WhatsApp Icon
Pemkab Majalengka Raih Beragam Penghargaan, BAZNAS Apresiasi Komitmen Pelayanan Publik

MAJALENGKA – BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Majalengka atas berbagai penghargaan dan capaian membanggakan yang diraih dalam bidang tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan BAZNAS Kabupaten Majalengka terhadap berbagai ikhtiar Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menghadirkan kemanfaatan yang semakin luas bagi masyarakat.

Berbagai capaian tersebut menjadi buah dari komitmen, kerja keras, kolaborasi, dan ikhtiar seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.

Dalam perspektif Islam, amanah kepemimpinan merupakan tanggung jawab yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Karena itu, setiap keberhasilan dalam menjalankan pemerintahan diharapkan tidak hanya menjadi sebuah prestasi, tetapi juga menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap berbagai penghargaan dan capaian yang telah diraih dapat menjadi penyemangat bagi Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk terus menghadirkan inovasi dan pelayanan publik yang semakin baik, transparan, responsif, serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Semangat kolaborasi tersebut diharapkan terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Kabupaten Majalengka juga meyakini bahwa pembangunan daerah bukan hanya tentang pencapaian angka dan penghargaan, tetapi tentang bagaimana setiap kebijakan dan pelayanan mampu menghadirkan kebermanfaatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagaimana semangat Majalengka Langkung SAE, capaian yang telah diraih hendaknya menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh, memperkuat pelayanan, dan menghadirkan semakin banyak kebaikan bagi masyarakat Kabupaten Majalengka.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, petunjuk, dan keberkahan kepada Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam menjalankan amanah dan pengabdiannya.

Selamat dan sukses untuk Pemerintah Kabupaten Majalengka. Terus melangkah, terus berinovasi, dan terus menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat menuju Majalengka Langkung SAE.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #Majalengka #PemkabMajalengka #EmanSuherman #DenaMuhamadRamdhan #PelayananPublik #TataKelolaPemerintahan #Sinergi #Kolaborasi #ZakatUntukKesejahteraan #MajalengkaBerprestasi

10/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
HMI KOHATI Majalengka Resmi Emban Amanah Baru, BAZNAS Sampaikan Pesan Pengabdian

MAJALENGKA Keluarga Besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Majalengka periode 2026–2027.

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus baru untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi sekaligus mengemban amanah dalam menjalankan peran kaderisasi, keumatan, kebangsaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., turut menyampaikan harapan agar kepengurusan baru HMI dan KOHATI mampu menghadirkan langkah-langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan turut berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

“Semoga HMI dan KOHATI Cabang Majalengka terus menjadi wadah lahirnya generasi muda yang berintegritas, berilmu, berkarakter, dan bermanfaat bagi umat, bangsa, serta daerah.”

Menurutnya, amanah kepengurusan bukan sekadar tanggung jawab organisatoris, tetapi juga bagian dari ikhtiar pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab.

Nilai-nilai keislaman dan semangat intelektual yang menjadi bagian dari karakter HMI diharapkan terus menjadi landasan bagi para kader dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Sementara KOHATI diharapkan semakin mampu memperkuat peran perempuan muda dalam membangun kehidupan masyarakat yang berdaya dan berkemajuan.

BAZNAS Kabupaten Majalengka juga berharap sinergi antara organisasi kepemudaan, lembaga keumatan, dan berbagai elemen masyarakat dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut penting untuk menghadirkan berbagai ikhtiar sosial yang berorientasi pada kemaslahatan umat.

Pelantikan pengurus HMI dan KOHATI Cabang Majalengka periode 2026–2027 sekaligus menjadi awal dari perjalanan kepengurusan baru dalam meneruskan perjuangan organisasi.

Dengan semangat “amanah baru, langkah nyata”, kepengurusan HMI dan KOHATI Cabang Majalengka diharapkan mampu menumbuhkan kader-kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam nilai keislaman, memiliki kepedulian sosial, serta siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan Kabupaten Majalengka.

BAZNAS Kabupaten Majalengka mendoakan agar seluruh pengurus diberikan kekuatan, keistiqamahan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah.

Semoga setiap langkah pengabdian menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi umat.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #HMIMajalengka #KOHATIMajalengka #HMI #KOHATI #PemudaMajalengka #Kaderisasi #Pengabdian #GenerasiMuda #IslamBerkemajuan #Amanah #Majalengka

10/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Madsuri Ependi, Sosok yang Pernah Mengabdi di BAZNAS Majalengka Berpulang

MAJALENGKA — Keluarga Besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Madsuri Ependi, petugas keamanan BAZNAS Kabupaten Majalengka periode 2023–2025.

Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Kamis, 10 September 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Kabar duka tersebut meninggalkan kesedihan bagi keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka, khususnya bagi mereka yang pernah berinteraksi dan bekerja bersama almarhum selama menjalankan tugasnya.

Selama masa pengabdiannya, Madsuri Ependi dikenal sebagai sosok yang turut memberikan kontribusi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan kerja BAZNAS Kabupaten Majalengka. Dedikasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian beliau dalam mendukung aktivitas pelayanan dan pengelolaan zakat di lingkungan BAZNAS.

Kepergian almarhum menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya-lah kita kembali.”
(QS. Al-Baqarah: 156)

Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengenang almarhum atas ketulusan, loyalitas, serta dedikasinya selama menjalankan amanah sebagai petugas keamanan.

Setiap waktu yang dicurahkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan kerja, setiap bentuk tanggung jawab yang dijalankan, serta setiap kebaikan yang diberikan semoga menjadi amal yang dicatat sebagai pahala di sisi Allah SWT.

Untuk itu, keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat, muzaki, mustahik, dan mitra BAZNAS untuk bersama-sama mendoakan almarhum.

“Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.”

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan serta menerangi kuburnya, memberikan rahmat dan maghfirah-Nya, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga segala bentuk kebaikan dan pengabdian yang pernah dilakukan selama hidupnya menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

Kepada keluarga besar almarhum yang ditinggalkan, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, keikhlasan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Semoga almarhum husnul khatimah dan seluruh keluarga yang ditinggalkan senantiasa berada dalam lindungan serta kasih sayang Allah SWT.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #KabarDuka #InnaLillahiWaInnaIlaihiRajiun #DoaUntukAlmarhum #MadsuriEpendi #Majalengka #Zakat #AmalJariyah

10/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Musholla Al-Bayyinah

MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan kehidupan keagamaan masyarakat melalui penyaluran bantuan sarana keagamaan kepada Musholla Al-Bayyinah, Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.

Bantuan tersebut disalurkan pada Rabu, 9 September 2026, bertempat di Musholla Al-Bayyinah. Penyerahan bantuan dilaksanakan oleh Iwan Setiawan, S.S., selaku Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Mendukung Kenyamanan Sarana Ibadah Masyarakat

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari Program Majalengka Taqwa, salah satu ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana tempat ibadah.

Bantuan sarana keagamaan untuk Musholla Al-Bayyinah diharapkan dapat memberikan manfaat bagi jamaah dan masyarakat sekitar, khususnya dalam menunjang pelaksanaan ibadah serta berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di lingkungan musholla.

Keberadaan sarana ibadah yang memadai menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan suasana ibadah yang nyaman, khusyuk, dan kondusif. Karena itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah agar dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan.

Wujud Nyata Amanah Zakat, Infak, dan Sedekah

Melalui Program Majalengka Taqwa, BAZNAS Kabupaten Majalengka berupaya menjadikan dana umat sebagai sumber kemaslahatan yang memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

Penyaluran bantuan kepada Musholla Al-Bayyinah juga menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah, tidak hanya dalam aspek sosial dan ekonomi, tetapi juga dalam mendukung penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki, munfik, dan masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, maupun sedekahnya melalui BAZNAS. Kepercayaan tersebut merupakan amanah yang senantiasa dijaga dan disalurkan melalui berbagai program kemaslahatan umat.

Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Musholla Al-Bayyinah dan masyarakat Desa Panjalin Kidul. Semoga setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi amal jariyah serta mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

“Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi ikhtiar bersama untuk menghadirkan keberkahan dan kemaslahatan bagi sesama.”

10/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Dukung Bakti Sosial Mahasiswa YPIB di Nunukbaru, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan

MAJALENGKA, 10 September 2026  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui Program Majalengka Taqwa menyalurkan bantuan untuk mendukung kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa YPIB di Desa Nunukbaru. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi YPIB Majalengka dan diserahkan di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka, Kamis (10/9/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Iwan Setiawan, S.S., selaku Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan bakti sosial mahasiswa merupakan salah satu bentuk kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sosial. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga belajar menumbuhkan nilai kepedulian, gotong royong, dan berbagi kepada sesama.

Dalam semangat Islam, kepedulian sosial merupakan bagian penting dari implementasi nilai-nilai kebaikan. Harta yang ditunaikan melalui zakat, infak, dan sedekah diharapkan dapat memberikan kemaslahatan serta memperkuat semangat saling membantu di tengah masyarakat.

Mendukung Semangat Pengabdian Mahasiswa

Dukungan BAZNAS Kabupaten Majalengka terhadap kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa YPIB di Desa Nunukbaru diharapkan dapat memperkuat semangat pengabdian mahasiswa sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan.

Melalui Program Majalengka Taqwa, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menghadirkan pendistribusian dana zakat dan bantuan sosial secara tepat sasaran, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Sinergi antara lembaga pendidikan, mahasiswa, masyarakat, dan BAZNAS menjadi bagian penting dalam membangun budaya kebaikan di Kabupaten Majalengka. Semangat tersebut sejalan dengan nilai Islam yang mendorong umat untuk senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat).

Wujud Nyata Kepedulian dan Kemanfaatan

Bantuan untuk kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa YPIB di Desa Nunukbaru menjadi salah satu bentuk nyata komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memperluas manfaat dana zakat dan kepedulian sosial.

BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap kegiatan sosial yang dilaksanakan YPIB bersama para mahasiswa dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga setiap ikhtiar dalam berbagi dan mengabdi menjadi amal kebaikan yang mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Semangat berbagi, kepedulian, dan pengabdian tersebut diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat Majalengka sebagai bagian dari ikhtiar bersama menuju Majalengka yang lebih religius, peduli, dan sejahtera.


 

10/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Berita Terbaru

Misteri Terkabulnya Doa: Menemukan Perantara Langit Melalui Kebaikan untuk Sesama
Misteri Terkabulnya Doa: Menemukan Perantara Langit Melalui Kebaikan untuk Sesama
MAJALENGKA Demi terkabulnya sebuah doa dan pengharapan, manusia terkadang bersedia melakukan apa saja. Ada yang menempuh jalan lurus sesuai syariat, namun tidak sedikit yang tanpa sadar justru terjerumus dalam praktik-praktik yang mendekati kemaksiatan karena desakan hajat yang tinggi. Fenomena ini sering kita jumpai. Ada yang rela menempuh perjalanan jauh demi mendatangi makam-makam, melarung sesaji ke sungai, hingga menyerahkan "mahar" kepada oknum-oknum tertentu dengan harapan keinginan mereka lekas terkabul. Padahal, urusan doa adalah perkara gaib yang mutlak menjadi hak prerogatif Allah SWT. Faktor Kebersihan Jiwa dan Rasa Percaya Diri Terkabulnya doa ditentukan oleh banyak faktor. Salah satu yang terpenting adalah sosok yang berdoa—terkait kebersihan jiwanya, ketaatannya, serta kedekatannya dengan Allah SWT. Seringkali, seseorang merasa kurang percaya diri dengan kualitas ibadahnya sehingga mereka mencari perantara (wasilah). Namun, berhati-hatilah, sebab wasilah ada yang bersifat syar’i dan ada pula yang dilarang. Meminta kepada mereka yang telah wafat, bahkan kepada para Nabi sekalipun saat ini, tentu tidak relevan karena mereka telah menyelesaikan tugas dunianya. Strategi Langit: Melibatkan Doa Malaikat Jika kita merasa membutuhkan perantara yang pasti dekat dengan Allah dan terjamin kemaksumannya, syariat sebenarnya telah menunjukkan jalannya. Perantara itu adalah para Malaikat. Pertanyaannya, bagaimana cara agar Malaikat mendoakan kita? Jawabannya ada pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah ? bersabda: “Doa seorang muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu pasti dikabulkan (mustajabah). Di sisi kepalanya ada seorang malaikat yang dikirim mendampinginya. Setiap kali orang itu mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang mendampinginya itu akan berkata: Aamiin (ya Allah, kabulkanlah!), dan untukmu hal yang serupa.” Mendoakan Orang Lain adalah Cara Menolong Diri Sendiri Inilah rahasia besar dalam berdoa. Ketika Anda mendoakan agar rekan Anda mendapatkan kelaparan rezeki, kesehatan, atau kelancaran urusan tanpa ia ketahui, maka makhluk yang tidak pernah bermaksiat kepada Allah—yakni Malaikat—akan mengaminkan doa tersebut untuk Anda. Secara logika spiritual, mendoakan orang lain adalah cara tercepat untuk mendapatkan bantuan langit. Anda mendoakan manusia biasa, namun Anda sendiri didoakan oleh penghuni langit. Penutup: Syukuri dan Berbagi Di BAZNAS Kabupaten Majalengka, kami meyakini bahwa salah satu bentuk mendoakan saudara adalah melalui kepedulian nyata. Dengan berzakat, berinfak, dan bersedekah, kita secara tidak langsung mendoakan kesejahteraan para mustahik. Doa tulus dari mereka yang terbantu, ditambah kesaksian para malaikat atas kebaikan Anda, adalah kunci pembuka pintu-pintu langit. Mari kita biasakan mendoakan kebaikan bagi sesama muslim tanpa perlu mereka ketahui. Karena dengan mengangkat derajat saudara kita dalam doa, Allah akan mengangkat derajat kita melalui lisan para malaikat-Nya. Sumber: Redaksi BAZNAS Kabupaten Majalengka #BAZNAS #Majalengka #ZakatMensejahterakan #ThePowerOfDoa #MalaikatMendoakan #SpiritualitasIslam #InfoMajalengka #ZakatPemberdayaan
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memaknai Kebodohan dan Adab Menghadapinya Menurut Al-Qur'an
Memaknai Kebodohan dan Adab Menghadapinya Menurut Al-Qur'an
MAJALENGKA Seringkali kita menyempitkan makna "bodoh" hanya sebatas kurangnya pendidikan formal. Namun, merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), meski bodoh berarti tidak memiliki pengetahuan, realitas kehidupan menunjukkan dimensi yang lebih luas. Kebodohan sejati tidak selalu berkorelasi dengan ijazah atau gelar akademik. Seorang yang bergelar Doktor sekalipun dapat terjebak dalam "kebodohan" jika ia kehilangan attitude (perilaku) dan akhlak yang mulia. Kebodohan dalam Perspektif Al-Qur'an Kebodohan erat kaitannya dengan penolakan terhadap kebenaran dan keengganan berbuat ma’ruf (kebajikan). Allah SWT memberikan panduan yang jelas dalam menghadapi fenomena ini melalui Surat Al-A’raf ayat 199: “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa manusia terbagi menjadi dua golongan. Pertama, orang baik yang harus kita terima kebajikannya tanpa membebani mereka. Kedua, orang yang buruk (cenderung pada kebodohan), yang harus kita ajak pada kebaikan. Namun, jika mereka tetap membangkang dan tenggelam dalam kesesatannya, maka perintah Allah sangat tegas: Berpalinglah. Berpaling di sini bukan berarti memusuhi, melainkan menjaga diri agar tidak terjebak dalam perdebatan yang sia-sia. Sebagaimana dijelaskan Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar dalam Zubdatut Tafsir, kita dilarang membalas kebodohan mereka dengan cara yang sama (mencela atau menghina kembali). Karakteristik "Orang Bodoh" di Era Modern Dalam kehidupan bersosial, orang yang "bodoh" secara spiritual dan etika seringkali menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: Enggan Berbuat Ma'ruf: Lebih condong pada hal-hal munkar. Gemar Mengganggu: Suka menghina, mengejek, memfitnah, dan memancing permusuhan. Merasa Paling Tahu: Seringkali sok tahu padahal hanya memahami permukaan masalah, sehingga jawabannya berputar-putar saat ditanya lebih dalam. Resep Menghadapi Kebodohan Tafsir As-Sa’di memberikan panduan praktis bagi kita dalam berinteraksi dengan lingkungan: Jangan Membebani: Terimalah orang lain apa adanya dan jangan menuntut sesuatu di luar tabiat mereka. Rendah Hati: Jangan menyombongkan diri kepada siapa pun, baik karena usia, ilmu, maupun status ekonomi. Tetap Berbuat Baik: Jika disakiti, jangan membalas dengan rasa sakit. Jika dizhalimi, tetaplah berlaku adil. Menanyakan Ilmu Sebagai Obat Rasulullah ? memberikan solusi bagi kita agar terhindar dari penyakit ketidaktahuan. Dalam hadits riwayat Abu Dawud, beliau bersabda: “Tidakkah mereka bertanya jika tidak mengetahui (hukumnya), sesungguhnya tiada lain obat penyakit bodoh adalah bertanya.” BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan literasi, baik literasi agama maupun sosial. Mari kita penuhi ruang kehidupan kita dengan amal perbuatan yang ma’ruf dan menjaga lisan serta sikap dari sifat-sifat yang menjerumuskan kita pada kebodohan. Semoga kita senantiasa dilindungi Allah SWT dari penyakit hati dan kebodohan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Wallahu a’lam bish-shawab. Editor: Admin BAZNAS Majalengka Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir As-Sa'di, Zubdatut Tafsir #BAZNAS #BAZNASMajalengka #Zakat #Infaq #Sedekah #KajianIslam #AkhlakMulia #LiterasiDakwah #MajalengkaReligius
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Refleksi Idul Qurban 1447 H: Muhasabah Diri dan Komitmen Membangun Peradaban Zakat di Majalengka
Refleksi Idul Qurban 1447 H: Muhasabah Diri dan Komitmen Membangun Peradaban Zakat di Majalengka
MAJALENGKA Menjelang peringatan Hari Raya Idul Qurban 1447 H yang tinggal menghitung hari, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sejenak berhenti dari rutinitas dan melakukan muhasabah (evaluasi diri). Melalui untaian kalimat thoyyibah—Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Hauqalah—kita diajak merenungkan sejauh mana peran kita sebagai hamba Allah ('Abdullah) dan pemakmur bumi (Khalifah fil Ardh) telah dijalankan dengan amanah untuk mewujudkan Majalengka yang jauh lebih baik. 1. Tasbih: Menyucikan Diri dari Debu Digital dan Kealpaan Mengucapkan Subhanallah adalah pengakuan akan kesucian Allah sekaligus tamparan bagi kotornya diri kita. Di era digital ini, menjaga anggota tubuh menjadi tantangan besar. Telinga sering kali lebih peka terhadap ghibah daripada firman-Nya; mata lebih asyik memandang hal sia-sia daripada ayat kauniyah; dan jari-jemari lebih lincah mengetik narasi kebencian daripada bertasbih atau menyebarkan pesan infaq. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-An’am: 46, kita diingatkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati adalah pinjaman yang bisa dicabut kapan saja. Sudahkah tangan kita hari ini dikelola untuk berinfaq melalui lembaga resmi guna membantu sesama? 2. Tahmid dan Tahlil: Syukur atas Karunia dan Keteguhan Iman Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah. BAZNAS Majalengka menekankan pentingnya mensyukuri keberadaan orang-orang di sekitar kita sebagai anugerah, bukan rival. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak mensyukuri manusia, maka ia tidak mensyukuri Allah." Implementasi syukur yang paling nyata adalah dengan berbagi. Dengan Tahlil (Laa ilaha illallah), kita memurnikan niat bahwa segala amal sosial dan zakat yang kita tunaikan semata-mata demi menggapai ridha-Nya. 3. Takbir dan Hauqalah: Menyadari Kekecilan Diri Allahu Akbar, kita sangatlah kecil. Harta, pangkat, dan ilmu kita tidak lebih dari sebutir kelereng di tanah lapang jagat raya. Dengan Hauqalah (La haula wa laa quwwata illa billah), kita menyadari bahwa BAZNAS tidak akan mampu mengentaskan kemiskinan di Majalengka tanpa pertolongan Allah dan dukungan nyata dari para muzakki (pembayar zakat). 4. Membangun Negeri: Belajar dari Tragedi Kaum Saba’ Indonesia, khususnya Majalengka yang subur, sering disebut sebagai "sepenggal surga di bumi". Namun, sejarah kaum Saba’ dalam QS. Saba: 15-19 memberikan peringatan keras. Negeri yang makmur hancur seketika hanya karena penduduknya kufur nikmat dan terpecah belah. Pelajaran penting untuk kemajuan daerah: Jangan Menjadi Manusia Instan: Kesuksesan peradaban dan daerah butuh proses konstan, bukan "bim salabim". Membangun Jiwa dan Raga: Pembangunan fisik harus selaras dengan pembangunan mental-spiritual penduduknya. Jangan Merusak: Jika belum sanggup membangun, setidaknya jangan menjadi perusak melalui perilaku koruptif atau destruktif. 5. Menjaga Kebun Dunia dari Bendera Iblis Dunia ini ibarat kebun yang dihiasi lima hal: ilmu ulama, keadilan pemimpin, ibadah hamba, amanah pedagang, dan profesionalisme pekerja. Namun, Iblis selalu berusaha menanamkan "bendera" tandingan berupa hasad, kezaliman, riya, khianat, dan pembangkangan. Zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS adalah instrumen nyata untuk mencabut "bendera khianat" dalam harta kita dan menggantinya dengan keberkahan yang membuat tatanan sosial kita menjadi Langkung Sae. Penutup: Apa yang Sudah dan Belum Kita Raih? Menyongsong Idul Qurban 1447 H, mari kita bertanya pada diri sendiri: Berapa banyak prestasi (amal shalih) yang akan kita wariskan untuk generasi pelanjut? BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk terus menjadi mitra dalam mewujudkan visi Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur di Bumi Sindangkasih. Jangan remehkan kebaikan sekecil apa pun, karena akumulasi aura positiflah yang akan membawa perubahan besar bagi kemajuan bangsa. Selamat menyambut Idul Qurban 1447 H. #BAZNASMajalengka #IdulQurban1447H #Muhasabah #ZakatMensejahterakan #MajalengkaLangkungSae #BaldatunThayyibatun #KajianIslam #Majalengka
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menakar Bekal Hari Esok: Membedah Pesan Muhasabah dalam Surah Al-Hasyr Ayat 18
Menakar Bekal Hari Esok: Membedah Pesan Muhasabah dalam Surah Al-Hasyr Ayat 18
Pernahkah kita sejenak berhenti dari hiruk-pikuk urusan dunia untuk bertanya pada diri sendiri: "Apa yang sudah saya siapkan untuk hari esok?" Pertanyaan ini bukanlah tentang tabungan pensiun atau investasi properti, melainkan tentang hakikat bekal yang akan kita bawa menghadap Sang Khalik. Dalam Al-Qur'an Surah Al-Hasyr ayat 18, Allah SWT memberikan peringatan yang sangat indah sekaligus tegas bagi orang-orang yang beriman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Ayat ini mengandung filosofi mendalam tentang manajemen spiritual yang harus dimiliki setiap muslim. Berikut adalah poin-poin penting yang perlu kita renungkan bersama: 1. Taqwa: Perintah yang Tak Boleh Main-Main Jika kita perhatikan, perintah bertaqwa dalam ayat ini disebut sebanyak dua kali. Dalam kaidah bahasa, pengulangan ini menunjukkan betapa pentingnya perkara tersebut. Allah mengingatkan agar kita tidak "main-main" dengan ketaqwaan. Taqwa harus hadir dalam setiap helaan napas, baik saat kita berada di tengah keramaian maupun saat sunyi sendiri. 2. Seni Memperhatikan Amal (Nadhor) Menariknya, Allah menggunakan kata Faltandhur (hendaklah memperhatikan). Secara etimologi, nadhor bukan sekadar melihat sekilas, melainkan memperhatikan dengan seksama, teliti, dan penuh minat. Ibarat seseorang yang meneliti keaslian uang dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang, begitulah seharusnya kita memperlakukan amal ibadah kita. Kita perlu memastikan: apakah zakat kita sudah tepat sasaran? Apakah sedekah kita murni karena Allah atau terselip riya? Apakah ibadah kita sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah? 3. Kematian adalah "Hari Esok" yang Terdekat Allah menggunakan kata Ghod (Besok) untuk menggambarkan hari kiamat atau akhirat. Ini adalah sebuah majas (kinayah) yang menunjukkan betapa dekatnya perpindahan dimensi dari dunia ke akhirat. Pintu pertama akhirat adalah kematian, dan kematian bisa datang kapan saja tanpa permisi. Menunda amal shalih sama saja dengan berangkat menempuh perjalanan jauh tanpa membawa bekal yang cukup. 4. Muhasabah sebagai Kunci Keselamatan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menekankan bahwa muhasabah harus menyentuh seluruh anggota badan—mata, telinga, mulut, hingga kaki. Kita harus bertanya, digunakan untuk apa semua nikmat ini? Sebagaimana pesan Umar bin Khattab RA, kita diminta untuk menghisab diri sendiri di dunia sebelum Allah menghisab kita di pengadilan-Nya yang maha adil. 5. Beramal dengan Landasan Ilmu Kita tidak mungkin bisa melakukan nadhor (pengamatan) terhadap amal jika tidak memiliki ilmunya. Oleh karena itu, ayat ini secara tersirat mengajak kita untuk terus menuntut ilmu. Mengetahui fiqh zakat, tata cara ibadah yang benar, dan adab-adab bermuamalah adalah syarat mutlak agar amal kita tidak sia-sia. Penutup Allah menutup ayat ini dengan peringatan bahwa Dia Maha Mengetahui atas segala yang kita kerjakan. Tidak ada yang tersembunyi. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas amal kita. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan, kita sedang menanam pohon yang buahnya akan kita petik di "hari esok" yang abadi. #BAZNASMajalengka #Muhasabah #Taqwa #AlHasyr18 #ZakatSesuaiSyariat #BekalAkhirat #IslamKaffah
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Diplomasi Langit Nabi Ibrahim: Kunci Keamanan Negeri dan Keberkahan Rezeki
Meneladani Diplomasi Langit Nabi Ibrahim: Kunci Keamanan Negeri dan Keberkahan Rezeki
MAJALENGKA, BAZNAS – Keimanan dan ketakwaan adalah fondasi utama dalam membangun peradaban yang makmur dan aman. Salah satu figur sentral yang memberikan pelajaran abadi mengenai hal ini adalah Nabi Ibrahim as. Melalui kisah beliau yang diabadikan dalam Al-Qur'an, kita diajak merenungi bagaimana kaitan erat antara ketauhidan, keamanan wilayah, dan kelimpahan rezeki. 1. Tauhid sebagai Fondasi Rasa Aman Nabi Ibrahim as mengajarkan bahwa rasa aman suatu negeri berawal dari pemurnian tauhid. Dalam QS. Ibrahim ayat 35, beliau berdoa: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” Pesan ini sangat relevan bagi kita di Kabupaten Majalengka. Keamanan bukan sekadar urusan fisik, melainkan ketenangan batin yang lahir dari ketaatan kepada Sang Pencipta. Tanpa rasa aman, pembangunan ekonomi dan kesehatan akan sulit dicapai. 2. Menjaga Alam, Menghindari Kezaliman Kesyirikan dan mempertuhankan hawa nafsu adalah akar dari kerusakan di muka bumi (al-fasad). Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 41: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia...” Sebagai khalifah, kita bertanggung jawab menjaga ekosistem yang telah Allah titipkan. BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan, mengajak masyarakat untuk kembali ke jalan yang benar dengan menjaga keseimbangan alam dan menjauhi perilaku zalim yang merugikan sesama dan lingkungan. 3. Shalat dan Zakat sebagai Pintu Rezeki Dalam kesunyian lembah Bakkah yang gersang, Nabi Ibrahim tidak mengkhawatirkan sandang dan pangan. Beliau justru mengutamakan penegakan shalat bagi keturunannya (QS. Ibrahim: 37). Beliau meyakini bahwa jika hak Allah ditunaikan, maka Allah akan menggerakkan hati manusia dan mendatangkan rezeki dari berbagai penjuru. Hal ini sejalan dengan misi BAZNAS. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), kita sedang menghidupkan ekosistem keberkahan. Sebagaimana janji Allah, rezeki tidak akan berkurang karena ibadah, justru akan bertambah dan barokah. 4. Muraqabatullah: Merasa Diawasi Allah Keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang nyata maupun tersembunyi (QS. Ibrahim: 38) melahirkan sifat Ihsan. Dalam konteks pengelolaan dana umat, sifat ini menjadi sangat krusial. Transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran zakat adalah bentuk implementasi dari rasa merasa diawasi oleh Allah SWT. 5. Syukur dan Istighfar Nabi Ibrahim menutup rangkaian kisahnya dengan rasa syukur atas anugerah keturunan di masa tua dan permohonan ampun (istighfar) bagi diri, orang tua, dan seluruh kaum mukminin. Semangat saling mendoakan dan membersihkan hati dari kedengkian adalah kunci ukhuwah Islamiyah yang kokoh. Kesimpulan Kisah Nabi Ibrahim as adalah cetak biru bagi kita untuk membangun Majalengka yang lebih baik. Dengan memperkuat tauhid, mendirikan shalat, menjaga alam, dan peduli terhadap sesama melalui zakat, kita optimis Allah akan melimpahkan keberkahan dan keamanan bagi negeri kita. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan religius. Taggar: #BAZNAS #Majalengka #ZakatPilihanPalingTepat #HikmahNabiIbrahim #Tauhid #KeberkahanRezeki #MajalengkaLangkungSae #Kemanusiaan #IslamRahmatanLilAlamin
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perkuat Sinergi dan Akselerasi Program, BAZNAS Majalengka Dampingi Kunker Komisi IV DPRD ke Garut
Perkuat Sinergi dan Akselerasi Program, BAZNAS Majalengka Dampingi Kunker Komisi IV DPRD ke Garut
GARUT – Dalam upaya memperkuat tata kelola kelembagaan dan mempertajam efektivitas program pendayagunaan zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka melakukan kunjungan strategis ke BAZNAS Kabupaten Garut pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendampingi Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka. Kehadiran rombongan dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bersama jajaran pimpinan dan struktural, di antaranya Wakil Ketua III, Kepala Pelaksana, Sekretaris, Kepala Divisi Keuangan, serta Kepala Divisi Humas dan Protokoler. Fokus pada Tata Kelola dan Inovasi Program Pertemuan yang berlangsung hangat di kantor BAZNAS Kabupaten Garut ini menjadi ruang diskusi mendalam mengenai berbagai aspek krusial dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Fokus utama pembahasan meliputi: Keamanan Regulasi: Memastikan seluruh tahapan pengelolaan zakat selaras dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Akuntabilitas & Transparansi: Penguatan sistem keuangan dan pelaporan agar kepercayaan muzaki tetap terjaga. Inovasi Pendayagunaan: Transformasi program bantuan agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berdampak jangka panjang bagi mustahik. "Kolaborasi ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah nyata kami untuk terus belajar dan mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practices) dari daerah lain. Kami ingin memastikan BAZNAS Majalengka semakin adaptif dan profesional dalam melayani umat," ujar H. Agus Asri Sabana. Sinergi Lintas Sektor Keterlibatan Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka dalam kunjungan ini menegaskan adanya dukungan legislatif yang kuat terhadap penguatan peran BAZNAS di tengah masyarakat. Sinergi antara amil (pengelola zakat) dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengelolaan zakat yang lebih masif dan terstruktur. Melalui sharing insight ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk mengimplementasikan gagasan-gagasan inovatif yang didapat guna meningkatkan kualitas layanan dan jangkauan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Majalengka. Dengan semangat transparansi dan profesionalisme, BAZNAS Majalengka optimis dapat terus menjadi lembaga pilihan utama masyarakat dalam menunaikan kewajiban ZIS, demi mewujudkan kesejahteraan umat yang berkelanjutan. #BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #SinergiKebaikan #KunjunganKerja #DPRDMajalengka #TataKelolaZakat #Garut #MajalengkaReligius #AmilProfesional #ZakatTumbuhBermanfaat
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Hadir di MTs PUI Cikijing, BAZNAS Majalengka Targetkan Program SIGAP Berikan Manfaat Nyata bagi Sarana Pendidikan
Hadir di MTs PUI Cikijing, BAZNAS Majalengka Targetkan Program SIGAP Berikan Manfaat Nyata bagi Sarana Pendidikan
CIKIJING – BAZNAS Kabupaten Majalengka terus memperluas jangkauan edukasi filantropi melalui Program SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli). Hari ini, Kamis (23/4/2026), sosialisasi program tersebut resmi dilaksanakan di MTs PUI Cikijing dengan menghadirkan Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Majalengka, Iwan Setiawan, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian inovasi BAZNAS untuk menyasar lebih dari 300 sekolah di seluruh Kabupaten Majalengka, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP/MTs. Fokus Manfaat: Kembali ke Sekolah Dalam paparannya di hadapan civitas akademika MTs PUI Cikijing, Iwan Setiawan menekankan bahwa Program SIGAP memiliki skema yang sangat menguntungkan bagi lembaga pendidikan. Dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikelola melalui sektor pendidikan ini akan dikembalikan kepada pihak sekolah minimal enam bulan setelah program berjalan. "Program ini bukan sekadar menghimpun dana, tetapi mengelolanya untuk dikembalikan lagi ke sekolah guna memenuhi kebutuhan sosial keagamaan serta perbaikan sarana pendidikan secara mandiri," ujar Iwan. Dampak Nyata Ratusan Juta Rupiah Keberhasilan program ini telah terbukti sejak tahun 2025. Hingga April 2026, Program SIGAP tercatat telah menyalurkan dana sebesar ratusan juta rupiah untuk perbaikan sarana pendidikan di berbagai sekolah. Manfaat nyata yang dirasakan meliputi: Peningkatan Fasilitas Belajar: Membantu renovasi dan pemeliharaan prasarana sekolah agar lebih layak. Dukungan Kegiatan Keagamaan: Menunjang sarana ibadah dan kegiatan religi siswa di lingkungan sekolah. Edukasi Karakter: Menanamkan kebiasaan berinfak dan rasa peduli sosial sejak usia dini. Membangun Generasi Peduli di Cikijing Kehadiran BAZNAS di MTs PUI Cikijing hari ini disambut baik sebagai langkah strategis dalam membangun karakter dermawan di kalangan siswa. Dengan melibatkan siswa dari tingkat dasar hingga menengah, diharapkan muncul kemandirian dalam pengelolaan potensi sosial di internal sekolah. Melalui Program SIGAP, BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk terus transparan dan inovatif dalam memastikan bahwa setiap rupiah yang disedekahkan oleh para siswa dapat memberikan dampak langsung bagi kemajuan dan kenyamanan fasilitas pendidikan mereka sendiri.#SIGAPBaznasmajalengka #SIGAP #Majalengkalangkungsae #pendidikankarakter #BAZNASMajalengka #ProgramSIGAP #SedekahInfaqGenerasiAnakPeduli #ZakatMembangunUmat #PilihanPertamaPembayarZakat #KemandirianSekolah #DanaAbadiPendidikan #SaranaIbadah #DigitalFundraising #InovasiBAZNAS
BERITA23/04/2026 | Humas Pengumpulan
Muhasabah: Kunci Keselamatan Sebelum Hari Penghisaban
Muhasabah: Kunci Keselamatan Sebelum Hari Penghisaban
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah kesibukan aktivitas duniawi, seorang mukmin diperintahkan untuk sejenak berhenti dan menoleh ke dalam diri. Aktivitas ini dikenal sebagai muhasabah (introspeksi diri). Muhasabah bukanlah sekadar refleksi moral atau aktivitas psikologis biasa, melainkan bagian dari amal hati yang memiliki konsekuensi ibadah dan terikat erat dengan bimbingan Al-Qur’an dan Sunnah. Landasan Syariat Muhasabah Para ulama Ahlus Sunnah menekankan bahwa muhasabah memiliki dasar yang sangat kuat. Allah Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr: 18) Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini merupakan perintah Allah kepada hamba-Nya untuk menghisab diri sebelum dihisab pada hari Kiamat kelak. Dengan melihat kembali modal amal shalih maupun tumpukan dosa, seseorang dapat mempersiapkan bekal yang lebih baik. Senada dengan itu, Al-Imam Ibnul Qayyim menyebut muhasabah sebagai salah satu ibadah hati yang paling agung. Hakikat Muhasabah: Modal, Keuntungan, dan Kerugian Untuk memudahkan kita memahami hakikat muhasabah, Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi dalam kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin menganalogikan muhasabah seperti seorang pedagang yang menghitung neraca keuangannya: Modal Utama: Adalah ibadah-ibadah wajib (seperti Shalat lima waktu, Zakat, dan Puasa Ramadhan). Keuntungan: Adalah ibadah-ibadah sunnah (seperti shalat rawatib, sedekah, dan amalan nawafil lainnya). Kerugian/Kebangkrutan: Adalah perbuatan maksiat dan hal-hal yang dilarang oleh syariat. Dengan pembagian ini, kita dapat menilai secara objektif apakah "perniagaan" kita dengan Allah sedang mengalami kemajuan atau justru berada di ambang kebangkrutan. Kapan Waktu Terbaik Melakukan Muhasabah? Muhasabah tidak terikat pada momen tertentu seperti pergantian tahun baru Hijriyah atau Masehi—karena pengkhususan waktu tanpa dalil tidak dikenal dalam bimbingan Rasulullah ?. Sebaliknya, muhasabah adalah amalan harian yang dilakukan dalam dua waktu utama: 1. Muhasabah Sebelum Beramal Ini adalah upaya menahan diri sebelum bertindak. Pastikan apakah amalan tersebut dilakukan karena Allah (ikhlas) dan sesuai syariat (ittiba’). Sebagaimana perkataan Al-Hasan al-Bashri: “Jika amalannya karena Allah, ia lanjutkan. Jika karena selain Allah, ia tinggalkan.” 2. Muhasabah Setelah Beramal Setelah aktivitas selesai, evaluasi kembali tiga hal: Apakah ketaatan yang dilakukan sudah sempurna? Apakah ada amalan yang seharusnya ditinggalkan namun tetap dilakukan? Bagaimana dengan perkara mubah (duniawi); apakah sudah diniatkan sebagai wasilah ibadah? Urgensi Muhasabah bagi Kita Sebagai manusia yang sering lupa dan khilaf, muhasabah adalah obat penawar. Rasulullah ? bersabda: "Setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat." (HR. Tirmidzi). Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu memberikan nasihat emas bagi kita semua: “Hasibuu anfusakum qabla an tuhasabu (Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab).” Kesimpulan Mari jadikan muhasabah sebagai kebiasaan setiap waktu, bukan sekadar seremoni tahunan. Dengan meluruskan niat sebelum beramal dan mengevaluasi kekurangan setelah beramal, kita berharap Allah Ta’ala menerima amal ibadah kita, terutama dalam menunaikan kewajiban sosial seperti zakat, infak, dan sedekah. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan taufik-Nya agar kita menjadi hamba yang selalu memperbaiki diri. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. #BAZNASMajalengka #MuhasabahDiri #IntrospeksiDiri #DakwahIslam #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaReligius #FiqihIbadah #SelfReminder
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Kesabaran Nabi Ayyub AS: Manifestasi Iman dalam Menghadapi Ujian Kehidupan
Meneladani Kesabaran Nabi Ayyub AS: Manifestasi Iman dalam Menghadapi Ujian Kehidupan
MAJALENGKA, BAZNAS Dalam dinamika kehidupan, ujian berupa hilangnya harta, kesehatan, maupun keluarga merupakan keniscayaan yang kerap melanda umat manusia. Namun, di balik setiap cobaan, terdapat hikmah besar mengenai arti kesabaran dan ketawakkalan. Salah satu potret keteladanan tertinggi dalam sejarah peradaban Islam adalah kisah Nabi Ayyub ‘alaihissalam, seorang hamba yang disanjung Allah SWT melalui firman-Nya dalam Al-Qur'an: “Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) adalah seorang yang sabar.” (QS. Shad: 44). Kejayaan dan Ujian Kehilangan Harta Nabi Ayyub AS pada mulanya adalah representasi dari sosok yang diberkahi kelimpahan materi. Beliau memiliki ternak yang tak terhitung jumlahnya, aset tanah yang luas, hamba sahaya, serta keluarga yang harmonis dengan banyak keturunan. Namun, status sosial dan kekayaan tersebut tidak sedikit pun melalaikannya dari ketaatan kepada Allah SWT. Ujian dimulai ketika Allah SWT mengambil seluruh harta kekayaannya dan mewafatkan anak-anaknya. Tidak berhenti di situ, beliau ditimpa penyakit fisik yang berat dalam kurun waktu yang sangat lama—diriwayatkan mencapai 18 tahun. Kondisi tersebut membuat beliau terisolasi dari lingkungan sosial, kecuali sang istri setianya yang terus mendampingi dengan penuh pengorbanan. Esensi Kesabaran dan Kekuatan Doa Puncak dari keteladanan Nabi Ayyub AS adalah ketika beliau menolak untuk mengeluh meskipun kondisi ekonominya jatuh ke titik nadir, hingga sang istri harus menjual kepangan rambutnya demi menyambung hidup. Saat ditawari untuk berdoa memohon kesembuhan, Nabi Ayyub menjawab dengan penuh ketulusan: "Aku telah hidup tujuh puluh tahun dalam kondisi sehat. Lantas apakah sedikit bagi Allah dengan aku bersabar karena-Nya selama tujuh puluh tahun?" Kesabaran ini bukan berarti pasif. Nabi Ayyub mengajarkan adab berdoa yang luar biasa saat mencapai puncak penderitaannya: "(Wahai Rabbku,) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, sedangkan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83). Doa ini tidak bernada menuntut, melainkan sebuah pengakuan atas kelemahan diri di hadapan kasih sayang Sang Khalik. Restorasi Keberkahan dan Pelajaran Bagi Muzaki Allah SWT akhirnya mengabulkan doa Nabi Ayyub dengan memerintahkannya menghentakkan kaki ke bumi, yang kemudian memancarkan air sebagai obat dan minuman. Allah tidak hanya menyembuhkan fisiknya, tetapi juga mengembalikan harta dan keluarganya berlipat ganda sebagai ganjaran atas kesabaran yang tak bertepi. Dari kisah ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk memetik beberapa pelajaran penting: Harta adalah Titipan: Kehilangan harta bukanlah tanda kebencian Allah, melainkan sarana peningkatan derajat keimanan. Solidaritas dalam Kesulitan: Peran istri Nabi Ayyub dan dua sahabat setianya menunjukkan pentingnya sistem pendukung (support system) dalam menghadapi masa sulit. Optimisme Filantropi: Sebagaimana Allah memulihkan ekonomi Nabi Ayyub, zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen yang Allah syariatkan untuk membantu sesama yang sedang diuji dengan kemiskinan dan penyakit. Semoga melalui momentum refleksi ini, kita senantiasa diberikan kekuatan untuk bersabar atas setiap ketetapan Allah dan tetap istiqamah dalam menebar kemaslahatan bagi sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat. #BAZNAS #Majalengka #KisahNabi #NabiAyyub #Kesabaran #ZakatPemberdayaan #IslamRahmatanLilAlamin #HikmahKehidupan
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjalin Ukhuwah, Mengukir Prestasi: Memaknai Kebersamaan Tim dalam Perspektif Islam
Menjalin Ukhuwah, Mengukir Prestasi: Memaknai Kebersamaan Tim dalam Perspektif Islam
MAJALENGKA Prestasi yang membanggakan bukanlah hasil dari kerja keras individu semata, melainkan buah dari sinergi, harmoni, dan kebersamaan dalam sebuah tim. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, pencapaian dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar angka, melainkan amanah umat yang hanya bisa ditunaikan melalui kesolidan kolektif. Dalam perspektif Islam, kerja sama tim (teamwork) bukan hanya urusan manajerial, melainkan ibadah yang berlandaskan nilai-nilai tauhid dan kemanusiaan. Berikut adalah cara memaknai dan menjaga kebersamaan tim agar meraih keberkahan dan prestasi yang gemilang: 1. Menyatukan Niat (Ikhlas) sebagai Pondasi Kebersamaan yang kokoh dimulai dari titik berangkat yang sama, yaitu niat karena Allah SWT. Ketika setiap anggota tim memiliki visi yang sama untuk mencari ridha-Nya, maka ego pribadi akan luruh. Prestasi tidak lagi menjadi ajang pamer kekuatan individu, melainkan sarana untuk menebar manfaat lebih luas. 2. Membangun Spirit "Bunyanun Marshush" Islam mengibaratkan sebuah tim seperti satu bangunan yang kokoh. Jika satu bata rapuh, maka seluruh bangunan terancam rubuh. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS. Ash-Shaff: 4) Dalam konteks organisasi, "barisan yang teratur" berarti adanya pembagian tugas (job desk) yang jelas, saling mendukung, dan tidak saling menjatuhkan. 3. Komunikasi Berlandaskan Tabayyun dan Syura Kebersamaan seringkali retak karena miskomunikasi. Islam mengajarkan prinsip Syura (musyawarah) untuk mengambil keputusan dan Tabayyun (klarifikasi) saat terjadi gesekan. Musyawarah: Menghargai setiap pendapat anggota tim tanpa memandang jabatan. Saling Menasehati: Mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran dengan cara yang santun (Bil-Hikmah). 4. Menghargai Peran dan Menghindari Hasad Prestasi besar lahir dari kumpulan kontribusi kecil yang konsisten. Rasulullah SAW bersabda: "Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam." (HR. Muslim) Menjaga kebersamaan berarti ikut bangga atas keberhasilan rekan kerja dan membuang jauh sifat iri dengki (hasad), karena setiap orang memiliki porsi rezeki dan peran masing-masing dalam tim. Strategi Menjaga Kesolidan Tim BAZNAS Majalengka Untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih dan mencapai target yang lebih tinggi, BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa menerapkan nilai-nilai berikut: Ta’aruf (Saling Mengenal): Mengenali karakter, kelebihan, dan kekurangan rekan kerja untuk menciptakan empati. Tafahum (Saling Memahami): Memahami beban kerja dan tantangan yang dihadapi rekan sejawat. Takaful (Saling Menanggung): Memberikan bantuan saat rekan tim mengalami kesulitan dalam tugasnya. Penutup Kebersamaan adalah anugerah. Dengan menjaga ukhuwah di dalam tim, tantangan seberat apa pun akan terasa ringan. Prestasi yang membanggakan adalah bonus dari Allah SWT atas ketaatan kita dalam bekerja sama secara baik (Amal Shalih). Mari kita jadikan setiap peluh keringat dalam tim sebagai saksi pengabdian kita untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Majalengka. BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Apresiasi Kinerja Gemilang Pemkab Majalengka 2025, BAZNAS Siap Perkuat Sinergi Program Strategis
Apresiasi Kinerja Gemilang Pemkab Majalengka 2025, BAZNAS Siap Perkuat Sinergi Program Strategis
MAJALENGKA, BAZNAS Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bersama jajaran pimpinan BAZNAS lainnya, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka dalam pencapaian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan laporan yang dirilis, Pemkab Majalengka mencatatkan rata-rata capaian kinerja kumulatif sebesar 103,36%. Angka ini menunjukkan tren positif yang signifikan dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024–2026 di bawah kepemimpinan Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M. 7 Sasaran Strategis Lampaui Target Keberhasilan ini tercermin dari 7 sasaran strategis yang berhasil menembus angka di atas 100%. Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan masyarakat meliputi: Derajat Kesehatan: Angka Harapan Hidup mencapai 105,12% dan penanganan stunting sukses menyentuh angka 100%. Kualitas Pendidikan: Rata-rata Lama Sekolah (RLS) melampaui target di angka 101,30%. Produktivitas & Ekonomi: Pertumbuhan PDRB (ADHK) mencapai 100,03% dan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka berada pada performa 110,5%. Kondusivitas & Birokrasi: Indeks Ketentraman serta Reformasi Birokrasi masing-masing telah memenuhi dan melampaui ekspektasi. H. Agus Asri Sabana menyatakan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja kolektif yang luar biasa. Ia menegaskan bahwa BAZNAS, sebagai mitra strategis pemerintah, merasa bangga atas akuntabilitas yang ditunjukkan oleh perangkat daerah. "Keberhasilan Pemkab Majalengka melampaui target kinerja adalah sinyal positif bagi pembangunan umat. Kami di BAZNAS melihat ini sebagai peluang besar untuk semakin mensinkronkan program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan program pembangunan daerah guna memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," ujar H. Agus. Fokus Perbaikan dan Sinergi Kedepan Meski meraih prestasi gemilang, Pemkab Majalengka tetap mengedepankan transparansi dengan mengevaluasi dua sektor yang hampir mencapai target, yakni Penurunan Kemiskinan (97,87%) serta Kualitas Infrastruktur dan Tata Ruang (98,20%). Menanggapi hal tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus bergerak bersama pemerintah, khususnya dalam intervensi penanggulangan kemiskinan melalui program-program pemberdayaan ekonomi produktif dan bantuan sosial yang terukur. Dengan semangat "Majalengka Langkung Sae", kolaborasi antara Pemkab Majalengka dan BAZNAS diharapkan dapat terus diperkuat. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Majalengka yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera lahir batin. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #KinerjaPemkab2025 #ZakatMensejahterakan #InfoMajalengka #HumasBAZNAS #EmanSuherman #AgusAsriSabana
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Tingkatkan Akselerasi Kinerja, Ketua BAZNAS Majalengka Dorong Inovasi Lintas Divisi demi Mewujudkan Tata Kelola yang Langkung Sae
Tingkatkan Akselerasi Kinerja, Ketua BAZNAS Majalengka Dorong Inovasi Lintas Divisi demi Mewujudkan Tata Kelola yang Langkung Sae
MAJALENGKA Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menekankan pentingnya transformasi dan inovasi di seluruh lini organisasi. Hal tersebut ditegaskannya saat memimpin rapat koordinasi internal bersama para Wakil Ketua, Kepala Divisi, dan Kepala Pelaksana di ruang kerjanya, baru-baru ini. Dalam arahannya, H. Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa tantangan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ke depan menuntut kesiapan amil yang tidak hanya kompeten secara administrasi, tetapi juga kreatif dalam melahirkan program-program baru. "Kita tidak boleh berpuas diri dengan pola kerja rutin. Saya mendorong seluruh divisi untuk lebih inovatif. Inovasi adalah kunci agar BAZNAS Kabupaten Majalengka menjadi lembaga yang jauh lebih transparan, terpercaya, dan tentu saja langkung sae (lebih baik) dalam melayani umat," ujar H. Agus. Tiga Pilar Utama: Transparansi, Akuntabilitas, dan Profesionalisme Ketua BAZNAS Majalengka menggarisbawahi tiga aspek krusial yang harus diperkuat melalui inovasi: Transparansi Kelembagaan: Memastikan setiap rupiah dana ZIS yang dihimpun dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada muzaki dan masyarakat. Kepercayaan Publik: Membangun kredibilitas melalui pelaporan yang akurat dan digitalisasi sistem informasi. Optimalisasi Pendayagunaan: Menciptakan program pendistribusian yang memberikan dampak jangka panjang bagi para mustahik di Kabupaten Majalengka. H. Agus juga mengingatkan bahwa predikat "Langkung Sae" bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk memberikan pelayanan prima yang berlandaskan prinsip 3 Aman: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Sinergi Lintas Divisi Rapat yang berlangsung dinamis tersebut juga membahas evaluasi kinerja triwulan serta sinkronisasi target antar divisi. Dengan adanya dorongan inovasi ini, diharapkan BAZNAS Kabupaten Majalengka dapat semakin lincah dalam merespons dinamika sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah Kabupaten Majalengka. "Semangat kolektif ini harus kita jaga. Jika semua divisi bergerak serentak dengan inovasi, saya optimistis kemanfaatan BAZNAS bagi masyarakat Majalengka akan semakin terasa nyata," pungkasnya. Tags: #BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #LangkungSae #InovasiZakat #MajalengkaReligius #AmilProfesional #TransparansiZakat #AgusAsriSabana #InfoMajalengka
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Sinergi Strategis: BAZNAS Majalengka dan Komisi IV DPRD Studi Komparatif ke Garut Demi Majalengka Langkung Sae
Sinergi Strategis: BAZNAS Majalengka dan Komisi IV DPRD Studi Komparatif ke Garut Demi Majalengka Langkung Sae
GARUT Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., mendampingi kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka ke BAZNAS Kabupaten Garut pada Kamis (23/04/2026). Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam optimalisasi pengelolaan zakat di Kabupaten Majalengka. Kehadiran Ketua BAZNAS didampingi oleh jajaran struktural inti, yaitu Wakil Ketua 3, Kepala Pelaksana, Kepala Kesekretariatan, Kadiv Keuangan, serta Kadiv Humas dan Protokoler. Menyusun Langkah Strategis Kunjungan ini bukan sekadar studi banding biasa. H. Agus Asri Sabana menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya serius lembaga dalam menyerap berbagai inovasi program yang berhasil diterapkan di daerah lain untuk kemudian diimplementasikan secara tepat guna. "Kami bersama Komisi IV DPRD tengah menyusun langkah-langkah strategis yang lebih progresif. Fokus kita adalah bagaimana pengelolaan zakat, infak, dan sedekah benar-benar menjadi pilar utama dalam mendukung pembangunan daerah," ungkap H. Agus di sela-sela kegiatan. Mewujudkan Majalengka Langkung Sae Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa koordinasi erat antara BAZNAS dan DPRD Kabupaten Majalengka adalah kunci untuk mencapai visi daerah yang lebih unggul. Kunjungan ke Garut dipilih karena kesamaan karakteristik wilayah serta prestasi BAZNAS setempat dalam pemberdayaan ekonomi umat. "Segala upaya yang kita lakukan hari ini, termasuk studi komparatif dan sinkronisasi kebijakan dengan legislatif, adalah ikhtiar kolektif untuk bersama-sama mewujudkan Majalengka Langkung Sae. Kami ingin zakat hadir sebagai solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tambahnya. Melalui langkah strategis ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi, profesionalisme, dan dampak sosial yang lebih luas bagi para mustahik di seluruh pelosok Majalengka. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #DPRDMajalengka #LangkahStrategis #ZakatUntukUmat #Kemanusiaan #SinergiKebaikan
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Diharapkan Bisa MANDIRI EKONOMI, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha bagi Pelaku UMKM Maja Utara
Diharapkan Bisa MANDIRI EKONOMI, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha bagi Pelaku UMKM Maja Utara
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus memperkuat komitmennya dalam pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan penyerahan bantuan modal usaha yang dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., kepada salah satu pelaku UMKM asal Desa Maja Utara, Kecamatan Maja. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung khidmat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka pada Kamis, 23 April 2026. Penerima manfaat kali ini adalah Rina Marlina, seorang pegiat UMKM yang dinilai memiliki potensi usaha namun terkendala keterbatasan modal. Bagian dari Program Majalengka Mandiri Dalam sambutannya, Drs. H. Idi Purnama, M.M. menegaskan bahwa pemberian bantuan ini bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan stimulan untuk mendorong produktivitas masyarakat. Program ini merupakan pengejawantahan dari Majalengka Mandiri, salah satu dari lima program prioritas BAZNAS Kabupaten Majalengka. "Kami berharap bantuan modal usaha ini dapat menjadi titik balik bagi Ibu Rina dan keluarga untuk meningkatkan taraf hidup. Melalui Program Majalengka Mandiri, kita ingin mengubah Mustahik (penerima zakat) menjadi Muzakki (pemberi zakat) di masa depan dengan kemandirian ekonomi," ujar H. Idi Purnama. Mendorong UMKM Naik Kelas Bantuan modal usaha ini difokuskan bagi para pelaku UMKM yang berasal dari keluarga kurang mampu namun memiliki semangat juang tinggi dalam berwirausaha. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap intervensi modal ini mampu menjaga keberlangsungan usaha kecil di tingkat desa, sehingga roda ekonomi lokal di Kecamatan Maja dan sekitarnya tetap berputar. Rina Marlina menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, bantuan ini akan sangat membantu dalam pengadaan bahan baku dan peralatan usaha yang selama ini sulit ia penuhi secara mandiri. Tentang BAZNAS Kabupaten Majalengka: BAZNAS Kabupaten Majalengka adalah lembaga pemerintah non-struktural yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional di tingkat daerah. Dengan dukungan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari masyarakat, BAZNAS berkomitmen mewujudkan kesejahteraan umat melalui berbagai pilar program, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. #BAZNASMajalengka #MajalengkaMandiri #UMKMMajalengka #ZakatMensejahterakan #PemberdayaanEkonomi #MajaUtara #MajalengkaLangkungSae
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, BAZNAS Majalengka Serahkan Langsung Bantuan Sarana Keagamaan di Desa Sangiang
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, BAZNAS Majalengka Serahkan Langsung Bantuan Sarana Keagamaan di Desa Sangiang
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan sarana keagamaan untuk Mushola Al-Barokah yang berlokasi di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, pada Rabu (22/04/2026). Penyerahan ini dilakukan langsung di lokasi pembangunan guna memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan fisik bangunan. Tim Media dan Publikasi BAZNAS Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, S.Pd.I., hadir mewakili lembaga untuk menyerahkan bantuan tersebut. Kehadiran tim disambut hangat oleh pengurus mushola serta para pengelola sarana keagamaan lainnya yang tengah berada di lokasi. Eman Suherman menjelaskan bahwa terjun langsung ke lapangan merupakan bagian dari prosedur pengawasan agar amanah para muzakki dapat tersalurkan dengan tepat. "Penyerahan dilakukan langsung di lokasi Mushola Al-Barokah bukan tanpa sebab. Kami ingin memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan yang dibantu oleh BAZNAS benar-benar tepat sesuai dengan pengajuan dan kebutuhan riil di lapangan. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami dalam mengelola dana umat," ujar Eman Suherman. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bapak Eman selaku pengurus Mushola Al-Barokah. Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas respon cepat dan kehadiran tim BAZNAS ke desanya. "Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas bantuan ini. Kedatangan tim langsung ke desa kami memberikan semangat baru bagi warga untuk segera merampungkan perbaikan mushola ini agar bisa digunakan kembali dengan nyaman oleh jemaah," ungkap Bapak Eman. Dengan adanya bantuan sarana keagamaan ini, diharapkan proses renovasi atau pemenuhan fasilitas di Mushola Al-Barokah dapat berjalan lancar sehingga fungsi masjid sebagai pusat syiar Islam di Desa Sangiang semakin optimal. #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #SangiangBanjaran #BantuanSaranaKeagamaan #MajalengkaLangkungSae #LayananAktifBAZNAS
BERITA22/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Gerak Cepat BTB BAZNAS Majalengka Tuntaskan Pembangunan Rumah Ambruk di Banjaran
Gerak Cepat BTB BAZNAS Majalengka Tuntaskan Pembangunan Rumah Ambruk di Banjaran
MAJALENGKA Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Majalengka kembali bergerak melakukan aksi nyata dalam pemulihan pascabencana. Fokus pada percepatan hunian layak, BTB menyalurkan bantuan lanjutan untuk perbaikan rumah Bapak Wahyu di Blok Banjaran Hilir, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Rabu (22/04/2026). Rumah milik Bapak Wahyu tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat pada bagian kamar dan dapur akibat terjangan angin puting beliung dan hujan deras pada awal April lalu. Kehadiran BTB kali ini bertujuan memastikan proses renovasi berjalan tuntas hingga rumah tersebut benar-benar aman untuk ditinggali secara permanen. Pesan Ketua BAZNAS dan Amanah Muzaki Penyerahan bantuan dipimpin oleh Tim BTB BAZNAS Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, S.Pd.I. Pada kesempatan tersebut, Eman menyampaikan permohonan maaf dari Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, yang berhalangan hadir secara langsung. "Kami menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Ketua BAZNAS karena hari ini beliau tidak bisa hadir di tengah-tengah kita, mengingat sedang ada agenda penting di luar kota guna memperjuangkan kepentingan umat. Ketidakhadiran beliau bukan berarti mengurangi rasa hormat, melainkan sebagai upaya strategis agar BAZNAS Majalengka bisa memberikan manfaat yang lebih luas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak," jelas Eman. Lebih lanjut, Eman menegaskan bahwa bantuan pembangunan rumah ini merupakan bentuk perhatian nyata dari Pemerintah Kabupaten Majalengka sekaligus amanah dari para muzaki yang dititipkan melalui BAZNAS. "Kami mohon doanya agar Bapak Bupati Majalengka dan Ketua BAZNAS tetap sehat dalam lindungan Allah SWT demi mewujudkan cita-cita Majalengka Langkung Sae dapat tercapai," tambahnya. Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Meskipun saat ini kondisi atap belum tertutup sepenuhnya dan dinding belum di-plester, bantuan ini diharapkan dapat mempercepat tahap akhir pembangunan agar Bapak Wahyu tidak perlu lagi mengkhawatirkan kondisi tempat tinggalnya. Kepala Desa Banjaran, Rahmat Apandi, A.Md., bersama jajaran perangkat kecamatan dan Kepala Dusun Banjaran Hilir turut mendampingi proses ini. Mereka mengucapkan terima kasih yang mendalam atas konsistensi BAZNAS dalam mengawal kasus ini sejak satu jam setelah kejadian hingga tahap pembangunan. "Semoga semangat Majalengka Langkung Sae tetap diprioritaskan untuk warga yang membutuhkan," ungkap Rahmat Apandi. Aksi kemanusiaan ini ditutup dengan pekikan penuh semangat dari seluruh pihak yang hadir tanpa komando: "Saekeun Majalengka!!" seru mereka kompak, menegaskan komitmen untuk terus memajukan kualitas hidup warga Majalengka. #BAZNASMajalengka #BTBMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatMenyejahterakan #Kemanusiaan #BanjaranPeduli #SaekeunMajalengka #AmanahMuzaki
BERITA22/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Tangis Haru Ibu Suilah: Saat Harapan Membangun Kembali Rumah yang Ambruk Menjadi Nyata
Tangis Haru Ibu Suilah: Saat Harapan Membangun Kembali Rumah yang Ambruk Menjadi Nyata
MAJALENGKA Suasana di Blok Kubangsari, Desa Tenjolayar, mendadak penuh emosi pada Rabu siang (22/04/2026). Di tengah sisa-sisa reruntuhan bagian belakang rumahnya yang ambruk beberapa waktu lalu, Ibu Suilah tak mampu membendung air mata. Hari ini, tepat pukul 13.00 WIB, secercah harapan hadir mengetuk pintu rumahnya dalam wujud bantuan Program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB). Bantuan yang sangat dinantikan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, didampingi oleh Kepala Desa Tenjolayar, Bapak Sobirin. Kehadiran rombongan di kediaman Ibu Suilah seolah menjadi jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan di tengah musibah yang datang tanpa terduga. Kepedulian yang Mengalir dari Warga hingga Pemerintah Sebelum bantuan dari BAZNAS tiba, solidaritas luar biasa sebenarnya telah ditunjukkan oleh tetangga dan warga sekitar. Secara swadaya, warga berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp3.200.000 sebagai bentuk gotong royong awal. Namun, kehadiran BAZNAS hari ini melengkapi kebahagiaan tersebut dengan komitmen renovasi total agar rumah Ibu Suilah kembali layak dan aman untuk dihuni. "Saya benar-benar tidak menyangka. Musibah itu datang tiba-tiba, tapi bantuan dan kepedulian dari Bapak Bupati serta BAZNAS juga datang secepat ini. Terima kasih banyak karena telah peduli pada orang kecil seperti saya," ungkap Ibu Suilah di sela isak tangisnya yang mengharukan. Amanat Bupati untuk Rakyat Dalam sambutannya, Drs. Uuh Patulloh menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan instruksi langsung dan amanat dari Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., yang menaruh perhatian besar terhadap keselamatan warga yang tertimpa bencana. "Ini adalah bentuk perhatian nyata Bapak Bupati atas musibah yang dialami Ibu Suilah. Sejatinya, Ketua BAZNAS Majalengka, Bapak H. Agus Asri Sabana, berencana menyerahkan langsung hari ini. Namun, karena adanya agenda mendesak demi kepentingan umat, beliau mendisposisikan kepada kami. Semoga niat tulus ini sampai dan bermanfaat bagi keluarga Ibu Suilah," jelas Drs. Uuh Patulloh. Wujudkan Majalengka Langkung Sae Kepala Desa Tenjolayar, Bapak Sobirin, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas respons cepat Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui BAZNAS. Ia berharap sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat terus terjaga demi kesejahteraan bersama. "Terima kasih kepada BAZNAS dan Bapak Bupati. Semoga langkah-langkah baik ini senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan diberikan kemudahan dalam mewujudkan cita-cita Majalengka Langkung Sae," pungkasnya. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah musibah, tak ada warga yang dibiarkan berjuang sendirian. Zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS kembali menjadi jembatan kebaikan yang mengubah tangis duka menjadi senyum bahagia. #BAZNASMajalengka #RumahLayakHuni #MajalengkaLangkungSae #Kemanusiaan #ZakatMemberdayakan #Cigasong #Tenjolayar #KepedulianSosial
BERITA22/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan untuk MWC NU Jatiwangi guna Perkuat Program Keumatan
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan untuk MWC NU Jatiwangi guna Perkuat Program Keumatan
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus berkomitmen mendukung penguatan lembaga keagamaan di wilayah Kabupaten Majalengka. Pada hari ini, Rabu (22/04/2026), BAZNAS Kabupaten Majalengka secara resmi menyerahkan bantuan kepada Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Jatiwangi. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, bertempat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan diterima oleh perwakilan pengurus MWC NU Jatiwangi yang hadir secara langsung. Sinergi untuk Maslahat Umat Dalam kesempatan tersebut, Drs. Uuh Patulloh menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS untuk mendukung syiar Islam dan kemaslahatan umat melalui organisasi keagamaan. "Kami berharap bantuan ini dapat menunjang operasional serta program-program keumatan yang dijalankan oleh MWC NU Jatiwangi. Sinergi antara BAZNAS dan lembaga keagamaan seperti NU sangat penting untuk memastikan manfaat zakat terasa hingga ke lapisan masyarakat paling bawah," ujar Drs. Uuh Patulloh saat memberikan sambutan singkat. Beliau juga menambahkan bahwa BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus berupaya menjadi mitra strategis bagi berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat di Jatiwangi khususnya, dan Majalengka pada umumnya. Apresiasi dari MWC NU Jatiwangi Perwakilan dari MWC NU Kecamatan Jatiwangi menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan ini dinilai sangat berarti bagi keberlangsungan kegiatan dakwah dan sosial di wilayah mereka. "Kami atas nama keluarga besar MWC NU Jatiwangi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka, khususnya Bapak Kepala Pelaksana. Insha Allah, bantuan ini akan kami maksimalkan untuk kepentingan umat dan organisasi. Semoga berkah bagi para muzzaki dan menjadi amal jariyah bagi seluruh jajaran BAZNAS," ungkap perwakilan MWC NU Jatiwangi. Kegiatan penyerahan berlangsung dengan khidmat dan lancar, diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kerja sama yang erat antara lembaga zakat pemerintah dan organisasi ulama di Kabupaten Majalengka.
BERITA22/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Untuk Kemandirian Ekonomi, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha bagi Pelaku UMKM di Talaga
Untuk Kemandirian Ekonomi, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha bagi Pelaku UMKM di Talaga
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus berkomitmen dalam menekan angka kemiskinan melalui penguatan sektor ekonomi mikro. Hal ini dibuktikan dengan penyaluran bantuan modal usaha kepada Jeje Abdul Aziz, seorang pelaku UMKM yang berlokasi di Blok Burujul, Desa Talaga Kulon, Kecamatan Talaga. Bantuan permodalan ini merupakan bagian integral dari program unggulan Majalengka Mandiri, sebuah inisiatif strategis BAZNAS Majalengka yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki di masa depan. Penyerahan Langsung di Lokasi Usaha Bantuan diserahkan langsung oleh perwakilan Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, S.Pd.I, di kediaman sekaligus tempat usaha milik Jeje. Penyerahan secara langsung ini bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta meninjau langsung potensi pengembangan usaha yang dikelola oleh penerima manfaat. Dalam kesempatan tersebut, Eman Suherman menyampaikan bahwa program Majalengka Mandiri didesain untuk memberikan stimulan bagi para pedagang kecil dan pelaku industri rumah tangga agar tetap survive dan berkembang di tengah persaingan ekonomi. "Kami berharap bantuan modal ini tidak hanya sekadar habis untuk kebutuhan konsumtif, melainkan menjadi mesin penggerak usaha yang berkelanjutan. BAZNAS hadir untuk memberikan dukungan nyata bagi masyarakat yang memiliki kemauan kuat untuk mandiri secara ekonomi," ujar Eman Suherman. Apresiasi dari Penerima Manfaat Jeje Abdul Aziz, selaku penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Menurutnya, tambahan modal ini sangat berarti untuk meningkatkan kapasitas produksi usahanya di Blok Burujul. "Terima kasih banyak kepada BAZNAS Majalengka atas bantuan dan kepercayaannya. Modal ini akan saya gunakan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha. Semoga keberkahan senantiasa menyertai para muzakki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS," ungkap Jeje. Dengan penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah dan profesional, serta senantiasa hadir menjadi solusi bagi kemaslahatan umat di Kabupaten Majalengka. #BAZNASMajalengka #MajalengkaMandiri #UMKMMajalengka #ZakatMemberdayakan #EkonomiSyariah #TalagaKulon #PemberdayaanEkonomi
BERITA22/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Sinergi Strategis: BAZNAS Majalengka dan Bank Indonesia Cirebon Jajaki Kolaborasi Penguatan UMKM dan Optimalisasi Wakaf Produktif
Sinergi Strategis: BAZNAS Majalengka dan Bank Indonesia Cirebon Jajaki Kolaborasi Penguatan UMKM dan Optimalisasi Wakaf Produktif
CIREBON Dalam langkah proaktif memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Ciayumajakuning, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi strategis ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon pada Rabu (22/04/2026). Didampingi Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail serta Humas Protokoler, kehadiran pimpinan BAZNAS Majalengka ini disambut hangat oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Bapak Fickry Widya Nugraha. Turut hadir mendampingi, Bapak Julius Aprilian (Analis Unit Fungsi Pelaksana Pengembangan UMKM Keuangan Inklusif Syariah) dan Bapak Agung Suharyana (Konsultan Unit Fungsi Pelaksana Pengembangan UMKM Keuangan Inklusif Syariah). Sinkronisasi Program Pemberdayaan Ekonomi Dalam pertemuan perdana tersebut, H. Agus Asri Sabana memaparkan profil kelembagaan serta jajaran program unggulan yang tengah dijalankan BAZNAS Majalengka. Fokus utama diskusi tertuju pada sinkronisasi program pemberdayaan yang dinilai memiliki visi serupa dengan Bank Indonesia, khususnya pada penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pihak Bank Indonesia Cirebon menyatakan ketertarikan mendalam terhadap pola pemberdayaan BAZNAS. Ke depan, kedua belah pihak menjajaki peluang kolaborasi yang komprehensif, mencakup peningkatan kapasitas pelaku usaha, literasi keuangan syariah, pemenuhan aspek legalitas, hingga pembinaan UMKM secara berkelanjutan agar mampu naik kelas. Ekspansi Instrumen ZISWAF dan Wakaf Produktif Hal menarik lainnya yang dibahas adalah perluasan tata kelola Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL). Jika sebelumnya fokus pemberdayaan dominan pada instrumen Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), kini BAZNAS Majalengka mulai mengakselerasi optimalisasi Wakaf. "Kami memiliki aset berupa tanah-tanah wakaf yang siap diberdayakan secara produktif. Kami melihat potensi besar jika aset ini dikolaborasikan dengan keahlian Bank Indonesia dalam pengembangan program ekonomi produktif," ujar H. Agus Asri Sabana. Implementasi melalui UPZ DKM Sebagai langkah konkret di lapangan, rencana kolaborasi ini diharapkan dapat diimplementasikan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) DKM yang telah dibentuk oleh BAZNAS Majalengka. Melalui basis masjid dan komunitas, diharapkan kemandirian ekonomi umat dapat terwujud secara lebih merata dan inklusif. Sinergi antara BAZNAS Majalengka dan Bank Indonesia Cirebon ini menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi syariah di Kabupaten Majalengka, di mana dana filantropi Islam tidak hanya sekadar bantuan konsumtif, namun menjelma menjadi motor penggerak ekonomi produktif yang berkelanjutan. #BAZNASMajalengka #BankIndonesia #BICirebon #EkonomiSyariah #UMKMNaikKelas #WakafProduktif #ZakatTumbuhBermanfaat #KemandirianUmat
BERITA22/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →