WhatsApp Icon
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah

Islam Mengajarkan Ikhtiar dan Tawakal, Bukan Mempercayai Kesialan Bulan Safar

MAJALENGKA – Memasuki bulan Safar, sebagian masyarakat masih mengaitkannya dengan berbagai mitos tentang kesialan dan musibah. Padahal, Islam menegaskan bahwa tidak ada satu pun bulan yang membawa kesialan secara khusus. Sebaliknya, Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, dan berikhtiar memperoleh rezeki yang halal melalui ibadah yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Amalan pembuka rezeki di bulan Safar pada hakikatnya bukanlah ritual khusus yang hanya dilakukan pada bulan tersebut, melainkan berbagai ibadah yang dapat diamalkan sepanjang waktu. Di antaranya adalah memperbanyak istighfar, menjaga salat, memperbanyak sedekah, menjalin silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, serta bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar secara maksimal.

Bulan Safar Bukan Bulan Sial

Rasulullah SAW telah meluruskan keyakinan masyarakat Arab pada masa jahiliah yang menganggap bulan Safar sebagai bulan pembawa kesialan.

Beliau bersabda:

"Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada kesialan pada bulan Safar, dan tidak ada hantu."

(HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220)

Hadis tersebut menjadi dasar bahwa seorang muslim tidak boleh mengaitkan datangnya musibah ataupun sempitnya rezeki dengan bulan Safar. Setiap kejadian terjadi atas ketetapan Allah SWT dan menjadi bagian dari ujian kehidupan.

Rezeki Datang dari Allah SWT

Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya sebagaimana firman-Nya:

"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya."

(QS. Hud: 6)

Namun demikian, Islam mengajarkan bahwa rezeki harus diupayakan melalui kerja keras, doa, ibadah, dan tawakal kepada Allah SWT.

Amalan Pembuka Rezeki yang Dianjurkan Rasulullah

1. Memperbanyak Istighfar

Allah SWT berfirman:

"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu."

(QS. Nuh: 10–12)

Istighfar menjadi salah satu sebab turunnya ampunan sekaligus keberkahan rezeki.


2. Memperbanyak Doa Memohon Rezeki

Rasulullah SAW mengajarkan doa:

"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu."

(HR. Tirmidzi)

Doa tersebut dapat diamalkan setelah salat maupun pada waktu-waktu mustajab.


3. Menjaga Salat Lima Waktu

Allah SWT berfirman:

"Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu."

(QS. Taha: 132)

Salat menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim dan menjadi sebab datangnya keberkahan hidup.


4. Memperbanyak Sedekah

Rasulullah SAW bersabda:

"Harta tidak akan berkurang karena sedekah."

(HR. Muslim No. 2588)

Sedekah bukan hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan, ketenangan hati, dan kemudahan dalam berbagai urusan.


5. Menjalin Silaturahmi

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Silaturahmi merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.


6. Bertakwa kepada Allah SWT

Allah SWT berfirman:

"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."

(QS. At-Talaq: 2–3)

Ketakwaan menjadi kunci datangnya pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.


7. Bertawakal Setelah Berusaha

Rasulullah SAW bersabda:

"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang."

(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa tawakal harus disertai usaha dan kerja keras.

Hal yang Perlu Dihindari pada Bulan Safar

Dalam menjalankan ibadah di bulan Safar, umat Islam hendaknya menghindari berbagai keyakinan yang tidak memiliki landasan syariat, antara lain:

  • Meyakini bulan Safar membawa kesialan.
  • Menganggap ritual tertentu pasti membuka pintu rezeki tanpa dalil.
  • Mempercayai jimat atau benda-benda tertentu sebagai penarik rezeki.
  • Mengamalkan hadis palsu maupun tradisi yang bertentangan dengan akidah Islam.

Islam mengajarkan bahwa seluruh ibadah harus bersumber dari Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW.

Mengisi Bulan Safar dengan Amal Saleh

Selain amalan di atas, bulan Safar dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah, seperti:

  • Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  • Memperbanyak zikir pagi dan petang.
  • Menunaikan salat sunnah.
  • Membantu fakir miskin dan kaum dhuafa.
  • Berbakti kepada orang tua.
  • Menjaga kejujuran dalam bekerja.
  • Menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat.
  • Memperbanyak doa untuk keluarga dan umat Islam.

Seluruh amal tersebut menjadi sebab bertambahnya keberkahan hidup apabila dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

Mari Sempurnakan Ibadah dengan Berzakat Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Momentum bulan Safar menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Berbagi kepada sesama bukan hanya menghadirkan manfaat bagi mustahik, tetapi juga menjadi ikhtiar memperoleh keberkahan rezeki sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui:

Bank BJB : 0137402262100
BRI : 004601002689569
BSI : 7313997361
Mandiri : 1340000833334
BJB Syariah : 5190301001182

Website: https://kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

Layanan Muzakki (WhatsApp): 0821-2416-9964

Telepon: (0233) 282414

 

Email: [email protected]

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #BulanSafar #Safar #AmalanSafar #RezekiBerkah #Sedekah #Zakat #Infak #Istighfar #Silaturahmi #IslamRahmatanLilAlamin #CintaZakat #BerbagiKebaikan #MenebarKeberkahan #KajianIslam #MuslimIndonesia

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Mengapa Zakat Penting untuk Mengurangi Kemiskinan? BAZNAS Majalengka Dorong Pemberdayaan Mustahik Berkelanjutan

MAJALENGKA — Kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan sosial yang memerlukan perhatian dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dalam Islam, zakat merupakan instrumen ekonomi yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan melalui pemerataan kesejahteraan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan solidaritas sosial.

Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengoptimalkan pendistribusian dana zakat agar mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi bagi para mustahik.

Zakat Menjadi Instrumen Penting Pengentasan Kemiskinan

Sebagai salah satu rukun Islam, zakat memiliki fungsi sosial yang sangat besar. Dana zakat yang dihimpun dari para muzaki disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat Islam.

Selain membantu memenuhi kebutuhan konsumtif masyarakat yang membutuhkan, zakat juga diarahkan pada program-program produktif yang mampu meningkatkan kapasitas ekonomi mustahik sehingga mereka memiliki kesempatan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.

Pengelolaan zakat yang profesional memungkinkan lahirnya berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, kemanusiaan, hingga sosial kemasyarakatan yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Bagaimana Zakat Membantu Mengurangi Kemiskinan?

Optimalisasi dana zakat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, antara lain:

  • Membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, sandang, dan tempat tinggal.
  • Memberikan akses pendidikan melalui beasiswa dan bantuan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
  • Mendukung layanan kesehatan melalui bantuan biaya pengobatan dan program kesehatan masyarakat.
  • Memberikan modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan kepada pelaku usaha mikro agar mampu mandiri secara ekonomi.
  • Mengurangi kesenjangan sosial melalui distribusi kekayaan yang lebih adil sesuai prinsip ekonomi Islam.

Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

BAZNAS Majalengka Terus Mengembangkan Program Pemberdayaan

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.

Dana yang dihimpun disalurkan melalui berbagai program unggulan di bidang:

  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kemanusiaan
  • Dakwah dan Advokasi
  • Program sosial kemasyarakatan

Pendekatan pemberdayaan menjadi fokus utama agar mustahik tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi memiliki kesempatan meningkatkan kualitas hidup hingga menjadi masyarakat yang mandiri bahkan bertransformasi menjadi muzaki di masa depan.

Mari Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Setiap zakat yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kesejahteraan umat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Rekening Zakat BAZNAS Kabupaten Majalengka

  • Bank BJB: 0137402262100
  • BRI: 004601002689569
  • BSI: 7313997361
  • Mandiri: 1340000833334
  • BJB Syariah: 5190301001182

Layanan Informasi:

 

???? WhatsApp Muzakki: 0821-2416-9964
?? Telepon: (0233) 282414
???? Email: [email protected]
???? Website: kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #Zakat #ZakatProduktif #PengentasanKemiskinan #PemberdayaanMustahik #EkonomiUmat #KesejahteraanMasyarakat #Berzakat #ZakatBerkah #CintaZakat #Sedekah #IslamRahmatanLilAlamin #Majalengka #UntukIndonesia

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Peran Zakat dalam Membantu Korban Bencana dan Krisis Kemanusiaan

MAJALENGKA 26 Juni 2026 Zakat memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam maupun krisis kemanusiaan. Sebagai instrumen ekonomi syariah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan umat, zakat tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat para penyintas, tetapi juga mendukung proses rehabilitasi dan pemberdayaan agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri.

Melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan sesuai syariat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan dana zakat kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik), termasuk korban bencana yang kehilangan tempat tinggal, sumber penghasilan, maupun akses terhadap kebutuhan dasar.

Zakat Menjadi Solusi dalam Situasi Darurat

Dalam setiap kejadian bencana, kebutuhan masyarakat meningkat secara signifikan. Bantuan berupa makanan, air bersih, layanan kesehatan, pakaian, tempat tinggal sementara, hingga perlengkapan pendidikan menjadi kebutuhan utama yang harus segera dipenuhi.

Dana zakat yang dikelola BAZNAS dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program kemanusiaan, di antaranya:

  • Bantuan tanggap darurat bagi korban bencana.
  • Distribusi logistik dan kebutuhan pokok.
  • Layanan kesehatan bagi penyintas.
  • Bantuan pendidikan bagi anak-anak terdampak.
  • Penyediaan hunian sementara.
  • Rehabilitasi fasilitas umum.
  • Program pemulihan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat pascabencana.

Melalui pendekatan tersebut, zakat tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

Komitmen BAZNAS dalam Penanganan Bencana

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia, BAZNAS terus memperkuat berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun krisis kemanusiaan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran dengan mengedepankan prinsip amanah, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Selain memenuhi kebutuhan mendesak, program-program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat agar mampu bangkit kembali setelah bencana.

Kolaborasi dengan pemerintah, relawan, berbagai lembaga, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan dapat diterima secara cepat dan efektif oleh para penyintas.

Zakat sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Zakat mengajarkan nilai kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. Melalui zakat, umat Islam diajak untuk berbagi rezeki dengan saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah maupun kesulitan ekonomi.

Optimalisasi pengelolaan zakat menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat sistem perlindungan sosial berbasis syariah, sekaligus mendukung pembangunan masyarakat yang lebih tangguh terhadap berbagai risiko bencana dan krisis kemanusiaan.

Semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat melalui lembaga resmi, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh para mustahik di berbagai daerah.


Mari Tunaikan Zakat melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui:

Rekening Donasi:

  • Bank BJB: 0137402262100
  • Bank BRI: 004601002689569
  • Bank BSI: 7313997361
  • Bank Mandiri: 1340000833334
  • Bank BJB Syariah: 5190301001182

Informasi dan Layanan:

???? Website Sedekah:
https://kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

???? Website Resmi:
https://kabmajalengka.baznas.go.id

???? Layanan Muzakki (WhatsApp): 0821-2416-9964

?? Telepon: (0233) 282414

 

???? Email: [email protected]

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #Zakat #ZakatUntukBencana #BantuanKemanusiaan #KrisisKemanusiaan #PeduliSesama #BerbagiKebaikan #TanggapBencana #PemulihanPascabencana #Mustahik #Sedekah #Infak #IndonesiaPeduli

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS RI Buka Jalan Ikhtiar Mustahik Bekerja di Jepang, BAZNAS Majalengka Siap Tangkap Peluang untuk Wujudkan Majalengka Langkung Sae

Majalengka – Ikhtiar memuliakan mustahik melalui pemberdayaan ekonomi terus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), BAZNAS RI menghadirkan Program Fasilitasi Magang ke Jepang, sebuah program yang membuka jalan bagi para mustahik memperoleh kesempatan bekerja secara profesional di berbagai perusahaan Jepang dengan penghasilan bersih mencapai Rp8 juta hingga Rp20 juta per bulan.

Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diamanahkan oleh masyarakat tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu mengubah kehidupan mustahik menuju kemandirian ekonomi.

Informasi tersebut disampaikan dalam kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing bertajuk "Program Fasilitasi Magang ke Jepang Bersama BAZNAS RI dan Kemenaker" yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Indonesia, termasuk BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Kepala Divisi Pendidikan dan Vokasional BAZNAS RI, Farid Septian, M.Hum, menjelaskan bahwa hingga Juli 2026 program tersebut telah menjangkau 166 penerima manfaat yang berasal dari 10 provinsi melalui delapan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Sebanyak 60 peserta di antaranya telah menjalani praktik kerja di berbagai perusahaan di Jepang pada sektor pengolahan plastik, pengerjaan logam, konstruksi, penataan dan pengepakan, hingga sektor industri lainnya.

"Mereka memperoleh penghasilan bersih sekitar Rp8 juta hingga Rp20 juta per bulan, bergantung pada sektor pekerjaan dan perusahaan tempat mereka bekerja," ujar Farid.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi mustahik. Tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja bertaraf internasional, tetapi juga memberikan kesempatan memperoleh penghasilan yang layak sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Farid juga mendorong agar BAZNAS Daerah membangun sinergi bersama Dinas Ketenagakerjaan, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), dunia usaha, serta berbagai mitra strategis agar program serupa dapat dikembangkan di berbagai daerah.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menegaskan bahwa kolaborasi BAZNAS dengan Kementerian Ketenagakerjaan merupakan langkah strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penciptaan akses kerja yang berkelanjutan.

Menurutnya, setiap program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS merupakan amanah dari para muzaki yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab.

"Intervensi BAZNAS melalui program ini diarahkan agar mustahik mampu keluar dari garis kemiskinan hingga pada akhirnya bertransformasi menjadi muzaki yang turut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan umat," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh program BAZNAS dilaksanakan berdasarkan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, sehingga manfaat zakat benar-benar dirasakan masyarakat secara luas.

BAZNAS Kabupaten Majalengka Siap Menyambut Peluang

Menanggapi keberhasilan program tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyampaikan apresiasi atas inovasi pemberdayaan yang diinisiasi BAZNAS RI bersama Kemnaker RI.

Menurutnya, program tersebut menjadi inspirasi sekaligus peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari kalangan mustahik melalui jalur pelatihan vokasional dan penempatan kerja yang profesional.

"Bismillahirrahmanirrahim. Program fasilitasi kerja ke Jepang ini merupakan peluang besar yang harus kita sambut dengan penuh rasa syukur dan semangat ikhtiar. BAZNAS Kabupaten Majalengka siap mengambil bagian, bersinergi dengan BAZNAS RI, Pemerintah Daerah, Dinas Ketenagakerjaan, lembaga pelatihan kerja, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan agar putra-putri terbaik dari kalangan mustahik di Kabupaten Majalengka memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi, memperoleh pekerjaan yang layak, dan mengangkat harkat ekonomi keluarganya," ujar H. Agus Asri Sabana.

Ia menambahkan bahwa hakikat zakat bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan sesaat, melainkan menjadi wasilah untuk membangun kemandirian umat sebagaimana tujuan syariat dalam mewujudkan kemaslahatan.

"Kami meyakini bahwa zakat yang dikelola secara amanah akan melahirkan mustahik yang berdaya, mandiri, dan insya Allah kelak menjadi muzaki. Inilah cita-cita besar BAZNAS, menghadirkan keberkahan zakat yang mampu mengubah kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan berupaya menangkap peluang ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama memajukan Kabupaten Majalengka agar semakin Langkung Sae—masyarakatnya lebih sejahtera, lebih produktif, lebih berdaya saing, serta memperoleh keberkahan hidup di bawah ridha Allah SWT."

H. Agus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong melalui zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial yang mampu melahirkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Menurutnya, ketika zakat dikelola secara profesional dan tepat sasaran, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga menjadi investasi sosial yang memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan mempercepat terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat.

Program fasilitasi kerja ke Jepang menjadi salah satu contoh nyata bagaimana zakat mampu menghadirkan harapan baru bagi mustahik. Melalui peningkatan kompetensi, akses pekerjaan yang layak, dan pendapatan yang lebih baik, diharapkan semakin banyak keluarga mustahik yang dapat keluar dari lingkaran kemiskinan dan menjadi pribadi yang mandiri.

Semoga ikhtiar kolaboratif antara BAZNAS RI, pemerintah, dunia usaha, serta BAZNAS di seluruh Indonesia senantiasa mendapat pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen kebangkitan ekonomi umat, mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan Indonesia yang semakin maju, berkeadilan, dan penuh keberkahan.

"Khairunnas anfa'uhum linnas" — Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNAS #BAZNASRI #BAZNASMajalengka #MagangJepang #Kemnaker #PemberdayaanMustahik #PendayagunaanZakat #ZakatUntukIndonesia #MustahikBerdaya #IndonesiaMakmur

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Harumkan Jawa Barat di Forum Pelajar Indonesia 2026

26 Juli 2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Tiga santri Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) berhasil lolos seleksi nasional dan dipercaya menjadi wakil Provinsi Jawa Barat pada ajang Forum Pelajar Indonesia (FOR) ke-14 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 5–8 Agustus 2026. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa program pendidikan BAZNAS mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional.

Ketiga santri tersebut adalah Muhammad Azriel Abqori (kelas X), Dini Qurrota Aini, dan Reymario Randhy Pangestu (kelas XII). Mereka terpilih setelah melalui proses seleksi nasional yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia, hingga akhirnya masuk dalam jajaran 150 pelajar SMA, SMK, dan MA terbaik yang akan mengikuti forum bergengsi tersebut.

Forum Pelajar Indonesia merupakan wadah pengembangan kepemimpinan generasi muda yang mempertemukan pelajar-pelajar berprestasi dari seluruh Indonesia untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan solusi atas berbagai isu strategis di bidang pendidikan, perlindungan anak, dan pembangunan sumber daya manusia.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri Sekolah Cendekia BAZNAS.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sinergi antara kerja keras para santri, dedikasi para pendidik, serta dukungan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Terpilihnya tiga santri Sekolah Cendekia BAZNAS sebagai wakil Jawa Barat merupakan kebanggaan bagi BAZNAS. Prestasi ini menunjukkan bahwa santri SCB memiliki kemampuan akademik, kepemimpinan, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat nasional," ujar Idy.

Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan salah satu program prioritas BAZNAS dalam mendayagunakan dana zakat secara produktif. Melalui Sekolah Cendekia BAZNAS, BAZNAS terus berupaya mencetak generasi penerus bangsa yang unggul secara intelektual, berakhlak mulia, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas prestasi yang diraih para santri Sekolah Cendekia BAZNAS tersebut.

"Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada ananda Muhammad Azriel Abqori, Dini Qurrota Aini, dan Reymario Randhy Pangestu yang telah mengharumkan nama Sekolah Cendekia BAZNAS dan Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional. Semoga kesempatan ini menjadi pengalaman berharga untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta menjadi generasi muda yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama," ujar H. Agus Asri Sabana.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya, khususnya generasi muda di Kabupaten Majalengka, agar terus semangat belajar, berprestasi, serta memanfaatkan setiap peluang pengembangan diri yang tersedia.

"BAZNAS meyakini bahwa investasi terbaik adalah investasi pada pendidikan. Melalui pengelolaan zakat yang amanah dan produktif, kami berharap semakin banyak lahir generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing yang kelak menjadi pemimpin masa depan Indonesia," tambahnya.

Keikutsertaan para santri dalam Forum Pelajar Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk memperluas jejaring nasional, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkaya pengalaman dalam merancang berbagai solusi terhadap tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia.

Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat di bidang pendidikan sebagai salah satu instrumen pemberdayaan umat. Dukungan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan kepada BAZNAS telah menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi berprestasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.


#BAZNAS #BAZNASRI #BAZNASMajalengka #SekolahCendekiaBAZNAS #ForumPelajarIndonesia #SantriBerprestasi #Pendidikan #ZakatUntukPendidikan #GenerasiEmasIndonesia #JawaBarat #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka
26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.

Berita Terbaru

Mengasah Rasa, Menggapai Surga Dunia: Ikhtiar Meraih Kebahagiaan Hakiki
Mengasah Rasa, Menggapai Surga Dunia: Ikhtiar Meraih Kebahagiaan Hakiki
MAJALENGKA – Hidup bahagia adalah impian setiap insan. Namun, sering kali kita terjebak dalam persepsi bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang instan. Padahal, kebahagiaan sejati merupakan sebuah proses mengasah rasa yang melibatkan kesadaran diri, pengelolaan emosi, dan adopsi pola pikir yang selaras dengan nilai-nilai ketauhidan. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sementara ini, jangan biarkan ketenangan hati kita rusak oleh keluh kesah yang berlebihan, kesedihan yang berlarut, atau kecemasan akan masa depan yang belum terjadi. Lebih dari itu, kebahagiaan sejati akan menjauh jika hidup kita dipenuhi dengan kemaksiatan. Surga Dunia Sebelum Surga Akhirat Kebahagiaan dalam Islam sering disebut sebagai "Surga Dunia". Hal ini mencakup ketenangan hati dan kedamaian jiwa melalui dzikrullah (mengingat Allah SWT). Syekh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah berpesan: “Sesungguhnya di dunia ini terdapat surga, barangsiapa yang tidak memasukinya, maka ia tidak akan memasuki surga akhirat.” (Al-Mustadrak ‘ala Majmu’ Al-Fatawa, 1: 153) Kesadaran bahwa dunia ini fana seharusnya tidak membuat kita patah semangat, melainkan memotivasi kita untuk hidup penuh makna sebagai bekal menuju kebahagiaan abadi di akhirat. Langkah Mengasah Rasa Menuju Hidup Bahagia BAZNAS Kabupaten Majalengka merangkum dua langkah utama berdasarkan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah untuk menggapai ketenangan tersebut: 1. Menjalankan Aturan Allah sebagai Panduan Hidup Manusia diciptakan bersamaan dengan ujian hidup. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Balad: 4 bahwa manusia diciptakan dalam keadaan susah payah. Masalah akan selalu ada, baik dari dalam diri maupun interaksi sosial. Namun, Allah tidak membiarkan kita berjalan tanpa arah. Aturan-Nya adalah solusi: Janji Allah: "Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. At-Talaq: 2-3). Peringatan: Sebaliknya, berpaling dari peringatan Allah hanya akan membuahkan kehidupan yang sempit (QS. Thaha: 124). 2. Menerima Takdir dengan Ridha dan Ikhtiar Kunci kebahagiaan lainnya adalah menyadari bahwa tidak ada yang abadi—baik suka maupun duka. Menerima takdir berarti melepaskan keterikatan berlebih pada duniawi. Saat tertimpa musibah, seorang mukmin diajarkan untuk berucap: "Qadarullah wa ma sya’a fa’ala" (Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki). Menerima takdir bukan berarti pasif. Islam mengajarkan keseimbangan antara Ridha (menerima ketetapan) dan Ikhtiar (usaha perubahan), sebagaimana firman-Nya dalam QS. Ar-Ra’d: 11. Ujian Sesuai Kemampuan Penting untuk diingat bahwa Allah Maha Adil. Tidak ada beban yang diberikan melampaui batas kesanggupan hamba-Nya (QS. Al-Baqarah: 286). Di balik setiap kesulitan, selalu ada kemudahan yang menyertainya (QS. Al-Insyirah: 5-6). Kesimpulan Kebahagiaan tidak diukur dari seberapa lama kita hidup, melainkan seberapa berkualitas kita mengisi waktu dengan ketaatan. Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai salah satu jalan membersihkan harta dan jiwa, guna meraih ketenangan hati yang menjadi pintu menuju surga dunia dan akhirat. #BAZNASMajalengka #KebahagiaanHakiki #SurgaDunia #KajianIslam #MajalengkaLangkungSae #ZakatTumbuhBermanfaat #MengasahRasa
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
GELIAT TRADISI DI BUMI TALAGA MANGGUNG: BAZNAS MAJALENGKA MANJAKAN PEZIARAH DENGAN PESONA WARUNG AMAL
GELIAT TRADISI DI BUMI TALAGA MANGGUNG: BAZNAS MAJALENGKA MANJAKAN PEZIARAH DENGAN PESONA WARUNG AMAL
MAJALENGKA Riuh rendah ribuan langkah kaki memadati jalanan Desa Kagok, Kecamatan Banjaran. Di bawah naungan langit Minggu (19/04/2026), sebuah tradisi agung yang telah melintasi lorong waktu kembali berdenyut. Tradisi Haolan, sebuah ritual sakral peninggalan Kerajaan Talaga Manggung, kembali memanggil ribuan jiwa dari seantero Pulau Jawa untuk bersimpuh di makam Sunan Wanaperih dan Sunan Cipager. Di tengah lautan manusia ini, sebuah oase kebaikan tegak berdiri memberikan pelayanan tulus bagi para musafir: "Warung Amal" BAZNAS Kabupaten Majalengka. Manajemen Responsif: Pantauan Digital & Kendali Lapangan Dibalik kesuksesan operasional Warung Amal, terdapat koordinasi yang matang. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., telah memastikan kesiapan teknis dengan meninjau langsung lokasi pada Sabtu malam. Meski pada hari pelaksanaan beliau harus menghadiri agenda penting lainnya, H. Agus Asri tetap memantau secara intensif melalui koordinasi WhatsApp demi memastikan pelayanan kepada jamaah tetap berjalan optimal. Di lokasi acara, kendali operasional diamanatkan kepada Ketua Pelaksana, Drs. Uuh Patulloh. Bersama Tim Media BAZNAS dan Relawan SaeBer (Satu Majalengka), tim berjibaku memastikan distribusi logistik—mulai dari kesegaran Air Lahang hingga kudapan tradisional—tersalurkan dengan tertib kepada ribuan peziarah yang memadati area. Kepulangan Para "Pituin" Banjaran ke Tanah Kelahiran Momen Haolan kali ini terasa sangat istimewa karena kehadiran para pucuk pimpinan daerah yang merupakan putra daerah asli (Pituin) Kecamatan Banjaran. Ibu Hj. Iim Maemunah (Istri Bupati) merupakan Pituin asli Desa Kagok. Bupati Majalengka, Drs. Eman Suherman, merupakan Pituin Desa Hegarmanah. Camat Banjaran, Abdul Hanan, S.Sos., M.M., juga merupakan putra daerah setempat. Kehadiran mereka di Warung Amal bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk silaturahmi hangat dengan warga sembari menikmati sajian hasil bumi lokal yang disajikan gratis oleh BAZNAS. Menelusuri Jejak Para Raja dan Ulama Tradisi Haolan adalah perjalanan spiritual menuju abad ke-16, menghormati Sunan Wanaperih (Raja Talaga Manggung) dan Syekh Sayid Faqih Ibrahim. "Dari 27 makam keramat di Kabupaten Majalengka, 4 di antaranya ada di Kecamatan Banjaran," ungkap Camat Abdul Hanan, menegankan potensi wisata religi yang luar biasa di wilayahnya. Zakat yang Menghidupkan Ekonomi dan Tradisi Sinergi antara BAZNAS dan kearifan lokal Desa Kagok memberikan dampak ekonomi yang nyata. Hasil tani warga seperti ubi jalar, bengkuang, hingga petai ludes diserbu peziarah. BAZNAS Majalengka membuktikan bahwa zakat hadir tidak hanya dalam bentuk santunan, tapi juga dalam penguatan budaya dan kesejahteraan umat. Mari Terus Berbagi Melalui BAZNAS Majalengka. Zakat Anda, Menjaga Tradisi, Memuliakan Umat. #BAZNASMajalengka #PituinBanjaran #RelawanSaeBer #SatuMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #HaolanDesaKagok #WisataReligiMajalengka #BudayaMajalengka #KecamatanBanjaran #WarungAmal #SinergiKebaikan
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Dampingi Bupati Ziarah Haolan Kagok, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Ulama-Umaro Melalui Warung Amal
Dampingi Bupati Ziarah Haolan Kagok, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Ulama-Umaro Melalui Warung Amal
MAJALENGKA Puncak tradisi tahunan Haolan di Desa Kagok, Kecamatan Banjaran, berlangsung khidmat dengan kehadiran jajaran pimpinan daerah dan tokoh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka memainkan peran strategis baik dalam pelayanan umat maupun pendampingan spiritual kenegaraan, Minggu (19/04/2026). Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., yang berhalangan hadir secara fisik karena agenda kedinasan lain, mengamanatkan kehadiran lembaga sepenuhnya kepada Kepala Pelaksana, Drs. Uuh Patulloh. Meski memantau secara digital via koordinasi intensif, H. Agus memastikan seluruh instrumen BAZNAS di lapangan bergerak optimal. Pendampingan Ziarah dan Nilai Sejarah Drs. Uuh Patulloh tampak hadir mendampingi Bupati Majalengka Drs. Eman Suherman dan Wakil Bupati dalam prosesi ziarah ke makam para tokoh penyebar Islam, Sunan Wanaperih (Arya Kikis) dan Syekh Sayid Faqih Ibrahim (Sunan Cipager). Pendampingan ini merupakan simbol sinergi antara Ulama dan Umaro dalam menghormati jejak sejarah perjuangan Islam di Bumi Talaga Manggung. Bupati Majalengka, Drs. Eman Suherman, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi yang dibangun oleh BAZNAS Majalengka di tengah masyarakat. "Tradisi Haolan ini adalah pengingat jati diri kita. Saya sangat mengapresiasi BAZNAS Majalengka yang tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi nyata memberikan pelayanan kepada ribuan peziarah melalui Warung Amal. Inilah wajah gotong royong yang sebenarnya antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat," ujar Bupati yang juga merupakan putra asli (pituin) Kecamatan Banjaran tersebut. Optimalisasi Warung Amal dan Relawan SaeBer Selain agenda protokoler ziarah, BAZNAS Majalengka bersama Relawan SaeBer Satu Majalengka dan Tim Media mengelola penuh operasional "Warung Amal". Fasilitas ini menyediakan berbagai kudapan tradisional dan air lahang gratis sebagai bentuk layanan bagi musafir yang datang dari penjuru Pulau Jawa. Kepala Pelaksana BAZNAS Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menjelaskan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam Haolan kali ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan untuk memastikan kehadiran lembaga di setiap momen penting umat. "Atas arahan Ketua BAZNAS, kami hadir di sini untuk memastikan pelayanan terbaik bagi para peziarah. Warung Amal ini adalah manifestasi dari kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS. Kami ingin para peziarah merasa nyaman dan terlayani dengan baik saat berkunjung ke wilayah keramat di Banjaran ini," tutur Drs. Uuh Patulloh di lokasi kegiatan. Kehadiran jajaran BAZNAS dalam Haolan Desa Kagok tahun 2026 ini kembali menegaskan posisi lembaga sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam menjaga kearifan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat melalui aksi nyata di lapangan. #BAZNASMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat #ZiarahHaolan #BudayaMajalengka #SinergiKebaikan
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Rasulullah dalam Efisiensi Energi: Langkah Kecil Menjaga Bumi dan Kemaslahatan Umat
Meneladani Rasulullah dalam Efisiensi Energi: Langkah Kecil Menjaga Bumi dan Kemaslahatan Umat
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah tantangan krisis energi global dan perubahan iklim yang kian nyata, nilai-nilai Islam hadir memberikan solusi konkret melalui gaya hidup sederhana dan hemat energi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali merefleksikan ajaran Rasulullah SAW terkait pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui penghematan sumber daya. Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah telah memberikan teladan dalam segala lini kehidupan, termasuk dalam penggunaan energi. Dalam konteks masa kini, pesan Nabi untuk mematikan lampu saat tidur bukan sekadar rutinitas menjelang istirahat, melainkan sebuah manifestasi dari prinsip efisiensi, keamanan, dan kepedulian lingkungan. Landasan Teologis: Hemat Energi adalah Sunnah Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara eksplisit mengarahkan umat untuk bertindak preventif di malam hari: "Matikanlah lampumu, kemudian sebutlah nama Allah. Ikatlah kantong air minummu, kemudian sebutlah nama Allah. Tutuplah bejanamu, kemudian sebutlah nama Allah..." (HR. Bukhari). Secara kontekstual, hadis ini mengajarkan kita untuk tidak membiarkan sumber daya (listrik dan alat elektronik di masa kini) terbuang sia-sia atau membahayakan lingkungan sekitar. Prinsip ini selaras dengan larangan berperilaku boros (tabdzir) sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam QS. Al-Isra [17]: 27, yang menyebutkan bahwa para pemboros adalah saudara setan. Pesan Waka III BAZNAS Majalengka Menanggapi hal tersebut, Embed Humed, M.Pd., Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kabupaten Majalengka, menyampaikan imbauannya kepada masyarakat dan seluruh jajaran amilin. Beliau menekankan bahwa kepatuhan terhadap ajaran agama tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan ekologi. "Menghemat energi adalah bentuk nyata dari rasa syukur kita atas nikmat Allah. Dengan tidak berlebihan dalam menggunakan listrik dan sumber daya lainnya, kita menjalankan sunnah sekaligus menjalankan fungsi pengelolaan keuangan yang bijak di tingkat rumah tangga maupun organisasi," ujar Embed Humed. Beliau juga menambahkan bahwa perilaku hemat energi selaras dengan semangat pelestarian alam yang merupakan titipan Sang Khaliq. Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-A'raf [7]: 31, Allah dengan tegas menyatakan ketidaksukaan-Nya terhadap segala sesuatu yang berlebihan (israf). Efek Domino: Keamanan dan Ekologi Implementasi hemat energi membawa manfaat yang bersifat multifaset. Selain menekan biaya pengeluaran, mematikan aliran listrik pada alat elektronik yang tidak digunakan secara signifikan mencegah risiko korsleting listrik yang memicu kebakaran. Hal ini merupakan bagian dari menjaga keselamatan jiwa dan harta benda (Hifdzun Nafs wa Mal). Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki pola konsumsi energi kita. Matikan lampu saat tidak diperlukan, cabut kabel elektronik yang menganggur, dan gunakan energi secukupnya. Langkah kecil kita hari ini adalah kontribusi nyata untuk menjaga bumi bagi generasi yang akan datang. #BAZNASMajalengka #HematEnergi #SunnahRasul #LestariAlam #ZakatTumbuhBermanfaat #IslamRamahLingkungan #EcoSyariah #MajalengkaLangkungSae
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memahami Makna Rabbul Alamin: Waka I BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Maknai Ketuhanan Melalui Harmoni Alam
Memahami Makna Rabbul Alamin: Waka I BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Maknai Ketuhanan Melalui Harmoni Alam
MAJALENGKA Menanamkan pemahaman tauhid sejak dini menjadi pondasi spiritual yang krusial dalam membentuk karakter generasi muda. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., saat memberikan ulasan mendalam mengenai konsep Rabbul Alamin dalam konteks kehidupan sehari-hari. Beliau memaparkan bahwa rasa ingin tahu anak-anak terhadap alam semesta, seperti saat melihat barisan semut yang bekerja sama, adalah gerbang intelektual untuk memahami tak terbatasnya kekuasaan Allah SWT. Menurutnya, istilah Rabbul Alamin menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya pemilik dan penguasa atas setiap jengkal keberadaan di alam semesta. Pesan Nabi Musa kepada Firaun sebagai Refleksi Dalam penjelasannya, H. Muhammad Ridwan merujuk pada dialog historis antara Nabi Musa AS dan Firaun yang diabadikan dalam Al-Qur’an (QS. Asy-Syu’ara: 23-28). Ketika Firaun dengan angkuh mempertanyakan siapa "Tuhan semesta alam", Nabi Musa menjawab dengan tegas bahwa Dialah Pencipta langit, bumi, serta penguasa timur dan barat. "Jawaban Nabi Musa ini mengajak kita menyadari bahwa kekuasaan Allah mencakup seluruh lini kehidupan, melintasi ruang dan waktu, hingga sejarah nenek moyang kita terdahulu," ujar H. Muhammad Ridwan. Universalitas Makna 'Alamin' Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa istilah "Alamin" tidak hanya terbatas pada dunia manusia dan jin semata. Makna tersebut mencakup seluruh ciptaan, mulai dari fauna, flora, hingga benda mati seperti batu dan bintang-bintang. "Dalam pandangan Islam, setiap entitas di alam ini, sekecil apa pun, berada dalam otoritas dan ketundukan mutlak kepada Allah SWT. Maka, ketika kita menyayangi hewan atau merawat tanaman, sejatinya kita sedang berinteraksi dengan sesama makhluk yang berada dalam asuhan kasih sayang Rabbul Alamin," tambahnya. Melalui edukasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap masyarakat dapat melihat dunia sebagai satu kesatuan besar yang saling bergantung kepada Sang Pencipta. Kesadaran ini diharapkan dapat memperkuat rasa syukur yang diwujudkan melalui semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. #BAZNAS #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #RabbulAlamin #Tauhid #ZakatPemberdayaan #Kemanusiaan #IslamRahmatanLilAlamin
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Sakinah di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Rawat Batin Melalui Ibadah dan Zakat
Menjemput Sakinah di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Rawat Batin Melalui Ibadah dan Zakat
MAJALENGKA Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang kian pesat, ketenangan batin menjadi "barang mewah" yang dicari oleh banyak orang. Fenomena kelelahan mental (mental fatigue) akibat paparan informasi tanpa henti dan budaya komparasi di media sosial kini menjadi tantangan nyata bagi masyarakat urban, termasuk di Kabupaten Majalengka. Menyikapi fenomena ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak umat Islam untuk kembali merefleksikan makna ketenangan sejati yang bersumber dari Al-Qur'an, khususnya sebagaimana yang termaktub dalam QS. Al-Fath ayat 4. Ketenangan: Antara Gaya Hidup dan Ketetapan Ilahi Banyak orang berupaya mengisi "ruang kosong" dalam jiwa dengan cara plesir keliling kota, berwisata ke luar negeri, hingga konsumerisme. Namun, seringkali cara tersebut hanyalah pelarian sesaat. Gemerlap dunia justru kerap melahirkan keinginan baru yang tak berujung, bukannya ketenangan. Dalam QS. Al-Fath ayat 4, Allah SWT berfirman: “Dialah yang telah menurunkan ketenangan (sakinah) ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka...” Menukil tafsir dari Abu Ja’far Ibn Jarir Ath-Thabari, As-Sakinah dimaknai sebagai ayat-ayat atau perkataan yang mampu menenangkan jiwa. Sementara Wahbah al-Zuhaily dalam Tafsir al-Munir menjelaskan bahwa ketenangan ini merupakan wasilah bagi bertambahnya keimanan seseorang secara bertahap. Maintenance Batin Melalui Syariat Ketenangan bukan berarti terbebas dari masalah atau hidup tanpa tekanan. Sebaliknya, sakinah adalah ketangguhan jiwa dalam menghadapi badai kehidupan. BAZNAS Majalengka menekankan bahwa "perawatan" (maintenance) batin terbaik adalah dengan memperkuat koneksi kepada Sang Pencipta melalui ibadah wajib dan sunnah. "Seringkali kita mencari pelarian dengan scrolling media sosial untuk melepas penat. Namun bukannya tenang, kita justru terdistraksi. Berbeda dengan membaca Al-Qur’an atau menunaikan kewajiban seperti zakat dan sedekah. Meski hanya memakan waktu singkat, dampaknya terhadap kejernihan hati bisa dirasakan sepanjang hari," ungkap perwakilan BAZNAS Majalengka. Proses Bertahap Menuju Iman yang Kokoh Sebagaimana dakwah Rasulullah SAW yang menanamkan Tauhid terlebih dahulu sebelum turunnya perintah Shalat, Zakat, dan Haji, maka peningkatan iman pun memerlukan proses. Melaksanakan zakat, misalnya, bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan bagian dari proses pensucian diri yang mendatangkan ketenangan karena telah berbagi beban dengan sesama. Melalui momentum ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh Muzaki dan Mustahik untuk mulai merawat batin dengan menjalankan apa yang Allah wajibkan. Ketenangan sejati akan hadir saat kita mampu menyelaraskan aktivitas duniawi dengan pengabdian ukhrawi. Mari jemput ketenanganmu dengan berbagi. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk menebar kemaslahatan yang lebih luas. Wallahu A’lam. #BAZNASMajalengka #KetenanganHati #Sakinah #ZakatMensejahterakan #MajalengkaLangkungSae #MentalHealthIslamicView #LiterasiZakat #AlQuranHidayah
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menata Hati dalam Ikhtiar: Rezeki Takkan Tertukar, Jemputlah dengan Cara yang Benar
Menata Hati dalam Ikhtiar: Rezeki Takkan Tertukar, Jemputlah dengan Cara yang Benar
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah hiruk-pikuk tuntutan ekonomi modern, manusia sering kali terjebak dalam ritme hidup yang melelahkan. Ibarat seekor tikus yang berlari kencang di atas roda putar; kaki melangkah cepat, napas tersengal, namun posisi tetap di tempat semula. Fenomena ini menjadi refleksi mendalam bagi kita semua: benarkah rezeki semata-mata hasil linear dari kecepatan usaha pribadi? Dunia sering kali menyuguhkan anomali. Ada individu yang bekerja keras memeras keringat namun hasilnya sekadar penyambung nyawa. Di sisi lain, ada yang tampak lebih tenang, namun pintu-pintu kemudahan terbuka lebar baginya. Hal ini membawa kita pada satu pertanyaan fundamental: apakah kita yang mengejar rezeki, atau justru rezeki yang sedang mengejar kita? Kepastian Rezeki dalam Perspektif Nubuwah Dalam literatur klasik Hilyatul Auliy?’ dan Shah?h al-J?’mi’, Rasulullah SAW memberikan sebuah perumpamaan yang mendobrak logika materialis: “Seandainya anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan menjemputnya sebagaimana kematian itu menjemputnya.” Pesan ini menegaskan bahwa rezeki bukanlah barang diskon di toko daring yang akan ludes jika kita terlambat mengklik. Rezeki adalah janji Sang Pencipta yang telah tertulis bahkan sebelum kita mengenal angka. Sahabat Ali bin Abi Thalib RA pun mempertegas bahwa rezeki memiliki dua wajah: rezeki yang kita cari, dan rezeki yang mencari kita. Strategi "Memantaskan Diri" dan Etika Ajmilu fit-Thalab Islam tidak mengajarkan umatnya untuk berpangku tangan. Namun, Islam mengubah orientasi bekerja dari sekadar "mendapatkan" menjadi bentuk "penghambaan". Bekerja adalah etika hidup dan bagian dari ibadah. Rasulullah SAW dalam Sunan Ibnu Majah mengingatkan tentang konsep Ajmilu fit-Thalab (memperbagus cara mencari rezeki): “Bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki... ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram.” Seorang mukmin yang memiliki keyakinan kokoh bahwa jatahnya tidak akan tertukar, akan tampil sebagai pribadi yang elegan. Ia tidak merasa perlu menyikut rekan kerja, menjilat atasan, atau menabrak batasan syariat demi tumpukan saldo di rekening. Ketenangan batin inilah yang menjadi modal utama produktivitas yang berkah. Empat Fondasi Ketenangan Hatim al-Asham Keindahan iman dalam menjemput rezeki pernah dipraktikkan secara presisi oleh ulama besar Hatim al-Asham. Ia membangun "bangunan mental" hidupnya di atas empat fondasi: Keyakinan bahwa rezekinya tidak akan dimakan orang lain, sehingga hatinya tenang. Kesadaran bahwa amalnya tidak bisa digantikan orang lain, sehingga ia sibuk beribadah. Kewaspadaan akan kematian yang datang tiba-tiba. Rasa Malu kepada Allah karena merasa selalu dalam pengawasan-Nya. Penutup: Seni Menyeimbangkan Langkah dan Sandaran Hati Hidup adalah tentang seni menyeimbangkan antara kaki yang melangkah dan hati yang bersandar. Menjadi kaya atau memiliki karier cemerlang bukanlah sebuah larangan. Namun, jangan sampai pengejaran materi membuat kita lupa akan hakikat sebagai hamba. Rezeki hanyalah bekal perjalanan, bukan tujuan akhir. Dengan menata ulang niat dan mengedepankan keberkahan (zakat, infak, dan sedekah), kita akan sampai pada level kesadaran yang memerdekakan: bahwa saat kita berjalan menuju Allah dengan martabat, rezeki itulah yang akan berlari mengejar kita. Wall?hu a’lam bi ash-Shaw?b. Editor: Media Center BAZNAS Majalengka Tagar: #BAZNASMajalengka #KajianIslam #RezekiBerkah #HikmahPagi #ZakatTandaTaat #MajalengkaLangkungSae
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya?
Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya?
Tentu, ini adalah draf berita menarik yang disusun khusus untuk gaya penulisan website resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka, dengan menggabungkan esensi religius dan edukasi publik. Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya? MAJALENGKA, BAZNAS – Pernahkah kita melihat seseorang yang hidupnya tampak begitu sempurna secara materi? Bisnisnya selalu untung, kariernya melesat tanpa hambatan, dan hartanya melimpah ruah, namun di sisi lain ia terang-terangan meninggalkan shalat, gemar bermaksiat, dan jauh dari nilai-nilai agama. Fenomena ini sering kali menimbulkan pertanyaan di kalangan awam: mengapa mereka yang membangkang justru hidupnya terlihat lebih nyaman? Bukan Kemuliaan, Melainkan Jebakan Halus Menyikapi hal ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru merasa iri atau menganggap Allah tidak adil. Apa yang dialami orang tersebut bukanlah sebuah bentuk kemuliaan, melainkan sebuah jebakan halus yang mematikan yang disebut dengan Istidr?j. Secara terminologi, dalam kitab al-Tafs?r al-Bas?th, Istidr?j bermakna menurunkan seseorang sedikit demi sedikit hingga sampai pada titik kebinasaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 44: "Maka, ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu segala sesuatu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba..." Tiga Jebakan yang Sering Tidak Disadari Para Salafush Shalih mengingatkan adanya tiga hal yang seringkali menipu manusia sehingga mereka merasa "aman" dalam kemaksiatan: Nikmat yang Terus Mengalir: Merasa rezeki lancar adalah tanda rida Allah, padahal itu adalah cara Allah membiarkan hamba-Nya semakin jauh. Aib yang Tertutupi: Merasa tidak berdosa karena kesalahan-kesalahannya tidak diketahui orang lain. Pujian Manusia: Terlena dengan sanjungan publik padahal kondisi batinnya keropos. Rezeki Berkah vs Rezeki Istidr?j Indikator utama sebuah rezeki dikatakan berkah adalah jika rezeki tersebut mendekatkan kita kepada Allah SWT. Sebaliknya, rezeki yang justru membuat seseorang semakin sombong, kikir, dan jauh dari ibadah adalah Istidr?j yang harus segera disadari sebelum maut menjemput secara tiba-tiba. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada siapa pun, baik yang dicintai maupun tidak, namun iman hanya diberikan kepada mereka yang dicintai-Nya." (HR. Ahmad & Tirmidzi). Muhasabah dan Zakat sebagai Penawar Melalui edukasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa mengingatkan para Muzaki dan seluruh umat Muslim untuk selalu bermuhasabah. Salah satu cara membentengi harta dari sifat Istidr?j adalah dengan mensucikannya melalui Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Dengan berzakat, kita mengakui bahwa ada hak orang lain dalam harta kita, sekaligus menjadi bukti bahwa dunia bukanlah tujuan utama, melainkan sarana untuk meraih rida-Nya. Mari kita berdoa sebagaimana doa Umar bin Khattab RA: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menjadi orang yang ditarik secara bertahap ke dalam kebinasaan (Istidr?j).” Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk pilihan praktis, aman, dan tepat sasaran. #BAZNASMajalengka #ZakatTandaCinta #EdukasiIslami #Istidraj #MuhasabahDiri #MajalengkaLangkungSae #HartaBerkah
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Dunia Tempat Beramal, Akhirat Tempat Beristirahat: Menjemput Istirahat Hakiki Melalui Lelah yang Berkah
Dunia Tempat Beramal, Akhirat Tempat Beristirahat: Menjemput Istirahat Hakiki Melalui Lelah yang Berkah
MAJALENGKA Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering kali membuat manusia terjebak dalam perlombaan mengumpulkan materi demi kenyamanan sesaat, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk merenungi kembali hakikat pengabdian dan tujuan hidup yang sebenarnya. Seringkali kita bermimpi membangun rumah megah, kendaraan mewah, dan masa pensiun yang tenang sebagai puncak dari "istirahat". Namun, benarkah ada istirahat yang tuntas di atas bumi ini? Belajar dari Jawaban Imam Ahmad bin Hanbal Menilik sejarah para Salafus Shalih, terdapat sebuah kisah masyhur dalam kitab Al-J?mi’ li Ul?m Al-Im?m Ahmad. Seorang lelaki menempuh perjalanan berbulan-bulan dari Khurasan hanya untuk bertanya satu hal kepada Imam Ahmad bin Hanbal: "Kapan seorang hamba merasakan manisnya istirahat?" Sang pejuang Sunnah tersebut menjawab dengan kalimat yang menggetarkan: “Pada saat langkah kaki pertama menapak di Surga.” Jawaban ini menegaskan bahwa dunia bukanlah tempat untuk bersantai dalam waktu lama, melainkan medan ujian. Selama nyawa dikandung badan, ujian akan terus menyapa. Istirahat yang sesungguhnya bukanlah di atas kasur yang empuk, melainkan saat kita telah aman dari huru-hara hari kiamat. Logika Terbalik: Lelah yang Membuahkan Nikmat Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Mift?h D?ri as-Sa’?dah menjelaskan sebuah kaidah universal: “Kenikmatan tidak akan didapatkan dengan bersantai-santai.” Barangsiapa yang terlalu memanjakan diri dengan kenyamanan dunia, ia berisiko kehilangan kenyamanan abadi di akhirat. BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang bahwa lelah dalam berzakat, lelah dalam bersedekah, dan lelah dalam membantu sesama adalah bentuk "investasi" kelelahan yang cerdas. Sebagaimana pesan Khalid bin Walid RA saat bertempur di Syam: "Wahai Dhirar, istirahat itu di surga esok hari." Menjadikan Lelah Sebagai Ibadah Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa setiap peluh yang keluar dalam rangka menjalankan perintah Allah—termasuk menunaikan kewajiban Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS)—adalah langkah nyata menuju pintu surga. "Dunia adalah jembatan, bukan tujuan. Jika hari ini kita merasa lelah memikul amanah atau merasa berat dalam menyisihkan harta untuk kaum dhuafa, tersenyumlah. Karena orang beriman memang tidak diciptakan untuk beristirahat di sini," ungkap beliau. Mari jadikan sisa usia kita sebagai masa "tanam" yang produktif. Teruslah berjalan di jembatan dunia ini, menebar manfaat bagi sesama di Majalengka, hingga kelak kaki kita benar-benar menapak di tanah surga—tempat di mana kata "lelah" resmi dihapus dari kamus kehidupan kita untuk selamanya. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk membantu saudara kita yang membutuhkan dan menjemput keberkahan di akhirat. #BAZNASMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #LelahMenjadiLillah #MutiaraHikmah #ZakatTandaCinta #MajalengkaLangkungsae
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Manajemen Lisan di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Terapkan Filter Spiritual Ibrahim bin Adham
Manajemen Lisan di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Terapkan Filter Spiritual Ibrahim bin Adham
MAJALENGKA – Di tengah derasnya arus informasi dan hiruk-pikuk komentar di media sosial, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk kembali merefleksikan pentingnya menjaga lisan. Hal ini merujuk pada pemikiran mendalam ulama besar, Ibrahim bin Adham Rahimahullah, yang membagi klasifikasi ucapan manusia ke dalam empat kategori sebagai filter spiritual dalam berinteraksi. Ibrahim bin Adham, sebagaimana tercatat dalam kitab “Ash-Shamt wa ?d?bu al-Lis?n”, menekankan bahwa manajemen kata-kata bukan sekadar etika berkomunikasi, melainkan benteng keselamatan di dunia dan akhirat. Empat Kategori Ucapan: Filter Sebelum Berbicara Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui pesan edukasi dakwahnya, menggarisbawahi empat pembagian ucapan yang menjadi standar bagi seorang Muslim: Bermanfaat Namun Berisiko: Ucapan yang tampak baik namun berpotensi memicu fitnah atau kerusakan. Sesuai kaidah fikih Dar’ul maf?sid muqaddamun ‘ala jalbil mash?lih, diam jauh lebih utama untuk menghindari kerusakan yang lebih besar. Obrolan Kosong (Laghwu): Ucapan yang tidak mendatangkan dosa namun nihil pahala. Menghindari hal ini merupakan tanda sempurnanya Islam seseorang, sekaligus menghemat energi fisik dan mental. Berbahaya dan Tanpa Manfaat: Inilah zona merah yang mencakup ghibah, dusta, dan adu domba. Kategori ini adalah penyebab utama tergelincirnya manusia ke dalam api neraka. Bermanfaat dan Aman: Inilah "lampu hijau" bagi setiap mukmin. Ucapan berupa dzikir, ilmu, nasihat, dan kata-kata santun yang diibaratkan seperti pohon yang akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit. Urgensi Menjaga Lisan dalam Pengelolaan Zakat Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, prinsip Qaulan Sad?dan (perkataan yang benar, jujur, dan tepat) adalah pilar utama dalam pelayanan. Integritas dalam bertutur kata menjadi cermin transparansi lembaga dalam mengelola dana umat. "Realitas hari ini menunjukkan bahwa sebagian besar ucapan manusia terjebak pada hal yang sia-sia atau bahkan merusak. Kita diajak untuk menjadi pribadi yang 'hemat' bicara namun kaya akan manfaat. Diamnya seorang mukmin haruslah berpikir, dan bicaranya haruslah dzikir serta maslahat," ungkap perwakilan BAZNAS Majalengka. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk karakter masyarakat Majalengka yang lebih bijak di ruang digital, selaras dengan semangat perintah Nabi SAW: "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." Tentang BAZNAS Majalengka: BAZNAS Kabupaten Majalengka adalah lembaga pemerintah non-struktural yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan transparan untuk kesejahteraan masyarakat Majalengka. #BAZNASMajalengka #ManajemenLisan #DakwahDigital #EtikaMuslim #ZakatMensejahterakan #MajalengkaLangkungSae #IbrahimBinAdham #AdabBerbicara #QaulanSadidan
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memuliakan Para Sahabat Nabi: Fondasi Keimanan dan Pilar Peradaban Islam
Memuliakan Para Sahabat Nabi: Fondasi Keimanan dan Pilar Peradaban Islam
MAJALENGKA, BAZNAS – Memahami sejarah Islam tidak dapat dilepaskan dari peran vital para Sahabat Rasulullah ?. Sebagai generasi terbaik (Khairu Ummah), para sahabat merupakan jembatan sampainya risalah Islam kepada umat manusia hingga hari ini. Menghormati mereka bukan sekadar masalah sejarah, melainkan bagian integral dari akidah Ahlusunnah wal Jamaah. Generasi Emas Pilihan Allah Para sahabat adalah manusia biasa yang tidak maksum, namun kemuliaan amal dan pengorbanan mereka jauh melampaui kesalahan yang mungkin dilakukan. Rasulullah ? memberikan testimoni langsung atas keutamaan mereka melalui sabdanya: “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian yang setelahnya, lalu yang setelahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Kesaksian ini dikukuhkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, khususnya bagi mereka yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa besar seperti Bai'atur Ridwan: ?????? ?????? ??????? ???? ?????????????? ???? ?????????????? ?????? ???????????... “Sungguh, Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon...” (QS. Al-Fath: 18). Kedudukan Sahabat dalam Timbangan Syariat Secara terminologi, Sahabat adalah mereka yang bertemu Nabi ? dalam keadaan beriman dan wafat dalam keadaan Muslim. Mereka adalah representasi utama aqidah Islam. Mengingkari atau membenci sahabat, seperti yang dilakukan oleh ideologi Syiah Rafidhah, pada hakikatnya adalah meragukan otentitas agama itu sendiri. Sebab, merekalah yang meriwayatkan Al-Qur'an dan Hadist. Jika perantaranya dicela, maka kredibilitas pesan yang dibawa pun ikut terancam. Rasulullah ? memberikan peringatan keras terkait hal ini: “Sesungguhnya Allah memilihku dan memilihkan bagiku para sahabat... Maka siapa yang mencela mereka, atasnya laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia.” (HR. At-Tabrani dan Al-Hakim). Harmoni Ahlul Bait dan Para Sahabat Terdapat narasi menyesatkan yang mencoba membenturkan antara keluarga Nabi (Ahlul Bait) dengan para Sahabat (khususnya Abu Bakar, Umar, dan Utsman). Namun, fakta sejarah mencatat keharmonisan yang luar biasa. Ali bin Abi Thalib RA sendiri mengakui keutamaan Abu Bakar dan Umar di atas dirinya. Beliau bahkan menamai putra-putranya dengan nama Abu Bakar, Umar, dan Utsman sebagai bentuk penghormatan. Hubungan kekeluargaan pun terjalin erat, salah satunya melalui pernikahan putri Ali RA, Ummu Kultsum, dengan Umar bin Khattab RA. Meneladani Kesahajaan dan Heroisme Bagi umat Islam saat ini, para sahabat adalah "menara terang" dalam pemahaman kebenaran, kesungguhan ibadah, dan kemuliaan akhlak. Sifat kedermawanan kaum Muhajirin dan Anshar dalam membangun fondasi ekonomi dan sosial di Madinah menjadi inspirasi utama bagi lembaga seperti BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah demi kemaslahatan umat. Imam at-Tahawi dalam kitab aqidahnya menegaskan sikap seorang Muslim sejati: "Kami cinta kepada sahabat-sahabat Rasulullah ?, namun kami tidak berlebih-lebihan dalam cinta kepada seorang pun di antara mereka, dan juga tidak berlepas diri dari seorang pun dari mereka. Kami benci kepada yang membenci mereka." Kesimpulan Mencintai sahabat adalah bagian dari iman, sementara membenci mereka adalah ciri nifak (kemunafikan). Sejarah mencatat bahwa syaitan lari dari Umar bin Khattab baik saat beliau hidup maupun setelah wafatnya. Semoga kita senantiasa termasuk golongan yang mengikuti jejak mulia para sahabat dengan ihsan hingga hari kiamat. Wallahu A’lam bi shawab. #BAZNAS #Majalengka #ZakatCerdas #SahabatNabi #AhlusunnahWalJamaah #SejarahIslam #PilarPeradaban #IslamKaffah
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Refleksi Dakwah dan Kemanusiaan: Antara Kesunyian Merintis dan Ujian Keberhasilan
Refleksi Dakwah dan Kemanusiaan: Antara Kesunyian Merintis dan Ujian Keberhasilan
MAJALENGKA, BAZNAS – Perjalanan dakwah dan pengabdian umat bukanlah sekadar rutinitas menyampaikan kebenaran, melainkan sebuah "perjalanan rasa" yang menguji keteguhan hati. Dalam dinamika perjuangan para penggerak zakat dan dai di lapangan, terdapat dua fase krusial yang menentukan kualitas pengabdian: kenikmatan dalam merintis di tengah kesunyian dan tantangan menjaga niat di puncak keberhasilan. Fase Merintis: Menanam di Tanah Kering Merintis dakwah seringkali menjadi fase yang paling sepi. Seorang pejuang umat kerap dihadapkan pada penolakan, kurangnya minat masyarakat, hingga keterbatasan fasilitas. Namun, di balik segala kesulitan tersebut, terdapat nilai keikhlasan yang murni. Dalam perspektif syariat, Allah SWT menegaskan bahwa setiap kebaikan tidak akan pernah sia-sia. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. At-Taubah: 120: “Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” Para ulama menekankan bahwa nilai sebuah amal tidak diukur dari besarnya hasil yang terlihat secara kasat mata, melainkan pada lurusnya niat. Fase merintis adalah masa di mana ketergantungan kepada Allah mencapai titik tertinggi karena tidak adanya pujian maupun pengakuan dari manusia. Ujian di Balik Keberhasilan Seiring berjalannya waktu, ketekunan biasanya membuahkan hasil. Dakwah mulai diterima, program-program kemanusiaan mulai berdampak, dan dukungan masyarakat mengalir deras. Namun, fase keberhasilan ini justru membawa ujian yang lebih halus, yakni ujian keikhlasan. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam berbagai kesempatan sering mengingatkan bahwa saat keberhasilan datang, potensi tumbuhnya sifat riya dan ujub menjadi ancaman nyata. Rasulullah ? bersabda: “Barang siapa beramal agar didengar orang lain, Allah akan memperdengarkan (aibnya). Dan barang siapa beramal karena riya, Allah akan menampakkan (niatnya).” (HR. Bukhari dan Muslim). Keberhasilan menuntut kerendahhatian yang lebih besar untuk mengakui bahwa segala capaian adalah murni karunia Allah SWT, bukan semata-mata hasil usaha manusia. Fokus pada Proses, Bukan Sekadar Hasil Satu hal yang perlu disadari oleh setiap penggiat kemanusiaan dan dakwah adalah bahwa tidak semua penanam akan menyaksikan masa panen. Sejarah para nabi telah membuktikan bahwa tugas utama seorang hamba hanyalah menyampaikan dan berupaya, sementara hasil adalah hak prerogatif Sang Pencipta. Hal ini termaktub dalam QS. Ar-Ra’ad: 40: “Sesungguhnya kewajibanmu hanyalah menyampaikan, dan Kamilah yang akan menghisab.” BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen untuk menjalankan amanah umat dengan semangat konsistensi, baik dalam situasi sulit saat merintis program maupun saat mengelola keberhasilan zakat yang memberikan manfaat luas. Karena pada akhirnya, lebih baik berjalan di jalan yang sepi namun bersama Allah, daripada berada di keramaian namun kehilangan kehadiran-Nya. Semoga setiap langkah perjuangan dalam menebar kebaikan di Bumi Sindangkasih ini senantiasa dibimbing oleh keikhlasan dan kesabaran yang tak terputus. #BAZNASMajalengka #DakwahKemanusiaan #ZakatTumbuhBermanfaat #RefleksiDiri #MajalengkaLangkungSae #ZakatNasional #PilarDakwah
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Pererat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Hadiri Halal Bihalal dan Pelepasan Jamaah Haji PGRI
Pererat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Hadiri Halal Bihalal dan Pelepasan Jamaah Haji PGRI
MAJALENGKA Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., menghadiri acara Halal Bihalal sekaligus Pelepasan Jamaah Calon Haji Keluarga Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Majalengka. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Aula PGRI Majalengka pada pukul 08.30 WIB, Sabtu (18/04). Acara ini menjadi momentum penguatan sinergi antara BAZNAS dan sektor pendidikan, khususnya para tenaga pendidik yang tergabung dalam PGRI. Selain merayakan Idul Fitri dalam bingkai Halal Bihalal, agenda utama lainnya adalah memberikan doa restu serta pembekalan spiritual bagi para guru yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini. Dalam kesempatan tersebut, H. Idi Purnama menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para guru yang selama ini menjadi mitra strategis BAZNAS dalam menggerakkan kesadaran berzakat di lingkungan pendidikan. Beliau juga menitipkan pesan menyentuh bagi para jamaah calon haji. "Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan doa terbaik bagi bapak/ibu guru yang terpilih menjadi tamu Allah tahun ini. Semoga perjalanan ibadah haji ini berjalan lancar, diberikan kesehatan yang prima, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur serta mabrurah," ujar H. Idi Purnama di sela-sela acara. Lebih lanjut, beliau berharap agar semangat ibadah haji ini membawa keberkahan bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka. "Semoga doa-doa yang dipanjatkan di tempat-tempat mustajab nanti juga mengalir untuk keberkahan Kabupaten Majalengka, agar masyarakatnya semakin sejahtera dan religius sejalan dengan semangat zakat yang kita gelorakan bersama," tambahnya. Kehadiran perwakilan pimpinan BAZNAS dalam acara ini menegaskan komitmen lembaga untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menjaga silaturahmi dengan berbagai elemen organisasi profesi demi kemaslahatan umat. #BAZNASMajalengka #PGRIMajalengka #Haji2026 #HalalBihalal #ZakatMensejahterakanUmat #MajalengkaLangkungSae #KabarBAZNAS
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS RI Alokasikan 10 Persen Kurban 2026 untuk Wilayah Bencana Sumatra, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Distribusi
BAZNAS RI Alokasikan 10 Persen Kurban 2026 untuk Wilayah Bencana Sumatra, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Distribusi
JAKARTA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan program "Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026". Dalam kebijakan terbaru tahun ini, BAZNAS menginstruksikan alokasi khusus sebesar 10 persen dari total perolehan kurban nasional untuk didistribusikan ke wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra, meliputi Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Deputi II BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai wujud nyata keadilan distribusi zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya dalam momen Iduladha 1447 H. "Visi kita adalah mewujudkan keadilan distribusi dan mengurangi ketimpangan antara daerah perkotaan dengan wilayah terpencil maupun terdampak bencana. Skema ini memastikan manfaat kurban tidak hanya menumpuk di kota besar," ujar Imdadun dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/4/2026). Indikator Distribusi dan Pemberdayaan Desa Penyusunan alokasi kurban tahun ini didasarkan pada kajian internal yang ketat dengan mempertimbangkan beberapa indikator utama: Populasi dan Tingkat Kemiskinan: Memastikan daging kurban menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Ketersediaan Hewan Lokal: Mengutamakan pengadaan dari peternak di wilayah setempat. Afirmasi Wilayah: Fokus pada daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) serta wilayah terdampak bencana alam. Selain distribusi daging, program ini juga menggerakkan 42 Balai Ternak BAZNAS di seluruh Indonesia. Langkah ini bertujuan memberdayakan peternak mustahik (penerima manfaat) agar mendapatkan keuntungan ekonomi langsung dari momentum kurban. Komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka Menanggapi arahan pusat, BAZNAS Kabupaten Majalengka turut menyatakan kesiapannya dalam menyukseskan program kurban tahun 2026. Sinergi antara BAZNAS daerah dan pusat diharapkan dapat memastikan bahwa warga Majalengka yang ingin berkurban melalui BAZNAS dapat berkontribusi dalam program kemanusiaan nasional maupun pemberdayaan peternak lokal di Jawa Barat. Ketua BAZNAS RI senantiasa menekankan pentingnya akuntabilitas. Oleh karena itu, seluruh proses mulai dari penghimpunan, penyembelihan, hingga distribusi akan dikoordinasikan secara transparan melalui rapat teknis nasional dan dilaporkan secara terbuka kepada publik. Dengan mengusung semangat "Kurban Berkah Berdayakan Desa", BAZNAS mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi kesejahteraan umat di tahun 2026 ini. #BAZNAS #Kurban2026 #KurbanBerkahBerdayakanDesa #Majalengka #ZakatMensejahterakanUmat #Kemanusiaan #SumatraBangkit #IdulAdha1447H
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perluas Jangkauan, BAZNAS RI Fasilitasi Penyaluran Kurban 2026 hingga ke Palestina dan Wilayah Bencana
Perluas Jangkauan, BAZNAS RI Fasilitasi Penyaluran Kurban 2026 hingga ke Palestina dan Wilayah Bencana
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026. Program tahun ini dirancang secara strategis tidak hanya sebagai bentuk pemenuhan ibadah spiritual, tetapi juga sebagai instrumen kemanusiaan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang paling membutuhkan, termasuk lokasi bencana di Indonesia hingga ke Palestina. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menjelaskan bahwa distribusi kurban tahun ini akan difokuskan untuk memecah ketimpangan stok daging antara kota besar dengan daerah terpencil. “Kami telah menetapkan persentase pendistribusian berdasarkan kajian mendalam, khususnya untuk daerah miskin, terpinggirkan, dan wilayah yang tengah dilanda bencana,” ujar Sodik dalam keterangannya, Sabtu (18/4). Alokasi Khusus Wilayah Bencana dan Palestina Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi terkini di tanah air, BAZNAS mengalokasikan 10 persen dari total perolehan kurban khusus untuk wilayah bencana. Secara terperinci, alokasi tersebut disalurkan ke: Aceh: 3% Sumatera Utara: 5% Sumatera Barat: 2% Selain di dalam negeri, BAZNAS kembali membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menyalurkan kurban ke Palestina. Langkah ini merupakan komitmen nyata dalam membantu warga yang terdampak konflik dan krisis pangan global. Pendistribusian akan dilakukan dalam bentuk daging segar maupun daging olahan melalui kerja sama dengan mitra internasional tepercaya. Pemberdayaan Peternak Lokal Deputi II BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menekankan bahwa aspek kualitas dan dampak ekonomi menjadi prioritas utama. Hewan kurban dipastikan berasal dari 42 Balai Ternak binaan BAZNAS serta mitra peternak rumahan yang tersebar di seluruh Indonesia. "Dengan skema ini, dana kurban yang ditunaikan melalui BAZNAS memiliki dampak ganda (double impact). Selain membahagiakan mustahik di daerah pelosok dan minoritas, program ini juga menggerakkan roda ekonomi peternak kecil di desa-desa," pungkas Imdadun. Bagi masyarakat Kabupaten Majalengka yang ingin turut serta dalam program kurban berskala nasional dan internasional ini, dapat menghubungi kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka atau melalui kanal digital resmi yang tersedia. #BAZNAS #KurbanBerdayakanDesa #KurbanPalestina #Kemanusiaan #ZakatPilihanPertama #BAZNASMajalengka #PemberdayaanEkonomi
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Harlah ke-66 PMII: BAZNAS Majalengka Apresiasi Dedikasi Mencetak Kader Intelektual Bangsa
Harlah ke-66 PMII: BAZNAS Majalengka Apresiasi Dedikasi Mencetak Kader Intelektual Bangsa
MAJALENGKA – Keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka secara resmi menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-66 kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Momentum bersejarah ini menjadi simbol refleksi atas kontribusi besar organisasi mahasiswa tersebut bagi kemajuan umat dan bangsa. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa usia 66 tahun merupakan bukti ketangguhan PMII dalam melintasi berbagai dinamika zaman. PMII dinilai bukan sekadar organisasi kemahasiswaan, melainkan kawah candradimuka yang berhasil melahirkan pemimpin-pemimpin intelektual yang berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. "Enam puluh enam tahun adalah jejak panjang perjuangan. Kami melihat PMII secara konsisten mencetak kader-kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas serta akhlakul karimah yang kuat dalam mengabdi kepada masyarakat," ungkap pihak BAZNAS Majalengka. Sinergi untuk Indonesia Sejahtera Sebagai lembaga yang bergerak dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap PMII dapat terus bersinergi dalam menghadirkan solusi bagi permasalahan sosial di Indonesia. Semangat "Aksi Nyata PMII untuk Indonesia" sejalan dengan visi BAZNAS dalam menyejahterakan umat dan mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan. Diharapkan ke depannya, PMII terus menjadi garda terdepan dalam: Menguatkan nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran (Rahmatan lil 'Alamin). Menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat melalui berbagai inovasi gerakan. Berkontribusi aktif dalam pengawalan kebijakan pembangunan demi Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. Perayaan Harlah ke-66 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi seluruh kader PMII, khususnya di wilayah Kabupaten Majalengka, untuk tetap konsisten dalam jalur perjuangan intelektual dan pengabdian tanpa batas. #HarlahPMII66 #BaznasMajalengka #PMIIUntukIndonesia #BaznasMulia #MahasiswaIslam #AksiNyata #MajalengkaLangkungSae
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Hadiri Halal Bihalal Majelis Alkisa di STIT Tihamah
Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Hadiri Halal Bihalal Majelis Alkisa di STIT Tihamah
MAJA – Perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, Asep Saeful Milah, M.Pd., menghadiri undangan silaturahmi dan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Majelis Alkisa Majalengka pada Sabtu (18/04/2026). Kegiatan yang dimulai pada pukul 14.00 WIB ini berlangsung khidmat di Komplek Pusat Studi Mahasiswa STIT Tihamah, Blok Salamanggu, Desa Maja Selatan, Kecamatan Maja. Acara ini menjadi istimewa dengan kehadiran Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., jajaran unsur Forkopimda, serta para tokoh ulama terkemuka di Kabupaten Majalengka. Sinergi Pemerintah, Ulama, dan Lembaga Zakat Kehadiran Bupati dan unsur Forkopimda menunjukkan besarnya dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan syiar Islam dan penguatan ukhuwah di wilayah Maja. Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan lembaga seperti BAZNAS untuk membangun masyarakat yang harmonis. Asep Saeful Milah, M.Pd., selaku perwakilan BAZNAS Majalengka, menyampaikan bahwa momentum Halal Bihalal ini sangat tepat untuk mempererat koordinasi dalam menjalankan program-program kemaslahatan umat. "Kehadiran Bapak Bupati dan para ulama di tengah-tengah kita memberikan semangat baru bagi BAZNAS untuk terus bersinergi dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah demi kesejahteraan masyarakat Majalengka," ujar Asep di sela-sela acara. Membangun Kemandirian Mahasiswa Acara yang dipusatkan di STIT Tihamah ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi civitas akademika dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta keselarasan antara pembinaan spiritual di majelis taklim dengan pendidikan akademik di perguruan tinggi. Kegiatan ditutup dengan musafahah (bersalam-salaman) dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh ulama setempat, menandai semangat kebersamaan untuk membangun daerah yang lebih baik. Tagar: #BAZNASMajalengka #HalalBihalal2026 #MajelisAlkisa #STITTihamah #MajaSelatan #ZakatTumbuhBermanfaat #SilaturahmiUmmat #EmanSuherman #MajalengkaLangkungSae
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Sambut Ribuan Peziarah Haulan Desa Kagok, Ketua BAZNAS Majalengka Tinjau Persiapan "Warung Amal"
Sambut Ribuan Peziarah Haulan Desa Kagok, Ketua BAZNAS Majalengka Tinjau Persiapan "Warung Amal"
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka turut mengambil peran dalam menyemarakkan tradisi tahunan Haulan di Desa Kagok, Kecamatan Banjaran. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., meninjau langsung kesiapan "Warung Amal BAZNAS" pada Sabtu malam (18/04/2026), menjelang puncak acara yang akan digelar esok hari. Dalam peninjauan tersebut, Ketua BAZNAS didampingi oleh Kepala Pelaksana, Drs. Uuh Patulloh, serta Tim Media BAZNAS, Eman Suherman, S.Pd.I. Kehadiran pimpinan BAZNAS ini bertujuan memastikan pelayanan bagi para tamu dan peziarah yang diperkirakan mencapai ribuan orang dapat berjalan maksimal. Warung Amal: Sinergi Layanan untuk Umat Melalui program Warung Amal, BAZNAS Majalengka berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk menyediakan berbagai kudapan tradisional secara gratis. Hidangan yang disajikan mengedepankan kearifan lokal, seperti: Umbi-umbian hasil bumi lokal (Ubi jalar, talas, singkong, bengkuang). Minuman kemasan untuk para peziarah. "Kehadiran Warung Amal ini adalah bentuk nyata pelayanan BAZNAS kepada masyarakat. Kami ingin menyambut para peziarah yang datang dari berbagai penjuru Pulau Jawa dengan semangat ukhuwah Islamiyah, sekaligus mengenalkan potensi hasil bumi Majalengka," ujar H. Agus Asri Sabana di sela-sela peninjauannya. Melestarikan Tradisi Era Kerajaan Talaga Manggung Tradisi Haulan di Desa Kagok bukan sekadar ritual biasa, melainkan warisan sejarah sejak zaman Kerajaan Talaga Manggung yang digelar setiap bulan Hapit (Dzulqaidah). Para peziarah datang untuk menghormati jasa para penyebar Islam di tanah Majalengka, yakni: Sunan Wanaperih (Arya Kikis): Raja Talaga Manggung (1553-1556 M) pendiri pesantren tertua di Majalengka. Syekh Sayid Faqih Ibrahim (Sunan Cipager): Putra Syekh Abdul Muhyi Pamijahan yang memiliki peran sentral dalam dakwah Islam di wilayah ini. Magnet Wisata Religi dan Penggerak Ekonomi Kegiatan ini terbukti menjadi magnet wisata religi yang luar biasa. Pengunjung tidak hanya datang dari wilayah III Cirebon, tetapi merambah hingga Priangan Timur (Tasikmalaya, Garut), Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Hal ini berkaitan erat dengan silsilah keturunan tokoh-tokoh besar tersebut yang tersebar di berbagai daerah. Selain memperkuat aspek spiritual, kegiatan ini menjadi napas baru bagi ekonomi warga. Produk pertanian lokal seperti petai dan umbi-umbian laku keras di pasaran selama prosesi Haulan berlangsung. Dengan adanya sinergi antara nilai sejarah, kearifan lokal, dan dukungan lembaga seperti BAZNAS, diharapkan tradisi Haulan Desa Kagok tidak hanya lestari secara budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan mempererat tali silaturahmi antarumat. #BAZNASMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat #HaolanDesaKagok #WisataReligiMajalengka #BudayaMajalengka #KecamatanBanjaran #WarungAmal #SinergiKebaikan
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perkuat Sinergi Filantropi, BAZNAS Majalengka Jajaki Kolaborasi Program dengan PT Leetex Garment Indonesia
Perkuat Sinergi Filantropi, BAZNAS Majalengka Jajaki Kolaborasi Program dengan PT Leetex Garment Indonesia
MAJALENGKA Dalam upaya memperluas jangkauan manfaat program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), jajaran Pimpinan dan Amilin Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka melaksanakan kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi strategis dengan manajemen PT Leetex Garment Indonesia, Jumat (17/4). Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan kolaborasi program kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi yang dapat disinergikan antara BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat resmi pemerintah dengan sektor industri di Kabupaten Majalengka. Membangun Ekosistem Kepedulian di Lingkungan Industri Kunjungan ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Majalengka. Hadir dalam kesempatan tersebut: Emed Humed, M.Pd. (Wakil Ketua 3 Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan) Drs. H. Idi Purnama, M.M. (Wakil Ketua 4 Bidang Administrasi, SDM, dan Umum) Uju Juhara, S.Pd. (Kepala Divisi Pengumpulan) Iwan Setiawan (Kepala Divisi Digital dan Fundraising) Dalam dialog tersebut, Wakil Ketua 3 BAZNAS Majalengka, Ence Humed, M.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan sektor swasta seperti PT Leetex Garment Indonesia merupakan langkah krusial untuk mengoptimalkan potensi ZIS di wilayah Majalengka. "Kami berharap silaturahmi ini menjadi pintu pembuka bagi kolaborasi yang lebih konkret, baik dalam hal fasilitasi zakat karyawan maupun program Corporate Social Responsibility (CSR) yang sejalan dengan misi pengentasan kemiskinan di Majalengka," ujar Ence. Optimalisasi Pengumpulan Melalui Jalur Digital Sementara itu, Kepala Divisi Digital dan Fundraising, Iwan Setiawan, menambahkan bahwa BAZNAS kini telah memiliki infrastruktur digital yang memudahkan para karyawan perusahaan untuk menyalurkan donasi secara transparan dan akuntabel. Hal ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi manajemen maupun staf di PT Leetex Garment Indonesia. Pihak manajemen PT Leetex Garment Indonesia menyambut baik kedatangan rombongan BAZNAS Majalengka. Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk menindaklanjuti poin-poin koordinasi dalam bentuk kerja sama program yang lebih teknis di masa mendatang. Melalui sinergi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus membuktikan perannya sebagai mitra terpercaya bagi dunia usaha dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang amanah dan profesional. #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaLangkungSae #FilantropiIslam #PTLeetexGarment #KolaborasiKebaikan #ZakatPerusahaan #AmilinBAZNAS
BERITA17/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Modal Usaha kepada Pelaku UMKM Kadipaten dan Liangjulang
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Modal Usaha kepada Pelaku UMKM Kadipaten dan Liangjulang
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat kecil. Pada hari ini, Jumat (17/04/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan modal usaha kepada tiga orang pelaku usaha mikro guna mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Penyerahan bantuan dilakukan langsung di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan tersebut diserahkan oleh Staf Pelayanan BAZNAS, Robi Ferdian Rakasiwi, kepada tiga penerima manfaat, yaitu: Eno Kusumayanti (Warga Desa Kadipaten) Mimi Resmi (Warga Desa Liangjulang) Ari Maryam (Warga Desa Liangjulang) Dorong Kemandirian Ekonomi Dalam kesempatan tersebut, Robi Ferdian Rakasiwi menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS untuk membantu masyarakat yang sedang merintis atau mengembangkan usaha kecilnya. "Kami berharap bantuan modal usaha ini tidak hanya dilihat dari nilainya, tetapi sebagai stimulan agar ibu-ibu sekalian lebih semangat dalam berniaga. Semoga modal ini berkah dan dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga sehingga kedepannya para penerima manfaat ini bisa mandiri secara finansial," ujar Robi. Apresiasi dari Penerima Manfaat Rasa syukur terpancar dari wajah para penerima yang hadir langsung untuk menerima bantuan tersebut. Mewakili para penerima lainnya, Ibu Eno Kusumayanti menyampaikan apresiasinya kepada BAZNAS dan para muzaki. "Terima kasih banyak kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas bantuannya. Modal ini sangat berarti bagi kelanjutan usaha saya di desa. Terima kasih juga kepada para orang baik (muzaki) yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, semoga Allah membalas dengan keberkahan yang berlipat," ungkap Eno. Penyaluran bantuan modal usaha ini merupakan agenda rutin BAZNAS Majalengka dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui jalur produktif. Dengan pendampingan dan dukungan modal, diharapkan para mustahik (penerima zakat) dapat bertransformasi menjadi muzaki (pembayar zakat) di masa depan. #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #PemberdayaanEkonomi #ModalUsaha #MajalengkaLangkungSae #ZakatIndonesia #LayananUtamaMuzaki #KemandirianUmat
BERITA17/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →