Berita Terbaru
Meneladani Hikmah Perang Uhud: Pentingnya Kedisiplinan dan Keteguhan Iman
MAJALENGKA, BAZNAS Perang Uhud bukan sekadar catatan sejarah tentang benturan fisik antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy. Lebih dari itu, peristiwa yang terjadi pada 15 Syawal tahun 3 Hijriah (625 M) ini merupakan madrasah besar bagi umat Islam untuk belajar tentang strategi, ketaatan kepada pemimpin, dan bahaya dari melalaikan amanah demi kesenangan duniawi.
Latar Belakang Peristiwa
Mengacu pada catatan sejarah dalam buku Perang Uhud karya Muhammad Ridha, pertempuran ini pecah tepat satu tahun setelah kemenangan besar kaum Muslimin di Perang Badar. Pihak Quraisy membawa kekuatan besar sebanyak 3.000 personel dengan misi membalas kekalahan mereka sebelumnya.
Di sisi lain, Rasulullah SAW awalnya berangkat dengan 1.000 pasukan. Namun, di tengah perjalanan, terjadi pembelotan yang menyisakan 700 pejuang Muslim yang teguh untuk menghadapi kekuatan musuh yang jauh lebih besar secara kuantitas.
Strategi dan Isyarat Kenabian
Sebelum peperangan dimulai, Rasulullah SAW sempat menceritakan mimpi yang dialaminya sebagai isyarat akan datangnya ujian berat sekaligus janji kemenangan di masa depan. Untuk membentengi pasukan, Rasulullah SAW menyusun strategi dengan menempatkan 50 pemanah terbaik di atas bukit Uhud. Beliau memberikan instruksi tegas untuk tidak meninggalkan posisi dalam keadaan apa pun.
Pelajaran dari Kelalaian
Pada fase awal, pasukan Muslim berhasil mendesak musuh. Namun, situasi berbalik drastis ketika sebagian pemanah di atas bukit tergoda oleh harta rampasan perang (ghanimah) dan meninggalkan pos pertahanan. Celah ini dimanfaatkan oleh musuh untuk menyerang dari arah belakang, yang mengakibatkan barisan Muslimin menjadi kacau dan gugurnya para sahabat terbaik, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib.
Hikmah untuk Masa Kini
Peristiwa Uhud mengajarkan kepada kita beberapa poin penting:
Ketaatan adalah Kunci: Ketidakpatuhan terhadap instruksi membawa dampak besar bagi keselamatan kolektif.
Bahaya Hubbud Dunya: Ketertarikan yang berlebih pada materi dapat melalaikan kita dari visi perjuangan yang utama.
Keteguhan dalam Ujian: Kekalahan taktis adalah sarana evaluasi untuk bangkit menjadi pribadi yang lebih kuat dan sabar.
Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk memetik hikmah ini. Kedisiplinan dalam menunaikan kewajiban zakat, infak, dan sedekah adalah bentuk perjuangan nyata dalam membangun umat yang lebih kuat dan mandiri.
Wallahu a'lam bish-shawab.
#BAZNASMajalengka #PerangUhud #SejarahIslam #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaLangkungSae #EdukasiIslami #KisahRasulullah #InfoMajalengka
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Doa Sapu Jagat: Permohonan Kebaikan Dunia Akhirat yang Dicintai Rasulullah SAW
MAJALENGKA Dalam kehidupan sehari-hari, setiap Muslim tentu mendambakan keberkahan yang menyeluruh, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi. Salah satu wasilah terbaik untuk meraih hal tersebut adalah melalui Doa Sapu Jagat. Meski kalimatnya ringkas, doa ini menyimpan makna samudra kebaikan yang mencakup seluruh kebutuhan hamba.
Landasan Sunnah dan Kecintaan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW dikenal sangat menyukai doa-doa yang bersifat Jawami’ul Kalim—yakni kalimat yang singkat namun sarat akan makna mendalam. Sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA dalam kitab Fiqih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq, Nabi SAW lebih mengutamakan doa-doa ringkas yang mencakup segala bentuk kemaslahatan agar tidak menyulitkan umatnya dalam mengamalkannya.
Bacaan Doa Sapu Jagat
Doa ini bersumber langsung dari Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 201) dan menjadi amalan yang sangat dianjurkan setelah melaksanakan salat fardu maupun sunnah:
???????? ?????? ??? ?????????? ???????? ????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ????????
Latin: Rabban?, ?tin? fid duny? hasanah, wa fil ?khirati hasanah, wa qin? 'adz?ban n?r.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
Makna dan Keutamaan yang Luar Biasa
Menurut Ibnu Katsir, doa ini adalah permohonan yang paling komprehensif. M. Ghofur Khalil dalam buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat menjelaskan bahwa cakupan doa ini sangat luas:
Kebaikan Dunia: Meliputi kesehatan yang afiat, rezeki yang berkah dan lancar, keluarga yang sakinah, tempat tinggal yang nyaman, serta ilmu yang bermanfaat.
Kebaikan Akhirat: Mencakup kemudahan saat proses hisab, perlindungan dari rasa takut di hari kiamat, hingga anugerah tertinggi yaitu masuk ke dalam surga-Nya.
Manfaat Mengamalkan Doa Sapu Jagat
Merujuk pada literatur Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa, setidaknya ada lima keutamaan utama bagi mereka yang istikamah mengamalkannya:
Mendapatkan ketenangan hati, keselamatan, dan kecukupan rezeki.
Diberikan benteng perlindungan dari berbagai keburukan dan musibah.
Mendapat kemudahan dalam menjalankan ketaatan dan perintah Allah SWT.
Dimudahkan saat menghadapi hari perhitungan (Yaumul Hisab).
Meraih ampunan serta rida Allah SWT untuk menghuni jannah-Nya.
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa membasahi lidah dengan doa mulia ini. Semoga dengan rutin membacanya, Allah SWT melimpahkan keberkahan bagi diri kita, keluarga, serta membawa kemaslahatan bagi kemajuan Kabupaten Majalengka yang kita cintai.
Zakat membersihkan harta, doa menguatkan jiwa. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk membantu sesama yang membutuhkan.
#BAZNAS #BaznasMajalengka #Majalengka #DoaSapuJagat #DakwahIslam #ZakatMensejahterakanUmat #AmalanSunnah #KebaikanDuniaAkhirat
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengatasi Lilitan Utang dalam Islam: Ikhtiar, Tawakal, dan Amalan Doa Sesuai Sunnah
MAJALENGKA, BAZNAS Utang piutang merupakan urusan muamalah yang lazim terjadi di tengah masyarakat. Namun, sebagai seorang muslim, perkara utang bukanlah hal yang boleh disepelekan. Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap tanggung jawab pelunasan utang, karena dampaknya tidak hanya di dunia, melainkan hingga ke akhirat.
Bahaya Meremehkan Utang
Dalam banyak hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan peringatan keras bagi mereka yang lalai dalam melunasi utang. Ruh seorang mukmin akan tetap tertahan dan tidak bisa merasakan kemuliaan di sisi Allah selama utangnya belum ditunaikan.
Dari Sa‘d bin al-A?wal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya saudaramu tertahan karena utangnya, maka pergilah dan lunasilah utangnya.” (HR. Ahmad, disahihkan oleh al-Albani).
Kunci Utama: Niat yang Jujur dan Tawakal
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mengedepankan niat yang tulus saat terpaksa berutang. Allah SWT akan memberikan kemudahan bagi siapa saja yang memiliki tekad kuat untuk mengembalikan harta yang dipinjamnya.
Sesuai sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barang siapa mengambil harta manusia dengan niat untuk menunaikannya, Allah akan menunaikannya untuknya. Dan barang siapa mengambilnya dengan niat merusaknya (tidak membayar), Allah akan membinasakannya.” (HR. al-Bukhari).
Amalan Doa Sahih Saat Terlilit Utang
Selain berupaya maksimal (ikhtiar) secara lahiriah, seorang muslim hendaknya mengetuk pintu langit dengan doa. Berikut adalah beberapa doa sahih yang diajarkan Rasulullah:
1. Doa Mohon Kecukupan Rezeki Halal
?????????? ???????? ??????????? ???? ?????????? ??????????? ?????????? ??????? ???????
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku terhindar dari yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari ketergantungan kepada selain-Mu.” (HR. At-Tirmidzi).
2. Doa Sebelum Tidur (Memohon Pelunasan Utang)
?????????? ????? ????????????... ????? ?????? ?????????? ??????????? ???? ????????
“...Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Awal dan Maha Akhir... Lunasilah utang kami dan cukupkanlah kami dari kefakiran.” (HR. Muslim).
3. Doa Perlindungan dari Kegundahan dan Lilitan Utang
?????????? ?????? ??????? ???? ???? ???????? ???????????... ????????? ???? ???? ???????? ????????? ???????? ??????????
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan... dari lilitan utang dan penindasan manusia.” (HR. Abu Dawud & Bukhari).
4. Doa Memohon Rahmat dan Kekayaan
????????? ?????? ???????... ???????? ????? ??????? ??? ?? ????? ?? ????
“Ya Allah, Pemilik seluruh kerajaan... Rahmatilah aku dengan rahmat yang dengannya Engkau mencukupkanku dari rahmat selain-Mu.” (HR. Ath-Thabrani).
Penutup
Utang adalah beban, namun dengan tawakal yang benar, usaha yang sungguh-sungguh, dan istiqomah dalam berdoa, Allah akan memberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka.
Semoga Allah Ta’ala melapangkan kesulitan finansial kita, memudahkan pelunasan utang-utang kita, dan memberkahi setiap rezeki yang kita peroleh. Amin Ya Rabbal 'Alamin.
Informasi & Layanan Zakat, Infak, Sedekah: Kunjungi Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk konsultasi dan penyaluran bantuan bagi asnaf yang membutuhkan.
#BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #EdukasiIslami #DoaPelunasUtang #Tawakal #FiqhMuamalah #MajalengkaLangkungSae #LunasUtang #BerbagiKeberkahan
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menggugat Niat: Aktivitas Dunia sebagai Ibadah, Tulus atau Sekadar Modus?
MAJALENGKA, BAZNAS Allah SWT telah membuka pintu ibadah seluas-luasnya bagi hamba-Nya. Tidak hanya melalui jalur ibadah murni (mahdhah) seperti salat dan zakat, tetapi juga melalui aktivitas harian (ghairu mahdhah) yang dijalankan dengan niat yang benar. Sebagaimana sabda Rasulullah ?:
“Amalan-amalan itu hanyalah tergantung pada niatnya. Dan setiap orang hanya akan dibalas berdasarkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Namun, di tengah hiruk-pikuk modernitas, muncul sebuah fenomena retorika yang perlu kita renungkan bersama. Fenomena ini sering datang dari panggung-panggung publik, ruang diskusi profesional, hingga obrolan santai di keluarga. Sebuah tren di mana motivasi duniawi dikobarkan dengan api yang membara, sementara nasihat agama hanya diletakkan sebagai "pelengkap" atau bahkan pembenaran atas ambisi duniawi yang tak bertepi.
Ketimpangan Narasi: Dunia yang Utama, Agama yang Tersisa?
Kita sering menyaksikan tokoh publik atau bahkan diri kita sendiri begitu bersemangat membakar jiwa audiens dengan jargon: “Ayo kerja keras! Kita harus adaptif dan solutif!” Kalimat ini tentu tidak salah. Namun, masalah muncul ketika porsi nasihat agama hanya diselipkan sekilas di akhir pidato panjang: “Yang penting niatnya ibadah.”
Ironisnya, seringkali kalimat tersebut diikuti dengan seruan, “Jangan jadi ritualis! Beragama jangan sekadar ritual saja. Ada hablumminannas!” Pertanyaannya, mengapa kita jarang mendengar keseimbangan yang serupa: “Jangan terlalu ambisius pada dunia! Bukankah selain hablumminannas, ada hablumminallah yang wajib dijaga?”
Kekhawatiran kita adalah terjatuh pada kondisi Kalimatul haq yuradu biha al-bathil—perkataannya benar, namun maksud di baliknya adalah sebuah kekeliruan, yakni mendorong manusia untuk tetap fokus sepenuhnya pada dunia dengan tameng "niat ibadah".
Menempatkan Akhirat sebagai Panglima
Tugas memberi nasihat bukan hanya milik Ustaz atau Kiai. Setiap orang beriman memiliki tanggung jawab moral untuk saling menasihati agar tidak menjadi golongan yang merugi, sesuai amanat QS. Al-Ashr.
Jika dunia ini begitu melelahkan, lantas mengapa kita jarang mengajak sesama untuk "beristirahat" dalam salat? Rasulullah ? bersabda kepada Bilal bin Rabah RA:
“Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan salat.”
Jika hidup ini penuh masalah, mengapa strategi sukses dunia lebih sering digaungkan daripada ajakan merenungi Al-Qur’an? Jika hati sering gelisah, mengapa tips manajemen stres lebih populer daripada ajakan berzikir kepada Allah? Padahal Allah SWT berfirman:
“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Prinsip Utama: Kejar Akhirat, Jangan Lupakan Dunia
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memegang prinsip yang digariskan dalam QS. Al-Qasas: 77:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia.”
Ayat ini sangat jelas perintahnya: Kejar akhirat sebagai tujuan utama, dan jangan lupakan bagian dunia. Jangan dibalik. Mari kita jujur pada diri sendiri dan kepada Allah. Apakah aktivitas duniawi kita benar-benar diniatkan sebagai bentuk penghambaan, ataukah itu hanya dalih agar kita bisa terus terobsesi pada materi tanpa merasa bersalah secara spiritual?
Penutup
Marilah kita mulai menata kembali skala prioritas. Ajaklah orang untuk mengenal Allah terlebih dahulu. Ajak mereka salat, ajak mereka berzakat, ajak mereka berzikir. Barulah setelah itu, dorong untuk giat menggapai dunia dengan tetap menjaga niatnya.
Dengan porsi yang tepat, maka seluruh waktu kita—24 jam dalam sehari—benar-benar akan bernilai ibadah yang tulus, bukan sekadar modus keduniaan.
Semoga Allah memberikan kita taufik agar mampu jujur kepada-Nya dan kepada diri kita sendiri. Wallahu waliyyut taufiq.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #NasihatAgama #NiatIbadah #KritikSosial #IslamKaffah #ZakatMemberdayakan #Hablumminallah #Hablumminannas
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Membangun Citra Diri di Dunia Maya: Antara Syiar Dakwah dan Menjaga Keikhlasan Hati
MAJALENGKA, BAZNAS Di era transformasi digital saat ini, dunia maya telah menjadi ruang hidup kedua bagi masyarakat. Media sosial tidak lagi sekadar menjadi cerminan realita, namun telah bergeser menjadi panggung untuk membangun citra diri (personal branding). Fenomena ini membawa tantangan tersendiri bagi seorang Muslim: Bagaimana kita menempatkan diri antara kebutuhan untuk menampilkan identitas Islam yang baik dengan kewajiban menjaga kemurnian niat?
Personal Branding dalam Perspektif Nabawi
Islam sejatinya sangat memperhatikan citra diri yang baik. Rasulullah ? adalah teladan utama dalam hal ini. Sejak masa mudanya, beliau dikenal dengan gelar Al-Amin (yang terpercaya). Allah ? pun memuji akhlak beliau dalam Al-Qur'an:
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. al-Qalam: 4)
Bagi seorang Muslim, memiliki citra diri yang positif bukan sekadar soal popularitas, melainkan bentuk tanggung jawab representasi agama. Mengingat label Islam melekat pada setiap individu pemeluknya, maka karakter seorang Muslim seringkali menjadi tolok ukur nilai Islam di mata dunia, terutama bagi mereka yang belum mengenal Islam secara mendalam.
Kapan Amalan Perlu Disyiarkan?
Syariat Islam memiliki dimensi wasathiyah (pertengahan). Ada amalan-amalan tertentu yang memang diperintahkan untuk ditunjukkan secara publik sebagai bentuk syiar, antara lain:
Salat Berjemaah: Menunjukkan kekuatan dan persatuan umat.
Syiar Hari Raya & Ramadan: Menumbuhkan semangat ibadah dan kegembiraan kolektif.
Pemberitahuan Pernikahan: Menghindari fitnah dan memperjelas status sosial.
Zakat dan Sedekah secara Kelembagaan: Menunjukkan transparansi dan memotivasi orang lain untuk turut berbagi (QS. Al-Baqarah: 271).
Menimbang Risiko di Balik "Panggung" Digital
Meskipun membangun citra baik itu penting, terdapat risiko besar yang mengintai para "Influencer Saleh" atau siapa pun yang kerap membagikan kebaikannya di media sosial:
Ancaman terhadap Keikhlasan: Pujian manusia ibarat "tebasan leher". Rasulullah ? memperingatkan bahwa ketergantungan pada pujian dapat menjerumuskan seseorang pada sifat ujub (bangga diri) dan riya (pamer), yang pada akhirnya dapat menghanguskan pahala amal tersebut.
Bahaya Penyakit 'Ain: Pandangan kagum yang disertai hasad (iri dengki) dari orang lain di dunia maya dapat berdampak buruk secara nyata pada fisik maupun psikis objeknya.
Berkurangnya Keutamaan Amal Rahasia: Allah ? sangat mencintai hamba yang bertakwa dan tersembunyi (Al-Khafi). Amal yang dirahasiakan—seperti sedekah yang tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya—memiliki kedudukan yang lebih mulia di sisi Allah ?.
Kesimpulan
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat, khususnya para penggerak konten digital, untuk bijak dalam menyeimbangkan antara Syiar dan Sirr (rahasia).
Jadikan media sosial sebagai sarana dakwah dan inspirasi, namun pastikan kita tetap memiliki "simpanan" amal saleh yang hanya diketahui oleh Allah ? saja. Dengan mengedepankan ilmu sebelum bertindak, kita dapat memetik maslahat dari teknologi tanpa harus mengorbankan kesucian niat di dalam hati.
Sumber: Kajian Literasi Islam BAZNAS Majalengka
#BAZNAS #BAZNASMajalengka #Zakat #Infak #Sedekah #PersonalBranding #AkhlakMulia #LiterasiIslam #DakwahDigital #Majalengka
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Ponpes Daarul Ibtida Sadasari
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sarana pendidikan Islam di wilayah Kabupaten Majalengka. Pada Senin (20/04/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan sarana keagamaan untuk Pondok Pesantren Daarul Ibtida yang berlokasi di Desa Sadasari, Kecamatan Argapura.
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., kepada perwakilan pengurus Pondok Pesantren Daarul Ibtida.
Komitmen Meningkatkan Kenyamanan Ibadah dan Belajar
Dalam kesempatan tersebut, H. Idi Purnama menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program Majalengka Takwa yang bertujuan untuk memastikan fasilitas keagamaan di pesantren layak dan memadai bagi para santri.
"Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan titipan dari para muzaki berupa bantuan sarana keagamaan untuk Ponpes Daarul Ibtida. Kami berharap bantuan ini dapat menunjang aktivitas dakwah dan kegiatan belajar mengajar di pesantren, sehingga para santri dapat menimba ilmu dengan lebih nyaman dan khusyuk," ujar H. Idi Purnama.
Beliau juga menambahkan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas BAZNAS dalam mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat untuk dikembalikan kepada umat yang membutuhkan.
Apresiasi dari Pihak Pesantren
Pihak perwakilan Pondok Pesantren Daarul Ibtida menyambut baik dan menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Majalengka.
"Kami atas nama keluarga besar Ponpes Daarul Ibtida mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Majalengka dan para muzaki. Bantuan ini sangat berarti bagi pengembangan sarana di tempat kami. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa keberkahan bagi kemajuan BAZNAS di Majalengka," ungkap perwakilan pesantren.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan sinergi antara lembaga zakat dan lembaga pendidikan keagamaan semakin kuat demi mewujudkan masyarakat Majalengka yang religius dan berakhlakul karimah.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaTakwa #ZakatTumbuhBermanfaat #PonpesDaarulIbtida #SadasariArgapura #InfoMajalengka #ZakatPemberdayaan
BERITA20/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan dan Program Rutilahu di Desa Cihaur
MAJA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sarana keagamaan dan kesejahteraan hunian masyarakat. Pada Senin pagi (20/04/2026), Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menyerahkan secara simbolis bantuan Sarana Keagamaan (Saraga) untuk Pondok Pesantren Anwarul Huda, Desa Cihaur, Kecamatan Maja.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Anwarul Huda, Ustaz Mustaqim Azis Husni. Prosesi penyerahan ini berlangsung dengan khidmat di kediaman Bapak Herman, warga setempat yang juga tercatat sebagai penerima manfaat program Rumah Layak Huni (RLHB) dari BAZNAS.
Sinergi dengan Pemerintah Desa
Kegiatan penyerahan ini turut disaksikan oleh pihak Pemerintah Desa Cihaur yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dusun setempat. Kehadiran pihak desa menegaskan adanya sinergi yang kuat antara BAZNAS dan aparatur kewilayahan dalam memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Pelaksana BAZNAS Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya stimulan untuk meningkatkan kualitas fasilitas ibadah dan pendidikan di lingkungan pesantren serta perbaikan infrastruktur hunian warga.
"Kami berharap bantuan sarana keagamaan ini dapat menunjang aktivitas belajar mengajar di Ponpes Anwarul Huda. Di saat yang sama, kehadiran kami di sini juga untuk memastikan dimulainya program perbaikan rumah Bapak Herman agar segera menjadi hunian yang layak dan sehat," ujar Uuh Patulloh.
Apresiasi dari Penerima Manfaat
Pimpinan Ponpes Anwarul Huda, Mustaqim Azis Husni, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian nyata yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Majalengka kepada masyarakat Desa Cihaur melalui bantuan Saraga dan program RLHB.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Majalengka. Bantuan Saraga ini sangat berarti bagi kelancaran kegiatan di pondok. Selain itu, kami juga sangat terharu dengan adanya bantuan RLHB bagi Bapak Herman. Ini adalah bukti nyata kehadiran zakat dalam membantu meringankan beban umat," ungkap Mustaqim.
Penyerahan bantuan ini menegaskan peran BAZNAS sebagai lembaga yang amanah dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan masyarakat di Kabupaten Majalengka, sejalan dengan visi pembangunan daerah.
#BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaLangkungSae #ProgramSaraga #RutilahuBAZNAS #PonpesAnwarulHuda #MajaBerbagi #Kemanusiaan #ZakatPemberdayaan
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Air Mata Haru di Desa Cihaur: BAZNAS Majalengka Wujudkan Mimpi Rumah Layak bagi Pak Herman yang Terbaring Sakit
MAJALENGKA Di balik dinding-dinding yang kian rapuh dan atap yang nyaris runtuh, tersimpan sebuah perjuangan hidup yang menyesakkan dada. Pada Rabu (20/04/2026), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka hadir membawa setitik cahaya bagi Bapak Herman, seorang warga Desa Cihaur, Kecamatan Maja, melalui penyaluran bantuan Program Rumah Layak Huni (RLHB).
Hidup dalam Bayang-Bayang Kerapuhan
Kondisi Bapak Herman sangat memprihatinkan. Penyakit pembengkakan paru-paru telah merampas kekuatannya, memaksanya hanya bisa terdiam dan pasrah di dalam rumah. Keinginan kuatnya untuk beribadah ke masjid atau sekadar mencangkul di sawah seringkali berakhir pilu; ia kerap jatuh pingsan sebelum kaki sempat melangkah jauh atau cangkul menyentuh tanah.
Kini, ia hanya bisa menggantungkan hidup pada sang istri, seorang pejuang keluarga yang setiap dini hari menembus dinginnya malam untuk berjualan sayuran di Pasar Maja.
Ketidaberdayaan itu semakin lengkap dengan kondisi rumah mereka yang nyaris ambruk. Langit-langit rumah hanya tertutup plastik seadanya untuk menghalau debu, sementara dua kamar tidur telah ditinggalkan karena atapnya yang sudah rusak parah.
Ancaman di Balik Atap yang Lapuk
Ada kisah mencekam yang diceritakan sang istri kepada Kepala Pelaksana BAZNAS Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, saat kunjungannya. Di tengah kondisi atap yang rapuh, mereka pernah dikejutkan oleh kehadiran seekor ular berbisa yang bersarang di sana. Karena kondisi atap yang membahayakan untuk dinaiki, sang anak, Ade, terpaksa meminjam senapan mimis milik tetangga untuk melumpuhkan ancaman tersebut demi keselamatan nyawa mereka.
Amanah Muzaki untuk "Majalengka Langkung Sae"
Hadir langsung di kediaman Bapak Herman karena kondisi fisik sang penerima yang tidak memungkinkan untuk datang ke kantor, Drs. Uuh Patulloh menyerahkan bantuan RLHB dengan penuh takzim.
"Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan amanah dari para muzaki. Ini adalah bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah masyarakat kembali untuk menolong sesama. Program ini juga merupakan bentuk perhatian nyata dari Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., yang senantiasa memantau agar bantuan sosial tepat sasaran demi mewujudkan Majalengka Langkung Sae," ujar Drs. Uuh Patulloh.
Beliau menegaskan bahwa RLHB bukan sekadar bantuan bangunan, melainkan upaya memberikan martabat, keamanan, dan kesehatan bagi warga yang kurang mampu.
Haru yang Memecah Suasana
Isak tangis haru tak membendung saat Bapak Herman menerima bantuan tersebut. Dengan suara yang terbata karena kondisi fisiknya, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS Majalengka dan para donatur yang telah peduli pada nasib keluarganya.
Melalui pendistribusian yang ketat secara administrasi dan syariat, BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk terus menekan angka Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Majalengka. Setiap rupiah zakat yang dititipkan menjadi fondasi harapan bagi mereka yang hampir putus asa.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaPeduli #RLHB #ZakatMensejahterakan #InfoMajalengka #Cihaur #Maja #Kemanusiaan #ZakatPemberdayaan #MajalengkaLangkungSae #BupatiMajalengka #EmanSuherman
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Buka Program Berkurban Bersama BAZNAS 1447 H: Wujudkan Kepedulian Sosial yang Nyata
MAJALENGKA Menyambut momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka secara resmi meluncurkan program Berkurban Bersama BAZNAS (BBB). Program ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat (Muzakki/Munfiq) untuk menunaikan ibadah kurban dengan jaminan pengelolaan yang amanah, profesional, dan tepat sasaran.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan menyembelih hewan, melainkan refleksi dari totalitas ketaatan dan ketakwaan hamba kepada Sang Pencipta, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
"Daging dan darah kurban memang tidak sampai kepada Allah, namun ketakwaan dari para pequrbanlah yang sampai kepada-Nya. Melalui program ini, kami ingin memastikan esensi kurban tersebut bertransformasi menjadi manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan," ungkapnya.
Fokus Distribusi di Wilayah Minim Kurban
BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk menyalurkan hewan kurban ke wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori "minim kurban". Hal ini bertujuan agar pemerataan konsumsi protein hewani dapat dirasakan oleh masyarakat di pelosok desa yang selama ini jarang terjangkau oleh bantuan serupa.
Dengan manajemen distribusi yang terintegrasi, BAZNAS memastikan setiap amanah dari para pequrban akan memberikan senyum kebahagiaan bagi fakir miskin dan mustahik di seluruh wilayah Kabupaten Majalengka.
Kemudahan Transaksi via QRIS dan Transfer Bank
Untuk memudahkan masyarakat dalam berkontribusi, BAZNAS Majalengka menyediakan berbagai kanal pembayaran yang transparan dan akuntabel. Masyarakat dapat menyalurkan donasi kurban melalui:
Scan QRIS Resmi BAZNAS
Transfer Bank bjb: 0128194665100 (Kode Bank: 110)
a.n BAZNAS KAB MAJALENGKA TEMATIK
Layanan Informasi dan Konsultasi
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai harga hewan kurban, prosedur pemotongan, hingga laporan penyaluran, BAZNAS Majalengka menyediakan Layanan Muzakki di:
WhatsApp: 0821-2416-9964
Telepon: (0233) 282414
Mari jadikan Idul Adha 1447 H sebagai momentum untuk melepaskan kecintaan pada dunia dan memperkuat solidaritas sosial. Bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, kurban Anda menjadi saksi kebaikan di akhirat kelak.
#BaznasMajalengka #IdulAdha1447H #QurbanBersamaBaznas #KurbanAndaSenyumBahagia #MajalengkaBerbagi #ZakatMajalengka #PemerataanKurban #Kemanusiaan
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Wujudkan Generasi Emas, BAZNAS Majalengka Salurkan Beasiswa Program Majalengka Cerdas
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan melalui program unggulan Majalengka Cerdas. Pada Senin (20/04/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan stimulan beasiswa kepada mahasiswi berprestasi sebagai bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan umat.
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka pada pukul 13.00 WIB. Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Divisi Humas Protokoler BAZNAS Majalengka, Fijay Muhamad Faozan, S.H., CPm., kepada penerima manfaat, Allya Syafira.
Dukungan untuk Pendidikan Tinggi
Allya Syafira, yang merupakan warga Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka, hadir didampingi oleh orang tuanya untuk menerima bantuan tersebut. Program Majalengka Cerdas ini dirancang khusus untuk membantu meringankan biaya pendidikan bagi mahasiswa asal Majalengka agar dapat fokus meraih prestasi di jenjang perguruan tinggi.
Dalam keterangannya, Fijay Muhamad Faozan menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk apresiasi dan dorongan semangat bagi generasi muda Majalengka.
"BAZNAS Majalengka melalui program Majalengka Cerdas berkomitmen untuk memastikan tidak ada putra-putri daerah yang terkendala pendidikannya karena faktor ekonomi. Semoga bantuan stimulan beasiswa ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Allya Syafira untuk menunjang kebutuhan akademiknya," ujar Fijay.
Apresiasi Penerima Manfaat
Rasa syukur terpancar dari wajah Allya Syafira dan orang tuanya saat menerima bantuan tersebut. Mereka menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para muzzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Majalengka.
"Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Terima kasih BAZNAS Majalengka atas perhatiannya terhadap masa depan pendidikan kami. Insya Allah, amanah ini akan saya gunakan dengan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan studi," ungkap Allya.
Dengan terus bergulirnya program Majalengka Cerdas, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berdaya saing demi kemajuan Kabupaten Majalengka di masa depan.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaCerdas #ZakatTumbuhBermanfaat #BeasiswaBAZNAS #MajalengkaWetan #PendidikanMajalengka #FijayMuhamadFaozan #KabarZakat
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Tanamkan Karakter Dermawan Sejak Dini, BAZNAS Majalengka Sosialisasikan Program SIGAP Bersama IGTK
MAJALENGKA, BAZNAS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus melakukan akselerasi dalam memperluas jangkauan edukasi filantropi di sektor pendidikan. Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi program unggulan SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli) yang digelar bagi jajaran Pengurus Daerah (PD) dan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK) se-Kabupaten Majalengka di Lantai 2 Gedung BAZNAS Majalengka, Senin (20/4).
Kegiatan strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi infak sekaligus memperkuat fondasi karakter kedermawanan bagi anak didik di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kelompok Bermain (KB), Raudhatul Athfal (RA), hingga Taman Kanak-kanak (TK).
Edukasi Moral di Atas Penghimpunan Dana
Acara dibuka secara resmi pada pukul 13.00 WIB oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Dalam sambutannya, H. Agus menegaskan bahwa esensi utama dari Program SIGAP melampaui angka-angka penghimpunan.
"Kami ingin menanamkan nilai solidaritas dan karakter peduli sesama sejak usia sedini mungkin. Program SIGAP bukan sekadar penghimpunan, tapi instrumen edukasi bagi generasi muda kita," tegasnya.
Beliau juga menambahkan bahwa program ini selaras dengan visi Pemerintah Daerah untuk mewujudkan sektor pendidikan yang Langkung Sae (Lebih Baik). "Tanggung jawab besar untuk mencetak generasi yang peduli ada di pundak Bapak dan Ibu guru sekalian sebagai garda terdepan pendidikan anak usia dini," tambah H. Agus.
Sinergi dan Tata Kelola yang Transparan
Pertemuan tersebut dihadiri oleh 4 orang perwakilan PD IGTK Kabupaten Majalengka dan 26 perwakilan PC IGTK dari seluruh kecamatan. Selain menjadi ruang silaturahmi, BAZNAS memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi mengenai mekanisme Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan sekolah serta sistem transparansi penyaluran dana.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan BAZNAS lainnya, yakni:
H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si. (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan)
Drs. H. Idi Purnama, M.M. (Wakil Ketua IV)
Drs. Uuh Patulloh (Kepala Pelaksana)
Uju Juhara, S.Pd. (Kadiv Pengumpulan)
Iwan Setiawan (Kadiv Digital Fundraising & Retail)
Mengenal SIGAP: Dari Siswa, Oleh Siswa, Untuk Sekolah
Program SIGAP hadir dengan prinsip akuntabilitas dan azas manfaat kembali. Dana infak yang dihimpun dari para siswa melalui UPZ sekolah nantinya akan didistribusikan kembali untuk kepentingan internal lingkungan pendidikan tersebut, di antaranya:
Perbaikan Sarana Pendidikan: Renovasi ruang kelas atau fasilitas penunjang KBM.
Sarana Ibadah: Pembangunan atau pemeliharaan musala sekolah.
Bantuan Sosial: Santunan bagi siswa kurang mampu atau bantuan darurat bagi warga sekolah.
Melalui sinergi erat bersama IGTK, BAZNAS Kabupaten Majalengka optimis gerakan filantropi ini mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang religius, peduli, dan mandiri, demi terwujudnya masyarakat Majalengka yang lebih sejahtera dan berkarakter.
#BAZNASMajalengka #ProgramSIGAP #SedekahInfaq #PendidikanKarakter #MajalengkaLangkungSae #IGTKMajalengka #FilantropiPendidikan #ZakatTumbuhBermanfaat
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Dukung Kaderisasi Mahasiswa Hukum, Serahkan Bantuan untuk DPC Permahi
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan penguatan organisasi kepemudaan di wilayah Kabupaten Majalengka. Terbaru, BAZNAS menyalurkan bantuan untuk mendukung kegiatan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC Permahi) Kabupaten Majalengka tahun 2026.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa hukum sebagai calon praktisi yang memiliki integritas moral dan profesionalisme tinggi.
"Dukungan ini merupakan bentuk apresiasi BAZNAS terhadap organisasi kemahasiswaan yang berfokus pada kaderisasi dan penegakan supremasi hukum. Kami berharap DPC Permahi Majalengka mampu melahirkan kader-kader hukum yang jujur, amanah, dan selalu berpihak pada keadilan, sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang kami usung," ujar H. Agus Asri Sabana.
DPC Permahi merupakan organisasi profesi hukum yang mandiri dan independen. Kehadirannya di Majalengka menjadi wadah bagi mahasiswa hukum untuk mengasah kemampuan melalui diskusi hukum, kajian strategis, aksi sosial, hingga pemberian bantuan hukum kepada masyarakat.
Dicky Turmudzi, selaku panitia kegiatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian BAZNAS Majalengka terhadap pergerakan mahasiswa hukum di daerah.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ketua BAZNAS Majalengka atas bantuan dan kepercayaannya. Dukungan ini sangat berarti bagi kelancaran agenda kaderisasi kami. Kami berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam mengawal keadilan dan berkontribusi aktif bagi penegakan hukum di Indonesia, khususnya di Kabupaten Majalengka," pungkas Dicky.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan DPC Permahi Majalengka dapat terus bertumbuh menjadi organisasi yang produktif dalam mencetak profesional hukum yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #PermahiMajalengka #MahasiswaHukum #SupremasiHukum #KaderisasiHukum #ZakatUntukUmat #Majalengka2026
BERITA20/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Memuliakan Keringat: Menilik Prinsip Keadilan dan Hak Pekerja dalam Perspektif Islam
MAJALENGKA, BAZNAS Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, tidak terkecuali bagi para pekerja. Jauh sebelum dunia modern merumuskan regulasi ketenagakerjaan, Islam telah meletakkan pondasi kokoh mengenai perlindungan hak-hak pekerja yang berlandaskan keadilan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam pandangan syariat, bekerja bukan sekadar aktivitas ekonomi untuk menyambung hidup, melainkan sebuah bentuk ibadah yang mulia. BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang pentingnya edukasi mengenai hak pekerja ini guna menciptakan ekosistem kerja yang harmonis dan berkah di wilayah Majalengka.
Berikut adalah enam hak dasar pekerja yang ditegaskan dalam ajaran Islam:
1. Hak Menerima Upah yang Adil
Upah merupakan kewajiban utama pemilik usaha. Istilah Ajr (upah) disebutkan sebanyak 150 kali dalam Al-Qur'an, menunjukkan betapa krusialnya apresiasi terhadap jerih payah seseorang. Islam memandang setiap tetes keringat pekerja harus dibalas dengan imbalan yang pantas sesuai dengan akad yang telah disepakati.
2. Ketepatan Waktu Pembayaran
Islam melarang keras penundaan upah. Rasulullah SAW bersabda, "Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya." (HR. Ibnu Majah). Hal ini menunjukkan bahwa kepastian waktu pembayaran adalah bentuk penghormatan terhadap kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya.
3. Upah yang Sepadan dengan Keahlian
Keadilan dalam menentukan besaran upah sangat ditekankan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A‘raf: 85 agar kita tidak mengurangi hak-hak manusia. Pemilik usaha dilarang melakukan praktik "curang" dengan memberikan beban kerja yang berat namun memberikan imbalan yang minim.
4. Perlindungan di Masa Tua dan Penurunan Produktivitas
Seorang pekerja yang telah menghabiskan masa mudanya untuk mengabdi tidak boleh diputus hubungan kerjanya secara sepihak hanya karena faktor usia atau kesehatan yang menurun. Berlandaskan hadis riwayat Imam Ahmad, Islam mengajarkan kasih sayang kepada mereka yang telah berjasa, meskipun kemampuan fisiknya tak lagi sekuat dahulu.
5. Perlakuan yang Manusiawi dan Terhormat
Pekerja bukanlah budak. Pemilik usaha wajib menjaga martabat pekerjanya dengan tidak merendahkan, menyakiti secara fisik, maupun memberikan beban di luar batas kemampuan. Rasulullah SAW memberikan teladan nyata dengan senantiasa makan bersama dan membantu pekerjaan para pelayannya.
6. Hak Menjalankan Kewajiban Agama
Pekerjaan tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk beribadah kepada Allah SWT. Pemilik usaha wajib memberikan ruang dan waktu bagi pekerja untuk menunaikan salat dan puasa. Pekerja yang religius justru akan menjadi aset berharga karena mereka bekerja dengan rasa amanah dan pengawasan ilahi (muraqabah).
Melalui pemahaman hak-hak ini, diharapkan tercipta sinergi yang baik antara pemberi kerja dan pekerja di Kabupaten Majalengka. Keadilan yang ditegakkan di dunia kerja akan membawa keberkahan pada harta dan kemajuan ekonomi masyarakat secara luas.
#MajalengkaLangkungSae #BAZNASMajalengka #HakPekerjaIslam #ZakatMensejahterakan
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Ajak Umat Jaga Akal dan Hati dari Bahaya Scrolling Tanpa Kendali
MAJALENGKA, BAZNAS Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menekankan pentingnya menjaga ketahanan spiritual dan intelektual di tengah derasnya arus digitalisasi. Fenomena scrolling tanpa henti atau konsumsi konten digital yang tidak terkendali dinilai mulai mengikis kemampuan berpikir mendalam (deep thinking) dan merusak kejernihan hati umat, terutama generasi muda.
Melalui rilis resminya, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa meskipun teknologi adalah sarana yang netral, penggunaannya harus tetap berpijak pada prinsip Hifzh al-‘Aql (menjaga akal) dan Hifzh al-Qalb (menjaga hati).
Ancaman Dangkalnya Berpikir dan Penyakit Hati
Fenomena ini bukan sekadar masalah kebiasaan, melainkan ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia. Mengutip penelitian neurosains, paparan konten singkat secara terus-menerus terbukti memperpendek rentang perhatian (attention span) dan melatih otak untuk bersikap reaktif, bukan reflektif.
"Islam adalah agama yang memuliakan akal. Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 3 bahwa tanda-tanda kebesaran-Nya diperuntukkan bagi kaum yang berpikir. Jika waktu kita habis hanya untuk memandang layar tanpa makna, maka kemampuan kita untuk merenungi ayat-ayat Allah dan berinovasi untuk kemaslahatan umat akan perlahan menipis," ungkap pihak BAZNAS.
Selain dampak kognitif, bahaya scrolling bebas juga menjadi pintu masuk bagi syahwat melalui pandangan yang tidak dijaga. Hal ini berisiko pada penurunan kesehatan mental, gangguan pola tidur, hingga lunturnya kemanisan iman dalam beribadah.
Zakat dan Sedekah Waktu untuk Hal Produktif
BAZNAS Majalengka mengingatkan bahwa esensi zakat dan ketaatan juga mencakup bagaimana umat membersihkan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Waktu merupakan nikmat besar yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala.
Masyarakat, khususnya generasi muda di Majalengka, didorong untuk mulai melakukan pembatasan durasi penggunaan gawai secara mandiri. Alihkan waktu luang tersebut untuk aktivitas yang lebih berkah, seperti tilawah Al-Qur'an, literasi Islam, serta aksi nyata dalam membantu sesama melalui berbagai program kemanusiaan.
Langkah Praktis Menuju Perubahan
Sebagai bagian dari edukasi publik, BAZNAS Majalengka merekomendasikan beberapa langkah praktis:
Disiplin Digital: Membatasi waktu harian penggunaan media sosial.
Menjaga Pandangan: Segera menghindari konten yang bersifat syahwat atau sia-sia.
Aktivitas Riil: Mengisi kekosongan jiwa dengan ibadah, membaca buku, dan interaksi sosial yang produktif.
Langkah ini sejalan dengan upaya bersama untuk membangun masyarakat yang lebih berkualitas, selaras dengan semangat pembangunan daerah yang lebih baik di segala aspek.
#BAZNASMajalengka #ZakatMensejahterakanUmat #LiterasiDigital #JagaAkalJagaHati #StopScrolling #IslamDanTeknologi #MajalengkaLangkungSae #HifzhAlAql
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengasah Rasa, Menggapai Surga Dunia: Ikhtiar Meraih Kebahagiaan Hakiki
MAJALENGKA – Hidup bahagia adalah impian setiap insan. Namun, sering kali kita terjebak dalam persepsi bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang instan. Padahal, kebahagiaan sejati merupakan sebuah proses mengasah rasa yang melibatkan kesadaran diri, pengelolaan emosi, dan adopsi pola pikir yang selaras dengan nilai-nilai ketauhidan.
Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sementara ini, jangan biarkan ketenangan hati kita rusak oleh keluh kesah yang berlebihan, kesedihan yang berlarut, atau kecemasan akan masa depan yang belum terjadi. Lebih dari itu, kebahagiaan sejati akan menjauh jika hidup kita dipenuhi dengan kemaksiatan.
Surga Dunia Sebelum Surga Akhirat
Kebahagiaan dalam Islam sering disebut sebagai "Surga Dunia". Hal ini mencakup ketenangan hati dan kedamaian jiwa melalui dzikrullah (mengingat Allah SWT). Syekh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah berpesan:
“Sesungguhnya di dunia ini terdapat surga, barangsiapa yang tidak memasukinya, maka ia tidak akan memasuki surga akhirat.” (Al-Mustadrak ‘ala Majmu’ Al-Fatawa, 1: 153)
Kesadaran bahwa dunia ini fana seharusnya tidak membuat kita patah semangat, melainkan memotivasi kita untuk hidup penuh makna sebagai bekal menuju kebahagiaan abadi di akhirat.
Langkah Mengasah Rasa Menuju Hidup Bahagia
BAZNAS Kabupaten Majalengka merangkum dua langkah utama berdasarkan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah untuk menggapai ketenangan tersebut:
1. Menjalankan Aturan Allah sebagai Panduan Hidup
Manusia diciptakan bersamaan dengan ujian hidup. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Balad: 4 bahwa manusia diciptakan dalam keadaan susah payah. Masalah akan selalu ada, baik dari dalam diri maupun interaksi sosial.
Namun, Allah tidak membiarkan kita berjalan tanpa arah. Aturan-Nya adalah solusi:
Janji Allah: "Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. At-Talaq: 2-3).
Peringatan: Sebaliknya, berpaling dari peringatan Allah hanya akan membuahkan kehidupan yang sempit (QS. Thaha: 124).
2. Menerima Takdir dengan Ridha dan Ikhtiar
Kunci kebahagiaan lainnya adalah menyadari bahwa tidak ada yang abadi—baik suka maupun duka. Menerima takdir berarti melepaskan keterikatan berlebih pada duniawi. Saat tertimpa musibah, seorang mukmin diajarkan untuk berucap: "Qadarullah wa ma sya’a fa’ala" (Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki).
Menerima takdir bukan berarti pasif. Islam mengajarkan keseimbangan antara Ridha (menerima ketetapan) dan Ikhtiar (usaha perubahan), sebagaimana firman-Nya dalam QS. Ar-Ra’d: 11.
Ujian Sesuai Kemampuan
Penting untuk diingat bahwa Allah Maha Adil. Tidak ada beban yang diberikan melampaui batas kesanggupan hamba-Nya (QS. Al-Baqarah: 286). Di balik setiap kesulitan, selalu ada kemudahan yang menyertainya (QS. Al-Insyirah: 5-6).
Kesimpulan Kebahagiaan tidak diukur dari seberapa lama kita hidup, melainkan seberapa berkualitas kita mengisi waktu dengan ketaatan. Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai salah satu jalan membersihkan harta dan jiwa, guna meraih ketenangan hati yang menjadi pintu menuju surga dunia dan akhirat.
#BAZNASMajalengka #KebahagiaanHakiki #SurgaDunia #KajianIslam #MajalengkaLangkungSae #ZakatTumbuhBermanfaat #MengasahRasa
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
GELIAT TRADISI DI BUMI TALAGA MANGGUNG: BAZNAS MAJALENGKA MANJAKAN PEZIARAH DENGAN PESONA WARUNG AMAL
MAJALENGKA Riuh rendah ribuan langkah kaki memadati jalanan Desa Kagok, Kecamatan Banjaran. Di bawah naungan langit Minggu (19/04/2026), sebuah tradisi agung yang telah melintasi lorong waktu kembali berdenyut. Tradisi Haolan, sebuah ritual sakral peninggalan Kerajaan Talaga Manggung, kembali memanggil ribuan jiwa dari seantero Pulau Jawa untuk bersimpuh di makam Sunan Wanaperih dan Sunan Cipager.
Di tengah lautan manusia ini, sebuah oase kebaikan tegak berdiri memberikan pelayanan tulus bagi para musafir: "Warung Amal" BAZNAS Kabupaten Majalengka.
Manajemen Responsif: Pantauan Digital & Kendali Lapangan
Dibalik kesuksesan operasional Warung Amal, terdapat koordinasi yang matang. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., telah memastikan kesiapan teknis dengan meninjau langsung lokasi pada Sabtu malam. Meski pada hari pelaksanaan beliau harus menghadiri agenda penting lainnya, H. Agus Asri tetap memantau secara intensif melalui koordinasi WhatsApp demi memastikan pelayanan kepada jamaah tetap berjalan optimal.
Di lokasi acara, kendali operasional diamanatkan kepada Ketua Pelaksana, Drs. Uuh Patulloh. Bersama Tim Media BAZNAS dan Relawan SaeBer (Satu Majalengka), tim berjibaku memastikan distribusi logistik—mulai dari kesegaran Air Lahang hingga kudapan tradisional—tersalurkan dengan tertib kepada ribuan peziarah yang memadati area.
Kepulangan Para "Pituin" Banjaran ke Tanah Kelahiran
Momen Haolan kali ini terasa sangat istimewa karena kehadiran para pucuk pimpinan daerah yang merupakan putra daerah asli (Pituin) Kecamatan Banjaran.
Ibu Hj. Iim Maemunah (Istri Bupati) merupakan Pituin asli Desa Kagok.
Bupati Majalengka, Drs. Eman Suherman, merupakan Pituin Desa Hegarmanah.
Camat Banjaran, Abdul Hanan, S.Sos., M.M., juga merupakan putra daerah setempat.
Kehadiran mereka di Warung Amal bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk silaturahmi hangat dengan warga sembari menikmati sajian hasil bumi lokal yang disajikan gratis oleh BAZNAS.
Menelusuri Jejak Para Raja dan Ulama
Tradisi Haolan adalah perjalanan spiritual menuju abad ke-16, menghormati Sunan Wanaperih (Raja Talaga Manggung) dan Syekh Sayid Faqih Ibrahim.
"Dari 27 makam keramat di Kabupaten Majalengka, 4 di antaranya ada di Kecamatan Banjaran," ungkap Camat Abdul Hanan, menegankan potensi wisata religi yang luar biasa di wilayahnya.
Zakat yang Menghidupkan Ekonomi dan Tradisi
Sinergi antara BAZNAS dan kearifan lokal Desa Kagok memberikan dampak ekonomi yang nyata. Hasil tani warga seperti ubi jalar, bengkuang, hingga petai ludes diserbu peziarah. BAZNAS Majalengka membuktikan bahwa zakat hadir tidak hanya dalam bentuk santunan, tapi juga dalam penguatan budaya dan kesejahteraan umat.
Mari Terus Berbagi Melalui BAZNAS Majalengka. Zakat Anda, Menjaga Tradisi, Memuliakan Umat.
#BAZNASMajalengka #PituinBanjaran #RelawanSaeBer #SatuMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #HaolanDesaKagok #WisataReligiMajalengka #BudayaMajalengka #KecamatanBanjaran #WarungAmal #SinergiKebaikan
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Dampingi Bupati Ziarah Haolan Kagok, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Ulama-Umaro Melalui Warung Amal
MAJALENGKA Puncak tradisi tahunan Haolan di Desa Kagok, Kecamatan Banjaran, berlangsung khidmat dengan kehadiran jajaran pimpinan daerah dan tokoh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka memainkan peran strategis baik dalam pelayanan umat maupun pendampingan spiritual kenegaraan, Minggu (19/04/2026).
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., yang berhalangan hadir secara fisik karena agenda kedinasan lain, mengamanatkan kehadiran lembaga sepenuhnya kepada Kepala Pelaksana, Drs. Uuh Patulloh. Meski memantau secara digital via koordinasi intensif, H. Agus memastikan seluruh instrumen BAZNAS di lapangan bergerak optimal.
Pendampingan Ziarah dan Nilai Sejarah
Drs. Uuh Patulloh tampak hadir mendampingi Bupati Majalengka Drs. Eman Suherman dan Wakil Bupati dalam prosesi ziarah ke makam para tokoh penyebar Islam, Sunan Wanaperih (Arya Kikis) dan Syekh Sayid Faqih Ibrahim (Sunan Cipager). Pendampingan ini merupakan simbol sinergi antara Ulama dan Umaro dalam menghormati jejak sejarah perjuangan Islam di Bumi Talaga Manggung.
Bupati Majalengka, Drs. Eman Suherman, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi yang dibangun oleh BAZNAS Majalengka di tengah masyarakat.
"Tradisi Haolan ini adalah pengingat jati diri kita. Saya sangat mengapresiasi BAZNAS Majalengka yang tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi nyata memberikan pelayanan kepada ribuan peziarah melalui Warung Amal. Inilah wajah gotong royong yang sebenarnya antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat," ujar Bupati yang juga merupakan putra asli (pituin) Kecamatan Banjaran tersebut.
Optimalisasi Warung Amal dan Relawan SaeBer
Selain agenda protokoler ziarah, BAZNAS Majalengka bersama Relawan SaeBer Satu Majalengka dan Tim Media mengelola penuh operasional "Warung Amal". Fasilitas ini menyediakan berbagai kudapan tradisional dan air lahang gratis sebagai bentuk layanan bagi musafir yang datang dari penjuru Pulau Jawa.
Kepala Pelaksana BAZNAS Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menjelaskan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam Haolan kali ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan untuk memastikan kehadiran lembaga di setiap momen penting umat.
"Atas arahan Ketua BAZNAS, kami hadir di sini untuk memastikan pelayanan terbaik bagi para peziarah. Warung Amal ini adalah manifestasi dari kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS. Kami ingin para peziarah merasa nyaman dan terlayani dengan baik saat berkunjung ke wilayah keramat di Banjaran ini," tutur Drs. Uuh Patulloh di lokasi kegiatan.
Kehadiran jajaran BAZNAS dalam Haolan Desa Kagok tahun 2026 ini kembali menegaskan posisi lembaga sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam menjaga kearifan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat melalui aksi nyata di lapangan.
#BAZNASMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat #ZiarahHaolan #BudayaMajalengka #SinergiKebaikan
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Rasulullah dalam Efisiensi Energi: Langkah Kecil Menjaga Bumi dan Kemaslahatan Umat
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah tantangan krisis energi global dan perubahan iklim yang kian nyata, nilai-nilai Islam hadir memberikan solusi konkret melalui gaya hidup sederhana dan hemat energi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali merefleksikan ajaran Rasulullah SAW terkait pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui penghematan sumber daya.
Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah telah memberikan teladan dalam segala lini kehidupan, termasuk dalam penggunaan energi. Dalam konteks masa kini, pesan Nabi untuk mematikan lampu saat tidur bukan sekadar rutinitas menjelang istirahat, melainkan sebuah manifestasi dari prinsip efisiensi, keamanan, dan kepedulian lingkungan.
Landasan Teologis: Hemat Energi adalah Sunnah
Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara eksplisit mengarahkan umat untuk bertindak preventif di malam hari:
"Matikanlah lampumu, kemudian sebutlah nama Allah. Ikatlah kantong air minummu, kemudian sebutlah nama Allah. Tutuplah bejanamu, kemudian sebutlah nama Allah..." (HR. Bukhari).
Secara kontekstual, hadis ini mengajarkan kita untuk tidak membiarkan sumber daya (listrik dan alat elektronik di masa kini) terbuang sia-sia atau membahayakan lingkungan sekitar. Prinsip ini selaras dengan larangan berperilaku boros (tabdzir) sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam QS. Al-Isra [17]: 27, yang menyebutkan bahwa para pemboros adalah saudara setan.
Pesan Waka III BAZNAS Majalengka
Menanggapi hal tersebut, Embed Humed, M.Pd., Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kabupaten Majalengka, menyampaikan imbauannya kepada masyarakat dan seluruh jajaran amilin. Beliau menekankan bahwa kepatuhan terhadap ajaran agama tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan ekologi.
"Menghemat energi adalah bentuk nyata dari rasa syukur kita atas nikmat Allah. Dengan tidak berlebihan dalam menggunakan listrik dan sumber daya lainnya, kita menjalankan sunnah sekaligus menjalankan fungsi pengelolaan keuangan yang bijak di tingkat rumah tangga maupun organisasi," ujar Embed Humed.
Beliau juga menambahkan bahwa perilaku hemat energi selaras dengan semangat pelestarian alam yang merupakan titipan Sang Khaliq. Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-A'raf [7]: 31, Allah dengan tegas menyatakan ketidaksukaan-Nya terhadap segala sesuatu yang berlebihan (israf).
Efek Domino: Keamanan dan Ekologi
Implementasi hemat energi membawa manfaat yang bersifat multifaset. Selain menekan biaya pengeluaran, mematikan aliran listrik pada alat elektronik yang tidak digunakan secara signifikan mencegah risiko korsleting listrik yang memicu kebakaran. Hal ini merupakan bagian dari menjaga keselamatan jiwa dan harta benda (Hifdzun Nafs wa Mal).
Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki pola konsumsi energi kita. Matikan lampu saat tidak diperlukan, cabut kabel elektronik yang menganggur, dan gunakan energi secukupnya. Langkah kecil kita hari ini adalah kontribusi nyata untuk menjaga bumi bagi generasi yang akan datang.
#BAZNASMajalengka #HematEnergi #SunnahRasul #LestariAlam #ZakatTumbuhBermanfaat #IslamRamahLingkungan #EcoSyariah #MajalengkaLangkungSae
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memahami Makna Rabbul Alamin: Waka I BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Maknai Ketuhanan Melalui Harmoni Alam
MAJALENGKA Menanamkan pemahaman tauhid sejak dini menjadi pondasi spiritual yang krusial dalam membentuk karakter generasi muda. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., saat memberikan ulasan mendalam mengenai konsep Rabbul Alamin dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Beliau memaparkan bahwa rasa ingin tahu anak-anak terhadap alam semesta, seperti saat melihat barisan semut yang bekerja sama, adalah gerbang intelektual untuk memahami tak terbatasnya kekuasaan Allah SWT. Menurutnya, istilah Rabbul Alamin menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya pemilik dan penguasa atas setiap jengkal keberadaan di alam semesta.
Pesan Nabi Musa kepada Firaun sebagai Refleksi
Dalam penjelasannya, H. Muhammad Ridwan merujuk pada dialog historis antara Nabi Musa AS dan Firaun yang diabadikan dalam Al-Qur’an (QS. Asy-Syu’ara: 23-28). Ketika Firaun dengan angkuh mempertanyakan siapa "Tuhan semesta alam", Nabi Musa menjawab dengan tegas bahwa Dialah Pencipta langit, bumi, serta penguasa timur dan barat.
"Jawaban Nabi Musa ini mengajak kita menyadari bahwa kekuasaan Allah mencakup seluruh lini kehidupan, melintasi ruang dan waktu, hingga sejarah nenek moyang kita terdahulu," ujar H. Muhammad Ridwan.
Universalitas Makna 'Alamin'
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa istilah "Alamin" tidak hanya terbatas pada dunia manusia dan jin semata. Makna tersebut mencakup seluruh ciptaan, mulai dari fauna, flora, hingga benda mati seperti batu dan bintang-bintang.
"Dalam pandangan Islam, setiap entitas di alam ini, sekecil apa pun, berada dalam otoritas dan ketundukan mutlak kepada Allah SWT. Maka, ketika kita menyayangi hewan atau merawat tanaman, sejatinya kita sedang berinteraksi dengan sesama makhluk yang berada dalam asuhan kasih sayang Rabbul Alamin," tambahnya.
Melalui edukasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap masyarakat dapat melihat dunia sebagai satu kesatuan besar yang saling bergantung kepada Sang Pencipta. Kesadaran ini diharapkan dapat memperkuat rasa syukur yang diwujudkan melalui semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
#BAZNAS #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #RabbulAlamin #Tauhid #ZakatPemberdayaan #Kemanusiaan #IslamRahmatanLilAlamin
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Sakinah di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Rawat Batin Melalui Ibadah dan Zakat
MAJALENGKA Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang kian pesat, ketenangan batin menjadi "barang mewah" yang dicari oleh banyak orang. Fenomena kelelahan mental (mental fatigue) akibat paparan informasi tanpa henti dan budaya komparasi di media sosial kini menjadi tantangan nyata bagi masyarakat urban, termasuk di Kabupaten Majalengka.
Menyikapi fenomena ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak umat Islam untuk kembali merefleksikan makna ketenangan sejati yang bersumber dari Al-Qur'an, khususnya sebagaimana yang termaktub dalam QS. Al-Fath ayat 4.
Ketenangan: Antara Gaya Hidup dan Ketetapan Ilahi
Banyak orang berupaya mengisi "ruang kosong" dalam jiwa dengan cara plesir keliling kota, berwisata ke luar negeri, hingga konsumerisme. Namun, seringkali cara tersebut hanyalah pelarian sesaat. Gemerlap dunia justru kerap melahirkan keinginan baru yang tak berujung, bukannya ketenangan.
Dalam QS. Al-Fath ayat 4, Allah SWT berfirman:
“Dialah yang telah menurunkan ketenangan (sakinah) ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka...”
Menukil tafsir dari Abu Ja’far Ibn Jarir Ath-Thabari, As-Sakinah dimaknai sebagai ayat-ayat atau perkataan yang mampu menenangkan jiwa. Sementara Wahbah al-Zuhaily dalam Tafsir al-Munir menjelaskan bahwa ketenangan ini merupakan wasilah bagi bertambahnya keimanan seseorang secara bertahap.
Maintenance Batin Melalui Syariat
Ketenangan bukan berarti terbebas dari masalah atau hidup tanpa tekanan. Sebaliknya, sakinah adalah ketangguhan jiwa dalam menghadapi badai kehidupan. BAZNAS Majalengka menekankan bahwa "perawatan" (maintenance) batin terbaik adalah dengan memperkuat koneksi kepada Sang Pencipta melalui ibadah wajib dan sunnah.
"Seringkali kita mencari pelarian dengan scrolling media sosial untuk melepas penat. Namun bukannya tenang, kita justru terdistraksi. Berbeda dengan membaca Al-Qur’an atau menunaikan kewajiban seperti zakat dan sedekah. Meski hanya memakan waktu singkat, dampaknya terhadap kejernihan hati bisa dirasakan sepanjang hari," ungkap perwakilan BAZNAS Majalengka.
Proses Bertahap Menuju Iman yang Kokoh
Sebagaimana dakwah Rasulullah SAW yang menanamkan Tauhid terlebih dahulu sebelum turunnya perintah Shalat, Zakat, dan Haji, maka peningkatan iman pun memerlukan proses. Melaksanakan zakat, misalnya, bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan bagian dari proses pensucian diri yang mendatangkan ketenangan karena telah berbagi beban dengan sesama.
Melalui momentum ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh Muzaki dan Mustahik untuk mulai merawat batin dengan menjalankan apa yang Allah wajibkan. Ketenangan sejati akan hadir saat kita mampu menyelaraskan aktivitas duniawi dengan pengabdian ukhrawi.
Mari jemput ketenanganmu dengan berbagi. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk menebar kemaslahatan yang lebih luas. Wallahu A’lam.
#BAZNASMajalengka #KetenanganHati #Sakinah #ZakatMensejahterakan #MajalengkaLangkungSae #MentalHealthIslamicView #LiterasiZakat #AlQuranHidayah
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →