WhatsApp Icon
Tunaikan Janji, BAZNAS Majalengka Kembali Sambangi Pak Hendrik Salurkan Bantuan Uang Tunai

MAJALENGKA (10 Juni 2026)  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka membuktikan komitmennya untuk terus mendampingi mustahik yang tertimpa musibah hingga pulih. Melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Eman Suherman, S.Pd.I., kembali mendatangi langsung kediaman Bapak Hendrik di Blok Sindangkasih RT 03 RW 01, Desa Ciranjeng, Kecamatan Cingambul, pada Selasa (09/06/2026) untuk menyerahkan bantuan lanjutan berupa uang tunai.

Langkah ini merupakan pemenuhan janji kemanusiaan BAZNAS setelah sepekan sebelumnya menyalurkan bantuan darurat berupa sembako. Kehadiran tim BTB di lokasi disambut dengan haru oleh Pak Hendrik, seorang ayah yang kini berjuang sendirian demi masa depan kedua anaknya pasca-musibah kebakaran besar yang menghanguskan rumah mereka.

Membasuh Air Mata, Menyampaikan Salam Hangat Pemimpin

Bantuan uang tunai yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para muzaki ini dialokasikan khusus untuk membantu pemulihan kebutuhan dasar keluarga, terutama keperluan seragam dan perlengkapan sekolah anak-anak Pak Hendrik yang seluruhnya hangus tak tersisa pada kebakaran akhir Mei lalu.

Dalam kesempatan yang penuh berkah tersebut, Eman Suherman juga menyampaikan pesan mendalam dan salam hangat dari Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka serta Bupati Majalengka yang tidak bisa hadir secara langsung di lokasi karena sedang menunaikan agenda penting kedinasan lainnya.

"Kami menyampaikan salam takzim dan permohonan maaf dari Bapak Ketua BAZNAS serta Bapak Bupati Majalengka karena belum bisa hadir langsung menemui Pak Hendrik. Walau saat ini ruang dan waktu membatasi, doa dan kepedulian beliau berdua selalu menyertai. Kehadiran kami di sini merupakan bukti nyata dari tanggung jawab dan wujud nyata kasih sayang mereka sebagai pemimpin yang selalu memikirkan kondisi warganya," tutur Eman Suherman, S.Pd.I., dengan penuh khidmat.

Dengan bantuan tunai ini, diharapkan kedua anak Pak Hendrik yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dapat segera membeli pakaian seragam, buku, dan alat tulis baru, sehingga mereka tidak perlu berlama-lama larut dalam kesedihan dan bisa kembali memupuk asa di sekolah.

Apresiasi dan Sinergi Lintas Sektor di Lapangan

Kehadiran dan gerak cepat Tim BTB BAZNAS Majalengka di lapangan mendapat apresiasi mendalam dari pihak Pemerintah Desa Ciranjeng serta Pemerintah Kecamatan Cingambul. Penyerahan bantuan ini turut dikawal dan didampingi langsung oleh Bapak Budi Nirwana (MP Cingambul), Kasie Kesra Pemdes Ciranjeng, Tim Tagana Dinas Sosial, Satpol PP Kecamatan, serta Tokoh Masyarakat setempat.

Merespons aksi nyata dan kepedulian BAZNAS, perwakilan Tokoh Masyarakat Cingambul menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian yang diberikan kepada salah satu warganya.

"Atas nama masyarakat Cingambul, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada BAZNAS Majalengka. Gerak cepat ini laksana oase di tengah gurun bagi Pak Hendrik. BAZNAS tidak hanya memberi bantuan fisik, tapi juga mengembalikan senyum dan harapan anak-anak yatim ini untuk bisa sekolah lagi. Semoga kebaikan ini dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT," ungkap salah seorang Tokoh Masyarakat dengan mata berkaca-kaca.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Bapak Budi Nirwana selaku perwakilan dari pihak Kecamatan Cingambul yang memuji pola penanganan bencana yang dilakukan secara cepat dan tuntas oleh BAZNAS.

"Kami dari jajaran kewilayahan Kecamatan Cingambul sangat mengapresiasi kinerja luar biasa dari BTB BAZNAS Majalengka. Minggu lalu datang membawa sembako, hari ini langsung datang lagi menepati janji memberikan bantuan tunai untuk seragam anak-anak. Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan. Ini bukti bahwa koordinasi antara ulama, umara, dan lembaga amil berjalan sangat sehat demi mengayomi masyarakat," tegas Bapak Budi Nirwana.

Zakat sebagai Jembatan Kasih Sayang

Senyum yang kembali terukir di wajah keluarga Pak Hendrik menjadi bukti nyata betapa besarnya mukjizat dari zakat yang dikelola secara cepat dan tepat sasaran. Sinergi antara umara (pemerintah daerah), ulama, lembaga amil, dan elemen masyarakat merupakan pilar utama dalam mewujudkan masyarakat Majalengka yang tangguh, peduli, dan berkarakter.

Kami menghaturkan jazakumullah khairan katsiran kepada seluruh muzaki yang senantiasa menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Harta yang Anda titipkan telah menjelma menjadi senyum, harapan, dan berkah yang menyelimuti kehidupan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan, dan melipatgandakan rezeki bagi kita semua. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.

#MajalengkaLangkungSae #BAZNASMajalengka #BAZNASTanggapBencana #BTBMajalengka #CingambulPeduli #ZakatMensejahterakan #SenyumMustahik #BerkahZakat #PemimpinPeduli #SinergiKemanusiaan #CiranjengBangkit

10/06/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Langkah Cepat di Tengah Lelah: Kisah Hangat BAZNAS Majalengka Antar Sembako untuk Nenek Ipoh yang Nyaris Kehilangan Tempat Berteduh

MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) menyalurkan bantuan paket sembako untuk Nenek Ipoh (79), seorang lansia yang tinggal di hunian memprihatinkan di Blok Kliwon RT 01 RW 05, Desa Wangkelang, Kecamatan Cingambul, pada Selasa (9/6/2026). Langkah cepat ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen BAZNAS dalam meringankan beban mustahik di wilayah Majalengka.

Nenek Ipoh diketahui hidup dalam kondisi yang sangat membutuhkan uluran tangan. Rumah tinggalnya saat ini dalam kondisi lapuk dan nyaris ambruk, sehingga sangat membahayakan keselamatan dirinya.

Estafet Kebaikan di Tengah Padatnya Program

Penyaluran bantuan ini dilakukan secara estafet oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, S.Pd.I., melalui tim BTB Kecamatan Cingambul. Paket sembako tersebut diserahkan sesaat setelah tim menyelesaikan prosesi penyerahan bantuan untuk Bapak Hendrik, warga korban musibah kebakaran di Desa Ciranjeng, Kecamatan Cingambul.

Di tengah padatnya jadwal penanganan bencana dan pendistribusian bantuan, BAZNAS Majalengka terus bergerak cepat memastikan amanah para muzakki sampai kepada mereka yang berhak menerima.

"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak bisa langsung menemui Nenek Ipoh di kediamannya. Namun, hal ini bukan mengurangi rasa hormat kami, melainkan karena saat ini tim kami sudah ditunggu oleh warga yang membutuhkan di Kecamatan Lemahsugih," ujar Eman Suherman saat menyerahkan paket bantuan kepada Tim BTB Kecamatan Cingambul.

Komitmen Menuju Majalengka yang Diridhai Allah

Melalui sinergi yang kuat antara BAZNAS Kabupaten dan tim di tingkat kecamatan, bantuan pangan tersebut akhirnya berhasil diantarkan langsung ke kediaman Nenek Ipoh. BAZNAS Majalengka berharap bantuan stimulan ini dapat menyambung keperluan pokok sehari-hari Nenek Ipoh serta mendatangkan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

Semoga kepedulian yang terus digulirkan ini menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi Kabupaten Majalengka, sekaligus mengetuk pintu hati para dermawan untuk saling bahu-membahu membantu sesama yang sedang kesulitan.

Jazakumullah khairan katsiran kepada para muzakki dan munfiq yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka.

#MajalengkaLangkungSae #BAZNASMajalengka #BAZNASTanggapBencana #CingambulPeduli #ZakatTumbuhBermanfaat #KemanusiaanIslami

10/06/2026 | Kontributor: Media BTB Baznas Majalengka
BAZNAS Majalengka Tinjau Rumah Tak Layak Huni Ibu Empin Supinah di Babakansari, Upayakan Rumah Layak yang Berkah

MAJALENGKA, Selasa (9/6/2026)  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka bergerak cepat menyahuti rintihan asnaf dan merespons laporan masyarakat terkait adanya warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Demi memastikan penyaluran amanah zakat yang tepat sasaran, Tim Media BAZNAS Majalengka, Eman Suherman, mendatangi langsung lokasi hunian Ibu Empin Supinah di Desa Babakansari, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka pada Selasa (9/6).

Langkah ini diambil guna melakukan survei dan verifikasi faktual atas ajuan bantuan program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Dalam peninjauan ini, Tim BAZNAS didampingi langsung oleh Kepala Desa Babakansari beserta Kasie Ekbang setempat untuk melihat dari dekat kondisi nyata di lapangan.

Kondisi Rumah yang Menyayat Hati dan Menguji Kepedulian

Menyaksikan kondisi tempat tinggal Ibu Empin Supinah, siapapun akan terenyuh. Rumah yang sejatinya menjadi tempat bernaung dan beribadah itu kini sudah tidak bisa lagi dihuni karena kondisinya sangat kritis dan dikhawatirkan ambruk sewaktu-waktu. Guna menyambung hidup dengan aman, Ibu Empin terpaksa menumpang di rumah anaknya yang berada tepat di sebelah bangunan rapuh tersebut.

"Kondisi fisik bangunan tampak sangat lapuk, tanpa langit-langit, dan mengalami kerusakan parah di bagian atap. Bahkan, ketinggian terasnya hanya sekitar 170 cm, sehingga tim yang datang harus membungkuk dan berhati-hati saat hendak masuk ke area rumah," ujar Eman Suherman saat menggambarkan kondisi di lokasi.

Lebih memprihatinkan lagi, di dalam rumah yang sempit itu tidak terdapat fasilitas kamar mandi yang layak. Untuk keperluan memasak, area dapur terpaksa disatukan berdampingan dengan ruang lain yang hanya disekat menggunakan bekas baliho. Sebuah pemandangan yang mengetuk pintu kepedulian kita bersama untuk segera mengulurkan tangan membantu sesama muslim yang sedang kesulitan.

Ikhtiar BAZNAS: Menghidupkan Semangat Gotong Royong dan Swadaya

Mewakili BAZNAS Kabupaten Majalengka, Eman Suherman menegaskan komitmen lembaga untuk hadir menjadi jembatan kebaikan bagi kaum dhuafa, termasuk Ibu Empin. Namun, ia juga mengingatkan bahwa bantuan RLHB ini bersifat stimulan dan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak agar pembangunan dapat berjalan tuntas tanpa hambatan.

Dalam pertemuan tersebut, Eman menyampaikan bahwa survei dan verifikasi ini sangat krusial untuk mengukur beberapa indikator daya dukung mutlak. Indikator tersebut di antaranya adalah kepemilikan dana tambahan mandiri atau ketersediaan stok material awal milik mustahik (seperti batu, semen, bata, pasir, atau kayu).

Selain kesiapan mandiri dari mustahik, BAZNAS Majalengka juga menekankan pentingnya komitmen dari pihak pemerintah desa setempat.

"Kami harus memastikan adanya dukungan penuh dari Pemerintah Desa untuk menggalang swadaya masyarakat serta menggerakkan kembali budaya gotong royong dalam proses pembangunan fisik rumah Ibu Empin nantinya. Hal ini penting dilakukan agar para penerima manfaat benar-benar mendapatkan rumah yang layak huni, bukan malah menjadi telantar akibat pembangunan yang tidak tuntas atau terbengkalai karena kendala keuangan di tengah jalan," tegas Eman.

Komitmen Mewujudkan Kesejahteraan yang Merata

Melalui program RLHB ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap tidak hanya sekadar membangun dinding dan atap, melainkan juga membangun kembali martabat, kenyamanan ibadah, dan senyum kebahagiaan di wajah para mustahik. Sinergi antara dana zakat, infak, sedekah (ZIS), kepedulian pemerintah desa, serta semangat gotong royong warga diharapkan menjadi kunci utama dalam menyukseskan program kemaslahatan umat ini.

#MajalengkaLangkungSae #BAZNASMajalengka #RumahLayakHuni #ZakatMenyejahterakanUmat #PeduliDhuafa #BantarujegPeduli

10/06/2026 | Kontributor: Media BTB Baznas Majalengka
BAZNAS Majalengka Apresiasi Capaian Opini WTP 13 Kali Berturut-turut Pemkab Majalengka

MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka atas keberhasilan mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Penghargaan bergengsi ini diraih atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Ucapan selamat tersebut disampaikan langsung oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka kepada Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M. Prestasi luar biasa ini menandai keberhasilan Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mempertahankan predikat WTP selama 13 kali berturut-turut.

"Keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Bapak Bupati Drs. H. Eman Suherman, M.M., dan seluruh jajaran Pemkab Majalengka. Pencapaian 13 kali berturut-turut ini adalah bukti nyata komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan profesional," ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Konsistensi Menuju Majalengka yang Transparan dan Akuntabel

Pencapaian WTP ini bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan cerminan dari pengelolaan keuangan daerah yang bersih dan bertanggung jawab. Dalam pandangan Islam, sifat amanah dan transparan merupakan pilar utama dalam kepemimpinan, dan Pemkab Majalengka dinilai telah menunjukkan konsistensi tersebut dengan sangat baik dari tahun ke tahun.

BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan seperti BAZNAS dapat terus berjalan beriringan. Pengelolaan daerah yang akuntabel diyakini akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mengoptimalkan berbagai program kemaslahatan umat.

Harapan untuk Pelayanan Terbaik dan Majalengka Langkung SAE

Menutup pernyataannya, pihak BAZNAS mendoakan agar prestasi mulia ini menjadi suntikan semangat dan keberkahan bagi seluruh aparatur pemerintah di lingkungan Kabupaten Majalengka.

Semoga capaian ini semakin memperkuat komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta membawa keberkahan dalam mewujudkan Kabupaten Majalengka yang lebih maju, sejahtera, dan Langkung SAE (Sae, Aman, Eksis) di bawah rida Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.

#MajalengkaLangkungSae #BAZNASMajalengka #WTBPemkabMajalengka #MajalengkaBerkah #TataKelolaAmanah #ZakatTumbuhBermanfaat

10/06/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Kabupaten Majalengka Salurkan Bantuan Biaya Kesehatan Bagi Warga Cideres yang Alami Sakit Menahun

Wujud Kepedulian Ummat Melalui Dana Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Meringankan Beban Mustahik

MAJALENGKA, BAZNAS Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan syiar Islam dalam meringankan beban sesama, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan biaya kesehatan kepada dua warga Blok Bojong, Desa Cideres, Kecamatan Kadipaten yang tengah diuji dengan sakit menahun. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bertempat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Majalengka pada Selasa (9/6/2026).

Bantuan asnaf miskin/fi sabilillah ini diberikan kepada Saudari Dila yang kini tengah berjuang melawan gangguan kerusakan saraf, serta Ibu Entar yang mengalami komplikasi penyakit serius. Mengingat kondisi fisik kedua penerima manfaat yang tidak memungkinkan untuk hadir secara langsung, penyerahan dana kebajikan ini diwakili oleh pihak keluarga terdekat. Bantuan untuk Dila diterima oleh Bapak Dian selaku pamannya, sementara bantuan untuk Ibu Entar diterima oleh Yogi selaku anak kandungnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan ini merupakan amanah dari para muzakki dan munfik di Kabupaten Majalengka yang dikelola secara profesional demi kemaslahatan ummat, khususnya dalam pilar Majalengka Sehat. Beliau berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban operasional pengobatan dan menjadi wasilah kesembuhan bagi para mustahik.

"Alhamdulillah, pada hari yang penuh berkah ini, BAZNAS dapat kembali hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami dalam menyalurkan dana ZIS secara tepat sasaran. Doa terbaik kami panjatkan untuk Saudari Dila dan Ibu Entar, semoga Allah SWT memberikan kesabaran, mengangkat penyakitnya, dan menjadikan ujian ini sebagai penggugur dosa. Amin ya Rabbal 'Alamin," ujar H. Agus Asri Sabana di sela-sela penyerahan.

Di sisi lain, perwakilan keluarga penerima manfaat menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian dan gerak cepat yang ditunjukkan oleh BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan ini dirasakan sangat berarti di tengah himpitan biaya pengobatan yang kian tinggi, serta menjadi suntikan moral yang besar bagi keluarga untuk terus mendampingi proses kesembuhan pasien.

#MajalengkaLangkungSae #BAZNASMajalengka #MajalengkaSehat #ZakatMenyejahterakanUmmat #PemberdayaanMustahik #InfoMajalengka

10/06/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I

Berita Terbaru

Memuliakan Keringat: Menilik Prinsip Keadilan dan Hak Pekerja dalam Perspektif Islam
Memuliakan Keringat: Menilik Prinsip Keadilan dan Hak Pekerja dalam Perspektif Islam
MAJALENGKA, BAZNAS Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, tidak terkecuali bagi para pekerja. Jauh sebelum dunia modern merumuskan regulasi ketenagakerjaan, Islam telah meletakkan pondasi kokoh mengenai perlindungan hak-hak pekerja yang berlandaskan keadilan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam pandangan syariat, bekerja bukan sekadar aktivitas ekonomi untuk menyambung hidup, melainkan sebuah bentuk ibadah yang mulia. BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang pentingnya edukasi mengenai hak pekerja ini guna menciptakan ekosistem kerja yang harmonis dan berkah di wilayah Majalengka. Berikut adalah enam hak dasar pekerja yang ditegaskan dalam ajaran Islam: 1. Hak Menerima Upah yang Adil Upah merupakan kewajiban utama pemilik usaha. Istilah Ajr (upah) disebutkan sebanyak 150 kali dalam Al-Qur'an, menunjukkan betapa krusialnya apresiasi terhadap jerih payah seseorang. Islam memandang setiap tetes keringat pekerja harus dibalas dengan imbalan yang pantas sesuai dengan akad yang telah disepakati. 2. Ketepatan Waktu Pembayaran Islam melarang keras penundaan upah. Rasulullah SAW bersabda, "Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya." (HR. Ibnu Majah). Hal ini menunjukkan bahwa kepastian waktu pembayaran adalah bentuk penghormatan terhadap kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya. 3. Upah yang Sepadan dengan Keahlian Keadilan dalam menentukan besaran upah sangat ditekankan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A‘raf: 85 agar kita tidak mengurangi hak-hak manusia. Pemilik usaha dilarang melakukan praktik "curang" dengan memberikan beban kerja yang berat namun memberikan imbalan yang minim. 4. Perlindungan di Masa Tua dan Penurunan Produktivitas Seorang pekerja yang telah menghabiskan masa mudanya untuk mengabdi tidak boleh diputus hubungan kerjanya secara sepihak hanya karena faktor usia atau kesehatan yang menurun. Berlandaskan hadis riwayat Imam Ahmad, Islam mengajarkan kasih sayang kepada mereka yang telah berjasa, meskipun kemampuan fisiknya tak lagi sekuat dahulu. 5. Perlakuan yang Manusiawi dan Terhormat Pekerja bukanlah budak. Pemilik usaha wajib menjaga martabat pekerjanya dengan tidak merendahkan, menyakiti secara fisik, maupun memberikan beban di luar batas kemampuan. Rasulullah SAW memberikan teladan nyata dengan senantiasa makan bersama dan membantu pekerjaan para pelayannya. 6. Hak Menjalankan Kewajiban Agama Pekerjaan tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk beribadah kepada Allah SWT. Pemilik usaha wajib memberikan ruang dan waktu bagi pekerja untuk menunaikan salat dan puasa. Pekerja yang religius justru akan menjadi aset berharga karena mereka bekerja dengan rasa amanah dan pengawasan ilahi (muraqabah). Melalui pemahaman hak-hak ini, diharapkan tercipta sinergi yang baik antara pemberi kerja dan pekerja di Kabupaten Majalengka. Keadilan yang ditegakkan di dunia kerja akan membawa keberkahan pada harta dan kemajuan ekonomi masyarakat secara luas. #MajalengkaLangkungSae #BAZNASMajalengka #HakPekerjaIslam #ZakatMensejahterakan
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Ajak Umat Jaga Akal dan Hati dari Bahaya Scrolling Tanpa Kendali
BAZNAS Majalengka Ajak Umat Jaga Akal dan Hati dari Bahaya Scrolling Tanpa Kendali
MAJALENGKA, BAZNAS Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menekankan pentingnya menjaga ketahanan spiritual dan intelektual di tengah derasnya arus digitalisasi. Fenomena scrolling tanpa henti atau konsumsi konten digital yang tidak terkendali dinilai mulai mengikis kemampuan berpikir mendalam (deep thinking) dan merusak kejernihan hati umat, terutama generasi muda. Melalui rilis resminya, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa meskipun teknologi adalah sarana yang netral, penggunaannya harus tetap berpijak pada prinsip Hifzh al-‘Aql (menjaga akal) dan Hifzh al-Qalb (menjaga hati). Ancaman Dangkalnya Berpikir dan Penyakit Hati Fenomena ini bukan sekadar masalah kebiasaan, melainkan ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia. Mengutip penelitian neurosains, paparan konten singkat secara terus-menerus terbukti memperpendek rentang perhatian (attention span) dan melatih otak untuk bersikap reaktif, bukan reflektif. "Islam adalah agama yang memuliakan akal. Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 3 bahwa tanda-tanda kebesaran-Nya diperuntukkan bagi kaum yang berpikir. Jika waktu kita habis hanya untuk memandang layar tanpa makna, maka kemampuan kita untuk merenungi ayat-ayat Allah dan berinovasi untuk kemaslahatan umat akan perlahan menipis," ungkap pihak BAZNAS. Selain dampak kognitif, bahaya scrolling bebas juga menjadi pintu masuk bagi syahwat melalui pandangan yang tidak dijaga. Hal ini berisiko pada penurunan kesehatan mental, gangguan pola tidur, hingga lunturnya kemanisan iman dalam beribadah. Zakat dan Sedekah Waktu untuk Hal Produktif BAZNAS Majalengka mengingatkan bahwa esensi zakat dan ketaatan juga mencakup bagaimana umat membersihkan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Waktu merupakan nikmat besar yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala. Masyarakat, khususnya generasi muda di Majalengka, didorong untuk mulai melakukan pembatasan durasi penggunaan gawai secara mandiri. Alihkan waktu luang tersebut untuk aktivitas yang lebih berkah, seperti tilawah Al-Qur'an, literasi Islam, serta aksi nyata dalam membantu sesama melalui berbagai program kemanusiaan. Langkah Praktis Menuju Perubahan Sebagai bagian dari edukasi publik, BAZNAS Majalengka merekomendasikan beberapa langkah praktis: Disiplin Digital: Membatasi waktu harian penggunaan media sosial. Menjaga Pandangan: Segera menghindari konten yang bersifat syahwat atau sia-sia. Aktivitas Riil: Mengisi kekosongan jiwa dengan ibadah, membaca buku, dan interaksi sosial yang produktif. Langkah ini sejalan dengan upaya bersama untuk membangun masyarakat yang lebih berkualitas, selaras dengan semangat pembangunan daerah yang lebih baik di segala aspek. #BAZNASMajalengka #ZakatMensejahterakanUmat #LiterasiDigital #JagaAkalJagaHati #StopScrolling #IslamDanTeknologi #MajalengkaLangkungSae #HifzhAlAql
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengasah Rasa, Menggapai Surga Dunia: Ikhtiar Meraih Kebahagiaan Hakiki
Mengasah Rasa, Menggapai Surga Dunia: Ikhtiar Meraih Kebahagiaan Hakiki
MAJALENGKA – Hidup bahagia adalah impian setiap insan. Namun, sering kali kita terjebak dalam persepsi bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang instan. Padahal, kebahagiaan sejati merupakan sebuah proses mengasah rasa yang melibatkan kesadaran diri, pengelolaan emosi, dan adopsi pola pikir yang selaras dengan nilai-nilai ketauhidan. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sementara ini, jangan biarkan ketenangan hati kita rusak oleh keluh kesah yang berlebihan, kesedihan yang berlarut, atau kecemasan akan masa depan yang belum terjadi. Lebih dari itu, kebahagiaan sejati akan menjauh jika hidup kita dipenuhi dengan kemaksiatan. Surga Dunia Sebelum Surga Akhirat Kebahagiaan dalam Islam sering disebut sebagai "Surga Dunia". Hal ini mencakup ketenangan hati dan kedamaian jiwa melalui dzikrullah (mengingat Allah SWT). Syekh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah berpesan: “Sesungguhnya di dunia ini terdapat surga, barangsiapa yang tidak memasukinya, maka ia tidak akan memasuki surga akhirat.” (Al-Mustadrak ‘ala Majmu’ Al-Fatawa, 1: 153) Kesadaran bahwa dunia ini fana seharusnya tidak membuat kita patah semangat, melainkan memotivasi kita untuk hidup penuh makna sebagai bekal menuju kebahagiaan abadi di akhirat. Langkah Mengasah Rasa Menuju Hidup Bahagia BAZNAS Kabupaten Majalengka merangkum dua langkah utama berdasarkan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah untuk menggapai ketenangan tersebut: 1. Menjalankan Aturan Allah sebagai Panduan Hidup Manusia diciptakan bersamaan dengan ujian hidup. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Balad: 4 bahwa manusia diciptakan dalam keadaan susah payah. Masalah akan selalu ada, baik dari dalam diri maupun interaksi sosial. Namun, Allah tidak membiarkan kita berjalan tanpa arah. Aturan-Nya adalah solusi: Janji Allah: "Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. At-Talaq: 2-3). Peringatan: Sebaliknya, berpaling dari peringatan Allah hanya akan membuahkan kehidupan yang sempit (QS. Thaha: 124). 2. Menerima Takdir dengan Ridha dan Ikhtiar Kunci kebahagiaan lainnya adalah menyadari bahwa tidak ada yang abadi—baik suka maupun duka. Menerima takdir berarti melepaskan keterikatan berlebih pada duniawi. Saat tertimpa musibah, seorang mukmin diajarkan untuk berucap: "Qadarullah wa ma sya’a fa’ala" (Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki). Menerima takdir bukan berarti pasif. Islam mengajarkan keseimbangan antara Ridha (menerima ketetapan) dan Ikhtiar (usaha perubahan), sebagaimana firman-Nya dalam QS. Ar-Ra’d: 11. Ujian Sesuai Kemampuan Penting untuk diingat bahwa Allah Maha Adil. Tidak ada beban yang diberikan melampaui batas kesanggupan hamba-Nya (QS. Al-Baqarah: 286). Di balik setiap kesulitan, selalu ada kemudahan yang menyertainya (QS. Al-Insyirah: 5-6). Kesimpulan Kebahagiaan tidak diukur dari seberapa lama kita hidup, melainkan seberapa berkualitas kita mengisi waktu dengan ketaatan. Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai salah satu jalan membersihkan harta dan jiwa, guna meraih ketenangan hati yang menjadi pintu menuju surga dunia dan akhirat. #BAZNASMajalengka #KebahagiaanHakiki #SurgaDunia #KajianIslam #MajalengkaLangkungSae #ZakatTumbuhBermanfaat #MengasahRasa
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
GELIAT TRADISI DI BUMI TALAGA MANGGUNG: BAZNAS MAJALENGKA MANJAKAN PEZIARAH DENGAN PESONA WARUNG AMAL
GELIAT TRADISI DI BUMI TALAGA MANGGUNG: BAZNAS MAJALENGKA MANJAKAN PEZIARAH DENGAN PESONA WARUNG AMAL
MAJALENGKA Riuh rendah ribuan langkah kaki memadati jalanan Desa Kagok, Kecamatan Banjaran. Di bawah naungan langit Minggu (19/04/2026), sebuah tradisi agung yang telah melintasi lorong waktu kembali berdenyut. Tradisi Haolan, sebuah ritual sakral peninggalan Kerajaan Talaga Manggung, kembali memanggil ribuan jiwa dari seantero Pulau Jawa untuk bersimpuh di makam Sunan Wanaperih dan Sunan Cipager. Di tengah lautan manusia ini, sebuah oase kebaikan tegak berdiri memberikan pelayanan tulus bagi para musafir: "Warung Amal" BAZNAS Kabupaten Majalengka. Manajemen Responsif: Pantauan Digital & Kendali Lapangan Dibalik kesuksesan operasional Warung Amal, terdapat koordinasi yang matang. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., telah memastikan kesiapan teknis dengan meninjau langsung lokasi pada Sabtu malam. Meski pada hari pelaksanaan beliau harus menghadiri agenda penting lainnya, H. Agus Asri tetap memantau secara intensif melalui koordinasi WhatsApp demi memastikan pelayanan kepada jamaah tetap berjalan optimal. Di lokasi acara, kendali operasional diamanatkan kepada Ketua Pelaksana, Drs. Uuh Patulloh. Bersama Tim Media BAZNAS dan Relawan SaeBer (Satu Majalengka), tim berjibaku memastikan distribusi logistik—mulai dari kesegaran Air Lahang hingga kudapan tradisional—tersalurkan dengan tertib kepada ribuan peziarah yang memadati area. Kepulangan Para "Pituin" Banjaran ke Tanah Kelahiran Momen Haolan kali ini terasa sangat istimewa karena kehadiran para pucuk pimpinan daerah yang merupakan putra daerah asli (Pituin) Kecamatan Banjaran. Ibu Hj. Iim Maemunah (Istri Bupati) merupakan Pituin asli Desa Kagok. Bupati Majalengka, Drs. Eman Suherman, merupakan Pituin Desa Hegarmanah. Camat Banjaran, Abdul Hanan, S.Sos., M.M., juga merupakan putra daerah setempat. Kehadiran mereka di Warung Amal bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk silaturahmi hangat dengan warga sembari menikmati sajian hasil bumi lokal yang disajikan gratis oleh BAZNAS. Menelusuri Jejak Para Raja dan Ulama Tradisi Haolan adalah perjalanan spiritual menuju abad ke-16, menghormati Sunan Wanaperih (Raja Talaga Manggung) dan Syekh Sayid Faqih Ibrahim. "Dari 27 makam keramat di Kabupaten Majalengka, 4 di antaranya ada di Kecamatan Banjaran," ungkap Camat Abdul Hanan, menegankan potensi wisata religi yang luar biasa di wilayahnya. Zakat yang Menghidupkan Ekonomi dan Tradisi Sinergi antara BAZNAS dan kearifan lokal Desa Kagok memberikan dampak ekonomi yang nyata. Hasil tani warga seperti ubi jalar, bengkuang, hingga petai ludes diserbu peziarah. BAZNAS Majalengka membuktikan bahwa zakat hadir tidak hanya dalam bentuk santunan, tapi juga dalam penguatan budaya dan kesejahteraan umat. Mari Terus Berbagi Melalui BAZNAS Majalengka. Zakat Anda, Menjaga Tradisi, Memuliakan Umat. #BAZNASMajalengka #PituinBanjaran #RelawanSaeBer #SatuMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #HaolanDesaKagok #WisataReligiMajalengka #BudayaMajalengka #KecamatanBanjaran #WarungAmal #SinergiKebaikan
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Dampingi Bupati Ziarah Haolan Kagok, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Ulama-Umaro Melalui Warung Amal
Dampingi Bupati Ziarah Haolan Kagok, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Ulama-Umaro Melalui Warung Amal
MAJALENGKA Puncak tradisi tahunan Haolan di Desa Kagok, Kecamatan Banjaran, berlangsung khidmat dengan kehadiran jajaran pimpinan daerah dan tokoh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka memainkan peran strategis baik dalam pelayanan umat maupun pendampingan spiritual kenegaraan, Minggu (19/04/2026). Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., yang berhalangan hadir secara fisik karena agenda kedinasan lain, mengamanatkan kehadiran lembaga sepenuhnya kepada Kepala Pelaksana, Drs. Uuh Patulloh. Meski memantau secara digital via koordinasi intensif, H. Agus memastikan seluruh instrumen BAZNAS di lapangan bergerak optimal. Pendampingan Ziarah dan Nilai Sejarah Drs. Uuh Patulloh tampak hadir mendampingi Bupati Majalengka Drs. Eman Suherman dan Wakil Bupati dalam prosesi ziarah ke makam para tokoh penyebar Islam, Sunan Wanaperih (Arya Kikis) dan Syekh Sayid Faqih Ibrahim (Sunan Cipager). Pendampingan ini merupakan simbol sinergi antara Ulama dan Umaro dalam menghormati jejak sejarah perjuangan Islam di Bumi Talaga Manggung. Bupati Majalengka, Drs. Eman Suherman, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi yang dibangun oleh BAZNAS Majalengka di tengah masyarakat. "Tradisi Haolan ini adalah pengingat jati diri kita. Saya sangat mengapresiasi BAZNAS Majalengka yang tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi nyata memberikan pelayanan kepada ribuan peziarah melalui Warung Amal. Inilah wajah gotong royong yang sebenarnya antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat," ujar Bupati yang juga merupakan putra asli (pituin) Kecamatan Banjaran tersebut. Optimalisasi Warung Amal dan Relawan SaeBer Selain agenda protokoler ziarah, BAZNAS Majalengka bersama Relawan SaeBer Satu Majalengka dan Tim Media mengelola penuh operasional "Warung Amal". Fasilitas ini menyediakan berbagai kudapan tradisional dan air lahang gratis sebagai bentuk layanan bagi musafir yang datang dari penjuru Pulau Jawa. Kepala Pelaksana BAZNAS Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menjelaskan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam Haolan kali ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan untuk memastikan kehadiran lembaga di setiap momen penting umat. "Atas arahan Ketua BAZNAS, kami hadir di sini untuk memastikan pelayanan terbaik bagi para peziarah. Warung Amal ini adalah manifestasi dari kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS. Kami ingin para peziarah merasa nyaman dan terlayani dengan baik saat berkunjung ke wilayah keramat di Banjaran ini," tutur Drs. Uuh Patulloh di lokasi kegiatan. Kehadiran jajaran BAZNAS dalam Haolan Desa Kagok tahun 2026 ini kembali menegaskan posisi lembaga sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam menjaga kearifan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat melalui aksi nyata di lapangan. #BAZNASMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat #ZiarahHaolan #BudayaMajalengka #SinergiKebaikan
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Rasulullah dalam Efisiensi Energi: Langkah Kecil Menjaga Bumi dan Kemaslahatan Umat
Meneladani Rasulullah dalam Efisiensi Energi: Langkah Kecil Menjaga Bumi dan Kemaslahatan Umat
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah tantangan krisis energi global dan perubahan iklim yang kian nyata, nilai-nilai Islam hadir memberikan solusi konkret melalui gaya hidup sederhana dan hemat energi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali merefleksikan ajaran Rasulullah SAW terkait pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui penghematan sumber daya. Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah telah memberikan teladan dalam segala lini kehidupan, termasuk dalam penggunaan energi. Dalam konteks masa kini, pesan Nabi untuk mematikan lampu saat tidur bukan sekadar rutinitas menjelang istirahat, melainkan sebuah manifestasi dari prinsip efisiensi, keamanan, dan kepedulian lingkungan. Landasan Teologis: Hemat Energi adalah Sunnah Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara eksplisit mengarahkan umat untuk bertindak preventif di malam hari: "Matikanlah lampumu, kemudian sebutlah nama Allah. Ikatlah kantong air minummu, kemudian sebutlah nama Allah. Tutuplah bejanamu, kemudian sebutlah nama Allah..." (HR. Bukhari). Secara kontekstual, hadis ini mengajarkan kita untuk tidak membiarkan sumber daya (listrik dan alat elektronik di masa kini) terbuang sia-sia atau membahayakan lingkungan sekitar. Prinsip ini selaras dengan larangan berperilaku boros (tabdzir) sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam QS. Al-Isra [17]: 27, yang menyebutkan bahwa para pemboros adalah saudara setan. Pesan Waka III BAZNAS Majalengka Menanggapi hal tersebut, Embed Humed, M.Pd., Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kabupaten Majalengka, menyampaikan imbauannya kepada masyarakat dan seluruh jajaran amilin. Beliau menekankan bahwa kepatuhan terhadap ajaran agama tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan ekologi. "Menghemat energi adalah bentuk nyata dari rasa syukur kita atas nikmat Allah. Dengan tidak berlebihan dalam menggunakan listrik dan sumber daya lainnya, kita menjalankan sunnah sekaligus menjalankan fungsi pengelolaan keuangan yang bijak di tingkat rumah tangga maupun organisasi," ujar Embed Humed. Beliau juga menambahkan bahwa perilaku hemat energi selaras dengan semangat pelestarian alam yang merupakan titipan Sang Khaliq. Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-A'raf [7]: 31, Allah dengan tegas menyatakan ketidaksukaan-Nya terhadap segala sesuatu yang berlebihan (israf). Efek Domino: Keamanan dan Ekologi Implementasi hemat energi membawa manfaat yang bersifat multifaset. Selain menekan biaya pengeluaran, mematikan aliran listrik pada alat elektronik yang tidak digunakan secara signifikan mencegah risiko korsleting listrik yang memicu kebakaran. Hal ini merupakan bagian dari menjaga keselamatan jiwa dan harta benda (Hifdzun Nafs wa Mal). Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki pola konsumsi energi kita. Matikan lampu saat tidak diperlukan, cabut kabel elektronik yang menganggur, dan gunakan energi secukupnya. Langkah kecil kita hari ini adalah kontribusi nyata untuk menjaga bumi bagi generasi yang akan datang. #BAZNASMajalengka #HematEnergi #SunnahRasul #LestariAlam #ZakatTumbuhBermanfaat #IslamRamahLingkungan #EcoSyariah #MajalengkaLangkungSae
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memahami Makna Rabbul Alamin: Waka I BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Maknai Ketuhanan Melalui Harmoni Alam
Memahami Makna Rabbul Alamin: Waka I BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Maknai Ketuhanan Melalui Harmoni Alam
MAJALENGKA Menanamkan pemahaman tauhid sejak dini menjadi pondasi spiritual yang krusial dalam membentuk karakter generasi muda. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., saat memberikan ulasan mendalam mengenai konsep Rabbul Alamin dalam konteks kehidupan sehari-hari. Beliau memaparkan bahwa rasa ingin tahu anak-anak terhadap alam semesta, seperti saat melihat barisan semut yang bekerja sama, adalah gerbang intelektual untuk memahami tak terbatasnya kekuasaan Allah SWT. Menurutnya, istilah Rabbul Alamin menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya pemilik dan penguasa atas setiap jengkal keberadaan di alam semesta. Pesan Nabi Musa kepada Firaun sebagai Refleksi Dalam penjelasannya, H. Muhammad Ridwan merujuk pada dialog historis antara Nabi Musa AS dan Firaun yang diabadikan dalam Al-Qur’an (QS. Asy-Syu’ara: 23-28). Ketika Firaun dengan angkuh mempertanyakan siapa "Tuhan semesta alam", Nabi Musa menjawab dengan tegas bahwa Dialah Pencipta langit, bumi, serta penguasa timur dan barat. "Jawaban Nabi Musa ini mengajak kita menyadari bahwa kekuasaan Allah mencakup seluruh lini kehidupan, melintasi ruang dan waktu, hingga sejarah nenek moyang kita terdahulu," ujar H. Muhammad Ridwan. Universalitas Makna 'Alamin' Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa istilah "Alamin" tidak hanya terbatas pada dunia manusia dan jin semata. Makna tersebut mencakup seluruh ciptaan, mulai dari fauna, flora, hingga benda mati seperti batu dan bintang-bintang. "Dalam pandangan Islam, setiap entitas di alam ini, sekecil apa pun, berada dalam otoritas dan ketundukan mutlak kepada Allah SWT. Maka, ketika kita menyayangi hewan atau merawat tanaman, sejatinya kita sedang berinteraksi dengan sesama makhluk yang berada dalam asuhan kasih sayang Rabbul Alamin," tambahnya. Melalui edukasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap masyarakat dapat melihat dunia sebagai satu kesatuan besar yang saling bergantung kepada Sang Pencipta. Kesadaran ini diharapkan dapat memperkuat rasa syukur yang diwujudkan melalui semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. #BAZNAS #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #RabbulAlamin #Tauhid #ZakatPemberdayaan #Kemanusiaan #IslamRahmatanLilAlamin
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Sakinah di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Rawat Batin Melalui Ibadah dan Zakat
Menjemput Sakinah di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Rawat Batin Melalui Ibadah dan Zakat
MAJALENGKA Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang kian pesat, ketenangan batin menjadi "barang mewah" yang dicari oleh banyak orang. Fenomena kelelahan mental (mental fatigue) akibat paparan informasi tanpa henti dan budaya komparasi di media sosial kini menjadi tantangan nyata bagi masyarakat urban, termasuk di Kabupaten Majalengka. Menyikapi fenomena ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak umat Islam untuk kembali merefleksikan makna ketenangan sejati yang bersumber dari Al-Qur'an, khususnya sebagaimana yang termaktub dalam QS. Al-Fath ayat 4. Ketenangan: Antara Gaya Hidup dan Ketetapan Ilahi Banyak orang berupaya mengisi "ruang kosong" dalam jiwa dengan cara plesir keliling kota, berwisata ke luar negeri, hingga konsumerisme. Namun, seringkali cara tersebut hanyalah pelarian sesaat. Gemerlap dunia justru kerap melahirkan keinginan baru yang tak berujung, bukannya ketenangan. Dalam QS. Al-Fath ayat 4, Allah SWT berfirman: “Dialah yang telah menurunkan ketenangan (sakinah) ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka...” Menukil tafsir dari Abu Ja’far Ibn Jarir Ath-Thabari, As-Sakinah dimaknai sebagai ayat-ayat atau perkataan yang mampu menenangkan jiwa. Sementara Wahbah al-Zuhaily dalam Tafsir al-Munir menjelaskan bahwa ketenangan ini merupakan wasilah bagi bertambahnya keimanan seseorang secara bertahap. Maintenance Batin Melalui Syariat Ketenangan bukan berarti terbebas dari masalah atau hidup tanpa tekanan. Sebaliknya, sakinah adalah ketangguhan jiwa dalam menghadapi badai kehidupan. BAZNAS Majalengka menekankan bahwa "perawatan" (maintenance) batin terbaik adalah dengan memperkuat koneksi kepada Sang Pencipta melalui ibadah wajib dan sunnah. "Seringkali kita mencari pelarian dengan scrolling media sosial untuk melepas penat. Namun bukannya tenang, kita justru terdistraksi. Berbeda dengan membaca Al-Qur’an atau menunaikan kewajiban seperti zakat dan sedekah. Meski hanya memakan waktu singkat, dampaknya terhadap kejernihan hati bisa dirasakan sepanjang hari," ungkap perwakilan BAZNAS Majalengka. Proses Bertahap Menuju Iman yang Kokoh Sebagaimana dakwah Rasulullah SAW yang menanamkan Tauhid terlebih dahulu sebelum turunnya perintah Shalat, Zakat, dan Haji, maka peningkatan iman pun memerlukan proses. Melaksanakan zakat, misalnya, bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan bagian dari proses pensucian diri yang mendatangkan ketenangan karena telah berbagi beban dengan sesama. Melalui momentum ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh Muzaki dan Mustahik untuk mulai merawat batin dengan menjalankan apa yang Allah wajibkan. Ketenangan sejati akan hadir saat kita mampu menyelaraskan aktivitas duniawi dengan pengabdian ukhrawi. Mari jemput ketenanganmu dengan berbagi. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk menebar kemaslahatan yang lebih luas. Wallahu A’lam. #BAZNASMajalengka #KetenanganHati #Sakinah #ZakatMensejahterakan #MajalengkaLangkungSae #MentalHealthIslamicView #LiterasiZakat #AlQuranHidayah
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menata Hati dalam Ikhtiar: Rezeki Takkan Tertukar, Jemputlah dengan Cara yang Benar
Menata Hati dalam Ikhtiar: Rezeki Takkan Tertukar, Jemputlah dengan Cara yang Benar
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah hiruk-pikuk tuntutan ekonomi modern, manusia sering kali terjebak dalam ritme hidup yang melelahkan. Ibarat seekor tikus yang berlari kencang di atas roda putar; kaki melangkah cepat, napas tersengal, namun posisi tetap di tempat semula. Fenomena ini menjadi refleksi mendalam bagi kita semua: benarkah rezeki semata-mata hasil linear dari kecepatan usaha pribadi? Dunia sering kali menyuguhkan anomali. Ada individu yang bekerja keras memeras keringat namun hasilnya sekadar penyambung nyawa. Di sisi lain, ada yang tampak lebih tenang, namun pintu-pintu kemudahan terbuka lebar baginya. Hal ini membawa kita pada satu pertanyaan fundamental: apakah kita yang mengejar rezeki, atau justru rezeki yang sedang mengejar kita? Kepastian Rezeki dalam Perspektif Nubuwah Dalam literatur klasik Hilyatul Auliy?’ dan Shah?h al-J?’mi’, Rasulullah SAW memberikan sebuah perumpamaan yang mendobrak logika materialis: “Seandainya anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan menjemputnya sebagaimana kematian itu menjemputnya.” Pesan ini menegaskan bahwa rezeki bukanlah barang diskon di toko daring yang akan ludes jika kita terlambat mengklik. Rezeki adalah janji Sang Pencipta yang telah tertulis bahkan sebelum kita mengenal angka. Sahabat Ali bin Abi Thalib RA pun mempertegas bahwa rezeki memiliki dua wajah: rezeki yang kita cari, dan rezeki yang mencari kita. Strategi "Memantaskan Diri" dan Etika Ajmilu fit-Thalab Islam tidak mengajarkan umatnya untuk berpangku tangan. Namun, Islam mengubah orientasi bekerja dari sekadar "mendapatkan" menjadi bentuk "penghambaan". Bekerja adalah etika hidup dan bagian dari ibadah. Rasulullah SAW dalam Sunan Ibnu Majah mengingatkan tentang konsep Ajmilu fit-Thalab (memperbagus cara mencari rezeki): “Bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki... ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram.” Seorang mukmin yang memiliki keyakinan kokoh bahwa jatahnya tidak akan tertukar, akan tampil sebagai pribadi yang elegan. Ia tidak merasa perlu menyikut rekan kerja, menjilat atasan, atau menabrak batasan syariat demi tumpukan saldo di rekening. Ketenangan batin inilah yang menjadi modal utama produktivitas yang berkah. Empat Fondasi Ketenangan Hatim al-Asham Keindahan iman dalam menjemput rezeki pernah dipraktikkan secara presisi oleh ulama besar Hatim al-Asham. Ia membangun "bangunan mental" hidupnya di atas empat fondasi: Keyakinan bahwa rezekinya tidak akan dimakan orang lain, sehingga hatinya tenang. Kesadaran bahwa amalnya tidak bisa digantikan orang lain, sehingga ia sibuk beribadah. Kewaspadaan akan kematian yang datang tiba-tiba. Rasa Malu kepada Allah karena merasa selalu dalam pengawasan-Nya. Penutup: Seni Menyeimbangkan Langkah dan Sandaran Hati Hidup adalah tentang seni menyeimbangkan antara kaki yang melangkah dan hati yang bersandar. Menjadi kaya atau memiliki karier cemerlang bukanlah sebuah larangan. Namun, jangan sampai pengejaran materi membuat kita lupa akan hakikat sebagai hamba. Rezeki hanyalah bekal perjalanan, bukan tujuan akhir. Dengan menata ulang niat dan mengedepankan keberkahan (zakat, infak, dan sedekah), kita akan sampai pada level kesadaran yang memerdekakan: bahwa saat kita berjalan menuju Allah dengan martabat, rezeki itulah yang akan berlari mengejar kita. Wall?hu a’lam bi ash-Shaw?b. Editor: Media Center BAZNAS Majalengka Tagar: #BAZNASMajalengka #KajianIslam #RezekiBerkah #HikmahPagi #ZakatTandaTaat #MajalengkaLangkungSae
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya?
Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya?
Tentu, ini adalah draf berita menarik yang disusun khusus untuk gaya penulisan website resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka, dengan menggabungkan esensi religius dan edukasi publik. Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya? MAJALENGKA, BAZNAS – Pernahkah kita melihat seseorang yang hidupnya tampak begitu sempurna secara materi? Bisnisnya selalu untung, kariernya melesat tanpa hambatan, dan hartanya melimpah ruah, namun di sisi lain ia terang-terangan meninggalkan shalat, gemar bermaksiat, dan jauh dari nilai-nilai agama. Fenomena ini sering kali menimbulkan pertanyaan di kalangan awam: mengapa mereka yang membangkang justru hidupnya terlihat lebih nyaman? Bukan Kemuliaan, Melainkan Jebakan Halus Menyikapi hal ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru merasa iri atau menganggap Allah tidak adil. Apa yang dialami orang tersebut bukanlah sebuah bentuk kemuliaan, melainkan sebuah jebakan halus yang mematikan yang disebut dengan Istidr?j. Secara terminologi, dalam kitab al-Tafs?r al-Bas?th, Istidr?j bermakna menurunkan seseorang sedikit demi sedikit hingga sampai pada titik kebinasaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 44: "Maka, ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu segala sesuatu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba..." Tiga Jebakan yang Sering Tidak Disadari Para Salafush Shalih mengingatkan adanya tiga hal yang seringkali menipu manusia sehingga mereka merasa "aman" dalam kemaksiatan: Nikmat yang Terus Mengalir: Merasa rezeki lancar adalah tanda rida Allah, padahal itu adalah cara Allah membiarkan hamba-Nya semakin jauh. Aib yang Tertutupi: Merasa tidak berdosa karena kesalahan-kesalahannya tidak diketahui orang lain. Pujian Manusia: Terlena dengan sanjungan publik padahal kondisi batinnya keropos. Rezeki Berkah vs Rezeki Istidr?j Indikator utama sebuah rezeki dikatakan berkah adalah jika rezeki tersebut mendekatkan kita kepada Allah SWT. Sebaliknya, rezeki yang justru membuat seseorang semakin sombong, kikir, dan jauh dari ibadah adalah Istidr?j yang harus segera disadari sebelum maut menjemput secara tiba-tiba. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada siapa pun, baik yang dicintai maupun tidak, namun iman hanya diberikan kepada mereka yang dicintai-Nya." (HR. Ahmad & Tirmidzi). Muhasabah dan Zakat sebagai Penawar Melalui edukasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa mengingatkan para Muzaki dan seluruh umat Muslim untuk selalu bermuhasabah. Salah satu cara membentengi harta dari sifat Istidr?j adalah dengan mensucikannya melalui Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Dengan berzakat, kita mengakui bahwa ada hak orang lain dalam harta kita, sekaligus menjadi bukti bahwa dunia bukanlah tujuan utama, melainkan sarana untuk meraih rida-Nya. Mari kita berdoa sebagaimana doa Umar bin Khattab RA: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menjadi orang yang ditarik secara bertahap ke dalam kebinasaan (Istidr?j).” Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk pilihan praktis, aman, dan tepat sasaran. #BAZNASMajalengka #ZakatTandaCinta #EdukasiIslami #Istidraj #MuhasabahDiri #MajalengkaLangkungSae #HartaBerkah
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Dunia Tempat Beramal, Akhirat Tempat Beristirahat: Menjemput Istirahat Hakiki Melalui Lelah yang Berkah
Dunia Tempat Beramal, Akhirat Tempat Beristirahat: Menjemput Istirahat Hakiki Melalui Lelah yang Berkah
MAJALENGKA Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering kali membuat manusia terjebak dalam perlombaan mengumpulkan materi demi kenyamanan sesaat, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk merenungi kembali hakikat pengabdian dan tujuan hidup yang sebenarnya. Seringkali kita bermimpi membangun rumah megah, kendaraan mewah, dan masa pensiun yang tenang sebagai puncak dari "istirahat". Namun, benarkah ada istirahat yang tuntas di atas bumi ini? Belajar dari Jawaban Imam Ahmad bin Hanbal Menilik sejarah para Salafus Shalih, terdapat sebuah kisah masyhur dalam kitab Al-J?mi’ li Ul?m Al-Im?m Ahmad. Seorang lelaki menempuh perjalanan berbulan-bulan dari Khurasan hanya untuk bertanya satu hal kepada Imam Ahmad bin Hanbal: "Kapan seorang hamba merasakan manisnya istirahat?" Sang pejuang Sunnah tersebut menjawab dengan kalimat yang menggetarkan: “Pada saat langkah kaki pertama menapak di Surga.” Jawaban ini menegaskan bahwa dunia bukanlah tempat untuk bersantai dalam waktu lama, melainkan medan ujian. Selama nyawa dikandung badan, ujian akan terus menyapa. Istirahat yang sesungguhnya bukanlah di atas kasur yang empuk, melainkan saat kita telah aman dari huru-hara hari kiamat. Logika Terbalik: Lelah yang Membuahkan Nikmat Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Mift?h D?ri as-Sa’?dah menjelaskan sebuah kaidah universal: “Kenikmatan tidak akan didapatkan dengan bersantai-santai.” Barangsiapa yang terlalu memanjakan diri dengan kenyamanan dunia, ia berisiko kehilangan kenyamanan abadi di akhirat. BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang bahwa lelah dalam berzakat, lelah dalam bersedekah, dan lelah dalam membantu sesama adalah bentuk "investasi" kelelahan yang cerdas. Sebagaimana pesan Khalid bin Walid RA saat bertempur di Syam: "Wahai Dhirar, istirahat itu di surga esok hari." Menjadikan Lelah Sebagai Ibadah Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa setiap peluh yang keluar dalam rangka menjalankan perintah Allah—termasuk menunaikan kewajiban Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS)—adalah langkah nyata menuju pintu surga. "Dunia adalah jembatan, bukan tujuan. Jika hari ini kita merasa lelah memikul amanah atau merasa berat dalam menyisihkan harta untuk kaum dhuafa, tersenyumlah. Karena orang beriman memang tidak diciptakan untuk beristirahat di sini," ungkap beliau. Mari jadikan sisa usia kita sebagai masa "tanam" yang produktif. Teruslah berjalan di jembatan dunia ini, menebar manfaat bagi sesama di Majalengka, hingga kelak kaki kita benar-benar menapak di tanah surga—tempat di mana kata "lelah" resmi dihapus dari kamus kehidupan kita untuk selamanya. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk membantu saudara kita yang membutuhkan dan menjemput keberkahan di akhirat. #BAZNASMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #LelahMenjadiLillah #MutiaraHikmah #ZakatTandaCinta #MajalengkaLangkungsae
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Manajemen Lisan di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Terapkan Filter Spiritual Ibrahim bin Adham
Manajemen Lisan di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Terapkan Filter Spiritual Ibrahim bin Adham
MAJALENGKA – Di tengah derasnya arus informasi dan hiruk-pikuk komentar di media sosial, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk kembali merefleksikan pentingnya menjaga lisan. Hal ini merujuk pada pemikiran mendalam ulama besar, Ibrahim bin Adham Rahimahullah, yang membagi klasifikasi ucapan manusia ke dalam empat kategori sebagai filter spiritual dalam berinteraksi. Ibrahim bin Adham, sebagaimana tercatat dalam kitab “Ash-Shamt wa ?d?bu al-Lis?n”, menekankan bahwa manajemen kata-kata bukan sekadar etika berkomunikasi, melainkan benteng keselamatan di dunia dan akhirat. Empat Kategori Ucapan: Filter Sebelum Berbicara Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui pesan edukasi dakwahnya, menggarisbawahi empat pembagian ucapan yang menjadi standar bagi seorang Muslim: Bermanfaat Namun Berisiko: Ucapan yang tampak baik namun berpotensi memicu fitnah atau kerusakan. Sesuai kaidah fikih Dar’ul maf?sid muqaddamun ‘ala jalbil mash?lih, diam jauh lebih utama untuk menghindari kerusakan yang lebih besar. Obrolan Kosong (Laghwu): Ucapan yang tidak mendatangkan dosa namun nihil pahala. Menghindari hal ini merupakan tanda sempurnanya Islam seseorang, sekaligus menghemat energi fisik dan mental. Berbahaya dan Tanpa Manfaat: Inilah zona merah yang mencakup ghibah, dusta, dan adu domba. Kategori ini adalah penyebab utama tergelincirnya manusia ke dalam api neraka. Bermanfaat dan Aman: Inilah "lampu hijau" bagi setiap mukmin. Ucapan berupa dzikir, ilmu, nasihat, dan kata-kata santun yang diibaratkan seperti pohon yang akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit. Urgensi Menjaga Lisan dalam Pengelolaan Zakat Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, prinsip Qaulan Sad?dan (perkataan yang benar, jujur, dan tepat) adalah pilar utama dalam pelayanan. Integritas dalam bertutur kata menjadi cermin transparansi lembaga dalam mengelola dana umat. "Realitas hari ini menunjukkan bahwa sebagian besar ucapan manusia terjebak pada hal yang sia-sia atau bahkan merusak. Kita diajak untuk menjadi pribadi yang 'hemat' bicara namun kaya akan manfaat. Diamnya seorang mukmin haruslah berpikir, dan bicaranya haruslah dzikir serta maslahat," ungkap perwakilan BAZNAS Majalengka. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk karakter masyarakat Majalengka yang lebih bijak di ruang digital, selaras dengan semangat perintah Nabi SAW: "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." Tentang BAZNAS Majalengka: BAZNAS Kabupaten Majalengka adalah lembaga pemerintah non-struktural yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan transparan untuk kesejahteraan masyarakat Majalengka. #BAZNASMajalengka #ManajemenLisan #DakwahDigital #EtikaMuslim #ZakatMensejahterakan #MajalengkaLangkungSae #IbrahimBinAdham #AdabBerbicara #QaulanSadidan
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memuliakan Para Sahabat Nabi: Fondasi Keimanan dan Pilar Peradaban Islam
Memuliakan Para Sahabat Nabi: Fondasi Keimanan dan Pilar Peradaban Islam
MAJALENGKA, BAZNAS – Memahami sejarah Islam tidak dapat dilepaskan dari peran vital para Sahabat Rasulullah ?. Sebagai generasi terbaik (Khairu Ummah), para sahabat merupakan jembatan sampainya risalah Islam kepada umat manusia hingga hari ini. Menghormati mereka bukan sekadar masalah sejarah, melainkan bagian integral dari akidah Ahlusunnah wal Jamaah. Generasi Emas Pilihan Allah Para sahabat adalah manusia biasa yang tidak maksum, namun kemuliaan amal dan pengorbanan mereka jauh melampaui kesalahan yang mungkin dilakukan. Rasulullah ? memberikan testimoni langsung atas keutamaan mereka melalui sabdanya: “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian yang setelahnya, lalu yang setelahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Kesaksian ini dikukuhkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, khususnya bagi mereka yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa besar seperti Bai'atur Ridwan: ?????? ?????? ??????? ???? ?????????????? ???? ?????????????? ?????? ???????????... “Sungguh, Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon...” (QS. Al-Fath: 18). Kedudukan Sahabat dalam Timbangan Syariat Secara terminologi, Sahabat adalah mereka yang bertemu Nabi ? dalam keadaan beriman dan wafat dalam keadaan Muslim. Mereka adalah representasi utama aqidah Islam. Mengingkari atau membenci sahabat, seperti yang dilakukan oleh ideologi Syiah Rafidhah, pada hakikatnya adalah meragukan otentitas agama itu sendiri. Sebab, merekalah yang meriwayatkan Al-Qur'an dan Hadist. Jika perantaranya dicela, maka kredibilitas pesan yang dibawa pun ikut terancam. Rasulullah ? memberikan peringatan keras terkait hal ini: “Sesungguhnya Allah memilihku dan memilihkan bagiku para sahabat... Maka siapa yang mencela mereka, atasnya laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia.” (HR. At-Tabrani dan Al-Hakim). Harmoni Ahlul Bait dan Para Sahabat Terdapat narasi menyesatkan yang mencoba membenturkan antara keluarga Nabi (Ahlul Bait) dengan para Sahabat (khususnya Abu Bakar, Umar, dan Utsman). Namun, fakta sejarah mencatat keharmonisan yang luar biasa. Ali bin Abi Thalib RA sendiri mengakui keutamaan Abu Bakar dan Umar di atas dirinya. Beliau bahkan menamai putra-putranya dengan nama Abu Bakar, Umar, dan Utsman sebagai bentuk penghormatan. Hubungan kekeluargaan pun terjalin erat, salah satunya melalui pernikahan putri Ali RA, Ummu Kultsum, dengan Umar bin Khattab RA. Meneladani Kesahajaan dan Heroisme Bagi umat Islam saat ini, para sahabat adalah "menara terang" dalam pemahaman kebenaran, kesungguhan ibadah, dan kemuliaan akhlak. Sifat kedermawanan kaum Muhajirin dan Anshar dalam membangun fondasi ekonomi dan sosial di Madinah menjadi inspirasi utama bagi lembaga seperti BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah demi kemaslahatan umat. Imam at-Tahawi dalam kitab aqidahnya menegaskan sikap seorang Muslim sejati: "Kami cinta kepada sahabat-sahabat Rasulullah ?, namun kami tidak berlebih-lebihan dalam cinta kepada seorang pun di antara mereka, dan juga tidak berlepas diri dari seorang pun dari mereka. Kami benci kepada yang membenci mereka." Kesimpulan Mencintai sahabat adalah bagian dari iman, sementara membenci mereka adalah ciri nifak (kemunafikan). Sejarah mencatat bahwa syaitan lari dari Umar bin Khattab baik saat beliau hidup maupun setelah wafatnya. Semoga kita senantiasa termasuk golongan yang mengikuti jejak mulia para sahabat dengan ihsan hingga hari kiamat. Wallahu A’lam bi shawab. #BAZNAS #Majalengka #ZakatCerdas #SahabatNabi #AhlusunnahWalJamaah #SejarahIslam #PilarPeradaban #IslamKaffah
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Refleksi Dakwah dan Kemanusiaan: Antara Kesunyian Merintis dan Ujian Keberhasilan
Refleksi Dakwah dan Kemanusiaan: Antara Kesunyian Merintis dan Ujian Keberhasilan
MAJALENGKA, BAZNAS – Perjalanan dakwah dan pengabdian umat bukanlah sekadar rutinitas menyampaikan kebenaran, melainkan sebuah "perjalanan rasa" yang menguji keteguhan hati. Dalam dinamika perjuangan para penggerak zakat dan dai di lapangan, terdapat dua fase krusial yang menentukan kualitas pengabdian: kenikmatan dalam merintis di tengah kesunyian dan tantangan menjaga niat di puncak keberhasilan. Fase Merintis: Menanam di Tanah Kering Merintis dakwah seringkali menjadi fase yang paling sepi. Seorang pejuang umat kerap dihadapkan pada penolakan, kurangnya minat masyarakat, hingga keterbatasan fasilitas. Namun, di balik segala kesulitan tersebut, terdapat nilai keikhlasan yang murni. Dalam perspektif syariat, Allah SWT menegaskan bahwa setiap kebaikan tidak akan pernah sia-sia. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. At-Taubah: 120: “Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” Para ulama menekankan bahwa nilai sebuah amal tidak diukur dari besarnya hasil yang terlihat secara kasat mata, melainkan pada lurusnya niat. Fase merintis adalah masa di mana ketergantungan kepada Allah mencapai titik tertinggi karena tidak adanya pujian maupun pengakuan dari manusia. Ujian di Balik Keberhasilan Seiring berjalannya waktu, ketekunan biasanya membuahkan hasil. Dakwah mulai diterima, program-program kemanusiaan mulai berdampak, dan dukungan masyarakat mengalir deras. Namun, fase keberhasilan ini justru membawa ujian yang lebih halus, yakni ujian keikhlasan. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam berbagai kesempatan sering mengingatkan bahwa saat keberhasilan datang, potensi tumbuhnya sifat riya dan ujub menjadi ancaman nyata. Rasulullah ? bersabda: “Barang siapa beramal agar didengar orang lain, Allah akan memperdengarkan (aibnya). Dan barang siapa beramal karena riya, Allah akan menampakkan (niatnya).” (HR. Bukhari dan Muslim). Keberhasilan menuntut kerendahhatian yang lebih besar untuk mengakui bahwa segala capaian adalah murni karunia Allah SWT, bukan semata-mata hasil usaha manusia. Fokus pada Proses, Bukan Sekadar Hasil Satu hal yang perlu disadari oleh setiap penggiat kemanusiaan dan dakwah adalah bahwa tidak semua penanam akan menyaksikan masa panen. Sejarah para nabi telah membuktikan bahwa tugas utama seorang hamba hanyalah menyampaikan dan berupaya, sementara hasil adalah hak prerogatif Sang Pencipta. Hal ini termaktub dalam QS. Ar-Ra’ad: 40: “Sesungguhnya kewajibanmu hanyalah menyampaikan, dan Kamilah yang akan menghisab.” BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen untuk menjalankan amanah umat dengan semangat konsistensi, baik dalam situasi sulit saat merintis program maupun saat mengelola keberhasilan zakat yang memberikan manfaat luas. Karena pada akhirnya, lebih baik berjalan di jalan yang sepi namun bersama Allah, daripada berada di keramaian namun kehilangan kehadiran-Nya. Semoga setiap langkah perjuangan dalam menebar kebaikan di Bumi Sindangkasih ini senantiasa dibimbing oleh keikhlasan dan kesabaran yang tak terputus. #BAZNASMajalengka #DakwahKemanusiaan #ZakatTumbuhBermanfaat #RefleksiDiri #MajalengkaLangkungSae #ZakatNasional #PilarDakwah
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Pererat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Hadiri Halal Bihalal dan Pelepasan Jamaah Haji PGRI
Pererat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Hadiri Halal Bihalal dan Pelepasan Jamaah Haji PGRI
MAJALENGKA Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., menghadiri acara Halal Bihalal sekaligus Pelepasan Jamaah Calon Haji Keluarga Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Majalengka. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Aula PGRI Majalengka pada pukul 08.30 WIB, Sabtu (18/04). Acara ini menjadi momentum penguatan sinergi antara BAZNAS dan sektor pendidikan, khususnya para tenaga pendidik yang tergabung dalam PGRI. Selain merayakan Idul Fitri dalam bingkai Halal Bihalal, agenda utama lainnya adalah memberikan doa restu serta pembekalan spiritual bagi para guru yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini. Dalam kesempatan tersebut, H. Idi Purnama menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para guru yang selama ini menjadi mitra strategis BAZNAS dalam menggerakkan kesadaran berzakat di lingkungan pendidikan. Beliau juga menitipkan pesan menyentuh bagi para jamaah calon haji. "Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan doa terbaik bagi bapak/ibu guru yang terpilih menjadi tamu Allah tahun ini. Semoga perjalanan ibadah haji ini berjalan lancar, diberikan kesehatan yang prima, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur serta mabrurah," ujar H. Idi Purnama di sela-sela acara. Lebih lanjut, beliau berharap agar semangat ibadah haji ini membawa keberkahan bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka. "Semoga doa-doa yang dipanjatkan di tempat-tempat mustajab nanti juga mengalir untuk keberkahan Kabupaten Majalengka, agar masyarakatnya semakin sejahtera dan religius sejalan dengan semangat zakat yang kita gelorakan bersama," tambahnya. Kehadiran perwakilan pimpinan BAZNAS dalam acara ini menegaskan komitmen lembaga untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menjaga silaturahmi dengan berbagai elemen organisasi profesi demi kemaslahatan umat. #BAZNASMajalengka #PGRIMajalengka #Haji2026 #HalalBihalal #ZakatMensejahterakanUmat #MajalengkaLangkungSae #KabarBAZNAS
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS RI Alokasikan 10 Persen Kurban 2026 untuk Wilayah Bencana Sumatra, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Distribusi
BAZNAS RI Alokasikan 10 Persen Kurban 2026 untuk Wilayah Bencana Sumatra, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Distribusi
JAKARTA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan program "Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026". Dalam kebijakan terbaru tahun ini, BAZNAS menginstruksikan alokasi khusus sebesar 10 persen dari total perolehan kurban nasional untuk didistribusikan ke wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra, meliputi Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Deputi II BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai wujud nyata keadilan distribusi zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya dalam momen Iduladha 1447 H. "Visi kita adalah mewujudkan keadilan distribusi dan mengurangi ketimpangan antara daerah perkotaan dengan wilayah terpencil maupun terdampak bencana. Skema ini memastikan manfaat kurban tidak hanya menumpuk di kota besar," ujar Imdadun dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/4/2026). Indikator Distribusi dan Pemberdayaan Desa Penyusunan alokasi kurban tahun ini didasarkan pada kajian internal yang ketat dengan mempertimbangkan beberapa indikator utama: Populasi dan Tingkat Kemiskinan: Memastikan daging kurban menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Ketersediaan Hewan Lokal: Mengutamakan pengadaan dari peternak di wilayah setempat. Afirmasi Wilayah: Fokus pada daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) serta wilayah terdampak bencana alam. Selain distribusi daging, program ini juga menggerakkan 42 Balai Ternak BAZNAS di seluruh Indonesia. Langkah ini bertujuan memberdayakan peternak mustahik (penerima manfaat) agar mendapatkan keuntungan ekonomi langsung dari momentum kurban. Komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka Menanggapi arahan pusat, BAZNAS Kabupaten Majalengka turut menyatakan kesiapannya dalam menyukseskan program kurban tahun 2026. Sinergi antara BAZNAS daerah dan pusat diharapkan dapat memastikan bahwa warga Majalengka yang ingin berkurban melalui BAZNAS dapat berkontribusi dalam program kemanusiaan nasional maupun pemberdayaan peternak lokal di Jawa Barat. Ketua BAZNAS RI senantiasa menekankan pentingnya akuntabilitas. Oleh karena itu, seluruh proses mulai dari penghimpunan, penyembelihan, hingga distribusi akan dikoordinasikan secara transparan melalui rapat teknis nasional dan dilaporkan secara terbuka kepada publik. Dengan mengusung semangat "Kurban Berkah Berdayakan Desa", BAZNAS mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi kesejahteraan umat di tahun 2026 ini. #BAZNAS #Kurban2026 #KurbanBerkahBerdayakanDesa #Majalengka #ZakatMensejahterakanUmat #Kemanusiaan #SumatraBangkit #IdulAdha1447H
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perluas Jangkauan, BAZNAS RI Fasilitasi Penyaluran Kurban 2026 hingga ke Palestina dan Wilayah Bencana
Perluas Jangkauan, BAZNAS RI Fasilitasi Penyaluran Kurban 2026 hingga ke Palestina dan Wilayah Bencana
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026. Program tahun ini dirancang secara strategis tidak hanya sebagai bentuk pemenuhan ibadah spiritual, tetapi juga sebagai instrumen kemanusiaan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang paling membutuhkan, termasuk lokasi bencana di Indonesia hingga ke Palestina. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menjelaskan bahwa distribusi kurban tahun ini akan difokuskan untuk memecah ketimpangan stok daging antara kota besar dengan daerah terpencil. “Kami telah menetapkan persentase pendistribusian berdasarkan kajian mendalam, khususnya untuk daerah miskin, terpinggirkan, dan wilayah yang tengah dilanda bencana,” ujar Sodik dalam keterangannya, Sabtu (18/4). Alokasi Khusus Wilayah Bencana dan Palestina Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi terkini di tanah air, BAZNAS mengalokasikan 10 persen dari total perolehan kurban khusus untuk wilayah bencana. Secara terperinci, alokasi tersebut disalurkan ke: Aceh: 3% Sumatera Utara: 5% Sumatera Barat: 2% Selain di dalam negeri, BAZNAS kembali membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menyalurkan kurban ke Palestina. Langkah ini merupakan komitmen nyata dalam membantu warga yang terdampak konflik dan krisis pangan global. Pendistribusian akan dilakukan dalam bentuk daging segar maupun daging olahan melalui kerja sama dengan mitra internasional tepercaya. Pemberdayaan Peternak Lokal Deputi II BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menekankan bahwa aspek kualitas dan dampak ekonomi menjadi prioritas utama. Hewan kurban dipastikan berasal dari 42 Balai Ternak binaan BAZNAS serta mitra peternak rumahan yang tersebar di seluruh Indonesia. "Dengan skema ini, dana kurban yang ditunaikan melalui BAZNAS memiliki dampak ganda (double impact). Selain membahagiakan mustahik di daerah pelosok dan minoritas, program ini juga menggerakkan roda ekonomi peternak kecil di desa-desa," pungkas Imdadun. Bagi masyarakat Kabupaten Majalengka yang ingin turut serta dalam program kurban berskala nasional dan internasional ini, dapat menghubungi kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka atau melalui kanal digital resmi yang tersedia. #BAZNAS #KurbanBerdayakanDesa #KurbanPalestina #Kemanusiaan #ZakatPilihanPertama #BAZNASMajalengka #PemberdayaanEkonomi
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Harlah ke-66 PMII: BAZNAS Majalengka Apresiasi Dedikasi Mencetak Kader Intelektual Bangsa
Harlah ke-66 PMII: BAZNAS Majalengka Apresiasi Dedikasi Mencetak Kader Intelektual Bangsa
MAJALENGKA – Keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka secara resmi menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-66 kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Momentum bersejarah ini menjadi simbol refleksi atas kontribusi besar organisasi mahasiswa tersebut bagi kemajuan umat dan bangsa. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa usia 66 tahun merupakan bukti ketangguhan PMII dalam melintasi berbagai dinamika zaman. PMII dinilai bukan sekadar organisasi kemahasiswaan, melainkan kawah candradimuka yang berhasil melahirkan pemimpin-pemimpin intelektual yang berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. "Enam puluh enam tahun adalah jejak panjang perjuangan. Kami melihat PMII secara konsisten mencetak kader-kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas serta akhlakul karimah yang kuat dalam mengabdi kepada masyarakat," ungkap pihak BAZNAS Majalengka. Sinergi untuk Indonesia Sejahtera Sebagai lembaga yang bergerak dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap PMII dapat terus bersinergi dalam menghadirkan solusi bagi permasalahan sosial di Indonesia. Semangat "Aksi Nyata PMII untuk Indonesia" sejalan dengan visi BAZNAS dalam menyejahterakan umat dan mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan. Diharapkan ke depannya, PMII terus menjadi garda terdepan dalam: Menguatkan nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran (Rahmatan lil 'Alamin). Menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat melalui berbagai inovasi gerakan. Berkontribusi aktif dalam pengawalan kebijakan pembangunan demi Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. Perayaan Harlah ke-66 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi seluruh kader PMII, khususnya di wilayah Kabupaten Majalengka, untuk tetap konsisten dalam jalur perjuangan intelektual dan pengabdian tanpa batas. #HarlahPMII66 #BaznasMajalengka #PMIIUntukIndonesia #BaznasMulia #MahasiswaIslam #AksiNyata #MajalengkaLangkungSae
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Hadiri Halal Bihalal Majelis Alkisa di STIT Tihamah
Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Hadiri Halal Bihalal Majelis Alkisa di STIT Tihamah
MAJA – Perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, Asep Saeful Milah, M.Pd., menghadiri undangan silaturahmi dan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Majelis Alkisa Majalengka pada Sabtu (18/04/2026). Kegiatan yang dimulai pada pukul 14.00 WIB ini berlangsung khidmat di Komplek Pusat Studi Mahasiswa STIT Tihamah, Blok Salamanggu, Desa Maja Selatan, Kecamatan Maja. Acara ini menjadi istimewa dengan kehadiran Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., jajaran unsur Forkopimda, serta para tokoh ulama terkemuka di Kabupaten Majalengka. Sinergi Pemerintah, Ulama, dan Lembaga Zakat Kehadiran Bupati dan unsur Forkopimda menunjukkan besarnya dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan syiar Islam dan penguatan ukhuwah di wilayah Maja. Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan lembaga seperti BAZNAS untuk membangun masyarakat yang harmonis. Asep Saeful Milah, M.Pd., selaku perwakilan BAZNAS Majalengka, menyampaikan bahwa momentum Halal Bihalal ini sangat tepat untuk mempererat koordinasi dalam menjalankan program-program kemaslahatan umat. "Kehadiran Bapak Bupati dan para ulama di tengah-tengah kita memberikan semangat baru bagi BAZNAS untuk terus bersinergi dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah demi kesejahteraan masyarakat Majalengka," ujar Asep di sela-sela acara. Membangun Kemandirian Mahasiswa Acara yang dipusatkan di STIT Tihamah ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi civitas akademika dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta keselarasan antara pembinaan spiritual di majelis taklim dengan pendidikan akademik di perguruan tinggi. Kegiatan ditutup dengan musafahah (bersalam-salaman) dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh ulama setempat, menandai semangat kebersamaan untuk membangun daerah yang lebih baik. Tagar: #BAZNASMajalengka #HalalBihalal2026 #MajelisAlkisa #STITTihamah #MajaSelatan #ZakatTumbuhBermanfaat #SilaturahmiUmmat #EmanSuherman #MajalengkaLangkungSae
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Sambut Ribuan Peziarah Haulan Desa Kagok, Ketua BAZNAS Majalengka Tinjau Persiapan "Warung Amal"
Sambut Ribuan Peziarah Haulan Desa Kagok, Ketua BAZNAS Majalengka Tinjau Persiapan "Warung Amal"
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka turut mengambil peran dalam menyemarakkan tradisi tahunan Haulan di Desa Kagok, Kecamatan Banjaran. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., meninjau langsung kesiapan "Warung Amal BAZNAS" pada Sabtu malam (18/04/2026), menjelang puncak acara yang akan digelar esok hari. Dalam peninjauan tersebut, Ketua BAZNAS didampingi oleh Kepala Pelaksana, Drs. Uuh Patulloh, serta Tim Media BAZNAS, Eman Suherman, S.Pd.I. Kehadiran pimpinan BAZNAS ini bertujuan memastikan pelayanan bagi para tamu dan peziarah yang diperkirakan mencapai ribuan orang dapat berjalan maksimal. Warung Amal: Sinergi Layanan untuk Umat Melalui program Warung Amal, BAZNAS Majalengka berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk menyediakan berbagai kudapan tradisional secara gratis. Hidangan yang disajikan mengedepankan kearifan lokal, seperti: Umbi-umbian hasil bumi lokal (Ubi jalar, talas, singkong, bengkuang). Minuman kemasan untuk para peziarah. "Kehadiran Warung Amal ini adalah bentuk nyata pelayanan BAZNAS kepada masyarakat. Kami ingin menyambut para peziarah yang datang dari berbagai penjuru Pulau Jawa dengan semangat ukhuwah Islamiyah, sekaligus mengenalkan potensi hasil bumi Majalengka," ujar H. Agus Asri Sabana di sela-sela peninjauannya. Melestarikan Tradisi Era Kerajaan Talaga Manggung Tradisi Haulan di Desa Kagok bukan sekadar ritual biasa, melainkan warisan sejarah sejak zaman Kerajaan Talaga Manggung yang digelar setiap bulan Hapit (Dzulqaidah). Para peziarah datang untuk menghormati jasa para penyebar Islam di tanah Majalengka, yakni: Sunan Wanaperih (Arya Kikis): Raja Talaga Manggung (1553-1556 M) pendiri pesantren tertua di Majalengka. Syekh Sayid Faqih Ibrahim (Sunan Cipager): Putra Syekh Abdul Muhyi Pamijahan yang memiliki peran sentral dalam dakwah Islam di wilayah ini. Magnet Wisata Religi dan Penggerak Ekonomi Kegiatan ini terbukti menjadi magnet wisata religi yang luar biasa. Pengunjung tidak hanya datang dari wilayah III Cirebon, tetapi merambah hingga Priangan Timur (Tasikmalaya, Garut), Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Hal ini berkaitan erat dengan silsilah keturunan tokoh-tokoh besar tersebut yang tersebar di berbagai daerah. Selain memperkuat aspek spiritual, kegiatan ini menjadi napas baru bagi ekonomi warga. Produk pertanian lokal seperti petai dan umbi-umbian laku keras di pasaran selama prosesi Haulan berlangsung. Dengan adanya sinergi antara nilai sejarah, kearifan lokal, dan dukungan lembaga seperti BAZNAS, diharapkan tradisi Haulan Desa Kagok tidak hanya lestari secara budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan mempererat tali silaturahmi antarumat. #BAZNASMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat #HaolanDesaKagok #WisataReligiMajalengka #BudayaMajalengka #KecamatanBanjaran #WarungAmal #SinergiKebaikan
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →