WhatsApp Icon
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah

Islam Mengajarkan Ikhtiar dan Tawakal, Bukan Mempercayai Kesialan Bulan Safar

MAJALENGKA – Memasuki bulan Safar, sebagian masyarakat masih mengaitkannya dengan berbagai mitos tentang kesialan dan musibah. Padahal, Islam menegaskan bahwa tidak ada satu pun bulan yang membawa kesialan secara khusus. Sebaliknya, Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, dan berikhtiar memperoleh rezeki yang halal melalui ibadah yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Amalan pembuka rezeki di bulan Safar pada hakikatnya bukanlah ritual khusus yang hanya dilakukan pada bulan tersebut, melainkan berbagai ibadah yang dapat diamalkan sepanjang waktu. Di antaranya adalah memperbanyak istighfar, menjaga salat, memperbanyak sedekah, menjalin silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, serta bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar secara maksimal.

Bulan Safar Bukan Bulan Sial

Rasulullah SAW telah meluruskan keyakinan masyarakat Arab pada masa jahiliah yang menganggap bulan Safar sebagai bulan pembawa kesialan.

Beliau bersabda:

"Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada kesialan pada bulan Safar, dan tidak ada hantu."

(HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220)

Hadis tersebut menjadi dasar bahwa seorang muslim tidak boleh mengaitkan datangnya musibah ataupun sempitnya rezeki dengan bulan Safar. Setiap kejadian terjadi atas ketetapan Allah SWT dan menjadi bagian dari ujian kehidupan.

Rezeki Datang dari Allah SWT

Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya sebagaimana firman-Nya:

"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya."

(QS. Hud: 6)

Namun demikian, Islam mengajarkan bahwa rezeki harus diupayakan melalui kerja keras, doa, ibadah, dan tawakal kepada Allah SWT.

Amalan Pembuka Rezeki yang Dianjurkan Rasulullah

1. Memperbanyak Istighfar

Allah SWT berfirman:

"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu."

(QS. Nuh: 10–12)

Istighfar menjadi salah satu sebab turunnya ampunan sekaligus keberkahan rezeki.


2. Memperbanyak Doa Memohon Rezeki

Rasulullah SAW mengajarkan doa:

"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu."

(HR. Tirmidzi)

Doa tersebut dapat diamalkan setelah salat maupun pada waktu-waktu mustajab.


3. Menjaga Salat Lima Waktu

Allah SWT berfirman:

"Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu."

(QS. Taha: 132)

Salat menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim dan menjadi sebab datangnya keberkahan hidup.


4. Memperbanyak Sedekah

Rasulullah SAW bersabda:

"Harta tidak akan berkurang karena sedekah."

(HR. Muslim No. 2588)

Sedekah bukan hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan, ketenangan hati, dan kemudahan dalam berbagai urusan.


5. Menjalin Silaturahmi

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Silaturahmi merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.


6. Bertakwa kepada Allah SWT

Allah SWT berfirman:

"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."

(QS. At-Talaq: 2–3)

Ketakwaan menjadi kunci datangnya pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.


7. Bertawakal Setelah Berusaha

Rasulullah SAW bersabda:

"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang."

(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa tawakal harus disertai usaha dan kerja keras.

Hal yang Perlu Dihindari pada Bulan Safar

Dalam menjalankan ibadah di bulan Safar, umat Islam hendaknya menghindari berbagai keyakinan yang tidak memiliki landasan syariat, antara lain:

  • Meyakini bulan Safar membawa kesialan.
  • Menganggap ritual tertentu pasti membuka pintu rezeki tanpa dalil.
  • Mempercayai jimat atau benda-benda tertentu sebagai penarik rezeki.
  • Mengamalkan hadis palsu maupun tradisi yang bertentangan dengan akidah Islam.

Islam mengajarkan bahwa seluruh ibadah harus bersumber dari Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW.

Mengisi Bulan Safar dengan Amal Saleh

Selain amalan di atas, bulan Safar dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah, seperti:

  • Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  • Memperbanyak zikir pagi dan petang.
  • Menunaikan salat sunnah.
  • Membantu fakir miskin dan kaum dhuafa.
  • Berbakti kepada orang tua.
  • Menjaga kejujuran dalam bekerja.
  • Menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat.
  • Memperbanyak doa untuk keluarga dan umat Islam.

Seluruh amal tersebut menjadi sebab bertambahnya keberkahan hidup apabila dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

Mari Sempurnakan Ibadah dengan Berzakat Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Momentum bulan Safar menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Berbagi kepada sesama bukan hanya menghadirkan manfaat bagi mustahik, tetapi juga menjadi ikhtiar memperoleh keberkahan rezeki sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui:

Bank BJB : 0137402262100
BRI : 004601002689569
BSI : 7313997361
Mandiri : 1340000833334
BJB Syariah : 5190301001182

Website: https://kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

Layanan Muzakki (WhatsApp): 0821-2416-9964

Telepon: (0233) 282414

 

Email: [email protected]

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #BulanSafar #Safar #AmalanSafar #RezekiBerkah #Sedekah #Zakat #Infak #Istighfar #Silaturahmi #IslamRahmatanLilAlamin #CintaZakat #BerbagiKebaikan #MenebarKeberkahan #KajianIslam #MuslimIndonesia

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Mengapa Zakat Penting untuk Mengurangi Kemiskinan? BAZNAS Majalengka Dorong Pemberdayaan Mustahik Berkelanjutan

MAJALENGKA — Kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan sosial yang memerlukan perhatian dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dalam Islam, zakat merupakan instrumen ekonomi yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan melalui pemerataan kesejahteraan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan solidaritas sosial.

Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengoptimalkan pendistribusian dana zakat agar mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi bagi para mustahik.

Zakat Menjadi Instrumen Penting Pengentasan Kemiskinan

Sebagai salah satu rukun Islam, zakat memiliki fungsi sosial yang sangat besar. Dana zakat yang dihimpun dari para muzaki disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat Islam.

Selain membantu memenuhi kebutuhan konsumtif masyarakat yang membutuhkan, zakat juga diarahkan pada program-program produktif yang mampu meningkatkan kapasitas ekonomi mustahik sehingga mereka memiliki kesempatan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.

Pengelolaan zakat yang profesional memungkinkan lahirnya berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, kemanusiaan, hingga sosial kemasyarakatan yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Bagaimana Zakat Membantu Mengurangi Kemiskinan?

Optimalisasi dana zakat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, antara lain:

  • Membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, sandang, dan tempat tinggal.
  • Memberikan akses pendidikan melalui beasiswa dan bantuan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
  • Mendukung layanan kesehatan melalui bantuan biaya pengobatan dan program kesehatan masyarakat.
  • Memberikan modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan kepada pelaku usaha mikro agar mampu mandiri secara ekonomi.
  • Mengurangi kesenjangan sosial melalui distribusi kekayaan yang lebih adil sesuai prinsip ekonomi Islam.

Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

BAZNAS Majalengka Terus Mengembangkan Program Pemberdayaan

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.

Dana yang dihimpun disalurkan melalui berbagai program unggulan di bidang:

  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kemanusiaan
  • Dakwah dan Advokasi
  • Program sosial kemasyarakatan

Pendekatan pemberdayaan menjadi fokus utama agar mustahik tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi memiliki kesempatan meningkatkan kualitas hidup hingga menjadi masyarakat yang mandiri bahkan bertransformasi menjadi muzaki di masa depan.

Mari Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Setiap zakat yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kesejahteraan umat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Rekening Zakat BAZNAS Kabupaten Majalengka

  • Bank BJB: 0137402262100
  • BRI: 004601002689569
  • BSI: 7313997361
  • Mandiri: 1340000833334
  • BJB Syariah: 5190301001182

Layanan Informasi:

 

???? WhatsApp Muzakki: 0821-2416-9964
?? Telepon: (0233) 282414
???? Email: [email protected]
???? Website: kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #Zakat #ZakatProduktif #PengentasanKemiskinan #PemberdayaanMustahik #EkonomiUmat #KesejahteraanMasyarakat #Berzakat #ZakatBerkah #CintaZakat #Sedekah #IslamRahmatanLilAlamin #Majalengka #UntukIndonesia

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Peran Zakat dalam Membantu Korban Bencana dan Krisis Kemanusiaan

MAJALENGKA 26 Juni 2026 Zakat memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam maupun krisis kemanusiaan. Sebagai instrumen ekonomi syariah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan umat, zakat tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat para penyintas, tetapi juga mendukung proses rehabilitasi dan pemberdayaan agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri.

Melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan sesuai syariat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan dana zakat kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik), termasuk korban bencana yang kehilangan tempat tinggal, sumber penghasilan, maupun akses terhadap kebutuhan dasar.

Zakat Menjadi Solusi dalam Situasi Darurat

Dalam setiap kejadian bencana, kebutuhan masyarakat meningkat secara signifikan. Bantuan berupa makanan, air bersih, layanan kesehatan, pakaian, tempat tinggal sementara, hingga perlengkapan pendidikan menjadi kebutuhan utama yang harus segera dipenuhi.

Dana zakat yang dikelola BAZNAS dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program kemanusiaan, di antaranya:

  • Bantuan tanggap darurat bagi korban bencana.
  • Distribusi logistik dan kebutuhan pokok.
  • Layanan kesehatan bagi penyintas.
  • Bantuan pendidikan bagi anak-anak terdampak.
  • Penyediaan hunian sementara.
  • Rehabilitasi fasilitas umum.
  • Program pemulihan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat pascabencana.

Melalui pendekatan tersebut, zakat tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

Komitmen BAZNAS dalam Penanganan Bencana

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia, BAZNAS terus memperkuat berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun krisis kemanusiaan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran dengan mengedepankan prinsip amanah, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Selain memenuhi kebutuhan mendesak, program-program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat agar mampu bangkit kembali setelah bencana.

Kolaborasi dengan pemerintah, relawan, berbagai lembaga, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan dapat diterima secara cepat dan efektif oleh para penyintas.

Zakat sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Zakat mengajarkan nilai kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. Melalui zakat, umat Islam diajak untuk berbagi rezeki dengan saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah maupun kesulitan ekonomi.

Optimalisasi pengelolaan zakat menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat sistem perlindungan sosial berbasis syariah, sekaligus mendukung pembangunan masyarakat yang lebih tangguh terhadap berbagai risiko bencana dan krisis kemanusiaan.

Semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat melalui lembaga resmi, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh para mustahik di berbagai daerah.


Mari Tunaikan Zakat melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui:

Rekening Donasi:

  • Bank BJB: 0137402262100
  • Bank BRI: 004601002689569
  • Bank BSI: 7313997361
  • Bank Mandiri: 1340000833334
  • Bank BJB Syariah: 5190301001182

Informasi dan Layanan:

???? Website Sedekah:
https://kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

???? Website Resmi:
https://kabmajalengka.baznas.go.id

???? Layanan Muzakki (WhatsApp): 0821-2416-9964

?? Telepon: (0233) 282414

 

???? Email: [email protected]

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #Zakat #ZakatUntukBencana #BantuanKemanusiaan #KrisisKemanusiaan #PeduliSesama #BerbagiKebaikan #TanggapBencana #PemulihanPascabencana #Mustahik #Sedekah #Infak #IndonesiaPeduli

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS RI Buka Jalan Ikhtiar Mustahik Bekerja di Jepang, BAZNAS Majalengka Siap Tangkap Peluang untuk Wujudkan Majalengka Langkung Sae

Majalengka – Ikhtiar memuliakan mustahik melalui pemberdayaan ekonomi terus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), BAZNAS RI menghadirkan Program Fasilitasi Magang ke Jepang, sebuah program yang membuka jalan bagi para mustahik memperoleh kesempatan bekerja secara profesional di berbagai perusahaan Jepang dengan penghasilan bersih mencapai Rp8 juta hingga Rp20 juta per bulan.

Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diamanahkan oleh masyarakat tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu mengubah kehidupan mustahik menuju kemandirian ekonomi.

Informasi tersebut disampaikan dalam kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing bertajuk "Program Fasilitasi Magang ke Jepang Bersama BAZNAS RI dan Kemenaker" yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Indonesia, termasuk BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Kepala Divisi Pendidikan dan Vokasional BAZNAS RI, Farid Septian, M.Hum, menjelaskan bahwa hingga Juli 2026 program tersebut telah menjangkau 166 penerima manfaat yang berasal dari 10 provinsi melalui delapan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Sebanyak 60 peserta di antaranya telah menjalani praktik kerja di berbagai perusahaan di Jepang pada sektor pengolahan plastik, pengerjaan logam, konstruksi, penataan dan pengepakan, hingga sektor industri lainnya.

"Mereka memperoleh penghasilan bersih sekitar Rp8 juta hingga Rp20 juta per bulan, bergantung pada sektor pekerjaan dan perusahaan tempat mereka bekerja," ujar Farid.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi mustahik. Tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja bertaraf internasional, tetapi juga memberikan kesempatan memperoleh penghasilan yang layak sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Farid juga mendorong agar BAZNAS Daerah membangun sinergi bersama Dinas Ketenagakerjaan, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), dunia usaha, serta berbagai mitra strategis agar program serupa dapat dikembangkan di berbagai daerah.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menegaskan bahwa kolaborasi BAZNAS dengan Kementerian Ketenagakerjaan merupakan langkah strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penciptaan akses kerja yang berkelanjutan.

Menurutnya, setiap program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS merupakan amanah dari para muzaki yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab.

"Intervensi BAZNAS melalui program ini diarahkan agar mustahik mampu keluar dari garis kemiskinan hingga pada akhirnya bertransformasi menjadi muzaki yang turut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan umat," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh program BAZNAS dilaksanakan berdasarkan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, sehingga manfaat zakat benar-benar dirasakan masyarakat secara luas.

BAZNAS Kabupaten Majalengka Siap Menyambut Peluang

Menanggapi keberhasilan program tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyampaikan apresiasi atas inovasi pemberdayaan yang diinisiasi BAZNAS RI bersama Kemnaker RI.

Menurutnya, program tersebut menjadi inspirasi sekaligus peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari kalangan mustahik melalui jalur pelatihan vokasional dan penempatan kerja yang profesional.

"Bismillahirrahmanirrahim. Program fasilitasi kerja ke Jepang ini merupakan peluang besar yang harus kita sambut dengan penuh rasa syukur dan semangat ikhtiar. BAZNAS Kabupaten Majalengka siap mengambil bagian, bersinergi dengan BAZNAS RI, Pemerintah Daerah, Dinas Ketenagakerjaan, lembaga pelatihan kerja, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan agar putra-putri terbaik dari kalangan mustahik di Kabupaten Majalengka memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi, memperoleh pekerjaan yang layak, dan mengangkat harkat ekonomi keluarganya," ujar H. Agus Asri Sabana.

Ia menambahkan bahwa hakikat zakat bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan sesaat, melainkan menjadi wasilah untuk membangun kemandirian umat sebagaimana tujuan syariat dalam mewujudkan kemaslahatan.

"Kami meyakini bahwa zakat yang dikelola secara amanah akan melahirkan mustahik yang berdaya, mandiri, dan insya Allah kelak menjadi muzaki. Inilah cita-cita besar BAZNAS, menghadirkan keberkahan zakat yang mampu mengubah kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan berupaya menangkap peluang ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama memajukan Kabupaten Majalengka agar semakin Langkung Sae—masyarakatnya lebih sejahtera, lebih produktif, lebih berdaya saing, serta memperoleh keberkahan hidup di bawah ridha Allah SWT."

H. Agus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong melalui zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial yang mampu melahirkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Menurutnya, ketika zakat dikelola secara profesional dan tepat sasaran, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga menjadi investasi sosial yang memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan mempercepat terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat.

Program fasilitasi kerja ke Jepang menjadi salah satu contoh nyata bagaimana zakat mampu menghadirkan harapan baru bagi mustahik. Melalui peningkatan kompetensi, akses pekerjaan yang layak, dan pendapatan yang lebih baik, diharapkan semakin banyak keluarga mustahik yang dapat keluar dari lingkaran kemiskinan dan menjadi pribadi yang mandiri.

Semoga ikhtiar kolaboratif antara BAZNAS RI, pemerintah, dunia usaha, serta BAZNAS di seluruh Indonesia senantiasa mendapat pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen kebangkitan ekonomi umat, mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan Indonesia yang semakin maju, berkeadilan, dan penuh keberkahan.

"Khairunnas anfa'uhum linnas" — Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNAS #BAZNASRI #BAZNASMajalengka #MagangJepang #Kemnaker #PemberdayaanMustahik #PendayagunaanZakat #ZakatUntukIndonesia #MustahikBerdaya #IndonesiaMakmur

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Harumkan Jawa Barat di Forum Pelajar Indonesia 2026

26 Juli 2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Tiga santri Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) berhasil lolos seleksi nasional dan dipercaya menjadi wakil Provinsi Jawa Barat pada ajang Forum Pelajar Indonesia (FOR) ke-14 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 5–8 Agustus 2026. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa program pendidikan BAZNAS mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional.

Ketiga santri tersebut adalah Muhammad Azriel Abqori (kelas X), Dini Qurrota Aini, dan Reymario Randhy Pangestu (kelas XII). Mereka terpilih setelah melalui proses seleksi nasional yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia, hingga akhirnya masuk dalam jajaran 150 pelajar SMA, SMK, dan MA terbaik yang akan mengikuti forum bergengsi tersebut.

Forum Pelajar Indonesia merupakan wadah pengembangan kepemimpinan generasi muda yang mempertemukan pelajar-pelajar berprestasi dari seluruh Indonesia untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan solusi atas berbagai isu strategis di bidang pendidikan, perlindungan anak, dan pembangunan sumber daya manusia.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri Sekolah Cendekia BAZNAS.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sinergi antara kerja keras para santri, dedikasi para pendidik, serta dukungan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Terpilihnya tiga santri Sekolah Cendekia BAZNAS sebagai wakil Jawa Barat merupakan kebanggaan bagi BAZNAS. Prestasi ini menunjukkan bahwa santri SCB memiliki kemampuan akademik, kepemimpinan, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat nasional," ujar Idy.

Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan salah satu program prioritas BAZNAS dalam mendayagunakan dana zakat secara produktif. Melalui Sekolah Cendekia BAZNAS, BAZNAS terus berupaya mencetak generasi penerus bangsa yang unggul secara intelektual, berakhlak mulia, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas prestasi yang diraih para santri Sekolah Cendekia BAZNAS tersebut.

"Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada ananda Muhammad Azriel Abqori, Dini Qurrota Aini, dan Reymario Randhy Pangestu yang telah mengharumkan nama Sekolah Cendekia BAZNAS dan Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional. Semoga kesempatan ini menjadi pengalaman berharga untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta menjadi generasi muda yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama," ujar H. Agus Asri Sabana.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya, khususnya generasi muda di Kabupaten Majalengka, agar terus semangat belajar, berprestasi, serta memanfaatkan setiap peluang pengembangan diri yang tersedia.

"BAZNAS meyakini bahwa investasi terbaik adalah investasi pada pendidikan. Melalui pengelolaan zakat yang amanah dan produktif, kami berharap semakin banyak lahir generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing yang kelak menjadi pemimpin masa depan Indonesia," tambahnya.

Keikutsertaan para santri dalam Forum Pelajar Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk memperluas jejaring nasional, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkaya pengalaman dalam merancang berbagai solusi terhadap tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia.

Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat di bidang pendidikan sebagai salah satu instrumen pemberdayaan umat. Dukungan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan kepada BAZNAS telah menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi berprestasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.


#BAZNAS #BAZNASRI #BAZNASMajalengka #SekolahCendekiaBAZNAS #ForumPelajarIndonesia #SantriBerprestasi #Pendidikan #ZakatUntukPendidikan #GenerasiEmasIndonesia #JawaBarat #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka
26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.

Berita Terbaru

Panggilan Hati di Tengah Deru Hujan: Ketua BAZNAS Majalengka Tembus Kegelapan Demi Bantu Warga yang Tertimpa Musibah
Panggilan Hati di Tengah Deru Hujan: Ketua BAZNAS Majalengka Tembus Kegelapan Demi Bantu Warga yang Tertimpa Musibah
MAJALENGKA, BAZNAS Hari pertama kembali bekerja biasanya diisi dengan koordinasi administratif di balik meja. Namun bagi Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., panggilan kemanusiaan tidak mengenal kata lelah, apalagi menunda. Rabu (25/03/2026), meski langit Majalengka tak henti menumpahkan hujan deras, H. Agus bersama Tim Tanggap Bencana (BTB), Kepala Divisi Humas dan Protokoler, serta tim media, bergerak lincah menyusuri medan demi menjalankan amanat umat. Dari Lemahsugih Menuju Mekarmulya Perjalanan hari itu dimulai dengan penyaluran santunan bagi tiga rumah yang diterjang banjir di Cikupa, Lemahsugih. Tanpa jeda untuk sekadar melepas lelah, selepas salat Asar, rombongan langsung memacu kendaraan menembus guyuran hujan menuju Blok Minggu, Desa Mekarmulya. Tujuan mereka satu: Menemui Bapak Rasdi, seorang pejuang keluarga yang rumahnya ambruk rata dengan tanah. Tepat saat azan Magrib berkumandang, rombongan tiba di lokasi. Usai menunaikan salat Magrib berjamaah bersama warga, H. Agus segera melangkah menuju sebuah bangunan dapur milik saudara Pak Rasdi—satu-satunya tempat bernaung yang tersisa bagi Pak Sardi dan istrinya saat ini. Penyerahan Bantuan di Samping Puing Reruntuhan Kondisi di lapangan begitu memprihatinkan. Karena tidak adanya ruangan yang tersisa untuk sekadar duduk atau berkumpul, prosesi penyerahan bantuan terpaksa dilakukan di luar ruangan, tepat di samping sisa-sisa bangunan yang hampir ambruk. Di bawah temaram cahaya lampu kamera ponsel dan rintik hujan, H. Agus menyerahkan dua paket sembako serta bantuan modal usaha sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah) agar Pak Rasdi dapat terus menyambung asanya berjualan bubur sumsum. Sambil merangkul pundak Pak Rasdi yang tampak haru, Ketua BAZNAS Majalengka memberikan kata-kata penguatan yang begitu dalam. "Kami hadir di sini bukan sekadar tugas formal walau di gelapnya malam dan derasnya hujan, tapi kami harus menunaikan amanat hati," tutur H. Agus Asri Sabana dengan suara penuh empati. "Bapak Bupati Majalengka senantiasa berpesan agar BAZNAS hadir sebagai garda terdepan bagi warga yang kesulitan." Mengetuk Kepedulian dan Gotong Royong Melihat kondisi hunian Pak Rasdi yang sudah tidak layak, H. Agus menegaskan bahwa BAZNAS tidak bisa berjalan sendirian. Beliau sangat mengharapkan adanya sinergi dan kemauan dari pemerintah desa setempat untuk bekerja sama mengatasi masalah ini melalui semangat swadaya maupun gotong royong. Beliau menjanjikan bahwa BAZNAS siap memberikan stimulan bantuan melalui Program Rumah Layak Huni (Rutilahu) BAZNAS. Namun, hal ini memerlukan komitmen nyata dari Pemerintah Desa Mekarmulya untuk memastikan proses pembangunan rumah Bapak Rasdi benar-benar terwujud secara kolaboratif. "BAZNAS akan memberikan stimulan Rutilahu, asalkan sudah ada komitmen dan gerak bersama dari pemerintah desa untuk memastikan rumah Pak Rasdi kembali berdiri," tegas H. Agus. Menyambung Asa yang Nyaris Putus Kehadiran sosok pemimpin yang mau turun langsung ke pelosok, menembus hujan dan gelapnya malam, menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki telah sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan. BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan, memastikan tidak ada warga yang merasa sendirian dalam menghadapi cobaan hidup. Layanan Muzaki: Mari terus tebarkan kebaikan bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka. Zakat Anda adalah harapan bagi mereka yang tertimpa musibah.
BERITA26/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menembus Hujan di Lemahsugih: Ketua BAZNAS Majalengka Santuni Korban 3 Rumah yang Diterjang Banjir
Menembus Hujan di Lemahsugih: Ketua BAZNAS Majalengka Santuni Korban 3 Rumah yang Diterjang Banjir
MAJALENGKA Suara gemericik hujan yang masih membasahi bumi Lemahsugih pada Rabu (25/03/2026) siang seolah menjadi saksi bisu atas duka yang mendalam. Di saat sebagian orang mencari kehangatan, tiga keluarga di Blok Cikupa, RT.01 RW.02, Desa Lemahsugih, harus berjuang menyelamatkan apa yang tersisa dari kediaman mereka akibat terjangan banjir yang datang tiba-tiba. Duka di Balik Pintu dan Dinding yang Jebol Kerusakan yang dialami warga sangat memprihatinkan. Rumah milik Bapak Aief Saiefudin menjadi saksi dahsyatnya arus sungai; bagian dapurnya jebol tak kuasa menahan hantaman air yang langsung merangsek masuk ke dalam rumah. Kondisi tak kalah pilu terlihat di kediaman Ibu Yeyet Sukmawati, di mana pintu rumahnya terbelah akibat tekanan air, membuat banjir merendam seluruh isi ruangan dan mengotori peralatan rumah tangga serta pakaian dengan lumpur. Sementara itu, rumah Ibu Ioh turut terendam luapan air yang menyisakan duka mendalam. Tak jauh dari pemukiman, abrasi sungai juga mengancam bangunan Sekretariat Generasi Muda Pesantren Suryalaya (GMPS). Akibat tanah di dasarnya hanyut terbawa arus, bagian bangunan yang berada tepat di samping sungai kini tampak menggantung, menanti uluran tangan sebelum kerusakan semakin parah. Dedikasi Tanpa Jeda dan Penyerahan Bantuan Menunjukkan dedikasi tanpa batas, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., langsung terjun meninjau lokasi bencana. Meski ini merupakan hari pertama beliau kembali masuk kerja, panggilan kemanusiaan tak bisa ditunda. Didampingi Tim Tanggap Bencana (BTB), Kepala Divisi Humas dan Protokoler, serta tim media, rombongan menembus sisa gerimis untuk memastikan warga tidak merasa sendirian. Dalam kesempatan tersebut, sebagai bentuk empati dan tindakan nyata, Ketua BAZNAS menyerahkan bantuan berupa 2 paket sembako untuk setiap rumah serta Bantuan Dana untuk membantu meringankan beban pemulihan para korban. "Kami hadir di sini bukan sekadar tugas formal, tapi menunaikan amanat hati. Bapak Bupati Majalengka senantiasa berpesan agar BAZNAS hadir sebagai garda terdepan bagi warga Majalengka yang menghadapi kesulitan, baik akibat bencana alam maupun kondisi sosial," ujar H. Agus Asri Sabana saat menyerahkan bantuan secara simbolis. Sinergi dan Pelukan Kemanusiaan Kehadiran tim BAZNAS disambut haru oleh keluarga korban, jajaran Pemerintah Desa Lemahsugih, serta Ibu Kepala Dusun (Kadus) Cikupa. Suasana haru menyeruak saat H. Agus melihat langsung kondisi bangunan yang menggantung dan perabotan warga yang kotor, sembari memberikan penguatan moril. Kepedulian ini adalah wujud nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS, langsung mengalir menjadi senyum bagi mereka yang sedang diuji. BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan bagi setiap warga yang tertimpa musibah. Mari Bersama Menguatkan Harta mungkin rusak dan hanyut, namun harapan tidak boleh ikut tenggelam. Mari terus dukung langkah kemanusiaan BAZNAS Majalengka agar saudara-saudara kita di Lemahsugih dan keluarga besar GMPS bisa segera bangkit kembali.#BAZNASMajalengka #LemahsugihPeduli #MajalengkaTanggap #ZakatMenebarKebaikan #Kemanusiaan #BanjirMajalengka #AmanatBupatiMajalengka
BERITA26/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran: Ketua BAZNAS Majalengka Ajak Amilin Jadikan Spirit Ramadan Sebagai Booster Kinerja
Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran: Ketua BAZNAS Majalengka Ajak Amilin Jadikan Spirit Ramadan Sebagai Booster Kinerja
MAJALENGKA Mengawali hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menggelar apel pagi sekaligus silaturahmi antar-amilin di Kantor BAZNAS Majalengka, Rabu (25/03/2026). Dalam arahannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menekankan pentingnya memaknai momentum Ramadan dan Idul Fitri bukan sebagai garis "finish", melainkan sebagai titik "start" untuk meningkatkan dedikasi dan kualitas pelayanan kepada umat. Ramadan dan Idul Fitri Sebagai Titik Awal H. Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa kedisiplinan dan nilai-nilai spiritual yang ditempa selama bulan suci harus bertransformasi menjadi etos kerja yang lebih kuat. "Ramadan dan Idul Fitri jangan hanya dimaknai sebagai ritual tahunan yang telah usai. Justru, ini adalah awal bagi kita semua para amilin untuk tancap gas. Semangat 'kembali ke fitrah' harus dibarengi dengan semangat memberikan performa terbaik dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS)," ujar beliau di hadapan seluruh jajaran staf dan pimpinan. Apresiasi Atas Lonjakan Penerimaan Zakat Fitrah Momentum hari pertama kerja ini juga diwarnai dengan kabar menggembirakan. Berdasarkan data evaluasi sementara, capaian penerimaan Zakat Fitrah tahun ini menunjukkan tren positif dengan kenaikan yang signifikan, melampaui perolehan pada tahun sebelumnya. Atas capaian tersebut, Ketua BAZNAS secara khusus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat: Amilin BAZNAS Majalengka: Apresiasi atas kerja keras, loyalitas, dan pelayanan tanpa lelah selama bulan Ramadan dalam menjemput dan mengelola dana umat. Pemerintah Daerah: Ucapan terima kasih atas dukungan regulasi dan sinergi kebijakan yang memudahkan jangkauan layanan BAZNAS ke seluruh lapisan masyarakat. Sponsorship & Mitra Kerja: Penghargaan bagi para mitra yang telah berkolaborasi dalam berbagai program syiar dan kemanusiaan. Para Muzaki: Rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Majalengka yang terus memberikan kepercayaan penuh kepada BAZNAS sebagai lembaga utama menunaikan kewajiban zakat. "Kepercayaan masyarakat yang meningkat, terbukti dari melampauinya target zakat fitrah tahun ini, adalah amanah besar. Tugas kita sekarang adalah memastikan pendistribusian dan pendayagunaan dana tersebut tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan di Majalengka," tambah H. Agus. Fokus Kedepan Menutup arahannya, beliau mengajak seluruh elemen di BAZNAS Majalengka untuk segera melakukan akselerasi program-program kerja triwulan kedua tahun 2026. Fokus utama tetap pada penguatan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan inovatif guna mewujudkan Majalengka yang religius, harmonis, dan sejahtera. Hashtag: #BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #IdulFitri2026 #AmilinProfesional #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaReligius #HAgusAsriSabana #InfoMajalengka
BERITA25/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Kembali ke Fitrah: Menjaga Konsistensi Kebaikan Sepanjang Waktu
Kembali ke Fitrah: Menjaga Konsistensi Kebaikan Sepanjang Waktu
MAJALENGKA Idul Fitri bukan sekadar momen perayaan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah momentum sakral yang mengantarkan setiap Muslim kembali ke fitrah—kondisi hati yang bersih dan jiwa yang lebih dekat kepada Allah SWT. Namun, satu hal yang perlu kita maknai bersama adalah bahwa Idul Fitri bukanlah titik akhir atau garis finish dari perjalanan spiritual kita. Sebaliknya, ini adalah titik awal (start) untuk membuktikan apakah nilai-nilai kebaikan yang ditempa selama Ramadhan dapat terus terjaga dan hidup dalam keseharian. Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan Selama bulan suci Ramadhan, kita telah dilatih secara intensif untuk memperkuat ibadah, memperluas kepedulian melalui berbagi (zakat, infak, dan sedekah), serta kedisiplinan dalam menahan diri. Pelajaran berharga tersebut seharusnya menjadi pondasi kuat bagi karakter kita di bulan-bulan berikutnya. Tugas besar kita saat ini adalah menjaga agar api istiqomah tersebut tidak padam. Mempertahankan kesucian fitrah memerlukan usaha yang berkelanjutan melalui amal shaleh yang terus berjalan, hati yang tetap terjaga dari penyakit duniawi, serta kepedulian sosial yang tidak boleh berhenti hanya karena Ramadhan telah berlalu. Langkah Sederhana Menuju Istiqomah BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menghidupkan suasana Ramadhan dalam 11 bulan ke depan melalui langkah-langkah sederhana namun bermakna: Melanjutkan Tradisi Berbagi: Terus membiasakan sedekah rutin sebagai bentuk syukur atas nikmat fitrah. Menjaga Ibadah Sunnah: Menghidupkan puasa sunnah (seperti puasa Syawal) dan salat malam. Mempererat Silaturahmi: Menjaga hubungan baik antar sesama sebagai wujud kesucian hati. Kebaikan yang Terus Hidup Kembali ke fitrah adalah tentang transformasi diri menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama. Mari kita jadikan pasca-Idul Fitri ini sebagai ajang untuk membuktikan bahwa kebaikan yang kita tanam di bulan suci akan terus tumbuh, berbuah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Majalengka secara luas. Karena sejatinya, keberhasilan Ramadhan seseorang terlihat dari bagaimana ia menjaga kualitas ketakwaannya setelah bulan itu pergi. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka “Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat”
BERITA25/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Menjaga Api Kebaikan: Menghidupkan Momentum Syawal dengan Sedekah Terbaik
Menjaga Api Kebaikan: Menghidupkan Momentum Syawal dengan Sedekah Terbaik
MAJALENGKA – Berlalunya bulan suci Ramadhan bukanlah tanda berakhirnya semangat ibadah kita. Sebaliknya, hadirnya bulan Syawal menjadi sebuah garis start atau titik awal untuk membuktikan konsistensi iman melalui amal jariyah. Salah satu cara terbaik untuk menjaga ritme ibadah tersebut adalah dengan memperbanyak sedekah. Syawal adalah momentum krusial untuk menjaga dan meningkatkan amal kebaikan yang telah kita asah selama sebulan penuh di bulan puasa. Jangan biarkan semangat berbagi meredup seiring kembalinya kita ke rutinitas pasca-lebaran. Sedekah di bulan Syawal menjadi simbol bahwa kedermawanan kita tidak bersifat musiman, melainkan sebuah kebiasaan yang melekat dalam jiwa. Mengapa Sedekah di Bulan Syawal? Sedekah bukan sekadar mengeluarkan materi, tetapi merupakan bentuk syukur atas kemenangan yang diraih di hari Idul Fitri. Dengan bersedekah, kita membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan, sekaligus memastikan bahwa kebahagiaan hari raya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para mustahik di wilayah Kabupaten Majalengka. BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir sebagai jembatan profesional untuk menyalurkan kepedulian Anda. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara transparan dan akuntabel demi mendukung berbagai program sosial, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Kemudahan Berbagi dalam Genggaman Untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan kedermawanannya, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyediakan layanan digital yang cepat dan praktis. Anda dapat menyalurkan sedekah kapan saja dan di mana saja melalui tautan resmi: ???? kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah Selain melalui layanan digital, Anda juga dapat melakukan transfer melalui rekening resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka berikut: Bank BJB: 0137402262100 Bank BRI: 004601002685969 Bank BSI: 7313997361 Bank Mandiri: 1340000833334 Mari kita jadikan bulan Syawal ini lebih bermakna dengan terus menyambung rantai kebaikan. Sedekah Anda adalah harapan bagi mereka, dan keberkahan bagi kita semua. BAZNAS Kabupaten Majalengka: Amanah, Transparan, dan Profesional. #SedekahSyawal #BAZNASMajalengka #LanjutkanKebaikan #BerbagiItuIndah #MajalengkaLangkungSAE
BERITA25/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Ketua BAZNAS Majalengka: BAZNAS Adalah Rumah Kita, Jaga dan Jangan Dicederai
Ketua BAZNAS Majalengka: BAZNAS Adalah Rumah Kita, Jaga dan Jangan Dicederai
MAJALENGKA, BAZNAS Suasana khidmat dan penuh rasa kekeluargaan menyelimuti Masjid Islamic Center Majalengka hari ini, Rabu (25/03/2026). Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal yang dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan, amilin, relawan, serta mitra strategis. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas dedikasi seluruh pihak selama bulan suci Ramadan. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas capaian zakat fitrah tahun 2026 yang menunjukkan tren kenaikan signifikan dibandingkan tahun 2025. Apresiasi untuk Kerja Kolektif H. Agus menegaskan bahwa keberhasilan ini bukanlah kerja individu, melainkan buah dari sinergi kolektif. Ia secara khusus berterima kasih kepada Dewan Syariah yang terus mengawal aspek regulasi keagamaan, serta energi luar biasa dari para relawan muda. "Terima kasih kepada para siswa PKL SMK dan Duta Zakat yang telah berjibaku, baik di lapangan maupun di meja administrasi. Kehadiran kalian adalah napas segar bagi gerakan zakat di Majalengka," ujar H. Agus. Ucapan terima kasih juga mengalir deras bagi para mitra strategis seperti Kadin Majalengka, FLANK, UD TS, Bank BRI, Bank BJB, serta Bank BJB Syariah. Beliau menekankan bahwa dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Majalengka di bawah kepemimpinan Bupati Drs. H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan, dan Sekretaris Daerah, menjadi kunci utama suksesnya program-program BAZNAS selama ini. Pesan Menyentuh: Menjaga Marwah "Rumah Kita" Meski tengah berada dalam euforia prestasi, H. Agus memberikan pesan mendalam yang menyentuh hati para hadirin. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar tetap rendah hati dan tidak terjebak dalam sikap jumawa (sombong). Dengan nada penuh wibawa, beliau menganalogikan BAZNAS sebagai sebuah hunian yang harus dirawat bersama. "BAZNAS adalah rumah kita. Jangan rusak rumah itu, jangan cederai rumah sendiri. Manakala kita merusak rumah kita sendiri, maka yang merasa sakit pasti semuanya. Capaian yang lebih baik hanya bisa kita lakukan dengan skema kebersamaan," tegas H. Agus. Komitmen Kedepan Melalui momentum Halal Bihalal ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Semangat kebersamaan yang ditekankan oleh Ketua BAZNAS diharapkan menjadi fondasi kuat untuk melayani masyarakat Majalengka dengan lebih baik lagi di masa mendatang.
BERITA25/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Momentum Haru Halal Bihalal BAZNAS Majalengka: Selebrasi Kemenangan Zakat Fitrah dan Deklarasi Menjaga Rumah
Momentum Haru Halal Bihalal BAZNAS Majalengka: Selebrasi Kemenangan Zakat Fitrah dan Deklarasi Menjaga Rumah
MAJALENGKA Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Masjid Islamic Center Majalengka pada Rabu (25/03/2026). Seluruh pimpinan dan amilin Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka berkumpul dalam agenda Halal Bihalal yang bukan sekadar seremonial, melainkan panggung apresiasi atas capaian gemilang zakat fitrah tahun 1447 H. Acara yang dipandu hangat oleh Kepala Kesekretariatan, Iwan S. Anwar, ini menjadi titik balik penguatan komitmen seluruh pejuang zakat di Majalengka. Banjir Apresiasi: Zakat Fitrah 2026 Lampaui Capaian Tahun Lalu Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., dalam sambutannya tak mampu menyembunyikan rasa bangga. Beliau memberikan apresiasi luar biasa kepada seluruh amilin atas dedikasi tanpa batas yang membuahkan hasil nyata: kenaikan pencapaian zakat fitrah dibandingkan tahun 2025. "Ini adalah kerja kolektif. Terima kasih kepada Dewan Syariah yang selalu setia mengawal, serta para relawan muda—siswa PKL SMK dan Duta Zakat—yang telah berjibaku di lapangan maupun di meja administrasi selama Ramadan," ujar H. Agus. Ucapan terima kasih mendalam juga mengalir bagi para mitra strategis yang menjadi tulang punggung gerakan zakat, mulai dari Kadin Majalengka, FLANK, UD TS, Bank BRI, Bank BJB, Bank BJB Syariah, hingga para Muzaki. Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Majalengka, di bawah kepemimpinan Bupati Drs. H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan, dan Sekretaris Daerah, diakui sebagai kunci sukses sinergitas program BAZNAS selama ini. Pesan Sentral: "Jangan Rusak Rumah Kita Sendiri" Meski di tengah euforia prestasi, H. Agus memberikan pesan yang sangat menyentuh dan mendalam. Beliau mengingatkan agar seluruh jajaran tidak terjebak dalam sikap jumawa. "BAZNAS adalah rumah kita. Jangan rusak rumah itu, jangan cederai rumah sendiri. Manakala kita merusak rumah kita sendiri, maka yang merasa sakit pasti semuanya. Capaian yang lebih baik hanya bisa kita lakukan dengan skema kebersamaan," tegasnya dengan penuh wibawa. Penutup yang Menguras Air Mata: Doa dan Musafahah Puncak acara berlangsung dengan suasana yang sangat emosional. Setelah rangkaian sambutan, kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, memohon keberkahan atas zakat yang telah dihimpun dan disalurkan. Acara kemudian diakhiri dengan musafahah atau saling bersalaman. Isak tangis haru tak terbendung saat seluruh pimpinan dan amilin saling berangkulan, memaafkan, dan memperkuat ikatan batin. Keharuan ini menjadi simbol soliditas bahwa mereka bukan sekadar rekan kerja, melainkan keluarga besar yang siap menjaga marwah BAZNAS Majalengka demi kemaslahatan umat.
BERITA25/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Di Mana Posisi Nurani Kita? Menakar Ulang Makna Kemenangan di Tengah Krisis Kemanusiaan
Di Mana Posisi Nurani Kita? Menakar Ulang Makna Kemenangan di Tengah Krisis Kemanusiaan
Langit Idulfitri tahun ini terasa berbeda. Di balik gema takbir yang memenuhi angkasa, ada rasa haru yang menyeruak, membuat pandangan tak sepenuhnya bening. Di hari ke-4 kemenangan ini, sebuah perenungan hadir di tengah-tengah kita: Apakah kemenangan yang kita rayakan hari ini benar-benar telah utuh? Otot diafragma serasa tak bisa mengembang sempurna saat bernapas. Ada isak yang tertahan dari negeri-negeri yang retak oleh konflik, serta dari dapur-dapur sunyi yang mulai kehilangan asap harapan. Di saat sebagian besar dari kita merayakan dengan penuh kelapangan, ada saudara-saudara kita di belahan bumi lain yang bertahan dalam tekanan dan ancaman. Kembali pada Fitrah, Kembali Merasakan Idulfitri memang merupakan momentum untuk kembali pada kesucian (fitrah). Namun, lebih dari itu, ia adalah panggilan untuk kembali "peka". Dunia saat ini semakin bising oleh konflik dan amarah keserakahan. Akar masalahnya seringkali sederhana namun mendasar: manusia perlahan kehilangan kepekaannya. Kita melihat anak-anak yang harus kehilangan anggota keluarganya karena konflik, atau orang-orang dewasa yang menghitung hari bukan dengan kalender, melainkan dengan sisa uang di dompet yang kian menipis. Di tengah situasi tersebut, kita patut bersyukur masih bisa merayakan hari raya dengan pakaian terbaik, hidangan lezat, dan keluarga yang masih dalam dekapan. Namun, syukur tersebut harus melahirkan pertanyaan besar: “Siapa yang kita ingat di tengah perayaan ini?” Zakat dan Sedekah sebagai Jembatan Sunyi Ramadan telah melatih kita menahan diri, amarah, keinginan, hingga ego. Kini, Idulfitri menguji hal yang lebih sulit: mampukah kita menunda atau melepas kepentingan diri demi merengkuh kepentingan sesama yang lebih luas? Di sinilah makna Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menemukan ruhnya. Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka, instrumen ini bukan sekadar ritual tahunan atau penggugur kewajiban. Ia adalah "jembatan sunyi" yang menghubungkan rasa kenyang kita dengan rasa lapar orang lain. Ia adalah bahasa cinta yang nyata terasa tanpa perlu banyak bicara. Menjadi Manusia di Tengah Dunia yang Kehilangan Rasa Krisis ekonomi dan konflik global bukan sekadar persoalan angka atau benturan kepentingan, melainkan cermin kegagalan manusia dalam merawat kemanusiaannya. Idulfitri hadir memantulkan wajah kita yang sebenarnya: Apakah kita menjadi lebih lembut dan peduli, atau justru kembali keras dan sibuk dengan diri sendiri? Kita mungkin tidak memiliki kuasa untuk menghentikan perang dunia atau mengendalikan krisis ekonomi global secara langsung. Namun, kita selalu punya pilihan untuk tidak menjadi bagian dari ketidakpedulian. Dunia tidak hancur oleh kebencian segelintir orang, tetapi oleh diamnya banyak orang yang sebenarnya mampu berbuat sesuatu. Penutup: Kemenangan Sejati Mari kita rayakan kemenangan tahun ini dengan cara yang lebih mendalam. Mari tumbuhkan empati yang tidak sebatas musiman dan hidupkan kepedulian yang tidak sekadar seremonial. Menjaga nurani agar tetap menyala adalah tugas kita, meski cahaya di sekeliling mungkin mulai meredup. Sebab, kemenangan terbesar bukanlah sebatas kembali menjadi suci, tetapi tetap teguh menjadi manusia—di saat dunia perlahan kehilangan rasa kemanusiaannya. Ditulis Oleh: Eman Suherman Staf Media dan Publikasi BAZNAS Kabupaten Majalengka H+4 Idul Fitri 1447 H#SigapBaznas #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
RAMADHAN DAN IDUL FITRI BUKAN FINISH, TAPI START: Menjaga Api Takwa Tetap Menyala dalam Kehidupan Sehari-hari
RAMADHAN DAN IDUL FITRI BUKAN FINISH, TAPI START: Menjaga Api Takwa Tetap Menyala dalam Kehidupan Sehari-hari
Gema takbir telah berlalu, dan hiruk pikuk arus balik mulai mereda. Namun, bagi seorang mukmin yang sadar, berakhirnya Ramadhan dan Idul Fitri bukanlah sebuah garis finish untuk berhenti beramal saleh. Sebaliknya, ini adalah titik start yang krusial untuk membuktikan kualitas diri yang baru dalam kehidupan sehari-hari. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk sejenak bermuhasabah dan merefleksikan makna kemenangan yang sesungguhnya. 1. Apakah Hati Telah Kembali Langkung Sae (Lebih Baik)? Kembali kepada fitrah (suci) tidak terjadi secara otomatis hanya dengan bergantinya kalender. Kesucian hati diukur dari sejauh mana transformasi batin kita pasca-Madrasah Ramadhan. Hati dikatakan telah benar-benar kembali langkung sae jika memenuhi indikator perilaku yang nyata, bukan sekadar simbol: Perubahan Perilaku Nyata: Kita harus menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, dan disiplin dibandingkan sebelum Ramadhan. Kemenangan sejati adalah kemenangan atas kebiasaan buruk lama. Keikhlasan Memaafkan dari Hati: Tidak sekadar lisan mengucapkan "Minal Aidin wal Faizin", tetapi hati benar-benar mampu melepaskan dendam, ego, dan prasangka buruk. Ini adalah kunci ketenangan. Ketenangan Jiwa dan Kepedulian: Mampu menemukan ritme hidup yang tenang, tidak lagi tergesa-gesa dikejar urusan duniawi, serta memiliki empati yang lebih tinggi terhadap lingkungan dan sesama. Rasulullah SAW bersabda mengenai pentingnya perubahan hati ini: "Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati." (HR. Bukhari & Muslim) 2. Mengaplikasikan Makna Kemenangan dengan Benar Idul Fitri adalah simbol kemenangan besar atas hawa nafsu. Mengaplikasikan makna kemenangan ini berarti menjaga momentum kebaikan agar tidak layu setelah Ramadhan usai. Ini adalah awal dari pertempuran yang sesungguhnya. Langkah nyata yang dapat kita lakukan adalah: Istiqomah (Konsistensi) tanpa Jeda: Melanjutkan kebiasaan baik yang telah dilatih selama 30 hari—seperti shalat tepat waktu, tadarus Al-Qur'an, dan menjaga lisan—tanpa terputus. Ini adalah tanda keimanan yang tangguh. Semangat Berbagi yang Tak Kunjung Padam: BAZNAS Kabupaten Majalengka mengingatkan bahwa semangat berbagi (zakat, infak, sedekah) yang memuncak di bulan Ramadhan harus tetap dijaga. Kedermawanan tidak boleh berhenti saat Idul Fitri usai; justru sekaranglah saatnya membuktikan kepedulian sosial kita secara berkelanjutan. Menyempurnakan dengan Puasa Syawal: Menjalankan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal sebagai wujud syukur dan tanda bahwa kita ingin mempertahankan kesucian fitrah. Sebagaimana hadist Nabi SAW: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim) 3. Refleksi Arus Balik: Membawa "Takwa Kampung" ke Kota Bagi warga Majalengka yang kembali ke perantauan, makna "mudik" yang sesungguhnya adalah membawa pulang bekal ketakwaan dari kampung halaman (tempat asal/fitrah) ke kehidupan urban yang penuh tantangan. Jangan tinggalkan ketakwaan di kampung, bawalah ia bersamamu. Pribadi Baru di Tengah Tantangan: Jika setelah arus balik perilaku kita masih sama dengan diri kita sebelum Ramadhan, maka kita perlu bermuhasabah kembali dengan serius. Ramadhan harus mengubah kita menjadi pribadi yang lebih baik di mana pun kita berada. Aktualisasi Diri yang Berkelanjutan: Lebaran bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan titik awal untuk mengaktualisasikan diri menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama, kapan pun dan di mana pun. Kesimpulan Mari kita jadikan masa pasca-Lebaran ini sebagai momentum untuk membuktikan bahwa puasa kita membuahkan hasil yang permanen. Ramadhan adalah pelatihan, dan hidup setelahnya adalah medan ujian yang sesungguhnya. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang berhasil mempertahankan nilai-nilai Ramadhan dalam setiap derap langkah kehidupan sehari-hari, dan terus meningkatkan kepedulian sosial. BAZNAS Kabupaten Majalengka “Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat”#SigapBaznas #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mudik Aman, Hati Nyaman: Menabur KaSAEan di Hari Keempat Lebaran 1447 H
Mudik Aman, Hati Nyaman: Menabur KaSAEan di Hari Keempat Lebaran 1447 H
MAJALENGKA – Suasana hangat Idul Fitri 1447 H masih menyelimuti Kabupaten Majalengka. Memasuki hari keempat lebaran, arus silaturahmi dan perjalanan mudik masih terpantau ramai. Di tengah kebahagiaan berkumpul bersama keluarga, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga spirit "Mudik Aman, Hati Nyaman" dengan terus melangitkan doa dan memperluas kebermanfaatan. Lebaran bukan sekadar momentum pulang ke kampung halaman, melainkan saat yang tepat untuk mempererat ukhuwah melalui budaya berbagi. Melalui semangat "Sahabat Mendoakan", kita diingatkan bahwa dukungan moril berupa doa yang tulus antar sesama adalah kado yang tak ternilai harganya. Kekuatan Doa dan Keberkahan Berbagi Berbagi tidak selalu tentang materi. Di hari yang fitri ini, saling mengingat dalam kebaikan dan mendoakan keselamatan serta kesejahteraan satu sama lain adalah wujud nyata dari keshalehan sosial. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa seorang muslim untuk saudaranya secara diam-diam (tanpa diketahui saudaranya) adalah doa yang mustajab. "Ketika kita mendoakan orang lain agar mendapatkan kelancaran rezeki dan keselamatan, sejatinya malaikat pun mendoakan hal yang sama untuk kita. Inilah pintu rezeki yang sering kali terbuka melalui ketulusan hati kita mendoakan sesama." Tetap Istiqomah dalam KaSAEan BAZNAS Majalengka terus mendorong masyarakat untuk konsisten menebar KaSAEan (Kebaikan). Meski Ramadan telah berlalu, semangat untuk membantu mereka yang membutuhkan tidak boleh luntur. Ada beberapa cara untuk menjaga kemuliaan di hari keempat lebaran ini: Dukungan Materi: Menyalurkan infak dan sedekah sisa keberkahan lebaran untuk program kemanusiaan. Dukungan Moril: Memberikan apresiasi dan doa bagi mereka yang bertugas selama arus mudik/balik agar tetap aman dan selamat. Budaya Saling Mengingat: Menghubungi kerabat atau tetangga yang mungkin belum sempat dikunjungi untuk sekadar memberikan semangat dan doa terbaik. Penutup Mari jadikan Idul Fitri 1447 H sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih peduli. Dengan menjaga hati agar tetap nyaman melalui ibadah dan berbagi, serta memastikan perjalanan mudik tetap aman, kita berharap Allah SWT melimpahkan rezeki yang berkah atas doa-doa yang terkabul. Segenap keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Teruslah berbagi KaSAEan, karena setiap doa dan bantuan Anda adalah senyum bagi mereka yang membutuhkan. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk Majalengka yang lLangkung SAE
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Puasa Syawal: Raih Pahala Setahun Penuh Selepas Ramadhan
Puasa Syawal: Raih Pahala Setahun Penuh Selepas Ramadhan
MAJALENGKA – Gema takbir Idul Fitri masih terasa, namun semangat ibadah tidak boleh luntur begitu saja. Setelah satu bulan penuh kita ditempa di madrasah Ramadhan, kini tiba saatnya kita membuktikan konsistensi iman melalui amalan sunnah yang sangat dianjurkan, yakni Puasa Enam Hari di Bulan Syawal. Puasa ini bukan sekadar pelengkap, melainkan wujud syukur seorang hamba atas kemenangan yang diraih serta upaya menjaga grafik ketakwaan agar tetap stabil sepanjang tahun. 1. Keutamaan: Investasi Pahala Setahun Penuh Puasa Syawal memiliki kedudukan yang istimewa dalam syariat. Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi siapa saja yang melaksanakannya: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim) Mengapa dihitung setahun penuh? Secara matematis, Allah SWT melipatgandakan satu kebaikan dengan sepuluh kali lipat. Perhitungannya adalah sebagai berikut: Puasa Ramadhan (30 hari) $ imes 10 = 300$ hari. Puasa Syawal (6 hari) $ imes 10 = 60$ hari. Total: 360 hari (setara dengan jumlah hari dalam satu tahun hijriah). 2. Panduan Praktis dan Tata Cara Pelaksanaan Agar ibadah puasa Syawal Anda berjalan lancar di tengah suasana lebaran, perhatikan poin-poin berikut: Waktu Pelaksanaan: Afdal dilakukan mulai tanggal 2 hingga 7 Syawal. Namun, diperbolehkan melakukannya secara terpisah (tidak berurutan) selama masih dalam bulan Syawal. Dahulukan Qadha (Hutang) Puasa: Utamakan menunaikan qadha Ramadhan terlebih dahulu agar kewajiban gugur, kemudian dilanjutkan dengan puasa sunnah Syawal. Niat Puasa Syawal: Latin: "Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatisy Syawwali lillahi ta'ala." Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala." 3. Sempurnakan Kemenangan dengan Zakat dan Infaq Menjaga ketaatan tidak hanya melalui puasa, tetapi juga dengan mensucikan harta. Sebagaimana pesan kami: "Selesaikan yang wajib, sempurnakan dengan yang sunnah, dan sucikan dengan zakat." BAZNAS Kabupaten Majalengka memfasilitasi Anda untuk menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah secara aman dan amanah melalui kanal resmi berikut: ???? Layanan Donasi Online: kabmajalengka.baznas.go.id Daftar Rekening Resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka: Bank Nomor Rekening Atas Nama Bank BRI 0046-01-002689-56-9 BAZNAS Majalengka Infaq Bank BSI 7313-9972-72 BAZNAS Kab. Majalengka Bank BRI 0046-01-002688-56-3 BAZNAS Kab. Majalengka Bank BJB 0132-0536-341-00 BAZNAS Kab. Majalengka BJB Syariah 5190-3010-0118-1 Baz Kab Majalengka Infaq BJB Syariah 5190-3010-0117-1 Baznas Kab Majalengka Dengan menjaga ritme ibadah dan kepedulian sosial selepas Ramadhan, kita berharap predikat "Taqwa" benar-benar melekat dalam diri kita hingga bertemu Ramadhan tahun berikutnya. Amin. BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.#SigapBaznas #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Optimalkan Sisa Libur Lebaran: Raih Keberkahan Syawal dengan Amalan Utama
Optimalkan Sisa Libur Lebaran: Raih Keberkahan Syawal dengan Amalan Utama
MAJALENGKA Suasana Idul Fitri 1447 H masih menyelimuti seluruh penjuru Kabupaten Majalengka. Setelah sebulan penuh menjalani pendidikan di Madrasah Ramadan dan merayakan kemenangan dengan sajian khas ketupat serta opor ayam, kini saatnya kita fokus menjaga konsistensi ibadah di bulan Syawal. Secara etimologi, Syawal memiliki makna "peningkatan". Oleh karena itu, sisa libur lebaran bukan sekadar waktu untuk beristirahat, melainkan momentum emas untuk meningkatkan kualitas iman dan kepedulian sosial kita. Berikut adalah panduan amalan mulia menurut ajaran Islam agar kebahagiaan Ramadan tetap terjaga dalam sisa libur Idul Fitri Anda: 1. Menunaikan Puasa Sunnah Enam Hari Syawal Inilah amalan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad) setelah Idul Fitri. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh. Ini adalah bentuk rasa syukur kita karena masih diberikan kesempatan beribadah. 2. Mempererat Silaturahmi (Halal bi Halal) Mengunjungi keluarga, kerabat, hingga tetangga merupakan inti dari Idul Fitri. Selain saling memaafkan, silaturahmi secara syar’i diyakini dapat memperpanjang usia dan melapangkan pintu rezeki bagi pelakunya. Jadikan sisa libur ini untuk menjangkau saudara yang mungkin sempat terputus komunikasinya. 3. Memperbanyak Sedekah dan Berbagi BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa mengajak para muzzaki dan munfiq untuk terus berbagi meski Zakat Fitrah telah ditunaikan. Sedekah di bulan Syawal adalah bukti nyata bahwa semangat kedermawanan Ramadan telah mendarah daging dalam diri kita sebagai umat Muslim. 4. Memperbanyak Dzikir, Takbir, dan Istighfar Meskipun gema takbir di masjid telah berlalu, lisan kita dianjurkan untuk tetap basah dengan dzikir dan istighfar. Hal ini merupakan sarana penghapus dosa dan ungkapan rasa syukur yang mendalam atas hidayah yang Allah berikan selama satu bulan penuh. 5. Istiqomah dalam Ibadah (Istiqomah Al-Ibadah) Ujian sebenarnya dari Ramadan adalah bulan-bulan setelahnya. Tetaplah menjaga shalat berjamaah di masjid, meluangkan waktu membaca Al-Qur'an, dan menghidupkan malam dengan tahajud sebagaimana kebiasaan yang telah kita bangun dengan susah payah selama Ramadan. 6. Melangsungkan Pernikahan di Bulan Syawal Bagi Anda yang sudah berencana, Syawal adalah bulan yang disunnahkan untuk menikah. Hal ini merujuk pada teladan Rasulullah SAW, sekaligus mematahkan tradisi jahiliyah yang menganggap Syawal adalah bulan yang mendatangkan kesialan. Pesan Utama: > "Inti dari sisa libur lebaran menurut Islam adalah menjadikan hari kemenangan sebagai momentum meningkatkan kualitas iman, bukan sekadar perayaan makan-makan. Mari kita jaga api semangat ibadah ini agar tetap menyala hingga Ramadan tahun depan." Selamat melanjutkan liburan yang penuh keberkahan. Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah kita. #BAZNASMajalengka #SyawalMulia #MajalengkaReligius #ZakatTandaSyukur
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengukir Senyum di Hari Kemenangan: BAZNAS Majalengka Berbagi Berkah Idulfitri bagi Pejuang Kebersihan dan Juru Parkir
Mengukir Senyum di Hari Kemenangan: BAZNAS Majalengka Berbagi Berkah Idulfitri bagi Pejuang Kebersihan dan Juru Parkir
MAJALENGKA – Gema takbir masih sayup terdengar menyertai suasana hari ke-4 Idulfitri 1447 H. Di saat sebagian besar masyarakat masih menikmati momen silaturahmi bersama keluarga besar, para pahlawan tanpa tanda jasa—petugas kebersihan dan juru parkir—telah kembali bergelut dengan debu dan peluh di sekitar kawasan Gedung Islamic Center Majalengka. Demi mengapresiasi dedikasi mereka yang tak kenal lelah menjaga kenyamanan kota, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan paket bantuan sembako pada Selasa pagi, 24 Maret 2026. Penyerahan Amanah di Pagi yang Fitri Tepat pukul 08.09 WIB, suasana haru menyelimuti pelataran Islamic Center. Paket sembako tersebut diserahkan langsung oleh Sdr. Imam, Staf Penjaga Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penyerahan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud kehadiran muzaki (pembayar zakat) di tengah-tengah mereka yang membutuhkan. "Kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan Idulfitri juga dirasakan oleh saudara-saudara kita yang tetap bekerja keras di lapangan saat yang lain berlibur. Ini adalah amanah dari masyarakat Majalengka untuk mereka," ujar Imam saat menyerahkan paket tersebut. Haru dan Syukur yang Tak Terbendung Pemandangan yang menyentuh hati terlihat jelas saat satu per satu petugas kebersihan dan juru parkir menerima bingkisan tersebut. Kegembiraan seketika terpancar dari wajah-wajah yang mulai dimakan usia dan terbakar matahari. Beberapa dari mereka tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan tangan yang masih memegang sapu dan peluit, ucapan syukur dan terima kasih meluncur tulus dari bibir mereka yang tampak kelu. Bagi mereka, bantuan ini adalah oase di tengah perjuangan mencari nafkah di hari raya. Paket Bantuan: Berisi kebutuhan pokok untuk membantu dapur keluarga tetap mengepul. Penerima Manfaat: Seluruh petugas lapangan yang beraktivitas di zona Islamic Center Majalengka. Harapan: Menjadi pemantik semangat bagi para pekerja harian agar tetap tegar dalam menebar manfaat bagi ketertiban kota. Penutup Aksi nyata ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa makna Idulfitri yang sesungguhnya adalah tentang kepedulian dan berbagi rasa. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan muzaki yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya, sehingga senyum mereka dapat terus terukir di hari yang suci ini. BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.#SigapBaznas #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Bayar Utang Puasa Sekaligus Puasa Syawal, Bolehkah? Simak Penjelasannya!
Bayar Utang Puasa Sekaligus Puasa Syawal, Bolehkah? Simak Penjelasannya!
MAJALENGKA, BAZNAS Memasuki bulan Syawal, semangat beribadah umat Islam di Kabupaten Majalengka biasanya tetap tinggi. Salah satu amalan yang paling dikejar adalah Puasa Sunnah Enam Hari di Bulan Syawal, yang menurut hadits Rasulullah SAW, pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh. Namun, muncul pertanyaan klasik yang sering membingungkan masyarakat: “Bagaimana jika saya masih memiliki utang puasa Ramadhan (Qadha)? Bolehkah saya menggabungkan niat puasa Qadha dengan puasa Syawal sekaligus?” Mendahulukan Kewajiban atau Mengejar Kesunahan? Secara syariat, orang yang tidak berpuasa Ramadhan karena uzur (sakit, perjalanan jauh, haid, atau nifas) wajib menggantinya di hari lain. Mengutip penjelasan Ustadz Alhafiz Kurniawan melalui kitab Mughnil Muhtaj karya Al-Khatib As-Syarbini, terdapat beberapa poin penting: Pahala "Setahun Penuh" Ada Syaratnya Hadits Nabi menyebutkan pahala setahun penuh didapat bagi mereka yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari Syawal. Artinya, idealnya puasa Ramadhan harus tuntas terlebih dahulu sebelum memulai puasa sunnah. Hukum Menggabungkan Niat Melaksanakan puasa wajib (Qadha) di bulan Syawal memang tetap mendatangkan keutamaan berpuasa di bulan tersebut. Namun, para ulama berpendapat bahwa orang tersebut tidak mendapatkan pahala khusus "setara setahun", karena tidak memenuhi kriteria berpuasa Ramadhan secara penuh sebelum memulai Syawal. Status Hukum (Haram & Makruh) Haram hukumnya mendahulukan puasa sunnah bagi yang sengaja meninggalkan Ramadhan tanpa uzur. Sedangkan bagi yang memiliki uzur syar'i, mendahulukan sunnah sebelum Qadha dihukumi makruh. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menyelesaikan utang puasa (Qadha) terlebih dahulu agar ibadah kita lebih sempurna dan tenang. Mari Bersihkan Diri, Sucikan Harta Sembari menuntaskan kewajiban puasa, mari sempurnakan ketaatan dengan berbagi kepada sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir sebagai jembatan kebaikan untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Anda. Layanan Donasi Online: ???? kabmajalengka.baznas.go.id Daftar Rekening Resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka: Bank Nomor Rekening Atas Nama Bank BRI 004601002689569 BAZNAS Majalengka Infaq Bank BSI 7313997272 BAZNAS Kab. Majalengka Bank BRI 004601002688563 BAZNAS Kab. Majalengka Bank BJB 0132053634100 BAZNAS Kab. Majalengka BJB Syariah 5190301001181 Baz Kab Majalengka Infaq BJB Syariah 5190301001171 Baznas Kab Majalengka "Selesaikan yang wajib, sempurnakan dengan yang sunnah, dan sucikan dengan zakat."
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Merajut Kebaikan di Hari Kemenangan: Menebar "kaSAEan" di Momen Idul Fitri
Merajut Kebaikan di Hari Kemenangan: Menebar "kaSAEan" di Momen Idul Fitri
MAJALENGKA Gema takbir mulai berkumandang, menandakan perjuangan satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan telah mencapai puncaknya. Idul Fitri bukan sekadar ritual mudik atau perayaan kemenangan pribadi, melainkan momentum emas untuk memperkuat kesalehan sosial. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat Kota Angin untuk mengisi libur Idul Fitri dengan menebar kaSAEan (Kebaikan)—sebuah nilai luhur yang mencerminkan karakter warga Majalengka yang religius, harmonis, dan peduli sesama. Dasar Hukum dan Landasan Syariat Berbagi di hari raya bukanlah sekadar tradisi, melainkan wujud syukur atas nikmat iman dan Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS. Ali Imran: 92) Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya silaturahmi dan kepedulian sosial: "Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari & Muslim) Inspirasi Menebar kaSAEan di Hari Lebaran Untuk menjadikan Idul Fitri kali ini lebih bermakna dan inklusif bagi seluruh kalangan, berikut adalah langkah-langkah nyata yang dapat kita lakukan: 1. Berbagi Kebahagiaan dan Rezeki Kemenangan akan terasa lebih indah jika dirasakan bersama mereka yang kurang beruntung. Hampers untuk Pejuang Lapangan: Berikan paket lebaran tidak hanya untuk keluarga, tapi juga untuk asisten rumah tangga, petugas keamanan (hansip), dan petugas kebersihan yang tetap bekerja menjaga kenyamanan kita saat hari raya. Berbagi Hidangan Lebaran: Antarkan ketupat dan opor kepada tetangga atau mereka yang membutuhkan, memastikan tidak ada satu pun orang di lingkungan kita yang merasa lapar di hari kemenangan. Santunan Anak Yatim & Dhuafa: Salurkan sebagian rezeki (THR) untuk anak-anak panti asuhan, kaum difabel, dan lansia agar mereka turut merasakan sukacita lebaran. Zakat dan Sedekah Tepat Sasaran: Pastikan kewajiban Zakat Fitrah dan Zakat Mal telah tertunaikan melalui lembaga resmi agar manfaatnya meluas bagi pengentasan kemiskinan di Majalengka. 2. Mempererat Silaturahmi Tanpa Batas Idul Fitri adalah momen meluruhkan ego dan membangun persaudaraan yang inklusif. Halal bi Halal Komunitas: Manfaatkan momen ini untuk mempererat kerukunan antarwarga di tingkat RT/RW tanpa memandang status sosial. Open House Ramah Warga: Jadikan rumah kita sebagai tempat yang hangat bagi tetangga dan rekan dari berbagai latar belakang untuk saling memaafkan. Sowan kepada Sesepuh: Kunjungi tokoh masyarakat, guru, dan lansia yang sedang sakit untuk menunjukkan penghormatan dan kasih sayang. 3. Solidaritas Sosial dan Lingkungan Wujudkan kepedulian melalui tindakan nyata di lingkungan sekitar. Berbagi Paket Sembako: Distribusikan bahan pokok bagi keluarga prasejahtera pasca-lebaran untuk membantu ketahanan pangan mereka. Bakti Sosial Lingkungan: Ajak warga bergotong royong membersihkan sisa perayaan lebaran sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap kebersihan daerah kita. Penutup: Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan Kebahagiaan Idul Fitri yang sejati tidak terletak pada pakaian yang baru, melainkan pada hati yang bersih dan tangan yang terulur untuk membantu. Mari masyarakat Majalengka, kita jadikan momen ini sebagai pembuktian bahwa kita adalah masyarakat yang SAE (Sae Akhlakna, Sae Amalnya, Sae Manahnya). Dengan berbagi, kebahagiaan lebaran tidak hanya berhenti di pintu rumah kita, tetapi menyebar hingga ke pelosok desa di seluruh penjuru Majalengka. Mari Tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Layanan Zakat Amanah, Majalengka Berkah.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Lupa Membayar Zakat Fitrah? Jangan Panik, Ini Hukum dan Solusinya Menurut Syariat
Lupa Membayar Zakat Fitrah? Jangan Panik, Ini Hukum dan Solusinya Menurut Syariat
MAJALENGKA – Zakat fitrah adalah kewajiban yang berfungsi menyucikan jiwa bagi setiap Muslim setelah berpuasa di bulan Ramadan, sekaligus menjadi penopang bagi kaum duafa agar dapat merayakan Idulfitri dengan suka cita. Namun, di tengah kesibukan persiapan Lebaran, terkadang ada saudara kita yang terlewat atau lupa menunaikan kewajiban ini hingga salat Idulfitri selesai dilaksanakan. Bagaimana status hukumnya dalam Islam dan apa yang harus dilakukan? Berikut adalah penjelasannya. Hukum Lupa Membayar Zakat Fitrah Secara syariat, waktu utama pembayaran zakat fitrah dimulai sejak awal Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang menunaikannya sebelum salat (Idulfitri), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah salat, maka itu hanyalah sedekah biasa." (HR. Abu Daud). Berdasarkan hadis tersebut, jika seseorang sengaja menunda hingga lewat waktu salat Id, perbuatannya dianggap berdosa. Namun, jika hal tersebut terjadi karena benar-benar lupa, maka ia tidak berdosa secara hukum moral (karena ketidaksengajaan), tetapi kewajiban zakatnya tetap melekat dan wajib segera ditunaikan. Solusi Jika Terlanjur Lupa Jika Anda menyadari bahwa Anda lupa membayar zakat fitrah saat khatib sudah naik mimbar atau bahkan setelah pulang dari lapangan salat Id, jangan mengabaikannya. Berikut langkah yang harus diambil: Segera Membayar (Qadha): Para ulama bersepakat bahwa kewajiban zakat fitrah tidak gugur karena terlewatinya waktu. Anda harus segera mengeluarkan zakat tersebut saat itu juga sebagai bentuk qadha (mengganti kewajiban yang terlewat). Niat sebagai Zakat Fitrah: Meskipun secara teknis pahalanya tercatat sebagai sedekah biasa karena telah melewati batas waktu, secara status hukum Anda telah menggugurkan kewajiban/hutang kepada Allah SWT. Bertaubat dan Memohon Ampun: Mintalah ampun kepada Allah atas kelalaian tersebut dan bertekad untuk lebih teliti di tahun-tahun mendatang. Tips Agar Tidak Lupa di Tahun Depan BAZNAS Kabupaten Majalengka menyarankan masyarakat untuk: Membayar Lebih Awal: Zakat fitrah sudah bisa ditunaikan sejak awal Ramadan. Tidak perlu menunggu malam takbiran. Gunakan Layanan Digital: Manfaatkan platform pembayaran zakat online resmi BAZNAS untuk kemudahan transaksi di mana saja. Manfaatkan UPZ Terdekat: Segera hubungi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid atau desa setempat begitu Ramadan dimulai. Mari pastikan setiap jiwa tersucikan dan setiap perut kaum fakir miskin terisi di hari kemenangan. Jangan biarkan kelalaian menghalangi keberkahan ibadah kita. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka: Amanah, Transparan, dan Tepat Sasaran. #BAZNASMajalengka #ZakatFitrah #HukumZakat #MajalengkaReligius #ZakatMenyucikan #InfoZakat #RamadanKarem
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Merajut Ukhuwah di Hari Kemenangan: Panduan Adab Silaturahmi Idul Fitri bagi Keluarga dan Masyarakat
Merajut Ukhuwah di Hari Kemenangan: Panduan Adab Silaturahmi Idul Fitri bagi Keluarga dan Masyarakat
MAJALENGKA Momentum Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar perayaan atas kembalinya kita kepada fitrah setelah sebulan penuh berpuasa. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah jembatan emas untuk mempererat tali silaturahmi, baik kepada keluarga inti, sanak saudara, maupun tetangga sekitar. Dalam rangka menjaga kekhidmatan hari kemenangan, penting bagi setiap muslim untuk mengedepankan adab dan tata krama saat berkunjung. Berikut adalah panduan adab bersilaturahmi yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam: 1. Meluruskan Niat karena Allah SWT Silaturahmi harus didasari oleh niat tulus untuk menyambung kasih sayang, bukan untuk ajang pamer (riya) atau sekadar formalitas sosial. Niat yang bersih akan mendatangkan keberkahan dan melapangkan rezeki. Landasan Dalil: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari & Muslim). 2. Memperhatikan Urutan Prioritas Dalam Islam, silaturahmi memiliki skala prioritas. Mulailah dengan mengunjungi orang tua kandung, kemudian saudara kandung (kakak/adik), paman, bibi, dan barulah kerabat jauh serta tetangga. Mengutamakan orang tua adalah bentuk bakti (birrul walidain) yang paling utama di hari raya. 3. Adab Bertamu: Waktu dan Perizinan Saat berkunjung ke rumah saudara atau tetangga, perhatikan waktu yang tepat. Hindari waktu istirahat (seperti saat Dzuhur atau larut malam). Pastikan pula untuk mengetuk pintu dengan sopan dan mengucapkan salam maksimal tiga kali. Landasan Dalil: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya..." (QS. An-Nur: 27). 4. Menjaga Lisan dan Menghindari Pertanyaan Sensitif Momentum kumpul keluarga sering kali diwarnai dengan obrolan hangat. Namun, kita wajib menjaga lisan agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Hindari pertanyaan yang bersifat pribadi atau membandingkan pencapaian materi antar anggota keluarga. Sebaliknya, hiasilah pertemuan dengan doa dan kata-kata yang memotivasi. 5. Berpakaian Rapi dan Menutup Aurat Menampilkan penampilan terbaik di hari raya adalah sunnah, selama tidak berlebihan (tabarruj). Gunakan pakaian yang bersih, rapi, dan sesuai dengan kaidah syariat sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah. 6. Menghormati Hidangan Tuan Rumah Saat disuguhi makanan atau minuman, hendaknya kita mencicipinya sebagai bentuk apresiasi terhadap kemuliaan tuan rumah. Jika memiliki pantangan tertentu, sampaikanlah dengan bahasa yang halus tanpa mencela hidangan yang disajikan. Hikmah Silaturahmi: Memperpanjang Umur dan Melapangkan Rezeki Menyambung kekeluargaan memiliki kaitan erat dengan keberkahan hidup. Allah SWT menjanjikan keutamaan bagi hamba-Nya yang gemar menyambung tali persaudaraan. Landasan Dalil: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari). Penutup Mari kita jadikan Idul Fitri tahun ini sebagai momentum untuk membersihkan hati dari segala dengki dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat Majalengka. Semoga setiap langkah kita menuju rumah saudara dan tetangga dicatat sebagai amal salih yang diridai Allah SWT.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Lebaran di Era Digital: Sahkah Silaturahmi Hanya Via WhatsApp?
Lebaran di Era Digital: Sahkah Silaturahmi Hanya Via WhatsApp?
MAJALENGKA Gema takbir telah berkumandang, menandai kemenangan setelah sebulan penuh kita berpuasa. Di tengah keriuhan hari raya, muncul sebuah fenomena modern: fenomena "Lebaran Online". Jempol seolah bekerja lebih cepat daripada langkah kaki, mengirimkan ucapan Minal Aidin wal Faizin ke berbagai grup WhatsApp dan media sosial. Namun, muncul pertanyaan di benak kita: Bagaimana pandangan Islam mengenai silaturahmi yang hanya dilakukan lewat layar ponsel? BAZNAS Kabupaten Majalengka merangkum ulasannya untuk Sahabat Zakat sekalian. 1. Silaturahmi Online: Hukumnya Sah dan Diperbolehkan Dalam kacamata fikih, silaturahmi melalui media sosial atau WhatsApp hukumnya adalah boleh dan sah. Merujuk pada pemikiran Imam Zakariya al-Anshari, menyambung tali persaudaraan melalui perantara (termasuk teknologi) dianggap sah untuk menggugurkan kewajiban menyambung silaturahmi yang terputus. Hal ini menjadi solusi mulia bagi mereka yang memiliki uzur syar’i, seperti: Jarak tempuh yang sangat jauh (merantau). Kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Keterbatasan waktu yang mendesak. 2. Mengapa Tatap Muka Tetap Menjadi Sang Primadona? Meski teknologi memudahkan, Islam tetap menempatkan silaturahmi fisik (tatap muka) pada derajat yang lebih tinggi. Mengapa demikian? Keutamaan yang Lebih Afdal: Bertemu langsung memiliki nilai pahala dan kemuliaan yang lebih besar dibandingkan sekadar teks digital. Kehangatan Adab: Ada keberkahan dalam jabat tangan. Rasulullah SAW bersabda bahwa dua orang Muslim yang bertemu lalu bersalaman, maka dosa keduanya diampuni sebelum mereka berpisah. Sentuhan Emosional: Tatap muka memperkuat Ukhuwah Islamiyah secara batiniah, sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh emoticon secanggih apa pun. 3. Etika Berlebaran di Media Sosial Jika memang kondisi memaksa kita untuk berlebaran via gadget, pastikan kita tetap menjaga adab agar esensi Idulfitri tidak hilang: Niat yang Tulus: Jangan sekadar "copy-paste" pesan untuk menggugurkan kewajiban. Niatkan tulus untuk menyambung kasih sayang. Pesan Personal Lebih Baik: Mengirim pesan secara pribadi (japri) jauh lebih menghargai penerima dibandingkan pesan siaran (broadcast) massal yang terasa kaku. Jaga Lisan Digital: Hindari ghibah, pamer (riya), atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya di hari yang suci ini. Kesimpulan untuk Warga Majalengka: Media sosial adalah jembatan, namun jangan biarkan ia menjadi tembok. Jika kerabat masih berada dalam satu kota (misalnya sama-sama di wilayah Majalengka) dan Anda sehat walafiat, sempatkanlah untuk berkunjung. Namun, jika jarak memisahkan, manfaatkan teknologi dengan penuh adab dan ketulusan. Mari jadikan momentum Idulfitri ini untuk saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan. Jangan lupa, sempurnakan kesucian hari raya dengan menunaikan Zakat Fitrah dan Sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya terasa bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di seluruh pelosok Majalengka. Segenap Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan: "Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum. Mohon Maaf Lahir dan Batin."
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Refleksi Hari Ketiga Lebaran: Menganyam Maaf dalam Filosofi Kupat dan Hangatnya Silaturahmi
Refleksi Hari Ketiga Lebaran: Menganyam Maaf dalam Filosofi Kupat dan Hangatnya Silaturahmi
MAJALENGKA Memasuki hari ketiga Idul Fitri, suasana kemenangan masih terasa hangat di pelosok Bumi Sindangkasih. Jika hari pertama dan kedua menjadi panggung utama bagi keluarga inti, maka hari ketiga sering kali menjadi momen puncak silaturahmi yang lebih santai namun tetap sarat makna. Di tengah hiruk-pikuk tradisi mudik dan ramah tamah, hadir satu ikon kuliner yang tak lekang oleh waktu: Ketupat. Lebih dari sekadar hidangan pendamping opor, ketupat adalah media dakwah visual yang diwariskan oleh Sunan Kalijaga untuk menyatukan budaya lokal dengan nilai Islam yang luhur. 1. Filosofi Kupat: Antara Pengakuan Dosa dan Kesucian Hati Secara etimologi dan filosofi Jawa, "Kupat" mengandung makna mendalam yang sangat relevan dengan semangat BAZNAS dalam menyebarkan kebaikan: Ngaku Lepat (Mengakui Kesalahan): Kupat menjadi simbol keberanian untuk mengakui kekhilafan. Lebaran adalah waktu terbaik untuk menanggalkan ego dan saling memaafkan. Laku Papat (Empat Tindakan): 1. Lebaran: Usainya masa berpuasa. 2. Luberan: Melimpahnya rezeki yang dibagikan melalui zakat dan sedekah. 3. Leburan: Meleburnya dosa antar sesama. 4. Laburan: Kembali suci (putih) layaknya kapur/labur. Janur & Nasi: Anyaman Janur (Sejatinining Nur) melambangkan hati nurani manusia, sementara nasi putih di dalamnya melambangkan kesucian hati setelah ditempa sebulan penuh di madrasah Ramadan. 2. Silaturahmi: Merajut Kembali Ukhuwah yang Renggang Hari ketiga Lebaran adalah waktu yang tepat untuk memperluas jangkauan silaturahmi. Mengunjungi tetangga jauh, sahabat lama, hingga mitra kerja menjadi jembatan untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah. Tradisi Bodo Kupat di Majalengka mencerminkan keterbukaan hati. Dengan membuka pintu rumah bagi siapa pun yang singgah, kita sedang meruntuhkan sekat sosial. Di sinilah nilai inklusivitas Islam terpancar; bahwa kebahagiaan hari raya harus dirasakan oleh semua kalangan tanpa terkecuali. 3. Nilai Ibadah: Lebih dari Sekadar Tradisi BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk melihat silaturahmi dan tradisi kupatan sebagai ladang pahala: Pembuka Pintu Rezeki: Sebagaimana janji Rasulullah SAW, silaturahmi adalah kunci meluasnya rezeki dan panjangnya usia. Hablum Minannas: Jika puasa memperbaiki hubungan dengan Allah, maka silaturahmi di hari raya adalah penyempurna hubungan antarmanusia. Manifestasi Syukur: Menikmati hidangan bersama adalah bentuk syukur kolektif atas kemenangan melawan hawa nafsu dan kesiapan menyambut puasa sunnah Syawal. "Kupat bukan hanya soal rasa, tapi soal bagaimana kita menganyam kembali hubungan yang sempat renggang menjadi ikatan persaudaraan yang kuat." Dengan semangat hari ketiga Lebaran, mari kita jadikan momen ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih peduli dan berbagi. Karena sejatinya, kesucian hati akan lebih sempurna jika dibarengi dengan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Selamat Merayakan Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Batin. BAZNAS Kabupaten Majalengka Tentramnya Muzaki, Bahagianya Mustahik.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memaknai Hari Kedua Idul Fitri: Menjaga Konsistensi Ibadah dan Merajut Silaturahmi
Memaknai Hari Kedua Idul Fitri: Menjaga Konsistensi Ibadah dan Merajut Silaturahmi
MAJALENGKA Gema takbir mungkin mulai mereda, namun semangat kemenangan Idul Fitri harus tetap menyala di sanubari setiap Muslim. Memasuki hari kedua bulan Syawal, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk tidak sekadar terjebak dalam euforia perayaan, melainkan mendalami esensi hari kedua ini sebagai momentum transisi menuju pribadi yang lebih bertakwa. Secara filosofis, hari kedua Idul Fitri adalah ujian pertama bagi konsistensi (istiqomah) seorang hamba setelah menuntaskan madrasah Ramadhan. Jika hari pertama adalah perayaan kemenangan, maka hari kedua adalah langkah awal untuk membuktikan bahwa nilai-nilai kebaikan yang dipupuk selama sebulan penuh tetap membekas dalam perilaku sehari-hari. Hal-Hal yang Dianjurkan Dilakukan di Hari Kedua Idul Fitri Sebagai upaya menyempurnakan ibadah dan mempererat tali persaudaraan di wilayah Kabupaten Majalengka, berikut adalah beberapa amalan yang sebaiknya dilakukan oleh seorang Muslim: 1. Menyambung Tali Silaturahmi (Ukhuwah Islamiyah) Hari kedua biasanya menjadi waktu yang tepat untuk memperluas jangkauan silaturahmi. Kunjungi kerabat jauh, tetangga, hingga sahabat lama. Di tengah suasana hangat ini, mari kita saling memaafkan dengan tulus guna membersihkan hati dari segala prasangka dan kekhilafan. 2. Memulai Puasa Sunnah Syawal Bagi umat Muslim yang ingin meraih pahala seperti berpuasa setahun penuh, hari kedua Syawal adalah waktu awal yang diperbolehkan untuk memulai Puasa Enam Hari Syawal. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya menyambung puasa Ramadhan dengan puasa sunnah di bulan ini. 3. Tetap Menjaga Shalat Berjamaah dan Tilawah Jangan biarkan masjid dan mushola menjadi sepi setelah Ramadhan usai. Hari kedua adalah pembuktian komitmen kita untuk tetap menjaga shalat lima waktu berjamaah di masjid dan melanjutkan tradisi membaca Al-Qur’an yang telah menjadi kebiasaan selama bulan suci. 4. Berbagi Kebahagiaan Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah Semangat berbagi tidak boleh berhenti pada Zakat Fitrah saja. Idul Fitri adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kepedulian sosial. BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa memfasilitasi masyarakat untuk menyalurkan Infak dan Sedekah guna membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung, sehingga mereka pun dapat merasakan kebahagiaan hari raya yang berkelanjutan. 5. Refleksi dan Muhasabah Diri Gunakan waktu luang di hari kedua ini untuk merenung: "Apakah kualitas diri saya hari ini lebih baik dari sebelum Ramadhan?". Muhasabah diri penting agar semangat Idul Fitri benar-benar membawa perubahan positif pada karakter dan integritas kita ke depannya. Penutup Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H. Semoga di hari kedua ini dan seterusnya, Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kesehatan, dan kekuatan bagi kita semua untuk terus menebar manfaat bagi sesama di tanah Sindangkasih yang kita cintai ini. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →