenda tahunan yang bersifat seremonial. Ia berharap berbagai program kepramukaan dapat diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah daerah. “Saya sangat berharap peringatan 65 tahun ini tidak hanya seremonial, tapi bagaimana kehadiran Pramuka bermanfaat bagi rakyat. Tidak hanya membentuk karakter anak bangsa, tetapi bagaimana program Pramuka sejalan dengan program pemerintah yang tujuan utamanya mensejahterakan rakyat,” ungkapnya. Ia juga meminta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat untuk terus memberikan dukungan terhadap Gerakan Pramuka, khususnya di tingkat kwartir ranting. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan Pramuka dapat membantu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan kemasyarakatan. “Pramuka di tingkat ranting sangat butuh support. Ini akan meringankan tugas-tugas ketika menggandeng Pramuka, termasuk urusan kemasyarakatan. Akan lebih mudah ketika kita berkolaborasi,” jelasnya. Kak Eman mengingatkan seluruh pihak agar tidak memandang sebelah mata potensi Gerakan Pramuka. Dengan kebersamaan dan soliditas yang terus dijaga, Pramuka diyakini dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun generasi muda sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Jangan anggap remeh Pramuka. Untuk itu saya titip, bangun terus kebersamaan dan soliditas, agar rakyat bisa sejahtera dan kita bisa menghadirkan generasi muda yang handal, bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama,” pungkasnya. Penghargaan dan Apresiasi Pada puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut juga dilaksanakan penganugerahan tanda penghargaan Gerakan Pramuka kepada sejumlah penerima sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan kontribusi mereka terhadap organisasi. Lencana Melati diberikan kepada Ading, S.Pd., Endi Rohaendi, S.Pd., M.Pd., Eer Suhersih, S.Pd., dan Edi Krisnadi, S.Pd., M.Pd. Lencana Darma Bakti diberikan kepada Jabatullah, S.Pd. Sementara Lencana Pancawarsa diberikan kepada sejumlah anggota dengan masa pengabdian berbeda, yakni: Pancawarsa 5: Hj. Nani Yuliany, S.Pd., M.Pd. Pancawarsa 4: Drs. Agus Permana, MP. dan Ikin Asikin, S.IP., M.IP.Kp. Pancawarsa 3: Dr. Dede Sofyan Hadi, M.Ag. Pancawarsa 2: Dr. Drs. H. Nasrudin, M.M.Pd., Evi Fachlaeli, S.KM., M.Epid., dan Yuliawati Kusdiansah, SE. Pancawarsa 1: Uju Gustawan, SE., Tika Apriliyantini R., S.Gz., M.KM., Dr. H. Toto Warsito, S.Ag., M.Ag., Indra Budhiman, S.AP., Rizky Ginanjar Satyagraha, S.STP., M.Si., dan Supar tyningsih, S.IP., M.A.P. Untuk Lencana Teladan, penghargaan diberikan kepada Tiara Dwi Silviana. Selain itu, dilakukan penyematan tanda ikut serta kegiatan Jambore Nasional kepada Nizam Fayyadh Nurfalah, Fatih Nur Fatahillah, Agniezka Puspitasari, dan Nisa Auliya Agusni. Puncak peringatan juga diisi dengan penyerahan piala kejuaraan Lomba Penguatan Kehumasan. Untuk kategori Lomba Menulis Berita, Juara 1 diraih Kwartir Ranting Maja, Juara 2 Kwartir Ranting Palasah, dan Juara 3 Kwartir Ranting Majalengka. Sedangkan kategori Lomba Reportase, Juara 1 diraih Kwartir Ranting Banjaran, Juara 2 Kwartir Ranting Palasah, dan Juara 3 Kwartir Ranting Cingambul. Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Cabang Majalengka Tahun 2026 akhirnya menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian dan kepedulian sosial. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, sinergi bersama Gerakan Pramuka merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam memperluas kemanfaatan zakat, infak, dan sedekah untuk masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan nilai Islam tentang ta'awun, yakni saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara BAZNAS, pemerintah, Gerakan Pramuka, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan semakin banyak kebaikan yang dapat diwujudkan. Karena pada akhirnya, pengabdian bukan sekadar tentang hadir dalam sebuah kegiatan, tetapi tentang seberapa besar kehadiran tersebut mampu menghadirkan manfaat bagi sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kemanfaatan, Menuju Majalengka Langkung Sae.
BERITA05/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Tim BTB BAZNAS Majalengka Identifikasi Titik Rawan Abrasi Sungai Cisuluheun di Desa Nunuk Baru
Tim BTB BAZNAS Majalengka Identifikasi Titik Rawan Abrasi Sungai Cisuluheun di Desa Nunuk Baru
MAJALENGKA — Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Eman Suherman, S.Pd.I. melakukan kunjungan lapangan ke Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka identifikasi titik-titik rawan bencana abrasi sekaligus penyusunan langkah mitigasi di sekitar aliran Sungai Cisuluheun. Kunjungan ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, khususnya abrasi dan luapan sungai yang kerap terjadi ketika musim penghujan tiba. Tim BTB melakukan pemantauan langsung terhadap sejumlah lokasi yang dinilai memiliki risiko, terutama permukiman warga yang berada di bantaran Sungai Cisuluheun serta kondisi jembatan penghubung Desa Nunuk. Kondisi Jembatan Menjadi Perhatian Salah satu temuan yang menjadi perhatian serius dalam kegiatan identifikasi tersebut adalah kondisi jembatan yang menjadi satu-satunya akses penghubung Desa Nunuk. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, sejumlah bagian tiang penyangga jembatan saat ini berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Tiang penyangga tampak sudah menggantung dan berpotensi mengalami kerusakan lebih parah apabila kembali diterjang arus sungai yang deras saat musim penghujan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan struktur penyangga terbawa arus hingga berpotensi mengakibatkan jembatan ambruk dan terputusnya akses masyarakat. Selain jembatan, Tim BTB juga mengidentifikasi kondisi bantaran sungai yang mengalami perubahan dan abrasi. Keberadaan permukiman warga di sekitar bantaran menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaan mitigasi ke depan. Bersama Tim BTB Desa Nunuk Baru Dalam kegiatan tersebut, Tim BTB BAZNAS turut didampingi Abdul Majid selaku Ketua Tim BTB Desa Nunuk Baru. Kehadiran tim tanggap bencana desa menjadi bagian penting dalam proses pengumpulan informasi mengenai kondisi lapangan serta potensi risiko yang dihadapi masyarakat setempat. Identifikasi dilakukan dengan melihat kondisi fisik sungai, bantaran, akses penghubung, serta sejumlah titik yang berpotensi mengalami dampak ketika debit air meningkat. Data dan temuan lapangan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan untuk menyusun langkah mitigasi yang lebih terarah, termasuk pemetaan titik rawan, peningkatan kewaspadaan masyarakat, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ikhtiar Mitigasi sebagai Bentuk Kepedulian Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menjalankan fungsi kemanusiaan dan kebencanaan. Mitigasi tidak hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi, tetapi juga melalui upaya mengenali risiko dan mempersiapkan langkah pencegahan sedini mungkin. Dalam perspektif Islam, menjaga keselamatan jiwa dan lingkungan merupakan bagian dari amanah. Karena itu, ikhtiar untuk mengurangi risiko bencana menjadi tanggung jawab bersama, dengan mengedepankan kepedulian, gotong royong, dan kemaslahatan masyarakat. “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195) Melalui kegiatan identifikasi ini, BAZNAS Majalengka berharap potensi risiko di Desa Nunuk Baru dapat dipetakan dengan lebih baik sehingga langkah penanganan dan mitigasi dapat dilakukan secara tepat, terukur, serta melibatkan berbagai pihak. BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat dan membangun sinergi kebencanaan sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan masyarakat yang lebih aman, tangguh, dan saling peduli. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNASSae #BTB #BAZNASTanggapBencana #TanggapBencana #MitigasiBencana #AbrasiSungai #SungaiCisuluheun #DesaNunukBaru #KecamatanMaja #Majalengka #SiagaBencana #KesiapsiagaanBencana #PeduliBencana #Kemanusiaan #GotongRoyong #ZakatUntukKemanusiaan
BERITA05/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Ketua UPZ MPU Heubeulisuk Paparkan Konsistensi Gerakan Zakat dan Kepedulian Sosial Desa
Ketua UPZ MPU Heubeulisuk Paparkan Konsistensi Gerakan Zakat dan Kepedulian Sosial Desa
Majalengka, 4 September 2026 Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) MPU Desa Heubeulisuk, Ust. Fikri Hari Rustiawan, S.T., M.Pd., menyampaikan laporan mengenai perkembangan penghimpunan dan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah di Desa Heubeulisuk dalam kegiatan Gunting Pita Pemasangan Prasasti Kampung Zakat Desa Heubeulisuk, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jumat (4/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ust. Fikri menyampaikan bahwa gerakan zakat di Desa Heubeulisuk terus diupayakan berjalan secara konsisten melalui peran aktif UPZ dan dukungan masyarakat. Zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun kemudian diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di desa. Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan dan halaman Kantor Desa Heubeulisuk tersebut turut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., Kepala Desa Heubeulisuk beserta jajaran, Camat Argapura, Ketua MUI Kecamatan Argapura, pihak KUA Kecamatan Argapura, serta jajaran UPZ Desa Heubeulisuk. Konsistensi Menjadi Kekuatan UPZ Heubeulisuk Dalam penyampaiannya, Ust. Fikri menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam menghidupkan gerakan zakat di tengah masyarakat. Menurutnya, pengelolaan zakat tidak berhenti pada proses penghimpunan, tetapi harus dilanjutkan dengan pengelolaan dan penyaluran yang memberikan manfaat nyata kepada para mustahik. Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan Kampung Zakat Desa Heubeulisuk yang terus dibangun melalui kebersamaan antara UPZ, pemerintah desa, tokoh agama, BAZNAS Kabupaten Majalengka, dan masyarakat. Konsistensi tersebut juga tercermin dari penghimpunan zakat hasil pertanian serta infak dan sedekah yang kemudian disalurkan dalam berbagai bentuk kemanfaatan sosial dan keagamaan. Zakat Padi Mencapai 2.048 Kilogram Salah satu laporan yang disampaikan Ust. Fikri adalah penghimpunan zakat padi hasil panen ketiga atau musim kemarau. Dari penghimpunan tersebut, UPZ Desa Heubeulisuk mencatat: Total zakat padi: 2.048 kilogram Jumlah muzaki: 20 orang Jumlah mustahik: 120 orang Capaian tersebut menunjukkan adanya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat hasil pertanian sekaligus memperlihatkan bagaimana potensi zakat di tingkat desa dapat dikelola untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Bagi UPZ Desa Heubeulisuk, zakat hasil pertanian merupakan salah satu potensi yang perlu terus dijaga dan dikembangkan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kewajiban zakat serta pentingnya menyalurkannya melalui lembaga pengelola zakat yang amanah. Infak dan Sedekah Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat Selain zakat padi, Ust. Fikri juga menyampaikan laporan penghimpunan infak dan sedekah bulan September yang mencapai Rp3.428.500. Dana tersebut turut dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, di antaranya: 11 orang yatim piatu menerima santunan, 15 orang dhuafa mendapatkan santunan, serta dukungan operasional bagi 9 Majelis Ta'lim dan DKM. Pemanfaatan tersebut memperlihatkan bahwa infak dan sedekah yang dihimpun masyarakat dapat menjadi kekuatan bersama dalam membantu warga yang membutuhkan sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan keagamaan di lingkungan desa. UPZ Menjadi Penghubung antara Muzaki dan Mustahik Ust. Fikri juga menempatkan UPZ sebagai bagian penting dalam membangun kedekatan antara para muzaki dan mustahik. Dengan keberadaan UPZ di tingkat desa, masyarakat memiliki wadah untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sekaligus memastikan bahwa dana yang dihimpun dapat dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran. Semangat tersebut sejalan dengan prinsip bahwa zakat merupakan amanah. Setiap rupiah dan setiap hasil pertanian yang ditunaikan oleh muzaki mengandung hak bagi mereka yang membutuhkan. Karena itu, kepercayaan masyarakat menjadi modal utama yang harus terus dijaga melalui pengelolaan yang amanah, terbuka, dan bertanggung jawab. Kampung Zakat sebagai Gerakan Bersama Kampung Zakat Desa Heubeulisuk sendiri telah diresmikan oleh Bupati Majalengka pada 5 Oktober 2025. Adapun kegiatan Jumat (4/9/2026) merupakan gunting pita pemasangan prasasti Kampung Zakat, sekaligus momentum untuk memperkuat kembali semangat kolaborasi dalam pengelolaan zakat di Desa Heubeulisuk. Ust. Fikri berharap keberadaan Kampung Zakat dapat terus memberikan manfaat dan menjadi ruang tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah. Menurutnya, ketika gerakan tersebut dilakukan secara bersama-sama, zakat tidak hanya menjadi kewajiban individu, tetapi dapat menjadi kekuatan sosial yang mampu membantu masyarakat dan memperkuat kehidupan keagamaan di desa. Dari Zakat Tumbuh Kepedulian Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi gunting pita pemasangan prasasti Kampung Zakat Desa Heubeulisuk yang dilakukan oleh Camat Argapura. Selanjutnya dilaksanakan simbolis penyerahan zakat mal dari UPZ Desa Heubeulisuk kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka yang diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan santunan secara simbolis kepada fakir miskin dan yatim piatu. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Desa Heubeulisuk terus diarahkan untuk menghadirkan kebermanfaatan. Dari muzaki tumbuh kepedulian. Dari zakat hadir kebermanfaatan. Dari UPZ, amanah umat dijaga dan disalurkan untuk mereka yang membutuhkan. Semoga gerakan zakat di Desa Heubeulisuk terus istiqamah, semakin kuat, dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya dalam membangun kemandirian serta kepedulian sosial melalui zakat. Zakatmu, Harapan Mereka.Majalengka Langkung Sae, Sedekahnya Hade!#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNAS #FikriHariRustiawan #UPZHeubeulisuk #KampungZakat #KampungZakatHeubeulisuk #DesaHeubeulisuk #Argapura #ZakatPadi #ZakatPertanian #ZakatMal #Infak #Sedekah #ZakatMajalengka #ZakatUntukUmat #ZakatBerdaya #Muzaki #Mustahik #SantunanYatimPiatu #Dhuafa #GerakanZakat #PeduliSesama
BERITA05/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Ketua BAZNAS Majalengka Apresiasi Konsistensi UPZ Heubeulisuk dalam Mengembangkan Kampung Zakat
Ketua BAZNAS Majalengka Apresiasi Konsistensi UPZ Heubeulisuk dalam Mengembangkan Kampung Zakat
Majalengka, 4 September 2026 Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., memberikan apresiasi atas konsistensi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Heubeulisuk dalam mengelola dan mengembangkan gerakan zakat di tengah masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Gunting Pita Pemasangan Prasasti Kampung Zakat Desa Heubeulisuk, Kecamatan Argapura, Jumat (4/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Kantor Desa Heubeulisuk tersebut turut dirangkaikan dengan simbolis penyerahan zakat mal dari UPZ Desa Heubeulisuk kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka serta penyerahan santunan bagi fakir miskin dan yatim piatu. Dalam sambutannya, H. Agus Asri Sabana menilai konsistensi UPZ Desa Heubeulisuk dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat merupakan sesuatu yang patut diapresiasi. Menurutnya, keberhasilan gerakan zakat tidak hanya ditentukan oleh penghimpunan, tetapi juga oleh keberlanjutan, kolaborasi, dan kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kami menyampaikan apresiasi atas kinerja UPZ Heubeulisuk yang sampai saat ini masih konsisten.” Menurut Ketua BAZNAS Majalengka, konsistensi tersebut menjadi salah satu kekuatan yang membuat Kampung Zakat Desa Heubeulisuk memiliki nilai lebih dan menarik perhatian berbagai pihak. Ia mengungkapkan, hingga saat ini sudah banyak desa yang datang ke Desa Heubeulisuk untuk melakukan studi tiru mengenai pengelolaan Kampung Zakat. Ketertarikan tersebut bahkan tidak hanya berasal dari desa-desa di wilayah Kabupaten Majalengka, tetapi juga dari luar Kabupaten Majalengka. “Kampung Zakat Desa Heubeulisuk patut diapresiasi karena sampai saat ini banyak desa yang sudah datang melakukan studi tiru. Tidak hanya dari Kabupaten Majalengka, bahkan dari luar Kabupaten Majalengka,” ungkapnya. Kampung Zakat Heubeulisuk Menjadi Contoh Kolaborasi Lebih lanjut, H. Agus Asri Sabana menekankan bahwa keberhasilan Kampung Zakat Desa Heubeulisuk tidak terlepas dari kolaborasi yang terjalin antara BAZNAS Kabupaten Majalengka, UPZ, pemerintah desa, tokoh agama, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut, menurutnya, merupakan modal penting dalam membangun pengelolaan zakat yang kuat dari tingkat desa. Kampung Zakat tidak hanya dipandang sebagai tempat penghimpunan zakat, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat sekaligus menghadirkan manfaat bagi para mustahik. Karena itu, Ketua BAZNAS Majalengka berharap pola kolaborasi yang telah berjalan di Desa Heubeulisuk dapat terus dipertahankan, diperkuat, dan dikembangkan. Pengalaman Heubeulisuk Diharapkan Ditularkan ke Desa Lain Salah satu pesan penting yang disampaikan H. Agus Asri Sabana adalah harapan agar keberhasilan pengelolaan Kampung Zakat Desa Heubeulisuk dapat ditularkan kepada desa-desa lainnya. Menurutnya, setiap desa memiliki potensi zakat yang besar apabila dikelola secara bersama-sama dan berkesinambungan. Keberadaan UPZ di tingkat desa menjadi bagian penting dalam mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat sekaligus membangun kepercayaan para muzaki. “Pengelolaan Kampung Zakat, kolaborasi yang terjalin dengan BAZNAS Majalengka selama ini diharapkan bisa ditularkan ke desa-desa lainnya,” tuturnya. Pesan tersebut menjadi penting di tengah upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk terus memperkuat ekosistem zakat hingga tingkat desa. Dengan semakin banyak UPZ yang aktif dan konsisten, potensi zakat di masyarakat diharapkan dapat dihimpun dan dikelola secara lebih optimal untuk kemaslahatan umat. Zakat sebagai Amanah dan Gerakan Kebaikan H. Agus Asri Sabana juga menegaskan bahwa zakat merupakan bagian dari ibadah yang memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Ketika dikelola dengan baik, zakat dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Kegiatan di Desa Heubeulisuk menjadi salah satu gambaran nyata dari semangat tersebut. Penyerahan zakat mal dari UPZ kepada BAZNAS serta santunan bagi fakir miskin dan yatim piatu menunjukkan adanya kesinambungan antara muzaki, amil, dan mustahik dalam sebuah ekosistem kebaikan. Pada kesempatan tersebut, Ketua UPZ Desa Heubeulisuk, Ust. Fikri Hari Rustiawan, S.T., M.Pd., juga menyampaikan laporan penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah di Desa Heubeulisuk. Laporan tersebut mencatat penghimpunan zakat padi hasil panen ketiga/musim kemarau sebanyak 2.048 kilogram dari 20 muzaki, dengan penerima manfaat sebanyak 120 mustahik. Sementara itu, total infak dan sedekah bulan September mencapai Rp3.428.500, yang turut dimanfaatkan untuk santunan yatim piatu, santunan dhuafa, bantuan operasional sembilan Majelis Ta'lim, serta bantuan operasional DKM. Penguatan Gerakan Zakat Berbasis Desa Kampung Zakat Desa Heubeulisuk sendiri telah diresmikan oleh Bupati Majalengka pada 27 JUNI 2025. Adapun kegiatan pada Jumat (4/9/2026) merupakan momentum gunting pita pemasangan prasasti Kampung Zakat, bukan peresmian Kampung Zakat. Prosesi gunting pita pemasangan prasasti dilakukan oleh Camat Argapura dan dilanjutkan dengan simbolis penyerahan zakat mal dari UPZ Desa Heubeulisuk kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, perjalanan Kampung Zakat Desa Heubeulisuk menjadi bukti bahwa gerakan zakat dapat tumbuh kuat ketika dibangun melalui amanah, konsistensi, kolaborasi, dan kepedulian. Dari Desa Heubeulisuk, semangat tersebut diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Majalengka untuk mengoptimalkan potensi zakat dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #KampungZakat #KampungZakatHeubeulisuk #DesaHeubeulisuk #Heubeulisuk #Argapura #ZakatMal #ZakatPadi #ZakatPertanian #UPZ #UPZHeubeulisuk #FikriHariRustiawan #Infak #Sedekah #SantunanYatimPiatu #SantunanDhuafa #FakirMiskin #ZakatUntukUmat #ZakatBerdaya #GerakanZakat #ZakatMajalengka #Majalengka #PeduliSesama #MajalengkaLangkungSae
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Ibu Eros Rosidah
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Ibu Eros Rosidah
Majalengka, Jumat, 4 September 2026 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan melalui penyerahan bantuan kesehatan kepada Ibu Eros Rosidah, warga asal Jatiwangi yang kini tinggal di Desa Nanggerang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Kabupaten Majalengka, Iwan Setiawan, S.S., didampingi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka, pada Jumat sore, 4 September 2026. Kegiatan ini turut didampingi oleh Pak Kuwu, Pak Ulis, dan Pak Kasipel sebagai bentuk kepedulian dan sinergi bersama terhadap kondisi warga yang sedang membutuhkan dukungan. Ibu Eros Rosidah saat ini tengah menghadapi kondisi kesehatan yang cukup berat. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, beliau sedang menjalani kondisi sakit pada kelenjar bening dan limfoma (lymphoma) yang membutuhkan perhatian serta penanganan kesehatan secara berkelanjutan. Bantuan kesehatan dari BAZNAS Kabupaten Majalengka diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan Ibu Eros selama menjalani proses pengobatan. Bantuan ini juga menjadi wujud nyata dari amanah zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS untuk kemudian disalurkan kepada mustahik yang membutuhkan. Bentuk Kepedulian BAZNAS kepada Mustahik Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi momentum penyerahan bantuan, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi dan melihat secara langsung kondisi penerima manfaat. Di tengah ujian kesehatan yang sedang dihadapi, kehadiran BAZNAS diharapkan dapat memberikan dukungan moril sekaligus membantu memenuhi sebagian kebutuhan yang diperlukan selama proses pengobatan. Islam mengajarkan bahwa membantu saudara yang sedang berada dalam kesulitan merupakan bagian dari amal kebajikan. Karena itu, kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan amanah zakat. Melalui program bantuan kesehatan, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menghadirkan manfaat zakat secara tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan pertolongan. Sinergi untuk Meringankan Beban Masyarakat Kehadiran unsur pemerintahan desa dalam kunjungan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara BAZNAS dan pemerintah setempat dalam memperhatikan kondisi masyarakat. Pendampingan dari Pak Kuwu, Pak Ulis, dan Pak Kasipel turut memperkuat semangat gotong royong dalam memberikan perhatian kepada warga yang sedang menghadapi ujian kesehatan. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi jalan kemudahan bagi Ibu Eros Rosidah dan keluarga dalam menghadapi proses pengobatan. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan, kekuatan, kesabaran, serta kemudahan kepada Ibu Eros Rosidah dan keluarga. Semoga setiap ikhtiar pengobatan menjadi sebab datangnya kesembuhan dan setiap bantuan yang disalurkan menjadi amal jariyah bagi para muzaki, munfik, dan donatur BAZNAS Kabupaten Majalengka. “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.”(HR. Muslim) BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus berkomitmen mengelola dan menyalurkan zakat, infak, serta sedekah secara amanah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Zakat Kuat, Mustahik Berdaya, Majalengka Langkung SAE.MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #BAZNASKabupatenMajalengka #BantuanKesehatan #PeduliMustahik #ZakatUntukKesehatan #Zakat #Infak #Sedekah #PeduliSesama #Majalengka #Leuwimunding #DesaNanggerang #ErosRosidah
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Silaturahmi ke Rumah Ibu Ressa, Melihat Keteguhan Keluarga Merawat Meysha
BAZNAS Majalengka Silaturahmi ke Rumah Ibu Ressa, Melihat Keteguhan Keluarga Merawat Meysha
MAJALENGKA — Usai melaksanakan survei Program Rumah Layak Huni, Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Kabupaten Majalengka, didampingi Tim Media, melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi dan melihat langsung kondisi keluarga Ibu Ressa di Desa Weragati, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jumat (4/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk menyambung silaturahmi sekaligus melihat secara langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Dalam kunjungan itu, tim bertemu dengan Meysha, putri Ibu Ressa yang sejak lahir tidak memiliki bola mata. Kondisi Meysha menjadi salah satu ujian berat yang harus dijalani keluarga Ibu Ressa. Terlebih, Meysha lahir dalam kondisi prematur bersama saudara kembarnya, Marsha, ketika usia kandungan baru memasuki tujuh bulan. Kehilangan Salah Satu Buah Hati Ibu Ressa menuturkan, kehamilannya saat itu menghadapi kondisi yang sangat berat. Ia harus menjalani persalinan ketika usia kandungan baru tujuh bulan karena apabila kehamilan terus dipertahankan, keselamatan dirinya berada dalam risiko. Kedua bayi kembar tersebut kemudian lahir dalam kondisi prematur. Namun, kebahagiaan keluarga tidak berlangsung lama. Saudara kembar Meysha, Marsha, meninggal dunia setelah tiga hari dilahirkan. Kini, Meysha menjadi satu-satunya anak yang terus dirawat dan didampingi keluarga. Dengan segala keterbatasan yang ada, keluarga berusaha memberikan perhatian dan kasih sayang terbaik untuk tumbuh kembang Meysha. Ibu Ressa Juga Mengalami Keterbatasan Fisik Di tengah perjuangannya merawat Meysha, Ibu Ressa sendiri saat ini harus menjalani kehidupan dengan kondisi fisik yang terbatas. Kaki kanannya mengalami patah dan telah dipasangi pen setelah dirinya terjatuh di kamar mandi. Peristiwa tersebut terjadi hanya sekitar tiga hari setelah melahirkan Meysha. Kondisi tersebut membuat aktivitas Ibu Ressa menjadi sangat terbatas. Sehari-hari ia lebih banyak duduk di rumah dan belum dapat menjalankan aktivitas seperti sebelumnya. Sementara itu, suami Ibu Ressa bekerja di Bogor sebagai pekerja yang membantu proses pengemasan buah asam untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bertahan Bersama Nenek dan Aki Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, Ibu Ressa tidak lagi memiliki kedua orang tua. Ia kini tinggal bersama nenek dan aki yang turut menjadi bagian penting dalam merawat keluarga. Sang nenek berusaha membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan keterampilan mengurut, sementara aki turut membantu menjaga dan mengasuh Meysha. Keterbatasan ekonomi, kondisi kesehatan, serta kebutuhan perawatan Meysha membuat keluarga tersebut harus menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran dan keteguhan. Di tengah keadaan yang tidak mudah, keluarga tetap berusaha saling menguatkan. Kasih sayang kepada Meysha menjadi salah satu sumber kekuatan bagi mereka untuk terus menjalani hari demi hari. Silaturahmi sebagai Wujud Kepedulian Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, kegiatan silaturahmi seperti ini bukan sekadar kunjungan. Kehadiran langsung di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya untuk melihat, mendengar, dan memahami kondisi mustahik secara lebih dekat. Dengan melihat kondisi masyarakat secara langsung, BAZNAS dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan dan bentuk dukungan yang diperlukan, sehingga ikhtiar pendistribusian zakat, infak, dan sedekah dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat. Kisah keluarga Ibu Ressa dan Meysha juga mengingatkan bahwa ujian kehidupan dapat datang dalam berbagai bentuk. Namun, di balik setiap ujian selalu ada ruang bagi kepedulian, doa, dan gotong royong untuk menghadirkan harapan. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6) BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengajak masyarakat untuk menguatkan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Sebab, kebaikan yang ditunaikan dengan ikhlas dapat menjadi jalan hadirnya harapan bagi mereka yang sedang menghadapi ujian kehidupan. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #Zakat #Infak #Sedekah #KepedulianSosial #PeduliSesama #Silaturahmi #Kemanusiaan #Mustahik #Majalengka #Palasah #Weragati #Meysha #BerbagiKebaikan #TebarKebaikan #ZakatUntukKesejahteraan
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Mushola Al Ikhlas
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Mushola Al Ikhlas
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemaslahatan umat melalui penyaluran bantuan sarana keagamaan kepada Mushola Al Ikhlas, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jumat (4/9/2026). Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., dan diterima langsung oleh H. Ikin Sodikin Nur selaku penerima bantuan. Prosesi penyerahan berlangsung di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung keberlangsungan kegiatan keagamaan dan peningkatan sarana ibadah. Mendukung Kenyamanan Beribadah Keberadaan sarana keagamaan yang memadai memiliki peranan penting dalam menunjang aktivitas ibadah dan pembinaan keagamaan masyarakat. Mushola bukan hanya menjadi tempat melaksanakan salat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah, menumbuhkan kepedulian, serta membangun nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap Mushola Al Ikhlas dapat terus menjadi tempat yang nyaman dan bermanfaat bagi jamaah serta masyarakat sekitar dalam melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan. Penyaluran bantuan ini sekaligus menjadi wujud nyata dari semangat zakat untuk kemaslahatan, yakni menghadirkan kebermanfaatan dana umat secara tepat sasaran dan berkelanjutan. Amanah Muzaki untuk Kemanfaatan Umat BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, dan masyarakat yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap rupiah yang ditunaikan melalui ZIS merupakan amanah yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi mustahik dan kemaslahatan masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 103, bahwa zakat merupakan sarana untuk membersihkan dan menyucikan harta serta menjadi bagian dari upaya menghadirkan keberkahan. BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan, pendistribusian, dan pendayagunaan ZIS sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di berbagai bidang, termasuk bidang keagamaan. Semoga bantuan yang diberikan untuk Mushola Al Ikhlas menjadi amal jariyah bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat, serta membawa keberkahan bagi jamaah dan masyarakat Kelurahan Majalengka Kulon. Mari terus tumbuhkan kepedulian dan hadirkan kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah. Karena dari setiap kebaikan yang ditunaikan, insyaallah tumbuh kebermanfaatan bagi sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka Zakat Kuat, Umat Hebat, Majalengka Langkung Sae. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #Zakat #Infak #Sedekah #ZIS #SaranaKeagamaan #BantuanKeagamaan #MusholaAlIkhlas #MajalengkaKulon #Kebaikan #KemaslahatanUmat #ZakatUntukUmat
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Terima Silaturahmi Forum Pondok Pesantren
BAZNAS Majalengka Terima Silaturahmi Forum Pondok Pesantren
MAJALENGKA Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menerima kunjungan silaturahmi pengurus Forum Pondok Pesantren Kabupaten Majalengka pada Jumat, 4 September 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka. Silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah dan membangun komunikasi yang baik antara BAZNAS Kabupaten Majalengka dengan unsur pesantren di Kabupaten Majalengka. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, serta dilandasi semangat untuk bersama-sama menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyambut baik kehadiran pengurus Forum Pondok Pesantren Kabupaten Majalengka. Silaturahmi menjadi bagian penting dalam membangun sinergi kelembagaan, khususnya dalam memperkuat peran lembaga keumatan dan pendidikan Islam di tengah masyarakat. Pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial. Sementara itu, BAZNAS memiliki amanah dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah serta menyalurkannya kepada masyarakat yang berhak menerima sesuai dengan ketentuan syariat dan peraturan yang berlaku. Melalui komunikasi dan silaturahmi yang terus terjalin, diharapkan terbuka ruang kolaborasi yang semakin luas dalam mendukung berbagai program pemberdayaan umat, pendidikan, sosial, dan kemanusiaan di Kabupaten Majalengka. Silaturahmi tersebut juga menjadi pengingat bahwa membangun kemaslahatan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antara lembaga zakat, pondok pesantren, pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat agar potensi kebaikan dapat dihimpun dan memberikan manfaat yang lebih luas. BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan kelembagaan dan menjalin komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan tata kelola zakat yang amanah, profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Semoga silaturahmi ini menjadi jalan terbukanya berbagai kebaikan dan kebermanfaatan bagi masyarakat Kabupaten Majalengka. “Silaturahmi menguatkan ukhuwah, sinergi menghadirkan maslahat, dan zakat menumbuhkan keberkahan.”#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNASKabupatenMajalengka #ForumPondokPesantren #PondokPesantrenMajalengka #Silaturahmi #UkhuwahIslamiyah #SinergiUmat #KemaslahatanUmat #Zakat #Infak #Sedekah #Majalengka
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Survei Rumah Layak Huni untuk Bapak Bawi di Desa Ligung
BAZNAS Majalengka Survei Rumah Layak Huni untuk Bapak Bawi di Desa Ligung
MAJALENGKA — BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail, didampingi Tim Media, melaksanakan survei Program Rumah Layak Huni BAZNAS pada Jumat, 4 September 2026. Survei dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menghadirkan hunian yang lebih layak dan aman bagi masyarakat yang membutuhkan. Survei dilaksanakan terhadap Bapak Bawi, warga Blok Loji, Desa Ligung, Kabupaten Majalengka, yang saat ini tinggal bersama putranya, Andi (25 tahun). Keduanya menempati sebuah gudang beratap yang berada di area kandang domba milik Bapak Ayip. Kondisi tempat tinggal tersebut menjadi perhatian karena bukan merupakan rumah milik keluarga Bapak Bawi. Mereka telah menempatinya selama lebih dari satu tahun setelah rumah yang sebelumnya ditempati Bapak Bawi mengalami roboh. Tinggal di Gudang Area Kandang Domba Berdasarkan hasil survei di lapangan, Bapak Bawi dan anaknya saat ini menjalani kehidupan dengan kondisi tempat tinggal yang sangat sederhana. Gudang beratap di area kandang domba tersebut menjadi tempat berlindung mereka sehari-hari. Tempat tersebut merupakan milik Bapak Ayip. Dengan penuh kepedulian dan rasa kemanusiaan, Bapak Ayip secara sukarela memberikan izin kepada Bapak Bawi dan putranya untuk menggunakan gudang tersebut sebagai tempat tinggal. Kepedulian Bapak Ayip tidak berhenti pada pemberian tempat tinggal. Ia juga turut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Bapak Bawi dan anaknya, termasuk memberikan makanan serta sebuah televisi tabung untuk digunakan di tempat tinggal mereka. Kisah tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Sebuah ruang sederhana yang diberikan dengan ikhlas telah menjadi tempat berlindung bagi keluarga yang sedang menghadapi keterbatasan. Bertahan Hidup dari Barang Rongsokan Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bapak Bawi mengandalkan pekerjaan dengan mencari barang-barang rongsokan. Selain itu, ia sesekali membantu Bapak Ayip mengarit rumput yang digunakan sebagai pakan domba. Atas bantuan tersebut, Bapak Ayip beberapa kali memberikan upah kepada Bapak Bawi. Namun, dalam beberapa kesempatan, Bapak Bawi justru memilih menolak upah tersebut. Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana Bapak Bawi tetap berusaha menjalani kehidupan dengan kemampuan yang dimilikinya, meskipun berada dalam keterbatasan ekonomi dan kondisi hunian yang belum layak. Ikhtiar Menghadirkan Rumah yang Lebih Layak Melalui survei Rumah Layak Huni, BAZNAS Kabupaten Majalengka melakukan verifikasi terhadap kondisi calon penerima manfaat secara langsung di lapangan. Survei menjadi tahapan penting untuk memastikan setiap program bantuan diberikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya. Program Rumah Layak Huni merupakan salah satu bentuk ikhtiar sosial BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan manusiawi. Bagi BAZNAS, rumah bukan sekadar bangunan fisik. Rumah merupakan tempat keluarga berteduh, beristirahat, membangun kehidupan, serta menjaga martabat dan keharmonisan keluarga. Karena itu, ikhtiar menghadirkan hunian yang layak diharapkan dapat memberikan ruang kehidupan yang lebih baik sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mustahik. Gotong Royong dalam Kebaikan Kisah Bapak Bawi juga mengingatkan bahwa membantu sesama merupakan bagian penting dari nilai-nilai Islam. Kepedulian Bapak Ayip yang memberikan tempat tinggal dan membantu kebutuhan sehari-hari merupakan bentuk nyata semangat berbagi dan saling menolong. Allah SWT berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa...”(QS. Al-Ma'idah: 2) Semangat tersebut selaras dengan ikhtiar BAZNAS untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki serta donatur agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Survei terhadap Bapak Bawi menjadi bagian dari proses ikhtiar tersebut. Selanjutnya, hasil survei akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses penilaian dan tindak lanjut Program Rumah Layak Huni BAZNAS Kabupaten Majalengka sesuai dengan ketentuan dan hasil verifikasi. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk terus menguatkan semangat zakat, infak, dan sedekah. Sebab, dari kepedulian yang ditunaikan bersama, insyaallah lahir kebermanfaatan yang mampu menguatkan kehidupan sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Kebermanfaatan. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #RumahLayakHuni #RumahLayakHuniBAZNAS #Zakat #Infak #Sedekah #Kebaikan #KepedulianSosial #Majalengka #DesaLigung #Ligung #Mustahik #ZakatUntukKesejahteraan
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →