WhatsApp Icon
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah

Islam Mengajarkan Ikhtiar dan Tawakal, Bukan Mempercayai Kesialan Bulan Safar

MAJALENGKA – Memasuki bulan Safar, sebagian masyarakat masih mengaitkannya dengan berbagai mitos tentang kesialan dan musibah. Padahal, Islam menegaskan bahwa tidak ada satu pun bulan yang membawa kesialan secara khusus. Sebaliknya, Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, dan berikhtiar memperoleh rezeki yang halal melalui ibadah yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Amalan pembuka rezeki di bulan Safar pada hakikatnya bukanlah ritual khusus yang hanya dilakukan pada bulan tersebut, melainkan berbagai ibadah yang dapat diamalkan sepanjang waktu. Di antaranya adalah memperbanyak istighfar, menjaga salat, memperbanyak sedekah, menjalin silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, serta bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar secara maksimal.

Bulan Safar Bukan Bulan Sial

Rasulullah SAW telah meluruskan keyakinan masyarakat Arab pada masa jahiliah yang menganggap bulan Safar sebagai bulan pembawa kesialan.

Beliau bersabda:

"Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada kesialan pada bulan Safar, dan tidak ada hantu."

(HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220)

Hadis tersebut menjadi dasar bahwa seorang muslim tidak boleh mengaitkan datangnya musibah ataupun sempitnya rezeki dengan bulan Safar. Setiap kejadian terjadi atas ketetapan Allah SWT dan menjadi bagian dari ujian kehidupan.

Rezeki Datang dari Allah SWT

Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya sebagaimana firman-Nya:

"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya."

(QS. Hud: 6)

Namun demikian, Islam mengajarkan bahwa rezeki harus diupayakan melalui kerja keras, doa, ibadah, dan tawakal kepada Allah SWT.

Amalan Pembuka Rezeki yang Dianjurkan Rasulullah

1. Memperbanyak Istighfar

Allah SWT berfirman:

"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu."

(QS. Nuh: 10–12)

Istighfar menjadi salah satu sebab turunnya ampunan sekaligus keberkahan rezeki.


2. Memperbanyak Doa Memohon Rezeki

Rasulullah SAW mengajarkan doa:

"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu."

(HR. Tirmidzi)

Doa tersebut dapat diamalkan setelah salat maupun pada waktu-waktu mustajab.


3. Menjaga Salat Lima Waktu

Allah SWT berfirman:

"Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu."

(QS. Taha: 132)

Salat menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim dan menjadi sebab datangnya keberkahan hidup.


4. Memperbanyak Sedekah

Rasulullah SAW bersabda:

"Harta tidak akan berkurang karena sedekah."

(HR. Muslim No. 2588)

Sedekah bukan hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan, ketenangan hati, dan kemudahan dalam berbagai urusan.


5. Menjalin Silaturahmi

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Silaturahmi merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.


6. Bertakwa kepada Allah SWT

Allah SWT berfirman:

"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."

(QS. At-Talaq: 2–3)

Ketakwaan menjadi kunci datangnya pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.


7. Bertawakal Setelah Berusaha

Rasulullah SAW bersabda:

"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang."

(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa tawakal harus disertai usaha dan kerja keras.

Hal yang Perlu Dihindari pada Bulan Safar

Dalam menjalankan ibadah di bulan Safar, umat Islam hendaknya menghindari berbagai keyakinan yang tidak memiliki landasan syariat, antara lain:

  • Meyakini bulan Safar membawa kesialan.
  • Menganggap ritual tertentu pasti membuka pintu rezeki tanpa dalil.
  • Mempercayai jimat atau benda-benda tertentu sebagai penarik rezeki.
  • Mengamalkan hadis palsu maupun tradisi yang bertentangan dengan akidah Islam.

Islam mengajarkan bahwa seluruh ibadah harus bersumber dari Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW.

Mengisi Bulan Safar dengan Amal Saleh

Selain amalan di atas, bulan Safar dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah, seperti:

  • Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  • Memperbanyak zikir pagi dan petang.
  • Menunaikan salat sunnah.
  • Membantu fakir miskin dan kaum dhuafa.
  • Berbakti kepada orang tua.
  • Menjaga kejujuran dalam bekerja.
  • Menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat.
  • Memperbanyak doa untuk keluarga dan umat Islam.

Seluruh amal tersebut menjadi sebab bertambahnya keberkahan hidup apabila dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

Mari Sempurnakan Ibadah dengan Berzakat Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Momentum bulan Safar menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Berbagi kepada sesama bukan hanya menghadirkan manfaat bagi mustahik, tetapi juga menjadi ikhtiar memperoleh keberkahan rezeki sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui:

Bank BJB : 0137402262100
BRI : 004601002689569
BSI : 7313997361
Mandiri : 1340000833334
BJB Syariah : 5190301001182

Website: https://kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

Layanan Muzakki (WhatsApp): 0821-2416-9964

Telepon: (0233) 282414

 

Email: [email protected]

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #BulanSafar #Safar #AmalanSafar #RezekiBerkah #Sedekah #Zakat #Infak #Istighfar #Silaturahmi #IslamRahmatanLilAlamin #CintaZakat #BerbagiKebaikan #MenebarKeberkahan #KajianIslam #MuslimIndonesia

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Mengapa Zakat Penting untuk Mengurangi Kemiskinan? BAZNAS Majalengka Dorong Pemberdayaan Mustahik Berkelanjutan

MAJALENGKA — Kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan sosial yang memerlukan perhatian dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dalam Islam, zakat merupakan instrumen ekonomi yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan melalui pemerataan kesejahteraan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan solidaritas sosial.

Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengoptimalkan pendistribusian dana zakat agar mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi bagi para mustahik.

Zakat Menjadi Instrumen Penting Pengentasan Kemiskinan

Sebagai salah satu rukun Islam, zakat memiliki fungsi sosial yang sangat besar. Dana zakat yang dihimpun dari para muzaki disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat Islam.

Selain membantu memenuhi kebutuhan konsumtif masyarakat yang membutuhkan, zakat juga diarahkan pada program-program produktif yang mampu meningkatkan kapasitas ekonomi mustahik sehingga mereka memiliki kesempatan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.

Pengelolaan zakat yang profesional memungkinkan lahirnya berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, kemanusiaan, hingga sosial kemasyarakatan yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Bagaimana Zakat Membantu Mengurangi Kemiskinan?

Optimalisasi dana zakat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, antara lain:

  • Membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, sandang, dan tempat tinggal.
  • Memberikan akses pendidikan melalui beasiswa dan bantuan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
  • Mendukung layanan kesehatan melalui bantuan biaya pengobatan dan program kesehatan masyarakat.
  • Memberikan modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan kepada pelaku usaha mikro agar mampu mandiri secara ekonomi.
  • Mengurangi kesenjangan sosial melalui distribusi kekayaan yang lebih adil sesuai prinsip ekonomi Islam.

Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

BAZNAS Majalengka Terus Mengembangkan Program Pemberdayaan

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.

Dana yang dihimpun disalurkan melalui berbagai program unggulan di bidang:

  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kemanusiaan
  • Dakwah dan Advokasi
  • Program sosial kemasyarakatan

Pendekatan pemberdayaan menjadi fokus utama agar mustahik tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi memiliki kesempatan meningkatkan kualitas hidup hingga menjadi masyarakat yang mandiri bahkan bertransformasi menjadi muzaki di masa depan.

Mari Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Setiap zakat yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kesejahteraan umat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Rekening Zakat BAZNAS Kabupaten Majalengka

  • Bank BJB: 0137402262100
  • BRI: 004601002689569
  • BSI: 7313997361
  • Mandiri: 1340000833334
  • BJB Syariah: 5190301001182

Layanan Informasi:

 

???? WhatsApp Muzakki: 0821-2416-9964
?? Telepon: (0233) 282414
???? Email: [email protected]
???? Website: kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #Zakat #ZakatProduktif #PengentasanKemiskinan #PemberdayaanMustahik #EkonomiUmat #KesejahteraanMasyarakat #Berzakat #ZakatBerkah #CintaZakat #Sedekah #IslamRahmatanLilAlamin #Majalengka #UntukIndonesia

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Peran Zakat dalam Membantu Korban Bencana dan Krisis Kemanusiaan

MAJALENGKA 26 Juni 2026 Zakat memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam maupun krisis kemanusiaan. Sebagai instrumen ekonomi syariah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan umat, zakat tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat para penyintas, tetapi juga mendukung proses rehabilitasi dan pemberdayaan agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri.

Melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan sesuai syariat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan dana zakat kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik), termasuk korban bencana yang kehilangan tempat tinggal, sumber penghasilan, maupun akses terhadap kebutuhan dasar.

Zakat Menjadi Solusi dalam Situasi Darurat

Dalam setiap kejadian bencana, kebutuhan masyarakat meningkat secara signifikan. Bantuan berupa makanan, air bersih, layanan kesehatan, pakaian, tempat tinggal sementara, hingga perlengkapan pendidikan menjadi kebutuhan utama yang harus segera dipenuhi.

Dana zakat yang dikelola BAZNAS dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program kemanusiaan, di antaranya:

  • Bantuan tanggap darurat bagi korban bencana.
  • Distribusi logistik dan kebutuhan pokok.
  • Layanan kesehatan bagi penyintas.
  • Bantuan pendidikan bagi anak-anak terdampak.
  • Penyediaan hunian sementara.
  • Rehabilitasi fasilitas umum.
  • Program pemulihan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat pascabencana.

Melalui pendekatan tersebut, zakat tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

Komitmen BAZNAS dalam Penanganan Bencana

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia, BAZNAS terus memperkuat berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun krisis kemanusiaan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran dengan mengedepankan prinsip amanah, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Selain memenuhi kebutuhan mendesak, program-program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat agar mampu bangkit kembali setelah bencana.

Kolaborasi dengan pemerintah, relawan, berbagai lembaga, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan dapat diterima secara cepat dan efektif oleh para penyintas.

Zakat sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Zakat mengajarkan nilai kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. Melalui zakat, umat Islam diajak untuk berbagi rezeki dengan saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah maupun kesulitan ekonomi.

Optimalisasi pengelolaan zakat menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat sistem perlindungan sosial berbasis syariah, sekaligus mendukung pembangunan masyarakat yang lebih tangguh terhadap berbagai risiko bencana dan krisis kemanusiaan.

Semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat melalui lembaga resmi, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh para mustahik di berbagai daerah.


Mari Tunaikan Zakat melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui:

Rekening Donasi:

  • Bank BJB: 0137402262100
  • Bank BRI: 004601002689569
  • Bank BSI: 7313997361
  • Bank Mandiri: 1340000833334
  • Bank BJB Syariah: 5190301001182

Informasi dan Layanan:

???? Website Sedekah:
https://kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

???? Website Resmi:
https://kabmajalengka.baznas.go.id

???? Layanan Muzakki (WhatsApp): 0821-2416-9964

?? Telepon: (0233) 282414

 

???? Email: [email protected]

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #Zakat #ZakatUntukBencana #BantuanKemanusiaan #KrisisKemanusiaan #PeduliSesama #BerbagiKebaikan #TanggapBencana #PemulihanPascabencana #Mustahik #Sedekah #Infak #IndonesiaPeduli

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS RI Buka Jalan Ikhtiar Mustahik Bekerja di Jepang, BAZNAS Majalengka Siap Tangkap Peluang untuk Wujudkan Majalengka Langkung Sae

Majalengka – Ikhtiar memuliakan mustahik melalui pemberdayaan ekonomi terus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), BAZNAS RI menghadirkan Program Fasilitasi Magang ke Jepang, sebuah program yang membuka jalan bagi para mustahik memperoleh kesempatan bekerja secara profesional di berbagai perusahaan Jepang dengan penghasilan bersih mencapai Rp8 juta hingga Rp20 juta per bulan.

Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diamanahkan oleh masyarakat tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu mengubah kehidupan mustahik menuju kemandirian ekonomi.

Informasi tersebut disampaikan dalam kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing bertajuk "Program Fasilitasi Magang ke Jepang Bersama BAZNAS RI dan Kemenaker" yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Indonesia, termasuk BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Kepala Divisi Pendidikan dan Vokasional BAZNAS RI, Farid Septian, M.Hum, menjelaskan bahwa hingga Juli 2026 program tersebut telah menjangkau 166 penerima manfaat yang berasal dari 10 provinsi melalui delapan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Sebanyak 60 peserta di antaranya telah menjalani praktik kerja di berbagai perusahaan di Jepang pada sektor pengolahan plastik, pengerjaan logam, konstruksi, penataan dan pengepakan, hingga sektor industri lainnya.

"Mereka memperoleh penghasilan bersih sekitar Rp8 juta hingga Rp20 juta per bulan, bergantung pada sektor pekerjaan dan perusahaan tempat mereka bekerja," ujar Farid.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi mustahik. Tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja bertaraf internasional, tetapi juga memberikan kesempatan memperoleh penghasilan yang layak sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Farid juga mendorong agar BAZNAS Daerah membangun sinergi bersama Dinas Ketenagakerjaan, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), dunia usaha, serta berbagai mitra strategis agar program serupa dapat dikembangkan di berbagai daerah.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menegaskan bahwa kolaborasi BAZNAS dengan Kementerian Ketenagakerjaan merupakan langkah strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penciptaan akses kerja yang berkelanjutan.

Menurutnya, setiap program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS merupakan amanah dari para muzaki yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab.

"Intervensi BAZNAS melalui program ini diarahkan agar mustahik mampu keluar dari garis kemiskinan hingga pada akhirnya bertransformasi menjadi muzaki yang turut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan umat," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh program BAZNAS dilaksanakan berdasarkan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, sehingga manfaat zakat benar-benar dirasakan masyarakat secara luas.

BAZNAS Kabupaten Majalengka Siap Menyambut Peluang

Menanggapi keberhasilan program tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyampaikan apresiasi atas inovasi pemberdayaan yang diinisiasi BAZNAS RI bersama Kemnaker RI.

Menurutnya, program tersebut menjadi inspirasi sekaligus peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari kalangan mustahik melalui jalur pelatihan vokasional dan penempatan kerja yang profesional.

"Bismillahirrahmanirrahim. Program fasilitasi kerja ke Jepang ini merupakan peluang besar yang harus kita sambut dengan penuh rasa syukur dan semangat ikhtiar. BAZNAS Kabupaten Majalengka siap mengambil bagian, bersinergi dengan BAZNAS RI, Pemerintah Daerah, Dinas Ketenagakerjaan, lembaga pelatihan kerja, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan agar putra-putri terbaik dari kalangan mustahik di Kabupaten Majalengka memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi, memperoleh pekerjaan yang layak, dan mengangkat harkat ekonomi keluarganya," ujar H. Agus Asri Sabana.

Ia menambahkan bahwa hakikat zakat bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan sesaat, melainkan menjadi wasilah untuk membangun kemandirian umat sebagaimana tujuan syariat dalam mewujudkan kemaslahatan.

"Kami meyakini bahwa zakat yang dikelola secara amanah akan melahirkan mustahik yang berdaya, mandiri, dan insya Allah kelak menjadi muzaki. Inilah cita-cita besar BAZNAS, menghadirkan keberkahan zakat yang mampu mengubah kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan berupaya menangkap peluang ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama memajukan Kabupaten Majalengka agar semakin Langkung Sae—masyarakatnya lebih sejahtera, lebih produktif, lebih berdaya saing, serta memperoleh keberkahan hidup di bawah ridha Allah SWT."

H. Agus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong melalui zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial yang mampu melahirkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Menurutnya, ketika zakat dikelola secara profesional dan tepat sasaran, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga menjadi investasi sosial yang memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan mempercepat terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat.

Program fasilitasi kerja ke Jepang menjadi salah satu contoh nyata bagaimana zakat mampu menghadirkan harapan baru bagi mustahik. Melalui peningkatan kompetensi, akses pekerjaan yang layak, dan pendapatan yang lebih baik, diharapkan semakin banyak keluarga mustahik yang dapat keluar dari lingkaran kemiskinan dan menjadi pribadi yang mandiri.

Semoga ikhtiar kolaboratif antara BAZNAS RI, pemerintah, dunia usaha, serta BAZNAS di seluruh Indonesia senantiasa mendapat pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen kebangkitan ekonomi umat, mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan Indonesia yang semakin maju, berkeadilan, dan penuh keberkahan.

"Khairunnas anfa'uhum linnas" — Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNAS #BAZNASRI #BAZNASMajalengka #MagangJepang #Kemnaker #PemberdayaanMustahik #PendayagunaanZakat #ZakatUntukIndonesia #MustahikBerdaya #IndonesiaMakmur

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Harumkan Jawa Barat di Forum Pelajar Indonesia 2026

26 Juli 2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Tiga santri Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) berhasil lolos seleksi nasional dan dipercaya menjadi wakil Provinsi Jawa Barat pada ajang Forum Pelajar Indonesia (FOR) ke-14 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 5–8 Agustus 2026. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa program pendidikan BAZNAS mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional.

Ketiga santri tersebut adalah Muhammad Azriel Abqori (kelas X), Dini Qurrota Aini, dan Reymario Randhy Pangestu (kelas XII). Mereka terpilih setelah melalui proses seleksi nasional yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia, hingga akhirnya masuk dalam jajaran 150 pelajar SMA, SMK, dan MA terbaik yang akan mengikuti forum bergengsi tersebut.

Forum Pelajar Indonesia merupakan wadah pengembangan kepemimpinan generasi muda yang mempertemukan pelajar-pelajar berprestasi dari seluruh Indonesia untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan solusi atas berbagai isu strategis di bidang pendidikan, perlindungan anak, dan pembangunan sumber daya manusia.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri Sekolah Cendekia BAZNAS.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sinergi antara kerja keras para santri, dedikasi para pendidik, serta dukungan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Terpilihnya tiga santri Sekolah Cendekia BAZNAS sebagai wakil Jawa Barat merupakan kebanggaan bagi BAZNAS. Prestasi ini menunjukkan bahwa santri SCB memiliki kemampuan akademik, kepemimpinan, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat nasional," ujar Idy.

Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan salah satu program prioritas BAZNAS dalam mendayagunakan dana zakat secara produktif. Melalui Sekolah Cendekia BAZNAS, BAZNAS terus berupaya mencetak generasi penerus bangsa yang unggul secara intelektual, berakhlak mulia, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas prestasi yang diraih para santri Sekolah Cendekia BAZNAS tersebut.

"Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada ananda Muhammad Azriel Abqori, Dini Qurrota Aini, dan Reymario Randhy Pangestu yang telah mengharumkan nama Sekolah Cendekia BAZNAS dan Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional. Semoga kesempatan ini menjadi pengalaman berharga untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta menjadi generasi muda yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama," ujar H. Agus Asri Sabana.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya, khususnya generasi muda di Kabupaten Majalengka, agar terus semangat belajar, berprestasi, serta memanfaatkan setiap peluang pengembangan diri yang tersedia.

"BAZNAS meyakini bahwa investasi terbaik adalah investasi pada pendidikan. Melalui pengelolaan zakat yang amanah dan produktif, kami berharap semakin banyak lahir generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing yang kelak menjadi pemimpin masa depan Indonesia," tambahnya.

Keikutsertaan para santri dalam Forum Pelajar Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk memperluas jejaring nasional, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkaya pengalaman dalam merancang berbagai solusi terhadap tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia.

Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat di bidang pendidikan sebagai salah satu instrumen pemberdayaan umat. Dukungan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan kepada BAZNAS telah menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi berprestasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.


#BAZNAS #BAZNASRI #BAZNASMajalengka #SekolahCendekiaBAZNAS #ForumPelajarIndonesia #SantriBerprestasi #Pendidikan #ZakatUntukPendidikan #GenerasiEmasIndonesia #JawaBarat #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka
26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.

Berita Terbaru

Peringati Hari Kartini, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sembako Bersama Wartawan Perempuan Indonesia
Peringati Hari Kartini, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sembako Bersama Wartawan Perempuan Indonesia
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka turut menyemarakkan peringatan Hari Kartini tahun 2026 dengan aksi nyata. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., menghadiri undangan Peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan oleh komunitas Wartawan Perempuan Indonesia Kabupaten Majalengka pada Selasa, 21 April 2026. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat emansipasi. Kehadiran Drs. H. Idi Purnama, M.M. yang didampingi oleh Tim Media BAZNAS Majalengka, merupakan wujud sinergi antara lembaga pengelola zakat dengan insan pers, khususnya kaum perempuan di Kabupaten Majalengka. Sinergi dan Kepedulian Sosial Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka tidak hanya hadir sebagai tamu undangan, tetapi juga membawa misi kemanusiaan. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan sosial yang digagas oleh para wartawan perempuan, BAZNAS menyerahkan bantuan paket sembako. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Drs. H. Idi Purnama, M.M. kepada perwakilan panitia penyelenggara. "Kehadiran kami di sini adalah bentuk penghormatan terhadap perjuangan Kartini-Kartini masa kini, termasuk para wartawan perempuan di Majalengka. Semoga bantuan sembako ini dapat bermanfaat dan menjadi berkah bagi mereka yang membutuhkan melalui koordinasi panitia," ujar H. Idi Purnama di sela-sela acara. Dukungan untuk Perempuan Majalengka Melalui momentum Hari Kartini ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemberdayaan perempuan dan aksi sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Sinergi dengan media massa diharapkan dapat memperluas syiar zakat dan transparansi penyaluran bantuan di wilayah Kabupaten Majalengka. #BAZNASMajalengka #HariKartini2026 #WartawanPerempuanIndonesia #MajalengkaLangkungSae #ZakatCerdas #Kemanusiaan #PemberdayaanPerempuan
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Berkah di Tengah Sempit: Mengoptimalkan Iman dan Etos Kerja
Menjemput Berkah di Tengah Sempit: Mengoptimalkan Iman dan Etos Kerja
Seringkali kita merasa terjebak dalam ritme hidup yang menyesakkan. Waktu terasa habis untuk urusan kantor, macet di jalan, atau sekadar menyelesaikan tumpukan pekerjaan rumah tangga. Di titik ini, "keterbatasan kesempatan" sering menjadi alasan untuk menomorduakan pertumbuhan spiritual maupun profesional. Namun, kualitas hidup seorang mukmin sejati justru diuji saat waktu terasa sempit. Bagaimana kita bisa tetap produktif sekaligus tetap "terhubung" dengan Sang Pencipta? Jawabannya bukan pada berapa banyak waktu yang kita miliki, melainkan pada kualitas niat yang kita tanamkan. 1. Reorientasi Niat: Menjadikan Kerja sebagai Ibadah Langkah pertama dalam mengoptimalkan etos kerja di tengah keterbatasan adalah mengubah paradigma. Jangan memandang pekerjaan dan ibadah sebagai dua kotak yang terpisah. Penyatuan Visi: Saat Anda bekerja dengan jujur, disiplin, dan memberikan manfaat bagi orang lain, itu adalah bagian dari ibadah ghairu mahdah. Spirit Keunggulan: Etos kerja yang tinggi (itqan) adalah perintah agama. Dengan bekerja secara profesional, Anda sedang menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi. "Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila mengerjakan suatu pekerjaan, ia mengerjakannya dengan itqan (profesional/sungguh-sungguh)." (HR. Al-Baihaqi) 2. Strategi Mikro-Ibadah dalam Padatnya Aktivitas Jika Anda tidak punya waktu berjam-jam untuk beriktikaf, manfaatkanlah celah-celah kecil (micro-moments) untuk menjaga keimanan: Zikir di Sela Kesibukan: Gunakan waktu saat berjalan menuju ruang rapat atau saat menunggu lampu merah untuk berzikir. Ini menjaga hati tetap tenang di tengah tekanan kerja. Manajemen Shalat: Jangan sekadar menggugurkan kewajiban. Jadikan waktu shalat sebagai jeda istirahat mental (mental break) yang efektif untuk menyegarkan kembali fokus sebelum kembali bekerja. Tilawah Digital: Manfaatkan aplikasi Al-Qur'an untuk membaca satu-dua ayat saat jam istirahat. 3. Produktivitas yang Berkah (The Barakah Effect) Dalam perspektif Islam, hasil bukan hanya soal angka, tapi soal keberkahan. Waktu yang terbatas bisa menghasilkan dampak besar jika ada keberkahan di dalamnya. Dimensi Tindakan Nyata Etos Kerja Fokus pada deep work, hindari penundaan, dan hargai waktu orang lain. Keimanan Menjaga kejujuran dalam transaksi dan menjaga lisan dari ghibah di kantor. Keseimbangan Mengalokasikan waktu berkualitas (quality time) untuk keluarga sebagai bentuk tanggung jawab dunia-akhirat. 4. Menyeimbangkan Timbangan Dunia dan Akhirat Prinsip utamanya adalah Proporsionalitas, bukan pembagian waktu 50:50 secara kaku. Ada kalanya pekerjaan menuntut fokus lebih, namun jangan sampai mematikan radar spiritual Anda. Dunia di Tangan, Akhirat di Hati: Bekerjalah seakan Anda akan hidup selamanya (dengan penuh rencana dan ambisi positif), namun beribadahlah seakan Anda akan mati esok pagi (dengan penuh kekhusyukan). Self-Reflection (Muhasabah): Sebelum tidur, sempatkan 5 menit untuk mengevaluasi: "Apakah hari ini kerja saya sudah jujur? Apakah saya sudah sempat menyapa Tuhan saya hari ini?" Kesimpulan Keterbatasan waktu bukanlah hambatan, melainkan bingkai yang memaksa kita untuk lebih kreatif dan tulus. Dengan menyatukan etos kerja yang profesional dan keimanan yang kokoh, setiap tetes keringat di dunia kerja dapat bernilai pahala yang mengalir hingga ke akhirat. Ingatlah: Kesuksesan sejati adalah ketika tanganmu sibuk membangun dunia, namun hatimu tetap tenang bersandar pada Pemilik Semesta.
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Keberkahan: Persiapan Matang Menuju Hari Raya Idul Qurban
Menjemput Keberkahan: Persiapan Matang Menuju Hari Raya Idul Qurban
Idul Qurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan momentum puncak dari perjalanan spiritual yang penuh makna. Agar hari raya ini tidak berlalu begitu saja sebagai rutinitas tahunan, persiapan yang matang—baik secara spiritual maupun praktis—sangatlah krusial. Berikut adalah panduan untuk memaksimalkan hari-hari sebelum Idul Qurban agar Anda bisa meraih pahala terbaik. 1. Mengoptimalkan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah waktu yang paling dicintai Allah SWT untuk beramal saleh. Jangan biarkan hari-hari ini terbuang percuma: Puasa Sunnah: Sangat dianjurkan berpuasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, terutama Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) yang dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Perbanyak Dzikir: Basahi lidah dengan tahlil, tahmid, dan takbir. Ini adalah bentuk pengagungan kita terhadap kebesaran Allah. Amalan Jariyah: Tingkatkan sedekah dan kebaikan kecil lainnya kepada sesama sebagai bentuk syukur. 2. Persiapan Ibadah Qurban (Udhuyah) Jika Anda berniat untuk berqurban, ada beberapa hal teknis dan syariat yang perlu diperhatikan: Niat dan Dana Halal: Pastikan dana yang digunakan berasal dari sumber yang baik. Ibadah yang diterima dimulai dari ketulusan niat dan kehalalan harta. Memilih Hewan Terbaik: Pilihlah hewan yang sehat, tidak cacat, dan telah memenuhi syarat umur. Memberikan yang terbaik adalah cerminan ketakwaan kita. Larangan Memotong Kuku dan Rambut: Bagi yang hendak berqurban, disunnahkan untuk tidak memotong rambut dan kuku sejak memasuki tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan qurbannya disembelih. 3. Memahami Makna Pengorbanan Maksimalnya Idul Qurban ditentukan oleh sejauh mana kita memahami esensinya. Idul Qurban adalah tentang ketundukan mutlak Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS. "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan darimulah yang dapat mencapainya." (QS. Al-Hajj: 37) Gunakan waktu sebelum Idul Qurban untuk merefleksikan: Apa "Ismail" dalam hidup saya yang masih saya pertahankan melebihi cinta kepada Sang Pencipta? Checklist Persiapan Idul Qurban Aspek Tindakan Spiritual Taubat nasuha dan menjaga shalat lima waktu tepat waktu. Sosial Mendata tetangga atau kerabat yang berhak menerima daging qurban. Finansial Melunasi pembayaran hewan qurban atau menyiapkan dana operasional penyembelihan. Edukasi Mempelajari kembali tata cara shalat Idul Adha dan adab penyembelihan hewan. 4. Persiapan di Hari Raya Agar hari-H berjalan lancar dan penuh berkah, lakukan sunnah-sunnah berikut: Mandi Besar sebelum berangkat shalat Id. Tidak makan sebelum melaksanakan shalat Idul Adha (berbeda dengan Idul Fitri). Mengenakan pakaian terbaik dan memakai wewangian (bagi laki-laki). Berjalan kaki menuju tempat shalat dan mengambil jalan yang berbeda saat pulang. Penutup Menjelang Idul Qurban, mari kita tata kembali hati dan persiapan kita. Dengan perencanaan yang baik, Idul Qurban tahun ini bukan hanya tentang berbagi daging, tetapi tentang meningkatkan derajat ketakwaan kita di sisi Allah SWT. Selamat mempersiapkan diri menjemput hari kemenangan penuh berkah!
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Refleksi Hari Kartini: Meneladani Semangat Emansipasi Berlandaskan Nilai Islami untuk Muslimah Hebat
Refleksi Hari Kartini: Meneladani Semangat Emansipasi Berlandaskan Nilai Islami untuk Muslimah Hebat
MAJALENGKA, BAZNAS – Momentum peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April bukan sekadar seremoni busana adat, melainkan refleksi mendalam atas perjuangan Raden Ajeng Kartini (1879–1904) dalam mengangkat harkat dan martabat perempuan melalui pendidikan. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, semangat Kartini sangat relevan dengan upaya pemberdayaan umat, khususnya kaum perempuan muslimah. Akar Islam dalam Perjuangan Kartini Sejarah mencatat bahwa cita-cita Kartini tidak lepas dari nilai-nilai Islam Nusantara. Sebagai cucu dari ulama besar Jepara, Kiai Haji Madirono, Kartini memiliki kerinduan mendalam untuk memahami Al-Qur'an. Judul legendaris karyanya, Door Duisternis tot Licht atau "Habis Gelap Terbitlah Terang", diyakini terinspirasi dari ayat suci Al-Qur'an: Minadz-dzulumati ilan-nuur. Kartini ingin menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang indah dan memuliakan ilmu pengetahuan, serta mendorong perempuan untuk keluar dari "kegelapan" kebodohan menuju "cahaya" intelektualitas. Pendidikan: Fondasi Utama Muslimah sebagai Madrasatul Ula BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang perjuangan Kartini sejalan dengan prinsip Emansipasi yang Bertanggung Jawab. Dalam perspektif Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban tanpa memandang gender. Kartini menekankan pentingnya kecerdasan bagi perempuan karena mereka adalah: Pendidik Pertama: Perempuan sebagai madrasatul ula (sekolah pertama) bagi generasi penerus bangsa. Pilar Peradaban: Perempuan yang cerdas akan melahirkan keluarga yang kuat dan berdaya secara ekonomi maupun spiritual. Penjaga Martabat: Pendidikan adalah kunci untuk melindungi perempuan dari diskriminasi dan keterbelakangan. Kartini Modern: Menjadi Agen Perubahan Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh muslimah di Kabupaten Majalengka untuk menjadikan peringatan ini sebagai pelecut semangat dalam berkarya. "Sosok Kartini adalah teladan bagi muslimah modern untuk menjadi agen perubahan yang cerdas dan religius. Kita ingin perempuan di Majalengka mampu berkontribusi sosial dan ekonomi tanpa meninggalkan akidah serta adab yang mulia," ungkapnya. Melalui program-program pendayagunaan, BAZNAS terus berkomitmen mendukung kemandirian perempuan melalui bantuan modal usaha (Z-Mart/Z-Chicken) dan beasiswa pendidikan, guna mencetak "Kartini-Kartini Baru" yang mandiri dan berdaya. Mari kita lanjutkan perjuangan Kartini dengan meningkatkan literasi, memperkuat ibadah, dan menebar manfaat bagi sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka: Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat. #HariKartini #MuslimahInspiratif #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaLangkungSae #BAZNASMajalengka #EmansipasiWanita
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Berdayakan Perempuan Melalui Program Penguatan Ekonomi dan Kemanusiaan
BAZNAS Majalengka Berdayakan Perempuan Melalui Program Penguatan Ekonomi dan Kemanusiaan
MAJALENGKA – Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menegaskan komitmennya dalam melanjutkan semangat perjuangan R.A. Kartini melalui berbagai aksi nyata. Semangat emansipasi kini diwujudkan melalui pemberdayaan para ibu mustahik agar mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi. Melalui pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), BAZNAS Majalengka secara konsisten menjalankan program-program yang menyasar kaum perempuan di berbagai lapisan. Mulai dari pemberian modal usaha serta pendampingan bagi pelaku UMKM perempuan, hingga penyaluran bantuan kemanusiaan bagi para ibu lansia yang membutuhkan perhatian khusus. "Semangat perjuangan R.A. Kartini terus hidup dalam setiap langkah kebaikan yang kita lakukan. Dari tangan-tangan tangguh para ibu ini, lahir kemandirian, harapan, dan masa depan yang lebih sejahtera bagi keluarga di Kabupaten Majalengka," ujar perwakilan pimpinan BAZNAS Majalengka. Pemberdayaan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga menciptakan ketahanan keluarga yang berkelanjutan. BAZNAS Majalengka percaya bahwa dengan memberikan akses dan kesempatan bagi perempuan untuk berdaya, hal tersebut akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Dalam momentum Hari Kartini ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi. Masyarakat dapat menjadi bagian dari lahirnya lebih banyak perempuan berdaya dengan menyalurkan ZIS melalui kanal-kanal resmi yang telah disediakan. Layanan Muzakki BAZNAS Kabupaten Majalengka: Website: kabmajalengka.baznas.go.id WhatsApp: 0821-2416-9964 Telepon: (0233) 282414 #HariKartini2026 #KartiniMasaKini #BaznasMajalengka #PerempuanBerdaya #MajalengkaLangkungSae #ZakatTumbuhBermanfaat
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Wujudkan Kepedulian Nyata, Mari Berkurban Bersama BAZNAS Majalengka untuk Bantu Sesama hingga Pelosok Desa
Wujudkan Kepedulian Nyata, Mari Berkurban Bersama BAZNAS Majalengka untuk Bantu Sesama hingga Pelosok Desa
MAJALENGKA Ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum besar untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka resmi meluncurkan program Berkurban Bersama BAZNAS (BBB) sebagai jembatan bagi masyarakat untuk menebar kebahagiaan yang lebih luas. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menekankan bahwa kurban melalui BAZNAS menawarkan manfaat ganda: kesempurnaan ibadah bagi pequrban dan pemerataan gizi bagi penerima manfaat. "Kami mengetuk hati seluruh masyarakat untuk menunaikan kurban tahun ini melalui BAZNAS. Dengan berkurban bersama kami, Anda turut memastikan bahwa masyarakat di pelosok desa yang selama ini jarang terjangkau, dapat merasakan nikmatnya protein hewani. Inilah wujud nyata kepedulian kita untuk Majalengka yang Langkung Sae," ujar H. Agus Asri Sabana. Menjangkau yang Terlupakan: Manfaat Pemerataan Distribusi Salah satu keunggulan utama program BBB tahun ini adalah sistem distribusi yang terintegrasi. BAZNAS berkomitmen untuk menyalurkan hewan kurban ke wilayah-wilayah dengan tingkat konsumsi daging yang masih rendah (minim kurban). Strategi ini bertujuan agar kebahagiaan Idul Adha tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga dirasakan oleh fakir miskin dan mustahik di daerah terpencil di seluruh pelosok Kabupaten Majalengka. Kemudahan Berdonasi: Amanah dan Transparan Untuk memfasilitasi niat baik masyarakat, BAZNAS Majalengka menyediakan kanal pembayaran yang praktis, aman, dan akuntabel: Scan QRIS Resmi BAZNAS (Tersedia untuk pembayaran instan melalui dompet digital). Transfer Bank bjb: 0128194665100 (Kode Bank: 110) a.n BAZNAS KAB MAJALENGKA TEMATIK Layanan Konsultasi & Laporan Masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai harga hewan kurban, tata cara pemotongan yang sesuai syariat, hingga mekanisme pelaporan penyaluran dapat menghubungi Layanan Muzakki: WhatsApp: 0821-2416-9964 Telepon: (0233) 282414 Mari jadikan pengorbanan kita tahun ini sebagai saksi kebaikan di akhirat dan sarana mempererat persaudaraan sesama warga Majalengka. Bersama BAZNAS, kurban Anda hadirkan senyum bahagia. #BaznasMajalengka #IdulAdha1447H #QurbanBersamaBaznas #KurbanAndaSenyumBahagia #MajalengkaBerbagi #ZakatMajalengka #PemerataanKurban #Kemanusiaan #MajalengkaLangkungSae
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Hikmah Perang Uhud: Pentingnya Kedisiplinan dan Keteguhan Iman
Meneladani Hikmah Perang Uhud: Pentingnya Kedisiplinan dan Keteguhan Iman
MAJALENGKA, BAZNAS Perang Uhud bukan sekadar catatan sejarah tentang benturan fisik antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy. Lebih dari itu, peristiwa yang terjadi pada 15 Syawal tahun 3 Hijriah (625 M) ini merupakan madrasah besar bagi umat Islam untuk belajar tentang strategi, ketaatan kepada pemimpin, dan bahaya dari melalaikan amanah demi kesenangan duniawi. Latar Belakang Peristiwa Mengacu pada catatan sejarah dalam buku Perang Uhud karya Muhammad Ridha, pertempuran ini pecah tepat satu tahun setelah kemenangan besar kaum Muslimin di Perang Badar. Pihak Quraisy membawa kekuatan besar sebanyak 3.000 personel dengan misi membalas kekalahan mereka sebelumnya. Di sisi lain, Rasulullah SAW awalnya berangkat dengan 1.000 pasukan. Namun, di tengah perjalanan, terjadi pembelotan yang menyisakan 700 pejuang Muslim yang teguh untuk menghadapi kekuatan musuh yang jauh lebih besar secara kuantitas. Strategi dan Isyarat Kenabian Sebelum peperangan dimulai, Rasulullah SAW sempat menceritakan mimpi yang dialaminya sebagai isyarat akan datangnya ujian berat sekaligus janji kemenangan di masa depan. Untuk membentengi pasukan, Rasulullah SAW menyusun strategi dengan menempatkan 50 pemanah terbaik di atas bukit Uhud. Beliau memberikan instruksi tegas untuk tidak meninggalkan posisi dalam keadaan apa pun. Pelajaran dari Kelalaian Pada fase awal, pasukan Muslim berhasil mendesak musuh. Namun, situasi berbalik drastis ketika sebagian pemanah di atas bukit tergoda oleh harta rampasan perang (ghanimah) dan meninggalkan pos pertahanan. Celah ini dimanfaatkan oleh musuh untuk menyerang dari arah belakang, yang mengakibatkan barisan Muslimin menjadi kacau dan gugurnya para sahabat terbaik, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib. Hikmah untuk Masa Kini Peristiwa Uhud mengajarkan kepada kita beberapa poin penting: Ketaatan adalah Kunci: Ketidakpatuhan terhadap instruksi membawa dampak besar bagi keselamatan kolektif. Bahaya Hubbud Dunya: Ketertarikan yang berlebih pada materi dapat melalaikan kita dari visi perjuangan yang utama. Keteguhan dalam Ujian: Kekalahan taktis adalah sarana evaluasi untuk bangkit menjadi pribadi yang lebih kuat dan sabar. Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk memetik hikmah ini. Kedisiplinan dalam menunaikan kewajiban zakat, infak, dan sedekah adalah bentuk perjuangan nyata dalam membangun umat yang lebih kuat dan mandiri. Wallahu a'lam bish-shawab. #BAZNASMajalengka #PerangUhud #SejarahIslam #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaLangkungSae #EdukasiIslami #KisahRasulullah #InfoMajalengka
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Doa Sapu Jagat: Permohonan Kebaikan Dunia Akhirat yang Dicintai Rasulullah SAW
Doa Sapu Jagat: Permohonan Kebaikan Dunia Akhirat yang Dicintai Rasulullah SAW
MAJALENGKA Dalam kehidupan sehari-hari, setiap Muslim tentu mendambakan keberkahan yang menyeluruh, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi. Salah satu wasilah terbaik untuk meraih hal tersebut adalah melalui Doa Sapu Jagat. Meski kalimatnya ringkas, doa ini menyimpan makna samudra kebaikan yang mencakup seluruh kebutuhan hamba. Landasan Sunnah dan Kecintaan Rasulullah SAW Rasulullah SAW dikenal sangat menyukai doa-doa yang bersifat Jawami’ul Kalim—yakni kalimat yang singkat namun sarat akan makna mendalam. Sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA dalam kitab Fiqih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq, Nabi SAW lebih mengutamakan doa-doa ringkas yang mencakup segala bentuk kemaslahatan agar tidak menyulitkan umatnya dalam mengamalkannya. Bacaan Doa Sapu Jagat Doa ini bersumber langsung dari Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 201) dan menjadi amalan yang sangat dianjurkan setelah melaksanakan salat fardu maupun sunnah: ???????? ?????? ??? ?????????? ???????? ????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ???????? Latin: Rabban?, ?tin? fid duny? hasanah, wa fil ?khirati hasanah, wa qin? 'adz?ban n?r. Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." Makna dan Keutamaan yang Luar Biasa Menurut Ibnu Katsir, doa ini adalah permohonan yang paling komprehensif. M. Ghofur Khalil dalam buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat menjelaskan bahwa cakupan doa ini sangat luas: Kebaikan Dunia: Meliputi kesehatan yang afiat, rezeki yang berkah dan lancar, keluarga yang sakinah, tempat tinggal yang nyaman, serta ilmu yang bermanfaat. Kebaikan Akhirat: Mencakup kemudahan saat proses hisab, perlindungan dari rasa takut di hari kiamat, hingga anugerah tertinggi yaitu masuk ke dalam surga-Nya. Manfaat Mengamalkan Doa Sapu Jagat Merujuk pada literatur Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa, setidaknya ada lima keutamaan utama bagi mereka yang istikamah mengamalkannya: Mendapatkan ketenangan hati, keselamatan, dan kecukupan rezeki. Diberikan benteng perlindungan dari berbagai keburukan dan musibah. Mendapat kemudahan dalam menjalankan ketaatan dan perintah Allah SWT. Dimudahkan saat menghadapi hari perhitungan (Yaumul Hisab). Meraih ampunan serta rida Allah SWT untuk menghuni jannah-Nya. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa membasahi lidah dengan doa mulia ini. Semoga dengan rutin membacanya, Allah SWT melimpahkan keberkahan bagi diri kita, keluarga, serta membawa kemaslahatan bagi kemajuan Kabupaten Majalengka yang kita cintai. Zakat membersihkan harta, doa menguatkan jiwa. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk membantu sesama yang membutuhkan. #BAZNAS #BaznasMajalengka #Majalengka #DoaSapuJagat #DakwahIslam #ZakatMensejahterakanUmat #AmalanSunnah #KebaikanDuniaAkhirat
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengatasi Lilitan Utang dalam Islam: Ikhtiar, Tawakal, dan Amalan Doa Sesuai Sunnah
Mengatasi Lilitan Utang dalam Islam: Ikhtiar, Tawakal, dan Amalan Doa Sesuai Sunnah
MAJALENGKA, BAZNAS Utang piutang merupakan urusan muamalah yang lazim terjadi di tengah masyarakat. Namun, sebagai seorang muslim, perkara utang bukanlah hal yang boleh disepelekan. Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap tanggung jawab pelunasan utang, karena dampaknya tidak hanya di dunia, melainkan hingga ke akhirat. Bahaya Meremehkan Utang Dalam banyak hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan peringatan keras bagi mereka yang lalai dalam melunasi utang. Ruh seorang mukmin akan tetap tertahan dan tidak bisa merasakan kemuliaan di sisi Allah selama utangnya belum ditunaikan. Dari Sa‘d bin al-A?wal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya saudaramu tertahan karena utangnya, maka pergilah dan lunasilah utangnya.” (HR. Ahmad, disahihkan oleh al-Albani). Kunci Utama: Niat yang Jujur dan Tawakal BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mengedepankan niat yang tulus saat terpaksa berutang. Allah SWT akan memberikan kemudahan bagi siapa saja yang memiliki tekad kuat untuk mengembalikan harta yang dipinjamnya. Sesuai sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barang siapa mengambil harta manusia dengan niat untuk menunaikannya, Allah akan menunaikannya untuknya. Dan barang siapa mengambilnya dengan niat merusaknya (tidak membayar), Allah akan membinasakannya.” (HR. al-Bukhari). Amalan Doa Sahih Saat Terlilit Utang Selain berupaya maksimal (ikhtiar) secara lahiriah, seorang muslim hendaknya mengetuk pintu langit dengan doa. Berikut adalah beberapa doa sahih yang diajarkan Rasulullah: 1. Doa Mohon Kecukupan Rezeki Halal ?????????? ???????? ??????????? ???? ?????????? ??????????? ?????????? ??????? ??????? “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku terhindar dari yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari ketergantungan kepada selain-Mu.” (HR. At-Tirmidzi). 2. Doa Sebelum Tidur (Memohon Pelunasan Utang) ?????????? ????? ????????????... ????? ?????? ?????????? ??????????? ???? ???????? “...Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Awal dan Maha Akhir... Lunasilah utang kami dan cukupkanlah kami dari kefakiran.” (HR. Muslim). 3. Doa Perlindungan dari Kegundahan dan Lilitan Utang ?????????? ?????? ??????? ???? ???? ???????? ???????????... ????????? ???? ???? ???????? ????????? ???????? ?????????? “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan... dari lilitan utang dan penindasan manusia.” (HR. Abu Dawud & Bukhari). 4. Doa Memohon Rahmat dan Kekayaan ????????? ?????? ???????... ???????? ????? ??????? ??? ?? ????? ?? ???? “Ya Allah, Pemilik seluruh kerajaan... Rahmatilah aku dengan rahmat yang dengannya Engkau mencukupkanku dari rahmat selain-Mu.” (HR. Ath-Thabrani). Penutup Utang adalah beban, namun dengan tawakal yang benar, usaha yang sungguh-sungguh, dan istiqomah dalam berdoa, Allah akan memberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka. Semoga Allah Ta’ala melapangkan kesulitan finansial kita, memudahkan pelunasan utang-utang kita, dan memberkahi setiap rezeki yang kita peroleh. Amin Ya Rabbal 'Alamin. Informasi & Layanan Zakat, Infak, Sedekah: Kunjungi Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk konsultasi dan penyaluran bantuan bagi asnaf yang membutuhkan. #BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #EdukasiIslami #DoaPelunasUtang #Tawakal #FiqhMuamalah #MajalengkaLangkungSae #LunasUtang #BerbagiKeberkahan
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menggugat Niat: Aktivitas Dunia sebagai Ibadah, Tulus atau Sekadar Modus?
Menggugat Niat: Aktivitas Dunia sebagai Ibadah, Tulus atau Sekadar Modus?
MAJALENGKA, BAZNAS Allah SWT telah membuka pintu ibadah seluas-luasnya bagi hamba-Nya. Tidak hanya melalui jalur ibadah murni (mahdhah) seperti salat dan zakat, tetapi juga melalui aktivitas harian (ghairu mahdhah) yang dijalankan dengan niat yang benar. Sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Amalan-amalan itu hanyalah tergantung pada niatnya. Dan setiap orang hanya akan dibalas berdasarkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari & Muslim) Namun, di tengah hiruk-pikuk modernitas, muncul sebuah fenomena retorika yang perlu kita renungkan bersama. Fenomena ini sering datang dari panggung-panggung publik, ruang diskusi profesional, hingga obrolan santai di keluarga. Sebuah tren di mana motivasi duniawi dikobarkan dengan api yang membara, sementara nasihat agama hanya diletakkan sebagai "pelengkap" atau bahkan pembenaran atas ambisi duniawi yang tak bertepi. Ketimpangan Narasi: Dunia yang Utama, Agama yang Tersisa? Kita sering menyaksikan tokoh publik atau bahkan diri kita sendiri begitu bersemangat membakar jiwa audiens dengan jargon: “Ayo kerja keras! Kita harus adaptif dan solutif!” Kalimat ini tentu tidak salah. Namun, masalah muncul ketika porsi nasihat agama hanya diselipkan sekilas di akhir pidato panjang: “Yang penting niatnya ibadah.” Ironisnya, seringkali kalimat tersebut diikuti dengan seruan, “Jangan jadi ritualis! Beragama jangan sekadar ritual saja. Ada hablumminannas!” Pertanyaannya, mengapa kita jarang mendengar keseimbangan yang serupa: “Jangan terlalu ambisius pada dunia! Bukankah selain hablumminannas, ada hablumminallah yang wajib dijaga?” Kekhawatiran kita adalah terjatuh pada kondisi Kalimatul haq yuradu biha al-bathil—perkataannya benar, namun maksud di baliknya adalah sebuah kekeliruan, yakni mendorong manusia untuk tetap fokus sepenuhnya pada dunia dengan tameng "niat ibadah". Menempatkan Akhirat sebagai Panglima Tugas memberi nasihat bukan hanya milik Ustaz atau Kiai. Setiap orang beriman memiliki tanggung jawab moral untuk saling menasihati agar tidak menjadi golongan yang merugi, sesuai amanat QS. Al-Ashr. Jika dunia ini begitu melelahkan, lantas mengapa kita jarang mengajak sesama untuk "beristirahat" dalam salat? Rasulullah ? bersabda kepada Bilal bin Rabah RA: “Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan salat.” Jika hidup ini penuh masalah, mengapa strategi sukses dunia lebih sering digaungkan daripada ajakan merenungi Al-Qur’an? Jika hati sering gelisah, mengapa tips manajemen stres lebih populer daripada ajakan berzikir kepada Allah? Padahal Allah SWT berfirman: “Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28) Prinsip Utama: Kejar Akhirat, Jangan Lupakan Dunia BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memegang prinsip yang digariskan dalam QS. Al-Qasas: 77: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia.” Ayat ini sangat jelas perintahnya: Kejar akhirat sebagai tujuan utama, dan jangan lupakan bagian dunia. Jangan dibalik. Mari kita jujur pada diri sendiri dan kepada Allah. Apakah aktivitas duniawi kita benar-benar diniatkan sebagai bentuk penghambaan, ataukah itu hanya dalih agar kita bisa terus terobsesi pada materi tanpa merasa bersalah secara spiritual? Penutup Marilah kita mulai menata kembali skala prioritas. Ajaklah orang untuk mengenal Allah terlebih dahulu. Ajak mereka salat, ajak mereka berzakat, ajak mereka berzikir. Barulah setelah itu, dorong untuk giat menggapai dunia dengan tetap menjaga niatnya. Dengan porsi yang tepat, maka seluruh waktu kita—24 jam dalam sehari—benar-benar akan bernilai ibadah yang tulus, bukan sekadar modus keduniaan. Semoga Allah memberikan kita taufik agar mampu jujur kepada-Nya dan kepada diri kita sendiri. Wallahu waliyyut taufiq. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #NasihatAgama #NiatIbadah #KritikSosial #IslamKaffah #ZakatMemberdayakan #Hablumminallah #Hablumminannas
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Membangun Citra Diri di Dunia Maya: Antara Syiar Dakwah dan Menjaga Keikhlasan Hati
Membangun Citra Diri di Dunia Maya: Antara Syiar Dakwah dan Menjaga Keikhlasan Hati
MAJALENGKA, BAZNAS Di era transformasi digital saat ini, dunia maya telah menjadi ruang hidup kedua bagi masyarakat. Media sosial tidak lagi sekadar menjadi cerminan realita, namun telah bergeser menjadi panggung untuk membangun citra diri (personal branding). Fenomena ini membawa tantangan tersendiri bagi seorang Muslim: Bagaimana kita menempatkan diri antara kebutuhan untuk menampilkan identitas Islam yang baik dengan kewajiban menjaga kemurnian niat? Personal Branding dalam Perspektif Nabawi Islam sejatinya sangat memperhatikan citra diri yang baik. Rasulullah ? adalah teladan utama dalam hal ini. Sejak masa mudanya, beliau dikenal dengan gelar Al-Amin (yang terpercaya). Allah ? pun memuji akhlak beliau dalam Al-Qur'an: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. al-Qalam: 4) Bagi seorang Muslim, memiliki citra diri yang positif bukan sekadar soal popularitas, melainkan bentuk tanggung jawab representasi agama. Mengingat label Islam melekat pada setiap individu pemeluknya, maka karakter seorang Muslim seringkali menjadi tolok ukur nilai Islam di mata dunia, terutama bagi mereka yang belum mengenal Islam secara mendalam. Kapan Amalan Perlu Disyiarkan? Syariat Islam memiliki dimensi wasathiyah (pertengahan). Ada amalan-amalan tertentu yang memang diperintahkan untuk ditunjukkan secara publik sebagai bentuk syiar, antara lain: Salat Berjemaah: Menunjukkan kekuatan dan persatuan umat. Syiar Hari Raya & Ramadan: Menumbuhkan semangat ibadah dan kegembiraan kolektif. Pemberitahuan Pernikahan: Menghindari fitnah dan memperjelas status sosial. Zakat dan Sedekah secara Kelembagaan: Menunjukkan transparansi dan memotivasi orang lain untuk turut berbagi (QS. Al-Baqarah: 271). Menimbang Risiko di Balik "Panggung" Digital Meskipun membangun citra baik itu penting, terdapat risiko besar yang mengintai para "Influencer Saleh" atau siapa pun yang kerap membagikan kebaikannya di media sosial: Ancaman terhadap Keikhlasan: Pujian manusia ibarat "tebasan leher". Rasulullah ? memperingatkan bahwa ketergantungan pada pujian dapat menjerumuskan seseorang pada sifat ujub (bangga diri) dan riya (pamer), yang pada akhirnya dapat menghanguskan pahala amal tersebut. Bahaya Penyakit 'Ain: Pandangan kagum yang disertai hasad (iri dengki) dari orang lain di dunia maya dapat berdampak buruk secara nyata pada fisik maupun psikis objeknya. Berkurangnya Keutamaan Amal Rahasia: Allah ? sangat mencintai hamba yang bertakwa dan tersembunyi (Al-Khafi). Amal yang dirahasiakan—seperti sedekah yang tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya—memiliki kedudukan yang lebih mulia di sisi Allah ?. Kesimpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat, khususnya para penggerak konten digital, untuk bijak dalam menyeimbangkan antara Syiar dan Sirr (rahasia). Jadikan media sosial sebagai sarana dakwah dan inspirasi, namun pastikan kita tetap memiliki "simpanan" amal saleh yang hanya diketahui oleh Allah ? saja. Dengan mengedepankan ilmu sebelum bertindak, kita dapat memetik maslahat dari teknologi tanpa harus mengorbankan kesucian niat di dalam hati. Sumber: Kajian Literasi Islam BAZNAS Majalengka #BAZNAS #BAZNASMajalengka #Zakat #Infak #Sedekah #PersonalBranding #AkhlakMulia #LiterasiIslam #DakwahDigital #Majalengka
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Ponpes Daarul Ibtida Sadasari
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Ponpes Daarul Ibtida Sadasari
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sarana pendidikan Islam di wilayah Kabupaten Majalengka. Pada Senin (20/04/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan sarana keagamaan untuk Pondok Pesantren Daarul Ibtida yang berlokasi di Desa Sadasari, Kecamatan Argapura. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., kepada perwakilan pengurus Pondok Pesantren Daarul Ibtida. Komitmen Meningkatkan Kenyamanan Ibadah dan Belajar Dalam kesempatan tersebut, H. Idi Purnama menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program Majalengka Takwa yang bertujuan untuk memastikan fasilitas keagamaan di pesantren layak dan memadai bagi para santri. "Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan titipan dari para muzaki berupa bantuan sarana keagamaan untuk Ponpes Daarul Ibtida. Kami berharap bantuan ini dapat menunjang aktivitas dakwah dan kegiatan belajar mengajar di pesantren, sehingga para santri dapat menimba ilmu dengan lebih nyaman dan khusyuk," ujar H. Idi Purnama. Beliau juga menambahkan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas BAZNAS dalam mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat untuk dikembalikan kepada umat yang membutuhkan. Apresiasi dari Pihak Pesantren Pihak perwakilan Pondok Pesantren Daarul Ibtida menyambut baik dan menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Majalengka. "Kami atas nama keluarga besar Ponpes Daarul Ibtida mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Majalengka dan para muzaki. Bantuan ini sangat berarti bagi pengembangan sarana di tempat kami. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa keberkahan bagi kemajuan BAZNAS di Majalengka," ungkap perwakilan pesantren. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan sinergi antara lembaga zakat dan lembaga pendidikan keagamaan semakin kuat demi mewujudkan masyarakat Majalengka yang religius dan berakhlakul karimah. #BAZNASMajalengka #MajalengkaTakwa #ZakatTumbuhBermanfaat #PonpesDaarulIbtida #SadasariArgapura #InfoMajalengka #ZakatPemberdayaan
BERITA20/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan dan Program Rutilahu di Desa Cihaur
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan dan Program Rutilahu di Desa Cihaur
MAJA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sarana keagamaan dan kesejahteraan hunian masyarakat. Pada Senin pagi (20/04/2026), Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menyerahkan secara simbolis bantuan Sarana Keagamaan (Saraga) untuk Pondok Pesantren Anwarul Huda, Desa Cihaur, Kecamatan Maja. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Anwarul Huda, Ustaz Mustaqim Azis Husni. Prosesi penyerahan ini berlangsung dengan khidmat di kediaman Bapak Herman, warga setempat yang juga tercatat sebagai penerima manfaat program Rumah Layak Huni (RLHB) dari BAZNAS. Sinergi dengan Pemerintah Desa Kegiatan penyerahan ini turut disaksikan oleh pihak Pemerintah Desa Cihaur yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dusun setempat. Kehadiran pihak desa menegaskan adanya sinergi yang kuat antara BAZNAS dan aparatur kewilayahan dalam memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. Kepala Pelaksana BAZNAS Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya stimulan untuk meningkatkan kualitas fasilitas ibadah dan pendidikan di lingkungan pesantren serta perbaikan infrastruktur hunian warga. "Kami berharap bantuan sarana keagamaan ini dapat menunjang aktivitas belajar mengajar di Ponpes Anwarul Huda. Di saat yang sama, kehadiran kami di sini juga untuk memastikan dimulainya program perbaikan rumah Bapak Herman agar segera menjadi hunian yang layak dan sehat," ujar Uuh Patulloh. Apresiasi dari Penerima Manfaat Pimpinan Ponpes Anwarul Huda, Mustaqim Azis Husni, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian nyata yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Majalengka kepada masyarakat Desa Cihaur melalui bantuan Saraga dan program RLHB. "Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Majalengka. Bantuan Saraga ini sangat berarti bagi kelancaran kegiatan di pondok. Selain itu, kami juga sangat terharu dengan adanya bantuan RLHB bagi Bapak Herman. Ini adalah bukti nyata kehadiran zakat dalam membantu meringankan beban umat," ungkap Mustaqim. Penyerahan bantuan ini menegaskan peran BAZNAS sebagai lembaga yang amanah dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan masyarakat di Kabupaten Majalengka, sejalan dengan visi pembangunan daerah. #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaLangkungSae #ProgramSaraga #RutilahuBAZNAS #PonpesAnwarulHuda #MajaBerbagi #Kemanusiaan #ZakatPemberdayaan
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Air Mata Haru di Desa Cihaur: BAZNAS Majalengka Wujudkan Mimpi Rumah Layak bagi Pak Herman yang Terbaring Sakit
Air Mata Haru di Desa Cihaur: BAZNAS Majalengka Wujudkan Mimpi Rumah Layak bagi Pak Herman yang Terbaring Sakit
MAJALENGKA Di balik dinding-dinding yang kian rapuh dan atap yang nyaris runtuh, tersimpan sebuah perjuangan hidup yang menyesakkan dada. Pada Rabu (20/04/2026), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka hadir membawa setitik cahaya bagi Bapak Herman, seorang warga Desa Cihaur, Kecamatan Maja, melalui penyaluran bantuan Program Rumah Layak Huni (RLHB). Hidup dalam Bayang-Bayang Kerapuhan Kondisi Bapak Herman sangat memprihatinkan. Penyakit pembengkakan paru-paru telah merampas kekuatannya, memaksanya hanya bisa terdiam dan pasrah di dalam rumah. Keinginan kuatnya untuk beribadah ke masjid atau sekadar mencangkul di sawah seringkali berakhir pilu; ia kerap jatuh pingsan sebelum kaki sempat melangkah jauh atau cangkul menyentuh tanah. Kini, ia hanya bisa menggantungkan hidup pada sang istri, seorang pejuang keluarga yang setiap dini hari menembus dinginnya malam untuk berjualan sayuran di Pasar Maja. Ketidaberdayaan itu semakin lengkap dengan kondisi rumah mereka yang nyaris ambruk. Langit-langit rumah hanya tertutup plastik seadanya untuk menghalau debu, sementara dua kamar tidur telah ditinggalkan karena atapnya yang sudah rusak parah. Ancaman di Balik Atap yang Lapuk Ada kisah mencekam yang diceritakan sang istri kepada Kepala Pelaksana BAZNAS Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, saat kunjungannya. Di tengah kondisi atap yang rapuh, mereka pernah dikejutkan oleh kehadiran seekor ular berbisa yang bersarang di sana. Karena kondisi atap yang membahayakan untuk dinaiki, sang anak, Ade, terpaksa meminjam senapan mimis milik tetangga untuk melumpuhkan ancaman tersebut demi keselamatan nyawa mereka. Amanah Muzaki untuk "Majalengka Langkung Sae" Hadir langsung di kediaman Bapak Herman karena kondisi fisik sang penerima yang tidak memungkinkan untuk datang ke kantor, Drs. Uuh Patulloh menyerahkan bantuan RLHB dengan penuh takzim. "Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan amanah dari para muzaki. Ini adalah bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah masyarakat kembali untuk menolong sesama. Program ini juga merupakan bentuk perhatian nyata dari Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., yang senantiasa memantau agar bantuan sosial tepat sasaran demi mewujudkan Majalengka Langkung Sae," ujar Drs. Uuh Patulloh. Beliau menegaskan bahwa RLHB bukan sekadar bantuan bangunan, melainkan upaya memberikan martabat, keamanan, dan kesehatan bagi warga yang kurang mampu. Haru yang Memecah Suasana Isak tangis haru tak membendung saat Bapak Herman menerima bantuan tersebut. Dengan suara yang terbata karena kondisi fisiknya, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS Majalengka dan para donatur yang telah peduli pada nasib keluarganya. Melalui pendistribusian yang ketat secara administrasi dan syariat, BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk terus menekan angka Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Majalengka. Setiap rupiah zakat yang dititipkan menjadi fondasi harapan bagi mereka yang hampir putus asa. #BAZNASMajalengka #MajalengkaPeduli #RLHB #ZakatMensejahterakan #InfoMajalengka #Cihaur #Maja #Kemanusiaan #ZakatPemberdayaan #MajalengkaLangkungSae #BupatiMajalengka #EmanSuherman
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Buka Program Berkurban Bersama BAZNAS 1447 H: Wujudkan Kepedulian Sosial yang Nyata
BAZNAS Majalengka Buka Program Berkurban Bersama BAZNAS 1447 H: Wujudkan Kepedulian Sosial yang Nyata
MAJALENGKA Menyambut momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka secara resmi meluncurkan program Berkurban Bersama BAZNAS (BBB). Program ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat (Muzakki/Munfiq) untuk menunaikan ibadah kurban dengan jaminan pengelolaan yang amanah, profesional, dan tepat sasaran. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan menyembelih hewan, melainkan refleksi dari totalitas ketaatan dan ketakwaan hamba kepada Sang Pencipta, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. "Daging dan darah kurban memang tidak sampai kepada Allah, namun ketakwaan dari para pequrbanlah yang sampai kepada-Nya. Melalui program ini, kami ingin memastikan esensi kurban tersebut bertransformasi menjadi manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan," ungkapnya. Fokus Distribusi di Wilayah Minim Kurban BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk menyalurkan hewan kurban ke wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori "minim kurban". Hal ini bertujuan agar pemerataan konsumsi protein hewani dapat dirasakan oleh masyarakat di pelosok desa yang selama ini jarang terjangkau oleh bantuan serupa. Dengan manajemen distribusi yang terintegrasi, BAZNAS memastikan setiap amanah dari para pequrban akan memberikan senyum kebahagiaan bagi fakir miskin dan mustahik di seluruh wilayah Kabupaten Majalengka. Kemudahan Transaksi via QRIS dan Transfer Bank Untuk memudahkan masyarakat dalam berkontribusi, BAZNAS Majalengka menyediakan berbagai kanal pembayaran yang transparan dan akuntabel. Masyarakat dapat menyalurkan donasi kurban melalui: Scan QRIS Resmi BAZNAS Transfer Bank bjb: 0128194665100 (Kode Bank: 110) a.n BAZNAS KAB MAJALENGKA TEMATIK Layanan Informasi dan Konsultasi Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai harga hewan kurban, prosedur pemotongan, hingga laporan penyaluran, BAZNAS Majalengka menyediakan Layanan Muzakki di: WhatsApp: 0821-2416-9964 Telepon: (0233) 282414 Mari jadikan Idul Adha 1447 H sebagai momentum untuk melepaskan kecintaan pada dunia dan memperkuat solidaritas sosial. Bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, kurban Anda menjadi saksi kebaikan di akhirat kelak. #BaznasMajalengka #IdulAdha1447H #QurbanBersamaBaznas #KurbanAndaSenyumBahagia #MajalengkaBerbagi #ZakatMajalengka #PemerataanKurban #Kemanusiaan
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Wujudkan Generasi Emas, BAZNAS Majalengka Salurkan Beasiswa Program Majalengka Cerdas
Wujudkan Generasi Emas, BAZNAS Majalengka Salurkan Beasiswa Program Majalengka Cerdas
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan melalui program unggulan Majalengka Cerdas. Pada Senin (20/04/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan stimulan beasiswa kepada mahasiswi berprestasi sebagai bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan umat. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka pada pukul 13.00 WIB. Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Divisi Humas Protokoler BAZNAS Majalengka, Fijay Muhamad Faozan, S.H., CPm., kepada penerima manfaat, Allya Syafira. Dukungan untuk Pendidikan Tinggi Allya Syafira, yang merupakan warga Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka, hadir didampingi oleh orang tuanya untuk menerima bantuan tersebut. Program Majalengka Cerdas ini dirancang khusus untuk membantu meringankan biaya pendidikan bagi mahasiswa asal Majalengka agar dapat fokus meraih prestasi di jenjang perguruan tinggi. Dalam keterangannya, Fijay Muhamad Faozan menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk apresiasi dan dorongan semangat bagi generasi muda Majalengka. "BAZNAS Majalengka melalui program Majalengka Cerdas berkomitmen untuk memastikan tidak ada putra-putri daerah yang terkendala pendidikannya karena faktor ekonomi. Semoga bantuan stimulan beasiswa ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Allya Syafira untuk menunjang kebutuhan akademiknya," ujar Fijay. Apresiasi Penerima Manfaat Rasa syukur terpancar dari wajah Allya Syafira dan orang tuanya saat menerima bantuan tersebut. Mereka menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para muzzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Majalengka. "Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Terima kasih BAZNAS Majalengka atas perhatiannya terhadap masa depan pendidikan kami. Insya Allah, amanah ini akan saya gunakan dengan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan studi," ungkap Allya. Dengan terus bergulirnya program Majalengka Cerdas, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berdaya saing demi kemajuan Kabupaten Majalengka di masa depan. #BAZNASMajalengka #MajalengkaCerdas #ZakatTumbuhBermanfaat #BeasiswaBAZNAS #MajalengkaWetan #PendidikanMajalengka #FijayMuhamadFaozan #KabarZakat
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Tanamkan Karakter Dermawan Sejak Dini, BAZNAS Majalengka Sosialisasikan Program SIGAP Bersama IGTK
Tanamkan Karakter Dermawan Sejak Dini, BAZNAS Majalengka Sosialisasikan Program SIGAP Bersama IGTK
MAJALENGKA, BAZNAS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus melakukan akselerasi dalam memperluas jangkauan edukasi filantropi di sektor pendidikan. Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi program unggulan SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli) yang digelar bagi jajaran Pengurus Daerah (PD) dan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK) se-Kabupaten Majalengka di Lantai 2 Gedung BAZNAS Majalengka, Senin (20/4). Kegiatan strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi infak sekaligus memperkuat fondasi karakter kedermawanan bagi anak didik di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kelompok Bermain (KB), Raudhatul Athfal (RA), hingga Taman Kanak-kanak (TK). Edukasi Moral di Atas Penghimpunan Dana Acara dibuka secara resmi pada pukul 13.00 WIB oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Dalam sambutannya, H. Agus menegaskan bahwa esensi utama dari Program SIGAP melampaui angka-angka penghimpunan. "Kami ingin menanamkan nilai solidaritas dan karakter peduli sesama sejak usia sedini mungkin. Program SIGAP bukan sekadar penghimpunan, tapi instrumen edukasi bagi generasi muda kita," tegasnya. Beliau juga menambahkan bahwa program ini selaras dengan visi Pemerintah Daerah untuk mewujudkan sektor pendidikan yang Langkung Sae (Lebih Baik). "Tanggung jawab besar untuk mencetak generasi yang peduli ada di pundak Bapak dan Ibu guru sekalian sebagai garda terdepan pendidikan anak usia dini," tambah H. Agus. Sinergi dan Tata Kelola yang Transparan Pertemuan tersebut dihadiri oleh 4 orang perwakilan PD IGTK Kabupaten Majalengka dan 26 perwakilan PC IGTK dari seluruh kecamatan. Selain menjadi ruang silaturahmi, BAZNAS memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi mengenai mekanisme Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan sekolah serta sistem transparansi penyaluran dana. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan BAZNAS lainnya, yakni: H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si. (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan) Drs. H. Idi Purnama, M.M. (Wakil Ketua IV) Drs. Uuh Patulloh (Kepala Pelaksana) Uju Juhara, S.Pd. (Kadiv Pengumpulan) Iwan Setiawan (Kadiv Digital Fundraising & Retail) Mengenal SIGAP: Dari Siswa, Oleh Siswa, Untuk Sekolah Program SIGAP hadir dengan prinsip akuntabilitas dan azas manfaat kembali. Dana infak yang dihimpun dari para siswa melalui UPZ sekolah nantinya akan didistribusikan kembali untuk kepentingan internal lingkungan pendidikan tersebut, di antaranya: Perbaikan Sarana Pendidikan: Renovasi ruang kelas atau fasilitas penunjang KBM. Sarana Ibadah: Pembangunan atau pemeliharaan musala sekolah. Bantuan Sosial: Santunan bagi siswa kurang mampu atau bantuan darurat bagi warga sekolah. Melalui sinergi erat bersama IGTK, BAZNAS Kabupaten Majalengka optimis gerakan filantropi ini mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang religius, peduli, dan mandiri, demi terwujudnya masyarakat Majalengka yang lebih sejahtera dan berkarakter. #BAZNASMajalengka #ProgramSIGAP #SedekahInfaq #PendidikanKarakter #MajalengkaLangkungSae #IGTKMajalengka #FilantropiPendidikan #ZakatTumbuhBermanfaat
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Dukung Kaderisasi Mahasiswa Hukum, Serahkan Bantuan untuk DPC Permahi
BAZNAS Majalengka Dukung Kaderisasi Mahasiswa Hukum, Serahkan Bantuan untuk DPC Permahi
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan penguatan organisasi kepemudaan di wilayah Kabupaten Majalengka. Terbaru, BAZNAS menyalurkan bantuan untuk mendukung kegiatan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC Permahi) Kabupaten Majalengka tahun 2026. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa hukum sebagai calon praktisi yang memiliki integritas moral dan profesionalisme tinggi. "Dukungan ini merupakan bentuk apresiasi BAZNAS terhadap organisasi kemahasiswaan yang berfokus pada kaderisasi dan penegakan supremasi hukum. Kami berharap DPC Permahi Majalengka mampu melahirkan kader-kader hukum yang jujur, amanah, dan selalu berpihak pada keadilan, sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang kami usung," ujar H. Agus Asri Sabana. DPC Permahi merupakan organisasi profesi hukum yang mandiri dan independen. Kehadirannya di Majalengka menjadi wadah bagi mahasiswa hukum untuk mengasah kemampuan melalui diskusi hukum, kajian strategis, aksi sosial, hingga pemberian bantuan hukum kepada masyarakat. Dicky Turmudzi, selaku panitia kegiatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian BAZNAS Majalengka terhadap pergerakan mahasiswa hukum di daerah. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ketua BAZNAS Majalengka atas bantuan dan kepercayaannya. Dukungan ini sangat berarti bagi kelancaran agenda kaderisasi kami. Kami berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam mengawal keadilan dan berkontribusi aktif bagi penegakan hukum di Indonesia, khususnya di Kabupaten Majalengka," pungkas Dicky. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan DPC Permahi Majalengka dapat terus bertumbuh menjadi organisasi yang produktif dalam mencetak profesional hukum yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #PermahiMajalengka #MahasiswaHukum #SupremasiHukum #KaderisasiHukum #ZakatUntukUmat #Majalengka2026
BERITA20/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Memuliakan Keringat: Menilik Prinsip Keadilan dan Hak Pekerja dalam Perspektif Islam
Memuliakan Keringat: Menilik Prinsip Keadilan dan Hak Pekerja dalam Perspektif Islam
MAJALENGKA, BAZNAS Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, tidak terkecuali bagi para pekerja. Jauh sebelum dunia modern merumuskan regulasi ketenagakerjaan, Islam telah meletakkan pondasi kokoh mengenai perlindungan hak-hak pekerja yang berlandaskan keadilan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam pandangan syariat, bekerja bukan sekadar aktivitas ekonomi untuk menyambung hidup, melainkan sebuah bentuk ibadah yang mulia. BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang pentingnya edukasi mengenai hak pekerja ini guna menciptakan ekosistem kerja yang harmonis dan berkah di wilayah Majalengka. Berikut adalah enam hak dasar pekerja yang ditegaskan dalam ajaran Islam: 1. Hak Menerima Upah yang Adil Upah merupakan kewajiban utama pemilik usaha. Istilah Ajr (upah) disebutkan sebanyak 150 kali dalam Al-Qur'an, menunjukkan betapa krusialnya apresiasi terhadap jerih payah seseorang. Islam memandang setiap tetes keringat pekerja harus dibalas dengan imbalan yang pantas sesuai dengan akad yang telah disepakati. 2. Ketepatan Waktu Pembayaran Islam melarang keras penundaan upah. Rasulullah SAW bersabda, "Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya." (HR. Ibnu Majah). Hal ini menunjukkan bahwa kepastian waktu pembayaran adalah bentuk penghormatan terhadap kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya. 3. Upah yang Sepadan dengan Keahlian Keadilan dalam menentukan besaran upah sangat ditekankan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A‘raf: 85 agar kita tidak mengurangi hak-hak manusia. Pemilik usaha dilarang melakukan praktik "curang" dengan memberikan beban kerja yang berat namun memberikan imbalan yang minim. 4. Perlindungan di Masa Tua dan Penurunan Produktivitas Seorang pekerja yang telah menghabiskan masa mudanya untuk mengabdi tidak boleh diputus hubungan kerjanya secara sepihak hanya karena faktor usia atau kesehatan yang menurun. Berlandaskan hadis riwayat Imam Ahmad, Islam mengajarkan kasih sayang kepada mereka yang telah berjasa, meskipun kemampuan fisiknya tak lagi sekuat dahulu. 5. Perlakuan yang Manusiawi dan Terhormat Pekerja bukanlah budak. Pemilik usaha wajib menjaga martabat pekerjanya dengan tidak merendahkan, menyakiti secara fisik, maupun memberikan beban di luar batas kemampuan. Rasulullah SAW memberikan teladan nyata dengan senantiasa makan bersama dan membantu pekerjaan para pelayannya. 6. Hak Menjalankan Kewajiban Agama Pekerjaan tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk beribadah kepada Allah SWT. Pemilik usaha wajib memberikan ruang dan waktu bagi pekerja untuk menunaikan salat dan puasa. Pekerja yang religius justru akan menjadi aset berharga karena mereka bekerja dengan rasa amanah dan pengawasan ilahi (muraqabah). Melalui pemahaman hak-hak ini, diharapkan tercipta sinergi yang baik antara pemberi kerja dan pekerja di Kabupaten Majalengka. Keadilan yang ditegakkan di dunia kerja akan membawa keberkahan pada harta dan kemajuan ekonomi masyarakat secara luas. #MajalengkaLangkungSae #BAZNASMajalengka #HakPekerjaIslam #ZakatMensejahterakan
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Ajak Umat Jaga Akal dan Hati dari Bahaya Scrolling Tanpa Kendali
BAZNAS Majalengka Ajak Umat Jaga Akal dan Hati dari Bahaya Scrolling Tanpa Kendali
MAJALENGKA, BAZNAS Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menekankan pentingnya menjaga ketahanan spiritual dan intelektual di tengah derasnya arus digitalisasi. Fenomena scrolling tanpa henti atau konsumsi konten digital yang tidak terkendali dinilai mulai mengikis kemampuan berpikir mendalam (deep thinking) dan merusak kejernihan hati umat, terutama generasi muda. Melalui rilis resminya, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa meskipun teknologi adalah sarana yang netral, penggunaannya harus tetap berpijak pada prinsip Hifzh al-‘Aql (menjaga akal) dan Hifzh al-Qalb (menjaga hati). Ancaman Dangkalnya Berpikir dan Penyakit Hati Fenomena ini bukan sekadar masalah kebiasaan, melainkan ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia. Mengutip penelitian neurosains, paparan konten singkat secara terus-menerus terbukti memperpendek rentang perhatian (attention span) dan melatih otak untuk bersikap reaktif, bukan reflektif. "Islam adalah agama yang memuliakan akal. Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 3 bahwa tanda-tanda kebesaran-Nya diperuntukkan bagi kaum yang berpikir. Jika waktu kita habis hanya untuk memandang layar tanpa makna, maka kemampuan kita untuk merenungi ayat-ayat Allah dan berinovasi untuk kemaslahatan umat akan perlahan menipis," ungkap pihak BAZNAS. Selain dampak kognitif, bahaya scrolling bebas juga menjadi pintu masuk bagi syahwat melalui pandangan yang tidak dijaga. Hal ini berisiko pada penurunan kesehatan mental, gangguan pola tidur, hingga lunturnya kemanisan iman dalam beribadah. Zakat dan Sedekah Waktu untuk Hal Produktif BAZNAS Majalengka mengingatkan bahwa esensi zakat dan ketaatan juga mencakup bagaimana umat membersihkan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Waktu merupakan nikmat besar yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala. Masyarakat, khususnya generasi muda di Majalengka, didorong untuk mulai melakukan pembatasan durasi penggunaan gawai secara mandiri. Alihkan waktu luang tersebut untuk aktivitas yang lebih berkah, seperti tilawah Al-Qur'an, literasi Islam, serta aksi nyata dalam membantu sesama melalui berbagai program kemanusiaan. Langkah Praktis Menuju Perubahan Sebagai bagian dari edukasi publik, BAZNAS Majalengka merekomendasikan beberapa langkah praktis: Disiplin Digital: Membatasi waktu harian penggunaan media sosial. Menjaga Pandangan: Segera menghindari konten yang bersifat syahwat atau sia-sia. Aktivitas Riil: Mengisi kekosongan jiwa dengan ibadah, membaca buku, dan interaksi sosial yang produktif. Langkah ini sejalan dengan upaya bersama untuk membangun masyarakat yang lebih berkualitas, selaras dengan semangat pembangunan daerah yang lebih baik di segala aspek. #BAZNASMajalengka #ZakatMensejahterakanUmat #LiterasiDigital #JagaAkalJagaHati #StopScrolling #IslamDanTeknologi #MajalengkaLangkungSae #HifzhAlAql
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →